Claim Missing Document
Check
Articles

Ruang Sakral dan Ruang Ritual Prosesi Adat Pernikahan Sintê Mungêrjê pada Masyarakat Gayo Lôt Indra Setia Bakti; Khairul Amin; Fakhrurrazi Fakhrurrazi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 1, No 2 (2020): Kebudayaan, Keberagaman, dan Pembangunan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v1i2.3133

Abstract

Rational and empirical human dominate modern society. But in practice, modernity often lacks reflection. Wedding processions in modern Gayo communities illustrate this reality. The depth of meaning through symbols and social actions in every stage of the traditional Gayo wedding procession is beginning to be displaced by the ceremonial lack of understanding that tends to be rushed and infiltrated by global culture. This study documents the knowledge and subjective meaning of Gayo traditional actors regarding the tradition of sintê mungêrjê marriage by identifying sacred spaces and ritual spaces, then how the modern Gayo people interpret and act based on the observations of research informants. This qualitative research uses in-depth interview techniques in the data collection process. This research found that the essence of sintê mungêrjê was spirituality and communality nuances characterized by sacred and ritual activity stages. However, this set of norms is no longer institutionalized during modern Gayo society. This condition makes ritual meaningless and presents a culture without a clear personality identity.  AbstrakMasyarakat modern didominasi oleh manusia yang bercirikan rasional dan empiris. Tapi dalam praktiknya, sering ditemukan fenomena modernitas minim refleksi. Hal itu sebagaimana pelaksanaan prosesi adat pernikahan pada masyarakat Gayo modern. Kedalaman makna yang ditampilkan melalui simbol dan tindakan sosial dalam setiap tahapan prosesi adat pernikahan Gayo tradisional mulai tergeser oleh seremonial minim pemahaman yang cenderung tergesa-gesa dan disusupi budaya global. Studi ini mendokumentasikan pengetahuan dan makna subjektif para pelaku adat Gayo mengenai tradisi pernikahan sintê mungêrjê dengan mengidentifikasi ruang sakral dan ruang ritual, kemudian bagaimana masyarakat Gayo modern memaknai dan bertindak berdasarkan pengamatan informan penelitian. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik wawancara mendalam dalam proses pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pemahaman bahwa hakikat sintê mungêrjê adalah spiritualitas dan komunalitas yang diwarnai oleh tahapan kegiatan yang bersifat sakral dan ritual. Namun seperangkat norma ini tidak lagi terinstitusionalisasi di tengah masyarakat Gayo modern sehingga hanya melahirkan ritual miskin makna dan budaya tanpa identitas kepribadian yang jelas.
Relevansi Pemikiran Paulo Freire terhadap Pendidikan di Aceh Khairul Amin; Siti Ikramatoun; Halik Halik; Darwin Darwin
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 1 (2022): Socia: Jurnal Ilmi-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i1.34640

Abstract

Saat ini pendidikan Aceh berada pada peringkat 27 secara nasional dan hanya berada satu tingkat di atas Papua yang berada pada posisi 28 dari 34 provinsi. Kondisi ini tentu menjadi realitas yang menghawatirkan dan sekaligus memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan sebagai mana mestinya dalam praktik pendidikan di Aceh. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik-kritik Freire terhadap praktik pendidikan yang kemudian dapat menjadi salah satu pemicu rendahnya kualitas pendidikan di Aceh. Harapannya, relevansi pemikiran Paulo Freire tentang praktik pendidikan dapat menjadi bahan refleksi dan pelajaran untuk menciptakan praktik pendidikan yang lebih baik sehingga kualitas pendidikan Aceh juga ikut membaik. Dalam menyelesaikan artikel ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi literatur. Adapun data-data dalam artikel ini bersumber dari literatur-literatur yang relevan dan dari hasil observasi penulis selama terlibat aktif di dunia pendidikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa dalam konteks pendidikan di Aceh, kritik Freire perlu dipertimbangkan terutama dalam proses pembelajaran dalam ruang-ruang kelas. Proses pendidikan harus mampu menyadarkan siswa atas kondisi yang dihadapinya dalam keseharian dan pembelajaran gaya bank harus ditinggalkan agar ruang kelas tidak menjadi dunia yang asing bagi siswa.
Partisipasi Politik Masyarakat Desa Rias pada Pemilu 2019 Khairul Amin; Siti Ikramatoun; Halik
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v2i3.1629

Abstract

This article aims to describe the political participation of the Rias Village community in the 2019 election and the conditions that affect this political participation. This article uses a descriptive approach with a qualitative method. The data in this article are the results of interviews and relevant literature studies. This study found that Rias Village's voter turnout is higher than the average voter turnout at the sub-district, district, provincial and national levels. That participation correlated positively with political participation in the sub-district level to the national level. The conditions that affect the participation of the Rias Village community in the 2019 elections are the political dynamics of the presidential election, legislative candidates from within Rias Village, experience, and community political knowledge. This finding confirms that political participation is related to other socio-political contests that develop in society.
Failure of a Popular Legislative Candidate: a Case Study in Rias Village M. Akmal; Khairul Amin; Halik Halik
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.10404

Abstract

This study aims to describe the failure of the legislative candidate in the 2019 election in Rias village, Toboali District, Southern Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province. This study is based on the fact that Rias village is one of the villages that has a very large number of fixed voters, even the largest in the Southern Bangka district. However, despite a large number of voters, there is still not a single member of the community of Rias Village who has succeeded in becoming a legislative councilor. This study focuses on two key points: how communities perceive candidates' failures and what factors contribute to their failure. The method used in this study is a qualitative one with a descriptive approach, with data obtained from in-depth interviews. The study shows that there are five factors that cause the failure of popular legislative candidates in Rias Village, i.e., political constellation, public political behavior, political actors, successful teams, and political costs. The community also had a notion that the same thing happened as a factor in the failure of a legislative candidate in Rias Village.
Pengaruh Konflik Terhadap Pembangunan Pendidikan Di Aceh Khairul Amin
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2018): Interdisciplinary of Islamic Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v1i2.45

Abstract

This paper aims to discuss how the impact of conflict on the development of education in Aceh today, because Aceh as a conflict area have different conditions with other areas in indonesia, especially in the development of education. This paper is prepared using a literature study approach, in which data are collected from secondary sources in the form of documents related to current educational development, as well as the results of research related to conflict and educational development. Current conditions indicate that Aceh's educational participation is growing rapidly and exceeding than other areas not affected by the conflict. Conflict has contributed to the acceleration of educational development for the people of Aceh today. The success of educational development is indicated by the increasing number of educational development indicators (APS, APM, HLS, ARLS etc) that surpass the national average. When compared to other areas not exposed to conflict, the development of education in Aceh is quite successful.
Pendidikan Karakter Religius Berbasis Internalisasi Pendidikan Tauhid pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nuryanti, Nuryanti; Hidayat, Hidayat; Sibaweh, Imam; Amin, Khairul; Fitri, Aulia
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1596

Abstract

Maraknya tayangan-tayangan yang memberikan tontonan yang kurang ber-etika, tidak bermoral atau kurang ber-adab di media sosial, menunjukkan bahwa karakter anak bangsa kita sedang mengalami kemunduran. Karakter religius yang seharusnya menjadi penciri karakter bangsa kita sekarang sudah terkikis oleh budaya barat yang menggerogoti akhlak anak bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap model pendidikan yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menjadikan buku, majalah, artikel, jurnal dan atau media tulisan lainnya sebagai sumber bacaan dan telaah dalam penelitian ini untuk kemudian ditarik kesimpulan guna mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang di uraikan diatas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk membentuk karakter anak bangsa yang religius diperlukan pendidikan berbasis tauhid yang lurus, agar peserta didik kita dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.  Setidaknya ada tiga langkah utama yang harus diterapkan untuk menyelesaikan persoalan diatas, yaitu melalu internalisasi kurikulum, internalisasi pendidikan sholat berjamaah, dan internalisasi tadabbur ayat-ayat al-Qur’an.
KONTESTASI POLITIK PADA MASYARAKAT DESA (Studi Kasus pada Pemilu Legislatif 2019 di Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan) Amin, Khairul; Nazaruddin, M; Akmal, M.
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 5, No 2 (2020): JWP (Jurnal Wacana Politik) Oktober
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v5i2.29784

Abstract

Pada momentum pemilu tahun 2019, tidak satu pun calon anggota legislatif yang berasal dari Desa Rias berhasil terpilih padahal Desa Rias memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang besar. Pada Pemilu 2019 DPT Desa Rias berjumlah 5.493 jiwa dan yang menggunakan hak pilih sebesar 4.807 jiwa, namun 4 calon legislatif dari Desa Rias menuai kegagalan. Oleh karena itu penelitian ini  bertujuan untuk memahami dinamika sosial politik masyarakat Desa Rias terkait kontestasi politik pemilihan legislatif tahun 2019, khususnya faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan Calon Legislatif dari Desa Rias. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif model deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitasi data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode triangulasi sumber dan triangulasi teknik yang merujuk pada analisis interaktif model Mills dan Huberman. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat beberapa hal dan kondisi yang saling berkaitan yang melatarbelakangi kegagalan calon legislatif dari Desa Rias, yaitu;  (1) Konstelasi politik masyarakat.  (2) Perilaku politik masyarakat yang bersikap kritis kepada caleg dari dalam desa tetapi tidak kritis terhadap caleg dari luar desa. (3) Figur caleg dari dalam desa yang mendapatkan stigma negatif ketika mendekati pemilihan. (4) Tim sukses/relawan caleg yang tidak solid, tidak berpengalaman, hanya memanfaatkan uang para caleg dan tidak fokus memenangkan caleg dari dalam desa, dan terakhir (5) Biaya atau cost politik caleg yang kecil.
KEMAMPUAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DISRUPSI Amin, Khairul; Subaweh, Imam; Prihatin, Taufik; Yusri, Yusnimar; Wismanto, Wismanto
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v11i1.510

Abstract

Nationalism of Santri Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta : Nasionalisme Santri Muallimin Muhammadiyah Yogakarta Barakah, Fadlan; Ikromatoun, Siti; Amin, Khairul; Halik; Nusuary, Firdaus Mirza
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.2.203-218

Abstract

Nasionalisme adalah syarat penting bagi warga negara untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara, termasuk di Indonesia. Masa depan Indonesia sebagai bangsa juga bergantung pada generasi muda, salah satunya adalah santri Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Artikel ini mengkaji pandangan nasionalisme santri Muallimin, yang merupakan sekolah kader Muhammadiyah. Di masa depan, santri Muallimin akan menduduki posisi-posisi penting di Muhammadiyah dari tingkat ranting sampai pusat. Metode yang digunakan adalah fenomenologi, yaitu metode yang berbasis pada pengalaman subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri Muallimin memiliki pemahaman nasionalisme yang baik, yang berasal dari pemahaman mandiri mereka dan pelajaran agama Islam yang mereka peroleh di Muallimin. Santri Muallimin dapat menjelaskan konsep nasionalisme dan dasar-dasar ajaran islam dalam pandangan nasionalisme mereka. Nasionalisme santri Muallimin adalah nasionalisme religius, yaitu nasionalisme yang diperkuat oleh ajaran islam yang santri Muallimin dapatkan dari proses pembelajaran di Muallimin.
PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MEMBERIKAN MOTIVASI BELAJAR PASCA PEMBELAJARAN DARING MELALUI KONSELING KELOMPOK DI MTS AW 30 PEMATANG GUNTUNG Amin, Khairul; Suryani, Ira; Manurung, Purbatua
Analysis Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v2i2.721

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan yang berjudul “Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Memberikan Motivasi Belajar Pasca Pembelajaran Daring Melalui Layanan Konselimh Kelompok di MTs AW 30 Pematang Guntung”. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan peran guru bimbingan dan konseling di MTs AW 30 Pematang Gutung, 2) Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa di MTs AW 30 Pematang Gutung, 3) Mendeskripsikan pelaksanaan layanan konseling kelompok dalam memberikan motivasi belajar di MTs AW 30 Pematang Gutung. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan menggunakan subjek yang dapat disebut kepala sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa. Tujuan memilih informan tersebut agar dapat mengetahui, merasakan dan memahami secara langsung permasalahan yang sedang terjadi dilingkungan tersebut. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran guru bimbingan dan konseling dalam memberikan motivasi belajar pasca pembelajaran daring dapat meningkatkan belajar siswa lebih baik dan efektif, setelah diberikan bimbingan oleh guru bimbingan konseling. Hal ini terbukti dengan beberapa siswa yang mengalami perubahan pada belajarnya yang lebih efektif, dan hilangnya rasa malas dalam belajar siswa.