Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Mozaik Humaniora

Studi Etnografi tentang Nilai-Nilai dan Simbolisasi Tradisi Seblang Olehsari untuk Mencegah Kerawanan Pangan Meirina Hapsah; Siti Mufaidah; Inriza Yuliandari; Susy Katikana Sebayang
MOZAIK HUMANIORA Vol. 18 No. 2 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.636 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v18i2.10935

Abstract

Walaupun pembangunan di Indonesia mengalami peningkatan, masih ada wilayah di Indonesia yang tergolong dalam status rawan pangan atau waspada rawan pangan. Ketersediaan bahan pangan, keterbatasan akses dan penggunaan bahan pangan menjadi tiga faktor penyebab kerawanan pangan. Salah satu faktor tersebut mungkin berakar dari budaya masyarakat yang tidak mendukung. Namun sebaliknya, mungkin juga terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam budaya yang dapat dikembangkan untuk mencegah kerawanan pangan. Tradisi Seblang Olehsari di Banyuwangi dikenal sebagai tradisi yang dilaksanakan untuk mensyukuri hilangnya penyakit, gagal panen dan kerawanan pangan yang pernah terjadi di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis simbolisasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Seblang Olehsari yang dapat digunakan dalam upaya pencegahan kerawanan pangan di kawasan ini ataupun di wilayah lain di Indonesia yang memiliki budaya serupa. Penelitian ini menggunakan motode etnografi dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Wawancara mendalam dilakukan pada 12 informan kunci yang terdiri dari pelaku tradisi seblang, warga desa (petani dan ibu rumah tangga), dan budayawan tradisi Seblang. Hasil penelitian berupa informasi mengenai cara pandang masyarakat melihat seblang Olehsari dan Simbolisasi di dalam seblang olehsari yang berhubungan dengan kerawanan pangan. Terdapat 4 simbolisasi utama dalam ritual Seblang yang berhubungan dengan kerawanan pangan, yaitu anjuran bercocok tanam, kesuburan, perlindungan dan keanekaragaman pangan. Berbagai simbolisasiyang berhubungan dengan kerawanan pangan dapat menjadi pesan penting untuk intervensi pencegahan kerawanan pangan, misalnya menggiatkan bercocok tanam, melindungi dan merawat tanaman dan dorongan untuk mendiversifikasi pangan dan mengkonsumsi bahan pangan non-beras seperti yang digelar pada ritual Seblang.
Study of Symbols in Indonesian Tradition as an Effort to Improve the Covid-19 Health Messages During the Pandemic Rina Pertiwi; Chelomitha Malindra Purnamayanti; Farhaiza Ramadhania; Yunika Tri Yulianti; Susy Katikana Sebayang
MOZAIK HUMANIORA Vol. 22 No. 2 (2022): MOZAIK HUMANIORA VOL. 22 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mozaik.v22i2.29611

Abstract

The number of COVID-19 cases in Indonesia is still on the rise. The government has issued policies to suppress, anticipate, and  break the chain of COVID-19  transmission, including the   5M health protocol. However, the community has not fully adhered to this appeal. Without a strong cultural basis, society may find it difficult to accept behavior change. Conflicting command norms and descriptive norms for certain types of behavior in the social context can cause discomfort. The national health message can be made stronger by incorporating symbols from traditional Indonesian fairy tales. Indonesian society has a strong oral tradition and uses stories, legends, and tales as a method of communicating norms. Incorporating symbols that are deeply rooted in culture will enhance the effectiveness of health messages and help people to quickly understand the new norms for interacting during the COVID-19 pandemic and adhere to health protocols. This study provides a list of potential symbols rooted in culture that can be used by governments, health professionals, and the general public to design strong health messages, including messages about stigma, isolation, vaccination, wearing masks, washing hands, social distancing, avoiding crowds, and reducing mobility.
Co-Authors Absor, Farhad Ulil Adnin, Arini Banowati Azalia Agustin, Fitria Nina Aini, Erlin Qur'atul Akbari, Gilang Avrilio Alfayad, Afan Amani, Zahiroh Andris, Achmad Julian Ary’s Kusumaayu Purwoningrum Asdiyanta, Amin Nur Astutik, Erni Ayik M. Mandagi Azizah, Faradiva Husna Caitlin McClure-Thomas Carmen Lim Chelomitha Malindra Purnamayanti Chelomitha Malindra Purnamayanti Desak Made Sintha Kurnia Dewi Desak Made Sintha Kurnia Dewi Devi, Sarda Ika Dewi Yunita Dewi, Desak Made Sintha Kurnia Dian Kusuma Diansanto Prayoga Dwidyah Laurensyah Heriyanto Putri Endang Dwiyanti Erlin Qur’atul Aini Fadzilah, Rochmanita Ilvanadewi Fandi, Ryo Al Farhaiza - Ramadhania Farhaiza Ramadhania Fatah, Mohammad Zainal Fikriansyah, Mohammad Fitri Fausiah Galuh Sekar Anggraeni Gayatri Rahma Dewi Ghea Farassania Hario Megatsari Hariyani, Rizki Putri Hermasdito Syahsyah Rachman Syarief Hotijah, Husnul Hutasoit, Jhonatan Rameldo Inriza Yuliandari Intan, Presti Dewi Ira Nurmala Janni Leung Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Khariroh, Siti Nur Anisatul Kurnia Dwi Artanti Lailiyah, Syifa'ul Li, Mu Mandagi, Ayik Mirayanti Manggali, Tyas Ratna Mathofani, Shelviana Maulana, Dheva Yudhistira Meirina Hapsah Meirina Hapsah Muhammad Hisyam Muhammad Ridwan Muhammad, Anta Dzaky Mursyidul Ibad Mustika, Tiara Chandra Mega Nabila Khusna Amalia Nilam Yusika Sari Nur Alifia Hera Nur Listiawati, Nur Pertiwi, Rina Prajnawita, Disny Prayogi, Ahmad Ridoi Yuda Prayogi, M. Fahmi Dimas Purnamayanti, Chelomitha Malindra Puspaningtyas, Azizah Puspikawati, Septa Indra Puspikawati, Septa Indra Rachmat Hargono Rahmat Hakim Ramadhania, Farhaiza Reza Fajrinmuha Rika Yunita, Rika Rina Pertiwi Rina Pertiwi Rita Damayanti Rizky Hariyani Rizky Putri Hariyani Sagita, Ahmad Danang Sakinah, Salsabila Amalia Sakinah, Salsabilla Amalia Santosa, Gusti Ayu Illiyin Putri Saptiansyah, Refaldi Septiani, Mela Septianingrum, Shinta Tri Ananda Putri Siahaan, Rahelia Demak Siti Mufaidah Siti Rahayu Nadhiroh Sri Widati Sukamto, Asroful Waro'faid Syahrul R, Syahrul Syifa'ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Velia Putri Yulias Tanti Wardoyo, Dhea Aulia Hera Yulianti, Yunika Tri Yunika Tri Yulianti Yunika Tri Yulianti Zulfikar, Mochamad