Claim Missing Document
Check
Articles

Level Attacks of Slender Rice Bug (Leptocorisa oratorius) in Tanah Miring District, Merauke Regency Papua Sembiring, Jefri; Sarijan, Abdullah; Katmok, Bonefasius; Mendes, Johanna
CROPSAVER Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v5i2.42454

Abstract

The slender rice bug (Leptocorisa oratorius) is an important pest in Merauke Regency because it can cause a decrease in rice production. Rice plants that are attacked by this pest will produce rice with poor quality, because the color becomes black spots and can calcify. This study aims to determine the level of attack and population density of L. oratorius in the Tanah Miring Merauke District, Papua Province. The method used in this research was purposive sampling. Determination of sampling locations by selecting a paddy field with a minimum size of 1250 m2 on one rice field per variety, then determining 9 sampling points. Sampling of the slender rice bug used an insect net with a diameter of 40 cm which was carried out in 1 double swing at each point measuring 1 x 1 m. The results showed that the average intensity of damage caused by stink bugs in Tanah Miring District was 13.78%. The highest average population density was in Waninggap Miraf village with 46.6 individuals, Yasamulya village, Isanombias village with 44.33 individuals, Yabamaru village with 38.66 individuals, Bersehati village with 38.33 and the lowest was Amunkay village with 30 individuals. While the population average in each observation was highest in the second observation or 55 HST of 46.4 individuals followed by the first observation or 45 HST of 37.4 individuals and the last observation or 65 HST of  29.8 individuals. The most preferred type of variety by the stink bug was Impari 32 (19.76%). Monitoring the development of the slender rice bug population is necessary to prevent the possibility of a population explosion so that it can be controlled earlier.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH DAN PEMBUATAN TEPUNG KOLAM DI KAMPUNG KOLAM DISTRIK MUTING KABUPATEN MERAUKE PAPUA Diana Sri Susanti; Sembiring, Jefri; Fachrizal, Rizal; Kusumah, Rangga; Resubun, Mariana Lusia; Mendes, Johana A
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 02 (2024): APRIL 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kesejahteraan yang relatif rendah pada masyarakat di Indonesia saat ini menjadi salah satu fokus yang perlu diselesaikan. Hal ini, menjadi pertimbangan bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam proses peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan beberapa upaya oleh berbagai pihak seperti menyelenggarakan program-program unggulan sampai pembentukan Lembaga Swadaya Masyarakat melalui usaha yang dilakukan masyarakat dengan tujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode  kegiatan  yang  akan  dilakukan  untuk  tercapainya  tujuan  pengabdian  kepada  masyarakat  ini  adalah  metode  ceramah,  diskusi  dan demonstrasi  praktik  langsung  di  lapangan (berupa pengolahan tanah pekarangan, penanaman, perawatan tanaman, panen dan pasca panen serta pengolahan hasil pertanian),  yang  didasari  oleh evaluasi  awal  sebagai  landasan untuk menentukan posisi pengetahuan kelompok sasaran mengenai pemanfaatan lahan pekarangan melalui penerapan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi masyarakat mau menerima dan memanfaatkan teknologi atau alat penepung yang ditawarkan tim BRGM dan Unmus untuk mengelola hasil tanaman ubi kayu, ubi jalar dan pisang menjadi tepung kolam selanjutnya menjadi aneka kue. Selain itu masyarakat juga dapat melaksanakan budidaya pertanian dengan menanam tanaman sayuran dan umbi-umbian.
Pemberdayaan Kelompok Tani Wanita Kharisma Sejati melalui Penyiraman Berbasis IoT pada Tanaman Hortikultura Anwar, Anwar; Nugraha, Syaiful; Malesi, Wa Ode Asriyanti Wida; Sembiring, Jefri; Yusuf, Mani; Rizal, Abdul; Kusumah, Rangga; Pramudya, Febri Nur
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6957

Abstract

The Kharisma Sejati Women's Farmers Group in Sumber Mulya Village, Kurik District, Merauke Regency, faces challenges in manually watering horticultural crops using dippers, buckets, and hoses. This method was time-consuming, labor-intensive, and wasteful, while water sources rely solely on reservoirs and rainwater ponds. To address these issues, a community service program was conducted in the form of training and implementation of an Internet of Things (IoT)-based irrigation system controlled by a smartphone application. This community service program aims to introduce and train the Kharisma Sejati Women's Farmers Group in the use of an IoT-based irrigation system, and to implement it on horticultural land to improve water efficiency and reduce work time. The implementation method included five stages: outreach, technical training, plot demonstrations, mentoring and evaluation, and program sustainability planning. The results showed that the IoT-based irrigation system can save up to 40% of water time and reduce water use by around 30% compared to manual methods. In addition, the application of this technology makes chili plant growth more uniform and improves the digital skills and confidence of women's farmer group members in managing modern agriculture. The program's main advantages are its practicality, water efficiency, consistency, and ability to increase horticultural productivity. Its limitations include its dependence on electricity, network connectivity, and initial adaptation to the application. Going forward, the program has the potential to be developed through more precise technology integration, implementation with other farmer groups, infrastructure support, and the use of digital markets, making it a model for sustainable agricultural innovation in the Merauke region. Kelompok Tani Wanita Kharisma Sejati di Kampung Sumber Mulya, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke menghadapi kendala penyiraman tanaman hortikultura yang masih dilakukan secara manual menggunakan gayung, ember, dan selang. Cara ini membutuhkan waktu lama, tenaga besar, serta boros air, sementara sumber air hanya bergantung pada waduk dan kolam tadah hujan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan program pengabdian berupa pelatihan dan penerapan sistem penyiraman berbasis Internet of Things (IoT) yang dikendalikan melalui aplikasi smartphone. Pengabdian ini bertujuan mengenalkan dan melatih Kelompok Tani Wanita Kharisma Sejati dalam penggunaan sistem penyiraman berbasis IoT, serta mengimplementasikannya pada lahan hortikultura guna meningkatkan efisiensi air dan waktu kerja. Metode pelaksanaan meliputi lima tahap: sosialisasi, pelatihan teknis, demonstrasi plot, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem penyiraman berbasis IoT mampu menghemat waktu penyiraman hingga ±40% dan penggunaan air sekitar ±30% dibandingkan metode manual. Selain itu, penerapan teknologi ini membuat pertumbuhan tanaman cabai lebih seragam serta meningkatkan keterampilan digital dan kepercayaan diri anggota kelompok tani wanita dalam mengelola pertanian modern. Kelebihan utama program ini adalah praktis, hemat air, konsisten, dan mampu meningkatkan produktivitas hortikultura, sedangkan keterbatasannya adalah ketergantungan pada listrik, jaringan, dan adaptasi awal penggunaan aplikasi. Ke depan, program ini berpotensi dikembangkan melalui integrasi teknologi yang lebih presisi, penerapan pada kelompok tani lain. Dukungan infrastruktur, serta pemanfaatan pasar digital, sehingga dapat menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan di wilayah Merauke.
Bimbingan Teknis Pembuatan Pupuk Organik Cair sebagai Alternatif Nutrisi Hidroponik bagi Kelompok Wanita Tani Janang Indah Kabupaten Merauke Resubun, Mariana Lusia; Sembiring, Jefri; Susanti, Diana Sri; Mendes, Johana Anike; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Sarijan, Abdullah; Rupang, Maya Sari; Ekowati, Nurhening Yuni; Kusumah, Rangga; Limbongan, Amelia Agustina; Kurniawan, Ade
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Wanita Tani Janang Indah adalah organisasi atau kelompok yang beranggotakan perempuan, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang memiliki kegiatan utama di bidang pertanian khusunya budidaya tanaman hortikultura dengan sistem hidroponik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan masyarakat dalam membuat pupuk organik cair sebagai nutrisi untuk budidaya hidroponik. Metode kegiatan  yang  dilakukan terdiri dari metode  ceramah,  diskusi  dan demonstrasi  praktik  langsung  di  lapangan berupa pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) untuk mengurangi pengunaan AB Mix pada budidaya secara hidroponik,  yang  didasari  oleh evaluasi  awal  sebagai  landasan untuk menentukan posisi pengetahuan kelompok sasaran mengenai pembuatan pupuk organic cair.  Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Janang Indah dalam pembuatan dan aplikasi pupuk organik cair sebagai nutrisi dalam tanaman sayuran dengan sistem hidroponik. Tingkat pemahaman pemanfaatan pupuk organik cair meningkat dari 50% menjadi 85 %. Selain itu masyarakat juga dapat melaksanakan budidaya pertanian dengan menanam tanaman sayuran disekitar pekarangan mereka.
Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Budidaya Tanaman Sayuran dengan Sistem Hidroponik Pada Kelompok Perempuan Papua Kreatif Barus, Rizki Alkhairi; Musdalifah, Nurul; Sembiring, Jefri; Limbongan, Amelia Agustina; Sarijan, Abdullah; Djaja, Ling Irba; Rupang, Maya Sari; Mendes, Johana Anike; Susanti, Diana Sri
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Perempuan Papua Kreatif merupakan kelompok tani di Kelurahan Kuda Mati yang beranggotakan perempuan-perempuan asal Papua, khususnya ibu rumah tangga, dengan fokus kegiatan pada bidang pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) sebagai alternatif pengganti larutan AB Mix pada budidaya tanaman hidroponik. Permasalahan utama yang dihadapi oleh kelompok sasaran adalah tingginya biaya produksi akibat ketergantungan terhadap penggunaan larutan AB Mix yang relatif mahal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi praktik langsung di lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test terhadap 30 peserta, diperoleh peningkatan tingkat pengetahuan sebesar 86,7%, dengan persentase peserta yang memahami konsep dan manfaat pupuk organik meningkat dari 40% sebelum kegiatan menjadi 93,3% setelah kegiatan. Selain itu, keterampilan peserta dalam pembuatan POC meningkat hingga 90%, yang ditunjukkan melalui kemampuan seluruh peserta dalam menghasilkan produk pupuk organik cair secara mandiri. Luaran kegiatan mencakup: (1) produk pupuk organik cair berbasis bahan lokal seperti daun gamal, daun pepaya, dan limbah dapur; (2) penyusunan modul pelatihan pembuatan POC untuk budidaya hidroponik; serta (3) perubahan perilaku anggota kelompok dalam pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai bahan baku pupuk dan pengurangan ketergantungan terhadap pupuk anorganik. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesadaran lingkungan peserta, sehingga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan dan penerapan prinsip pertanian berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Zero Waste Plus pada Kelompok Yusuf, Mani; Rizal, Abdul; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Anwar, Anwar; Sembiring, Jefri; Rupang, Maya Sari; Adrianus, Adrianus; Daoed, Denvy Meidian; Fredy, Fredy; Suriani, Wa Ode; Timba, Yohanes Onaltus; Nongtit, Nikodemus; Kolewora, Riez Kifli
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23152

Abstract

ABSTRAK Pertanian berkelanjutan menuntut penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi dampak negatif dari bahan kimia sintetis. Namun, di Kelompok TK-PPEG Mekar Jaya, Kampung Jaya Makmur, masyarakat masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian, peternakan, dan rumah tangga menjadi pupuk organik padat dan cair berbasis konsep Zero Waste Plus. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 4 tahapan yakni 1) Sosilalisasi awal kegiatan, 2) Sosialisasi dan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah rumah tangga, kotoran hewan dan tanaman pertanian sebagai pupuk organik, 3) Pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair dan  4) Monitoring dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan peningkatan pemahaman konsep zero waste dari 60% menjadi 90%, serta kemampuan membuat pupuk organik padat dan cair meningkat dari rata-rata 40% menjadi 85%. Selain itu, peserta mampu mengaplikasikan hasil pelatihan secara mandiri pada kegiatan budidaya sayuran dan tanaman obat. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat khusus kelompok TK-PPEG Jaya Makmur dalam memanfaatkan limbah pertanian sebagai pupuk organik padat dan cair. Kata kunci: Zero Waste Plus, Pupuk Organik, Kebun Sehat ABSTRACT Sustainable agriculture requires the use of organic fertilizers to maintain soil fertility and reduce the negative impacts of synthetic chemicals. However, the TK-PPEG Mekar Jaya group in Jaya Makmur Village still faces limited knowledge and skills in producing organic fertilizers. This community service activity aims to improve the community’s capacity and skills in utilizing agricultural, livestock, and household waste to produce solid and liquid organic fertilizers based on the Zero Waste Plus concept. The program was implemented through four main stages: (1) initial activity socialization, (2) socialization and counseling on the use of household, livestock, and agricultural waste as organic fertilizers, (3) training on the production of solid and liquid organic fertilizers, and (4) program monitoring and evaluation. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills, with understanding of the zero waste concept rising from 60% to 90%, and the ability to produce solid and liquid organic fertilizers increasing from an average of 40% to 85%. In addition, participants were able to independently apply the training outcomes in vegetable and medicinal plant cultivation activities. This community service activity successfully enhanced the capacity of the TK-PPEG Mekar Jaya group in utilizing agricultural waste as solid and liquid organic fertilizers.  Keywords : Zero Waste Plus, organic fertilizer, healthy garden
Kampung Wasur Sebagai Pusat Outodor Education Bagi Anak Di Kabupeten Merauke Pulung Riyanto; Jefri Sembiring; Beatus Tambaip; Hariani Fitrianti
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i4.590

Abstract

Proses pembelajaran pada anak bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pendidikan bagi anak tidak hanya bersifat formal tetapi juga bersifat non formal. Tujuan pengabdian ini adalah menjadikan kampung Wasur sebagai pusat outdoor education bagi anak. Outdoor education ini didasari oleh alam Merauke yang sangat indah tetapi minim dalam pemanfaatan untuk kegiatan edukasi. Outdorr education ini memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi, menyentuh, dan belajar tentang berbagai hal melalui pengalaman yang berbeda selain di ruang kelas. Metode yang digunakan dimulai dengan pembentukan tim di lapangan, perumusan tujuan, identifikasi, pengumpulan dan analisis kebutuhan, prioritas solusi masalah, persiapan, implementasi, pendampingan samapi dengan menentukan kebutuhan dan sasaran baru. education. Hasil pengabdian ini adalah dengan adanya fasilitas outdor education ini anak dapat mengeksplorasikan dirinya dalam belajar secara baik dalam mengembangkan motorik kasar anak di sekolah tersebut.
UJI MEDIA ALTERNATIF PENGGANTI PDA PADA PERBANYAKAN Trichoderma sp. SEBAGAI AGENSI HAYATI Kurniawan, Ade; Yusuf, Mani; Sembiring, Jefri; Anwar
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 3 (2025): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i3.12869

Abstract

Keterbatasan media tumbuh bakteri dan cendawan merupakan kendala utama dalam penelitian dan pengembangan mikroba di Kabupaten Merauke khususnya pengembangan mikroba potensial untuk peningkatan produksi dan pengendalian hayati. Oleh karena itu digunakan media alternatif yang berasal dari sumber hayati lokal dengan kandungan nutrisi yang sama dan bahkan lebih tinggi serta bernilai ekonomis dibandingkan dengan media PDA. Media alternatif berasal dari bahan jagung, gembili, singkong, keladi, ubi jalar,dan pisang yang mudah ditemui di Merauke, sedangkan media kontrol yakni media PDA berbahan baku kentang. Penelitian ini ditujukan untuk membandingkan parameter media dan hasil pertumbuhan Trichoderma dari media alternatif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan media yaitu PDA (M1), jagung manis (M2), gembili (M3), ubi jalar (M4), keladi (M5), singkong (M6) dan pisang (M7). Setiap perlakuan terdiri atas 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu pH media, kekerasan media, diameter koloni dan kepadatan konidia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakteristik media berupa pH masih dalam batas kemampuan tumbuh Trichoderma yakni pH tertinggi 6,2 pada media singkong, gembili, dan ubi jalar dan terendah denagan nilai pH 4,9 pada media pisang. Lama pengerasan media dengan waktu tercepat didapatkan pada media PDA, jagung, dan gembili pada menit ke 27 sedangkan terlama pada media pisang dengan lama waktu 46 menit. Sedangkan dari hasil inokulasi Trichoderma didapatkan luasan pertumbuhan miselium tercepat pada hari ketujuh pada media jagung, gembili, singkong, dan keladi sedangkan kerapatan konidia tertinggi dihasilkan pada media PDA dengan nilai 6,8x108 konidia/mg dan terendah pada media pisang dengan nilai 1,6x108 konidia/mg.
Keanekaragaman Arthropoda Pada Area Pertanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Di Merauke Sembiring, Jefri; Ekowati, N. Yuni; Sulle, V. Yanti; J Panga, Nurhaya; Mendes, J. Anike; Yusuf, Mani; Anwar, A; Endrawati, Tri
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1868

Abstract

Kestabilan ekosistem, terutama pada lahan pertanian yang dikelola petani, sangat dipengaruhi oleh tingkat keanekaragaman artropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman artropoda pada tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan melalui tiga jenis perangkap-perangkap kuning, perangkap tanah, dan perangkap jaring-serta melalui pengamatan langsung pada tanaman. Data keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener, indeks kemerataan, indeks dominansi, serta pengukuran intensitas serangan dan populasi hama Spodoptera exigua. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 11 ordo dan 22 famili artropoda dengan total 4.682 individu. Ordo yang paling dominan ialah Diptera, khususnya lalat buah. Nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang (H' = 1,0431), indeks kemerataan tinggi (E = 0,9243), dan indeks dominansi sedang (D = 0,5561). Intensitas serangan larva S. exigua pada umur 14 hari tergolong rendah (21%), meningkat pada umur satu bulan (33%), dan menurun kembali pada umur 1,5 bulan (24%). Interaksi antara artropoda dan tanaman bawang daun bersifat timbal balik, meskipun beberapa jenis serangga berpotensi menimbulkan kerugian bagi tanaman
Pelatihan Perbanyakan Mikroorganisme pada Kelompok Tani di Distrik Semangga Kabupaten Merauke Sarijan, Abdullah; Untari, Untari; Melmambessy, Edy H.P; Simatupang, David Oscar; Adrianus, Adrianus; Yusuf, Mega Ayu; Anwar, Anwar; Kurniawan, Ade; Sembiring, Jefri; Yusuf, Mani; Samosir, Hasianna Darmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1807

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of farmer groups in Semangga District, Merauke Regency in propagating microorganisms as biological agents in agriculture. The program was motivated by farmers’ high dependence on chemical fertilizers and pesticides, which negatively affect soil quality and the environment. The methods included laboratory-based microorganism propagation, interactive lectures, simulation practices, and group discussions and reflections. The results indicated increased farmers’ understanding of the roles and benefits of microorganisms such as Trichoderma sp. and Bacillus sp., as well as their ability to propagate them independently. The application of this technology has the potential to reduce chemical inputs, lower production costs, and improve soil fertility sustainably. This activity is important as a model for empowering farmers through environmentally friendly biological technology.
Co-Authors A Anwar A Prasetia Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Ade Kurniawan Adrianus Adrianus Adrianus Adrianus Amad Arifin Amelia A Limbongan Amelia Agustina Limbongan, Amelia Agustina Andre Prasetya Andri Prasetia Andri Prasetia Andri Prasetia Andri Prasetia Anwar Anwar Anwar Anwar Barus, Rizki Alkhairi Beatus Tambaip Bodem, Martha Estofia Caecilia Henny Setya Wati Dandi Saleky Dantje Tarore David Oscar Simatupang Desmina Kristiani Hutabarat Diana S Susanti Diana Sri Susanti Djaja, Ling Irba Doga, Ikius Ekowati, N. Yuni Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Fachrizal, Rizal Facrizal, Riza Febri Nur Pramudya, Febri Nur Frans Hengki Fredy Fredy Ginting, Nina Maksimiliana Hariani Fitrianti Heru Nugroho Homo, Benediktus Imam Suntoro Irba Djaja Irba Djaja, Irba Iriana, Putri irianto, apri J Panga, Nurhaya joana mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Jusuf Manueke Katmok, Bonefasius Khairi Barus, Rizki Al Korey, Yuliana Kusuma, Rangga Kusumah, Rangga La Malesi Ling Irba Djaja Lulu Febriani Bapaimu Malesi, Wa Ode Asriyanti Wida Mani Yusuf Maria Rizki Rismayanti Maria Tenlima Mariana L Resubun Mariana Lusia Mariana Lusia Resubun Maya S Rupang Maya Sari Rupang Mega Ayu Yusuf, Mega Ayu Melmambessy, Edy H.P Mendes, J. Anike Mendes, Joanna Anike Mendes, Johana Mendes, Johana A Mendes, Johanna Merly, Sendy Lely Musdalifah, Nurul N Y Ekowati Nina Maksimiliana Ginting Nina Maksimiliana Ginting Nongtit, Nikodemus Nurcholis Nurcholis Nurhaya J Panga Nurhaya J Panga Nurhaya Panga Nurhening Yuni Ekowati NY Ekowati Ofre, Oktovianus oktovina gebze oktovina gebze Otovina Gebze Pangaribuan, Rosa Delima Paskalis ighom Passali, Daud A Pongkendek, Jesi Jecsen Prasetia, Andri Prisca Rosumbre Prisca Rosumbre Pulung Riyanto Purwanto, Aldi Putri Iriana R Kusumah R Kusumah Rachmawati Hasid Rangga Kusuma Rangga Kusumah Rangga Kusumah Rante, Novianti Resubun, Mariana Resubun, Mariana Lusia Riez Kifli Kolewora Rismayanti, Maria Rizki Riza Facrizal Roni Wandikbo rosa delima pangaribuan Rosa Pangaribuan Rosmala Widijastuti Rosmala Widijastuti, Rosmala Rupang, Maya Sari Saleky, Dandi Samosir, Hasianna Darmawati Sarawan, Devida Sarijan, Abdullah - Sulle, V. Yanti Suriani, Wa Ode Susanti, Diana S. Syaiful Nugraha Timba, Yohanes Onaltus TRESJIA CORINA RAKIAN Untari Untari Wandikbo, Roni Yolanda Gebse Yopi Tamelan Yosehi Mekiuw, Yosehi