Claim Missing Document
Check
Articles

The Production Process of the Convection Business in Nagari Batu Taba, Ampek Angkek District, West Sumatra Wihandira Wihandira; Weni Nelmira
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v11i1.42539

Abstract

The convection industry in Batu Bata is a major contributor to the local community's income, as evidenced by the numerous businesses that have been passed down through generations and have experienced successful growth. However, as a home-based convection industry, some businesses have faced challenges such as a lack of product planning that caters to customer needs and fashion trends, inadequate management of the workforce, including a lack of a permanent workforce, poor regulation of employee working hours, and an unclear wage system. This study seeks to examine the production processes employed by entrepreneurs in Batu Taba, focusing specifically on production planning, production processes, and quality control. A quantitative descriptive method was used, utilizing data collected from surveys, interviews, and observations. The results indicated that 47% of respondents had effective production planning and 53% did not. 74% of respondents carried out the production process appropriately, while 25% did not. 78% of respondents carried out quality control effectively, and only 22% did not carry out the quality control process properly.
MEDIA VIDEO MENGGAMBAR PROPORSI TUBUH WANITA UNTUK MATA PELAJARAN DASAR-DASAR BUSANA PROGRAM KEAHLIAN BUSANA FASHION SMK NEGERI 2 BUKITTINGGI A.R, Sannia Lauren; Nelmira, Weni
Pesona. Vol 3, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v3i2.54173

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan peserta didik yang kesulitan dalam mengikuti  Langkah-langkah mengambar proporsi tubuh wanita menggunakan jobsheet dan modul, keterbatasan sumber belajar, dan belum tersedianya bahan ajar berupa video pembelajaran yang valid dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas dan praktikalitas media video tutorial mengambar proporsi tubuh wanita pada mata Pelajaran dasar-dasar busana fashion di SMK Negeri 2 Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 2 Bukittinggi pada bulan September 2023. Subjek penelitian terdiri dari subjek validasi produk dan  subjek uji praktikalitas. Penelitian menggunakan model model 4D (Define, Design, Development dan Dissemination). Prosedur pengembangan media menggunakan prosedur 4D. Jenis data adalah data primer yang bersumber dari dosen, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan angket. Instrument penelitian angket dengan skala likert. Hasil penelitian yaitu media video pembelajaran yang telah dikembangkan dengan model pengembangan 4-D, hasil validasi desain media sebesar 0,76 kategori valid dan untuk validasi materi 0,77 kategori valid. Hasil praktikalitas siswa sebesar 87,03 % kategori sangat praktis dan nilai praktikalitas guru sebesar 97,78% kategori sangat praktis.  Dari perolehan hasil tersebut, maka media video Pembelajaran dapat dikatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar dikelas. Adapun saran yang peneliti berikan yaitu kepada guru untuk dapat menggunakan media video tutorial menggambar proporsi tubuh wanita pada mata Pelajaran dasar-dasar busana fashion ini sebagai referensi media dalam pembelajaran dikelas.
MINAT BERWIRAUSAHA DI BIDANG FASHION PADA SISWA JURUSAN TATA BUSANA SMK N 1 AMPEK ANGKEK Pratiwi, Dara Mia; Nelmira, Weni
Pesona. Vol 3, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v3i2.54169

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil mengenai minat berwiraushaa Di Bidang Fashion Pada Siswa jurusan Tata Busana SMK N 1 Ampek Angkek. Permasalahan dalam penelitian ini adalah perekonomian MEA yang menuntut untuk aktif dalam persaingan global, jumlah pengangguran lulusan tata busana SMK N 1 Ampek Angkek, Sedikitnya lulusan yang berminat dalam wirausaha, kurangnya minat berwirausaha siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui minat berwirausaha siswa SMK N 1 Ampek Angkek ditinjau dari faktor eksternal dan faktor internal. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian merupakan seluruh siswa kelas XII Jurusan Tata Busana SMK N 1 Ampek Angkek semester Juli-Desember 2021, sampel penelitian seluruh populasi berjumlah 60 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuisioner. Instrument penelitian menggunakan skala likert. Teknik analisa statistika deskriptif yang digunakan adalah mean atau rerata (M), median (Me), standar deviasi (SD) dan tingkat capaian responden (TCR). Hasil analisis data yang di peroleh didalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa minat berwirausaha siswa dilihat dari faktor eksternal masih termasuk dalam kategori kurang setuju dengan hasil 40% siswa dengan nilai (TCR) 70,83% dengan kategori kurang baik, sedangkan minat berwirauasa siswa ditinjau dari faktor internal memperoleh kategori setuju dengan nilai 35% dengan nilai (TCR) 66,8% dengan kategori kurang baik. Adapun saran yang bisa diberikan kepada pihak sekolah adalah untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan kewirauasaan yang menarik dan mampu menumbuhkan motivasi dan minat siswa dalam berwirausaha dibidang fashion ini.
STUDI TENTANG BAJU BUNDO KANDUANG DI LINTAU BUO UTARA PROVINSI SUMATERA BARAT Azzahra, Raudhatul; Nelmira, Weni
Pesona. Vol 3, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v3i2.54171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan keterangan tentang baju bundo kanduang di Lintau Buo Utara. Desain baju bundo kanduang dan makna baju bundo kanduang. Masyarakat tidak memahami desain baju bundo kanduang dan makna baju bundo kanduang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan studi tentang baju bundo kanduang di Lintau Buo Utara Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan primer dan sekunder. Informan penelitian ketua bundo kanduang lintau buo utara. Anggota bundo kanduang serta penghulu adat. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan teknik model interaktif yang berkaitan dengan permasalahan, pengumpulan, reduksi, dan penyajian data serta pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian adalah (1) desain baju bundo kanduang yaitu, bentuk baju bundo kanduang longgar dan tidak membentuk lekuk tubuh dan panjang bajunya hingga batas lutut, lengannya panjang sampai pergelangan tangan, dan dihiasi minsie kiri kanan lengannya dan pada bagian bawahnya. Warna baju bundo kanduang lintau buo utara yang digunakan yaitu hitam. Baju bundo kanduang digunakan saat acara naik penghulu dan baralek nagari. (2) Makna baju bundo kanduang yaitu perempuan minangkabau berhati lapang, berjiwa besar, serta berwawasan luas. Melambangkan pepatah “adat basandi syarak,syarak basandi kitabullah”. Perempuan minangkabau menutup aurat guna menjaga harkat dan martabatnya. Siba artinya sambungan, adanya tiga tanda jahitan, maknanya mampu menjadi penengah dalam keluarga maupun lingkungannya. Kikiek memiliki makna mempunyai sifat raso jo pareso, artinya kemanapun pergi perempuan minangkabau harus memiliki sifat rasa dan sopan santun. Lengan panjang maknanya suka bekerja, kreatif dan tidak pemalas. Leher bulat maknanya berhati lapang, sabar, tidak emosional bertele-tele dan mudah bergaul.
Sulaman Terawang di kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Roza, Silvia; Nelmira, Weni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulaman terawang di Nagari Panampuang merupakan sulaman yang dikembangkan turun temurun. Sulaman terawang didaerah ini diwadahi oleh usaha Pinjaik Patah Kecamatan Ampek Angkek. Keunikan sulaman salah satunya pada bentuk jarum tangan dimana jarum sengaja dipatahkan dengan ukuran kira-kira 2cm agar memudahkan dalam proses menyulam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sulaman terawang di Nagari Panampuang ditinjau dari bentuk motif, alat dan bahan serta teknik pembuatan sulaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Data terdiri atas data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk motif sulaman terawang pada usaha Pinjaik Patah berupa motif naturalis dan geometris berupa flora dan fauna dan motif geometris berupa motif segi empat, segitiga, lingkaran dan prisma. Sulaman terawang yang ada pada usaha Pinjaik Patah Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam dikenal dengan nama sulaman terawang villet, terawang kasiak, terawang banduang, terawang pusek, dan terawang bungo lado. Alat dan bahan yang digunakan yaitu pemidangan, jarum sulam, benang jahit dan benang sulam, serta gunting. Teknik pembuatan sulaman terawang yaitu dimulai dengan penentuan letak motif, menentukan ukuran motif, mencabut benang, mengikat benang sesuai motif dan dilanjutkan dengan mengisi sesuai bentuk motif.
Desain Motif, Alat dan Proses Pembuatan Kerajinan Bordir Kerancang Bukittinggi Nelmira, Weni; Adriani, Adriani; Halmawati, Halmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i1.978

Abstract

Sumatera Barat terkenal memiliki kerajinan bordir yang indah, khas dan pengerjaan yang halus serta dikerjakan dengan telaten oleh tangan-tangan terampil. Salah satu daerah penghasilnya adalah Kota Bukittinggi, namun hasil karya tersebut belum terinventaris dengan lengkap dan didokumentasikan sebagai suatu aset daerah.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah; observasi, wawancara dan dokumentasi. Prosedur analisa data menggunakan analisis interpretasi yang dideskripsikan dengan melakukan triangulasi.Triangulasi yang dilakukan menguji keabsahan data dengan mengkaji berbagai teori dan sumber yang relevan. Tahapan analisis data dimulai dari display data, reduction datadanpenarikan kesimpulan.Penelitian ini dirancang untuk dapat mengumpulkan, menginventaris serta mendokumentasikan desain motif, alat serta proses pembuatan bordir kerancang di Bukittinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain bordir kerancang di Bukittinggi bersumber dari bentuk-bentuk naturalis dan geometris yang dikelompokkan menjadi 25 bentukdesain motif bordir. Alat yang digunakan mencakup alat utama, alat pendukung dan alat pelengkap. Proses pembuatan kerajinan bordir dimulai dari proses persiapan, proses membordir dan proses finishing produk. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan bagi pengembangan industri bordir kerancang serta bahan kajian pada pembelajaran bordir di lembaga pendidikan formal ataupun lembaga pendidikan non formal bidang bordir.
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan Fashion Show Turrahmah, Diah; Nelmira, Weni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2285

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan standar operasional prosedur pelaksanaan fashion show yang ditujukan untuk mahasiswa tata busana di jurusan ilmu kesejahteraan keluarga di universitas negeri padang, sesuai dengan SOP yang berlaku. Metode penelitian yang di pakai adalah kepustakaan (library research). Objek penelitian ini yaitu prosedur pelaksanaan fashion show secara umum yang dikhususkan untuk mahasiswa tata busana. Dan hasil dari penelitian ini juga disetujuan dengan pihak industry yang terkait. Hasil dari penelitian adalah peragaan busana bisa menjadi solusi tepat untuk mengadakan kegiatan atau mempromosikan perancang busana (designer). Keberhasilan peragaan busana (fashion show) ditentukan oleh beberapa factor, seperti menentukan tema peragaan busana, menentukan lokasi peragaan busana, membuat anggaran keuangan, menentukan waktu peragaan busana, dan menentukan penataan lampu beserta sound music yang tepat. Selain itu dalam mengelola suatu peragaan busana, memiliki pedoman prinsip – prinsip manajemen, yaitu POAC (planning, organizing, actuating, controlling). Tindakan terakhir dari seluruh kegiatan setelah pelaksanaan adalah penilaian akhir atau evaluasi dari setiap seksi yang berupa laporan, dan di dalam laporan tersebut tercantum hal – hal yang membuat hambatan kegiatan dan cara mengatasinya. Hal ini penting untuk revisi atau perbaikan pada peyelenggaraan kegiatan berikutnya.
Students’ Perceptions of the Quality of High-Speed Sewing Machines in the Workshop at SMK Negeri 8 Padang Wari, Felmi; Nelmira, Weni
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v12i1.47122

Abstract

This study was conducted to determine the quality of high-speed sewing machines in the workshop of the Fashion Design Department of SMK Negeri 8 Padang. This descriptive quantitative study was performed using percentage analysis and categorization. The population included all 11th and 12th-grade students enrolled in the July-December 2023 semester, out of which 80 students were selected as samples using the simple random technique. A set of 5-point Likert scale questionnaires was used to collect the data. The results showed that five students (6.25%) perceived the quality of high-speed sewing machines as very high in terms of damage, while 25 students (31.25%) perceived it as high, and 30 others (37.5%) found it moderate. Furthermore, 17 students (21.25%) perceived that the damage to the machine was low, and 3 others (3.75%) categorized it as very low. Six students (7.5%) categorized care and maintenance as very high, and 11 (13. 75%) found it high. 18 students (22.5%) categorized the care and maintenance of the high-speed sewing machine as moderate, and 38 students (47.5%) categorized it as low. The remaining seven students (8.75%) perceived it within the low category.
PERBANDINGAN HASIL JADI KERAH SELENDANG MENGGUNAKAN BAHAN BELLINI DENGAN INTERFACING CUFNER, KAIN GULA DAN VISELIN Elliza, Fidya; Nelmira, Weni
Jurnal Socia Akademika Vol. 9 No. 2 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63864/jsa.v9i2.278

Abstract

This research aims to: 1) Find out the finished result of a shawl collar using Bellini material with Cufner interfacing, 2) find out the finished result of a shawl collar using bellini material with sugar cloth interfacing, 3) find out the finished result of a shawl collar using bellini material with viselin interfacing, 4) find out the difference in the results of a shawl collar using bellini material and using cufner interfacing, sugar cloth and viselin. This type of research is experimental research. Data were collected using a questionnaire distributed to 18 panelists. The data analysis technique uses one-way ANOVA. The results of the research can be concluded that from the aspect of thickness, the Cufner average is 4.22; sugar cloth 3.56; viselin 2.78. Judging from the stiffness aspect, the Cufner average was 3.94; sugar cloth 3.78; viselin 3.22. Judging from the aspect of surface flatness, an average Cufner of 4.78 was obtained; sugar cloth 4.17; viselin 3.89. Judging from the aspect of shape stability, the Cufner average was 4.56; sugar cloth 3.67; viselin 3.56. Overall, the significance value obtained is 0.000, which is smaller than 0.05, which means there is a significant difference in the results of the finished shawl collar using bellini material with the use of cufner interfacing, sugar cloth and viselin
Pengembangan Media Video Tutorial Pembuatan Pola Busana Sekolah Mata Kuliah Busana Anak Jurusan Ilmu Kesejahteraan Keluarga FPP UNP Hadzirotun Nadawiyah; Weni Nelmira
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. Special Issue 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2iSpecial Issue 2.1352

Abstract

In learning to make school clothing patterns, students still have difficulty in following the work steps of making school clothing patterns that are on this jobsheet, which is one of the obstacles experienced by students in learning to make school clothing patterns. This is the background for the author to conduct research on the development of learning media for making school clothing patterns in children's fashion courses. The purpose of this study is to produce learning media in the form of video tutorials for making school clothing patterns in children's clothing courses, as well as describing the validity and practicality of developing learning media for video tutorials for making school clothing patterns in children's fashion courses, Department of Family Welfare, Faculty of Tourism and Hospitality, University Padang Country. This study uses the Research and Development (R&D) method by applying the 4D model. The learning media developed was validated by 4 lecturers who are experts in the field of media and materials. At the practical stage, it is assessed by the course supervisor and students of Fashion Design Education Department of Family Welfare. The instrument used is an assessment sheet with a Likert scale. The data analysis technique used is descriptive quantitative data analysis. The product produced in this study is a video-based learning media tutorial for making school clothing patterns in children's clothing courses with the results of the media validation test getting a score of 93%, while the validation of the material expert gets a score of 84% so that a total score of 88.5% can be obtained with very valid category, while the results of the practicality test with the lecturer of the children's fashion subject obtained a score with a percentage of 90%, and the results of the practicality test based on the responses of small group students with a total of 10 students obtained a score of 92% in the very practical category, while the test results on a large group with 30 students obtained a score of 92% with a very practical category.
Co-Authors A.R, Sannia Lauren Abdullah, MT, Dr. Rijal Abidah, Zhafira Suci Adriani Adriani ADRIANI ADRIANI Adriani Adriani Afaf, Zafirah Afnur Saputri. Ys Afria, Reni Afrianti, Dewi Agusti Efi Agusti, Riri Agustin, Vita Aulya Aini, Lihuri Aksari, Khairani Almagita, Rachmy Bunga Almirah, Icasia Ambiyar, Ambiyar Amelia, Desry Ananda, Putri Anni Faridah Annisa Suryani Aprilia, Nova Azizah Suwandi Azka Hayati Azzahra, Raudhatul Chania Waty Deviani Deviani DEWI RAHMAWATI Dewi, Liyan Puspita Diah Cahyani DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dini Rahayu Efriani, Rimelda Elliza, Fidya Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Nazar Febriana, Vina Fia Andani Fithri, Aulya Fitri, Yulianda Geby Meyliona Giatman Hadiastuti, Hadiastuti Hadzirotun Nadawiyah Hafidza , Hikmah Halmawati, Halmawati Happytri, Leony Hardianti, Witria Hasanah, Nursanti Hazri Lathifatun Nisa Hervilas, Vivi Indriani, Suci Ira Syafrina Irdha Yusra Juwita, Syahrida KH, YUSNIMAR Khairani Aksari Khairani, Fitranada Ihsanul Khairani, Riva Khalishah Rezky Muharrani Kholizah Kholizah Kholizah, Kholizah Lestari, Nadia Lestari, Syawalia Lusi Rahmawati Mardalena, Tari Novelia Marna, Jean Elikal Mauli Datul Gustia Mawaddah, Khamilah Meidina Hastuti Melda Mahniza Misnawati, Tri Muharrani, Khalishah Rezky Nadia Lestari Ningsih, Tri Osvira Nisa, Hazri Lathifatun Nita Sahara Nizwardi Jalinus Nopri Yulia Novrita, Sri Zulfia Novrita, Sri Zulvia Nurfadhila, Emi Nurul Aflah Nurul Inayah Hutasuhut Oktarina, Silvi Popi Marseli Pradana, Samuel Martin Pratiwi, Dara Mia Pratiwi, Mala Maulidina Puji Hujria Suci Purnawan Pontana Putra PUSPANELI, PUSPANELI Putri Ananda Putri, Azizah Dwi Putri, Zahwa Miffia Rafikah Husni Rahmadani, Latifa Rahman, Wulandari Mulia Rahmi Holinesti Rahmi, Febriatul Rahmona Dinayu Rasyid, Ranny Reni Fitria Resti Utami Riani, Aqsya Ridwan Rima Agustia Utami Riska Savitri Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami Risma Rahmatunisa Risma Rahmatunisa Roza, Silvia Rusda, Rusda Saputri, Rien Ana Savitri, Riska Sherlita Sri Ayu Ramadhani Suci , Puji Hujria Susana Anggraini Susanti Susanti Susmelly, Sri Suwandi, Azizah Syafriati Syafriati Turrahmah, Diah Vici Syahril Chairani Wari, Felmi Waskito Widi Aliffa Izzara Wihandira Wihandira Wildati Zahri Wulan Dari, Ponda Tiara Wulandari Mulia Rahman Yasnidawati Yasnidawati Yulandari, Cristya Yulia Aryati Yuliana Yuliarma , Yuliarma Yuliarma, Yuliarma Zafirah Afaf Zamil, Ilham Zanil, Ilham