Articles
Online Learning Using Google Classroom for Biology Education Students During Covid-19 Outbreak
Jayanti Syahfitri;
Meti Herlina
International Journal of Biology Education Towards Sustainable Development Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.123 KB)
|
DOI: 10.53889/ijbetsd.v2i1.118
Several online learning media have been implemented at one of universities in Bengkulu City, Indonesia, one of which was Google Classroom. This study aims to determine how the motivation and learning outcomes of Biology Education students after being taught using Google Classroom media. This research used a pre-experimental design one group pre-test-posttest. The sample involved was one class with a total of 26 biology education students. Student motivation was measured using a questionnaire instrument, while for learning outcomes using a test instrument. The data obtained were first analyzed for normality test through the Kolmogorov-Smirnov test. Based on the results of the normality test, it can be seen that the student motivation data shows that the data is normally distributed (with sig 0.194 ˃ 0.05), so it is followed by hypothesis testing through the Paired t-Test. The t-test results show that there is a significant difference in student motivation before and after being taught through Google Classroom with sig 0.000 0.05. On the other hand, the learning outcomes data, the normality test shows that the data is not normally distributed (with a sig value nilai 0.05), so the hypothesis is tested through non-parametric tests, namely the Wilcoxon test. The Wilcoxon test also shows that there is a significant difference in student learning outcomes before and after being taught through Google Classroom with sig 0.000 0.05. Suggestions for further researchers can analyze how the differences and effectiveness of several other e-learning media in learning biology in universities are. In addition, curriculum developers need to pay attention to how to analyze or evaluate online learning.
PEMANFAATAN SERABUT KELAPA (COCOFIBER) MENJADI KOKEDAMA SEBAGAI PELUANG BISNIS DI MASA PANDEMI COVID 19
Apriza Fitriani;
Rukiah Lubis;
Nopriyeni Nopriyeni;
Jayanti Syahfitri;
Meti Herlina
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1582
The purpose of this training is to improve people's creativity skills in utilizing coconut fiber into kokedama, so that it can be used as a business opportunity during the covid 19 pandemic. The implementation of this activity is in one of the houses of the Neighborhood Association (RT) 12 Jalan Gedang District, Bengkulu City. The method of this activity is by providing counseling, training, and mentoring about making kokedama. The result of this activity is the community in RT. 12 Kelurahan Jalan Gedang received new knowledge about how to make kokedama by using coconut fiber as a substitute for potting media. The results obtained from this community service process were very positive and enthusiastic community responses in the process of socialization, practice, and mentoring. The recommendation is that the activity of utilizing coconut fiber into kokedama will be further developed in the community in a larger scope as a business opportunity and increase the community's economic income.
Sosialisasi dan Praktek Teknik Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)
Mety Herlina;
Jayanti Syahfitri;
Rukiah Lubis;
Afriza Fitriani;
Nopriyeni Nopriyeni
Surya Abdimas Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v6i2.1410
Pengelolaan sampah rumah tangga perlu diperhatikan agar sampah tidak mencemari lingkungan dan bernilai guna untuk masyarakat. Secara umum, masyarakat belum memanfaatkan limbah rumah tangga dengan bijak hal ini dikarenakan kurangnya ilmu pengetahuan tentang pengelolaan sampah rumah tangga. Pembuangan limbah yang kurang bijak mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah. Kurangnya ilmu pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga menjadi alasan dasar pengabdian ini dilakukan. Sehingga diperlukan sosialiasi dan teknik pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik dimasyarakat. Masyarakat pada umumnya lebih sering menggunakan pupuk anorganik dengan alasan lebih instan digunakan. Namun, masyarakat belum mengetahui dampak penggunaan pupuk anorganik. Pengabdian ini menghasilkan pupuk cair organik dengan bahan utama limbah rumah tangga dengan memanfaatkan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Tong komposter merupakan salah satu metode sederhana pembuatan pupuk organik cair yang terdiri dari 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan mentoring dilaksanakan selama 2x dalam sebulan. Hasil mentoring pertama bahwa ibu-ibu PKH RT 36 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu belum berhasil membuat pupuk organik karena sampah di tong komposter banyak belatung. Setelah itu dilakukan mentoring kedua sekaligus pemanenan pupuk organik cair. Mentoring kedua ibu-ibu PKH sudah tidak ada kendala dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair menggunakan tong komposter. Pupuk organik cair yang dihasilkan sudah dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKH untuk pupuk tanaman. Sehingga bisa mengganti penggunaan pupuk anorganik. Diharapkan setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini dapat menambah pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk organik dan dapat dijadikan peluang usaha untuk menambah pemasukan keluarga.
Pelatihan Pembuatan Keripik Daun Kopi Di Desa Cugung Lalang Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang
Mety Herlina;
Jayanti Syahfitri;
Rukiah Lubis;
Endang Sulaiman;
Nopriyeni Nopriyeni
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 4, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : STMIK Royal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33330/jurdimas.v4i2.954
Abstract: So far the coffee commodity is still known as the main ingredient in the manufacture of beverages, namely coffee. Apart from coffee beans, many people in Cugung Lalang Village still do not know the information coffee waste can be used in their daily lives. Some examples of the use of coffee waste can be used as compost, besides that coffee leaves can be made into a type of food, namely coffee leaf chips. In general, coffee farmers will routinely maintain post-harvest coffee gardens, namely by trimming coffee leaves. The coffee leaf waste resulting from pruning will only be piled up and left on the plantation. Therefore, this training can be an innovation that can increase the knowledge, skills and independence of community members in entrepreneurship. This of course will support the opening of opportunities to improve the economic level of the community. The results of the training showed that the community was able to make coffee leaf chips. The need for further training on how to package processed coffee leaf chips, so that they are ready to be marketed Keywords: coffee leaf chips; training Abstrak: Sejauh ini komoditas kopi masih dikenal sebagai bahan utama dalam pembuatan minuman yaitu kopi. Selain biji kopi masyarakat di Desa Cugung Lalang masih banyak yang belum tahu mengenai informasi bahwa limbah kopipun dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh pemanfaatan limbah kopi yaitu dapat digunakan sebagai pupuk kompos, selain itu daun kopi dapat dibuat jenis makanan yaitu keripik daun kopi. Pada umumnya para petani kopi akan rutin melakukan perawatan kebun pascapanen kopi yaitu dengan melakukan pemangkasan daun kopi. Limbah daun kopi hasil dari pemangkasan ini hanya akan ditumpuk dan dibiarkan di perkebunan. Oleh karena itu, adanya pelatihan ini dapat menjadi suatu inovasi yang dapat meningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian warga masyarakat dalam berwirausaha. Hal ini tentunya akan mendukung terbukanya peluang untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Adapun metode yang digunakan yaitu melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Hasil dari pelatihan menunjukan bahwa masyarakat mampu membuat olahan keripik daun kopi. Perlunya pelatihan lanjutan mengenai bagiamana pengemasan olahan keripik daun kopi, sehingga siap untuk dipasarkan.Kata kunci: keripik daun kopi; pelatihan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Nilai Ekonomis Terong di Desa Suro Baru Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Bengkulu
Rukiah Lubis;
Nopriyeni Nopriyeni;
Meti Herlina;
Endang Sulaiman;
Jayanti Syahfitri
Surya Abdimas Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v4i2.712
Desa suro baru kabupaten kepahiang provinsi Bengkulu memiliki potensi pengembangan produk olahan dari terong-terongan. Namun pada kenyataannya minimnya pengetahuan cara membuat produk olahan dari terong, pada saat panen tiba hasilnya melimpah dan menyebabkan harga jual rendah serta tidak sedikit terong hasil panen banyak dibiarkan busuk begitu saja. Oleh karena itu tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengajak dan memotivasi khususnya ibu-ibu dalam penyuluhan dan pelatihan inovasi pengelolahan hasil perkebunan berupa terong-terongan menjadi produk olahan makanan yang mampu menambah dan mendongrak nilai ekonomi terong dan meningkatkan penghasilan khususnya ibu-ibu di desa suro baru. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah, praktik, dan diskusi. Hasil pelatihan dan pendampingan ini mampu meningkatnya keterampilan dan pengetahuan ibu-ibu di desa suro baru terkait pembuatan olahan produksi dari terong, termasuk juga mengenai teknik pengemasan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Nata de Coco Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kota Bengkulu
Jayanti Syahfitri;
Mety Herlina;
Rukiah Lubis;
Apriza Fitriani;
Nopriyeni Nopriyeni;
Nasral Nasral
Surya Abdimas Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i3.1276
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi dampak penurunan ekonomi dan adanya kebijakan yang mengharuskan merumahkan sebagian besar pekerja selama masa pandemi yaitu membuat usaha sampingan sebagai solusi yang dapat dilakukan untuk menopang perekonomian. Hal ini juga dirasakan oleh masyarakat Kota Bengkulu, yang mana untuk memulai usaha tersebut diperlukan suatu keterampilan, kreatifitas dan inovasi dalam membuat produk yang bernilai jual tinggi, bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama masa pandemi, misalnya dalam pembuatan Nata de Coco. Namun, fakta menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masyarat kota Bengkulu dalam membuat Nata de Coco masih sangat kurang. Oleh sebab itu, tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat produk Nata de Coco. Adapun kegiatan ini dilakukan melalui metode ceramah (penyuluhan), pelatihan (praktik) dan diskusi tanya jawab. Sebagai hasil pengabdian dan masyarakat ini, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat kota Bengkulu terkait bahan yang diperlukan, prosedur pembuatan dan hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam membuat Nata de Coco. Selain itu masyarakat menjadi lebih kreatif dalam mengemas produk yang akan siap dipasarkan.
Pemanfaatan Lahan Pekarangan Melalui Teknik Budikdamber Sebagai Solusi Ketahanan Pangan Masyarakat Kota Saat Pandemi Covid-19
Rukiah Lubis;
Nopriyeni Nopriyeni;
Meti Herlina;
Jayanti Syahfitri;
Apriza Fitriani
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1431
Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh pelosok tanah air, yang dari hari ke hari semakin bertambah menyebabkan pemerintah memberlakukan aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan menerapkan WFH (Work From Home). Sistem WFH membuat masyarakat memiliki waktu luang di rumah yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain, salah satunya dalam bentuk Urban Farming dengan teknik Budikdamber. Bertujuan untuk dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas, serta untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Rukun Tetangga (RT) 12 merupakan salah satu RT yang ada di RW.05 Kelurahan Jalan Gedang Kecamatan Jalan Gedang Kota Bengkulu dan merupakan salah satu RT yang sangat pesat perkembangannya. Metode kegiatan ini dengan cara pemberian penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan tentang teknik Budikdamber. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini masyarakat yang ada di RT. 12 Kelurahan jalan Gedang mendapat ilmu baru tentang bagaimana cara bercocok tanam dan beternak ikan di satu tempat dengan lahan yang terbatas, serta tercukupinya kebutuhan pangan nabati dan hewani masyarakat. Hasil yang didapatkan dari proses pengabdian masyarakat ini masyarakat sangat antusias dalam proses penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Masyrakat mendapatkan hasil panen sayuran kangkung dengan 3 kali panen, sementara untuk ikan lele 2 kali panen. Rekomendasinya diharapkan kegiatan budikdamber ini semakin dikembangkan dimasyarakat dalam cakupan yang lebih besar sebagai bentuk usaha dan penambah pengasilan perekonomian masyarakat.
Perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif dengan model pembelajaran problem based learning berbantuan media audio visual
Meti Herlina;
Jayanti Syahfitri;
Ilista Ilista
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol 5 No 01 (2020): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Pendidikan Ilmu Eksakta dan Keolahragaan, IKIP Budi Utomo Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.481 KB)
|
DOI: 10.33503/ebio.v5i01.666
Utilization of problem based learning models assisted by learning media to improve critical thinking skills and cognitive learning outcomes of students have not run optimally. This study aims to determine the differences in critical thinking skills and cognitive learning outcomes of students with problem based learning (pbl) learning models assisted by audio-visual media in SMA Negeri 06 Bengkulu City. The research method used was quasi-experimental with a randomized pretest-posttest control group design. The study population was a class XI student of SMAN 06 Bengkulu City with two groups namely experimental and control samples with each 36 people. The instrument used, namely essay question test totaling 5 questions that measure critical thinking and multiple-choice questions totaling 10 questions to measure cognitive learning outcomes. The research data analysis technique used a t-test. The results showed that there were differences in critical thinking skills and student cognitive learning outcomes. This is evident from the t-count value of critical thinking skills of 6.414 (> t-table) and cognitive learning outcomes of 5.826 (> t-table). This research concludes that there are differences in critical thinking skills and cognitive learning outcomes of students with PBL models assisted by audio-visual media.
PENGOLAHAN SAYURAN MENJADI NUGET, MINUMAN JAMU KUNYIT ASAM, MEMBUAT LABEL DALAM PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT BENGKULU TENGAH
Kiki Fitri Yani;
Septiana Ningsih;
Tri Sekar Rina;
Jayanti Syahfitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 2 No. 1 (2022): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (720.806 KB)
|
DOI: 10.36085/jimakukerta.v2i1.2470
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Bengkulu Tengah terdapat permasalahan yang muncul yaitu: (1) Kurang nya ilmu pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan sayuran sebagai bahan nuget, (2) Kurangnya ilmu pengetahuan masyarakat terhadap manfaat lain dari kunyit sebagai minuman jamu, (3) Kurangnya Ilmu Pengetahuan masyarakat terhadap label sebagai alat mempromosikan usaha. Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas kami telah menentukan program kerja sesuai kebutuhan masyarakat di Bengkulu Tengah. Adapun kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut : (1) Menyelenggarakan pelatihan pembuatan nuget sayuran, (2) Menyelenggarakan sosialisasi pembuatan minuman jamu kunyit asam, (3) Penguatan ekonomi masyarakat dengan membuat label dan mempromosikan usaha mandiri. Hasil yang di dapat yaitu: (1) Masyarakat menjadi lebih paham mengenai pembuatan nuget yang bergizi dengan bahan sayuran, (2) Masyarakat jadi mengerti tanaman kunyit dapat dimanfaatkan sebagai minuman jamu yang sehat, (3) Masyarakat menjadi paham mengenai cara pembuatan label untuk mempromosikan usaha. Kata Kunci : Sayuran Nuget, Minuman Jamu, Ekonomi Masyarakat
UPAYA MELAWAN BERITA HOAX, GERAKAN MEMBAGI MASKER DAN PENYULUHAN CUCI TANGAN YANG BENAR SELAMA MASA PANDEMI COVID-19
Febri Pria Utama;
Jayanti Syahfitri;
Nadila Oktavia;
Dika Febriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 1 No. 1 (2021): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (831.025 KB)
|
DOI: 10.36085/jimakukerta.v1i1.2475
Kecanggihan teknologi yang semakin meningkat memudahkan seseorang untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi atau berita secara cepat. Jika masyarakat tidak cerdik dalam menyaring informasi yang didapatkan maka akan sangat mudah untuk percaya dan menyebarkan berita yang tidak benar atau biasa disebut hoax. Selain itu masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan sehingga pemerintah menghimbau pada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker di saat keluar rumah atau saat berpegian dan selalu rajin mencuci tangan seperti setelah memegang suatu benda yang kotor atau sebelum makan. Hal ini sangatlah penting dalam menjaga kesehatan agar terhindar dari covid-19. Adapun permasalahan yang terjadi yaitu: (1) minimnya pengetahuan masyarakat dalam menangani berita hoax. (2) kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes seperti tidak menggunakan masker saat sakit dan keluar rumah. (3) kurangnya kesadaran anak-anak akan kebersihan seperti tidak mencuci tangan yang benar. Adapun metode pemecahan permasalahannya yaitu dengan cara memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil yang didapat dari kegiatan ini: (1) masyarakat sudah lebih cerdas dalam menelaah informasi yang diperolehnya secara objektif. (2) masyarakat selalu menggunakan masker saat keluar rumah dan mematuhi prokes guna menekan penekanan penyebaran Covid-19. (3) anak-anak mengerti akan  pentingnya hidup bersih dan cara mencuci tangan yang benar.Kata Kunci: Berita Hoax, Masker, Cuci Tangan