Claim Missing Document
Check
Articles

Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik Safitri, Rizki Dian; Mulyani, Mimi; Farikah
Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA) Vol. 1 No. 1 (2021): Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA)
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar And HISKI Kedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.425 KB) | DOI: 10.31002/kabastra.v1i1.7

Abstract

This article explains the theory of speech acts proposed by John L. Austin and his student John R. Searle. Speech act theory is a sub-field of pragmatics. This field of study deals with the ways in which words can be used not only to present information but also to carry out actions. This theory considers three levels or components of speech: locutionary acts (the making of a meaningful statement, saying something that a hearer understands), illocutionary acts (saying something with a purpose, such as to inform), and perlocutionary acts (saying something that causes someone to act). Many view speech acts as the central units of communication, with phonological, morphological, syntactic, and semantic properties of an utterance serving as ways of identifying the meaning of a speaker’s utterance or illocutionary force. There are five types of Illocutionary points according to Searle: declarations, assertives, expressives, directives, and commissives (1979:viii). A speech act, in order to be successful, needs to be performed along with certain types of conditions. These conditions were categorized by the linguist John Searle, who introduced the term felicity conditions: propositional content condition, preparatory condition, sincerity condition, and essential condition.
Pelatihan dan Pendampingan Implementasi Multimodal Genre-based Approach dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Kabupaten Magelang Farikah, Farikah; Mulyani, Mimi; Astuty, Astuty; Normawati, Afi; Hamdani, Rifki; Raikhana, Salma; Mazid, Sukron
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku2402

Abstract

Artikel ini membahas dampak signifikan era digital terhadap pendidikan, khususnya dalam konteks kurikulum Merdeka di Indonesia. Pendekatan berbasis genre multimodal (Multomodal-genre based approach) diperkenalkan sebagai kerangka pedagogi yang efektif untuk mengatasi dinamika waktu. Artikel ini menguraikan kegiatan, saran, dan dukungan bagi guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Magelang dalam mengembangkan modul ajaryang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Artikel ini berfokus pada penerapan pendekatan berbasis genre multimodal dan menekankan pentingnya beradaptasi dengan tujuan kurikulum baru, mengembangkan keterampilan abad ke-21, dan mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik kelas. Selain itu, artikel ini memperkenalkan konsep TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) sebagai kerangka kerja integrasi teknologi yang efektif dalam pendidikan.
Perwatakan dan Konflik Sosial Antartokoh dalam Naskah Drama Kampung All in One Karya Chika Widi Tinjauan Sosiologi Sastra serta Implementasinya sebagai Materi Ajar di SMA Siwi Dwi Mei Widiastuti; Mimi Mulyani; Winasti Rahma Diani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i1.4462

Abstract

Perwatakan tokoh dan konflik sosial dalam naskah drama Kampung All in One karya Chika Widi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran bahasa Indonesia pada bab naskah drama kelas XI. Dalam naskah drama ini terdapat banyak perbedaan watak antartokoh dan beragam konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat maupun sekolah. Konflik tersebut terjadi karena adanya perbedaan ide, kepentingan, dan keinginan. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan perwatakan tokoh dalam naskah drama Kampung All in One karya Chika Widi; (2) mendeskripsikan konflik sosial yang terjadi dalam naskah drama Kampung All in One karya Chika Widi; (3) mendeskripsikan implementasi perwatakan dan konflik antartokoh dalam naskah drama Kampung All in One karya Chika Widi sebagai materi ajar pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena menguraikan dan menganalisis data berupa perwatakan tokoh dan konflik sosial. Sumber data penelitian ini adalah naskah drama Kampung All in One karya Chika Widi yang dimuat di Wattpad. Teknik pengumpulan data menggunakan baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis teks. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga, yaitu (1) deskripsi perwatakan tokoh protagonis, antagonis, dan tritagonis. (2) deskripsi konflik sosial meliputi konflik sosial akibat perbedaan ide, kepentingan, dan keinginan; (3) implementasi perwatakan tokoh dan konflik sosial dijadikan sebagai alternatif materi ajar pada kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan (1) tokoh yang dominan muncul adalah tokoh antagonis sejumlah 16 data; (2) konflik sosial yang dominan muncul adalah konflik sosial akibat beda kepentingan sejumlah 5 data. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti lain. Kata kunci: perwatakan tokoh, konflik sosial, naskah drama, sosiologi sastra.
Jenis, Bentuk, dan Maksud Tindak Tutur dalam Transaksi Perbankan di Bank Jateng KCP Grabag Rizky Dian Safitri; Mimi Mulyani; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i2.4476

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena bahasa berupa ditemukan beragam jenis, bentuk, dan maksud tindak tutur petugas bank dan nasabah dalam transaksi perbankan di Bank Jateng KCP Grabag. Latarbelakang nasabah Bank Jateng KCP Grabag yang beragam dari usia, pendidikan, profesi, tingkat sosial, adat, serta adanya 4 kecamatan sekaligus di area Bank Jateng KCP Grabag sangat tepat sebagai tempat pengambilan data pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis, memperoleh bentuk, dan memperloleh deskripsi maksud tindak tutur dalam transaksi perbankan di Bank Jateng KCP Grabag. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Sumber dialog atau percakapan petugas bank dan nasabah. Data penelitian ini adalah kalimat dalam tuturan petugas bank dan nasabah pada saat bertransaksi di Bank Jateng KCP Grabag. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik rekam, simak, dan catat. Wujud data berupa kalimat yang diduga mengandung jenis, bentuk dan maksud tindak tutur. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model deskripsi analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diperoleh tindak tutur yang terdiri dari jenis, bentuk, dan maksud. Jenis tindak tutur yang ditemukan berupa, (1) lokusi, (2) ilokusi, dan (3) perlokusi. Bentuk tindak tutur meliputi (1) langsung, (2) tidak langsung, dan (3) literal. Maksud yang terbentuk meliputi menawar, menginformasikan, dan menolak. Penelitian mengenai tindak tutur perbankan dengan fokus kajian yang berbeda masih dapat dilakukan. Penelitian lain juga dapat dilakukan dengan tidak dibatasi pada tindak tutur bahasa dalam dialog petugas bank dan nasabah, serta dapat memperkaya materi pembelajaran teks negosiasi di SMA. Kata kunci: jenis tindak tutur, bentuk tindak tutur, maksud tindak tutur, transaksi perbankan.
GAYA BAHASA ANTOLOGI PUISI KABAR SUKACINTA KARYA JOKO PINURBO SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS PUISI KELAS XI SMK Setyananda, Bagas Daffa; Mulyani, Mimi; Syahroni, Mashud
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 1 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15378122

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan gaya bahasa dalam teks puisi. Dalam menulis puisi, gaya bahasa merupakan salah satu aspek yan perlu dikuasai peserta didik untuk membuat sebuah karya puisi. Pengggunaan gaya bahasa dapat membantu peserta didik memahami cara menulis puisi menggunakan elemen bahasa untuk mengungkapkan perasaan dan ide secara lebih kompleks. Dari hasil observasi, bahan ajar yang digunakan dalam menulis puisi dirasa masih kurang mendukung proses pembelajaran. Penelitin ini bertujuan untuk menemukan gaya bahasa yang terdapat pada antologi puisi Kabar Sukacinta karya Joko Pinurbo serta mengimplementasikannya menjadi bahan ajar di sekolah. Analisis penelitian ini menggunakan teori Gorys Keraf. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah gaya bahasa dalam antologi puisi Kabar Sukacintai karya Joko Pinurbo. Metode pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil  penelitian ini menujukkan jenis-jenis gaya bahasa yang diperoleh dari kalimat pada larik dan bait pada antologi puisi Kabar Sukacinta. Gaya bahasa yang ditemukan yaitu gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan. Adapun gaya bahasa retoris yang ditemukan meliputi gaya bahasa aliterasi, asonansi, prolepsis, perifrasis, dan kiasmus. Sedangkan gaya bahasa kiasan yang ditemukan meliputi gaya bahasa simile,  personifikasi, metonimia, ironi, dan satire.
TELAAH WACANA DI AWAL KEPEMIMPINAN PRABOWO DALAM TAJUK RENCANA KEDAULATAN RAKYAT EDISI NOVEMBER Afifah Qodri Rinjani; Astuty; Mulyani, Mimi
JURNAL SKRIPTA Vol 11 No 1 (2025): SKRIPTA MEI 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v11i1.7464

Abstract

This research aims to explore how Kedaulatan Rakyat framed political issues at the beginning of Prabowo Subianto's leadership, including how the discourse construction influenced public perception. This research will also reveal the power relations hidden behind the text, as well as its impact on the socio-political dynamics in Indonesia. In addition, through this study, it is expected to identify the dominant discourse, ideological bias, and discursive strategies used by Kedaulatan Rakyat.The method used in this research is a descriptive qualitative research method using a critical discourse analysis perspective. The perspective used in this research is critical discourse analysis with the Norman Fairclough model. The data in this study are the issues raised by Kedaulatan Rakyat newspaper in the Opinion section of the Tajuk Rencana column on November 11, 13 and 15, 2024. The use of conjunctions and modality can create convincing and logical arguments. The study of conjunction complexity functions to connect ideas coherently and emphasize the logical relationship between clauses. In addition, an examination of the modality aspect can help convey the editor's attitude towards the issues raised, as well as strengthen the rhetoric, and provide a background for the argument. Through the examination of the use of conjunctions and modality, there are certain objectives. The objectives in production and consumption include (a) criticizing policies and behaviors with analytical schemes but still constructive, (b) increasing public moral awareness by emphasizing efforts through optimizing shared responsibility, (c) proposing realistic but hopeful solutions, such as revamping electricity subsidy data, developing human resources for downstream, or social media literacy.Keywords: Discourse Analyze; Editorial; Kedaulatan Rakyat
Inovasi Kompetensi Pedagogik Mahasiswa PPG Dalam Jabatan (Daljab) pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di FKIP UNTIDAR Mulyani, Mimi; Prasetyo, Riyan; Farikah, Farikah; Jendriadi, Jendriadi
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 1 (2025): Volume 8, Number 1 July 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i1.7433

Abstract

Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) yang diselenggarakan pemerintah bertujuan mencetak pendidik profesional dengan kompetensi pedagogik, mencakup kemampuan menyusun tujuan pendidikan, memahami perkembangan peserta didik, memilih metode pembelajaran tepat, serta mengevaluasi hasil belajar. Implementasi kompetensi ini masih belum optimal. Berdasarkan observasi di kelas ditemukan ketidaksesuaian antara rencana dan praktik pembelajaran khususnya pada tahap membuka, mengelola, dan menutup pembelajaran. Selain itu, mahasiswa PPG Daljab belum sepenuhnya mampu mengaitkan pembelajaran dengan konteks dunia nyata dan menanamkan nilai karakter kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji kompetensi pedagogik mahasiswa PPG Daljab FKIP UNTIDAR melalui analisis praktik mengajar yang direkam dalam bentuk video. Aspek yang diamati meliputi perencanaan pembelajaran, penampilan mahasiswa saat membuka, mengelola, menutup pembelajaran, serta pelaksanaan asesmen mencakup ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa modul ajar yang disusun mahasiswa sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan kementerian, termasuk elemen identitas sekolah, kompetensi awal, profil pelajar Pancasila, hingga asesmen dan remedial. Mahasiswa PPG Daljab umumnya telah menguasai tujuh aspek kompetensi pedagogik, meskipun belum sepenuhnya optimal. Mereka mampu merancang strategi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik, menjelaskan materi dengan jelas, mengembangkan kurikulum, serta menyusun modul ajar yang lengkap. Selain itu, mahasiswa dapat menggunakan media pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik dan berkomunikasi secara santun dan penuh empati. Evaluasi umumnya dilakukan di akhir pembelajaran. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan program PPG untuk meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa, sehingga mampu mengelola pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna
Developing a Process-Based Learning Module to Enhance Writing Competence in Journalism Education Mustaqim, Ahmad; Nurbaya, St; Mulyani, Mimi; Mazid, Sukron; Islahudin, Islahudin
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v15i4.pp2275-2293

Abstract

Developing a Process-Based Learning Module to Enhance Writing Competence in Journalism Education. Learning to write news texts for journalism concentration students still faces obstacles, so it is necessary to develop teaching materials in the form of modules that can help students master news text writing skills in a more targeted manner. This study aims to develop a news text writing module based on a process approach to improve writing skills in a directed manner. The method used is research and development (R&D), encompassing the stages of needs analysis, module design, expert validation, and student trials. This study involved five experts and 74 students from five universities in Yogyakarta. Based on the assessment results by material expert I, it obtained a score of 4.63 and was categorized as very good; material expert II obtained a score of 3.97 and was categorized as good. Furthermore, the assessment by graphic experts yielded a score of 4.12 (good), by linguistic experts a score of 4.08 (good), and by learning strategy experts a score of 4.6 (very good). The effectiveness test yielded a p-value of 0.000, indicating that the module is effective in improving the students’ ability to write news texts. The novelty of this research lies in integrating the process approach with the typical journalistic language guide in the form of a systematic module, which has not been developed specifically for journalism concentration students. Therefore, the use of news text writing modules based on a process approach is suitable as teaching material because it guides students through every stage of writing, from drafting to editing, provides linguistic support across a variety of journalism, and has a positive impact on writing skills and learning effectiveness. Keywords: learning modules, writing competence, news text, process approach.
PERCEPTIONS OF DEEP LEARNING AMONG EFL STUDENTS IN INDONESIAN HIGHER EDUCATION: INSIGHTS FROM A THEMATIC STUDY Farikah, Farikah; Ekawati, Mursia; Mazid , Sukron; Mulyani, Mimi; Winarsih, Dwi; Andini, Jihan Widya
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7330

Abstract

This research is motivated by the relevance of the deep learning approach, which emphasizes in-depth understanding, active engagement, and application of knowledge, in line with the demands of 21st-century education and the Freedom to Learn policy. However, students' perceptions of this approach, as the primary subjects of learning, are still limited in Indonesia. Therefore, this study focuses on exploring the perceptions of English as a Foreign Language (EFL) students regarding the implementation of deep learning in higher education. Using a qualitative approach, data were collected through open-ended interviews with 105 sixth-semester students. The data were then analyzed using thematic analysis. The analysis revealed four main themes of student perception: (1) the importance of meaningful understanding beyond mere memorization, (2) the development of critical and reflective thinking, (3) the need for active learner involvement, and (4) the significance of applying knowledge in real-world contexts. These findings indicate that students understand the essence of deep learning and consider it crucial for relevant and applicable learning. It is concluded that students have positive perceptions and support the deep learning approach, indicating the need for student-centered learning design to optimize the potential of this approach. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh relevansi pendekatan deep learning yang menekankan pemahaman mendalam, keterlibatan aktif, dan aplikasi pengetahuan, sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 dan kebijakan Merdeka Belajar. Namun, persepsi mahasiswa sebagai subjek utama pembelajaran terhadap pendekatan ini masih terbatas dikaji di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa English as a Foreign Language (EFL) terhadap implementasi deep learning di perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara terbuka terhadap 105 mahasiswa semester enam. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil analisis mengungkap empat tema utama persepsi mahasiswa: (1) pentingnya Pemahaman yang Bermakna bukan sekadar hafalan, (2) pengembangan Berpikir Kritis dan Reflektif, (3) perlunya Keterlibatan Aktif Pembelajar, dan (4) signifikansi Penerapan Pengetahuan dalam konteks nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa memahami esensi deep learning dan menganggapnya penting untuk pembelajaran yang relevan dan aplikatif. Disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif dan mendukung pendekatan deep learning, yang mengindikasikan perlunya desain pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa untuk mengoptimalkan potensi pendekatan ini.
Bentuk Tuturan Persuasif Iklan Layanan Masyarakat di Youtube sebagai Materi Ajar Teks Iklan SMP/MTs Rini, Arika; Farikah; Mulyani, Mimi
Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA) Vol. 1 No. 1 (2021): Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA)
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar And HISKI Kedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kabastra.v1i1.1

Abstract

The writing of this conceptual article is motivated by the existence of teaching materials that have not explicitly conveyed material about pragmatics. There needs to be a written submission and it is stated in the textbook that the material presented is about pragmatic studies. Studies that include persuasive speech seek to influence the reader. Searle's theory of persuasive speech act theory, which includes assertive, commissive, expressive, declarative, and directive speech acts is the subject of study in writing this conceptual article. Armed with these materials, students from the beginning have been prepared as linguists, although it is unlikely that all students are in that direction.
Co-Authors Abdul Mukhlis Afi Normawati Afifah Qodri Rinjani Afifah Qodri Rinjani Afifah Qodri Rinjani Agus Nuryatin Akhadiyah, Maulina Amalia Fajriyyatin Najichah Andini, Jihan Widya Angela Carolina Flores Riquelme Anif Istianah Arlinda Devi Utami Arlis Muryani Asrofah Asrofah ASTUTY Astuty Astuty Astuty Astuty, Astuty Atsani Wulansari Aulya Cahyaningrum AYU WULANDARI B. Wahyudi Joko Santoso Bayu Aji Nugroho, Bayu Aji Cahyaningrum, Aulya Danang Dwi Pradita Dani Rilasari Delfiyan Widiyanto Devi Anjas Ismawati Dhanu Priyo Widodo Dian Muazinzah, Dian Dwi Winarsih Dzikrina Dian Cahyani Edi Astini Su’udi, Edi Astini Farikah Fatmawati, Aristia Hakim, Sholihul Hamdani, Rifki Hari Wahyono Harno, Sumber Herpindo Herpindo Heru Nur Rohmat D. S. Ida Ratna Sari Ilyas, Patmawati Imam Suharno Islahudin Jendriadi, Jendriadi Juminartanti, Dwi Kharisma Endah Susanti Kuncara, Kusuma Peny Kusnida, Faris Leonindra Suryawardhana Liana, Novi Izmi Linda Eka Pradita, Linda Eka M Fatkhu Arifin Madasari, Kurnia Asti Mahda Haidar Rahman Mahda Haidar Rahman, Mahda Haidar Mashud Syahroni Mazid, Sukron Muhamad Yahya Mauliddin Muhammad Daniel Fahmi Rizal Muhilal Muhilal Munarto, Munarto Mursia Ekawati Mustaqim, Ahmad Naswa Maulida Ngibadiyah, Nurul Noor, Syafiq Hakim Nur Ayuningtyas Opi Hanidian Prasetyo, R. Iguh PRASETYO, RIYAN Puri Bakthawar Raikhana, Salma Ratna Rosita Pangestika Retno Dwi Lestari, Retno Dwi Rifki Hamdani Rifqi Fitriana Rina Supriananingsih Rini, Arika Riyan Prasetyo Riyanti, Dwi Rizky Dian Safitri Robert Rizki Yono Rosiana, Shinta Rustono - Safitri, Rizki Dian Setiyowati, Yani Setyananda, Bagas Daffa Sirajul Munir Siti Kholishotul Ilmiah Siwi Dwi Mei Widiastuti Sri Wulandari St. Nurbaya Su’udi, Edi Astini Subyantoro Sumartini Sumartini Su’udi, Astini Syafiq Hakim Noor Syafira, Vira Teguh Supriyanto Titi Wuryani Uly Fikriyyah Winasti Rahma Diani Yusuf Hendrawanto