Claim Missing Document
Check
Articles

TELAAH KURIKULUM PENDIDIKAN: DINAMIKA PERUBAHAN PENERAPAN KURIKULUM DI INDONESIA Afifah Qodri Rinjani; Mimi Mulyani; Ratna Rosita Pangestika
Jurnal Panrita Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Panrita-December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhamamdiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/panrita.v5i2.300

Abstract

This article provides a critical review of the education curriculum in Indonesia starting from the implementation of the Competency Based Curriculum (KBK) which was implemented in 2004 to the Merdeka Curriculum which has been implemented since 2022. Through a systematic review method, this research seeks to analyze curriculum developments with a focus on the Based Curriculum. Competencies (2004), Education Unit Level Curriculum (2006), 2013 Curriculum, revised 2013 Curriculum, and Merdeka Curriculum. The results of the review show that each curriculum has a positive impact on students and the education system and has its own unique obstacles. The Competency-Based Curriculum emphasizes the development of generic skills and student character, while the Merdeka Curriculum emphasizes learning freedom and learning recovery as a response to the Covid-19 pandemic. From the analysis of the various curricula, it can be stated that learning from each curriculum is important for forming a future curriculum that is adaptive, high quality and in line with educational needs in Indonesia.
Improving Narrative Writing Skills of Madrasah Tsanawiyah Students Through a Group Inquiry Learning Model Based on Religious Character Values Mimi Mulyani; Sukron Mazid; Farikah Farikah; Dwi Riyanti; Atsani Wulansari
Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v11i1.44602

Abstract

This research analyzes the effectiveness of the group inquiry learning model based on religious character values in enhancing narrative writing skills, specifically in the form of diaries. The objective is to evaluate how this model integrates Islamic religious education with literacy culture while fostering religious character values in the learning process. Employing a quasi-experimental method with a matching-only pretest-posttest control group design, the study was conducted with 76 eighth-grade students from Madrasah Tsanawiyah Negeri in Magelang City, Central Java, Indonesia. Data were collected through observations, interviews, and tests assessing narrative writing that incorporated religious character values such as siddiq, amanah, tabligh, and fathanah. The results revealed that the experimental group, which used the group inquiry model, showed significant improvements in writing skills (t-count = 3.081, sig. = 0.018). The N-Gain for the experimental group was 22.33, compared to 0.52 for the control group, demonstrating the model’s effectiveness. This research underscores the importance of integrating group inquiry learning with religious character values, as it significantly improves narrative writing skills, enhances student engagement, and instills core Islamic values, thereby contributing to the development of both literacy and character education in Islamic schools.
Sapa Salah Seleh as Javanese Philosophy of Life: The Perspective of Humanism and Value Education Sukron Mazid; Farikah; Mimi Mulyani; Atsani Wulansari; Angela Carolina Flores Riquelme
Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol. 14 No. 1 (2026): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang.v14i1.30176

Abstract

The degradation of social ethics, the strengthening of individualism, and the weakening of concern for human values ​​require strengthening character education rooted in local wisdom. One relevant Javanese cultural value is the sapa salah seleh philosophy, which embodies the principles of honesty, moral responsibility, and ethical awareness as a manifestation of humanism in social life. This study aims to examine the humanistic values contained in the sapa salah seleh philosophy and to analyze their relevance for values education in the contemporary era. The study uses a qualitative-descriptive approach with a literature study method. Data were obtained from Javanese cultural texts, local proverbs, and literature on humanism and character education, then analyzed using a hermeneutic approach to interpret the philosophical meaning contained therein. The results show that the sapa salah seleh philosophy embodies humanistic values such as self-awareness, honesty, moral responsibility, empathy, self-control, and respect for others. These values ​​are relevant to strengthening character education because they can encourage the formation of tolerant, empathetic, and responsible attitudes in social life. This finding confirms that integrating the sapa salah seleh philosophy into education can be an alternative for strengthening a humanist character that is contextual and rooted in local culture.
Citra Perempuan pada Tokoh Utama Novel "Reem" karya Sinta Yudisia sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di SMA Nur Ayuningtyas; Mimi Mulyani; Mashud Syahroni
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i2.4745

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada gambaran dan peranan perempuan tokoh utama dalam novel Reem karya Sinta Yudisia. Penelitian ini mengkaji gambaran atau citra diri perempuan dari aspek fisis dan psikis, serta citra sosial perempuan yang mencakup peranan dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan pada tokoh utama novel Reem karya Sinta Yudisia dan mengimplementasikan-nya sebagai materi ajar apresiasi sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa novel Reem. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan simpulan. Hasil penelitian pada tokoh Reem menunjukkan bahwa terdapat citra diri aspek fisis, dengan karakteristik anggun, berwajah syahdu, cantik, dan tidak dapat hamil sejumlah 10 data; citra diri aspek psikis, sebagai perempuan yang rajin, pemberani, penyayang, cerdas, mandiri, sabar, dan lainnya sejumlah 29 data; citra sosial yang mencerminkan peran perempuan dalam keluarga (sebagai anak dan keponakan) dan dalam masyarakat (sebagai mahasiswa, relawan, pemateri, dan motivator) terdapat 13 data. Temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA sesuai Kurikulum Merdeka Fase F. Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu menafsirkan nilai-nilai karakter dan memahami representasi perempuan dalam karya sastra. Kata Kunci: citra perempuan, novel Reem, materi ajar, apresiasi sastra, SMA.
Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Jigsaw Terhadap Keterampilan Menulis Puisi pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 3 Pakis Kabupaten Magelang Imam Suharno; Mimi Mulyani; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i2.4746

Abstract

Keterampilan menulis merupakan kemampuan yang harus dikuasai peserta didik di setiap jenjang pendidikan. Namun, kenyataannya pembelajaran menulis puisi masih menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya keterbatasan pendidik menerapkan metode pembelajaran menulis puisi yang kurang inovatif dan tepat, sehingga berdampak pada rendahnya keterampilan menulis puisi peserta didik. Kondisi ini menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam merangkai kata, menuangkan ide, serta memilih diksi yang sesuai dengan tema. Selain itu, rendahnya minat membaca, kurangnya motivasi belajar, serta kurangnya kerja sama antarpeserta didik semakin memperparah permasalahan tersebut. Oleh sebab itu, metode Student Teams Achievement Division (STAD) dan Jigsaw dapat diterapkan sebagai alternatif metode pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi. Tujuan penelitian ini yaitu, (1) membuktikan ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis puisi peserta didik sebelum dan setelah perlakuan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe student teamsachievement division (STAD). (2) membuktikan ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis puisi peserta didik sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe kooperatif tipe Jigsaw. (3) Untuk menemukan pengaruh yang paling signifikan antara penggunaan metode Student Teams Achievement Division (STAD) dan Jigsaw dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain Pretest and Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 62 peserta didik dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes keterampilan menulis puisi yang diberikan perlakuan pretest dan posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial.   Kata Kunci: Metode Pembelajaran Kooperatif, Student Teams Achievement Division, Jigsaw, dan menulis puisi.
Kritik Sosial dalam Lirik Lagu Album Hits Kitsch Karya FSTVLST: Tinjauan Sosiologi Sastra dan Implementasinya sebagai Materi Ajar di SMA Devi Anjas Ismawati; Mimi Mulyani; Muhammad Daniel Fahmi Rizal
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i2.4747

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa lirik lagu merupakan bentuk karya sastra yang mampu merekam realitas sosial sekaligus menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan kehidupan. Album Hits Kitsch karya FSTVLST dipilih karena memuat lirik yang sarat metafora, simbolisasi, serta kritik sosial terhadap fenomena masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial yang terdapat dalam lirik lagu Hits Kitsch karya FSTVLST serta mengimplementasikan hasil kajiannya sebagai materi ajar Bahasa Indonesia di jenjang SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak dan catat, sedangkan analisis dilakukan melalui teknik close reading. Kritik sosial dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori masalah sosial dari Soerjono Soekanto dan ditinjau melalui pendekatan sosiologi sastra Alan Swingewood yang memandang karya sastra sebagai produk dan refleksi kehidupan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu dalam album Hits Kitsch memuat berbagai bentuk kritik sosial, antara lain mengenai kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, pelanggaran norma, dan ketidakadilan birokrasi. Selain itu, hasil kajian menunjukkan bahwa lirik lagu dapat dijadikan media pembelajaran kontekstual dalam Kurikulum Merdeka untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosial peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian sastra melalui integrasi antara musik dan pendidikan. Kata Kunci: kritik sosial, lirik lagu, sosiologi sastra, FSTVLST, pembelajaran Bahasa Indonesia
Moral lessons in Javanese folk song: An appraisal theory analysis of 'Gundul-Gundul Pacul’ Farikah; Herpindo; Sukron Mazid; Jendriadi; Sri Wulandari; Mursia Ekawati; Mimi Mulyani; Rifki Hamdani; Dwi Winarsih
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol. 10 No. 1 (2026): Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v10i1.3854

Abstract

Traditional folk songs can function as cultural texts through which communities communicate and preserve moral and social values. This study examines how evaluative linguistic resources construct moral meanings in the Javanese folk song "Gundul-Gundul Pacul." Using a qualitative text-analysis approach, the study applies Systemic Functional Linguistics (SFL) and the Appraisal framework to analyze the song's lyrics in terms of Attitude, Engagement, and Graduation, as well as ideational, interpersonal, and textual meanings. The findings show that the lyrics construct negative evaluations of arrogant and irresponsible behavior and represent the consequences of inappropriate leadership. Judgment is particularly evident in the evaluation of arrogant behavior, while Appreciation contributes to the representation of negative outcomes. The lyrics predominantly present evaluation directly, and repetition functions to strengthen the force and prominence of the moral message. These evaluative resources construct broader meanings related to leadership, responsibility, humility, and the consequences of arrogance. The study demonstrates that Appraisal Theory combined with an SFL perspective can provide a systematic linguistic account of how moral and cultural meanings are constructed in traditional folk songs.
Penguatan Kapasitas Guru Bahasa Inggris SMP/MTs Kabupaten Magelang melalui Implementasi Deep Learning dan Interactive Teaching Farikah Farikah; Mimi Mulyani; Rifki Hamdani; Mursia Ekawati; Heru Nur Rohmat D. S.
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku4273

Abstract

Kualitas pengajaran bahasa Inggris di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) di Kabupaten Magelang masih menghadapi tantangan, terutama dalam penerapan metode yang mendorong keterlibatan siswa secara aktif sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru bahasa Inggris melalui penerapan pendekatan pembelajaran mendalam dan pengajaran interaktif. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan MGMP Bahasa Inggris dan melibatkan serangkaian lokakarya berjenjang—pengenalan konsep, praktik merancang strategi interaktif, pengembangan media pembelajaran yang menyenangkan, dan pendampingan penyusunan rencana pembelajaran (RPP). Sebanyak 49 guru bahasa Inggris berpartisipasi aktif dalam program ini. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman guru tentang prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, kemampuan mereka merancang media pembelajaran kreatif tingkat A1, dan kompetensi mereka dalam menghasilkan rencana pembelajaran inovatif yang selaras dengan praktik pengajaran interaktif. Hasil ini menyoroti efektivitas pendampingan berbasis praktik dan lokakarya kolaboratif dalam meningkatkan kapasitas pedagogis. Studi ini menyimpulkan bahwa dukungan sistematis dan kolaborasi berkelanjutan sangat penting untuk mendorong pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan berpusat pada siswa di sekolah menengah.
Preposisional pada Kalimat Kompleks dalam Cerpen Perihal Orang Miskin yang Bahagia Karya Agus Noor Sebagai Alternatif Bahan Ajar Teks Anekdot di SMK Leonindra Suryawardhana; Mimi Mulyani
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 1 No. 1 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: S
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis mendalam terhadap penggunaan preposisi dalam kalimat kompleks pada cerpen "Perihal Orang Miskin yang Bahagia" karya Agus Noor dengan tujuan untuk mengungkap potensi cerpen tersebut sebagai bahan ajar teks anekdot dalam pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat SMK. Melalui pendekatan linguistik, penelitian ini mengidentifikasi jenis-jenis preposisi yang dominan, pola-pola penggunaan preposisi dalam membentuk relasi antar klausa, serta fungsi semantik preposisi dalam membangun makna teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini kaya akan variasi penggunaan preposisi yang tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar kata, tetapi juga berperan penting dalam membangun struktur kalimat kompleks yang beragam dan ekspresif. Temuan ini mengindikasikan bahwa cerpen tersebut dapat menjadi sumber belajar yang kaya bagi siswa dalam memahami konsep-konsep gramatikal yang kompleks, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam menganalisis dan menafsirkan teks sastra.
Majas Hiperbola pada Puisi Karya Polanco S Achri sebagai Alternatif Materi Ajar dalam Pembelajaran Unsur Puisi Siswa SMP Dani Rilasari; Mimi Mulyani
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 1 No. 1 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: S
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the form of hyperbole in Polanco S Achri's poems. which are included in Suara Merdeka, Sunday edition, February 18, 2024. The method used in this study is descriptive qualitative using a stylistic approach. The data collection technique in this study uses the Library Technique, this technique is a technique by understanding the contents of Polanco S Achri's poems, namely recording various words, phrases, and sentences that contain figures of speech into written form then reading the poem carefully and selecting relevant parts of the poem to be used as data then the data is studied. The source of research data comes from a collection of poems by Polanco S Achri which are included in Suara Merdeka, Sunday edition, February 18, 2024. The results of this study show that every poem by Polanco S Achri contains hyperbole.
Co-Authors Abdul Mukhlis Afi Normawati Afifah Qodri Rinjani Afifah Qodri Rinjani Afifah Qodri Rinjani Agus Nuryatin Akhadiyah, Maulina Amalia Fajriyyatin Najichah Andini, Jihan Widya Angela Carolina Flores Riquelme Anif Istianah Arlinda Devi Utami Arlis Muryani Asrofah Asrofah ASTUTY Astuty Astuty Astuty Astuty, Astuty Atsani Wulansari Aulya Cahyaningrum AYU WULANDARI B. Wahyudi Joko Santoso Bayu Aji Nugroho, Bayu Aji Cahyaningrum, Aulya Danang Dwi Pradita Dani Rilasari Delfiyan Widiyanto Devi Anjas Ismawati Dhanu Priyo Widodo Dian Muazinzah, Dian Dwi Winarsih Dzikrina Dian Cahyani Edi Astini Su’udi, Edi Astini Farikah Fatmawati, Aristia Hakim, Sholihul Hamdani, Rifki Hari Wahyono Harno, Sumber Herpindo Herpindo Heru Nur Rohmat D. S. Ida Ratna Sari Ilyas, Patmawati Imam Suharno Islahudin Jendriadi, Jendriadi Juminartanti, Dwi Kharisma Endah Susanti Kuncara, Kusuma Peny Kusnida, Faris Leonindra Suryawardhana Liana, Novi Izmi Linda Eka Pradita, Linda Eka M Fatkhu Arifin Madasari, Kurnia Asti Mahda Haidar Rahman Mahda Haidar Rahman, Mahda Haidar Mashud Syahroni Mazid, Sukron Muhamad Yahya Mauliddin Muhammad Daniel Fahmi Rizal Muhilal Muhilal Munarto, Munarto Mursia Ekawati Mustaqim, Ahmad Naswa Maulida Ngibadiyah, Nurul Noor, Syafiq Hakim Nur Ayuningtyas Opi Hanidian Prasetyo, R. Iguh PRASETYO, RIYAN Puri Bakthawar Raikhana, Salma Ratna Rosita Pangestika Retno Dwi Lestari, Retno Dwi Rifki Hamdani Rifqi Fitriana Rina Supriananingsih Rini, Arika Riyan Prasetyo Riyanti, Dwi Rizky Dian Safitri Robert Rizki Yono Rosiana, Shinta Rustono - Safitri, Rizki Dian Setiyowati, Yani Setyananda, Bagas Daffa Sirajul Munir Siti Kholishotul Ilmiah Siwi Dwi Mei Widiastuti Sri Wulandari St. Nurbaya Su’udi, Edi Astini Subyantoro Sumartini Sumartini Su’udi, Astini Syafiq Hakim Noor Syafira, Vira Teguh Supriyanto Titi Wuryani Uly Fikriyyah Winasti Rahma Diani Yusuf Hendrawanto