Claim Missing Document
Check
Articles

Pamer Kemewahan: Kajian Teori Konsumsi Thorstein Veblen Bakti, Indra Setia; Anismar, Anismar; Amin, Khairul
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v14i1.18109

Abstract

This article aims to discuss Thorstein Veblen's perspective about the behavior of waste or excessive consumption by the leisure class. This article uses the library researchto understanding the perspective of Veblen's theory of consumption. We review Veblen's work, The Theory of the Leisure Class, as the main note complemented by relevant books and journals to support this study. The leisure class in this regard act deliberately to display their wealth. The newly rich group flaunted the luxury of their life with a motive to accommodate their desire for social respect and social status. The leisure class realizes their social actions through conspicuous leisure time consumption and conspicuous consumption of goods characterized by imitative and emulative behavior among the actors involved in it. The conspicuous consumption behavior produces lite taste which in turn has a social impact that affects the class behavior of the lower strata.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendiskusikan sudut pandang Thorstein Veblen dalam melihat perilaku konsumsi berlebihan yang dilakukan oleh kelas sosial tertentu dalam masyarakat. Studi ini menggunakan metode kajian pustaka dalam memahami perspektif teori konsumsi Veblen. Data dalam artikel ini bersumber dari karya-larya Veblen sendiri, The Theory of the Leisure Class, serta buku-buku dan jurnal-jurnal yang relevan dalam mendukung artikel ini. Perilaku ini rupanya lahir dari sebuah konteks sosial dimana kelompok orang kaya baru mencoba mengakomodasi hasrat mereka akan penghargaan sosial dan status sosial. Hal ini diwujudkan melalui konsumsi waktu luang mencolok dan konsumsi barang mencolok yang ditandai dengan perilaku imitatif dan emulatif diantara aktor-aktor yang terlibat di dalamnya. Perilaku konsumsi mencolok menghasilkan selera elite yang selanjutnya meluas dan berdampak secara sosial dimana mempengaruhi perilaku kelas dari strata yang lebih rendah
Konstelasi Politik Aceh Pasca MoU Helsinki (2006-2015) Ikramatoun, Siti; Amin, Khairul
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 12, No 1 (2018): Konstruksi dan Evolusi Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tsunami disaster in December 2004 was the momentum of Aceh peace which resulted in the Helsinki MoU on August 15, 2005. After that, the political constellation and contestation in Aceh were not dominated by national parties but was influenced by the local dimension, namely the local party and former members of the movement who are involved in practical politics. Political stages as a new means of struggle to realize the ideals of post-peace produce satisfying results, former combatants and local parties succeed in winning Aceh political contestation. its means that the people of Aceh have high expectations to local parties to build Aceh. Thus, the decline of the national party since the 2009 election shows that public trust for the national party is very low. The victory of local parties in political contestation in Aceh would certainly be a signal for national parties to make changes to accommodate local interests and movement's actors in a composition of the party in Aceh.Keywords: Political Constellation, Local Party, Aceh
Elit dan Kekuasaan pada Masyarakat Desa Amin, Khairul
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 2 (2017): Pembangunan Masyarakat Desa dan Kota
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Pengaruh Angkatan Kerja, Umkm, dan Sektor Jasa Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jambi Amin, Khairul
Edu Sosial Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS FKIP UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jeso.v5i2.48860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh angkatan kerja, UMKM, dan sektor jasa terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi pada periode 2014–2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kontribusi tenaga kerja dan sektor usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional, terutama setelah dinamika global dan dampak pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS, sedangkan data yang dianalisis bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi serta jurnal ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu angkatan kerja, UMKM, dan sektor jasa, berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi baik secara parsial maupun simultan. Angkatan kerja terbukti memiliki kontribusi positif yang konsisten, sedangkan UMKM meskipun dengan nilai koefisien kecil tetap berperan penting dalam distribusi pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. Sektor jasa menunjukkan peran strategis dalam pergeseran struktur ekonomi Provinsi Jambi dari sektor primer menuju sektor tersier yang lebih modern. Nilai R Square sebesar 0,760 menegaskan bahwa 76 persen variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel penelitian, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model seperti investasi, kebijakan fiskal, dan kondisi global. Uji F-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,002 yang mengonfirmasi pengaruh simultan variabel independen terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan ketenagakerjaan, memberdayakan UMKM, serta meningkatkan kualitas sektor jasa sebagai strategi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Digital Learning Strategies for Enhancing Islamic Religious Education in the Era of Artificial Intelligence Khairul Amin; Junaidi; Lia Amelia; Evi Yuslinar; Bambang Wahyu Susanto
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v6i1.5527

Abstract

This study explores the potential of Artificial Intelligence (AI) and digital learning strategies in enhancing Islamic Religious Education (IRE) in the digital age. Using a qualitative approach and a systematic literature review (SLR) methodology, this research examines various AI-powered tools and their integration into Islamic education. The study identifies key benefits such as personalized learning experiences, real-time assessments and feedback, and interactive learning tools that can enhance student engagement and understanding of Islamic teachings. AI-driven platforms, including adaptive learning systems, chatbots, and gamification, were found to provide tailored content and foster an engaging learning environment for diverse learners. However, challenges such as the digital literacy gap among educators and the need for AI tools to align with Islamic values were also highlighted. The study concludes that AI can support teachers in delivering more personalized instruction and expand access to Islamic education, but successful implementation requires overcoming these challenges. Recommendations for future research include exploring the effectiveness of AI in specific Islamic education settings, adapting AI tools to diverse cultural contexts, and investigating the long-term impact of AI on student outcomes in IRE.
Pendidikan Karakter Religius Berbasis Internalisasi Pendidikan Tauhid pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nuryanti, Nuryanti; Hidayat, Hidayat; Sibaweh, Imam; Amin, Khairul; Fitri, Aulia
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1596

Abstract

Maraknya tayangan-tayangan yang memberikan tontonan yang kurang ber-etika, tidak bermoral atau kurang ber-adab di media sosial, menunjukkan bahwa karakter anak bangsa kita sedang mengalami kemunduran. Karakter religius yang seharusnya menjadi penciri karakter bangsa kita sekarang sudah terkikis oleh budaya barat yang menggerogoti akhlak anak bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap model pendidikan yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menjadikan buku, majalah, artikel, jurnal dan atau media tulisan lainnya sebagai sumber bacaan dan telaah dalam penelitian ini untuk kemudian ditarik kesimpulan guna mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang di uraikan diatas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk membentuk karakter anak bangsa yang religius diperlukan pendidikan berbasis tauhid yang lurus, agar peserta didik kita dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.  Setidaknya ada tiga langkah utama yang harus diterapkan untuk menyelesaikan persoalan diatas, yaitu melalu internalisasi kurikulum, internalisasi pendidikan sholat berjamaah, dan internalisasi tadabbur ayat-ayat al-Qur’an.
Strategi Pembelajaran yang Efektif untuk Meningkatkan Karakter Mandiri di Kalangan Mahasiswa Yusri, Yusnimar; Ramadona, Aulia; Fitri, Aulia; Wismanto, Wismanto; Amin, Khairul
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1712

Abstract

Pendidikan karakter mandiri merupakan aspek krusial dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan karakter mandiri di kalangan mahasiswa di beberapa universitas di Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif dan desain survei, data dikumpulkan dari 280 responden melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur pengaruh strategi pembelajaran aktif, dukungan dosen, lingkungan belajar, dan keterampilan manajerial terhadap kemandirian mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran aktif, seperti problem-based learning (PBL) dan project-based learning (PjBL), secara signifikan meningkatkan kemandirian mahasiswa, dengan rata-rata skor mencapai 4,2. Selain itu, dukungan dari dosen yang memberikan umpan balik konstruktif berkontribusi positif, dengan 85% responden mengakui pentingnya peran dosen dalam proses pembelajaran. Lingkungan belajar yang kolaboratif juga terbukti berpengaruh, di mana mahasiswa yang belajar dalam kelompok menunjukkan hasil yang lebih baik dalam pengembangan karakter mandiri. Keterampilan manajerial, khususnya manajemen waktu, juga terbukti penting dalam mendukung kemandirian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa institusi pendidikan perlu menerapkan strategi pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif, serta memberikan dukungan yang memadai kepada mahasiswa, untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia.
Pengelolaan Lembaga Pemasyarakatan Oleh Perusahaan Swasta di Indonesia Studi Perbandingan Dengan Negara Amerika Serikat Amin, Khairul; Oktavia, Maria One
UNES Law Review Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i3.1688

Abstract

The existence of criminal law is part of the national law that organizes efforts to combat crime through the criminal justice system. Lapas plays a crucial role in the modern criminal justice system, with a focus on the rehabilitation of prisoners. The fact that Lapas is managed by the Indonesian state so far has never been rid of some problems such as overcapacity, inadequate facilities, and a lack of allocation of funds to operate prison facilities, which ultimately affects the quality of Lapas performance in Indonesia. This research using comparative legal methods to find out the similarities and differences among the elements of each legal system. The object of comparison is the State of the United States, which is administered in accordance with private parties. The results show that the Indonesian government has indeed issued a budget for the management of Lapas but has not been able to create an effective Lapas organization. Efforts that can be made by the government for future Lapas management can be achieved in cooperation with private companies in the framework of the development of Lapas infrastructure and funding sources, which are fundamental needs in order to efficiently manage Lapas.
Refleksi Strategis Pengembangan Madrasah: Praktik Inovatif di Man 1 Pidie, Aceh Amin, Khairul
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 3 No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v3i1.28

Abstract

This article is a reflective study that aims to describe the strategic development of madrasahs towards becoming innovative and high-achieving institutions, based on institutional experience at MAN 1 Pidie, Aceh. Employing a qualitative approach, data were gathered through reflective notes, participatory observations, and interviews. The study outlines the development strategy in five key stages: problem identification, planning, program formulation, implementation, and evaluation. The findings indicate that strategies developed collaboratively and based on real institutional needs have successfully increased school-wide engagement and resulted in several flagship programs, both in regular and non-regular categories. Programs such as elite classes, social outreach activities, and extracurricular initiatives have had a positive impact on student achievement and the public image of the madrasa. Nevertheless, some programs still require ongoing improvements to enhance their effectiveness and competitiveness. This study highlights the importance of institutional reflection and strategic governance in advancing innovation-based educational transformation in madrasahs. Abstrak Artikel ini merupakan studi reflektif yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan madrasah menuju madrasah inovatif dan berprestasi berdasarkan pengalaman institusional di MAN 1 Pidie, Aceh. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data dari catatan reflektif, observasi partisipatif, dan wawancara, artikel ini mengurai proses pengembangan dalam lima tahapan utama: identifikasi masalah, perencanaan, penyusunan program, implementasi, dan evaluasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang disusun secara kolaboratif dan berbasis kebutuhan nyata mampu meningkatkan keterlibatan warga madrasah dan menghasilkan sejumlah program unggulan, baik dalam kategori reguler maupun non-reguler. Program seperti kelas unggul, gerakan sosial, dan kegiatan ekstrakurikuler terbukti memberi dampak positif terhadap prestasi siswa dan peningkatan citra madrasah. Meskipun demikian, sejumlah program masih memerlukan perbaikan berkelanjutan agar lebih efektif dan berdaya saing. Studi ini menegaskan pentingnya refleksi internal dan tata kelola strategis dalam mendorong transformasi madrasah berbasis inovasi.
Living Hadis tentang Adab terhadap Guru di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Internalisasi Nilai dan Tantangan Modernitas Ricardo, David; Saputra, Amri; Amin, Khairul; Alim, Ansorul; Faqih Sihono, Ridwan; Marhumah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.192

Abstract

The hadith on respect toward teachers occupies a vital role in Islamic education, emphasizing that proper adab is the key to the blessing of knowledge. This study aims to examine how the hadith on teacher respect is understood and practiced within the academic culture of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Using a qualitative approach within the living hadith framework and a phenomenological perspective, data were collected through observation, interviews, and documentation involving lecturers and students. Thematic analysis shows that the hadith is internalized as moral and spiritual ethics forming an academic habitus characterized by politeness, reverence, and moral exemplarity. The local ngajeni culture strengthens this process, aligning with Islamic ethical teachings. However, digital modernity presents egalitarian challenges that tend to weaken traditional respect. The study recommends revitalizing adab education through leadership, policy, and curriculum integration in Islamic higher education.