Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Revitalizing cultural heritage: Strategies for teaching Indonesian traditional music in elementary schools Sularso, Sularso; Jazuli, Muhammad; Djatiprambudi, Djuli; Hanshi, Bao
International Journal of Education and Learning Vol 5, No 1: April 2023
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering(ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/ijele.v5i1.1016

Abstract

This study focuses on the integration of Indonesian traditional music education at the elementary school level as a strategy for promoting culture in Indonesia. It recognizes the significance of social capital, cultural capital, and knowledge capital as the foundation for fostering a comprehensive and systematic approach to cultural development. The research employs interview, observation, and literature review methods to gather data, guided by three key questions: (1) the current state of traditional music teaching in Indonesian elementary schools, (2) the strategies employed in integrating traditional music education, and (3) the outcomes of the Archipelago Traditional Music pre-congress in 2021 within the paradigm of elementary school music education. The analysis is primarily based on the implementation of previous policies and programs, particularly those managed by the Ministry of Education and Culture. The study's findings reveal several important aspects, including: (1) the need for statutory regulations supporting the conservation of traditional music programs, (2) fostering active collaboration between teachers and traditional artists or musicians through open participation, (3) providing necessary facilities and infrastructure to create an ecosystem conducive to traditional music education at the elementary school level, (4) implementing training programs to enhance the traditional music competence of elementary school teachers, and (5) involving the traditional music community in the design of the curriculum for traditional music education in elementary schools. These results underscore the importance of integrating traditional music education at the elementary school level to promote Indonesian culture. By implementing the suggested strategies, policymakers and educators can contribute to the preservation and development of traditional music, creating a stronger cultural foundation within Indonesian society.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI 2D MATERI RAGAM HIAS JAWA TIMUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII  SMP.: DEVELOPMENT OF 2D ANIMATION LEARNING MEDIA OF EAST JAVA DECORATIVE MATERIAL TO IMPROVE LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS IN GRADE VII SMP. Anisaluh, Anisaluh_1999; Sabri, Indar; Suryandoko, Welly; Djatiprambudi, Djuli
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13i1.2250

Abstract

Media pembelajaran dalam penyajian materi berupa modul terutama menggambar ragam hias cenderung terbatas, siswa beranggapan kurang tertarik dan sulit memahami materi. Oleh karena itu materi menggambar ragam hias Jawa Timur di kembangkan video animasi 2D yang menampilkan prosedur menggambar ragam hias menggunakan animasi 2D. Tujuan penelitian untuk menghasilkan media pembelajaran berupa video animasi 2D yang menarik untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan respon siswa dalam pemahaman belajar menggunakan media animasi 2D. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan metode yang telah dimodifikasi yaitu: 1) Studi Pendahuluan, 2) Merancang, 3) Hasil desain, 4) Validasi ahli, 5) Revisi desain, 6) Uji Lapangan. Pengambilan data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan video animasi 2D meliputi opening cover, materi, hingga penutup. Vidio animasi 2D memiliki efektivitas bagi pembelajaran di sekolah terutama siswa kelas VII SMP karena membantu memudahkan dalam pemahaman materi sehingga siswa tidak jenuh dan memudahkan dalam mengakses materi kembali melalui Youtube.
Kajian Proporsi Wajah Wayang Potehi Perempuan di Gudo, Jombang dengan Proporsi Rasio Emas Mangunsong, Hasprita Restiamangastuti Boru; Djatiprambudi, Djuli
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 19 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v19i1.3410

Abstract

The interaction of Nusantara with various  nations that has occurred since long ago led to the acculturation of local and immigrant cultures and produced a new culture. One of them is Wayang Potehi which comes from China and develops in Java. The purpose of this study is to find and describe the facial proportions of the female character of Wayang Potehi in Gudo, Jombang. The method used is a quantitative research method by measuring the facial proportions of several female characters of Wayang Potehi in Gudo with the golden ratio theory and calculating the average. In addition, this research also applies interviews with the chairman, Toni, and the puppeteer of Hok Ho An (Wayang Potehi Gudo group), Sonny, as well as direct observation. The golden ratio theory is not used to assess the proportion of Wayang Potehi but as a tool to find the average size of the proportion. The result of this study is the acculturation of Chinese and Javanese culture in visuals, language, stories, characters and characteristics as well as the artists behind the Potehi Wayang. The majority of Wayang Potehi are recognized by the symbols on their clothes and accessories, especially for female characters. Some of the female characters of Wayang Potehi created by the sculptor and Toni's team are quite different from the female characters of Wayang Potehi from China. This shows that the background of the artist (Javanese) influences the work of Wayang Potehi production.
Reading Ponoragan Visual Culture on The Visual Development Phenomenon of Dhadhak Merak Reyog Ponorogo Naufal, Romzi Akram Al; Djatiprambudi, Djuli; Yanuartuti, Setyo
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2024): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNE 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v8i1.57629

Abstract

The dhadhak merak is an iconic mask in Reyog Ponorogo. Over a very long period of time, the dhadhak merak has visually evolved into the form that is often seen today. The visual phenomenon then forms an image of Ponoragan visual culture that is interesting to explore in greater depth. This is what attracts the author's attention to focus on reviewing: 1) The phenomenon of visual development of dhadhak merak over time and 2) Reading Ponoragan visual culture in dhadhak merak. This research is a descriptive qualitative research, with data collection techniques using literature studies and archival documentation. In the process of reading the visual culture of dhadhak merak, the author conducted a review from several aspects, namely: visual structure, function, value, and meaning. The results of this study are 1) The dhadhak merak has undergone seven phases of development starting from its simple dhadhak to the form that is commonly found today. 2) The visual structure, function, historical value, and meaning of the dhadhak merak are constructed on the culture of the people of Ponorogo itself starting from the era of animism-dynamism, Hindu-Buddhism, Islam, to the present era. From that, the Ponoragan culture as a very strong identity marker can be reflected in the dhadhak merak visual culture artifact.
KEKUATAN MATA KULIAH BARU ANTROPOLOGI PENDIDIKAN SENI BUDAYA DALAM MEMBERDAYAKAN MAHASISWA UNTUK PEMBELAJARAN KREATIF Djatiprambudi, Djuli; Abdillah, Autar; Yermiandoko, Yoyok
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v5n1.p88-94

Abstract

Di era disrupsi, pengenalan mata kuliah baru sangatlah terbuka untuk mengejar hasil yang lebih baik. Artikel ini memaparkan kekuatan Antropologi Pendidikan Seni Budaya sebagai mata kuliah baru dalam memicu pembelajaran kreatif. Mata pelajaran ini dipengaruhi oleh kontaknya dengan ilmu-ilmu sosial dan perubahan pandangan masyarakat tentang belajar. Penelitian ini mencoba untuk mengungkap (1) Bagaimana mata pelajaran baru ini diterapkan untuk memicu pembelajaran kreatif? dan (2) Bagaimana mata pelajaran baru ini mendapat pengaruh dari ilmu-ilmu sosial, sehingga mengubah pandangan orang tentang pembelajaran kreatif? Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif longitudinal selama tiga tahun, 2018-2021. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa pascasarjana Jurusan Pendidikan Seni Budaya Universitas Negeri Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas secara tatap mulai pada 2018-2019 dan pertemuan online saat pandemi pada 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan mata kuliah baru Pendidikan Seni Budaya Antropologi membawa tren yang cukup menjanjikan. Mata kuliah ini menjadi ajang eksplorasi dan curah pendapat dalam kajian interdisipliner. Selanjutnya dalam ilmu-ilmu sosial, Sosiologi, misalnya, mata kuliah ini memiliki pengaruh dalam mengubah pandangan masyarakat melalui pembelajaran kreatif.
PENGUATAN KOMPETENSI DOSEN DALAM PEMBUATAN PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOLABORASI NASIONAL ANTAR PERGURUAN TINGGI Sabri, Indar; Yanuartuti, Setyo; Djatiprambudi, Djuli; Basri, Syaiful Qadar; Sani, Muhammad Budi Zaki; Suwarjiya, Suwarjiya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38578

Abstract

Kegiatan Penguatan Kompetensi Dosen Dalam Pembuatan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaborasi Nasional Antar Perguruan Tinggi (Kolaborasi Universitas Negeri Surabaya Dengan Universitas Lambung Mangkurat Dan Universitas PGRI Banjarmasin, Kalimantan Selatan) merupakan solusi dari kurang Pengoptimalan serta Penguatan Kompetensi Dosen Dalam Pembuatan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaborasi Nasional Antar Perguruan Tinggi. Tujuan PKM yaitu: (1) Melaksanakan Pelatihan Dosen Dalam Pembuatan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaborasi Nasional Antar Perguruan Tinggi, (2) Merancang Terwujudnya Proposal Kolaborasi Universitas Negeri Surabaya Dengan Universitas Lambung Mangkurat dan Proposal Kolaborasi Universitas Negeri Surabaya dengan Universitas PGRI Kalimantan. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan dengan metode workshop, pendampingan, dan project. Hasil dari pelatihana adalah mahasiswa dan dosen mitra menhasilkan Proposal Pengabdian kepada masyarakat (PKM) kolaborasi Nasioanl antar Perguruan tinggi yang siap untuk diajakukan di https://bima.kemdikbud.go.id. Dari kegiatan tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut. Kegiatan berjalan baik dan lancar sesuai dengan jadwal yang direncanakan, Kegiatan pendampingan secara umum berlangsung secara efektif, Pendampingan menghasilkan 10 Proposal Pengabdian kepada masyarakat kolaborasi Nasional antar perguruan tinggi yang siap untuk di laksanakan pada tahun 2025.Saran dari kegiatan yang telah dilaksanakan adalah masih perlunya kegiatan yang serupa kepada mahasiswa dan dosen mitra lainnya sebagai upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat yang berdasarkan pada kolaborasi seni budaya dengan kemasan yang lebih menarik dan efektif.
Kajian Pemasaran Karya Seni Rupa di Ruang Alternatif: Studi Kasus Pameran Pasar Seni di Rest Area Heritage KM 260 B Banjaratma Brebes Athian, Muhammad Rahman; Suhartono, Suhartono -; Djatiprambudi, Djuli
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 10, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v10i1.11215

Abstract

Pameran seni rupa di pintu keluar tol Brebes ini menjadi wadah bagi para seniman lokal untuk memasarkan karya-karyanya secara langsung kepada masyarakat. Meskipun pameran ini tidak memiliki tema khusus, keragaman karya para seniman diakui sebagai strategi untuk menarik pembeli dari berbagai kalangan. Pameran ini memiliki kekurangan, seperti keterbatasan tempat dan manajemen, namun juga memiliki kelebihan, seperti lokasi yang strategis dan manajemen keuangan yang bersifat kekeluargaan. Para seniman menjual karya-karyanya secara langsung di lokasi, meskipun mereka juga memasarkannya melalui akun Instagram. Meskipun pengiriman dilakukan secara online, tidak ada keluhan tentang penipuan. Kepercayaan pembeli sangat ditekankan, meskipun tidak ada perjanjian tertulis yang mengikat. Pameran ini memiliki pendekatan dan tata kelola penjualan yang mengedepankan aspek kekeluargaan dan saling mendukung di antara para seniman. Study of Fine Art Sales in Alternative Spaces: Case Study of Art Market Exhibition in Heritage Rest Area at KM 260 B Banjaratma Brebes ABSTRACT The art exhibition at the Brebes Toll Exit is a place where local artists can market their works directly to the public. Despite the exhibition not having a specific theme, the diversity of the artists' works is recognized as a strategy to attract buyers from various circles. This exhibition has shortcomings, such as limited space and management, but also has advantages, such as a strategic location and familial financial management. The artists sell their works directly on location, although they also market through their Instagram accounts. Despite deliveries being made online, there have been no complaints about fraud. Buyer trust is emphasized, even though there is no binding written agreement. This exhibition has a sales approach and governance that prioritizes familial aspects and mutual support among artists.
Transformasi Digital Dalam Proses Pembelajaran Studio Desain Komunikasi Visual Sebagai Refleksi Pasca Pandemi Saraswati, Dita; Damayanti, Nuning Y.; W., Agung E.B.; Djatiprambudi, Djuli
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2022
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v6i1.1075

Abstract

Visual communication design education in Indonesia has long applied studio-based teaching methods influenced by the history of the European design education system. In studio-based learning, students are required to master competencies formed from; personality competence, technical competence, communication competence, methodological competence, and social competence. In the studio room, student knowledge is developed by conducting training guided by lecturers. The studio trained technical exercises such as sharpening hand skills, processing taste, and shape. The studio also forms students' understanding of the design's concept. Gradually the quality in designing can be formed. With the Covid-19 pandemic, studio-based teaching methods have been forced to be carried out online. This article seeks to describe the forms and processes of change in learning in studios that use digital technology as a result of the pandemic conditions. By taking some examples of cases of application of learning in the design studio, the presentation intends to reflect a new learning style rooted in studio-based learning in visual communication design education and to present ideas that become material for further research for the development of learning methods in the field of design in the future.
Kajian Ikonografi dan Ikonologi: Ragam Hias pada Bangunan Bale Rante di Kompleks Makam Sunan Drajat Angga Fajar Ramadhan; Djuli Djatiprambudi; I Nyoman Lodra
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i2.4791

Abstract

Kompleks makam Sunan Drajat merupakan warisan budaya yang memiliki hubungan dekat dengan periode kehiduan Sunan Drajat. Bale Rante merupakan bangunan berbahan material kayu yang berasal dari kerajaan Majapahit. Memiliki bentuk ragam hias yang unik dan berbeda dengan bentuk ragam hias pada bangunan kompleks makam lainnya. Bale Rante berbetuk joglo beratap limas,  digunakan oleh para Wali Songo untuk berkumpul dan bermusyawarah. Tujuan: mendeskripsikan makna ragam hias yang ada pada bangunan Bale Rante. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis ikonografi dan ikonologi Erwin Panofsky. Tahap pra ikonografi dilakukan dengan mengkaji bentuk penyusun ragam hias pada bangunan Bale Rante berdasarkan makna faktual dan makna ekspresionalnya. Tahap analisis ikonografi dilakukan dengan mengidentifikasi makna sekunder yang telah dikaji sebelumnya dengan mengaitkan pada tema dan konsep penciptaan sesuai peristiwa atau sejarah ragam hias tersebut diciptakan. Tahap interpreasi ikonologi dilakukan dengan melakukan intuisi sintesis untuk mengungkap makna yang terkandung dalam simbol yang ada pada ragam hias. Hasil penelitian: Bentuk rantai menyimbolkan kesatuan dan pengayoman. Daun ukel menyimbolkan sumber kehidupan dan kebaikan hati. Pohon hayat dan bunga teratai menyimbolkan keabadian dan penyatuan manusia dengan Allah.