Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Karakteristik Lingkungan Larva Anopheles Sp dan Perilaku Masyarakat Terhadap Status Potensi Malaria di Masyarakat Suco Batugade, Timor Leste Manuel Belo Sarmento; Apris A. Adu; Yendris K. Syamruth; Pius Weraman; Marylin Susanti Junias
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23254

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between environmental factors (temperature, humidity, pH, and water salinity) and community behavioral factors (knowledge, attitude, and practice) with the malaria potential status in Suco Batugade, Bobonaro District, Timor Leste. This research is an analytic observational study using a cross-sectional approach. Data were collected from 265 respondents through environmental observations and structured questionnaires. Data were analyzed using univariate and bivariate (chi-square test) methods. The results showed that most environmental conditions were within the normal category: temperature (75.8%), pH (75.5%), humidity (73.6%), and water salinity (75.5%). Most community members also had good levels of knowledge (72.8%), attitude (72.1%), and practice (75.1%) toward malaria prevention. Bivariate analysis results indicated that all variables had a significant relationship with Anopheles larval density (p-value 0.05). The study concludes that environmental factors and community behavior are significantly associated with malaria potential status, as reflected by Anopheles larval density in Suco Batugade. Malaria control efforts should focus on enhancing public awareness and actions related to environmental sanitation and the management of aquatic habitats that may serve as breeding sites for malaria vector mosquitoes. Keywords: Malaria, Anopheles Sp., Environmental Characteristics, Community Behavior, Batugade, Timor Leste.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan (suhu, kelembapan, pH, dan salinitas air) serta faktor perilaku masyarakat (pengetahuan, sikap, dan tindakan) dengan status potensi malaria di Suco Batugade, Kabupaten Bobonaro, Timor Leste. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan dari 265 responden menggunakan observasi lingkungan dan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji chi-square). Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi lingkungan berada pada kategori normal: suhu (75,8%), pH (75,5%), kelembapan (73,6%), dan salinitas air (75,5%). Sebagian besar masyarakat juga memiliki tingkat pengetahuan (72,8%), sikap (72,1%), dan tindakan (75,1%) yang baik terhadap pencegahan malaria. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki hubungan signifikan dengan kepadatan jentik Anopheles sp. (p-value 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan perilaku masyarakat memiliki hubungan signifikan dengan status potensi malaria yang di gambarkan oleh kepadatan jentik Anopheles sp. di wilayah Suco Batugade. Upaya pengendalian malaria perlu difokuskan pada peningkatan kesadaran dan tindakan masyarakat terhadap sanitasi lingkungan serta pengelolaan habitat perairan yang berpotensi sebagai tempat berkembangbiaknya nyamuk vektor malaria. Kata Kunci: Malaria, Anopheles Sp., Karakteristik Lingkungan, Perilaku Masyarakat, Batugade, Timor Leste.
Analisis Kesiapan Fasilitas Kesehatan dalam Penerapan Kelas Rawat Inap Standar Menurut Perpres Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Soe Apnel Yohanis Tode; Apris A. Adu; Fransiskus Geroda Mado; Anderias Umbu Roga; Yendris K. Syamruth
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23528

Abstract

ABSTRACT The implementation of the Standard Inpatient Class (KRIS) under Presidential Regulation No. 59 of 2024 is a national policy aimed at improving equitable access and the quality of inpatient care for all participants of the National Health Insurance (JKN). RSUD Soe, as a referral hospital in Timor Tengah Selatan Regency, is required to meet 12 KRIS criteria, including the readiness of human resources, medical equipment, and inpatient room infrastructure. This study aims to analyze the readiness of RSUD Soe in implementing KRIS according to the established standards. This research used a descriptive qualitative method. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document review, and were analyzed using content analysis techniques. The results show that RSUD Soe has fulfilled several KRIS components, but several indicators still require adjustments, particularly in building infrastructure, the ratio and competency of health workers, the availability of medical equipment, and non-medical facilities. The study concludes that RSUD Soe is not yet fully ready to implement KRIS and requires phased improvements, especially in room restructuring, fulfillment of competent human resources, and upgrading medical and non-medical facilities. Keywords: Standard Inpatient Class, KRIS, National Health Insurance, RSUD Soe, Presidential Regulation 59/2024.  ABSTRAK Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) berdasarkan Perpres Nomor 59 Tahun 2024 merupakan kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan pemerataan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional. RSUD Soe sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Timor Tengah Selatan dituntut untuk memenuhi 12 kriteria KRIS, yang mencakup kesiapan sumber daya manusia, alat kesehatan, serta infrastruktur ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan RSUD Soe dalam mengimplementasikan KRIS sesuai standar yang ditetapkan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Soe telah memiliki sebagian komponen pendukung KRIS, namun masih terdapat beberapa indikator yang memerlukan penyesuaian, terutama pada aspek infrastruktur bangunan, rasio tenaga kesehatan, ketersediaan alat kesehatan, serta pemenuhan fasilitas non-medis sesuai standar KRIS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa RSUD Soe belum sepenuhnya siap menerapkan KRIS dan membutuhkan perbaikan bertahap terutama terkait penataan ruang rawat, pemenuhan SDM sesuai standar kompetensi, serta pembaruan sarana dan prasarana medis maupun non-medis. Kata Kunci: Kelas Rawat Inap Standar, KRIS, JKN, RSUD Soe, Perpres 59/2024.
Gambaran Resiliensi pada Istri Korban Penelantaran di Nusa Tenggara Timur Ronaldo Jem Stover; Apris A. Adu; R. Pasifikus Ch. Wijaya
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 5 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i5.341

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses resiliensi pada istri korban penelantaran di Nusa Tenggara Timur, yang secara yuridis dikategorikan sebagai bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sesuai Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004. Penelitian kualitatif ini melibatkan lima partisipan dengan teknik pengumpulan data utama melalui Wawancara mendalam (verbatim). Analisis data tematik mengugkapkan bahwa resiliensi partisipan terbentuk dari interaksi lima tema utama yang saling menguatkan. Dukungan yang diterima bersifat intim, terutama dari keluarga, dengan anak-anak berfungsi sebagai katalisator sentral yang memotivasi ibu untuk bangkit dan berjuang. Dorongan ini segera diwujudkan melalui kemampuan memecahkan masalah yang proaktif, terlihat dari inisiatif fungsional seperti memulai usaha (tenun, berkebun, berdagang) dan regulasi perilaku untuk menjaga kesehatan fisik. Kemampuan ini lantas memicu pengembangan keyakinan pada diri sendiri (self-efficacy) yang tinggi, berwujud optimisme instrumental yang berfokus pada hasil kerja nyata dan masa depan anak-anak. Secara transformatif, proses ini mengarah pada kemandirian penuh finansial dan psikologis yang dicapai dengan mengambil peran ganda sebagai ibu dan kepala keluarga, termasuk otonomi dalam pengambilan keputusan. Akhirnya ketangguhan ini dipertahankan melalui keterampilan sosial emosional yang adaptif, menggunakan koping religius dan menyibukkan diri dengan pekerjaan produktif untuk meregulasi emosi negatif dan mengabaikan stigma sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa resiliensi adalah proses adaptif aktif yang didorong kekuatan internal dan eksternal, dengan peran anak sebagai kunci pemulihan trauma.
The Effect of Omega-3 Fatty Acid Supplementation on Language and Personal-Social Development of Stunted Toddlers in the Bakunase Public Health Center Area Jefty Liswaty Ga; Apris A. Adu; Lewi Jutomo; Andreas Umbu Roga; Noorce Christiani Berek
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 6 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i6.51412

Abstract

This quasi-experimental study with a non-equivalent control group aimed to analyze the effects of omega-3 supplementation on early childhood development, focusing on gross motor skills, fine motor skills, language development, and social skills among stunted children aged 1–3 years in the Bakunase Health Center area. Malnutrition remains a serious issue in Indonesia, with 20.6% underweight, 18.4% stunted, and 9.4% wasting toddlers reported in Kupang City in 2024. A total of 20 participants were divided into treatment and control groups (10 each), and data were collected using questionnaires and analyzed with the Wilcoxon Signed Rank and Mann-Whitney tests. Results showed that omega-3 supplementation significantly improved language (p = 0.034) and social skills (p = 0.046) in the treatment group, with no significant changes observed in gross (p = 1.000) or fine motor skills (p = 0.317). No improvements were found in any domain in the control group, while the Mann-Whitney test confirmed significant differences between the two groups in language and social development (both p = 0.012).
Photovoice Communication on Elementary School Children's Anxiety in Rote Facing Vaccination and Its Impact on COVID-19 Vaccination Coverage Mas’amah Mas’amah; Apris A. Adu; Marylin. S. Junias
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i2.6606

Abstract

Introduction: The importance of vaccines lies in their ability to enhance the immune system. However, for elementary school children, vaccination programs often evoke fear, particularly due to the use of needles and the need for the program to be conducted twice. Teachers, as parental figures at school, are expected to play a critical role in communication to strengthen children's mental resilience, enabling them to participate in the vaccination program. This study aims to examine the use of photovoice communication to address elementary school children's anxiety about vaccination in Rote and its impact on COVID-19 vaccination coverage. Methods: This qualitative study employed the photovoice technique as the primary method for data collection. Results: The findings reveal that collaboration between teachers, healthcare workers, and parents in communicating about the vaccination program can foster supportive communication among students, strengthening their mental resilience. Synergistic communication between teachers, parents, and healthcare workers, along with providing incentives for vaccinated students, effectively reduces fear and contributes to the success of the vaccination program for children. Conclusion: The study concludes that synergistic communication between teachers, parents, and healthcare workers is a key strategy in reducing children's fear and ensuring the success of vaccination.
Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang Anisa Tridini Bau; Apris A. Adu; Indriati A. Tedju Hinga; Yendris K. Syamruth
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v11i1.549

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar dari orang ke orang melalui udara ketika penderita tuberkulosis batuk, bersin atau meludah. Puskesmas Sikumana menempati urutan pertama dengan kasus tuberkulosis tertinggi di Kota Kupang tahun 2024 sebanyak 147 kasus. Berdasarkan data tahun 2022 mencapai 137 kasus, tahun 2023 meningkat mencapai 153 kasus, tahun 2024 menurun kembali mencapai 147 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh masyarakat yang melakukan uji mikroskopis (dahak) di Puskesmas Sikumana Kota Kupang tahun 2024 adalah 920 orang dengan menggunakan teknik pemgambilan simple random sampling sehingga jumlah sampel yang didapatkan adalah 58 orang. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,012), sosial ekonomi (p-value=0,011), riwayat kontak dengan penderita (p-value=0,004), perilaku masyarakat menggunakan masker (p-value=0,000) dan tidak ada hubungan antara pekerjaan (p-value=0,108) dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan promosi kesehatan dan bagi masyarakat selalu menggunakan masker saat berkomunikasi dengan penderita tuberkulosis.
Co-Authors Agus Setyobudi Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Anisa Tridini Bau Anjelina, Fordiana Apnel Yohanis Tode Ata, Hilda Rambu Bangi Chandraningsih, Ni Putu Angelisa Christian J. Bale Lembang Damayanti, Yeni Daniela Boeky Dati, Maria Claudia Putri Alom Delima Nala Ngoma Deviarbi Sakke Tira Dhiu, Maria Ermelinda Dian Lestari Anakaka Dodo, Dominirsep Ovidius Doke, Soni Elisabeth F. C. X. Belo Fransiska Dian Puspitayanti Fransiskus Gerado Fransiskus Geroda Mado Gusmao, Francelino Nobel Sarmento Gustam, Tasalina Y. P Haba, Febrian Trisan Haseli, Katharina Helen Ndiki Helga Jilvera Nathalia Ndun Hinga, Indriati Andolita Tedju I GustiNgurah Budiana Indah Haeru Nisa Indra Yohanes Kiling Indriati Andolita Tedju Hinga Jefty Liswaty Ga Joanina Adriana Seran Juan Nafie Juliana Marlin Y Benu Junias, Marylin Susanti Kabosu, Renata Aryndra Sukma Karunia Natalia Manafe Kedang, Vinsensia Barek Larasati, Galuh W.K Dyah Lerik, M. Dinah Charlota Lewi Jutomo Limbu, Ribka Linda Aryanti Mahoklory Liufeto, Mega Loi, Stefania K.P.Laku M. K. P. Abdi Keraf Manoe, Rizkita Fadillah Angel Manuel Belo Sarmento Manurung, Imelda Februati Ester Maria M. Dwi Wahyuni Maria M.Dwi Wahyuni Maria Ndouk Maria Sindisari Parus Maria Wendelina Dian Salombre Marselino K. P. Abdi Keraf Marylin. S. Junias Mas’amah Mas’amah Mas’amah Mas’amah, Mas’amah Muntasir, Muntasir Ndoen, Honey Ivon Ndoen, Honey Ivone Noorce Christiani Berek Nubabi, Igniosa Erlince Nur, Marselinus Laga Oktaviana Salome Naba Olang, Eka Sukma Kumala Dewi Panjaitan, Panondang N. Paula K. W. K. Lado Pingak, Meksy S. Purnawan, Sigit Qharezha Cicilia Lololau R. Pasifikus Ch. Wijaya Rina Sirait Ronaldo Jem Stover Sahdan, Mustakim Sarci M. Toy Serlie K. A. Litik Soleman Landi Syamruth, Yendris K. umbu, harihinto Wahyun, Maria Magdalena Dwi Weraman, Pius Wijaya, R. Pasifikus Christa YENDRIS K SYAMRUTH Yersintha Trisanlia Katarina