Claim Missing Document
Check
Articles

The efficiency of the Heterogeneous Photo-Fenton Process for Methyl Orange Degradation: A Review Fatmawati, Rani; Dewata, Indang; Nasra, Edi; Away, Romy Dwipa Yamesa
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i2.8606

Abstract

Methyl orange dye is an organic pollutant often found in textile industry waste and harms the environment due to its nature, which makes it difficult to decompose naturally. One method that has attracted attention in its processing is the Photo-Fenton process, which utilizes hydroxyl radicals (•OH) as powerful degradation agents. This article summarizes recent developments in applying heterogeneous Photo-Fenton to Methyl Orange degradation, focusing on degradation efficiency, factors influencing reactions, and degradation pathways. This study discusses the influence of reaction parameters such as initial pH, H₂O₂ concentration, catalyst concentration and light intensity on the degradation rate. In addition, various types of heterogeneous catalysts, including metal oxide-based and ferrous composites, were analyzed based on their effectiveness and stability in the Photo-Fenton system. The Methyl Orange degradation pathway is proposed based on an intermediate product identified in previous studies, suggesting that the reaction proceeds through a gradual oxidation mechanism until simpler and more environmentally friendly compounds are formed. The results of this study show that the heterogeneous Photo-Fenton system provides advantages over homogeneous systems, especially in increasing degradation efficiency and prolonging the catalyst reactivity cycle. The use of heterogeneous catalysts allows for the formation of larger numbers of active species, thus accelerating the breaking of the Methyl Orange structure. In addition, further research is needed to improve the stability of the catalyst, optimize reaction conditions, and evaluate its potential application on an industrial scale. This study will be a reference for developing a more efficient and sustainable Photo-Fenton-based waste treatment method.
DESORPSI ION Cu2+ PADA ADSORBEN SILIKA GEL-GPTMS (glycidoxypropyltrimethoxysilane) TERMODIFIKASI SULFONAT Berlian, Syakhinah; Oktavia, Budhi; Nasra, Edi; Mulia, Melindra
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i2.9581

Abstract

Desorpsi adalah tahap di mana molekul, ion atau partikel yang sebelumnya diserap oleh adsorben dilepaskan lagi. Proses ini digunakan untuk meregenerasi adsorben sehingga dapat digunakan kembali. Pada penelitian ini dilakukan desorpsi terhadap kation tembaga yang telah teradsorpsi pada adsorben silika gel-GPTMS yang telah dimodifikasi dengan sulfonat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eluen mana yang paling efektif dalam desorbing antara 0,025 M NaCl dan 0,025 M CaCl2. Setelah eluen dengan efisiensi desorpsi yang lebih tinggi telah diidentifikasi, variasi konsentrasi dan laju aliran optimal dilakukan dalam desorpsi kation tembaga. Keberhasilan modifikasi adsorben dan proses desorpsi dan adsorpsi dievaluasi menggunakan FTIR, XRF, titrasi potensiometri, dan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 0,025 M CaCl2 memiliki persentase desorpsi yang lebih tinggi yaitu 95,17% dibandingkan dengan 0,025 M NaCl yang hanya mencapai 59,29%. Pada berbagai konsentrasi CaCl2, dengan kondisi konsentrasi optimal ditemukan pada 0,05 M dengan persentase desorpsi mencapai 100%, dan jumlah Cu2+ yang terdesorpsi adalah 0,1425 mg pada silika gel-GPTMS sulfonat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ion kalsium berhasil mendesorpsi kation tembaga yang telah teradsorpsi pada silika gel-GPTMS yang dimodifikasi dengan sulfonat.
PENGARUH VARIASI PELARUT PENCUCIAN ABU TERBANG DAN KONSENTRASI HCL DALAM PROSES GELASI TERHADAP SINTESIS SILIKA XEROGEL Putri, Anisa Dwi; Nasra, Edi; Kurniawati, Desy; Haqqu, Annisa; Nandi, Mila Lusy Tri
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i1.11124

Abstract

Batubara dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) melalui pembakaran yang menghasilkan limbah fly ash. Fly ash mengandung berbagai bahan kimia seperti SiO2 ; Al2O3 ; Fe2O3 . Kandungan kimia yang potensial tersebut menjadikan fly ash dapat dimanfaatkan sebagai adsorben logam berat dan zat warna dengan membentuk silika xerogel. Untuk meningkatkan kadar silika oksida pada fly ash dilakukan proses pencucian dengan berbagai pelarut. Hasil yang diperoleh setelah pencucian dengan HNO3 sebesar 55,424%, sedangkan kadar SiO2 pada fly ash setelah pencucian dengan NaOH hanya sebesar 45,551%. Namun kedua hasil tersebut masih berada di bawah kadar SiO2 pada fly ash setelah pencucian dengan HCl pada penelitian sebelumnya yaitu sebesar 56,777%. Netralisasi natrium silikat dengan HCl 3M menghasilkan %yield sebesar 24%; HCl 5M menghasilkan %yield sebesar 68,4%; dan konsentrasi HCl 7M menghasilkan %yield sebesar 80,8%. dengan kadar SiO2 tertinggi pada saat menggunakan HCl 3M mencapai 40,41%.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PENYERAPAN ION LOGAM CU (II) MENGGUNAKAN BIOSORBEN KULIT MATOA (POMETIA PINNATA) Patricia, Popi; Kurniawati, Desy; Nasra, Edi; Mulia, Melindra
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i2.9637

Abstract

Pencemaran air oleh logam berat merupakan masalah lingkungan utama yang harus segera diatasi. Salah satu logam berat yang berbahaya adalah logam tembaga (Cu). Pencemaran logam berat pada ekosistem perairan menimbulkan risiko kesehatan yang besar bagi manusia dan membahayakan ekosistem. Hal ini dapat diatasi dengan biosorpsi menggunakan biosorben berupa bahan biologis dari limbah perkebunan. Kulit matoa dapat dimanfaatkan sebagai biosorben karena mengandung gugus fungsi seperti karboksil dan hidroksil yang dapat berikatan dengan ion logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran partikel dan kecepatan pengadukan yang optimum dengan biosorben kulit matoa yang diimobilisasi natrium silika yang diharapkan dapat meningkatkan reaktivitas gugus fungsi dan ketahanan ikatan. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kondisi ukuran partikel optimum adalah 250 µm dengan kecepatan pengadukan 150 rpm dengan kapasitas penyerapan ion logam Cu2+ optimum oleh kulit matoa amobilisasi sebesar 13,13 mg/g.
Adsorpsi Ion Logam Cr (VI) dari Adsorben Karbon Aktif Tongkol Jagung (Zea Mays) Khalisa Khalisa; Fahilatul Syukro; Nuzulia Yona; Putri Nugraha; Edi Nasra; Desy Kurniawati
Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi Vol. 1 No. 4 (2025): Juli: Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupenkifb.v2i4.323

Abstract

The use of Cr (Chromium) in industry and daily life produces toxic waste harmful to humans and the environment. This study aims to evaluate the effectiveness of activated carbon from corn cobs as an adsorbent for Cr(VI) heavy metal. Corn cobs, which contain 40–44% cellulose, were carbonized at 500°C using 6% sodium carbonate and characterized with an IR spectrophotometer. Adsorption tests were conducted by varying pH and contact time to determine optimal conditions. FTIR results revealed functional groups such as C≡C stretch, C=C=C stretch, and C–O bend. After activation, O–H groups appeared, indicating the presence of aromatic compounds, which are typical in activated carbon. The optimum pH for Cr(VI) adsorption was pH 4, with an adsorption rate of 65.35%. The optimum contact time was 60 minutes, resulting in 3.2% Cr(VI) adsorbed and a maximum adsorption capacity of 0.089 mg/g. In conclusion, corn cobs are a promising, eco-friendly, and effective natural material for adsorbing Cr(VI) heavy metal ions.
Kinetika Adsorpsi Zat Warna Metilen Blue Menggunakan Silika Xerogel dari Abu Terbang (Fly Ash) Annisa Haqqu; Edi Nasra; Desy Kurniawati
Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi Vol. 1 No. 4 (2025): Juli: Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupenkifb.v2i4.324

Abstract

Coal is an organic mineral from ancient plant remains that settles and goes through physical or chemical processes over a period of up to millions of years. Coal is used as a source of steam-powered electrical energy through combustion which produces fly ash waste. fly ash contains various chemical materials such as SiO2; Al2O3; Fe2O3. The potential chemical content makes fly ash which can be used as an adsorbent for heavy metals and dyes by forming silica xerogel. To increase the silica oxide content in fly ash, a washing process is carried out with various solvents. Research on the adsorption of methylene blue dye using silica xerogel from fly ash with variations in contact time. The results showed that silica xerogel from fly ash was able to adsorb methylene blue dye at a contact time of 90 minutes. Adsorption kinetics follows a pseudo second order model with an R2 value that is better than pseudo first order. It can be seen that the R2 value respectively shows a linear regression of 0.703 for pseudo first order and 1 for pseudo second order.
Pengolahan Limbah Kulit Durian (Durio Zibethinus Murray) Sebagai Adsorben pada Penyerapan Ion Logam Berat Pb2+ Husein, Saddam; Nasra, Edi
Periodic Vol 14, No 2 (2025): PERIODIC
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/periodic.v14i2.132906

Abstract

The contamination of water bodies by lead ions (Pb2+) from industrial waste represents a severe environmental challenge due to the metal’s toxicity, bioaccumulation, and no-biodegradable nature. This study investigates the synthesis and application of activated carbon and silica xerogel derived from durian husk waste (Durio zibethinus Murray) for Pb2+ adsorption. The synthesis involved extracting karbon and silika xerogel through thermal and chemical treatments. Characterization by X-Ray Fluorescence (XRF) results showed the silica content in durian husk is 31,1% and characterize with Fourier Transform Infra Red (FTIR) to determine functional group of the adsorbents. Adsorption process indicated that pH strongly influenced Pb2+ removal with optimal performance at pH 3 for activated carbon with adsorption capacity of 14,95 mg/g and at pH 5 for silica.
Penyerapan Malachite Green Menggunakan Selulosa Hasil Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa Balbisiana Colla) Anggraini, Dini; Nasra, Edi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14173

Abstract

Malachite green merupakan zat warna yang memiliki sifat karsinogenik dan dapat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh makhluk hidup. Kadar Malachite green yang diizinkan diperairan sekitar 0,01 ppm. Metode biosorpsi digunakan untuk menimalisir Malachite green menggunakan biosorben dari selulosa hasil ekstrak kulit pisang kepok. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi optimum dan kapasitas penyerapan Malachite green. Hasil penelitian ini optimum pada pH 4, konsentrasi 140 ppm dan waktu kontak 30 menit dengan kapasitas serapan sebesar 27,8443 mg/g.
Pengaruh Waktu Kontak dan Kecepatan Pengadukan terhadap Penyerapan Zat Warna Methylene Blue Pada Biji Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour) dengan Metode Batch Ikhsany, Diva; Kurniawati, Desy; Nasra, Edi; Khair, Miftahul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14589

Abstract

Industri tekstil di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, setiap produksinya akan menghasilkan limbah berupa limbah pewarna. Methilene Blue adalah limbah pewarna yang paling banyak diproduksi. Limbah Methylene Blue ini nantinya akan masuk ke lingkungan perairan yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Kadar yang diizinkan dalam perairan berkisar antara 5-10 mg / L. Tujuan dari penelitian ini untuk mengurangi kandungan zat warna Mehylene Blue di perairan dengan proses adsorpsi menggunakan adsorben biji lengkeng yang diaktifkan dengan HNO3 O,O1M dengan metode batch. Instrumen yang digunakan adalah FTIR dan UV-Vis. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kondisi optimum dengan melihat kapasitas serapan zat warna berupa variasi waktu kontak dan kecepatan pengadukan. Waktu kontak optimum diperoleh 150 menit dengan kecepatan pengadukan 200 rpm sehingga diperoleh daya serap 63,65 mg/g dengan persentase absorpsi 93,78%.
Pengaruh Waktu Kontak Terhadap Adsorpsi Ion Cd2+ Menggunakan Selulosa Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana Colla) Pratama, Rafy; Nasra, Edi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14715

Abstract

Ion logam berat apabila terbuang ke lingkungan dapat menyebabkan kerusakan hingga keracunan terhadap makhluk hidup. Salah satu ion logam berat yang dapat membahayakan ialah ion Cd2+. Ion logam berat ini bersifat bioakumulasi dan non-biodegradabilitas bahkan pada konsentrasi tingkat rendah sehingga keberadaannya dilingkungan harus dikelola dengan baik. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menangani limbah ion Cd2+ ialah dengan melakukan penyerapan menggunakan adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu kontak terbaik dalam proses penyerapan ion Cd2+. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan waktu kontak optimum pada proses penyerapan ion Cd2+ adalah pada waktu kontak 30 menit dengan kapasitas penyerapan sebesar 12,73 mg/g.
Co-Authors Adam, Wahyu Ade Elsa Betavia Adia Silvani, Mauline Afdila Nada Afriani, Reza Ahmad Raisan R.P Aini, Syamsi Ali Amran Ali Amran Alifea Arpy Alizar Alizar Alizar, Alizar Amrin . Amrin Amrin Amrin Amrin Ananda Putra Ananda Putra Andini, Namira Tri Anjelia, Mariza Annisa Haqqu Azhma Ulya Baehaqi Bahrizal Bahrizal Bahrizal Bahrizal Bahrizal Bahrizal Bahrizal Bahrizal Bastian, Vadianda Benti Etika, Sri Berlian, Syakhinah Berliana Salsabila Budhi Oktavia Burma, Resna Chairunnisa Chairunnisa Chindikia, Ilmy Cynthia Dela Gustika Della Rosalynna Stiadi Desi Kurniawati Deski Beri Deski Pahdinol DESY KURNIAWATI Desy Kurniawati Desy Kurniawati Desy Kurniawati Desy Kurniawati Desy Kurniawati Desy Kurniawaty Deva Indriyani Devi Lestari Dewi Kristina Dewi Meliati Agustini Dini Anggraini, Dini Dony Yulvi Dwi Hartati Dwi Rahma Doni, Deani Edwina Zainal Eka Yusmita Elvina Elvina Fadhilah Fadhilah Fadilla Yuri Merti Fahilatul Syukro Faiqa Haura Tsagifa Fajriah Azra Fatimah Jora Fatimah Mutiara R, Siti Fatmawati, Rani Fauzan Aulia Akbar Febbi Rahmayuni Febri Andini Putri Fitri Amelia Fitria, Fadhila Geita Yulyan Firel Haqqu, Annisa Hardeli Hardeli Hardeli Hardeli Hary Sanjaya Hary Sanjaya Hary Sanjaya Hayuni, Sri Heditama, Muhammad Raffi Hendrawansyah Putra Hesty Parbuntari Ikhsany, Diva Indang Dewata Isnaeni Isnaeni Jayawarsa, A.A. Ketut Juli Manda Sari Kalmar Nizar, Umar Kasuma Warda Ningsih, Sherly Khairiyah, Ghina Khalisa Khalisa Laura Dwi Rha Hayu Lismawati, Maya M Bachri Amran M. Iqbal S.G M.Iqbal Saputra Gemasih Malinda, Tasya Mauline Adia Silvani Mawardi Mawardi Melida Selvita Miftahul Khair Mila Lusy Tri Nandi Minda Azhar Miranda Dwi Putri Gultom Monika Yulia Mufi Nasda Muhamad Daviya Nur Fauzi Muhammad Farhan Muhammad Patly Muhammad Satrio Hutomo Mulia, Melindra Mutia, Nuraini Cut Nandi, Mila Lusy Tri Nesya Febi Utami Nizar, Umar Kalmar Nofri Yuhelman Nur Hafni Hasibuan Nur Meisinca, Dzulhijjah Nuzulia Yona Oktavia Dewita, Febby Oktria, Wandi Patricia, Popi Pebriani Pebriani Pernadi, Niza Lian Pratama, Rafy Putra, Ananda Putri Fatimah Putri Nugraha Putri, Anisa Dwi Putri, Sinta Eka R, Yoanatul Hasanah Rahadian Zainul Rahayu, Yanna Rahmad, Nafisah Yulia Rahmatika, Aljumaatul Rahmi, Fathaniah Raviqa Ramadhani, Alya Ranti Septiana Ridho Hermawan Riga Riga Riga, Riga Riska Himaylia Putri Riva Silvia Romy Dwipa Yamesa Away Roza Herlina Sabrina, Joya Saddam Husein, Saddam Sari, Trisna Kumala Satrio Prinandito Septian Budiman Serli, Salsabilla Putri Sherly Kasuma Warda Ningsih Sherly Kasuma Warda Ningsih Sherly Kasuma Warda Ningsih Sintha Hafizhah Yonel Siti Fatimah Mutiara R Sri Benti Etika Sri Benti Etika Sukma Bening Fadli Suryani, Okta Sutan M Razali Syamsi Aini Syuhada Yurnas Taufik Hidayat Tessa Faradilla Trihanto Setiadi Trisna Kumala Sari Umar Kalmar Nizar Umar Kalmar Nizar Umar Kalmar Nizar Umar Kalmar Nizar Velly, Aglin Visca Alisia Arianti Wandi Oktria Widya Pasema Yeni, Isra Yeniwati Yeniwati Yollafebrisa Wizul Yollafebrisa Wizul Yulia Mona Liza Yusmaita, Eka Yusuf . Zonalia Fitriza Zul Afkar