This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Kedokteran Brawijaya JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal NERS Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan JKG (Jurnal Keperawatan Global) IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Jurnal Keperawatan Padjadjaran Jurnal Keperawatan Silampari JURNAL INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Jurnal Kesehatan Holistic Media Keperawatan Indonesia Journal of Islamic Nursing International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Health Information : Jurnal Penelitian Dinasti International Journal of Management Science JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Jurnal Komunitas: Jurnal Pengabidian Kepada Masyarakat Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ners Widya Husada Indonesian Journal of Global Health research TIN: TERAPAN INFORMATIKA NUSANTARA Alauddin Scientific Journal Of Nursing (ASJN) JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU Jurnal Impresi Indonesia JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu komunikasi (JIPIK) Jurnal Salingka Abdimas Jurnal Keperawatan Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Agents: Journal of Artificial Intelligence and Data Science Physical Therapy Journal of Indonesia Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat NURSE: Journal of Nursing and Health Science Jurnal Sahabat Keperawatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Claim Missing Document
Check
Articles

Changes in The Signs, Symptoms, and Anger Management of Patients with A Risk of Violent Behavior After Receiving Assertive Training and Family Psychoeducation Using Roy’s Theoretical Approach: A Case Report Yanuar Fahrizal; Mustikasari Mustikasari; Novy Helena Catharina Daulima
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 1 (2020): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i1.598

Abstract

Mental disorders are predicted to increase every year. Patients with severe mental disorders, such as schizophrenia, often engage in violent behavior. The treatment of such patients can use general nursing treatments (anger management with physical therapy, taking medicines regularly, and verbal and spiritual methods) and specialist nursing interventions (assertive training and family psychoeducation). This case report involved 11 patients, with the majority aged between 26 and 60 years, unemployed, high school graduates, unmarried, and with previous inpatient history. Generalist and specialist nursing interventions (assertive training and family psychoeducation) use Roy’s adaptation theory and Stuart’s stress adaptation approach. Nursing interventions were conducted sequentially, starting with generalist nursing interventions, followed by specialist ones. The method used was a pre–posttest in which each patient received generalist and specialist nursing interventions, assertive training, and family psychoeducation, each consisting of five sessions. Results of assertive training therapy and family psychoeducation showed a decrease in the signs and symptoms of violent behavior as well as an improvement in the patient’s ability to overcome the risk of violent behavior. The application of Roy’s adaptation theory and Stuart’s stress adaptation approach is potentially appropriate for the treatment of patients with a risk of violent behavior. Abstrak Perubahan Tanda, Gejala, dan Manajemen Marah pada Pasien dengan Risiko Perilaku Kekerasan Setelah Menerima Pelatihan Asertif dan Psikoedukasi Keluarga Menggunakan Pendekatan Teori Roy: Studi Kasus. Gangguan jiwa secara keseluruhan diprediksikan akan semakin meningkat setiap tahunnya. Pasien dengan masalah gangguan jiwa berat seperti skizofrenia seringkali melakukan perilaku kekerasan. Penanganan pasien dengan perilaku kekerasan dapat menggunakan tindakan keperawatan generalis (mengontrol marah dengan cara fisik, minum obat teratur, cara verbal dan cara spiritual) dan tindakan keperawatan spesialis (latihan asertif dan psikoedukasi keluarga). Laporan kasus ini melibatkan 11 pasien dengan karakteristik mayoritas usia 26-60 tahun, tidak bekerja, tingkat pendidikan SMA, belum menikah, dan memiliki riwayat dirawat sebelumnya. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah tindakan keperawatan generalis dan ners spesialis latihan asertif dan psikoedukasi keluarga dengan menggunakan pendekatan teori adaptasi Roy dan adaptasi stress Stuart. Tindakan keperawatan dilakukan secara berurutan/ bertahap dimulai dengan tindakan keperawatan generalis kemudian dilanjutkan dengan tindakan keperawatan ners spesialis. Metode yang digunakan adalah pre-posttest dimana setiap pasien mendapatkan tindakan generalis serta tindakan ners spesialis latihan asertif dan psikoedukasi keluarga yang masing-masing terdiri dari 5 sesi. Hasil penerapan terapi latihan asertif dan psikoedukasi keluarga menunjukkan terjadinya penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan serta terjadinya peningkatan kemampuan pasien dalam mengatasi risiko perilaku kekerasan. Penggunaan pendekatan teori adaptasi Roy dan teori adaptasi stress Stuart berpotensi sesuai diterapkan pada penanganan pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Kata Kunci: latihan asertif, psikoedukasi keluarga, risiko perilaku kekerasan, skizofrenia 
Efektivitas Rational Emotive Behaviour Therapy Berdasarkan Profile Multimodal Therapy pada Klien Skizofrenia dengan Masalah Keperawatan Perilaku Kekerasan dan Halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Retno Yuli Hastuti; Budi Anna Keliat; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v18i3.491

Abstract

Penelitian  ini bertujuan mengetahui efektivitas rational emotive behavior therapy (REBT) berdasarkan profile multimodal therapy terhadap kemampuan klien dan perubahan gejala perilaku kekerasan dan halusinasi di RS Jiwa. Desain penelitian quasi eksperimental dengan jumlah sampel 56 responden. 28 responden memiliki Profile Multimodal Therapy untuk mendapatkan REBT sebagai kelompok intervensi, 28 responden sebagai kelompok non intervensi. Hasil penelitian ditemukan penurunan gejala perilaku kekerasan dan halusinasi lebih besar daripada yang tidak mendapatkan REBT berdasarkan profile multimodal therapy (p value < 0.05). Kemampuan kognitif, afektif dan perilaku klien yang mendapatkan REBT berdasarkan profile multimodal therapy meningkat secara bermakna (p < 0.05) Hasil penelitian ini efektif meningkatkan kemampuan klien kognitif, afektif dan perilaku hingga 57% dan penurunan gejala perilaku kekerasan 48%, penurunan gejala halusinasi 47%,. Profile multimodal therapy direkomendasikan sebagai screening klien yang akan diberikan terapi spesialis dalam hal ini khususnya rational emotive behavior therapyKata kunci: profile multimodal therapy, rational emotive behavior therapy, gejala perilaku kekerasan, gejala haluasinasi, kemampuan kognitif, afektif, perilaku AbstractThis study aims to determine the effectiveness of rational emotive behavior therapy (REBT) profile of multimodal therapy based on the client's ability and changes in symptoms violent behavior and hallucinations in Psychiatric Hospital. Quasi-experimental research design with a number of 56 respondents. 28 respondents had to get a Profile Multimodal Therapy REBT therapy as the intervention group, 28 respondents as a group of non intervention. The research found a decrease symptoms of violent behavior and hallucinations bigger than not getting REBT based profile of multimodal therapy (p<0.05). Cognitive, affective and behavioral clients who get REBT based profile of multimodal therapy increased significantly (p <0.05). Results clients experience a effectively improve cognitive, affective and behavioral to 57 % and reduction in symptoms of violent behavior 48%, reduction in symptoms of hallucinations 47%. Profile multimodal therapy is recommended as screening client will be given specialist treatment in this particular rational emotive behavior therapyKeywords: profile multimodal therapy, rational emotive behavior therapy, symptoms of violent behavior, hallucination symptoms, cognitive, affective, behaviorall
Sistem Penghargaan Terhadap Kinerja Perawat Melaksanakan Asuhan Keperawatan Royani Royani; Junaiti Sahar; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15 No 2 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i2.38

Abstract

Penelitian deskriptif korelasi dan cross sectional ini bertujuan mengetahui hubungan antara sistem penghargaan dengan kinerjaperawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota C. Pengumpulan data dilakukan dengankuesioner dan observasi. Metode Chi Square dan Multiple Logistic Regression digunakan dalam analisis data. Hasil penelitianmenunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara sistem penghargaan dengan kinerja 65 perawat (p(persepsi perawat)= 0,720;p(observasi)= 0,716; α= 0,05). Sub variabel pengaruh dan pertumbuhan diri adalah sub variabel yang paling berhubungandengan kinerja perawat. Rumah sakit perlu mempertimbangkan jenjang karir perawat sebagai dasar utama pemberian sistempenghargaan.
ASPEK PSIKOSOSIAL PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA: STUDI PENDAHULUAN Siwi Setya Utami; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 20 No 2 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v20i2.503

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh kaum perempuan di Indonesia. Kanker dianggap penyakit yang sulit disembuhkan, dekat dengan kematian, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan mengubah penampilan fisik seseorang. Penderita kanker payudara dapat memiliki masalah pada aspek psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara kanker payudara dan karakteristik responden dengan aspek psikososial pada penderita kanker payudara. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 44 orang dengan desain penelitian cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan hampir semua variabel dari kanker payudara dan karakteristik responden tidak berhubungan dengan depresi, ansietas, dan stres, namun ditemukan adanya hubungan antara pendidikan dengan ansietas (nilai p=0,041). Secara umum, penderita sudah mampu beradaptasi dengan baik terhadap penyakitnya. Pelatihan dan kebijakan untuk mengkaji dan mengatasi masalah psikososial oleh perawat perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan psikososial penderita. Untuk selanjutnya, penelitian dapat difokuskan pada ansietas sebagai masalah psikososial yang paling menonjol pada penderita kanker payudara. AbstractBreast cancer is the most kind of cancer that occured in women in Indonesia. Cancer is concerned as uncurable disease, gate of death, disturbance of activities, and problem in physical appearance. Breast cancer patients may have psychological problems. This aim of study is to see the correlations between breast cancer and participants’ characteristics with psychosocial aspects. The amount of participants is 44, while this study uses cross-sectional design. The result is almost all of variables do not correlate to depression, anxiety, and stress, meanwhile there is a correlation between education and anxiety (p value=0,041). Generally, patients are able to adapt with their illness even though there are some psychosocial problems sometimes that fortunately do not disturb their activity. Training and program about assessing and overcoming psychosicial problems should be done by nurses to increase patients’ psychosocial wellbeing. For further research, anxiety as the most prominent psychosocial problems in breast cancer patients can be studied.Keywords: Anxiety, breast cancer, depression, psychosocial aspects, stress
RELAKSASI OTOT PROGRESIF MENURUNKAN STRES KELUARGA YANG MERAWAT PASIEN GANGGUAN JIWA Livana PH; Novy Helena Catharina Daulima; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 21 No 1 (2018): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v21i1.362

Abstract

Abstrak Gangguan jiwa merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik didunia maupun di Indonesia. Jumlah gangguan jiwa di kabupaten Kendal meningkat sehingga meningkatnya stres pada keluarga. Penelitian bertujuan untuk menilai efektifitas relaksasi otot progresif dalam menurunkan stres keluarga yang merawat pasien gangguan jiwa. Desain penilitian quasi eksperiment pre-post test with control group dengan 96 sampel secara purposive sampling, 48 kelompok intervensi dan 48 kelompok kontrol. Hasil penelitian relaksasi otot progresif sangat efektif menurunkan stres keluarga yang merawat pasien gangguan jiwa dibanding kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan (p= 0,001).  Rekomendasi penelitian relaksasi otot progresif diberikan pada keluarga pasien gangguan jiwa untuk mengatasi stres keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa.  Abstract Effect of progressive muscle relaxation to the level of family stress in caring for clients of mental disorders in Psiciatry Polyclinic Regional General Hospital Kendal. Mental disorders are not contagious disease that is public health problem, both in the world and in Indonesia. In kendalthe number of mental disorders increase so increasing the level of family stress. The purpose of this study to identify the effect of progressive muscle relaxation on the level of family stress in caring for clients of  mental disorders in Psiciatry Polyclinic Regional General Hospital Kendal. Quasi experiments research design pre-post test with control group with 96 sampelsby purposive sampling,48groups received therapyand 48 groups did not receive therapy. The results showed that a progressive muscle relaxation exercise significant difference between the stress levels in the group who received and did not receive therapy (p= 0.001).  Tthis research did recommendated to families who are clients of mental disorders as aprimary care giver stress levels of families cope with caring  for clients in mental disorders with progressive muscle relaxation therapy.Keywords: progressive muscle relaxation, stress, client family mental disorder
Peningkatan Pemahaman Perawat Pelaksana dalam Penerapan Keselamatan Pasien Melalui Pelatihan Keselamatan Pasien Sri Yulia; Achir Yani S Hamid; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i3.26

Abstract

AbstrakUpaya membangun budaya keselamatan pasien memerlukan komitmen yang dipengaruhi pengetahuan perawat. Tujuan penelitianquasi experiment ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan keselamatan pasien terhadap pemahaman perawat pelaksanamengenai penerapan keselamatan pasien. Hasil penelitian pada 83 perawat pelaksana di RS XX (kelompok eksperimen) dan83 perawat pelaksana di RS XY (kelompok kontrol) menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pemahaman perawat pelaksanasebelum dan setelah mendapatkan pelatihan pada kelompok eksperimen (p= 0,000; α= 0,05) dan tidak ada perbedaan padapemahaman perawat pelaksana sebelum dan setelah pada kelompok kontrol (p= 0,417; α= 0,05). Rumah sakit perlu melakukanprogram pelatihan keselamatan pasien secara berkelanjutan dan mengembangkan standar kinerja untuk memfasilitasi transferpengetahuan perawat.Kata Kunci: keselamatan pasien, pelatihan, pemahaman, perawat pelaksanaAbstractEfforts to build a culture of patient safety required commitment is influenced by knowledge of nurses. This quasi-experimentalstudy aimed to describe the influence of patient safety training for nursing staff’s comprehension of the implementation ofpatient safety’s procedure. Results for 83 nursing staffs XX Hospital (experimental group) and 83 nursing staffs XY Hospital(control group) showed no significant differences in understanding nursing staffs before and after receiving training in theexperimental group (p= 0.000; α= 0.05) and no difference in understanding nursing staffs before and after in the controlgroup (p= 0.417; α= 0.05). Hospitals need to make patient safety training program on an ongoing basis and develop performancestandards as a facilitation of transferred of nursing staff’s knowledge.Keywords: comprehension, nursing staffs, patient safety, training
Peningkatkan Harga Diri Pada Klien Gagal Ginjal Kronik Melalui Cognitive Behavior Therapy (CBT) Tri Setyaningsih; Mustikasari Mustikasari; Tuti Nuraini
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14 No 3 (2011): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i3.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tentang pengaruh Cognitif Behavior Therapy (CBT) terhadap perubahan harga diri klien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di unit hemodialisa RS H Jakarta. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode quasi eksperimen pre-post test without control group. Penelitian dilakukan terhadap 27 responden (klien GGK) yang sedang menjalani hemodialisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan harga diri baik dari aspek kognitif maupun perilaku yang signifikan sesudah dilakukan intervensi CBT (p= 0,000; α= 0,05). Rekomendasi hasil penelitian CBT dijadikan salah satu terapi spesialis bagi klien GGK di unit hemodialisa pada khususnya dan klien yang mengalami gangguan psikososial pada umumnya.
Penurunan Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Primer Melalui Terapi Hypnosis Eko Winarto; Krisna Yetti; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.59

Abstract

Terapi hipnosis pada pasien hipertensi primer merupakan terapi non-farmakologis yang menarik untuk dikaji. Tujuan penelitianini untuk mengidentifikasi efek terapi hipnosis pada penurunan tekanan darah pada pasien rawat jalan dengan hipertensi primer.Penelitian kuasi eksperimen with pre-post control group ini menggunakan sampel yang dipilih secara acak sederhana, setiapkelompok 19 responden. 100mm Visual Analog Scale (VAS) digunakan untuk mengukur kecemasan, Stanford Hypnos-abilitySuggestibility Scale Form C (SHSS Form C) untuk observasi tingkat sugestibilitas dan sfignomanometer digital untuk tekanandarah. Hasil penelitian menunjukan tekanan darah sistolik turun secara bermakna 17,16 mmHg (p= 0,001, α= 0,05), diastolikturun secara bermakna 10,21 mmHg (p= 0,000, α= 0,05), sebelum dan setelah terapi hipnosis. Usia dan penurunan tekanan darahdiastolik setelah terapi hipnosis menunjukan hubungan yang kuat dan bermakna (r= 0,736, p= 0,000, α= 0,05). Riwayat merokokpasif menunjukan bahwa hubungan yang bermakna pada penurunan tekanan darah diastolik kelompok intervensi (p= 0,043,α= 0,05). Hasil ini berimplikasi pada penerapan terapi hipnosis sebagai intervensi keperawatan untuk membantu menurunkanhipertensi.
Pengembangan Karir Sebagai Faktor Paling Mempengaruhi Kinerja Perawat Pelaksana Ratanto Ratanto; Mustikasari Mustikasari; Kuntarti Kuntarti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 16 No 2 (2013): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v16i2.10

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman bahwa kinerja perawat berkontribusi bagi mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Hasil survey menunjukkan ketidakpuasan pelanggan terhadap kinerja perawat pelaksana sebanyak 43,89%, dan penilaian kinerja perawat pelaksana belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal dengan kinerja perawat pelaksana di IRNA RSUD A.W. Sjahranie. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 216 perawat pelaksana. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang disusun peneliti. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (chi-square dan independent t test) dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kinerja adalah: pendidikan (p=0,014), motivasi (p=0,013), persepsi (0,001), kepemimpinan (0,001), dan karir (0,001). Faktor pengembangan karir paling dominan berhubungan dengan kinerja (OR=29,962). Peningkatan kinerja perawat pelaksana harus memperhatikan aspek pendididkan, motivasi, persepsi, kepemimpinan dan pengembangan karir.
Psychosocial Aspects of Erickson Model on Toileting Behavior For Toddler Ages: Case Study Eriyono Budi Wijoyo; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI] Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v3i1.1485

Abstract

Introduction: Toddlers aged 1-3 years are children with psychosocial development stages between autonomy with shame and doubt so training is needed to control themselves, one of which is toilet training. Method: The process of writing this scientific article applied a case study approach with descriptive methods drawn from the writer's life and personal experience. To collect data in the form of articles, the writer used several databases such as PROQUEST, Science Direct, Google Search, and Scopus. The writer also used several search keywords, which are “Toodler Development”, “Erickson Theory”, “Toilet Training”, “Psychosocial Process”, by using boolean “AND”. Besides using keywords, the writer also used inclusion and exclusion criteria ranging from 2012-2017 published articles in Indonesian and English, and full text articles from reliable sources. From the aforementioned searches, thousands of articles were obtained and the writer analyzed and came up with the title “Psychosocial Aspects of Erickson Model in Toileting Behavior for Toddler Ages: Case Study”. Results and Discussion: The development of toddlers varies from one another. Toddlers can also carry out orders given from others to themselves. After entering the age of 24-30 months it is recommended that the children be trained in toileting behavior because at that age they can control themselves. Conclusion and suggestion:Children’s development in this case is still in line with Erikson's psychosocial development theory so that children are still within the psychosocial limits of health. Special attention is needed from parents to toddlers, especially related to their psychosocial development so that there is no delay and does not interfere with children's development at later stage. Keywords: Psychosocial, Erikson's Theory, Toddler, Toilet Training
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abda Abda Achir Yani Hamid Achir Yani S Hamid Achir Yani S. Hamid Achir Yani, Achir Aditya, Muhammad Ferly AFIF, NUR Agus Setiawan Agus Waluyo, Agus Akemat, Akemat Alfriyani, Meyunda Ali Fendi Anny Rosiana Masithoh ANTAMIL, ANTAMIL Aswin Hardi Asy-Syifa, Farhani Dea Basri Fahriza Budi Anna Keliat Buntar Handayani Chandra, Yudi Ariesta DARMATASIA, DARMATASIA Daulima, Novy H. C. Daulima, Novy Helena Dedi Sukandar Dwi Erna Wati Dwiyantoro Dwiyantoro Eka Budiarto, Eka Eko Winarto ELISA ALTASANI Elly Nurachmah Emi Wuri Wuryaningsih Era Sari Eriyono Budi Wijoyo Evi Martha Evin Novianti Fajriyah Nur Afriyanti Fandy Yoduke Fandy Yoduke Febri Christian Firman Hidayat Firman Hidayat Fitri Hastuti Ningsih Fitria, Dian Fitria, Dian Fitriyani, Fadillah Nur Ghibran, Andi Khalil Gina, Agnes Hamid, Achir Yani Handayani, Buntar Hardayati, Yunita Astriani Hargiana, Giur Hariani Hariani, Hariani Hermanto, Hendy Herni Susanti Ice Yulia Wardani Ice Yulia Wardhani Ida Ayu Putri Wulandari Ike Mardiati Agustin ike mardiati agustin Imam Zainuri Imas Sartika Imelisa, Rahmi INDARNA, ASEP AEP Indra Ismawan, Indra Ismawan Iwan Somantri Junaiti Sahar KHAERUN, A.ALI AKBAR Kimin, Amelia Krisna Yetti Kuntarti Kurniawan Kurniawan Kuswantoro Rusca Putra Laela, Sri Laily Nur Hidayati Laily Nur Hidayati, Laily Nur Lilik Ma'rifatul Azizah Linda Mandasari Livana PH Livana Ph, Livana M Akbar Nugraha mariyati mariyati Muhammad Adam, Muhammad Muhammad Ari Arfianto Mustika Sajida Maharani Mutianingsih Mutianingsih Mutianingsih, Mutianingsih Nela Aprilia Nofrisel, Nofrisel Norman Wijaya Gati Noviyanti, Laura Khattrine Novy H. C. Daulima Novy H.C Daulima Novy Helena Catharina Daulima Novy Helena Chatarina Daulima Nugraha, Setiya Nuraenah, Nuraenah Nurfalah, Firhan Nurhayati Nurhayati Nursery Alfaridi S Nasution Oktavia, Maynah Purwadi Purwadi Puteri, Yossie Susanti Eka Rahayu, Prastiwi Puji Rahman, Faidhul Rani Septiawantari Ratanto Ratanto Retno Yuli Hastuti Ria Utami Panjaitan Ridwan Kustiawan Rohman Azaam Rohman Azzam Rohman Azzam Roswendi, Achmad Setya Royani Royani Rusmai Triaswati Rusmai Triaswati Sambuaga, Michelle Christine Sandriana Marina Saputra, Wahyuddin Sembiring, Kezia Arihta Setiyani, Adek Silalahi, Malianti Siska Amonalisa Silalahi Siwi Setya Utami Sofyani Kusmara, Irma Sri Laela Sri Wahyuni Sri Yona Sri Yulia Sriyk H, Sriyk H Susanti Niman Suzanna Suzanna Syahira, Apridina Tiveni Elisabhet Tri Setyaningsih Triani Banna Tuti Nuraini Tuti Nuraini Vina Rachmawati Wahyudi, Fitra Albana Wardhani, Ice Yulia Wisnusakti, Khrisna Yanuar Fahrizal Yati Afiyanti Yefta Primasari Yoduke, Fandy Yosi Pahala, Yosi Yossie Susanti Eka Putri Yulianti Keke Yuliastuti, Estin Yuniar Mansye Soeli Yunita Astriani Hardayati Zimbalis, Aprillia