Claim Missing Document
Check
Articles

Kampung Sumber Mulya sebagai sentra produksi pupuk organik di Distrik Kurik Rupang, Maya Sari; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Sembiring, Jefri; Rizal, Abdul; Adrianus, Adrianus; Mendes, Johana Anike; Passali, Daud A
Lebah Vol. 18 No. 2 (2025): Maret: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari sumber bahan organik seperti kotoran ternak maupun limbah pertanian. Pupuk organik sangat penting dikembangkan untuk meningkatkan produksi tanaman. Pemanfaatan pupuk organik telah dikembangkan dibeberapa daerah, tetapi bukan di Kabupaten Merauke khususnya di Distrik Kurik belum dikembangkan. Kampung Sumber Mulya  merupakan salah  satu Kampung di Distrik Kurik yang sebagaian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan peternak. Banyak limbah yang dihasilkan untuk dijadikan  sebagai pupuk organik yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Adanya potensi limbah tersebut, maka diperlukan edukasi ke masyarakat tentang pemanfaatan limbah ternak dan limbah pertanian sebagai pupuk organik. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan partisipasi aktif langsung oleh masyarakat. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan yaitu 1) melakukan sosialisasi awal, 2) penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik dan 3) melakukan pendampingan pengolahan kotoran ternak. Hasil Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan masyarakat dalam pembuatan pupuk organik dengan bahan-bahan yang tersedia di masyarakat. Rekomendansi kegiatan selanjutkan memanfaatkan pupuk organik pada budidaya berbagai tanaman sayuran.    
Penyuluhan dan Pengenalan Jenis Hama Dan Penyakit Tanaman Padi Serta Teknik Pengendaliannya Di Kampung Sumber Mulya Distrik Kurik Anwar, Anwar; Adrianus, Adrianus; Sembiring, Jefri; Limbongan, Amelia Agustina; Mendes, Johana Anike; Yusuf, Mani; Rizal, Abdul
Lebah Vol. 18 No. 2 (2025): Maret: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Sumber Mulya Distrik Kurik Kabupaten Merauke merupakan wilayah yang di dominasi oleh masyarakat transmigrasi dan sebagian besar berprofesi sebagai petani padi. Pada survei awal yang dilakukan ada beberapa permasalahan yang didapatkan diantaranya adanya berbagai hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi, masih banyak petani yang belum mengetahui teknik pengendaliannya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman padi, serta meningkatkan pengetahuan petani terhadap teknik pencegahan preventif terhadap hama dan penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Dari hasil kegiatan pengabdian terlihat bahwa pemahaman petani masih minim terhadap pengendalian hama dan penyakit tanaman padi. Hal tersebut di akibatkan karena petani belum mampu membedakan secara jelas antara tanaman padi yang terserang oleh hama dan yang terinfeksi oleh penyakit, sehingga dalam pelaksanaan pengendaliannya belum maksimal. Dengan danya pengenalan jenis-jenis hama dan penyakit utama tanaman padi serta teknik pengendaliannya ini sangat membantu para petani. Dari Hasil monitoring dan evaluasi program yang dilakukan sebagian besar petani telah melakukan teknik pengendalian hama dan penyakit tanaman padi sesuai dengan prosedur, tidak lagi mengendalikan hama dan penyakit menggunakan satu jenis pestisida, tetapi dilakukan sesuai dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi. 
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK SERTA PESTISIDA NABATI UNTUK MENUNJANG KEAMANAN PANGAN DI KAMPUNG NASEM Sembiring, Jefri; Susanti, Diana S.; Prasetia, Andri; Mendes, Johanna
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10129

Abstract

The purpose of this service is to build the Nasem village into a safe, friendly and prosperous village of agrotourism by developing organic farming. The current condition of the residents of Nasem village usually still buys the necessities of life from outside the Nasem village, both vegetables and other ingredients. Organic agriculture is a production management system that can improve soil health and the quality of soil ecosystems and crop production. In its implementation, organic agriculture focuses on the use of natural materials that can improve and even improve soil quality. The development and application of the organic farming approach continues to increase along with the increasing clarity of the negative impacts and increasing population awareness about the dangers of using chemicals. Organic farming system that aims to maintain harmony with the natural system, by utilizing and developing as much as possible natural processes in the management of farming. Planting vegetables such as leeks, petsay, cabbage and kale need the right cultivation techniques so that increased production can be in line with the quality of the products produced. The Nasem village farmers do not have the knowledge and skills to grow vegetables after returning from the neighbouring state of Papua New Guinea. For this reason, it is very necessary to conduct training in organic farming skills so that the concept has been applied by the Nasem community from the start. It is expected in the future that Nasem village farmers can produce vegetable products that are free of pesticides and chemical fertilizers. In addition, with the training to plant vegetables organically, it will improve the economy of the community and make people consume healthy vegetables. This service is expected to be carried out continuously.Keywords: Nasem, organic, agrotourism. ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk membangun kampung Nasem menjadi kampung Agrowisata yang aman, ramah dan makmur dengan mengembangkan pertanian organik. Kondisi pada saat ini warga kampung Nasem biasanya masih membeli kebutuhan hidup  dari luar kampung Nasem baik itu sayuran maupun bahan lain. Pertanian organik merupakan sistem manajemen produksi yang dapat meningkatkan kesehatan tanah maupun kualitas ekosistem tanah dan produksi tanaman. Dalam pelaksanaannya pertanian organik menitikberatkan pada peng-gunaan bahan alam yang dapat memperbaiki bahkan meningkatkan kualitas tanah.  Perkembangan dan penerapan pendekatan pertanian organik terus meningkat seiring dengan semakin jelasnya dampak negatif dan bertambahnya kesadaran penduduk tentang bahaya penggunaan bahan-bahan kimia. Sistem pertanian organik yang bertujuan untuk tetap menjaga keselarasan  dengan sistem alami, dengan memanfaatkan dan mengembangkan semaksimal mungkin proses-proses alami dalam pengelolaan usaha tani. Penanaman sayur-sayuran seperti bawang daun, petsay, kubis dan kangkung perlu adanya teknik budidaya yang tepat sehingga peningkatan produksi dapat selaras dengan kualitas produk yang dihasilkan.  Para petani kampung Nasem belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk bercocok tanam sayur pasca kembali dari negara tetangga Papua New Guinea. Untuk itu sangat perlu dilakukan pelatihan keterampilan bercocok tanam organik sehingga dari awal konsep ini sudah diterapkan oleh masyarakat Nasem. Hal ini diharapkan kedepan bahwa petani kampung Nasem dapat menghasilkan produk sayuran yang bebas pestisida dan pupuk kimia. Selain itu dengan adanya pelatihan bercocok tanam sayur-sayuran secara organik akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuat masyarakat mengkonsumsi sayuran sehat. Pengabdian ini diharapkan akan dilakukan secara berkesinambungan.Kata kunci: Nasem, organik, agrowisata.
Bimbingan Teknis Pemanfaatan Pekarangan sebagai Lumbung Pangan Keluarga Musdalifah, Nurul; Khairi Barus, Rizki Al; Resubun, Mariana Lusia; Kusumah, Rangga; Adrianus, Adrianus; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Djaja, Irba; Ekowati, Nurhening Yuni; Sembiring, Jefri
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.1152

Abstract

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Wasur National Park is an association of civil servant wives who play an important role in women's empowerment, particularly in supporting food security and improving household economies. These efforts are carried out through the utilization of small plots of land and the processing of kitchen waste into liquid organic fertilizer (POC) and plant-based pesticides. Training activities were conducted using lectures, question and answer sessions, practical demonstrations, and direct discussions with participants. From this series of activities, DWP members gained knowledge and skills in processing kitchen waste into useful products. The utilization of kitchen waste into POC and plant-based pesticides is a simple yet highly impactful step, as it not only helps reduce the volume of household waste but also adds value to the environment. Vegetable scraps, fruit peels, and food residues can be transformed into products that support environmentally friendly agriculture. Through this activity, DWP members can become more empowered in managing household waste while producing useful products to support food self-reliance and enhance family economic value.
Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati Dari Daun Beluntas (Pluchea Indica) Dan Daun Komba-Komba (Chromolaena odorata L.) Untuk Mengurangi Ketergantungan Petani Dalam Penggunaan Pestisida Kimia Pada Tanaman Budidaya Di Kampung Kuper Anwar, Anwar; Adrianus, Adrianus; Sembiring, Jefri; Mendes, Johana Anike; Yusuf, Mani; Rupang, Maya Sari; Rizal, Abdul
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.330

Abstract

Kampung kuper merupakan salah satu kampung penghasil padi di Provinsi Papua Selatan karena memiliki luasan budidaya tanaman padi yang cukup luas.  Selain itu terdapat beberapa jenis tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh petani setempat yang cukup menjanjikan produksinya. Beluntas dan komba-komba merupakan tumbuhan liar yang banyak dijumpai disekitaran lahan budidaya petani kampung kuper. Tumbuhan tersebut sangat potensial digunakan sebagai pestisida nabati karena hasil ekstraknya dapat mengeluarkan aroma menyengat sehingga kurang disukai oleh beberapa serangga. Dari hasil diskusi dan survei awal yang dilakukan dengan mitra didapatkan beberapa permasalahan seperti minimnya pengetahuan petani setempat terkait cara pembuatan pestisida nabati dari tumbuhan liar beluntas dan komba-komba dan sebagian besar petani masih terobsebsi dengan penggunaan pestisida kimia dalam mengendalikan tanaman budidaya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan teknis tentang manfaat tumbuhan liar yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati serta melakukan pendampingan pembuatan pestisida nabati dari beluntas dan komba-komba. Hasil kegiatan demonstrasi yang dilakukan sangat membantu petani dalam memanfaatkan tumbuhan liar yang ada disekitaran lahan-lahan pertanian khususnya tumbuhan beluntas dan komba-komba. Hasil monitoring dan evaluasi program menunjukkan bahwa Sebagian besar petani sudah dapat membuat pestisida nabati dari daun beluntas dan daun komba-komba secara mandiri serta sampai ketahap pengaplikasian pestisida nabati ke tanaman budidaya. Kata Kunci : Pestisida Nabati, Beluntas, Komba-komba, pelatihan
Pelatihan Perbanyakan Mikroorganisme Sebagai Inokulum Pembuatan Pupuk Organik Bagi Petani Di Kampung Isano Mbias Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Sarijan, Abdullah; Ekowati, Nurhening Yuni; Widijastuti, Rosmala; Mani Yusuf; Anwar, Anwar; Djaja, Irba; Sembiring, Jefri; Kusumah, Rangga; Limbongan, Amelia Agustina
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.456

Abstract

Kampung Isano Mbias merupakan salah satu kampung yang terdapat di Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Masyarakat Kampung Isano Mbias mayoritas berprofesi sebagai petani. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani adalah pupuk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat pupuk organic serta cara perbanyakan inoculum mikroorganisme yang diperlukan dalam pembuatan pupuk organic. Metode kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi diberikan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan pupuk organic dalam memelihara kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Selanjutnya dilakukan pelatihan perbanyakan inoculum mikroorganisme decomposer yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk organic misalnya kompos. Inokulum mikroorganisme berperan sebagai decomposer dalam pembuatan kompos maupun pupuk organic lain yang melibatkan proses fermentasi. Kegiatan ini mendapatkan antusiasme dan respon positif dari masyarakat serta dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pengertian dan manfaat pupuk organic, peranan mikroorganisme dalam menjaga kesuburan tanah, fungsi inoculum mikrooganisme decomposer dalam pembuatan pupuk organic, serta cara perbanyakannya. Dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan pertaniannya secara ramah lingkungan. Kata Kunci: Pupuk organic, decomposer, mikroorganisme, inoculum, fermentasi
Aplikasi Bakteri Bacillus Thuringiensis Dan Petrogenol Pada Tanaman Buah Di Kampung Sukamaju Distrik Malind Kabupaten Merauke Papua Selatan sembiring, jefri; Pongkendek, Jesi Jecsen; Kusumah, Rangga; Mendes, Johana; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Sarijan, Abdullah
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1515

Abstract

Integrated Pest Management (IPM) is a pest population control system that uses all control methods to reduce and maintain populations below the level of economic damage. Pest and disease attacks on fruit plants become obstacles, making production unstable. In addition, the increasing pest population is followed by increasing production costs, which impact decreasing farmer income. Fruit farmers who have just started cultivating fruit plants have complex problems facing pest and disease attacks, especially Fruit Flies and Spodoptera sp. The purpose of this service is to provide information on IPM technology in controlling pests and diseases in fruit plants, especially the use of Bacillus thuringiensis Microorganisms and petrogenol in the Sukamaju Village farmer group, Malind District, Merauke Regency to control pests and diseases. The community service approach involves stages of introduction/socialization, training, and technology implementation, which involves active participation from group members. The results of this service are expected to increase farmers' knowledge, attitudes, and actions regarding the use of insecticides against plant pests. The evaluation results show that knowledge about natural enemies and using biological insecticides and traps as a reference for integrated pest control (IPM) has started to improve. In addition, the community can already use environmentally friendly technology, namely Bacillus thuringiensis and petrogenol. It is hoped that increased knowledge will be followed by an increase in the attitudes and actions of farmers in controlling pests and plant diseases, including the use of pesticides that are wiser and more environmentally friendly Keywords: Bacillus thuringiensis, Fruit Fly, Merauke, Petrogenol, Spodoptera sp
POLA PENYEBARAN DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG (Scirpophaga sp) DI DISTRIK TANAH MIRING Sarawan, Devida; Sembiring, Jefri; Mendes, Johana Anike; Susanti, Diana Sri; Resubun, Mariana; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggerek batang padi adalah salah satu hama utama yang menyebabkan kerusakan dan kerugian hasil padi di Indonesia dan beberapa negara Asia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisa padat populasi, intensitas serangan dan pola penyebaran hama penggerek batang Scirpophaga sp pada tanaman padi (Oryza sativa L) di Distrik Tanah Miring. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2022, di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan dan Laboratorium  Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Musamus. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling berdasarkan wilayah yang akan diamati yaitu 5 kampung dari 15 kampung di Distrik Tanah Miring. Dari setiap kampung yang diamati, maka ditetapkan pengamatan  varietas padi yang bebeda  pada 3 petakan sampel dengan ukuran petakan minimal  1/4 (2.500 m2), dimana setiap petakan terdiri dari 5 petakan sampel pengamatan dengan ukuran 2 x 2 meter. Berdasarkan hasil penelitian, padat populasi larva penggerek batang padi, tertinggi pada varietas MR kampung Yasa Mulya (SP 2) yaitu 15 individu/petakan. Perhitungan padat populasi menentukan pola sebaran imago maupun larva hama penggerek batang padi dengan indeks morisita lebih besar dari satu (id > 1) dan id lebih kecil dari nilai MC (id < MC) dengan standar derajat morisita berdasarkan rumus 0,5 menghasilkan perhitungan pola sebaran ip < 0 atau ip lebih kecil di bawah 0, sehingga model pola sebaran imago maupun larva sama yaitu seragam atau merata (uniform). Dari pola sebaran merata maka persentase kerusakan yang di sebabkan oleh larva penggerek batang padi hanya mencapai 1,08 % yang termasuk dalam kategori serangan ringan.
Ketahanan Varietas Padi terhadap Hama Penggerek Batang (Scirpophaga sp.) di Kampung Telaga Sari Kabupaten Merauke Sembiring, Jefri; Wandikbo, Roni; Kusuma, Rangga; Mendes, Johana
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.11089

Abstract

The rice stem borer (Scirpophaga sp.) is a significant pest of rice plants, causing substantial yield losses. This study aimed to assess the growth response of seven rice varieties to stem borer (Scirpophaga sp.) infestation. The research was conducted in Kampung Telaga Sari, Kurik District, Merauke Regency, from October 2022 to January 2023. The experiment followed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with seven varieties and three replications per trial. The varieties tested were Inpari 32, Inpari 42, Cakrabuana, Siam-siam, CL 220, Sertani, and Mekongga. Each treatment was replicated three times, resulting in 21 experimental plots, each measuring 3 x 3 m² with a planting distance of 20 x 20 cm, comprising 50 plants per plot. The research findings indicated significant differences in stem borer damage intensity at the 0.01 level of significance. The highest average attack intensity was observed in the Inpari 32 variety (5.44%), while the lowest average attack intensity was found in the Cakrabuana variety (2%).
UJI PATOGENISITAS CENDAWAN Metharizium anisopliae DAN Beauveria bassiana TERHADAP LARVA Spodoptera litura (Lepidoptera:Noctuidae) DI LABORATORIUM Mendes, Johana Anike; Sembiring, Jefri; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Rupang, Maya Sari; Endrawati, Tri
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6660

Abstract

Cendawan entomopatogen Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana memiliki potensi tinggi sebagai agen hayati untuk mengendalikan populasi hama. Spodoptera litura merupakan hama utama pada beberapa komoditi pertanian. Pengendalian yang umum dilakukan petani untuk menekan populasi hama ini adalah penggunaan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik yang tidak bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif seperti kerusakan lingkungan, kematian organisme non target, residu pada produk tanaman serta resistensi hama. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan, salah satunya dengan pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan menguji patogenisitas isolat M. anisopliae dan B. bassiana terhadap larva S. litura di laboratorium. Prosedur penelitian mencakup perbanyakan isolat menggunakan media beras, pemeliharaan serangga S. litura, serta pengujian patogenisitas dengan metode pencelupan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M. anisopliae menyebabkan mortalitas larva tertinggi pada perlakuan M2, M4, dan M5 sebesar 8%. Kegagalan terbentuknya pupa tertinggi tercatat pada perlakuan M5 sebesar 92% dan kegagalan terendah pada perlakuan M1 sebesar 0%. Perlakuan B. bassiana menunjukkan mortalitas larva tertinggi pada perlakuan B3, B4 dan B5 sebesar 4% sedangkan mortalitas terendah pada perlakuan B1 dan B2 sebesar 0%. Kegagalan pupa sebesar 100% pada perlakuan B1 dan B2 sedangkan perlakuan B3, B4 dan B5 mengalami kegagalan pupa sebesar 96%.   Kata kunci: Spodoptera, Metharizium, Beauvaria, patogenitas, laboratorium
Co-Authors A Anwar A Prasetia Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Ade Kurniawan Adrianus Adrianus Adrianus Adrianus Amad Arifin Amelia A Limbongan Amelia Agustina Limbongan, Amelia Agustina Andre Prasetya Andri Prasetia Andri Prasetia Andri Prasetia Andri Prasetia Anwar Anwar Anwar Anwar Barus, Rizki Alkhairi Beatus Tambaip Bodem, Martha Estofia Caecilia Henny Setya Wati Dandi Saleky Dantje Tarore David Oscar Simatupang Desmina Kristiani Hutabarat Diana S Susanti Diana Sri Susanti Djaja, Ling Irba Doga, Ikius Ekowati, N. Yuni Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Fachrizal, Rizal Facrizal, Riza Febri Nur Pramudya, Febri Nur Frans Hengki Fredy Fredy Ginting, Nina Maksimiliana Hariani Fitrianti Heru Nugroho Homo, Benediktus Imam Suntoro Irba Djaja Irba Djaja, Irba Iriana, Putri irianto, apri J Panga, Nurhaya joana mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Jusuf Manueke Katmok, Bonefasius Khairi Barus, Rizki Al Korey, Yuliana Kusuma, Rangga Kusumah, Rangga La Malesi Ling Irba Djaja Lulu Febriani Bapaimu Malesi, Wa Ode Asriyanti Wida Mani Yusuf Maria Rizki Rismayanti Maria Tenlima Mariana L Resubun Mariana Lusia Mariana Lusia Resubun Maya S Rupang Maya Sari Rupang Mega Ayu Yusuf, Mega Ayu Melmambessy, Edy H.P Mendes, J. Anike Mendes, Joanna Anike Mendes, Johana Mendes, Johana A Mendes, Johanna Merly, Sendy Lely Musdalifah, Nurul N Y Ekowati Nina Maksimiliana Ginting Nina Maksimiliana Ginting Nongtit, Nikodemus Nurcholis Nurcholis Nurhaya J Panga Nurhaya J Panga Nurhaya Panga Nurhening Yuni Ekowati NY Ekowati Ofre, Oktovianus oktovina gebze oktovina gebze Otovina Gebze Pangaribuan, Rosa Delima Paskalis ighom Passali, Daud A Pongkendek, Jesi Jecsen Prasetia, Andri Prisca Rosumbre Prisca Rosumbre Pulung Riyanto Purwanto, Aldi Putri Iriana R Kusumah R Kusumah Rachmawati Hasid Rangga Kusuma Rangga Kusumah Rangga Kusumah Rante, Novianti Resubun, Mariana Resubun, Mariana Lusia Riez Kifli Kolewora Rismayanti, Maria Rizki Riza Facrizal Roni Wandikbo rosa delima pangaribuan Rosa Pangaribuan Rosmala Widijastuti Rosmala Widijastuti, Rosmala Rupang, Maya Sari Saleky, Dandi Samosir, Hasianna Darmawati Sarawan, Devida Sarijan, Abdullah - Sulle, V. Yanti Suriani, Wa Ode Susanti, Diana S. Syaiful Nugraha Timba, Yohanes Onaltus TRESJIA CORINA RAKIAN Untari Untari Wandikbo, Roni Yolanda Gebse Yopi Tamelan Yosehi Mekiuw, Yosehi