Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Wanita Usia Subur Haseli, Katharina; Apris A. Adu; Deviarbi S. Tirra
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i2.131

Abstract

Jumlah PUS bulan Januari 2020 di Kota Kupang adalah 47.044. Jumlah peserta MKJP di kota Kupang sebanyak 13.847 (42,54) dari total jumlah peserta KB aktif sebanyak 32.559. Angka ini menunjukkan bahwa penggunaan non-MJKP dan PUS yang tidak menggunakan alat kontrasepsi lebih besar dari pengguna MKJP (BKKBN Kota Kupang, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pendidikan, pengetahuan, jumlah anak, dukungan suami, dukungan teman sebaya, dan informasi petugas layanan KB terhadap metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur di wilayah kerja puskesmas Oebobo tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah study survey analitik dengan rancangan Cross-sectional study. Sampel terdiri dari 325 orang wanita usia subur dan dilakukan secara accidental sampling dengan tingkat kepercayaan α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang adalah pendidikan (p-value = 0,021), pengetahuan (p-value = 0,023), dukungan suami (p-value = 0,000) dan dukungan teman sebaya (p-value = 0,031). Sedangkan yang tidak berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang adalah jumlah anak (p-value = 0,717) dan informasi petugas layanan KB (p-value = 0,484). Diharapkan wanita usia subur lebih berpartisipatif dalam mengikuti program KB.
EDUKASI KEBIASAAN CUCI TANGAN DENGAN PENERAPAN METODE BERNYANYI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR PADA MURID SD NEGERI TUADALE KABUPATEN KUPANG Indriati Andolita Tedju Hinga; Apris Adu
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v5i1.565

Abstract

Children are an age group that is susceptible to infectious diseases such as ARI and diarrhea. Application of Clean and Healthy Behavior (PHBS) in children can prevent the spread of disease. One indicator of a healthy life is the habit of washing your hands. The hand is the main medium of transmission of disease because the hands often make direct contact with various objects that are contaminated with germs that cause disease. The aim of community service is to educate the habit of washing hands as an effort to prevent primary transmission of disease. Problem-solving in this activity uses interactive learning media, namely simulations with singing methods and audiovisual based movements. The target of this activity is students of class II (11 people) and teachers (2 people) in SDN Tuadale, Kupang Regency. The results of the implementation of handwashing habit education greatly affect the number of children's participation at each stage of the activity which reaches 100%. Knowledge and skills of children in the practice of washing hands using the singing method increased to 98%. At the end of the activity the children are already adept at practicing the stages of washing hands properly. Based on these results, the school is an effective forum for implementing health programs, because handwashing habits need to be educated early on. The singing method with audiovisual based movement is effective to be recommended in PHBS counseling especially for children.
Risk Factors for The Incidence of Acute Respiratory Infection (ARI) in Toddlers in The Working Area of Tarus Primary Health Center, Kupang District Olang, Eka Sukma Kumala Dewi; Adu, Apris A.; Purnawan, Sigit
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 7, No 1 (2024): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v7i1.20382

Abstract

AbstractIntroduction: ARI is an acute infection that attacks one or more parts of the respiratory tract, from the nose to the deep tissues of the lungs. The number of ARI in toddlers in the Tarus primary health center in 2020 was 1.352 people and in 2021 there was a decrease of 97 people recorded, in January 2022 to February 2023, the number of ARI in toddlers increased by 1.141 cases.Methods: This research used a case-control study design. The case group is toddlers who experience ARI events, while the control group is toddlers who do not experience ARI events. The total population of toddlers in the Tarus Primary Health Center for the period January 2022 to February 2023 was 5,370 toddlers with a case group population of 1,141 toddlers and a control group population of 4,229 toddlers. The sample obtained for the case group was 117 toddlers and for the control group was 117 toddlers with a total of 234 samples.Results: The results showed no significant relationship between age (p=1.000; OR=1.000), and gender (p=0.428; OR=0.738) with the incidence of ARI in toddlers. There was a significant relationship between immunization status (p=0.000; OR=25.143), exclusive breastfeeding history (p=0.000; OR=25.016), house occupancy density (p=0.000; OR=15.416), house ventilation (p=0.000; OR=9.079) and smoking habits of family members (p=0.000; OR=9.775) with the incidence of ARI in toddlers.Conclusion : The incidence of ARI in toddlers can occur due to several risk factors such as immunization status, exclusive breastfeeding history, house occupancy density, house ventilation, and smoking habits of family members 
Pola Konsumsi Pasien Covid-19 yang Melakukan Isolasi Mandiri Selama PPKM Level 4 Apris A. Adu; Daniela Boeky
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.262 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2918

Abstract

This study aims to determine the consumption patterns of COVID-19 patients during self-isolation at home during PPKM Level 4 in the city of Kupang. The research method is quantitative research with a cross-sectional study design. The results showed that the consumption pattern in terms of the type of food consumed was in the moderate category with a total of 46 respondents (57.5%); in terms of the amount of food in the excellent category with a total of 63 respondents (78.75%); and in terms of eating frequency, 72 respondents (90%). The amount of information about balanced nutritious foods makes isoman patients wiser in choosing and consuming foods to increase immunity and speed up the recovery process. In conclusion, getting food for COVID-19 patients during the PPKM level 4 in Kupang city, mainly obtained from family assistance, consumption patterns in categories, and the amount of food consumed, is good. Keywords: COVID-19, Independent Isolation, PPKM, Consumption Pattern
Kajian Ukuran Lingkar Kepala Dan Kemampuan Kognitif Anak Dengan Stunting Dan Non Stunting Di Kecamatan Sabu Liae Anjelina, Fordiana; Adu, Apris A.; Liufeto, Mega O.L; Jutomo, Lewi
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.632

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi di mana anak mengalami gangguan pada pertumbuhan, sehingga berdampak pada tidak optimalnya kemampuan kognitifnya dimasa depan. Berdasarkan data EPPGBM Puskesmas Eilogo, prevalensi stunting di Kecamatan Sabu Liae pada tahun 2021 masih terdapat 30,9%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan desain case control perbandingan 1:1 sehingga sampel anak balita stunting sebanyak 39 anak demikian anak non stunting juga sebanyak 39 anak. Analisis perbedaan parameter ukuran lingkar kepala menggunakan independent sampel T-test dan uji Mann-Whitney Test untuk menganalisis perbedaan kemampuan kognitif anak stunting dan non stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran lingkar kepala anak balita stunting memiliki ukuran yang lebih kecil (46,23 cm) dibandingkan anak balita non stunting yaitu (47,13 cm) dan perbedaan ini berbeda secara signifikan (0,024 < 0,05). Demikian pula perkembangan kognitif anak balita stunting lebih banyak yang terhambat (76,92 %) dibandingkan dengan anak balita non stunting hanya 43,59 %, dan perbedaan ini berbeda secara signifikan (0,003 < 0,05). Kesimpulan yaitu ukuran lingkar kepala anak non stunting lebih besar dibandingkan ukuran lingkar kepala anak stunting, dan perbedaan ini berbeda secara signifikan. Perkembangan kognitif anak balita stunting lebih banyak yang terhambat dibandingkan dengan anak balita non stunting dan perbedaan ini berbeda secara signifikan.
Photovoice Communication on Elementary School Children's Anxiety in Rote Facing Vaccination and Its Impact on COVID-19 Vaccination Coverage Mas’amah, Mas’amah; Apris A. Adu; Marylin. S. Junias
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 2: FEBRUARY 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i2.6606

Abstract

Introduction: The importance of vaccines lies in their ability to enhance the immune system. However, for elementary school children, vaccination programs often evoke fear, particularly due to the use of needles and the need for the program to be conducted twice. Teachers, as parental figures at school, are expected to play a critical role in communication to strengthen children's mental resilience, enabling them to participate in the vaccination program. This study aims to examine the use of photovoice communication to address elementary school children's anxiety about vaccination in Rote and its impact on COVID-19 vaccination coverage. Methods: This qualitative study employed the photovoice technique as the primary method for data collection. Results: The findings reveal that collaboration between teachers, healthcare workers, and parents in communicating about the vaccination program can foster supportive communication among students, strengthening their mental resilience. Synergistic communication between teachers, parents, and healthcare workers, along with providing incentives for vaccinated students, effectively reduces fear and contributes to the success of the vaccination program for children. Conclusion: The study concludes that synergistic communication between teachers, parents, and healthcare workers is a key strategy in reducing children's fear and ensuring the success of vaccination.
STUDI EPIDEMIOLOGI UNTUK KEJADIAN SKABIES PADA MASYARAKAT KELURAHAN NAIONI KOTA KUPANG Dati, Maria Claudia Putri Alom; Weraman, Pius; Wahyun, Maria Magdalena Dwi; Adu, Apris A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43704

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau S.scabiei. var. hominis beserta produknya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan epidemiologi penyakit skabies di Kelurahan Naioni, Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel 62 orang penderita skabies yang merupakan total populasi penderita skabies di Kelurahan Naioni pada tahun 2023-Agustus 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi pada pasien skabies dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk kemudian dilakukan analisis univariat untuk tiap variabel yaitu meliputi komponen host yaitu personal hygiene (kebersihan kulit dan tangan, kebersihan pakaian dan kebersihan handuk) dan komponen lingkungan (environment) yang meliputi sarana air bersih, kepadatan hunian dan sanitasi tempat tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan kulit dan tangan (67,7%) serta pakaian (54,8%) tergolong kurang baik, sedangkan kebersihan handuk (59,7%), kepadatan hunian (58,1%), sanitasi tempat tidur (67,7%), dan sarana air bersih (75,8%) tergolong baik. Menurut hasil wawancara, personal hygiene (kebersihan kulit dan tangan) tergolong kurang baik didasarkan pada kebiasaan penderita yang sebagian besar tidak melakukan praktik kebersihan diri yang sederhana seperti tidak rutin memotong kuku seminggu sekali yang menyebabkan beberapa responden memiliki kuku yang kotor dan panjang, selain itu personal hygiene (kebersihan pakaian) tergolong kurang baik didasarkan pada jawaban responden dimana mayoritas kurang memperhatikan kebiasaan-kebiasaan seperti mengganti pakaian saat berkeringat, mencuci pakaian saat selesai dipakai dan menyetrika pakaian untuk mematikan sisa kuman yang menempel dipakaian.
PEMETAAN PREDIKSI KEJADIAN TUBERKULOSIS BERDASARKAN WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN SIKKA TAHUN 2025-2029 Haba, Febrian Trisan; Syamruth, Yendris K.; Tira, Deviarbi Sakke; Adu, Apris A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44040

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis adalah penyakit menular yang menyebabkan tingginya angka kematian. Kementerian Kesehatan RI telah menjadikan TB sebagai salah satu program prioritas nasional, namun masih banyak kasus yang tidak terdeteksi dan pasien yang terinfeksi menjadi sumber penularan baru. Insiden kasus TB di Kabupaten Sikka mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pemetaan prediksi TB dapat memberikan informasi mengenai tingkat endemisitas suatu wilayah, serta kemungkinan jumlah kasus di setiap wilayah dalam beberapa tahun ke depan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis time series menggunakan metode trend line. Trend line digunakan untuk menjadikan data historis sebagai dasar dalam membuat pola atau kecenderungan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data kasus Tuberkulosis di Kabupaten Sikka dari tahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukan sebaran kasus TB pada periode 2020-2024 cenderung meningkat, meskipun terjadi penurunan pada tahun 2024. Prediksi jumlah kasus TB di masa depan terus meningkat meskipun distribusinya menunjukkan fluktuasi di tingkat kecamatan.  Penelitian ini akan memperkuat upaya pengendalian TB di tingkat masyarakat dan pemerintah sehingga dapat dilakukan intervensi yang lebih tepat dan efisien dalam mengatasi penyebaran TB.
The Effect of Omega-3 Fatty Acid Supplementation on Language and Personal-Social Development of Stunted Toddlers in the Bakunase Public Health Center Area Liswaty Ga, Jefty; Adu, Apris A.; Jutomo, Lewi; Roga, Andreas Umbu; Berek, Noorce Christiani
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 6 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i6.51412

Abstract

This quasi-experimental study with a non-equivalent control group aimed to analyze the effects of omega-3 supplementation on early childhood development, focusing on gross motor skills, fine motor skills, language development, and social skills among stunted children aged 1–3 years in the Bakunase Health Center area. Malnutrition remains a serious issue in Indonesia, with 20.6% underweight, 18.4% stunted, and 9.4% wasting toddlers reported in Kupang City in 2024. A total of 20 participants were divided into treatment and control groups (10 each), and data were collected using questionnaires and analyzed with the Wilcoxon Signed Rank and Mann-Whitney tests. Results showed that omega-3 supplementation significantly improved language (p = 0.034) and social skills (p = 0.046) in the treatment group, with no significant changes observed in gross (p = 1.000) or fine motor skills (p = 0.317). No improvements were found in any domain in the control group, while the Mann-Whitney test confirmed significant differences between the two groups in language and social development (both p = 0.012).
Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe Dua di RS Bhayangkara Kota Kupang Kabosu, Renata Aryndra Sukma; Adu, Apris A.; Hinga, Indriati Andolita Tedju
Timorese Journal of Public Health Vol 1 No 1 (2019): Timorese Journal of Public Health
Publisher : Faculty of Public Health, Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/tjph.v1i1.2122

Abstract

Diabetes mellitus is a disease that causes public health problems because it is one of the causes of deaththroughout the world. This study aimed to analyze the risk factors for type 2 diabetes mellitus. The type ofresearch used is a case control study, with a retrospective approach. The location of this study is in BhayangkaraHospital on Kupang city. The sample in this study was divided into two groups, namely a case sample as muchas 37 people and a control sample as much as 37 people. Research instruments use questionnaires and medicalrecords. The data obtained were analyzed using chi square statistical test. From the results of the study it wasfound that the related factors were: age (p=0,018, OR=3,544; CI= 95%), obesity (p=0.015; OR=3.826;CI=95%), hypertension (p=0.019; OR=3,423; CI=95%), consumption pattern (p=0,017; OR=3,660; CI=95%),stress (p=0,036 OR=3,033; CI=95%). It is expected the hospital provides information through counseling orleaflets about risk and danger factors of Type 2 DM to the community and for community to be able to increaseawareness for risk factors of the Type 2 DM by diligently checking for self-detection so the treatment can bedone as early as possible.
Co-Authors Agus Setyobudi Agus Setyobudi Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Anjelina, Fordiana Ata, Hilda Rambu Bangi Belandina Liliana Long Chandraningsih, Ni Putu Angelisa Christian J. Bale Lembang Claudya S.V Sudarmadji Daniela Boeky Dati, Maria Claudia Putri Alom Delima Nala Ngoma Deviarbi S. Tirra Deviarbi Sakke Tira Dhiu, Maria Ermelinda Dian Lestari Anakaka Dodo, Dominirsep Ovidius Doke, Soni Eryc Haba Bunga Fransiska Dian Puspitayanti Gusmao, Francelino Nobel Sarmento Gustam, Tasalina Y. P Haba, Febrian Trisan Haseli, Katharina Helen Ndiki Helga Jilvera Nathalia Ndun Hinga, Indriati Andolita Tedju I GustiNgurah Budiana Indah Haeru Nisa Indra Yohanes Kiling Indriati Andolita Tedju Hinga Irwan Budiyono Jeny J. Therikh Joanina Adriana Seran Juan Nafie Juliana Marlin Y Benu Junias, Marylin Susanti Kabosu, Renata Aryndra Sukma Karunia Natalia Manafe Kedang, Vinsensia Barek Larasati, Galuh W.K Dyah Lerik, M. Dinah Charlota Lewi Jutomo Limbu, Ribka Linda Aryanti Mahoklory Liswaty Ga, Jefty Liufeto, Mega O.L Loi, Stefania K.P.Laku M. K. P. Abdi Keraf Manurung, Imelda Februati Ester Maria M. Dwi Wahyuni Maria Ndouk Maria Sindisari Parus Maria Wendelina Dian Salombre Marselino K. P. Abdi Keraf Marylin S. Junias Marylin. S. Junias Mas'amah Mas'amah Mas’amah Mas’amah, Mas’amah Muntasir, Muntasir Ndoen, Honey Ivon Ndoen, Honey Ivone Noorce Christiani Berek Nubabi, Igniosa Erlince Nur, Marselinus Laga Oktaviana Salome Naba Olang, Eka Sukma Kumala Dewi Panjaitan, Panondang N. Paula K. W. K. Lado Pingak, Meksy S. Purnawan, Sigit Qharezha Cicilia Lololau Sahdan, Mustakim Sarci M. Toy Sarci Magdalena Toy Soleman Landi Syamruth, Yendris K. Tira, Deviarbi S. Tira, Deviarbi Sakke Wahyun, Maria Magdalena Dwi Weraman, Pius Wijaya, R. Pasifikus Christa William Djani Yersintha Trisanlia Katarina