Claim Missing Document
Check
Articles

Didactical Design with Motion Graphics for Enhancing Conceptual Understanding of Geometric Translation Rosita, Cita Dwi; Noto, Muchamad Subali; Anggraini, Lilis Marina; Rahadi, Ikman Nurhakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3544

Abstract

Pembelajaran transformasi di sekolah menengah menghadapi rendahnya pemahaman konseptual siswa. Desain didaktis berbasis visual dinamis belum terintegrasi sistematis dengan analisis hambatan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan pemahaman konseptual translasi melalui desain didaktis berbantuan motion graphic. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tiga fase DDR, yaitu analisis didaktis dan pedagogis, analisis metapedadidaktik, serta analisis retrospektif. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa yang dipilih secara purposif untuk memungkinkan pengamatan mendalam terhadap proses belajar, respons didaktis, dan regulasi hambatan belajar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tugas tertulis. Hasil menunjukkan seluruh siswa memahami translasi sebagai pergeseran. Sebanyak 30% siswa mengalami hambatan epistemologis pada interpretasi vektor translasi negatif. Umpan balik visual motion graphic memungkinkan koreksi mandiri selama pembelajaran. Hambatan belajar bergeser dari epistemologis menuju didaktis pada aspek komunikasi matematis formal. Desain didaktis berbantuan motion graphic efektif meregulasi hambatan belajar translasi. Penelitian lanjutan perlu memperluas pada transformasi geometri lain. Learning transformations in secondary schools faces persistently low students’ conceptual understanding. Didactical designs based on dynamic visualization have not been systematically integrated with learning obstacle analysis. This study aims to analyze the strengthening of students’ conceptual understanding of translation through motion graphic–assisted didactical design. This study employed a qualitative approach with three phases of Didactical Design Research (DDR), namely didactical and pedagogical analysis, metapedadidactical analysis, and retrospective analysis. The participants consisted of ten purposively selected students to allow in-depth observation of learning processes, didactical responses, and the regulation of learning obstacles. Data were collected through observations, interviews, and written tasks. Retrospective analysis compared actual student responses with predicted didactical responses. Source triangulation ensured the credibility of research findings. Results show that all students understood translation as a rigid displacement. Thirty percent experienced epistemological obstacles in interpreting negative translation vectors. Visual feedback provided by motion graphics enabled self-correction during learning. Learning obstacles shifted from epistemological to didactical, particularly in formal mathematical communication. Motion graphic–assisted didactical design effectively regulates learning obstacles in translation. Future studies should extend to other geometric transformations.
Pelatihan Penguatan Numerasi Bagi Guru SMK AS-SALAM Untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Setiyani, Setiyani; Noto, Muchamad Subali; Nurul Ikhsan Karimah; Laelasari; Yusida Gloriani; Turini Erawati; Sri Sumarwati
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.13093

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan keterampilan dasar yang penting untuk dimiliki oleh siswa guna menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru di SMK As-Salam masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep numerasi secara mendalam dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan penguatan numerasi kepada guru-guru di SMK As-Salam guna meningkatkan kompetensi mereka dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis numerasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, Pelaksanaan Pelatihan, evaluasi dan refleksi, serta tindak lanjut. Materi pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang numerasi, mulai dari konsep dasar hingga penerapannya dalam konteks pembelajaran SMK. Berdasarkan hasil pengabdian diperoleh temuan bahwa Sebagian besar guru menanggap numerasi adalah matematika, selalu HOTS, dan selalu berhubungan dengan angka. Setelah penyampaian materi, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan numerasi ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru tetapi juga memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran di SMK As-Salam, sehingga siswa dapat lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks. Adapun keberlanjutan program ini akan difokuskan pada penguatan komunitas belajar antar guru untuk berbagi praktik terbaik dalam pembelajaran berbasis numerasi.
MATEMATIKA TANPA SIMBOL: PENALARAN MATEMATIS DALAM PROSES NGIJING PEMBUATAN PONDASI RUMAH Muchamad Subali Noto; Lukman Harun
Euclid Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v13i1.11832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik etnomatematika yang terkandung dalam proses pembuatan pondasi rumah (ngijing) oleh tukang bangunan di Desa Gebang. Berangkat dari pandangan bahwa matematika merupakan praktik budaya yang hidup dalam aktivitas masyarakat, penelitian ini memfokuskan kajian pada penalaran matematis implisit yang digunakan dalam tahapan konstruksi pondasi rumah tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam tidak terstruktur, dan dokumentasi terhadap lima orang tukang bangunan yang berpengalaman. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ngijing terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu pembuatan sketsa, pengukuran dan penggalian tanah, pemasangan batu pondasi (kijing), serta pengecoran. Pada setiap tahapan tersebut ditemukan penerapan konsep matematika seperti skala, perbandingan, luas, jarak, bangun datar, bangun ruang, dan rasio material yang digunakan secara konsisten tanpa simbol matematika formal. Praktik tersebut mencerminkan penalaran matematis adaptif yang berkembang dari pengalaman kerja dan transmisi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ngijing merupakan sistem etnomatematika yang bersifat prosedural dan kontekstual, bukan sekadar aktivitas teknis konstruksi. Temuan ini berkontribusi pada penguatan teori etnomatematika serta membuka peluang pemanfaatan praktik budaya lokal sebagai konteks pembelajaran matematika yang bermakna, khususnya pada materi pengukuran, perbandingan, dan geometri.
Design Implications from a Needs Assessment for AR-Based Digital Learning Materials with Quizizz Integration in Secondary Education Lilis Marina; A Arcat; S Sohibun; Aay Susilawati; Muchamad Subali Noto; Astri Wahyuni; Dianne Amor Kusuma
Jurnal Pendidikan Islam ARTICLE IN PRESS
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the context of global secondary education, rapid technological advancements have revolutionized learning environments. Educators are increasingly integrating immersive and interactive tools to better engage digital-native students. Augmented Reality (AR), when combined with gamified learning platforms, has shown great potential to boost student participation and comprehension. This study aims to analyze and compare the learning needs of Madrasah Tsanawiyah (MTs), including Islamic boarding schools, and Junior High School (JHS) students regarding AR-based digital learning materials integrated with the Quizizz platform. Using a descriptive quantitative design, the study employed data triangulation through questionnaires, classroom observations, and interviews to obtain a comprehensive view of students’ needs and preferences. The results indicate that both MTs and JHS students share similar needs for AR-based learning materials, particularly in interactive visualization, immediate feedback, and gamification features, although differences were found in specific interaction and feedback preferences. In conclusion, integrating AR technology with Quizizz can create more engaging and adaptive learning environments for secondary students. The study implies that Islamic education institutions can effectively adopt AR-based digital learning to support active learning, strengthen student engagement, and align instructional practices with contemporary technological developments.
GAME EDUKASI RPG MATEMATIKA Surya Amami Pramuditya; Muhammad Subali Noto; Dede Syaefullah
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v6i1.1701

Abstract

Perkembangan game di Indonesia cukup popular. Sejak tahun 2011, pengguna game sudah mencapai 6,5 juta orang. Dari hasil observasi mahasiswa yang melakukan praktek lapangan, kecenderungan obrolan para siswa, terutama siswa laki-laki pada saat jam istirahat adalah mengenai game. Industri game yang berkembang pesat, membuat para developer game untuk membuat game yang memiliki daya candu besar. Game edukasi adalah game yang didalamnya terdapat unsur-unsur edukasi dan pembelajaran. Game edukasi matematika disisipkan konten pembelajaran matematika berupa soal dan materi. Jenis game dalam penelitian ini adalah game RPG (Role Playing Game), salah satu jenis game yang menitikberatkan pada peran dan jalan cerita yang memiliki tujuan. Player (pemain) diharuskan untuk berbicara dengan pemain lainnya untuk dapat mencapai tujuan akhir dari game. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat game sederhana edukasi jenis RPG serta mencari respon game. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan tahap analisis serta mendesain game. Hasil penelitian ini berupa produk game edukasi matematika serta respon pengguna mengenai game tersebut.Kata Kunci: Game Edukasi, RPG, Matematika
Exploration of Learning Obstacle Based on Mathematical Understanding of Algebra in Junior High School Muchamad Subali Noto; Surya Amami Pramuditya; Via Dwi Handayani
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v9i1.5946

Abstract

The difficulty of students related to algebra arises from the lack of students' mathematical understanding and Learning Obstacle (LO). One of the LO’s experienced by students is the epistemological obstacle in the form of the limited knowledge possessed by students in mathematical concepts related to algebraic form. The purpose of this study is to explore LO related to algebra material. This research method is qualitative with the consisted of 15 students of 7th grade. The results showed that the common students could not interpret concepts and clarify the elements of algebraic forms related to variables, coefficients and constants and students could not operate and simply algebraic forms. The teacher can make pedagogical and didactic anticipations to overcome the LO.
Integrating Computational Thinking and Islamic Values in Geometry Learning: Effects on Pre-Service Primary Teachers’ Conceptual Understanding Lilis Marina Angraini; Dianne Amor Kusuma; Reni Wahyuni; Muchamad Subali Noto; Astri Wahyuni; Putri Wahyuni
ASEAN Journal of Educational Research and Technology Vol 6, No 1 (2027): AJERT: VOLUME 6, ISSUE 1, March 2027
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the integration of computational thinking and Islamic values in geometry learning for Primary School Teacher Education (PSTE) students. Using a quantitative descriptive approach, the research involved 70 PSTE students at Universitas Islam Riau. Data were collected through tests, observations, and interviews, and analyzed using triangulation to ensure validity. This integration significantly improves students’ conceptual understanding, as reflected in the increase in post-test scores. The one-sample t-test yielded a significance value, confirming a meaningful difference between pre- and post-test results. In addition, students internalized Islamic values such as honesty, cooperation, and spiritual awareness during learning activities. This study responds to the need for educational models that balance cognitive skills and character development. The integration of technology and Islamic principles creates a holistic learning experience, contributing to the development of competent, ethical, and responsible future educators.
Co-Authors A Arcat Aay Susilawati Aminah Aminah Amiruddin, Mohd. Hasril Andari, Kadek Dewi Wahyuni Anggita Maharani Anggraini, Lilis Marina Anisyah Pratiwi Putri Annis Deshinta Ayuningtyas Artisa Indariani Astri Wahyuni Astri Wahyuni Aulia Sthephani Ayni, Nur Ayu Nur Hikmah Bilkis, Cahaya Cahyadi, Muhammad Helmi Cita Dwi Rosita Dadan Sundawan Dede Syaefullah Dede Trie Kurniawan Defi Supriyati, Ayu Deni Aprilia Dianne Amor Kusuma Dianne Amor Kusuma Difa Aziza Durohman Durohman DWI RAHMAWATI Ena Suhena Praja Erawati, Turini Estiyan Dwipriyoko Fatkhurohman Fatkhurohman Firda Luthfiatika Jannah Fuji Azzumar Hafizatunnisa, Hafizatunnisa Hamdani Syaputra Handayani, Via Dwi Handayani, Via Dwi Henri Purwono Herri Mulyono Hikmah, Ayu Nur Ika WAHYUNI Ika WAHYUNI Ika Wahyuni Imran Nursiddik Indariani, Artisa Iqbal Taufik Irmawati Liliyana Kusuma Dewi Jarnawi Afgani Dahlan Kurniawan, Dede Tri Kurniawan Kusnandi Kusnandi Laelasari Laelasari Laelasari, Laelasari Lilis Marina Lilis Marina Angraini Lilis Marina Angraini Lukman Harun M. Dadan Sundawan MARTINI Marwia Tamrin Bakar Mohammad Dadan Sundawan, Mohammad Dadan Mohammad Fatchurrohman Mohd Hasril Amiruddin Mohd Hasril Amiruddin Muhammad Helmi Cahyadi Nanang Priatna Nelly Ma’rifat Sanusi Neneng Aminah Neneng Aminah Nur Ayni Nur komalasari Nurul Ikhsan Karimah Nuryanti, Mira Pangestu, Aditya Pipin Sumarni Praja, Ena Suhena Purwono, Henri Pusparani, Nilam Putri Wahyuni Putri, Anisyah Pratiwi Rahadi, Ikman Nurhakim Rahmadani, Rhaesa Fadillah Reni Wahyuni Resmi Darni Resti Yuliani Rian Nazaruddin Azhar Riskha Arfiyanti Samsul Maarif Sari, Atikah Setiyani Setiyani Setiyani Siska Firmasari Siti Maemunah Sohibun -, Sohibun Sri Adi Widodo Sri Asnawati Sri Sumarwati Sri Winarsih Suherman Suherman Suherman Suherman Surya Amami Pramuditya Surya Amami Pramuditya Surya Amami Pramuditya Tarmidzi Tonah Tonah Toto Subroto Tri Nopriana Trisna Roy Pradipta Trisna Roy Pradipta, Trisna Roy Via Dwi Handayani Via Dwi Handayani Wahyu Hartono Wahyu Hartono Wahyu Hartono, Wahyu Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Wulandari, Ghina Antania Yaya Sukjaya Kusumah Yudrick Maulana Fiqri Yuliani, Resti Yulyanti Harisman Yusida Gloriani