Claim Missing Document
Check
Articles

Bimbingan Teknis Pembuatan Pupuk Organik Cair sebagai Alternatif Nutrisi Hidroponik bagi Kelompok Wanita Tani Janang Indah Kabupaten Merauke Resubun, Mariana Lusia; Sembiring, Jefri; Susanti, Diana Sri; Mendes, Johana Anike; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Sarijan, Abdullah; Rupang, Maya Sari; Ekowati, Nurhening Yuni; Kusumah, Rangga; Limbongan, Amelia Agustina; Kurniawan, Ade
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Wanita Tani Janang Indah adalah organisasi atau kelompok yang beranggotakan perempuan, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang memiliki kegiatan utama di bidang pertanian khusunya budidaya tanaman hortikultura dengan sistem hidroponik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan masyarakat dalam membuat pupuk organik cair sebagai nutrisi untuk budidaya hidroponik. Metode kegiatan  yang  dilakukan terdiri dari metode  ceramah,  diskusi  dan demonstrasi  praktik  langsung  di  lapangan berupa pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) untuk mengurangi pengunaan AB Mix pada budidaya secara hidroponik,  yang  didasari  oleh evaluasi  awal  sebagai  landasan untuk menentukan posisi pengetahuan kelompok sasaran mengenai pembuatan pupuk organic cair.  Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Janang Indah dalam pembuatan dan aplikasi pupuk organik cair sebagai nutrisi dalam tanaman sayuran dengan sistem hidroponik. Tingkat pemahaman pemanfaatan pupuk organik cair meningkat dari 50% menjadi 85 %. Selain itu masyarakat juga dapat melaksanakan budidaya pertanian dengan menanam tanaman sayuran disekitar pekarangan mereka.
Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Budidaya Tanaman Sayuran dengan Sistem Hidroponik Pada Kelompok Perempuan Papua Kreatif Barus, Rizki Alkhairi; Musdalifah, Nurul; Sembiring, Jefri; Limbongan, Amelia Agustina; Sarijan, Abdullah; Djaja, Ling Irba; Rupang, Maya Sari; Mendes, Johana Anike; Susanti, Diana Sri
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Perempuan Papua Kreatif merupakan kelompok tani di Kelurahan Kuda Mati yang beranggotakan perempuan-perempuan asal Papua, khususnya ibu rumah tangga, dengan fokus kegiatan pada bidang pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) sebagai alternatif pengganti larutan AB Mix pada budidaya tanaman hidroponik. Permasalahan utama yang dihadapi oleh kelompok sasaran adalah tingginya biaya produksi akibat ketergantungan terhadap penggunaan larutan AB Mix yang relatif mahal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi praktik langsung di lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test terhadap 30 peserta, diperoleh peningkatan tingkat pengetahuan sebesar 86,7%, dengan persentase peserta yang memahami konsep dan manfaat pupuk organik meningkat dari 40% sebelum kegiatan menjadi 93,3% setelah kegiatan. Selain itu, keterampilan peserta dalam pembuatan POC meningkat hingga 90%, yang ditunjukkan melalui kemampuan seluruh peserta dalam menghasilkan produk pupuk organik cair secara mandiri. Luaran kegiatan mencakup: (1) produk pupuk organik cair berbasis bahan lokal seperti daun gamal, daun pepaya, dan limbah dapur; (2) penyusunan modul pelatihan pembuatan POC untuk budidaya hidroponik; serta (3) perubahan perilaku anggota kelompok dalam pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai bahan baku pupuk dan pengurangan ketergantungan terhadap pupuk anorganik. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesadaran lingkungan peserta, sehingga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan dan penerapan prinsip pertanian berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Zero Waste Plus pada Kelompok Yusuf, Mani; Rizal, Abdul; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Anwar, Anwar; Sembiring, Jefri; Rupang, Maya Sari; Adrianus, Adrianus; Daoed, Denvy Meidian; Fredy, Fredy; Suriani, Wa Ode; Timba, Yohanes Onaltus; Nongtit, Nikodemus; Kolewora, Riez Kifli
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23152

Abstract

ABSTRAK Pertanian berkelanjutan menuntut penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi dampak negatif dari bahan kimia sintetis. Namun, di Kelompok TK-PPEG Mekar Jaya, Kampung Jaya Makmur, masyarakat masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian, peternakan, dan rumah tangga menjadi pupuk organik padat dan cair berbasis konsep Zero Waste Plus. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 4 tahapan yakni 1) Sosilalisasi awal kegiatan, 2) Sosialisasi dan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah rumah tangga, kotoran hewan dan tanaman pertanian sebagai pupuk organik, 3) Pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair dan  4) Monitoring dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan peningkatan pemahaman konsep zero waste dari 60% menjadi 90%, serta kemampuan membuat pupuk organik padat dan cair meningkat dari rata-rata 40% menjadi 85%. Selain itu, peserta mampu mengaplikasikan hasil pelatihan secara mandiri pada kegiatan budidaya sayuran dan tanaman obat. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat khusus kelompok TK-PPEG Jaya Makmur dalam memanfaatkan limbah pertanian sebagai pupuk organik padat dan cair. Kata kunci: Zero Waste Plus, Pupuk Organik, Kebun Sehat ABSTRACT Sustainable agriculture requires the use of organic fertilizers to maintain soil fertility and reduce the negative impacts of synthetic chemicals. However, the TK-PPEG Mekar Jaya group in Jaya Makmur Village still faces limited knowledge and skills in producing organic fertilizers. This community service activity aims to improve the community’s capacity and skills in utilizing agricultural, livestock, and household waste to produce solid and liquid organic fertilizers based on the Zero Waste Plus concept. The program was implemented through four main stages: (1) initial activity socialization, (2) socialization and counseling on the use of household, livestock, and agricultural waste as organic fertilizers, (3) training on the production of solid and liquid organic fertilizers, and (4) program monitoring and evaluation. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills, with understanding of the zero waste concept rising from 60% to 90%, and the ability to produce solid and liquid organic fertilizers increasing from an average of 40% to 85%. In addition, participants were able to independently apply the training outcomes in vegetable and medicinal plant cultivation activities. This community service activity successfully enhanced the capacity of the TK-PPEG Mekar Jaya group in utilizing agricultural waste as solid and liquid organic fertilizers.  Keywords : Zero Waste Plus, organic fertilizer, healthy garden
Kampung Wasur Sebagai Pusat Outodor Education Bagi Anak Di Kabupeten Merauke Pulung Riyanto; Jefri Sembiring; Beatus Tambaip; Hariani Fitrianti
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i4.590

Abstract

Proses pembelajaran pada anak bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pendidikan bagi anak tidak hanya bersifat formal tetapi juga bersifat non formal. Tujuan pengabdian ini adalah menjadikan kampung Wasur sebagai pusat outdoor education bagi anak. Outdoor education ini didasari oleh alam Merauke yang sangat indah tetapi minim dalam pemanfaatan untuk kegiatan edukasi. Outdorr education ini memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi, menyentuh, dan belajar tentang berbagai hal melalui pengalaman yang berbeda selain di ruang kelas. Metode yang digunakan dimulai dengan pembentukan tim di lapangan, perumusan tujuan, identifikasi, pengumpulan dan analisis kebutuhan, prioritas solusi masalah, persiapan, implementasi, pendampingan samapi dengan menentukan kebutuhan dan sasaran baru. education. Hasil pengabdian ini adalah dengan adanya fasilitas outdor education ini anak dapat mengeksplorasikan dirinya dalam belajar secara baik dalam mengembangkan motorik kasar anak di sekolah tersebut.
Keanekaragaman Arthropoda Pada Area Pertanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Di Merauke Sembiring, Jefri; Ekowati, N. Yuni; Sulle, V. Yanti; J Panga, Nurhaya; Mendes, J. Anike; Yusuf, Mani; Anwar, A; Endrawati, Tri
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1868

Abstract

Kestabilan ekosistem, terutama pada lahan pertanian yang dikelola petani, sangat dipengaruhi oleh tingkat keanekaragaman artropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman artropoda pada tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan melalui tiga jenis perangkap-perangkap kuning, perangkap tanah, dan perangkap jaring-serta melalui pengamatan langsung pada tanaman. Data keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener, indeks kemerataan, indeks dominansi, serta pengukuran intensitas serangan dan populasi hama Spodoptera exigua. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 11 ordo dan 22 famili artropoda dengan total 4.682 individu. Ordo yang paling dominan ialah Diptera, khususnya lalat buah. Nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang (H' = 1,0431), indeks kemerataan tinggi (E = 0,9243), dan indeks dominansi sedang (D = 0,5561). Intensitas serangan larva S. exigua pada umur 14 hari tergolong rendah (21%), meningkat pada umur satu bulan (33%), dan menurun kembali pada umur 1,5 bulan (24%). Interaksi antara artropoda dan tanaman bawang daun bersifat timbal balik, meskipun beberapa jenis serangga berpotensi menimbulkan kerugian bagi tanaman
Perkembangan Populasi Hama Utama pada Tanaman Padi di Kabupaten Merauke Papua Selatan Sembiring, Jefri; Mendes, Johana; Kusumah, Rangga; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Susanti, Diana Sri
Jurnal Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.67859

Abstract

Perkembangan populasi hama padi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama suhu, kelembapan, dan ketersediaan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika populasi hama utama tanaman padi berdasarkan umur tanaman dan musim tanam di Kabupaten Merauke. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah dataran rendah di Distrik Merauke, Semangga, Tanah Miring, dan Kurik yang secara geografis berada pada 7°–8° LS dan 140°–141° BT dengan ketinggian 0–10 m dpl. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–September 2023 yang mencakup dua musim tanam. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan observasi lapangan menggunakan desain longitudinal (repeated measures). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan pendekatan cluster sampling pada empat Distrik. Pada setiap Distrik ditetapkan dua kampung, dan pada setiap kampung dipilih lima petak sawah (20 × 20 m) yang menggunakan varietas padi yang sama. Setiap petak dibagi menjadi lima subplot (2 × 2 m) secara diagonal sebagai unit pengamatan, sehingga total unit pengamatan sebanyak 200 subplot pada setiap waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama berbeda nyata antar musim tanam dan umur tanaman, dengan populasi lebih tinggi pada musim tanam kedua. Hama dominan pada fase vegetatif adalah wereng batang coklat dan penggulung daun (28–42 HST), sedangkan pada fase generatif didominasi oleh penggerek batang dan walang sangit (56–70 HST). Wereng punggung putih Sogatella furcifera menunjukkan peningkatan populasi secara bertahap dari fase awal hingga generatif, dengan populasi tertinggi pada umur 56–70 HST dan lebih tinggi pada musim tanam kedua. Populasi wereng hijau cenderung menurun seiring bertambahnya umur tanaman, sedangkan populasi wereng batang coklat menunjukkan pola fluktuatif. Fase kritis tanaman terjadi pada umur 28–42 HST dan 56–70 HST pada setiap musim tanam.
Penyuluhan dan Pendampingan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu pada Sistem Tanam Hidroponik Bagi Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Merauke Diana Susanti; Johana Mendes; Mariana Resubun; Jefri Sembiring; Mani Yusuf; Abdullah Sarijan; Amelia Limbongan; Nurul Musdalifah; Rizki Al Khairi Barus
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i2.3027

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi guna meningkatkan pengetahuan dalam menerapkan pengendalian hama terpadu (PHT) pada sistem hidroponik bagi kelompok wanita tani di Kabupaten Merauke. Kelompok wanita Tani Papua yang mengelola hidroponik sederhana berskala rumah tangga, memiliki permasalahan yaitu serangan hama sehingga membutuhkan informasi tentang pengendalian yang tepat serta ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang hama tanaman dan pengendaliannya serta pelatihan membuat perangkap kuning dan pestisida nabati untuk meningkatkan ketrampilan mitra. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi mitra dalam kegiatan dan peningkatan kemampuan dalam menerapkan PHT secara mandiri. Data dikumpulkan dari hasil post-test, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan mitra dalam mengelola serangan hama pada sistem hidroponik. Sehingga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan budidaya, meningkatkan hasil produksi dan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
The Diversity of Mosquito Species (Diptera: Culicidae) Around Cowsheds in Tanah Miring District, Merauke Desmina Kristiani Hutabarat; Apri Irianto; Nurcholis Nurcholis; Yolanda Gebse; Jefri Sembiring
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1633

Abstract

Tanah Miring District is one of the areas in Merauke Regency with a high cattle population. The landscape of Tanah Miring District is characterized by lowlands with slopes of 0-3%, dominated by swampy areas and grazing fields for livestock, such as cattle. One factor affecting cattle productivity is the presence of disease vectors such as mosquitoes. This study aims to provide information on the diversity of mosquito species found around cattle pens as preliminary data to support cattle productivity, maintenance, and care programs in controlling cattle disease vectors. The research method employed was the around-cattle collection method, conducted around cattle pens in three villages within the Tanah Miring District. The mosquitoes captured were then identified using a stereo microscope and a key for identifying mosquito genera and species at Laboratory 1 of the Faculty of Agriculture, Musamus University. Data on mosquito species and numbers of female mosquitoes were obtained for further analysis of diversity, evenness, and dominance indices. Based on mosquito collection results in cattle pens in Tanah Miring District, 41 species and 10 genera of mosquitoes were found. The species Coquellittida nigrochracea and Coq. ochracea were the most commonly found species around cattle pens in Tanah Miring District. The mosquito species diversity index fell within the moderate category, with an even distribution of mosquito species, and the dominant mosquito species ranged from 0.1 to 0.3. This indicates that mosquito species are very less prevalent around the cattle shed in the Tanah Miring District, Merauke. The presence of mosquitoes is commonly found on the roots of aquatic plants, namely Coq. nigrochracea and Coq. ochracea, which are also found around the cattle shed, indicates the need for mosquito vector control efforts by maintaining cleanliness around the cattle shed, such as clearing the grass and aquatic plants.
Pengaruh Inokulasi Bacillus subtilis Terhadap Dinamika Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Manis Pada Tanah Salin Dengan Aplikasi Pupuk NPK Dosis Seragam Di Kabupaten Merauke Anwar Anwar; Mani Yusuf; Jefri Sembiring; Nurhening Yuni Ekowati
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.14824

Abstract

Sweet corn (Zea mays L. var. saccharata) cultivation on saline soils is constrained by osmotic and ionic stress that limits vegetative growth. High salinity disrupts water and nutrient uptake, resulting in reduced plant height, leaf development, stem diameter, and leaf area. The use of plant growth promoting rhizobacteria (PGPR), particularly Bacillus subtilis, combined with uniform NPK fertilization is considered a sustainable approach to improve plant growth under saline conditions. This study aimed to evaluate the effect of Bacillus subtilis inoculation on the vegetative growth of sweet corn grown on saline soil in Merauke Regency. The experiment was arranged in a randomized block design with seven treatments: control (without Bacillus subtilis), Bacillus subtilis at 5, 10, 15, 20, and 25 ml per plant each combined with 10 g NPK per plant, and NPK alone at 10 g per plant. Observed variables included plant height, number of leaves, stem diameter, and leaf area. The results showed that Bacillus subtilis inoculation significantly increased all vegetative growth parameters compared with the control and NPK-only treatment. The application of 10 ml Bacillus subtilis per plant combined with 10 g NPK produced the best vegetative growth response. These findings indicate that Bacillus subtilis improves rhizosphere conditions and nutrient uptake efficiency, thereby enhancing sweet corn adaptability to saline soils. Keywords: Bacillus subtilis, sweet corn, salinity, vegetative growth, NPK fertilizer
Effects of Metarhizium anisopliae and Red Ginger Extract (Zingiber officinale var.rubrum) on Feeding Behaviour and Mortality of Spodoptera litura Larvae Johana Anike Mendes; Rangga Kusumah; Jefri Sembiring; Mariana Resubun; Ade Kurniawan
Journal of Biotechnology and Natural Science Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jbns.v6i1.15764

Abstract

The management of Spodoptera litura, a major pest of vegetable crops, is still predominantly reliant on synthetic pesticides, whose excessive use raises concerns regarding environmental safety and human health. This study investigated the effects of the entomopathogenic fungus Metarhizium anisopliae and red ginger extract (Zingiber officinale var rubrum), applied individually on feeding behaviour and larval mortality of S. litura. Laboratory bioassays were conducted using the leaf-dipped method to evaluate larval mortality. Feeding inhibition activity of red ginger extract was assessed using choice and no-choice test. Red ginger extract caused 48% larval mortality at a concentration of 2 ml/50 ml of water, while M. anisopliae resulted in 28% larval mortality at 20 g/50 ml of water. Feeding inhibition under the choice test was categorized as very weak (10.20%) at 2 ml/50 ml of water, similarly M. anisopliae did not exhibit feeding inhibition under either test method
Co-Authors A Anwar A Prasetia Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Abdullah Sarijan Ade Kurniawan Ade Kurniawan Ade Kurniawan Adrianus Adrianus Adrianus Adrianus Amad Arifin Amelia A Limbongan Amelia Agustina Limbongan Amelia Agustina Limbongan, Amelia Agustina Amelia Limbongan Andre Prasetya Andri Prasetia Andri Prasetia Andri Prasetia Andri Prasetia Anwar Anwar Apri Irianto Barus, Rizki Al Khairi Beatus Tambaip Bodem, Martha Estofia Caecilia Henny Setya Wati Dandi Saleky Dantje Tarore David Oscar Simatupang Desmina Kristiani Hutabarat Diana S Susanti Diana Sri Susanti Diana Susanti Djaja, Ling Irba Doga, Ikius EDY H.P. MELMAMBESSY Ekowati, N. Yuni Ekowati, Nurhening Yuni Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Fachrizal, Rizal Facrizal, Riza Febri Nur Pramudya, Febri Nur Frans Hengki Fredy Fredy Ginting, Nina Maksimiliana Gora Guratmana Hariani Fitrianti Hasianna Darmawati Samosir Heru Nugroho Homo, Benediktus Imam Suntoro Irba Djaja Irba Djaja, Irba Iriana, Putri J Panga, Nurhaya joana mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Johana Mendes Johanna Mendes Jusuf Manueke Katmok, Bonefasius Korey, Yuliana Kusuma, Rangga Kusumah, Rangga La Malesi Ling Irba Djaja Lulu Febriani Bapaimu Malesi, Wa Ode Asriyanti Wida Mani Yusuf Maria Rizki Rismayanti Maria Tenlima Mariana L Resubun Mariana Lusia Mariana Lusia Resubun Mariana Resubun Mariana Resubun Maya S Rupang Maya Sari Rupang Mega Ayu Yusuf Mendes, J. Anike Mendes, Joanna Anike Mendes, Johana Mendes, Johana A Mendes, Johanna Merly, Sendy Lely Musdalifah, Nurul N Y Ekowati Nina Maksimiliana Ginting Nina Maksimiliana Ginting Nongtit, Nikodemus Nurcholis Nurcholis Nurhaya J Panga Nurhaya J Panga Nurhaya Panga Nurhening Yuni Ekowati Nurul Musdalifah NY Ekowati Ofre, Oktovianus oktovina gebze oktovina gebze Otovina Gebze Pangaribuan, Rosa Delima Paskalis ighom Passali, Daud A Pongkendek, Jesi Jecsen Prasetia, Andri Prisca Rosumbre Prisca Rosumbre Pulung Riyanto Purwanto, Aldi Putri Iriana R Kusumah R Kusumah Rachmawati Hasid Rangga Kusuma Rangga Kusumah Rangga Kusumah Rante, Novianti Resubun, Mariana Resubun, Mariana Lusia Riez Kifli Kolewora Rismayanti, Maria Rizki Riza Facrizal Rizki Al Khairi Barus Rizki Al Khairi Barus Roni Wandikbo rosa delima pangaribuan Rosa Pangaribuan Rosmala Widijastuti Rosmala Widijastuti, Rosmala Rupang, Maya Sari Saleky, Dandi Sarawan, Devida Sarijan, Abdullah - Sulle, V. Yanti Suriani, Wa Ode Susanti, Diana S. Syaiful Nugraha Timba, Yohanes Onaltus TRESJIA CORINA RAKIAN Untari Untari Wandikbo, Roni Yolanda Gebse Yopi Tamelan Yosehi Mekiuw