Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Gel Ekstrak Buah Okra (Abelmoschus esculentus L.) Pada Luka Mencit Hiperglikemik Pra Panca Bayu Chandra; Dian Ratih Laksmitawati; Deni Rahmat
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i2.9252

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian gel ekstrak buah okra (Abelmoschus esculentus L.) pada luka mencit dengan kondisi hiperglikemik berdasarkan parameter diameter luka dan pertumbuhan keropeng. Mencit jantan galur Mus musculus dikondisikan hiperglikemik dengan STZ dosis 0,06 mg/gBB. Mencit dibagi menjadi 8 kelompok, yaitu kelompok 1 (kontrol Non-DM/oral CMC Na+gel plasebo), kelompok 2 (kontrol DM/oral CMC Na+gel plasebo), kelompok 3 (uji I/oral CMC Na+gel ekstrak buah okra 12%), kelompok 4 (uji II/oral glibenclamide+gel plasebo), kelompok 5 (uji III/oral glibenclamide+gel ekstrak buah okra 12%), kelompok 6 (uji IV/oral ekstrak buah okra+gel plasebo), kelompok 7 (uji V/oral ekstrak buah okra+gel ekstrak buah okra 6%), kelompok 8 (uji VI/oral ekstrak buah okra+gel ekstrak buah okra 12%). Dosis glibenclamide 5 mg/KgBB, dosis ekstrak buah okra 400 mg/KgBB serta dosis CMC Na 5 mL/KgBB. Terapi diberikan 1 kali sehari (oral dan topikal) selama 15 hari terapi yang dilihat pada hari ke-0, 5, 11 dan 15. Hasil penelitian diameter luka mengalami penurunan dan pertumbuhan  keropeng meningkat pada mencit yang diberikan terapi kombinasi gel ekstrak buah okra dengan terapi oral dengan pengobatan. Pemberian kombinasi gel ekstrak buah okra secara topikal dengan ekstrak buah okra secara oral selama 15 hari terapi mampu menurunkan diameter luka dan meningkatkan pertumbuhan keropeng dibandingkan dengan pemberian tanpa kombinasi atau hanya secara oral. Kata kunci : Gel Ekstrak Buah Okra; Diameter Luka; Pertumbuhan Keropeng; Luka Mencit Hiperglikemik.ABSTRACTThis study aimed to examine the effect of giving okra fruit extract gel (Abelmoschus esculentus L.) in mice with hyperglycemic conditions based on wound diameter and scab growth parameters. Mus musculus male mice were hyperglycemic with STZ at a dose of 0.06 mg/gBW. Mice were divided into 8 groups, namely group 1 (non-DM control/oral CMC Na+gel placebo), group 2 (DM control/oral CMC Na+gel placebo), group 3 (test I/oral CMC Na+gel fruit extract okra 12%), group 4 (test II/oral glibenclamide+placebo gel), group 5 (test III/oral glibenclamide+okra fruit extract gel 12%), group 6 (test IV/oral okra fruit extract+placebo gel), group 7 (test V/oral okra fruit extract + okra fruit extract gel 6%), group 8 (test VI/oral okra fruit extract + okra fruit extract gel 12%). The dose of glibenclamide is 5 mg/KgBW, the dose of okra fruit extract is 400 mg/KgBW and the dose of CMC Na is 5 mL/KgBW. Therapy was given once a day (oral and topical) for 15 days of therapy which was seen on days 0, 5, 11 and 15. The results of the study decreased wound diameter and increased scab growth in mice given combination therapy of okra fruit extract gel with therapy orally with treatment. Administration of a combination of topical okra fruit extract gel with okra fruit extract orally for 15 days of therapy was able to reduce wound diameter and increase scab growth compared to administration without the combination or only orally.Keywords : Okra Fruit Extract Gel; Wound Diameter; Scab Growth;Hyperglycemic Mice; Wound.
FORMULASI SEDIAAN GRANUL INSTAN DARI EKSTRAK ETANOL DAUN TAHONGAI (Kleinhovia hospita L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Aji Najihudin; Deni Rahmat; Safira Evani Rizki Anwar
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.715 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v10i1.651

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi granul instan dari ekstrak etanol daun tahongai (Kleinhovia hospita L.) sebagai Antioksidan. Granul instan dibuat dengan menggunakan metode granulasi basah dengan variasi konsentrasi PVP FI (2,5%), FII (3%), FIII (3,5%). Granul instan dilakukan evaluasi dan uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa granul instan memenuhi persyaratan sifat fisik granul. Aktivitas antioksidan granul instan dari ekstrak etanol daun tahongai (Kleinhovia hospita L.) dengan nilai IC50 hari ke-1 formula I, II dan III adalah 148,117; 145,936; dan 156,283 ppm sedangkan hari ke-28 formula I, II dan III adalah 177,178; 175,154; dan 185,556 ppm. Kata kunci : Granul Instan, Daun Tahongai (Kleinhovia hospita L.), Granulasi Basah, PVP, Antioksidan
Formulasi Nanoemulgel Ekstrak Daun Cantigi (Vaccinium varingiaefolium Miq.) Sebagai Antioksidan Yulius Evan Christian; Deni Rahmat; Yunahara Farida
Majalah Farmasetika Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i5.39789

Abstract

AbstrakCantigi (Vaccinium varingiaefolium Miq.) merupakan salah satu tumbuhan yang terdapat di kawah putih. Ekstrak daun cantigi diketahui memiliki kandungan antosianin, klorofil, fenol, saponin, steroid, tanin, triterpenoid, flavonoid dan aktivitas antioksidan yang bermanfaat dalam meredam radikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh sediaan nanoemulgel yang aman, stabil secara fisika dan kimia serta berkhasiat sebagai antioksidan. Ekstrak daun cantigi dibuat secara maserasi kinetik secara bertahap dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 96%, kemudian diuapkan dengan evaporator. Nanoemulsi dibuat dengan memvariasikan jumlah ekstrak daun cantigi (50 x IC50; 100 x IC50; dan 200 x IC50). Formula nanoemulsi terdiri dari ekstrak, isopropil miristat, cremophor RH-40, etanol 96% dan air suling. Kondisi kecepatan pengadukan 400 rpm pada suhu 40 °C. Nanoemulsi dikarakterisasi ukuran partikel, potensial zeta, morfologi (TEM), dan aktivitas antioksidannya. Hasil evaluasi Formula 1, 2, dan 3 memiliki ukuran partikel rata-rata 83,40; 93,38; dan 171,1 nm dengan indeks polidispersitas 0,217; 0,240; dan 0,268. Nilai potensial zeta berturut-turut yaitu – 32,3; – 33,8; dan – 35,9 mV. TEM menunjukkan morfologi nanoemulsi sferis. Hasil evaluasi diperoleh hasil nanoemulgel berwarna putih, kekuningan, kental, bau khas, homogen, dengan viskositas sebesar (754) Ps – (2132) Ps, sifat alir tiksotropik plastik, daya sebar  5,93 – 6,8 cm, pH (5,18 ± 0,008) – (6,05 ± 0,03). Aktivitas antioksidan vitamin C, ekstrak, dan nanoemulgel berturut-turut sebesar 3,24 ppm, 18,55 ppm, dan 61,05 ppm. Sediaan nanoemulgel tidak menyebabkan iritasi pada kulit kelinci. 
Standarisasi Eksrtak Etanol 96% Daun Cantigi (Vaccinium varingiaefolium Miq.) Yulius Evan Christian; Deni Rahmat; Yunahara Farida
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 20 No 2 (2022): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v20i2.1255

Abstract

Advantages of Cantigi (Vaccinium varingiaefolium Miq.) include anti-inflammatory, Spasmolytic, Antiviral, and Hypotensive Properties. The objective of this study was to standardize the Cantigi leaf extract. Non-specific parameters include total ash content, acid insoluble ash content, water content, dry loss, determination of heavy metals (Hg, As, Cd, Pb, hydroquinone), mold number, yeast, total plate count, and solvent residue. Specific parameters included extracts soluble in ethanol and water. Cantigi leaves are extracted by kinetic maceration using solvents such as n-hexane, ethyl acetate, and 96% ethanol. To obtain a thick extract, 96% ethanol extract was evaporated using a rotary evaporator. The experiment produced 44.5 g of the cantigi leaf extract in 96% ethanol. Phytochemical screening presents alkaloids, saponins, tannins, flavonoids, triterpenoids, steroids, essential oils, and quinones. Ethanol soluble extract was 9.49% and that of the water-soluble extract was 22.21%. A total of ash 3.66%, an acid insoluble ash 0.35%, water content 6.31%, and drying loss 6.49%. Results of the heavy metal contamination test revealed that no traces of Hg, As, Cd, Pb, or hydroquinone were found, along with 10 yeast molds, 10 plates, and 0.005% residual ethanol solvent. Based on the results, cantigi leaf extract met the standard of extract quality.
Pemberdayaan kelompok masyarakat Desa Gunung Sari Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan pembuatan jamu yang baik Greesty F Swandiny; Syamsudin Syamsudin; Riza Dharma Putra; Deni Rahmat
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan PKM membantu kelompok tani untuk dapat mengelola TOGA secara mandiri dengan melakukan pemberdayaan dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai basis ekonomi lokal masyarakat kemudian tahapan berikutnya adalah upaya pembuatan jamu yang dapat diproduksi sehingga dapat membentuk unit usaha kecil masyarakat. Metode yang digunakan adalah membantu edukasi manfaat TOGA dengan memanfaatkan pekarangan rumah, pembuatan jamu kemudian dapat bermanfaat dan menambah nilai ekonomi masyarakat. Metode pendekatan yang digunakan adalah dengan brainstorming untuk membuka pola piker tentang pentingnya memiliki TOGA, menanamkan jiwa kewirausahaan masyarakat dengan memproduksi jamu yang baik yang tahapan paling penting dapat membentuk produk unggulan masyarakat dengan standar dan perizinan yang berlaku. Target dan capaian Kelompok masyarakat yang merupakan petani dan buruh tani dapat membuat kegiatan bermanfaat dengan mengelola TOGA, menanam tumbuhan berkhasiat obat yang dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat sekitar dan dapat membuat jamu secara mandiri. Luaran yang dihasilkan a) Luaran wajib : Terbentuknya kelompok tani yang mengelola TOGA yang dapat dikenal sebagai apotek hidup Desa Gunung Sari, terciptanya lahan pekarangan yang dimanfaatkan untuk menanam tanaman berkhasiat obat yang dapat dibuat sebagai bahan utama pembuatan jamu.b) Luaran tambahan : kegiatan diunggah pada youtube, pemberitaan di media massa dan satu artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui Jurnal ber ISSN atau prosiding ber ISBN dari seminar nasional.
The UJI EFEKTIFITAS GEL KOMBINASI EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L. Less) DAN RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acne DAN Staphilococcus epidermidis Mindiya Fatmi; Agung Eru Wibowo; Deni Rahmat
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i2.946

Abstract

Beluntas leaf (Pluchea indica L. Less) and red ginger rhizome (Zingiber officinale Roscoe) is a plan have activity as antibacterial causes acne. Beluntas leaf contain antibacterial compounds from alkaloid, flavonoid free type flavonol, steroid and tannin. Red ginger rhizome extract compounds flavonoid, essential oil, polifenol, and saponin. This study aim to develop gel product extract combination from beluntas extract and red ginger rhizome at concentration 1: 1; 1: 2 and 3:2 formulated in gel, then tested the physical characteristic and gel microbiology tested on P. acne and S. epidermidis. Beluntas leaf and red ginger rhizome extracted by maceration in ethanol 96%, and carbopol 934 as gel base. Physical characteristic test comprise homogeneity, organoleptic, pH, dispersion gel and viscosity. Microbiology tested use method diameter of inhibition zone with Medi-Klin Gel® as positive control. The result show homogeneous gel preparation, with brownish green color, ginger smell, pH 5,83-6,07, spreadability 5,1-5,7 cm, viscosity 690000 cp-1460800 cp. effect of adding extract beluntas leaf and red ginger rhizome to gel preparation, in both single and combination extracts. Antibacterial evaluation showed that formula 3 give the best effectiveness with 5,92 mm zone of inhibition against P. acnes and 4,15 mm against S. epidermidis.
THE EFFECT OF NANOPARTICLE STANDARDIZED EXTRACTS OF BAY LEAVES (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) IN LOWERING BLOOD GLUCOSE LEVELS OF WHITE RATS (Rattus norvegicus) Hadiyanti Hadiyanti; Deni Rahmat; Chaidir Chaidir
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v14i1.1980

Abstract

Several studies revealed that Syzygium polyanthum (Wight) Walp, known as bay leaves, has the potential to be used as herbal medicine due to its active compounds including flavonoids. Herbal medicines are chosen to replace synthetic drugs which have side effects on health. However, some active substances of herbal medicines including bay leaves are less soluble in water and have low bioavailability to be absorbed by the intestine is low. A formulation into nanoparticles will provide more effective results. This study aimed to develop a standardized herbal medicine from the bay leaves extract in nanoparticle form with fine quality and efficacious in lowering blood glucose levels. The nanoparticle formulation was conducted using the ionic gelation method with chitosan- tripolyphosphate base and was designed into pre- and post-test-controlled group designs. Wistar white rats (Rattus norvegicus) were used as the experimental animal and grouped into a negative control group, normal control group, positive control (Glibenclamide) groups, and test dosages-induced control group. Fasting blood glucose levels were measured using an enzymatic glucometer and the AUC was analyzed based on the trapezoidal formula statistically using the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests. The results showed that the bay leaves contained secondary metabolite including flavonoid with concentrations at 96%, 70%, 50%, respectively. The nanoparticles sizes were 1.48%; 1.62%; 1.50%; and 0.03%, respectively. The average particle size was 549.2 nm, and the zeta potential was -40.2 mV. Nanoparticle administration at a dose of 426.80 mg/kg BW; 213.40 mg/kg BW; and 106.70 mg/kg BW showed decreasing blood glucose levels when compared to the positive control group but not significant (P>0.005). The smallest dose of nanoparticle extract that lowered blood glucose levels was at a dose of 106.70 mg/kg BW. It can be concluded the nanoparticles form of bay leaves extract can lower blood glucose levels and meets the quality requirements.
PENGARUH EKSTRAK KOMBINASI DAN MIKROEMULSIFIKASI TERHADAP AKTIVITAS HAMBATAN TIROSINASE DAN ANTIOKSIDAN DARI KULIT BATANG NANGKA (Artocarpus heterophyllus L.) DAN KULIT BUAH DELIMA (Punica granatum L.) Stella Giovanny; Ratna Djamil; Deni Rahmat
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 8: Maret 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/mbi.v17i8.340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas penghambatan tirosinase dan antioksidan (AO) dari ekstrak kombinasi mikroemulsi (MCE) kulit batang nangka (Artocarpus heteropyllus L.) dan kulit buah delima (Punica granatum L.) memiliki efek mencerahkan kulit secara alami untuk meningkatkan depigmentasi dan menentukan mikroemulsi. Kombinasi ekstrak (MCE) dalam penghambatan tirosinase dan aktivitas antioksidan.
PERBANDINGAN AKTIVITAS TABIR SURYA DAN ANTIOKSIDAN : EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DARI RIMPANG BANGLE (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.,): COMPARISON OF SUNSCREEN AND ANTIOXIDANT ACTIVITIES: 70% AND 96% ETHANOL EXTRACT FROM BANGLE (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.,) RHIZOME Nur Aji; Shirly Kumala; Esti Mumpuni; Deni Rahmat
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.557

Abstract

Rimpang Zingiber montanum memiliki potensi sebagai antioksidan dan tabir surya. Pelarut etanol merupakan pelarut yang diijinkan dalam pembuatan ekstrak untuk bahan obat tradisional. Etanol 70% dan 96% lazim digunakan dalam proses ekstraksi namun belum diketahui bagaimana pengaruh kedua konsentrasi etanol terhadap kandungan senyawa aktif dan aktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan karakteristik,  aktivitas antioksidan, dan tabir surya dari ekstrak Z. montanum yang dimaserasi dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Penelitian ini menggunakan metode komparatif kuantitatif. Penelitian dibagi dalam tiga tahap, yaitu :  uji parameter ekstrak, aktivitas antioksidan, dan tabir surya. Data aktivitas antioksidan dan tabir surya antara ekstrak Z. montanum dengan pelarut etanol 70 dan 96% dilakukan uji banding dengan t-tes. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak, kadar fenol total, dan kadar kurkuminoid total dari ekstrak etanol 96% memiliki nilai yang lebih tinggi. Aktivitas antioksidan walaupun memiliki aktivitas sangat kuat, kedua ekstrak berbeda signifikan (t hitung > t tabel)  antara ekstrak etanol 70%  memiliki nilai konsentrasi hambatan 50% (IC50) 11,25 µg/mL, sedangkan ekstrak etanol 96%  sebesar 11,67 µg/mL. Aktivitas tabir surya kedua ekstrak tidak berbeda secara signifikan (t hitung < t tabel)  dengan nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 100 µg/mL dengan kategori daya proteksi tinggi. Semua parameter ekstrak menunjukkan ekstrak etanol 96% memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol 70%. Aktivitas antioksidan kedua ekstrak memiliki nilai yang berbeda signifikan, walaupun keduanya memiliki aktivitas sangat kuat. Sedangkan aktivitas tabir surya keduanya tidak berbeda signifikan. Kata kunci : Zingiber montanum, Antioksidan, Tabir Surya, Etanol 70%, Etanol 96%
Analisis Senyawa Fitokimia, Organoleptik, Uji Aktivitas Inhibisi Enzim Tirosinase Minyak Biji Argan (Argan spinosa L.) dan Ekstrak Akar Murbei (Morus Alba L.) Sebagai Whitening Agent Pada Kulit Rina Hijayanti; Deni Rahmat; Ratna Djamil
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan formulasi sediaan nanoemulgel yang mengandung nanoemulsi kombinasi minyak biji argan dan ekstrak akar murbei yang memiliki aktivitas penghambat enzim tirosinase, serta memberikan manfaat gizi dan meningkatkan kesehatan kulit. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Bahan aktif yang digunakan adalah akar murbei (morus alba L) yang diperoleh dari perkebunan bogor dan minyak biji argan (Argania Spinosa L) yang diperoleh dari PT. Nardevchem. Bahan uji yaitu enzim tirosinase yang diperoleh dari Laboratorium Pusat Studi Biofarmaka. Hasil penetapan penapisan fitokimia dari ekstrak minyak biji argan dan akar murbei menunjukan bahwa minyak biji argan dan akar murbei mengandung alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, glikosida, triterpenoid. Hasil uji aktivitas inhibisi enzim tirosinase menunjukkan bahwa formula nanoemulgel memiliki potensi yang signifikan dalam menghambat aktivitas enzim tirosinase. Penambahan nanoemulsi minyak biji argan dan ekstrak akar murbei dalam formula nanoemulgel memberikan kontribusi positif terhadap efek inhibisi enzim tyrosinase. Formula terbaik yaitu formula II karena mempunyai zeta potensial dan TEM yang paling kecil.