Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Role of Digital Literacy in Developing the Teaching Creativity of Elementary School Teachers Zaini, Muhammad; Aqodiah, Aqodiah; Astini, Baiq Ida
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT) Vol 11 No 2 (2025): July - December
Publisher : Department of Physics Education, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v11i2.9586

Abstract

This research investigates how digital literacy contributes to enhancing teachers' creativity in elementary school learning activities. Employing a qualitative approach with a case study design, the study was conducted at SDN 1 Kekait. Participants included four classroom teachers from grades IV and V, the school principal, and students from classes IV A, IV B, V A, and V B, all selected purposively due to their active engagement in technology-integrated learning. Data were gathered through observations, semi-structured interviews, and document analysis, and interpreted using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that teachers with higher levels of digital literacy are better equipped to design innovative teaching materials, foster student motivation, and promote active classroom participation, leading to more engaging and interactive learning environments. Nevertheless, the study identified several challenges, including inadequate infrastructure, disparities in teachers' technological competencies, and insufficient ongoing digital literacy training. These results underscore the need for comprehensive, inclusive, and adaptive strategies to strengthen digital literacy as a means to advance teacher creativity and elevate the overall quality of primary education.
Students' Perception in Implementing Problem-Based Learning (PBL) toward Concept Understanding Zaenudin; Asbah; Baiq Ida Astini; Isthifa Kemal
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12655

Abstract

This study aims to analyze student perceptions of the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) method in learning Religious Education. This study used a descriptive method with a qualitative approach, involving 80 students at Muhammadiyah Mataram University. Data were collected through a Likert scale questionnaire consisting of 50 statements, then analyzed using descriptive statistics to describe students' perceptions of the implementation of PBL. The results showed that the majority of students responded positively to this method, stating that PBL improved their understanding of religious concepts, connected religious values with daily life, and encouraged active involvement in learning. In addition, PBL is also proven to improve critical thinking skills, cooperation in group discussions, and provide a more meaningful learning experience. However, some challenges are still faced, such as limited relevant references, lack of supporting facilities, and the need for additional guidance from lecturers so that this method can be applied optimally. In addition, students emphasized the importance of real case studies in PBL to increase the relevance of learning. Therefore, support from educational institutions is needed in providing learning resources, improving learning facilities, and more structured teaching strategies. Future research is suggested to explore more flexible and effective PBL implementation strategies, as well as comparing the effectiveness of PBL with other learning methods in order to gain a more comprehensive understanding of the contribution of PBL in learning Religious Education.
PENGUATAN KAPASITAS INDUSTRI RUMAH TANGGA MINYAK GORENG KELAPA AL-HIKMAH Dewi, Novi Yanti Sandra; Aqodiah, Aqodiah; Agustina, Ahadiah; Astini, Baiq Ida; Zaenudin, Zaenudin; Wahab, Abdul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37396

Abstract

Abstrak: Industri rumah tangga memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam. Salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah kelapa, yang dapat diolah menjadi minyak goreng. Namun, industri rumah tangga pengolahan kelapa umumnya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya efisiensi produksi, lemahnya manajemen usaha, keterbatasan pemasaran, serta belum optimalnya pemahaman terhadap legalitas produk, khususnya sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Industri Rumah Tangga Minyak Goreng Kelapa Al-Hikmah, dengan melibatkan pemilik dan pekerja sebanyak 7 orang. Kegiatan ini dilakukanmelalui penerapan teknologi tepat guna, digitalisasi manajemen usaha, dan edukasi legalitas halal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, diskusi reflektif, dan perbandingan kondosi usaha sebelum serta sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi proses produksi, perbaikan sistem pencatatan keuangan melalui pemanfaatan aplikasi digital, serta meningkatnya pemahaman mitra mengenai pentingnya legalitas halal. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat sekitar dan keberlanjutan usaha berbasis potensi lokal.Abstract: Household industries play a strategic role in strengthening local economies based on the utilization of natural resource potential. One commodity with high economic value is coconut, which can be processed into cooking oil. However, household-scale coconut processing industries generally still face various challenges, including low production efficiency, weak business management, limited marketing reach, and suboptimal understanding of product legality, particularly halal certification. This community service activity aims to strengthen the capacity of the Al-Hikmah Household Coconut Cooking Oil Industry, by involving the owner and workers totaling seven participants. The program is implemented through the application of appropriate technology, business management digitalization, and halal legality education. The implementation method employs a participatory approach based on Participatory Action Research (PAR), actively involving partners in all stages of the activities. Program evaluation was conducted through field observations, reflective discussions, and comparisons of business conditions before and after the intervention. The results indicate improvements in production process efficiency, enhancements in financial record-keeping systems through the use of digital applications, and increased partner understanding of the importance of halal legality. This program not only improves business performance but also contributes to strengthening the local community economy and ensuring the sustainability of enterprises based on local potential.
PERAN GURU KELAS SEBAGAI FASILITATOR DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT SISWA MI: TINJAUAN KONSEPTUAL DAN PRAKTIS mar'atun Nisa; Helma Malini; Maryunani Ita Pratama; Nurbaiti Pratiwi; Muhammad Aziz; Baiq Ida Astini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6891

Abstract

Berdasarkan tinjauan sistematis terhadap literatur yang diperoleh dari database Scispace dan Elicit, dengan sumber dari Google Scholar, DOAJ, dan Scopus untuk publikasi tahun 2015–2025, ditemukan bahwa peran guru kelas sebagai fasilitator dalam mengembangkan minat dan bakat siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) sangat krusial dan bersifat multidimensional. Guru kelas tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai mediator yang mampu mengenali serta merangsang potensi individu siswa melalui pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa serta penerapan teknologi pendidikan dan asesmen formatif secara berkelanjutan. Implementasi metode pembelajaran yang berbeda sesuai kebutuhan siswa dan keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan berbagai kemampuan akademik dan non-akademik secara optimal. Selain itu, peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi antarpendidik memperkuat kemampuan guru dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa secara individual. Sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua juga terbukti dapat memperkuat lingkungan belajar yang mendukung pengembangan minat dan bakat siswa. Namun, beberapa penelitian mengidentifikasi kendala seperti keterbatasan akses teknologi, waktu pelatihan yang terbatas, dan komunikasi yang belum maksimal antara guru dan orang tua, yang berpotensi menghambat efektivitas peran guru sebagai fasilitator. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan sistem pendukung dan kebijakan yang memadai untuk mengoptimalkan peran strategis guru kelas dalam pengembangan potensi siswa MI secara komprehensif.
Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Islam di Era Digital: Kajian Literatur terhadap Integrasi Ilmu dan Teknologi said, Khaerudin; Wardi, Muhammad Musfiatul; Aqodiah, Aqodiah; Mappanyompa, Mappanyompa; Astini, Baiq Ida; Hayati, Mardiyah
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v11i1.39226

Abstract

Kurikulum pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan substantif dalam merespons perkembangan teknologi digital yang berlangsung dengan sangat cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif rekonstruksi kurikulum pendidikan Islam di era digital dengan fokus pada integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur sistematis (systematic literature review) dengan pendekatan analisis kritis-interpretatif. Sumber data meliputi literatur-literatur klasik dan kontemporer tentang teori kurikulum, pemikiran pendidikan Islam, dan integrasi ilmu-teknologi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten dengan kerangka pemikiran integratif-interkonektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum pendidikan Islam memerlukan lima dimensi transformasi: pertama, reorientasi epistemologis yang mengintegrasikan wahyu, akal, dan pengalaman dalam kerangka ontologi keilmuan Islam; kedua, restrukturisasi konten kurikulum yang menyeimbangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan literasi digital; ketiga, revitalisasi metodologi pembelajaran yang mengombinasikan pendekatan tradisional dan digital; keempat, pengembangan sistem evaluasi yang autentik dan berbasis teknologi; kelima, penguatan kapasitas pendidik dalam literasi digital. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi ilmu dan teknologi dalam kurikulum pendidikan Islam harus berlandaskan pada paradigma integratif-interkonektif yang mempertemukan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan teknologi kontemporer tanpa kehilangan identitas spiritual dan moralnya
MOTIVASI PENDIDIKAN AL-QUR’AN SEBAGAI INVESTASI AKHIRAT: PENGUATAN NILAI SPIRITUAL MELALUI WISUDA TAHFIDZ DI PONDOK PESANTREN RIYADUL MUBAROK Zaenudin, Zaenudin; Urifah, Dewi; Astini, Baiq Ida
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38767

Abstract

ABSTRAKLatar belakang utama  pengabdian masyarakat ini adalah tantangan yang akan di hadapi para wisudawan pasca tahfidz, untuk menjaga konsistensi muroja’ah agar hafalan tetap terjaga serta mempertahankan motivasi spiritual, karena tahfidz merupakan amanah jangka panjang yang harus tetap istiqomah karena bukan akhir proses pembelajaran. Adapun orang tua juga mempunyai peran yang sangat penting keterlibatannya yang belum optimal maka itu diperlukan intervensi edukatif yang bersifat reklektif dan inspiratif. Tujuan pengabdian ini untuk emberikan penguatan motivasi spiritual dan edukasi keada wisudawan wisudawati tahfidz Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Riyadul Mubarok. Selain itu pengabdian ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya Pendidikan Al-Qur’an sebagai investasi akhirat. Adapun Metode yang di gunakan  adalah dengan  pendekatan ceramah motivasi keagamaan yang bersifat inspiratif dan reflektif, dilaksanakan secara luring pada tanggal 24 Januari 2026 dengan melibatkan wisudawan tahfidz (1–13 juz), orang tua, serta civitas pesantren sebagai mitra kegiatan. Dalam pengabdian ini juga  dilakukan evaluasi melalui observasi partisipasi, respons emosional, dan refleksi peserta selama kegiatan berlangsung.Pengabdian ini menghasilkan adanya peningkatan pemahaman, kesadaran spiritual, dan motivasi peserta dalam menjaga hafalan Al-Qur’an secara berkelanjutan. Adapun dalam kegiatan ini juga memperkuat peran orang tua dan pesantren dalam mendukung pembinaan generasi Qur’ani. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi dalam penguatan model pembinaan tahfidz berbasis motivasi spiritual yang berkelanjutan.Kata kunci: Pengabdian Masyarakat; Tahfidz Al-Qur’an; Motivasi Spiritual; Pendidikan Pesantren; Generasi Qur’ani. ABSTRACTThe main background of this community service is the challenges that will be faced by graduates after tahfidz, to maintain the consistency of muroja'ah so that memorization is maintained and spiritual motivation, because tahfidz is a long-term mandate that must remain istiqomah because it is not the end of the learning process. As for parents, they also have a very important role in their involvement which is not optimal, so educational interventions that are collective and inspirational are needed. The purpose of this service is to strengthen spiritual motivation and education for graduates of tahfidz al-Qur'an at the Riyadul Mubarok Islamic Boarding School. In addition, this service also aims to build collective awareness about the importance of Qur'an Education as an investment in the hereafter. The method used is an inspirational and reflective approach to religious motivational lectures, which will be held offline on January 24, 2026 by involving tahfidz graduates (1-13 juz), parents, and the pesantren community as activity partners. In this service, evaluation was also carried out through observation of participation, emotional response, and reflection of participants during the activity. This service resulted in an increase in understanding, spiritual awareness, and motivation of participants in maintaining the memorization of the Qur'an in a sustainable manner. This activity also strengthens the role of parents and Islamic boarding schools in supporting the development of the Qur'ani generation. Thus, this devotion contributes to strengthening the sustainable model of tahfidz coaching based on spiritual motivation.Keywords: Community Service; Tahfidz Al-Qur'an; Spiritual Motivation; Islamic Boarding School Education; Generation Of The Qur'ani.
Analisis Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Dalam Meningkatkan Kesadaran Sejarah Siswa Melalui Metode Storytelling Aqilla Sabrina; Ainayah Alfatihah Al Azmi; Widiarti Widiarti; Muhammad Alfauzi; Muhaimi Abdullah Lema; Baiq Ida Astini
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dalam meningkatkan kesadaran sejarah siswa melalui penerapan metode storytelling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research), dengan sumber data berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran SKI memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran sejarah siswa, terutama apabila didukung oleh metode pembelajaran yang inovatif. Metode storytelling terbukti mampu meningkatkan keterlibatan kognitif dan afektif siswa melalui penyajian materi dalam bentuk narasi yang menarik dan kontekstual. Selain itu, metode ini juga mendorong siswa untuk berpikir reflektif serta mampu mengaitkan peristiwa sejarah dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, integrasi pembelajaran SKI dan metode storytelling berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran sejarah siswa secara lebih mendalam dan bermakna.
Pelatihan penyusunan RPP berbasis kurikulum cinta sebagai upaya peningkatan kompetensi guru madrasah ibtidaiyah Aqodiah Aqodiah; Khaeruddin Said; Mustapa Ali; Baiq Ida Astini; Zaenudin Zaenudin; Muhiburrahman Muhiburrahman; Novi Yanti Sandra Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38936

Abstract

AbstrakTransformasi pendidikan madrasah menuntut penguatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi kognitif, tetapi juga mengintegrasikan nilai karakter secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran. Namun, pada praktiknya, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) masih cenderung bersifat administratif dan belum mengakomodasi integrasi nilai secara operasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun RPP berbasis Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah dengan melibatkan 15 orang guru sebagai mitra sasaran. Metode yang digunakan meliputi workshop konseptual, pelatihan teknis penyusunan RPP, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dengan rata-rata skor dari 54,3 menjadi 83,4 serta peningkatan keterampilan penyusunan RPP dari 53,2 menjadi 85,0. Secara kualitatif, terjadi perubahan paradigma guru dalam merancang pembelajaran dari yang berorientasi administratif menuju pembelajaran yang lebih holistik dengan integrasi nilai panca cinta dalam tujuan, kegiatan, dan asesmen. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kompetensi guru serta dapat menjadi model penguatan pembelajaran berbasis nilai di madrasah. Kata kunci: kurikulum berbasis cinta; rencana pelaksanaan pembelajaran; kompetensi guru; pendidikan karakter; madrasah ibtidaiyah AbstractThe transformation of madrasah education requires strengthening learning processes that are not only cognitively oriented but also systematically integrate character values into lesson planning. However, in practice, lesson plans tend to be administrative in nature and have not yet accommodated the operational integration of values. This community service activity aims to improve teachers’ understanding and skills in developing lesson plans based on the Love-Based Curriculum. The activity was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah, involving 15 teachers as target participants. The methods employed included conceptual workshops, technical training on lesson plan development, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests, observation, and reflection. The results indicate a significant improvement in teachers’ understanding, with average scores increasing from 54.3 to 83.4, as well as an improvement in lesson plan development skills from 53.2 to 85.0. Qualitatively, there was a shift in teachers’ perspectives from administrative-oriented planning to more holistic learning design, integrating the five core values of love into learning objectives, activities, and assessment. This activity demonstrates that practice-based training is effective in enhancing teacher competence and can serve as a model for strengthening value-based learning in madrasahs. Keywords: love-based curriculum; lesson plan; teacher competence; character education; madrasah ibtidaiyah