Articles
Social Practices of The Warok In Bhuwuhan Tradition in Taropan Community
Nourma Ulva Kumala Devi;
Darsono Wisadirana;
Anif Fatma Chawa
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 20 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (960.791 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.wacana.2017.020.01.6
Every celebration (hajatan) is related to the contribution custom or bhuwuh, especially the tradition in society of Taropan community in conducting routine Bhuwuhan. Bhuwuhan tradition is based on the Adep Asor value which is an attitude to honor the older relatives and the elder figures (Warok) during celebration. There is an agreement in Taropan community that is built by the Warok and the members to contribute and return the bhuwuhan during the celebration. This tradition is much conducted by the society in Pesawahan, Pedagangan and Tegalwatu villages. Therefore, the objectives of this research are to explain the routine bhuwuhan process that can be a tradition in Taropan community and analyze the social practices of Warok through the capital power-owned in order to preserve the bhuwuhan tradition in Taropan community. The research uses qualitative method by using case study approach through observation, interview and documentation. The research uses social practice theory of Pierre Bourdieu with structure analysis and agent through habitus discourse, arena and capital as the capacity of the actors. 1This custom is based on a strong kinship system and adep asor value between the members and the Warok by contributing and returning more bhuwuhan which are as a binder (investment) to make the kinship keep preserved. Moreover, social practices of the Warok to the members through the cultural, economic, social and symbolic capitals are determining the dominant position of the Warok in preserving the bhuwuhan tradition in Taropan community.
CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY PT. PLTU PAITON PADA KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM) BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Nourma Ulva Kumala Devi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.19 KB)
|
DOI: 10.33366/jisip.v10i2.2288
Corporate Social Responsibility is a form of corporate social responsibility to the community in order to create optimal distribution of development. This study aims to describe the implementation of the PT. PLTU Paiton Corporate Social Responsibility (CSR) program as one of the community empowerment programs based on local wisdom (Local Wisdom) through optimization in the agricultural and tourism sectors in an effort to improve the local economy. The local wisdom strategy is one of the keys to the success and sustainability of PT. The Paiton PLTU was accompanied by the active involvement of the Bhinor Village Non-Governmental Organization (KSM). This study uses a descriptive qualitative method with a case study approach through direct observation and interview data collection techniques. The results of this study indicate that the involvement of community groups is very influential on the sustainability of empowerment programs based on local wisdom that are able to be in line with the times and the needs of local ommunities so that equitable distribution of development in the area can be realized optimally.Keyword: Corporate Social Responsibility, Local Wisdom, Community Based Tourism, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Corporate Social Responsibility merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat demi terciptanya pemerataan pembangunan yang optimal. Penelitian ini bertujuan memaparkan implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) PT.PLTU Paiton menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat yang berbasiskan kearifan lokal (Local Wisdom) melalui optimalisasi dibidang sektor pertanian dan pariwisata dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat di daerah. Strategi kearifan lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan dan keberlanjutan program CSR PT. PLTU Paiton disertai keterlibatan aktif dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Bhinor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik pengumpulan data observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan kelompok masyarakat sangatlah berpengaruh terhadap keberlangsungan program pemberdayaan yang berbasiskan pada kearifan lokal mampu selaras dengan perkembangan jaman dan kebutuhan masyarakat daerah sehingga pemerataan pembangunan didaerah dapat terwujud secara optimal.Kata kunci: Corporate Social Responsibility; Local Wisdom, Community Based Tourism; Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)
Rehabilitasi Pendampingan Korban Kekerasan Pada Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus Dinas Sosial PPPA Kota Probolinggo)
Nourma Ulva Kumala Devi;
Khoirina Rizeki
JIAP (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jiap.v10i1.8054
Kekerasan anak dan perempuan merupakan suatu bentuk tindak kejahatan yang dapat mengakibatkan kerugian serta kesehatan mental dan psikis terganggu, sehingga kekerasan sangat berdampak buruk terhadap kondisi korban yang mengakibatkan korban menjadi despresi ataupun trauma akibat kekerasan yang dialaminya. Maka sangat penting diterapkannya suatu pendampingan terhadap para korban yang mengalami kekerasan, dan Dinas Sosial PPPA Kota Probolinggo melakukan suatu rehabilitasi berguna untuk pemulihan korban yang mengalami kekerasan dan dengan adanya rehabilitasi akan memberikan suatu bentuk pendampingan lainnya seperti pendampingan dalam bentuk healing yang dimana dalam pendampingan ini akan memberikan efek yang baik terhadap pemulihan kesehatan mental dan psikis korban agar tidak mengalami trama. Kekerasan terjadi bukan hanya kepada anak dengan fisik normal tetapi anak yang berkebutuhan khusus atau disabilitas pun sering mengalami kekerasan baik itu kekerasan seksual, eksploitasi, penelantaran anak, dan kekerasan emosional. Kekerasan seksual pada anak tunagrahita yang sering terjadi yang pelaku melakukan aksinya dengan iming-iming uang atau makanan, eksploitasi anak yang sering terjadi kepada anak disabilitas yaitu dituntut untuk mengemis dan mengamen sehingga orang menjadi iba atau kasihan, penelatan anak dan kekerasan emosional yang sering dialami oleh anak disabilitas karena orang tua tidak bertanggung jawab dan tidak memenuhi haknya sabagai orang tua dalam melindungi anak. Oleh karena itu sangat penting untuk mengawasi dan melindungi anak dari kejahatan yang mengintai dan kekerasan pada anak disabilitas harus benar-benar diperhatikan karena anak adalah penerus bangsa.
Resistensi Pedagang Kaki Lima dalam Ruang Publik di Tengah Situasi Pandemi Covid-19
Nourma Ulva Kumala Devi
Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP) Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jisop.v3i2.13125
The Covid-19 pandemic situation, which is still happening today, is causing concern among people from various circles, especially for street vendors (PKL) at the Probolinggo Gotong Royong traditional market. Government regulations to suppress the spread of the virus by requiring people to carry out social distancing have an impact on the paralysis of economic activities for traders. In addition, various media continue to broadcast and report on street vendors who cannot follow government directives to stay at home, because of the demands of work and the pressure of daily needs. This study aims to find out how the efforts of traders to respond to government policies to stay afloat in locations that are considered strategic for trading in the midst of the Covid-19 pandemic situation. Then this study also aims to determine the impact felt by traders when social distancing is enforced. This research method is descriptive qualitative research with a case study approach through data analysis of pattern matching and theoretical propositions. This study uses Jurgen Habermas's scheme of thinking about the "rationality of communicative action" which is oriented to reaching mutual agreement or consensus based on legitimate public discourse. The results showed that the communication space between street vendors and the local government was built by the dominance of economic and political interests between the elite and the movers of the association of street vendors. So that there is a strength in the bargaining position of street vendors in the public sphere even in a pandemic situation. These interests have an impact on resistance to policies and traders can continue to trade in certain locations on condition that they comply with government directives regarding health protocols.
Implementasi Pola Hidup Sehat di Kalangan Anak-Anak Guna Mencegah Stunting di Kelurahan Pakistaji Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo
Ribut Prastiwi Sriwijayanti;
Nourma Ulva Kumala Devi
Abdi Panca Marga Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Abdi Panca Marga Edisi November 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Panca Marga Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (418.32 KB)
|
DOI: 10.51747/abdipancamara.v1i1.637
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usiannya. Peran penting telah mendorong Kelurahan Pakistaji untuk terus meningkatkan pola hidup sehat di kalangan anak-anak guna mencegah terjadinya stunting. KKN Universitas Panca Marga yang telah dilakukan selama ini terhadap warga Pakistaji dirasa telah berjalan dengan baik. Penyuluhan yang telah dilakukan sehubungan dengan kegiatan KKN Universitas Panca Marga adalah penyebaran pamflet guna untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat terkait dengan stunting, penyuluhan stunting kepada wali murid Riyadlus Solihin Pakistaji, kampanye “Ayo Minum Susu” kepada siswa-siswa Riyadlus Solihin, serta beberapa kegiatan yang berhubungan dengan pencegahan stunting. Hasil yang didapat saat ini adalah para peserta merasa ditambah pengetahuannya, digugah kesadarannya, dan ditambah keahliannya. Diharapkan kedepannya kegiatan ini terus berkesinambungan dan terus memberikan arti bagi kedua belah pihak, yaitu UPM dan masyarakat di Kelurahan Pakistaji. Selain itu diharapkan akan banyak pihak-pihak lain yang mau terlibat dalam kegiatan pengabdian ini, terutama pihak-pihak dari eksternal UPM, sehingga kegiatan ini dapat memunculkan banyak jejaring bagi semua pihak. Kata Kunci : Stunting, Penyuluhan.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN TUNAI PEDAGANG KAKI LIMA DAN WARUNG (BTPKLW) KOTA PROBOLINGGO DI MASA PANDEMI COVID-19
Veronica Sri Astuti;
Nourma Ulva Kumala Devi;
Rangga Dzulkarnain
Jurnal AKTUAL Vol 20, No 2 (2022): Jurnal AKTUAL
Publisher : STIE Trisna Negara OKU Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47232/aktual.v20i2.241
Pandemi Covid-19 membuat keadaan di Indonesia semaki terpuruk. Perekonomian yang melonjak turun drastis, angka kematian semakin naik. keterbatasan mobilitas masyarakat membuat roda kehidupan manusia pada umumnya terhenti, terutama bagi para pedagang kaki lima yang merupakan golongan Pekerja yang melibatkan pertemuan pembeli dan penjual dalam proses transaksi jual beli. Akibat peraturan pemerintah dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam menekan angka kematian dari Covid-19 membuat para PKL terhimpit pemasukan ekonominya. Mengetahui adanya efek ekonomi yang menurun dan merugikan dikalangan pedagang, maka presiden memberikan perintah langsung kepada Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk membagikan bantuan yang di khususkan pada para pedagang kaki lima dan warung. Program bantuan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung diselenggarakan oleh Polres Kota Probolinggo yang menargetkan pemberian nominal dana senilai 1.2 juta untuk para pedagang kaki lima dan warung. Peneliti ingin meneliti dari aspek implementasi dalam proses penyelenggaraan BTPKLW ini apakah sudah terealisasikan dengan benar dengan menggunakan teori Van Horn dan Meter dalam 6 indikasi yaitu 1) Standar Kebijakan, 2). Sumber daya, 3). Karakter Organisasi, 4). Komunikasi, 5). Sikap Pelaksana dan 6). Lingkungan Sosial, Ekonomi dan Politik.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Ekonomi Kreatif Produk Abon Bawang Goreng Desa Randupitu, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo
Nourma Ulva Kumala Devi;
Oktafiyanto Oktafiyanto;
Juhairiyah Kartika Dewi;
Abd Malik Al Gazali Sayyidi;
Asroful Anam
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/linov.v7i3.832
Masyarakat Desa Randupitu lebih banyak berprofesi sebagai seorang buruh tani dikarenakan desa ini memiliki potensi wilayah yang bagus dalam menanam tanaman khususnya bawang merah. Akan tetapi banyaknya hasil pertanian bawang merah ini tidak diimbangi oleh pengelolaan bawang merah yang lebih kreatif dan inovatif. Desa Randupitu memiliki potensi unggulan berupa petani bawang merah, yang dimana bawang merah ini bisa menjadi inovasi baru dengan mengolah bawang merah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan adanya ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa, dengan adanya ekonomi kreatif diharapkan akan lahir sebuah ide cemerlang untu membuat sesuatu yang baru yang dapat bernilai jual yang tinggi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan dalam bidang ekonomi di Desa Randupitu dengan memberikan program sosialisasi dan implementasi ekonomi kreatifpada tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif desriptif. Hasil dari kegiatan ini adalah produk abon bawang goreng diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Randupitu untuk dijual sebagai produk dengan ciri khas Desa Randupitu. Community Empowerment Through Optimizing the Creative Economy of Fried Shredded Onion Products in Randupitu Village, Gending District, Probolinggo Regency Abstract The people of Randupitu Village mostly work as farm laborers because this village has good regional potential in growing crops, especially shallots. However, many of the results of this shallot farming are not supported by creative and innovative shallots. Randupitu Village has excellent potential in the form of shallot farmers, where shallots can be a new innovation by processing shallots into creative products that have high selling value. With the creative economy, it can be a strategy to increase village economic growth, with the creative economy, it is hoped that a bright idea will be born to make something new and worth selling high. Real Work Lecture (KKN) students provide innovation in solving economic problems in Randupitu Village by providing a socialization program and implementation of the creative economy in 2022. The method used in this study is a descriptive qualitative research method. The result of this activity is that the fried onion shredded product is expected to be used by the people of Randupitu Village to be sold as a product with the characteristics of Randupitu Village.
Perubahan sosial-ekonomi masyarakat pasca pengembangan destinasi wisata Ayu Rezeki Park Probolinggo
Nourma Ulva Kumala Devi;
Supriyanto Supriyanto;
Rr. Setyani Hidayati;
Vadhea Nuraliza;
Kristiyono Kristiyono;
Moch.Saifur Rizal;
Uswatul Hasanah;
Alisyia Putri Melani;
MH Rizqi Ramadhani
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/sosio.v9i1.13370
The development of the Ayu Rezeki Park Tourism Destination brought a breath of fresh air to the people's economy in Kerpangan Village, Probolinggo Regency because the true economic vibrancy of the people began to grow and experience changes after the presence of this tour. The village has attractive natural resources and potential for development. In addition, it is also supported by the social and cultural life of the local community which is very harmonious while maintaining noble values and local wisdom. The development of Ayu Rezeki Park tourism certainly has a positive impact and is able to improve the economic welfare of the community. This study aims to analyze the socio-economic changes in the people of Kerpangan Village both from the aspect of employment, community participation in tourism development, to aspects of increasing the community's economic welfare. The method used in this research is qualitative method. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. Data analysis techniques use a case study approach. The results of this study indicate that the developed Ayu Rezeki Park tourism has a significant positive impact on socio-economic changes in the community. Especially from opening job opportunities not only from the agricultural sector but now increasing in the tourism sector, an increase in the number of tourist visitors is able to open business opportunities for MSMEs, & the participation of local communities in supporting the optimization of tourism in order to create more empowered rural communities.
Program Bantuan Dana Hibah Berupa Listrik Dan Pdam Tahun 2023, Pada Masjid Di Kelurahan Jati Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo (Studi Pada Kantor Kesra Kota Probolinggo)
Siti Marwiyah;
Nourma Ulva K.D;
Abdul Basid
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 9 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35870/jemsi.v9i5.1455
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program bantuan dana hibah yang berupa litrik dan PDAM tahun 2023, pada Masjid di Kelurahan Jati Kecamatan Mayangan kota Probolinggo. Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) menjelaskan pada tahun 2023 tercatat sekitar 800.000 Masjid dan mushala yang tersebar di seluruh tanah air. Namun, kebanyakan Masjid dan mushala tersebut belum berfungsi secara Masjid disamping melekat kesan keagamaan padanya, namun di satu sisi banyak hal perlu dibenahi karena bermodal sendiri untuk operasionalnya mulai dari kebutuhan listrik, air dan dana kegiatan lainnya hal ini problem serius yang perlu ditangani. Untuk menjawab problema yang serius ini pemerintah Kota Probolinggo melalui Bagian Kesra Setda Kota Probolinggo hadir melalui program bantuan hibah, Hibah merupakan bentuk bantuan yang tidak harus dikembalikan dan tidak mengikat pihak yang diberi untuk melakukan komitmen tertentu, hibah dapat diberikan dalam bentuk barang, uang maupun jasa. Sedangkan secara managerial bagaimana dalam hal “memanage” pengelolan hibah dan bantuan sosial terdiri dari pihak yang melaksanakan fungsi otorisasi adalah Walikota dan Dinas terkait yang ada di kota Probolinggo.
Sosialisasi Perlindungan Hukum Pada Tindakan Kekerasan Rumah Tangga
Nourma Ulva K. D;
Rifki Abdul Hikam;
Fiky Yunus
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan dalam kegiatan ini adalah minim ilmu maupun info bagi masyarakat terkait Hukum KDRT; minim pemahaman hukum terkait muatan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 terkait KDRT; dan ada tindakan kekerasan pada rumah tangga. Penyelesaian masalah dilakukan melalui komunikasi hukum proses sebagai penyebaran info selaras dengan isi hukum. Kegiatan pengabdian ini dengan model forum seminar dengan dialog ringan karena menyesuaikan dengan lingkup dan kualitas sumber daya manusia di lokasi pengabdian. Penyampaian materi dengan dialog dan memberikan contoh pada kehidupan sehari-hari. Hasil luaran program menggambarkan ada perubahan dan peningkatan pemahaman dan pengetahuan hukum yang semakin meningkat di lingkungan masyarakat tentang regulasi yang mengarahkan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Kegiatan seperti ini perlu dilakukan untuk kedepannya, dengan terus memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait aturan hidup masyarakat.