Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Digital Learning Strategies for Enhancing Islamic Religious Education in the Era of Artificial Intelligence Khairul Amin; Junaidi; Lia Amelia; Evi Yuslinar; Bambang Wahyu Susanto
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v6i1.5527

Abstract

This study explores the potential of Artificial Intelligence (AI) and digital learning strategies in enhancing Islamic Religious Education (IRE) in the digital age. Using a qualitative approach and a systematic literature review (SLR) methodology, this research examines various AI-powered tools and their integration into Islamic education. The study identifies key benefits such as personalized learning experiences, real-time assessments and feedback, and interactive learning tools that can enhance student engagement and understanding of Islamic teachings. AI-driven platforms, including adaptive learning systems, chatbots, and gamification, were found to provide tailored content and foster an engaging learning environment for diverse learners. However, challenges such as the digital literacy gap among educators and the need for AI tools to align with Islamic values were also highlighted. The study concludes that AI can support teachers in delivering more personalized instruction and expand access to Islamic education, but successful implementation requires overcoming these challenges. Recommendations for future research include exploring the effectiveness of AI in specific Islamic education settings, adapting AI tools to diverse cultural contexts, and investigating the long-term impact of AI on student outcomes in IRE.
Pendidikan Karakter Religius Berbasis Internalisasi Pendidikan Tauhid pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nuryanti, Nuryanti; Hidayat, Hidayat; Sibaweh, Imam; Amin, Khairul; Fitri, Aulia
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1596

Abstract

Maraknya tayangan-tayangan yang memberikan tontonan yang kurang ber-etika, tidak bermoral atau kurang ber-adab di media sosial, menunjukkan bahwa karakter anak bangsa kita sedang mengalami kemunduran. Karakter religius yang seharusnya menjadi penciri karakter bangsa kita sekarang sudah terkikis oleh budaya barat yang menggerogoti akhlak anak bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap model pendidikan yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menjadikan buku, majalah, artikel, jurnal dan atau media tulisan lainnya sebagai sumber bacaan dan telaah dalam penelitian ini untuk kemudian ditarik kesimpulan guna mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang di uraikan diatas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk membentuk karakter anak bangsa yang religius diperlukan pendidikan berbasis tauhid yang lurus, agar peserta didik kita dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.  Setidaknya ada tiga langkah utama yang harus diterapkan untuk menyelesaikan persoalan diatas, yaitu melalu internalisasi kurikulum, internalisasi pendidikan sholat berjamaah, dan internalisasi tadabbur ayat-ayat al-Qur’an.
Strategi Pembelajaran yang Efektif untuk Meningkatkan Karakter Mandiri di Kalangan Mahasiswa Yusri, Yusnimar; Ramadona, Aulia; Fitri, Aulia; Wismanto, Wismanto; Amin, Khairul
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1712

Abstract

Pendidikan karakter mandiri merupakan aspek krusial dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan karakter mandiri di kalangan mahasiswa di beberapa universitas di Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif dan desain survei, data dikumpulkan dari 280 responden melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur pengaruh strategi pembelajaran aktif, dukungan dosen, lingkungan belajar, dan keterampilan manajerial terhadap kemandirian mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran aktif, seperti problem-based learning (PBL) dan project-based learning (PjBL), secara signifikan meningkatkan kemandirian mahasiswa, dengan rata-rata skor mencapai 4,2. Selain itu, dukungan dari dosen yang memberikan umpan balik konstruktif berkontribusi positif, dengan 85% responden mengakui pentingnya peran dosen dalam proses pembelajaran. Lingkungan belajar yang kolaboratif juga terbukti berpengaruh, di mana mahasiswa yang belajar dalam kelompok menunjukkan hasil yang lebih baik dalam pengembangan karakter mandiri. Keterampilan manajerial, khususnya manajemen waktu, juga terbukti penting dalam mendukung kemandirian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa institusi pendidikan perlu menerapkan strategi pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif, serta memberikan dukungan yang memadai kepada mahasiswa, untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia.
Pengelolaan Lembaga Pemasyarakatan Oleh Perusahaan Swasta di Indonesia Studi Perbandingan Dengan Negara Amerika Serikat Amin, Khairul; Oktavia, Maria One
UNES Law Review Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i3.1688

Abstract

The existence of criminal law is part of the national law that organizes efforts to combat crime through the criminal justice system. Lapas plays a crucial role in the modern criminal justice system, with a focus on the rehabilitation of prisoners. The fact that Lapas is managed by the Indonesian state so far has never been rid of some problems such as overcapacity, inadequate facilities, and a lack of allocation of funds to operate prison facilities, which ultimately affects the quality of Lapas performance in Indonesia. This research using comparative legal methods to find out the similarities and differences among the elements of each legal system. The object of comparison is the State of the United States, which is administered in accordance with private parties. The results show that the Indonesian government has indeed issued a budget for the management of Lapas but has not been able to create an effective Lapas organization. Efforts that can be made by the government for future Lapas management can be achieved in cooperation with private companies in the framework of the development of Lapas infrastructure and funding sources, which are fundamental needs in order to efficiently manage Lapas.
Refleksi Strategis Pengembangan Madrasah: Praktik Inovatif di Man 1 Pidie, Aceh Amin, Khairul
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 3 No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v3i1.28

Abstract

This article is a reflective study that aims to describe the strategic development of madrasahs towards becoming innovative and high-achieving institutions, based on institutional experience at MAN 1 Pidie, Aceh. Employing a qualitative approach, data were gathered through reflective notes, participatory observations, and interviews. The study outlines the development strategy in five key stages: problem identification, planning, program formulation, implementation, and evaluation. The findings indicate that strategies developed collaboratively and based on real institutional needs have successfully increased school-wide engagement and resulted in several flagship programs, both in regular and non-regular categories. Programs such as elite classes, social outreach activities, and extracurricular initiatives have had a positive impact on student achievement and the public image of the madrasa. Nevertheless, some programs still require ongoing improvements to enhance their effectiveness and competitiveness. This study highlights the importance of institutional reflection and strategic governance in advancing innovation-based educational transformation in madrasahs. Abstrak Artikel ini merupakan studi reflektif yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan madrasah menuju madrasah inovatif dan berprestasi berdasarkan pengalaman institusional di MAN 1 Pidie, Aceh. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data dari catatan reflektif, observasi partisipatif, dan wawancara, artikel ini mengurai proses pengembangan dalam lima tahapan utama: identifikasi masalah, perencanaan, penyusunan program, implementasi, dan evaluasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang disusun secara kolaboratif dan berbasis kebutuhan nyata mampu meningkatkan keterlibatan warga madrasah dan menghasilkan sejumlah program unggulan, baik dalam kategori reguler maupun non-reguler. Program seperti kelas unggul, gerakan sosial, dan kegiatan ekstrakurikuler terbukti memberi dampak positif terhadap prestasi siswa dan peningkatan citra madrasah. Meskipun demikian, sejumlah program masih memerlukan perbaikan berkelanjutan agar lebih efektif dan berdaya saing. Studi ini menegaskan pentingnya refleksi internal dan tata kelola strategis dalam mendorong transformasi madrasah berbasis inovasi.
Living Hadis tentang Adab terhadap Guru di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Internalisasi Nilai dan Tantangan Modernitas Ricardo, David; Saputra, Amri; Amin, Khairul; Alim, Ansorul; Faqih Sihono, Ridwan; Marhumah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.192

Abstract

The hadith on respect toward teachers occupies a vital role in Islamic education, emphasizing that proper adab is the key to the blessing of knowledge. This study aims to examine how the hadith on teacher respect is understood and practiced within the academic culture of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Using a qualitative approach within the living hadith framework and a phenomenological perspective, data were collected through observation, interviews, and documentation involving lecturers and students. Thematic analysis shows that the hadith is internalized as moral and spiritual ethics forming an academic habitus characterized by politeness, reverence, and moral exemplarity. The local ngajeni culture strengthens this process, aligning with Islamic ethical teachings. However, digital modernity presents egalitarian challenges that tend to weaken traditional respect. The study recommends revitalizing adab education through leadership, policy, and curriculum integration in Islamic higher education.
Transformation of Islamic Religious Education Teaching Materials Based on HOTS and Religious Moderation Amin, Khairul; Nasution, Juni Erpida
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 3 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i3.8020

Abstract

This study aims to analyze and transform Islamic Religious Education (PAI) teaching materials based on HOTS and religious moderation as a strategy for building adaptive, inclusive, and digitally literate Islamic character. The research method uses a qualitative-descriptive approach through interviews, observations, and document analysis at two PTKIS (Islamic Higher Education Institutions) in Pekanbaru. The results show that the implementation of HOTS-based learning activities, such as problem-based learning, digital collaboration, and contextual case studies, combined with the values of tolerance, justice, and balance, can increase critical awareness and moral reasoning of students. The transformation of Islamic Religious Education (PAI) teaching materials based on HOTS and religious moderation not only strengthens the relevance of Islamic education in the digital era but also contributes to the formation of a generation of faithful, knowledgeable, and moderate morals. Thus, this study emphasizes the need for transformation of the curriculum, learning strategies, and pedagogical competencies of Islamic Religious Education lecturers.