Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Dalam Menstimulasi Perkembangan Anak Usia Toddler Dengan Memberdayakan Ibu Dan Kader Kesehatan Jiwa Wuryaningsih, Emi Wuri; Keliat, Budi Anna; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.786 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.2.2014.110-117

Abstract

Mental health promotion in toddlerhood has important role to improve of Indonesian human resource quality. This scientific report describes implementation of toddler’s group therapeutic therapy by empowering mother and mental health cadre. The method used is toddler’s group therapeutic therapy in community mental health nursing program. The result showed the therapy could promote the achievement of autonomy in toddlerhood, the mothers’ ability in stimulating the holistic development of the toddlers (motoric, cognitive, language, emotion, personality, morale – spiritual, and psychosocial), and mental health cadre’s ability to help toddler’s family for otonomy development achievement. Mental health nurses in primary health care can implement the group therapeutic therapy by mother and mental health cadre empowerment.
Dampak Psikologis Gempa Bumi terhadap Kelompok Rentan : Lansia Mutianingsih, Mutianingsih; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan VOL 15, NO 1 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.426 KB) | DOI: 10.26753/jikk.v15i1.290

Abstract

Abstrak  Gempa bumi merupakan salah satu bencana yang paling mengancam kehidupan. Terjadinya gempa bumi dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan, dimana salah satunya adalah aspek psikologis. Lansia merupakan salah satu kelompok rentan dalam managemen bencana, sehingga dampak psikologis akan lebih rentan dialami lansia dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Berdasarkan telaah literatur didapatkan bahwa dampak psikologis yang terjadi pada survivor lansia pasca gempa bumi yaitu kecemasan, depresi dan post traumatic stress disorder (PTSD). Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya berbagai dampak psikologis pada survivor lansia diantaranya usia, jenis kelamin, keterbatasan fisik, penurunan fungsi kognitif  dan keterpaparan terhadap gempa bumi serta terjadinya cedera atau kehilangan orang yang dicintai. Diperlukan suatu upaya kesiapsiagaan guna meminimalisir terjadinya dampak psikologis pada korban lansia. Kata Kunci: dampak psikologis, gempa bumi, lansia AbstractAn earthquake is one of the most life-threatening disaster. The occurrence of earthquake can affect various aspects of life, wich one of them is a psychological aspect. Elderly is one of the vulnerable groups in disaster management, so that the psychological impact will be more susceptible in elderly compared to younger age. Based on the literature review, it was found that the psychological impact of post-earthquake in elderly survivors was anxiety, depression and Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Factors that contribute to the occurrence of various psychological impacts on elderly survivors include age, gender, physical limitations, decreased of cognitive function and exposure to earthquakes with injury or loss of loved ones. A preparedness effort is needed to minimize the psychological impacts on elderly survivor. Keyword : psychological impact, earthquake, elderly
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN PRAKTEK KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. SAIFUL ANWAR MALANG TAHUN 2006 Putra, Kuswantoro Rusca; Hamid, Achir Yani S.; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.872 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2007.023.01.9

Abstract

The implementation of nursing practice is related tonurses' working environment. The working environment components consist of leadership, culture and management; control over workload; control over practice; and adequate source. The purpose of this study is to identify any correlation between the nurses work environment with the implementation of nursing practice. The research was conducted in IRNA(Inpatients Ward) I and of IRNA II RSU Dr. Saiful  Anwar on May 1stuntil 20th, 2006. Correlation was chosen as the research design using cross sectional study on 196 nurses with two instruments: nurses' work environment, and implementation of nursing practice. The result based on analysis with regression linier indicates that there is a significant correlation between working nurse environment(leadership, culture and management; control over workload; control overpractice; and adequate source) with the implementation of nursing practice (p < 0.05) and control over practice is the biggest sub variable that influences the implementation of nursing practice(B=1.302). In conclusion, the nurse’s working environment influences implementation of nursingpractice in hospital. Keywords:Work environment, Implementation of nursing practice
PEMBERDAYAAN KADER CILIK DALAM TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KARYA ANAK USIA SEKOLAH Noviyanti, Laura Khattrine; Keliat, Budi Anna; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia sekolah merupakan periode penting dalam perkembangan berkarya (industry) anak usia sekolah bila tahap perkembangan tidak tercapai maka mungkin anak mengalami harga diri rendah (inferiority) dan gejala prodroma early psychosis.  Tujuan karya ilmiah akhir ini adalah meningkatkan perkembangan industry anak usia sekolah dengan memberdayakan kader cilik dalam TKT. Metode penelitian ini menggunakan studi deskriptif. Upaya meningkatkan tugas perkembangan berkarya dengan melakukan Terapi kelompok Terapeutik (TKT). Tindakan keperawatan dilakukan dengan 2 tahap, tahap pertama melatih 4 anak sebagai kader cilik dengan melaksanakan TKT yang didampingi keluarga dan kader di masyarakat di daerah Mulyaharja, Bogor. Tahap kedua 4 kader cilik mendampingi 26 anak usia sekolah dengan pemantauan guru di sekolah. Pengukuran aspek perkembangan, kemampuan berkarya, harga diri diukur sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan aspek perkembangan, perkembangan berkarya, harga diri meningkat serta tanda prodroma early psychosis menurun setelah dilakukan terapi kelompok terapi diberikan dengan pendampingan kader cilik, akan tetapi kader cilik lebih tinggi dari anak usia sekolah. Terapi kelompok terapeutik dengan pemberdayaan kader cilik  direkomendasikan sebagai kegiatan UKS.
Changes Of Symptoms And The Ability Of Anxiety Patients After Exercise Of Thought Stopping And Family Psychoeducation Laela, Sri; Mustikasari, Mustikasari; Wardani, Ice Yulia
Media Keperawatan Indonesia Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.1.1.2018.1-11

Abstract

Patients with degenerative disease were hospitalized may experience an anxiety psychological problem affecting the condition of the illness. The handling of this case aims to determine the change of symptom signs and ability of anxiety patients after exercise thought stopping and family psychoeducation. The design was case study with 25 participants. The analysis was performed on symptoms and abilities of patients and families before and after nursing intervention, thought stopping and family psychoeducation. The case handling on the same topic has been done before, but that distinguishes the author using Peplau's interpersonal theory approach. This makes its different and important to do. The result of the case handling shows the age of 18-60 years, female 13 people, men 12 people, Sundanese and  the decreased signs of anxiety symptoms, also the increased the ability of families in caring for family members who experienced anxiety. Nursing intervention, thought stopping and family psychoeducation are recommended as nursing therapy for patients anxiety with degenerative diseases.
Intervensi Cognitive Behavior Therapy dan Self Help Group untuk Menurunkan Kecemasan pada Remaja yang Kecanduan Pornografi: Case Series Mariyati, Mariyati; Daulima, Novy Helena Catharina; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Ners Widya Husada Vol 4, No 3 (2017): NOVEMBER
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.809 KB) | DOI: 10.33666/jners.v4i3.320

Abstract

Perkembangan teknologi seperti internet memudahkan seseorang mengakses informasi. Dampak negatif dari hal tersebut adalah peningkatan terhadap akses situs porno. Sebanyak 80% remaja di Indonesia merupakan pengguna internet dan sebagian besar remaja sudah mengenal pornografi pada usia 12 tahun. Dampak pornografi pada remaja kompulsif, adiksi dan perilaku kekerasan. Adiksi pornografi menyebabkan remaja mengalami masalah kejiwaan. Masalah kejiwaan yang paling sering terjadi adalah kecemasan (ansietas). Ansietas merupakan rasa takut yang tidak jelas disertai dengan perasaan ketidakpastian, ketidakberdayaan, isolasi dan ketidakamanan. Studi ini bertujuan untuk menguraikan kasus pada penanganan ansietas pada 3 remaja dengan adiksi pornografi. Metode yang digunakan adalah serial kasus (case series) dengan menguraikan pemberian terapi kognitif perilaku dan terapi kelompok swabantu untuk mengatasi ansietas remaja dengan adiksi pornografi. Pengukuran ansietas menggunakan HAM-A (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat ansietas remaja dari ansietas sedang dan berat menjadi ansietas ringan. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi kognitif perilaku dan terapi kelompok swabantu bisa menjadi alternatif untuk penanganan ansietas pada remaja dengan adiksi pornografi.Kata kunci: kecemasan, cognitive behavior therapy, kecanduan pornografi, self help groupCOGNITIVE BEHAVIOR THERAPY AND SELF HELP GROUP INTERVENTION TO REDUCE ANXIETY IN ADOLESCENCE WITH PORNOGRAPY ADDICTION: CASE SERIESABSTRACTThe development of information technology such as internet enables someone to access information efficiently. The negative impact of this is the increase on the access to porn sites. Approximately 80% of adolescences in Indonesia are internet users and most of them are familiar with pornography since the age of 12 years old. The impact of pornography on adolescence leads to the compulsive, addictive and violent behavior. Pornography addiction causes teenagers to experience the mental problems. The most common mental problem experienced by the teenagers is anxiety. Anxiety is an uncertain fear accompanied by the feelings of uncertainty, helplessness, isolation and insecurity. This study aims to describe the cases on anxiety management of the 3 teenagers suffering from pornography addiction. The method used in this study is case series method by describing the provision of cognitive behavior therapy and self-help group therapy to overcome the anxiety of adolescences suffering from pornography addiction. The anxiety measurement uses HAM-A (Hamilton Anxiety Rating Scale). The result shows a decreased level of adolescence anxiety from moderate and severe anxiety to mild anxiety. This result suggests that the cognitive behavior therapy and self-help group therapy are able to be an alternative of the anxiety treatment for the adolescences suffering from pornography addiction.Keywords: anxiety, cognitive behavior therapy, pornography addiction, self help group
Karakteristik Keluarga Pasien Gangguan Jiwa yang Mengalami Stres PH, Livana; Daulima, Novy Helena Catharina; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Ners Widya Husada Vol 4, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.907 KB) | DOI: 10.33666/jners.v4i1.299

Abstract

Gangguan jiwa dapat terjadi pada semua usia. Pasien gangguan jiwa masih menjadi stigma di masyarakat, Keluarga yang merawat pasien gangguan jiwa harus menanggung beban baik secara fisik maupun psikis sehingga mengalami stres. Tingkatan stres yang terjadi antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lainnya tergantung dari karakteristik keluarga. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik keluarga pasien gangguan jiwa yang mengalami stres di poli jiwa RSUD Dr. Soewondo Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian kuanitatif dengan pendekatan metode deskriptif. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan sampel berjumlah 96 orang. Alat yang digunakan untuk penelitian adalah kuesioner dengan 14 pertanyaan tentang stres yang diambil dari kuesioner Depression Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42). Data dianalisis menggunakan univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas keluarga pasien gangguan jiwa rata-rata berusia 44 tahun, lama merawat rata-rata 3 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir SD, menikah, bekerja, dan berpenghasilan rendah. Tingkat stres keluarga pasien gangguan jiwa mayoritas pada tingkat sedang. Kata kunci: karakteristik, keluarga, pasien gangguan jiwa, stres CHARACTERISTICS OF FAMILY PATIENTS DISORDERS WHO ARE EXPERIENCED STRESS ABSTRACTMental disorders can occur at any age. Mental patients are still a stigma in the community, families who care for mental patients must bear the burden both physically and psychologically so that they experience stress. The level of stress that occurs between one family and another family depends on the characteristics of the family. The study aims to determine the characteristics of families of mental patients who experience stress in psychiatric hospitals Dr. Soewondo Kendal. This research is a quantitative research with a descriptive method approach. The sampling technique in this study used purposive sampling with a sample of 96 people. The tool used for the study was a questionnaire with 14 questions about stress taken from the Depression Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42) questionnaire. Data were analyzed using a univariate frequency distribution. The results showed that the majority of families of mental patients with an average age of 44 years, average length of care for 3 years, female sex, educated last elementary school, married, working, and low income. The majority of families with mental disorders are at a moderate level. Keywords: characteristics, family, mental patients, stress
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY KNOWLEDGE AND THE CLIENT SOCIALIZATION ABILITY IN THE CITIZEN OF NANGKAAN SUB DISTRIC BONDOWOSO EAST JAVA Yani, Achir; Hamid, Hamid; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Keperawatan Vol 2, No 2 (2011): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jk.v2i2.622

Abstract

Mental disorder, especially a psychotic (schizophrenia) is chronic condition that the clients have deterioration on their daily activity and social relationship (social isolation). The clients try to keep away from other interaction. This research aim was to identify the relationship between family knowledge and the client socialization ability. The design was a descriptive correlation with cross sectional. The samples were 78 families determined by total sampling. The inclusion criteria were thecitizen of Nangkaan sub distric, and accord as a respondent, having mental health disorders family member with social isolation, age between 18-60 years, and educational background at least Elementary School. The result shown that a significant relationship between family knowledge with the client socialization ability (value p < 0,05). Based on the result, it is recommended that the community nurse knowledge about social isolation client and family psycho education should beimproved.
EFEKTIFITAS TERAPI PERILAKU”TOKEN EKONOMI”DAN PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA PASIEN DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI DI RW 08 DAN RW 13 BARANANGSIANG BOGOR TIMUR Masithoh, Anny Rosiana; keliat, Budi Anna; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Defisit perawatan diri merupakan diagnosa perawatan jiwa yang terjadi pada semua pasien gangguan jiwa. Tujuannya untuk menggambarkan efektifitas Terapi spesialis terapi perilaku “Token Ekonomi” dan Psikoedukasi Keluarga terhadap pasien Defisit Perawatan Diri di RW 08 dan RW 13 Kelurahan Baranangsiang Bogor Timur dengan pendekatan model Self Care Orem. Terapi Perilaku”token ekonomi” adalah bentuk dari reinforcement positif yang digunakan baik secara individu maupun kelompok pasien di ruang psikiatri atau dimasyarakat. Reward diberikan secara konsisten terhadap pasien misalnya dengan tanda, poin atau tiket. Terapi perilaku ini dapat mengubah perilaku yang ditargetkan, seperti perawatan diri. Psikoedukasi keluarga adalah untuk mencegah kekambuhan pasien gangguan jiwa, dan untuk mempermudah kembalinya pasien ke lingkungan keluarga dan masyarakat dengan memberikan penghargaan terhadap fungsi sosial dan okupasi pasien gangguan jiwa.Analisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan model Self Care dari Orem. Hasil penulisan ini adalah Terapi Perilaku”Token Ekonomi” dan Psikoedukasi Keluarga efektif untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri pada pasien dengan defisit perawatan diri.
Hubungan antara Post-Traumatic Growth dengan Resiliensi pada Mahasiswa Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 Yuliastuti, Estin; Mustikasari, Mustikasari; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.4.2021.901-910

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak bagi mahasiswa keperawatan khususnya terkait aspek psikologis. Dampak psikologis tersebut memberikan tekanan psikologis tersendiri, tetapi juga dapat memberikan timbulnya perubahan yang positif. Perubahan tersebut adalah post-traumatic growth (PTG) dan resiliensi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara PTG dan resiliensi pada mahasiswa keperawatan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang menggabungkan desain deskriptif dengan pendekatan survey dan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 mahasiswa keperawatan. Pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik demografi, Post-Traumatic Growth Inventory, dan Connor-Davidson Resilience Scale 10. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji statistik korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 18 tahun (56,7%) dan berjenis kelamin perempuan (96,7%) dengan penghasilan keluarga <Rp 4.339.514,00 (53,3%). Selain itu, sebagian besar responden memiliki tingkat PTG tinggi (53,3%) dan tingkat resiliensi yang tinggi (60%). Terdapat hubungan yang lemah antara PTG dengan resiliensi pada mahasiswa keperawatan di masa pandemi Covid-19 (r=0,390; p-value=0,033). PTG dan resiliensi mengacu pada konstruksi yang menghasilkan adaptasi positif sesudah individu mengalami kejadian traumatis.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achir Yani S. Hamid Achir Yani, Achir Aditya, Muhammad Ferly AFIF, NUR Agus Setiawan Agus Waluyo, Agus Akemat, Akemat Alfriyani, Meyunda Anny Rosiana Masithoh ANTAMIL, ANTAMIL Asy-Syifa, Farhani Dea Basri Fahriza Budi Anna Keliat Chandra, Yudi Ariesta DARMATASIA, DARMATASIA Daulima, Novy H. C. Daulima, Novy Helena Eka Budiarto, Eka ELISA ALTASANI Emi Wuri Wuryaningsih Eriyono Budi Wijoyo Evi Martha Evin Novianti Fandy Yoduke Firman Hidayat Fitria, Dian Fitriyani, Fadillah Nur Futriani, Elfira Sri Ghibran, Andi Khalil Gina, Agnes Hamid, Achir Yani Handayani, Buntar Hardayati, Yunita Astriani Hargiana, Giur Hariani Hariani, Hariani Hermanto, Hendy Herni Susanti Ice Yulia Wardani ike mardiati agustin Imelisa, Rahmi INDARNA, ASEP AEP Indra Ismawan, Indra Ismawan KHAERUN, A.ALI AKBAR Kuswantoro Rusca Putra Laela, Sri Laily Nur Hidayati, Laily Nur Livana Ph, Livana M Akbar Nugraha Mandasari, Linda mariyati mariyati Mutianingsih, Mutianingsih Nofrisel, Nofrisel Norman Wijaya Gati Noviyanti, Laura Khattrine Novy Helena Chatarina Daulima Nugraha, Setiya Nuraenah, Nuraenah Nurfalah, Firhan Nursery Alfaridi S Nasution Oktavia, Maynah Puteri, Yossie Susanti Eka Rahayu, Prastiwi Puji Rahman, Faidhul Roswendi, Achmad Setya Sambuaga, Michelle Christine Sandriana Marina Saputra, Wahyuddin Sembiring, Kezia Arihta Setiyani, Adek Silalahi, Malianti Siska Amonalisa Silalahi Sri Laela Sri Wahyuni Sri Yona Sri Yulia Sriyk H, Sriyk H Susanti Niman Syahira, Apridina Tri Setyaningsih Triani Banna Triaswati, Rusmai Tuti Nuraini Wahyudi, Fitra Albana Wardhani, Ice Yulia Wisnusakti, Khrisna Yanuar Fahrizal Yati Afiyanti Yoduke, Fandy Yosi Pahala, Yosi Yossie Susanti Eka Putri Yulianti Keke Yuliastuti, Estin Yuniar Mansye Soeli Zimbalis, Aprillia