Claim Missing Document
Check
Articles

Program Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sari Gadung Tanah Bumbu Yustin Ari Prihandini; Helmina Wati; Rahmi Muthia; Untung Santoso; Vina Salviana Darvina Soedarwo; Fatimah Nursandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12165

Abstract

ABSTRAK Kader posyandu mempunyai peran penting dalam kegiatan pemantauan status gizi balita. Pengetahuan yang baik tentang gizi dan upaya pencegahan stunting akan membantu kader dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Sebanyak 20 kader perlu dibekali dengan pengetahuan tentang gizi dan kesehatan yang baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat sebagai salah satu Upaya pencegahan stunting. Sasaran utama pada kegiatan ini adalah kader posyandu di wilayah Desa Sari Gadung, Tanah Bumbu. Peningkatan kapasitas dilakukan melalui tiga metode yaitu, edukasi, simulasi, dan pendampingan agak kader dapat mempraktikkan secara langsung pengetahuan yang telah diberikan. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggunakan edukasi, simulasi dan pendampingan. Metode tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam memantau tumbuh kembang balita dan melakukan penyuluhan kesehatan di masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Kader, Penyuluhan  ABSTRACT Posyandu cadres play a crucial role in monitoring the nutritional status of toddlers. A strong understanding of nutrition and efforts to prevent stunting can help cadres in delivering education to the community. Approximately 20 individuals need to be equipped with knowledge of good nutrition and health practices. This community service activity aims to enhance the knowledge and skills of Posyandu cadres in monitoring growth and providing health education to the community as part of efforts to prevent stunting. The primary target of this activity is the Posyandu cadres in the Sari Gadung Village, Tanah Bumbu area. Capacity building is achieved through three methods: education, simulation, and mentoring, which empower individuals to apply the knowledge they have acquired directly. The community service activity utilizes methods such as education, simulation, and mentoring. These methods can enhance the knowledge and skills of Posyandu cadres in monitoring toddler growth and conducting health education in the community. Keywords : Stunting, Cadres, Counseling
Karakterisasi dan Penetapan Kadar Fenol Total Ekstrak Etanol 96% Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa Urb.) Berdasarkan Variasi Waktu Tumbuh Tanaman Rahmi Muthia; Kartini; Wahyudin Bin Jamaludin; Lulu Damayanti
Jurnal Ilmiah Farmasi 2023: Special Issue
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.specialissue2023.art9

Abstract

Background: Bawang dayak (Eleutherine bulbosa Urb.) grows widely in Kalimantan. This plant can be used as a raw material for medicine and is known to contain phenolic compounds that have antibacterial, antioxidant, and anti-inflammatory properties. The quality of the raw material of a plant determines its pharmacological activity. This is, of course, related to the content of compounds or active substances. One factor that plays an important role is the age of harvest, which can affect the content of compounds both qualitatively and quantitatively.Objective: To determine the simplicia characterization and total phenol content in bulbs of bawang dayak extracted using 96% ethanol, which were harvested at the ages of 1, 2, and 3 months.Method: Bulbs of bawang dayak are used in the 1st, 2nd, and 3rd months with several testing stages, namely organoleptic tests, macroscopic tests, and microscopic tests. Further qualitative analysis used TLC with chloroform and methanol (8:2) as the mobile phases. In the quantitative test, we used a UV-Via spectrophotometer with the folin-ciocalteau reagent and the gallic acid comparison.Results: The TLC test showed a positive result for phenol, which was marked after being sprayed with 1% FeCl3, a black spot appeared. The results of the determination of total phenol content in the 1st, 2nd, and 3rd months, respectively, were 59.196 ± 0.057, 76.596 ± 0.057, and 60.63 ± 0.2 mg/g GAE. Conclusion: The data above shows that the highest total phenol content is in the second month. Intisari Latar belakang: Bawang dayak (Eleutherine bulbosa Urb.) tumbuh menyebar di wilayah Kalimantan. Tanaman ini dapat digunakan sebagai bahan baku obat dan diketahui mengandung senyawa fenol yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Kualitas bahan baku suatu tanaman sangat menentukan aktivitas farmakologinya. Hal ini tentunya berkaitan dengan kandungan senyawa atau zat aktif. Salah satu faktor yang berperan penting yaitu umur panen yang dapat mempengaruhi kandungan senyawa baik secara kualitatif maupun kuantitatif.Tujuan: Mengetahui karakterisasi simplisia dan kadar fenol total pada umbi bawang dayak yang diekstraksi menggunakan etanol 96% yang dipanen pada umur tanaman 1, 2 dan 3 bulan.Metode: Umbi bawang dayak yang digunakan bulan ke-1, 2 dan 3 dengan beberapa tahap pengujian yaitu uji organoleptis, uji makroskopis, serta uji mikroskopis. Selanjutnya analisis kualitatif menggunakan KLT dengan fase gerak kloroform: metanol (8:2). Pada uji kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan reagen folin-ciocalteau dan pembanding asam galat.Hasil: Uji KLT menunjukkan hasil positif fenol ditandai setelah disemprot dengan FeCl3 1% terdapat noda berwarna hitam. Hasil penetapan kadar fenol total bulan pertama, kedua dan ketiga berturut-turut yaitu 59,196 ± 0,057; 76,596 ± 0,057, dan 60,63 ± 0,2 mg/g GAE.Kesimpulan: Kandungan total fenol tertinggi pada ekstrak umbi bawang dayak terdapat pada bulan kedua.Kata kunci: Fenol, KLT, spektrofotometer UV-Vis
Penentuan Parameter Nonspesifik Ekstrak Etanol Kulit Batang Tandui (Mangifera rufocostata Kosterm.) Indah Widya Lestari; Revita Saputri; Rahmi Muthia; Eka Fitri Susiani
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 7 No 1 (2023): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/bjp.v7i1.449

Abstract

The cortex of tandui has the potential to be a folk remedy. As an ingredient in traditional medicine, it is necessary to characterize the cortex of tandui as a first step in knowing the quality of the quality of the extract in accordance with the established extract monograph, namely with nonspecific parameters. This study aims to determine the results of the characterization value of nonspecific parameters of ethanol extract of cortex tandui (Mangifera rufocostata Kosterm.). In this study, the extraction of the cortex tandui used the maceration method with a 70% ethanol solvent with a yield gain of 21.1%. The determination of nonspecific parameters includes type weight, moisture content, ash content, acid insoluble ash content, heavy metal contamination, yeast mold contamination and microbial contamination. Ethanol extract of the cortex tandui (Mangifera rufocostata Kosterm.) has successive nonspecific parameter characterization values, namely, type weight of 1.11 grams, moisture content of 42.73%, ash content of 2.28%, acid insoluble ash content of 0.035%, lead metal contamination (Pb) <0.001 mg/kg, cadmium metal contamination (Cd) < 0.001 mg/kg, yeast mold contamination 1,2 × colonies/g and microbial contamination < 1,0 × colonies/g. From the above results, it can be implied that the determination of nonspecific parameters of the ethanol extract of the cortex tandui (Mangifera rufocostata Kosterm.) meets the requirements set except for the parameters of moisture content that exceeds the requirements.
Pendampingan Peningkatan Kualitas Produk Simplisia dan Teh Celup Bawang Dayak Melalui Pengurusan PIRT di KWT Sri Rejeki Rahmi Muthia; Aristha Novyra Putri; Liana Fitriani Hasymi; Fitriyanti Fitriyanti; Rahmayanti Fitriah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i1.172

Abstract

KWT Sri Rejeki merupakan salah satu kelompok wanita yang membudidayakan sayuran dan tanaman yang ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat, salah satunya yaitu bawang dayak. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat sebelumnya tahun 2022 di KWT Sri Rejeki, produk hasil pendampingan tahun lalu telah dapat diperdagangkan secara offline maupun online namun nilai daya jualnya masih belum maksimal. Keterbatasan dan permasalahannya adalah belum dimilikinya izin edar baik untuk produk olahan simplisia maupun teh celupan bawang dayak sehingga pemasarannya sangat terbatas. Hal ini menunjukkan perlu pengembangan produk dengan pendampingan dalam pengajuan izin edar produk sehingga diharapkan juga dapat meningkatkan pemasaran produk. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk melalui pendampingan pengurusan PIRT produk simplisia dan teh celupan bawang Dayak. Metode yang dilakukan yaitu pengurusan perizinan ke UPT BPP Liang Anggang, pemberian alat penunjang pembuatan produk berupa oven pengering, pendampingan penyuluhan dari dinas Kesehatan banjarbaru terkait pengurusan izin edar PIRT, pendampingan desain kemasan sediaan, serta pengurusan izin PIRT. Pada kegiatan penyuluhan dihadiri sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan berupa peningkatan teknologi menggunakan oven pengering pada proses pengeringan produk sehinga meningkatkan kualitas produk, Selain itu anggota KWT Sri Rejeki  lebih memahami alur perizinan dengan baik setelah disampaikan oleh dua narasumber langsung dari dinas Kesehatan banjarbaru. Hasil lainnya berupa produk dengan desain kemasan yang kekinian dan inovatif ditunjang dengan izin PIRT untuk  produk simplisia bawang Dayak dan teh celupan bawang Dayak.
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Sari Gadung melalui Diversifikasi Produk Olahan Bayam Merah Rahmi Muthia; Helmina Wati; Yustin Ari Prihandini; Untung Santoso; Vina Salviana Darvina Soedarwo; Fatimah Nursandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12744

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu defisiensi gizi kronis yang banyak terjadi pada anak-anak. Salah satu cara mengatasi stunting adalah dengan pemenuhan gizi anak. Bayam merah merupakan sayuran yang dapat menjadi salah satu alternatif untuk pemenuhan gizi. Bayam merah perlu mengalami diversifikasi produk olahan agar mudah dikonsumsi. Melakukan pembuatan diversifikasi produk olahan dari bayam merah untuk mengatasi stunting. Terdapat beberapa tahapan yaitu perizinan, persiapan alat dan bahan, sosialisasi diversifikasi produk olahan, pembuatan produk dan pendampingan, perencanaan kemasan dan evaluasi.  Terdapat dua produk olahan yaitu cookies dan stik bayam merah. Hasil evaluasi diversifikasi produk menunjukkan kelompok ibu PKK sangat setuju untuk produk dapat diolah secara mandiri (70%), peralatan produksi mudah digunakan (75%), kemasan yang disarankan menarik (85%) dan penggunaan sosial media untuk pemasaran dapat dilakukan mandiri (50%). Produk yang dihasilkan ibu PKK Sari Gadung berupa cookies bayam merah dan stik bayam merah yang dapat diberikan untuk pencegahan stunting. Kata Kunci: Sari Gadung, Produk, Bayam Merah, Stunting ABSTRACT Stunting is one of the chronic nutritional deficiencies that often occurs in toddlers. One way to overcome stunting is to fulfill children's nutrition. Red spinach is a vegetable that can be an alternative for fulfilling nutrition. Red spinach needs to be diversified into processed products so that it is easy to consume. To diversify processed products from red spinach to overcome stunting. There are several stages, namely licensing, preparation of tools and materials, socialization of processed product diversification, product creation and assistance, packaging planning and evaluation. There are two processed products, namely cookies and red spinach sticks. The results of the evaluation of product diversification showed that the PKK women group strongly agrees that products could be processed independently (70%), production equipment was easy to use (75%), the recommended packaging was attractive (85%) and the use of social media for marketing could be done independently (50% ). The products produced by PKK Sari Gadung are red spinach cookies and red spinach sticks which can be given to prevent stunting. Keywords: Sari Gadung, Product, Red Spinach, Stunting
Phytochemical Screening and Antioxidant Activity of Ethanolic Extract of Cawat Hanoman Stem (Bauhinia aculeata L.) using DPPH Method Rahmi Muthia; Muhammad Hidayatullah; Rahmi Hidayati
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2020): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v3i1.1245

Abstract

The free radical is an unstable molecule because contains one or two unpaired electrons. The antioxidant substance is a simple way to decrease the illness caused by free radicals. Cawat hanoman (Bauhinia aculeata L.) was known to contain tannin components one of the benefits as an antioxidant. This research aims to determine the antioxidant activity of the B. aculeata stem tested by qualitatively used thin-layer chromatography (TLC) and quantitatively using the DPPH method. Bauhinia aculeata stem was extracted using a maceration extract method with 96% ethanol. Antioxidant activity test was done qualitatively by eluent of ethyl acetate : methanol : purified water (6 : 2 : 1) using TLC and quantitatively using the DPPH method. The result of antioxidant activity from 96% ethanol extract of B. aculeata stem qualitatively showed the presence of yellow spots on a purple background at TLC after syringed DPPH 0.5 mM and quantitative test that resulted in an IC50 of 21.862 μg/mL. These results indicate that 96% ethanol extract of B. aculeata has very strong antioxidant activity.
Pharmacognostic Study of Sangkareho Root (Callicarpa longifolia Lam.) from Pelaihari, South Kalimantan Fitriyanti Fitriyanti; Yusmalina Yusmalina; Rahmi Muthia
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2020): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v3i2.1267

Abstract

Sangkareho (Callicarpa longifolia Lam.) is used traditionally by one of Kalimantan's indigenous tribes, the Dayak Tunjung tribe as a medicine for colds and inflammation, where the plant parts used are the roots. Considering its very potential prospects, research aimed at providing a scientific basis for plant pharmacognostic data needs to be carried out with qualitative methods. The qualitative examination is done by several methods including test identification of organoleptic, macroscopic, microscopic, and chemical compounds. Organoleptic test results showed that the roots have a light brown color, bitter and slightly spicy, and a rather pungent odor. Microscopic test results showed sangkareho root has a length of ± 90 cm; width of ± 1 cm; and for the form of a spear with a ride root system. Microscopic observations are found in the form of epidermal cells, exodermis, cortex, endodermis, bearing files, calcium oxalate crystals, and stone cells. The identification of chemical compounds showed positive results against alkaloids, flavonoids, saponins, and triterpenoids. The thin-layer chromatography profile shows four separate stains with eluent ethyl acetate : methanol : water in a ratio of 8 : 2 : 1, respectively.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 96% Daun Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dengan Metode CUPRAC Nabila Saputri; Rahmi Muthia; Muhammad Hidayatullah
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 7 No 2 (2023): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/bjp.v7i2.486

Abstract

Free radicals are compounds that can damage cellular structures in the body, including DNA, lipids and proteins. Antioxidants are compounds that can inhibit the oxidation process. Karamunting leaves (Melastoma malabathricum L.) a plant that can be used as a natural antioxidant source. The purpose of this study was to determine the content of secondary metabolites contained in 96% ethanol extract of caramunting leaves and to determine the EC50 value obtained from the antioxidant activity test of caramunting leaf extract tested quantitatively using the CUPRAC (Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity) method. Karamunting leaves (Melastoma malabathricum L.) were extracted using maceration method with 96% ethanol solvent. Testing the antioxidant activity of caramunting leaves using the CUPRAC (Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity) method with a UV-Vis spectrophotometer with quercetin as a comparison. The quercetin test for comparison is with a concentration of 1; 2; 3; 4; 5; ppm and extract samples with a concentration of 25; 50; 75; 100; 125; ppm. In the phytochemical screening test, positive results were obtained for containing antioxidants in the test for alkaloids, phenols, flavonoids, saponins, steroids, tannins. The results of the study showed that the EC50 with quercetin was 3.8059 ppm and the EC50 value of 96% ethanol extract of caramunting leaves (Melastoma malabathricum L.) was 61.6185 ppm. In conclusion, 96% ethanol extract of karamunting leaves is classified as a strong antioxidant activity.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) TERHADAP Staphylococcus aureus Fitriyanti; Syifa; Ahmad; Revita Saputri; Rahmi Muthia
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1462

Abstract

Ekstrak metanol dari daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) telah teruji dengan dosis kecil memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, namun belum pernah dilakukan pengujian pada dosis yang lebih tinggi dan membandingkan pada metode ekstraksi yang berbeda seperti maserasi dan soxhletasi. Pada penelitian bermaksud untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak metanol dari daun ramania dengan metode yang berbeda dan untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak terhadap penghambatan bakteri S.aureus dengan penyarian secara maserasi dan soxhletasi. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Penapisan fitokimia terhadap ektrak metanol daun remania menunjukkan keberadaan senyawa yaitu mengandung senyawa saponin, flavonoid, fenol, tanin, steroid. Hasil ují antibakteri terhadap ekstrak daun ramania yang diperoleh dengan metode maserasi lebih baik dibandingkan dengan ekstrak yang diperoleh dengan metode Soxlet, yaitu pada konsentrasi 50, 40, 30, 20 dan 10%, memberikan zona hambat berturut-turut sebesar 19,28;13,28; 12,93; 12,25; dan 10,98 mm, dengan kategori kuat. Sedangkan hasil pada pengujian dengan esktraksi menggunakan alat soxhlet pada konsentrasi 50, 40, 30, 20 dan 10%, memberikan zona hambat berturut-turut sebesar 10,7; 10,3; 8,9; 8,6; dan  8,3 mm dengan kategori sedang sampai kuat.
STUDI ETNOMEDISIN DAN SKRINING FITOKIMIA TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI WILAYAH KECAMATAN MARTAPURA BARAT Rahimah; Rahmi Muthia; Abdurrahman Sidiq
Jurnal Insan Farmasi Indonesia 2023: JIFI: Webinar & call for paper
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v6i3.1687

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat terus berkembang hingga saat ini, khususnya tumbuhan yang ada di Wilayah Kecamatan Martapura Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies tumbuhan obat, mengetahui hasil skrining fitokimia tumbuhan obat dan untuk mengetahui hubungan kesesuaian efek farmakologi dengan studi empiris tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di wilayah tersebut. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap 12 responden, terdapat 10 spesies tanaman obat dengan nama lokal dan nama spesies yaitu pakis (Nephrolepis cardifolia (L) C.Presl), bamban (Donax caneformis), dangkak-dangkak (Hydrolea spinosa), jariangau (Acorus calamus Linn.), karamunting laki (Melastoma malabathricum L.), kumpai serampangan (Eleusine indica), lambai-lambai (Cayratia trifolia L.), lelangsatan (Elephantopus tomentosus L.), linjuang (Cordyline fruticosa (L) A. Chev) dan papisangan (Ludwigia octovalvis (Jacq.) P.H. Raven). Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun dan akar. Setelah dibandingkan efek farmakologi dengan studi empiris dapat disimpulkan empat tumbuhan berkesuaian dan enam tumbuhan belum ditemukan publikasi ilmiah untuk penelitian terkait. Frekuensi sitasi tertinggi dalam penelitian ini adalah 91,67% pada tanaman bamban, kumpai serampangan, lambai-lambai dan lelangsatan, sedangkan nilai rasio kesepakatan informan tertinggi pada kategori non degeneratif sebesar 0,88.
Co-Authors Abdurrahman Sidiq Afra, Fairuz Yaumil Ahmad Ahmad ahmad - Maulana Akbar, Depy Oktapian Alfina, Sophia Amalia - - Amalia, Elfa Annisa Aminuyati Ananda, Lutfhia Rizky Aristha Novyra Putri Arnida Arnida Arnida Arnida Arsyad, Zyrzasya Sofia Nara Astuti, Karunita Ika Azhari, Fajar Bin Jamaludin, Wahyudin Chatarina Umbul Wahyuni Dally Rahman Dewi, Citra Kharisma Dyera Forestryana Dyera Forestryana Eka Fitri Susiani Emil Huriani Fatimah Nursandi Fatimah Nursandi Fatmawati Fatmawati Fauzana, Erwin Fitri Mailani Fitri, Tiya Rama Fitriyanti Fitriyanti, Fitriyanti Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Guntur Kurniawan Gusti - Rizaldi Hafiz Ramadhan Hafiz Ramadhan Helmina Wati Hidayatullah, M. Hidayatullah Hidayatullah, Muhammad Indah Widya Lestari Istiqamah, Qanita Jamaludin, Wahyudin Bin Kartini Kartini Kartini Khatijah Lim Abdullah Kurniawan, Guntur Liana Fitriani Hasymi Lihimi Lihimi Lulu Damayanti Maulidya Rasyida Putri Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera Muhammad Hidayatullah Muhammad Hidayatullah Muhammad Hidyatullah Muthmainnah Muthmainnah Nabila Saputri Nafila, Nafila Natasha Melani Ardian Nelwati, Nelwati Normilawati, Santi Nurbidayah Nurikhsani, Nadiya Nurul Asfia Oktarina, Elvi Prihandini, Yustin Ari Puspawati, Puspawati Putri Indah Sayakti Putri, Aristha Novyra Putri, Putri Indah Sayakti Rahimah Rahmayanti Fitriah Rahmi Hidayati Rahmi Hidayati Ramadhan, Hafiz Revi Kunmariana Rina Helmina Sandi, Dita Ayulia Dwi Saputri, Revita Sari Wahyunita Saufi, Muhammad Selva - Amadia Septiyani Candrakirana Setiawan, Finna Sherly Mar&#039;atu Soleha Sulastri Azistina Verawati Susmiati Susmiati Syawaliyah, Syawaliyah Syifa Syifa Untung Santoso Untung Santoso Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati Vina Salviana Darvina Soedarwo Vina Salviana Darvina Soedarwo Vina Salviana Darvina Soedarwo Wahyudin Bin Jamaludin Wahyuni, Rizka Ayu Yaumi Musfirah Yuliana Yuliana Yuni Fahriana Yusmalina Yusmalina Yustin Ari Prihandini Yustin Ari Prihandini Zanirah, Gina Rizki