Idrus, Irnawaty
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 99 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Innovation Centre dengan Pendekatan Green Building di Kota Makassar Fahrul, Ahmad; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Abdullah, Ashari; Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16173

Abstract

Dalam mencapai ambisi Indonesia Emas 2045, fokus pada pengembangan Human Capital & Research serta kebijakan infrastruktur riset dan inovasi menjadi krusial. Perlu meningkatkan dukungan dan peluang bagi inovator di seluruh Indonesia, mengatasi keterbatasan pada pilar input, dan mendorong hilirisasi karya riset dan teknologi. Meskipun infrastruktur riset dan inovasi sudah ada sejak 1994, pusat inovasi masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga penting untuk memperluas dukungan ke luar Jawa. Kota Makassar diidentifikasi sebagai potensi pengembangan inovasi di Indonesia Timur, dengan perancangan Innovation Centre sebagai ruang kolaborasi. Penelitian ini mengusulkan pendekatan Green Building di Kota Makassar, yang tidak hanya mencerminkan proyek lokal tetapi juga manifestasi dari komitmen terhadap keberlanjutan dan perubahan positif dalam lingkungan perkotaan. Adapun metode perancangan yang digunakan yaitu melalui pengumpulan data primer dan data sekunder kemudian dari data survey dan observasi serta data dari instansi selanjutnya melakukan analisis data diantaranya yaitu analisis tapak, analisis fungsi dan program ruang, analisis bentuk dan material, analisis tema perancangan dan analisis sistem bangunan. Lokasi perancangan Innovation Centre berada di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, dengan luas lahan 1,4 Ha. Hasil dari perancangan Innovation Centre ini diharapkan tidak hanya sebagai struktur fisik, tetapi juga sebagai pernyataan tekad mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dengan fokus pada praktik-praktik green building, termasuk penghematan energi, penghawaan alami, dan pengelolaan air, Makassar Innovation Centre bertujuan menjadi pusat inovasi yang tidak hanya mendukung keberlanjutan lokal tetapi juga memberikan kontribusi positif pada tujuan global keberlanjutan.
Pendekatan Konsep Arsitektur Hijau pada Perancangan Terminal Angkutan Umum Tipe B di Kabupaten Bantaeng Akbar, Muhammad Fauzan; Idrus, Irnawaty; Abdullah, Ashari; Syarif, Muhammad; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16174

Abstract

Terminal angkutan umum memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial, khususnya di Kabupaten Bantaeng, sehingga memerlukan sistem transportasi dan pelayanan yang berkualitas. Penerapan konsep arsitektur hijau menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi karbon, dan menciptakan sistem transportasi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan elemen arsitektur hijau dalam perancangan terminal angkutan umum Tipe B di Kabupaten Bantaeng. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan dan analisis data berdasarkan pendekatan arsitektur hijau. Kajian difokuskan pada penerapan prinsip-prinsip utama, seperti pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami, penyediaan ruang terbuka hijau sebagai elemen esensial, penggunaan material alami untuk meningkatkan kenyamanan, serta pemanfaatan material daur ulang sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur hijau dapat menciptakan terminal yang tidak hanya berfungsi secara efisien, tetapi juga ramah lingkungan dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya seperti air, listrik, dan material secara optimal. Terminal yang dirancang dengan konsep ini mampu menyediakan pelayanan yang baik sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Dengan demikian, perancangan terminal angkutan umum berbasis arsitektur hijau di Kabupaten Bantaeng dapat menjadi model desain yang inovatif untuk fasilitas transportasi di masa depan.
Perancangan Hotel Resort dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Kawasan Pantai Wade, Kabupaten Lembata Dapubeang, Awaludin; Amin, Siti Fuadillah A.; Idrus, Irnawaty; Rohana, Rohana; Amal, Citra Amalia; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17534

Abstract

Skripsi ini membahas perancangan hotel resor di pantai Wade, dusun Wade, desa Balurebong, Kec. Lebatukan Kab. Lembata, Prov. Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan pendekatan arsitektur biofilik. Arsitektur biofilik adalah pendekatan desain yang memadukan unsur alam dan budaya lokal ke dalam desain arsitektur bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan. Melalui pendekatan ini, hotel resor Pantai Wade bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional tamu dengan mengoptimalkan interaksi mereka dengan alam iklim tropis yang khas di Nusa Tenggara Timur, khususnya di pantai Wade Kab. Lembata yang juga memiliki view indah perbukitan dan pantai pasir putih yang masih asri. Konsep ini juga bertujuan untuk mengurangi kerusakan lingkungan dengan mendorong penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan seperti alang-alang, bambu, kayu, dan batu alam, yang juga menjadi material bangunan adat masyarakat setempat, teknik konstruksi yang tidak merusak yang tidak berdampak negatif pada ekosistem lokal, dan memberikan bentuk bangunan yang langsung terinspirasi dari alam dalam hal ini bentuk ikan paus yang trinspirasi dari salah satu tradisi masyarakat di Lembata yaitu berburu paus dan trinspirasi pula dari logo Kab. Lembata itu sendiri. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menciptakan hotel resor yang tidak hanya memberikan kenyamanan dan relaksasi tetapi juga berdampak positif terhadap kehidupan akuatik di kawasan Pantai Wade.
Perancangan Kawasan Kantor Pemerintahan Di Kabupaten Takalar Dengan Pendekatan Arsitektur Biophilik Setiawan, Aldi; Syarif, Muhammad; Rohana, Rohana; Abdullah, Ashari; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17580

Abstract

Perancangan kawasan kantor pemerintahan yang efisien dan berkelanjutan menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kabupaten Takalar, sebagai wilayah yang berkembang, membutuhkan desain kantor pemerintahan yang tidak hanya fungsional tetapi juga ramah lingkungan dan mendukung kesejahteraan penggunanya. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penerapan pendekatan arsitektur biophilic dalam perancangan kawasan kantor pemerintahan di Kabupaten Takalar. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan produktif dengan mengintegrasikan elemen alam ke dalam desain bangunan, seperti pencahayaan alami, ventilasi yang baik, vegetasi, dan penggunaan material alami. Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi lapangan, studi literatur, serta analisis tapak dan kebutuhan ruang. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan arsitektur biophilic dapat meningkatkan kualitas lingkungan kerja, mengurangi dampak lingkungan, serta memperkuat identitas kawasan perkantoran sebagai ruang yang berkelanjutan. Dengan konsep ini, diharapkan kawasan kantor pemerintahan di Kabupaten Takalar dapat menjadi contoh bagi pembangunan infrastruktur pemerintahan yang lebih hijau dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
Perancangan Buginese Cultural Center dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Kabupaten Bone Fardi, Fardi; Mustafa, Mursyid; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Zainuddin, Salmiah; Osman, Wiwik Wahidah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7298

Abstract

Buginese Cultural Center merupakan tempat kegiatan yang berhubungan dengan pementasan, pendidikan tentang kebudayaan daerah bugis berupa pertunjukan dan pameran, yang diperuntukan untuk umum, agar masyarakat atau pengunjung dapat melihat dan mempelajari kesenian budaya Bugis, memberi area pusat hiburan, mewadahi para seniman. Adapun konsep perancangan yang digunakan yaitu arsitektur modern, adapun konsep Arsitektur Modern yang memiliki teori yang mengkaji unsur geometris serta penggunaan bahan industrial dengan menggambarkan kemajuan teknologi. Ciri arsitekur modern diantaranya mengkaji wujud kemajuan terhadap konstruksi dengan memaksimalkan fungsi yang menghindari banyaknya ornamen dan dekorasi, penerapan garis vertikal dan horizontal, memiliki ruang terbuka, desain simetris, koneksi dengan alam, penggunaan material dan tradisional, memaksimalkan fungsi ruang. Sehingga proses prancangannya terdapat beberapa hasil diantaranya bangunan pusat kesenian, bangunan galeri seni, teater, tempat ibadah, pusat oleh-oleh dan makanan khas
Perancangan Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer di Kabupaten Jeneponto Rokhana, Nur Indah; wildana, KhildaWildanaNur khilda; Idrus, Irnawaty; Abdullah, Ashari; Syahruddin, Syahriyunita; Amalia, Andi Annisa
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7300

Abstract

ABSTRAK: Merancang suatu gedung Sport Center di Kota Jeneponto yang menghubungkantaman dengan bangunan bertujuan untuk menyusun suatu konsep perancangan denganmenyediakan fasilitas olahraga, yang dapat mewadahi, dan dapat menampung aktivitas olahragasecara keseluruhan bagi para atlet, pelajar, pemuda dan masyarakat dengan menghasilkan suaturancangan bangunan Sport Center yang dapat mengembangkan fasilitas kota jeneponto, Metodeperancangan ini merumuskan tentang langkah metode yang digunakan adalah metodepengumpulan data primer dan sekunder, analisa dan sintesa serta skema perancangan. MenjadikanSport Center sebagai sarana untuk menampung minat warga terhadap olahraga yang akan menjadisarana untuk berlatih dan bertanding para atlet asal Jeneponto. agar para atlet ini lebih berprestasilagi dan dapat mengharumkan nama Jeneponto. fungsi penunjang kegiatan pada masyararakatdengan pengolahan tapak yang sesuai dengan kebutuhan untuk memaksimalkan ruang terbukahijau, menerapkan konsep dan desain yang mempertimbangkan kebutuhan pengguna terhadapruang dan orientasi, memanfaatkan kondisi iklim dan sumber energi bagi bangunan tersebut agarmemaksimalkan pencahayaan dan penghawaan atau dengan mengoptimalkan sun shading.
Mengintegrasikan Warisan Budaya dalam Arsitektur Modern: Tinjauan Literatur Tentang Menyeimbangkan Keberlanjutan dan Identitas Idrus, Irnawaty; Paddiyatu, Nurhikmah; Latif, Sahabuddin
Jurnal Linears Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v7i2.16019

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi warisan budaya ke dalam praktik arsitektur modern, menekankan perannya dalam melestarikan identitas lokal, mempromosikan keberlanjutan, dan mendorong keterlibatan masyarakat. Penelitian ini menyelidiki bagaimana elemen desain tradisional dan material lokal dapat dipadukan secara harmonis dengan teknik arsitektur kontemporer untuk menciptakan struktur yang mencerminkan narasi budaya sekaligus memenuhi kebutuhan modern. Strategi utama meliputi penggunaan kembali bangunan warisan secara adaptif dan penerapan teknologi canggih, seperti Pemodelan Informasi Bangunan (BIM) dan pemindaian 3D, untuk memastikan pelestarian dan adaptasi yang tepat. Temuan menunjukkan bahwa penggabungan elemen budaya tidak hanya memperkaya lanskap perkotaan modern tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan lokal dan prinsip-prinsip desain hemat energi. Studi ini menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan budaya dalam menghadapi urbanisasi dan globalisasi yang cepat. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan potensi arsitektur modern untuk meningkatkan relevansi fungsional dan budaya dari lingkungan binaan dengan mengintegrasikan warisan budaya. Penelitian di masa depan harus berfokus pada perluasan penerapan prinsip-prinsip ini, terutama dalam konteks tantangan lingkungan dan kebutuhan perkotaan yang terus berkembang, untuk lebih memperkuat hubungan antara masa lalu dan masa kini dalam desain arsitektur.ABSTRACT:This research explores the integration of cultural heritage into modern architectural practice, emphasizing its role in preserving local identity, promoting sustainability, and encouraging community engagement. The research investigates how traditional design elements and local materials can be harmoniously combined with contemporary architectural techniques to create structures that reflect cultural narratives while meeting modern needs. Key strategies include adaptive reuse of heritage buildings and the application of advanced technologies, such as Building Information Modeling (BIM) and 3D scanning, to ensure proper preservation and adaptation. Findings show that the incorporation of cultural elements not only enriches the modern urban landscape but also supports sustainable development by utilizing local materials and energy-efficient design principles. This study highlights the importance of maintaining cultural continuity in the face of rapid urbanization and globalization. In conclusion, this study demonstrates the potential of modern architecture to enhance the functional and cultural relevance of the built environment by integrating cultural heritage. Future research should focus on expanding the application of these principles, especially in the context of environmental challenges and evolving urban needs, to further strengthen the link between past and present in architectural design.
Integrasi Alam dan Spiritualitas: Desain Pesantren Inklusif Berbasis Biofilik untuk Santri: Studi Kasus di Kabupaten Wajo, Indonesia Lutfiah Hafifah Juhari; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.243

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya permintaan terhadap pendidikan Islam, khususnya di kalangan santri putri di wilayah pedesaan, mendorong perlunya pendekatan desain yang inklusif dan berkelanjutan. Studi ini menyajikan rancangan arsitektur Pondok Pesantren Tahfidz khusus putri di Kabupaten Wajo dengan menggunakan pendekatan arsitektur biofilik. Desain ini mengintegrasikan elemen-elemen alami seperti cahaya, udara, vegetasi, dan air untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung secara emosional dan nyaman secara psikologis. Secara metodologis, proyek ini menerapkan analisis tapak arsitektural, pemrograman berbasis pengguna, serta prinsip-prinsip desain biofilik, termasuk 14 pola dari Terrapin Bright Green. Hasil perancangan membagi zona tapak menjadi area publik, semi-publik, dan privat guna mengoptimalkan sirkulasi, privasi, dan keamanan. Atap hijau, ventilasi silang, material alami, serta elemen air diterapkan untuk mendorong kesejahteraan spiritual dan kognitif. Sistem struktur dan utilitas dikembangkan menggunakan teknologi berkelanjutan seperti panel surya dan instalasi pengolahan air limbah (STP). Konfigurasi spasial ini mendukung aktivitas akademik maupun keagamaan, sekaligus menjaga nilai-nilai Islam terkait kesederhanaan dan kontemplasi. Model pesantren berbasis biofilik ini menunjukkan respons arsitektural yang efektif terhadap ketimpangan pendidikan berbasis gender serta mendorong kesadaran lingkungan di kalangan santri. Studi ini memberikan kontribusi terhadap wacana arsitektur pendidikan Islam dengan menawarkan solusi desain yang dapat direplikasi dan disesuaikan untuk pengembangan pesantren masa depan. ABSTRACTThe increasing demand for Islamic education, particularly among female students in rural areas, calls for inclusive and sustainable design approaches. This study presents the architectural design of a Tahfidz Islamic Boarding School for female students in Wajo Regency using a biophilic approach. The design integrates natural elements such as light, air, vegetation, and water to create an emotionally supportive and psychologically comfortable learning environment. Methodologically, the project applies architectural site analysis, user-based programming, and biophilic design principles, including Terrapin Bright Green's 14 patterns. The resulting layout zones public, semi-public, and private areas to optimize circulation, privacy, and safety. Green roofs, cross ventilation, natural materials, and water features are embedded to foster spiritual and cognitive well-being. Structural and utility systems are developed using sustainable technologies such as solar panels and STP water treatment. The spatial configuration supports both academic and religious activities while preserving Islamic values of modesty and contemplation. This biophilic pesantren model demonstrates an effective architectural response to gender-based educational disparities and promotes environmental consciousness among students. It contributes to the discourse on Islamic educational architecture by offering a replicable and adaptable solution for future pesantren development.
Evidence-Informed Biophilic Public Library Design for Humid-Tropical Makassar Suratul Annisa; Syahriyunita Syahruddin Syahruddin; Siti Fuadillah Alhumairah Alhumairah; Muh. Syarif Syarif; Sahabuddin Latif Latif; Ashari Abdullah Abdullah; Irnawaty Idrus
Journal of Green Complex Engineering Vol. 4 No. 1 (2026): August
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v4i1.280

Abstract

Public libraries in growing tropical cities need to function as inclusive civic-learning infrastructure rather than as book repositories. This study develops an evidence-informed framework for a biophilic public library and study center in Makassar, Indonesia. A research-by-design method integrated 2020–2024 demographic data, comparison of two candidate sites, humid-tropical climate conditions, activity-based spatial programming, precedent studies, and biophilic-design literature. Analysis combined descriptive statistics, compound annual growth, ordinary least-squares trend estimation, program normalization, and directional interpretation of sun, wind, potential noise exposure, and access. Potential users increased from 410,000 to 429,000, corresponding to 1.14% compound annual growth. The 2034 planning range is approximately 474,700–484,000 potential users. The selected approximately 1.6-ha site requires responses to eastern traffic exposure, western afternoon heat, high humidity, and monsoon rainfall. The 5,696 m² program assigns 70% to primary learning activities. The three-level proposal combines planted buffers, a semi-open atrium, reading stairs, flexible spaces, a shaded envelope, and mixed-mode conditioning. The resulting framework provides a traceable process for connecting user demand, climate, program, landscape, envelope, and operation within a testable design hypothesis. Environmental and behavioral performance remains subject to simulation, stakeholder review, and post-occupancy evaluation.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Syahriyunita Syahruddin A.Syahriyunita Syahruddin Aan Kunaifi Abdillah, Muh Abdullah, Ashari Ade Mawardi Syamsuddin Ahmad Ahmad Ahmad Fadli Akbar, Muhammad Fauzan Aldhy Renaldi Aldi Setiawan, Aldi Alif Bastian Alif, Nur Alni, Annisa Maulidina Amal, Citra Amalia Amansah, Muh. Sucitra Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Andi Annisa Amalia - Andi Sulfajri Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Yusri andi Yusri Aris Sakkar Dollah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Abdullah Azhar, Alif Azman, Andi Baharuddin Hamzah Basir, Nurmiati Bastian, Alif Dapubeang, Awaludin Dayat, Sapril Hidayat Dewi, Prasasti Ekha Milleyanti Sula Dollah, Aris Sakkar Fahmi, Ridwan Fahrul, Ahmad Fardi Fardi Fath, Raja Ferdi Lamu Fitrawan Umar Hasra, Mila Karmila Irawati Irawati Irlan Nurasyid Ismail Ibrahim Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur KhildaWildanaNur khilda wildana Kunaifi, Aan Kurnianto, Ucok Kurniawan, Muh. Arif Lamu, Ferdi Lutfiah Hafifah Juhari Muh. Arif Kurniawan Muh. Ilmiansah Muh. Syarif Syarif Muhamad Ilham Pasiori, Ilham Muhammad Abdillah Muhammad Artha Tiranda Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musa, Reski Vendi Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nana Rohana, Nana nana, Rohana Nini Apriani Rumata Nur Alif Nur Hikmah Paddiyatu Nur Indah Rokhana NUR, KHILDA WILDANA Nurhikma Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurhukmah Paddiyatu Nurmiati Basir Nursafaat, Fadel Nurul Jamala Paddiyatu , Nurhikmah Paddiyatu, Nurhikma Paddiyatu, Nurhikmah Paddiyatu, Nurhukmah Prasasti Ekha Milleyanti Sula Dewi R. Rusli Rahmah, Berkah Fadhila rahmat ramadan Raja Fath Ramadan, Rahmat Ramadhan, Afif Alfatwa Ramli Rahim Rasma Warni Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Renaldi, Aldhy Reski Vendi Musa Ridwan Fahmi Rio Trianto Rio Trianto, Rio Rohana Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rokhana, Nur Indah Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rusli Rusli Sahabuddin Latif Sahabuddin Latif Latif Salmiah Zainuddin Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Siti Fuadillah Alhumairah Alhumairah Sulfajri, Andi Suratul Annisa Syaharuddin, A. Syahriyunita Syahriyunita Syahruddin Syahriyunita Syahruddin Syahruddin Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, A.Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruddin, Syahriyunita Tiranda, Muhammad Artha Umar, Fitrawan Warni, Rasma wildana, KhildaWildanaNur khilda Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah