Claim Missing Document
Check
Articles

Exploration of Learning Obstacle Based on Mathematical Understanding of Algebra in Junior High School Muchamad Subali Noto; Surya Amami Pramuditya; Via Dwi Handayani
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v9i1.5946

Abstract

The difficulty of students related to algebra arises from the lack of students' mathematical understanding and Learning Obstacle (LO). One of the LO’s experienced by students is the epistemological obstacle in the form of the limited knowledge possessed by students in mathematical concepts related to algebraic form. The purpose of this study is to explore LO related to algebra material. This research method is qualitative with the consisted of 15 students of 7th grade. The results showed that the common students could not interpret concepts and clarify the elements of algebraic forms related to variables, coefficients and constants and students could not operate and simply algebraic forms. The teacher can make pedagogical and didactic anticipations to overcome the LO.
Integrating Computational Thinking and Islamic Values in Geometry Learning: Effects on Pre-Service Primary Teachers’ Conceptual Understanding Lilis Marina Angraini; Dianne Amor Kusuma; Reni Wahyuni; Muchamad Subali Noto; Astri Wahyuni; Putri Wahyuni
ASEAN Journal of Educational Research and Technology Vol 6, No 1 (2027): AJERT: VOLUME 6, ISSUE 1, March 2027
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the integration of computational thinking and Islamic values in geometry learning for Primary School Teacher Education (PSTE) students. Using a quantitative descriptive approach, the research involved 70 PSTE students at Universitas Islam Riau. Data were collected through tests, observations, and interviews, and analyzed using triangulation to ensure validity. This integration significantly improves students’ conceptual understanding, as reflected in the increase in post-test scores. The one-sample t-test yielded a significance value, confirming a meaningful difference between pre- and post-test results. In addition, students internalized Islamic values such as honesty, cooperation, and spiritual awareness during learning activities. This study responds to the need for educational models that balance cognitive skills and character development. The integration of technology and Islamic principles creates a holistic learning experience, contributing to the development of competent, ethical, and responsible future educators.
Pelatihan Penguatan Numerasi Bagi Guru SMK AS-SALAM Untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Setiyani Setiyani; Muchamad Subali Noto; Nurul Ikhsan Karimah; Laelasari; Yusida Gloriani; Turini Erawati; Sri Sumarwati
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.13093

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan keterampilan dasar yang penting untuk dimiliki oleh siswa guna menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru di SMK As-Salam masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep numerasi secara mendalam dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan penguatan numerasi kepada guru-guru di SMK As-Salam guna meningkatkan kompetensi mereka dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis numerasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, Pelaksanaan Pelatihan, evaluasi dan refleksi, serta tindak lanjut. Materi pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang numerasi, mulai dari konsep dasar hingga penerapannya dalam konteks pembelajaran SMK. Berdasarkan hasil pengabdian diperoleh temuan bahwa Sebagian besar guru menanggap numerasi adalah matematika, selalu HOTS, dan selalu berhubungan dengan angka. Setelah penyampaian materi, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan numerasi ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru tetapi juga memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran di SMK As-Salam, sehingga siswa dapat lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks. Adapun keberlanjutan program ini akan difokuskan pada penguatan komunitas belajar antar guru untuk berbagi praktik terbaik dalam pembelajaran berbasis numerasi.
Exploration of Vocational Students’ Mathematical Understanding: A Case Study on Trigonometric Ratios Irmawati Liliana Kusuma Dewi; Cita Dwi Rosita; Muchamad Subali Noto; Farhan Ferdiansyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 3 (2025): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i3.1901

Abstract

Penelitian bertujuan mengeksplorasi kemampuan pemahaman matematis siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada materi perbandingan trigonometri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian yaitu tiga siswa SMK yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya profil pemahaman matematis yang berbeda pada setiap kategori kemampuan. Siswa berkemampuan tinggi mampu mengidentifikasi konsep trigonometri, menggunakan berbagai representasi, serta mengaitkan perbandingan trigonometri dengan bentuk simbolik dan kontekstual, meskipun masih ditemukan kelemahan pada penguasaan materi prasyarat aljabar. Siswa berkemampuan sedang umumnya mampu menyelesaikan soal rutin dan representasional, namun mengalami kebingungan konseptual dalam menentukan sudut acuan dan menafsirkan perbandingan trigonometri pada situasi non-rutin. Adapun siswa berkemampuan rendah menunjukkan pemahaman yang terfragmentasi, ditandai dengan kesulitan mengidentifikasi konsep yang relevan, menghubungkan informasi soal cerita dengan representasi segitiga siku-siku, serta menjelaskan alasan penyelesaian. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesulitan siswa pada materi trigonometri tidak semata-mata bersifat prosedural, tetapi berkaitan erat dengan lemahnya pemahaman konseptual dan penguasaan materi prasyarat. This study aims to explore vocational high school students’ mathematical understanding of trigonometric ratios. A qualitative case study approach was employed. The participants were three vocational students representing high, medium, and low achievement levels, purposively selected. Data were collected through test and semi-structured interviews. The results reveal distinctive profiles of mathematical understanding. High-achieving students were able to identify trigonometric concepts, use multiple representations, and flexibly relate trigonometric ratios to symbolic and contextual forms, although minor weaknesses in prerequisite algebraic knowledge were still evident. Medium-achieving students generally succeeded in routine and representational tasks but experienced conceptual confusion in determining reference angles and interpreting trigonometric ratios in non-routine situations. In contrast, low-achieving students exhibited fragmented understanding, characterized by difficulties in identifying relevant concepts, connecting word problem information to right triangle representations, and explaining their reasoning processes. These findings indicate that students’ difficulties in trigonometry are not merely procedural but are strongly related to conceptual understanding and prerequisite knowledge.
Didactical Design with Motion Graphics for Enhancing Conceptual Understanding of Geometric Translation Cita Dwi Rosita; Muchamad Subali Noto; Lilis Marina Anggraini; Ikman Nurhakim Rahadi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3544

Abstract

Pembelajaran transformasi di sekolah menengah menghadapi rendahnya pemahaman konseptual siswa. Desain didaktis berbasis visual dinamis belum terintegrasi sistematis dengan analisis hambatan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan pemahaman konseptual translasi melalui desain didaktis berbantuan motion graphic. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tiga fase DDR, yaitu analisis didaktis dan pedagogis, analisis metapedadidaktik, serta analisis retrospektif. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa yang dipilih secara purposif untuk memungkinkan pengamatan mendalam terhadap proses belajar, respons didaktis, dan regulasi hambatan belajar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tugas tertulis. Hasil menunjukkan seluruh siswa memahami translasi sebagai pergeseran. Sebanyak 30% siswa mengalami hambatan epistemologis pada interpretasi vektor translasi negatif. Umpan balik visual motion graphic memungkinkan koreksi mandiri selama pembelajaran. Hambatan belajar bergeser dari epistemologis menuju didaktis pada aspek komunikasi matematis formal. Desain didaktis berbantuan motion graphic efektif meregulasi hambatan belajar translasi. Penelitian lanjutan perlu memperluas pada transformasi geometri lain. Learning transformations in secondary schools faces persistently low students’ conceptual understanding. Didactical designs based on dynamic visualization have not been systematically integrated with learning obstacle analysis. This study aims to analyze the strengthening of students’ conceptual understanding of translation through motion graphic–assisted didactical design. This study employed a qualitative approach with three phases of Didactical Design Research (DDR), namely didactical and pedagogical analysis, metapedadidactical analysis, and retrospective analysis. The participants consisted of ten purposively selected students to allow in-depth observation of learning processes, didactical responses, and the regulation of learning obstacles. Data were collected through observations, interviews, and written tasks. Retrospective analysis compared actual student responses with predicted didactical responses. Source triangulation ensured the credibility of research findings. Results show that all students understood translation as a rigid displacement. Thirty percent experienced epistemological obstacles in interpreting negative translation vectors. Visual feedback provided by motion graphics enabled self-correction during learning. Learning obstacles shifted from epistemological to didactical, particularly in formal mathematical communication. Motion graphic–assisted didactical design effectively regulates learning obstacles in translation. Future studies should extend to other geometric transformations.
MATEMATIKA TANPA SIMBOL: PENALARAN MATEMATIS DALAM PROSES NGIJING PEMBUATAN PONDASI RUMAH Muchamad Subali Noto; Lukman Harun
Euclid Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v13i1.11832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik etnomatematika yang terkandung dalam proses pembuatan pondasi rumah (ngijing) oleh tukang bangunan di Desa Gebang. Berangkat dari pandangan bahwa matematika merupakan praktik budaya yang hidup dalam aktivitas masyarakat, penelitian ini memfokuskan kajian pada penalaran matematis implisit yang digunakan dalam tahapan konstruksi pondasi rumah tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam tidak terstruktur, dan dokumentasi terhadap lima orang tukang bangunan yang berpengalaman. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ngijing terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu pembuatan sketsa, pengukuran dan penggalian tanah, pemasangan batu pondasi (kijing), serta pengecoran. Pada setiap tahapan tersebut ditemukan penerapan konsep matematika seperti skala, perbandingan, luas, jarak, bangun datar, bangun ruang, dan rasio material yang digunakan secara konsisten tanpa simbol matematika formal. Praktik tersebut mencerminkan penalaran matematis adaptif yang berkembang dari pengalaman kerja dan transmisi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ngijing merupakan sistem etnomatematika yang bersifat prosedural dan kontekstual, bukan sekadar aktivitas teknis konstruksi. Temuan ini berkontribusi pada penguatan teori etnomatematika serta membuka peluang pemanfaatan praktik budaya lokal sebagai konteks pembelajaran matematika yang bermakna, khususnya pada materi pengukuran, perbandingan, dan geometri.
Pelatihan Penguatan Numerasi Bagi Guru SMK AS-SALAM Untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Setiyani Setiyani; Muchamad Subali Noto; Nurul Ikhsan Karimah; Laelasari; Yusida Gloriani; Turini Erawati; Sri Sumarwati
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.88

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan keterampilan dasar yang penting untuk dimiliki oleh siswa guna menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru di SMK As-Salam masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep numerasi secara mendalam dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan penguatan numerasi kepada guru-guru di SMK As-Salam guna meningkatkan kompetensi mereka dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis numerasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, Pelaksanaan Pelatihan, evaluasi dan refleksi, serta tindak lanjut. Materi pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang numerasi, mulai dari konsep dasar hingga penerapannya dalam konteks pembelajaran SMK. Berdasarkan hasil pengabdian diperoleh temuan bahwa Sebagian besar guru menanggap numerasi adalah matematika, selalu HOTS, dan selalu berhubungan dengan angka. Setelah penyampaian materi, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan numerasi ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru tetapi juga memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran di SMK As-Salam, sehingga siswa dapat lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks. Adapun keberlanjutan program ini akan difokuskan pada penguatan komunitas belajar antar guru untuk berbagi praktik terbaik dalam pembelajaran berbasis numerasi.
Uncovering the Secrets Behind Enumeration Rules: The Art of Combinatorics Thinking Cahaya Bilkis; Martini; Muchamad Subali Noto; Irmawati Liliyana Kusuma Dewi
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i2.1154

Abstract

This research aims to analyze students' combinatorial thinking skills after using learning worksheets on enumeration rules. This research aims to provide solutions by applying learning materials to improve students' combinatorial thinking skills in solving math problems. The research method used is qualitative research. The research technique in this case is to use data triangulation. The purpose of triangulation is to increase the validity and reliability of research findings by confirming or complementing findings from various sources or perspectives. The results in this study are the diversity of the fulfillment of indicators in the ability to think combinatorics, including students with the S-1 category can fulfill all indicators of combinatorics thinking ability. Students in the S-2 category only fulfill 1 indicator of combinatorics thinking ability. Students in the S-3 category could not fulfill all the indicators of combinatorics thinking ability.
Fostering Conceptual Understanding of Dilation in Geometry through Motion Graphics: A Didactical Design Research Approach Muchamad Subali Noto; Cita Dwi Rosita; Ikman Nurhakim Rahadi; Nur Komalasari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2025): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i2.2933

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain didaktis berbasis media motion graphic guna meningkatkan pemahaman konseptual siswa pada materi transformasi geometri, khususnya dilatasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahap: analisis didaktis prospektif, analisis metapedadidaktis, dan analisis retrospektif. Subjek sebanyak 10 siswa kelas XII di salah satu SMK bidang teknik komputer dan jaringan. Instrumen yang digunakan mencakup rancangan desain didaktis dan pedoman wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan dalam memahami konsep dilatasi seperti titik pusat dan faktor skala, serta mampu mengaitkan konsep dengan konteks kehidupan sehari-hari. Namun, hambatan belajar seperti kesalahan prosedural, kesulitan mengekspresikan ide dalam struktur matematika, dan miskonsepsi simbolik masih ditemukan. Revisi desain dilakukan dengan menambahkan contoh kontekstual dan lembar kerja siswa untuk membantu strukturisasi jawaban dan meningkatkan keterhubungan konsep. Penelitian ini merekomendasikan integrasi media visual yang bermakna dan pendampingan dengan alat bantu belajar untuk mengoptimalkan pembelajaran geometri secara konseptual. Abstract This study aims to develop a motion graphic-based didactical design to enhance students’ conceptual understanding of geometric transformations, focusing on dilation. The research employed a Didactical Design Research (DDR) framework consisting of three phases: prospective didactical analysis, metapedadidactical analysis, and retrospective analysis. The study involved 10 twelfth-grade students from a vocational high school in the Computer and Network Engineering field. Instruments included a didactical design document and a semi-structured interview guide. Results indicated that most students improved their understanding of dilation concepts such as center and scale factor and were able to relate these concepts to real-life situations. However, learning obstacles such as procedural errors, difficulties in expressing ideas in mathematical structure, and symbolic misconceptions were still observed. The design was revised by incorporating contextual examples and student worksheets to support structured responses and conceptual linkage. This study recommends the integration of meaningful visual media and learning scaffolds to optimize conceptual learning in geometry.
Co-Authors A Arcat Aay Susilawati Aminah Aminah Amiruddin, Mohd. Hasril Andari, Kadek Dewi Wahyuni Anggita Maharani Anggraini, Lilis Marina Anisyah Pratiwi Putri Annis Deshinta Ayuningtyas Artisa Indariani Astri Wahyuni Astri Wahyuni Aulia Sthephani Ayni, Nur Ayu Nur Hikmah Bilkis, Cahaya Cahaya Bilkis Cahyadi, Muhammad Helmi Cita Dwi Rosita Dadan Sundawan Dede Syaefullah Dede Trie Kurniawan Defi Supriyati, Ayu Deni Aprilia Dianne Amor Kusuma Dianne Amor Kusuma Difa Aziza Durohman Durohman DWI RAHMAWATI Ena Suhena Praja Erawati, Turini Estiyan Dwipriyoko Farhan Ferdiansyah Fatkhurohman Fatkhurohman Firda Luthfiatika Jannah Fuji Azzumar Hafizatunnisa, Hafizatunnisa Hamdani Syaputra Handayani, Via Dwi Handayani, Via Dwi Henri Purwono Herri Mulyono Hikmah, Ayu Nur Ika WAHYUNI Ika Wahyuni Ika WAHYUNI Ikman Nurhakim Rahadi Imran Nursiddik Indariani, Artisa Iqbal Taufik Irmawati Liliana Kusuma Dewi Irmawati Liliyana Kusuma Dewi Irmawati Liliyana Kusuma Dewi Jarnawi Afgani Dahlan Kurniawan, Dede Tri Kurniawan Kusnandi Kusnandi Laelasari Laelasari Laelasari Laelasari, Laelasari Lilis Marina Lilis Marina Anggraini Lilis Marina Angraini Lilis Marina Angraini Lukman Harun M. Dadan Sundawan MARTINI Martini Marwia Tamrin Bakar Mohammad Dadan Sundawan, Mohammad Dadan Mohammad Fatchurrohman Mohd Hasril Amiruddin Mohd Hasril Amiruddin Muhammad Helmi Cahyadi Nanang Priatna Nelly Ma’rifat Sanusi Neneng Aminah Neneng Aminah Nur Ayni Nur komalasari Nur Komalasari Nurul Ikhsan Karimah Nuryanti, Mira Pangestu, Aditya Pipin Sumarni Praja, Ena Suhena Purwono, Henri Pusparani, Nilam Putri Wahyuni Putri, Anisyah Pratiwi Rahadi, Ikman Nurhakim Rahmadani, Rhaesa Fadillah Reni Wahyuni Resmi Darni Resti Yuliani Rian Nazaruddin Azhar Riskha Arfiyanti Samsul Maarif Sari, Atikah Setiyani Setiyani Setiyani Siska Firmasari Siti Maemunah Sohibun -, Sohibun Sri Adi Widodo Sri Asnawati Sri Sumarwati Sri Sumarwati Sri Winarsih Suherman Suherman Suherman Suherman Surya Amami Pramuditya Tarmidzi Tonah Tonah Toto Subroto Tri Nopriana Trisna Roy Pradipta Trisna Roy Pradipta, Trisna Roy Turini Erawati Via Dwi Handayani Via Dwi Handayani Wahyu Hartono Wahyu Hartono Wahyu Hartono, Wahyu Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Wulandari, Ghina Antania Yaya Sukjaya Kusumah Yudrick Maulana Fiqri Yuliani, Resti Yulyanti Harisman Yusida Gloriani Yusida Gloriani