p-Index From 2021 - 2026
9.837
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Rekayasa Mesin Jurnal Tataloka JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Policy & Governance Review Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer deliberatif JURNAL INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) TIJAB (The International Journal of Applied Business) Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) JURNAL GOVERNANSI Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur INAQUE: Journal of Industrial & Quality Engineering JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Journal of Environmental Science and Sustainable Development Jurnal Chart Datum Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan Jurnal Cahaya Mandalika Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Jurnal Ekonomi Efektif Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi AKM: Aksi Kepada Masyarakat Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy (JAMERE) Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi INJECTION: Indonesian Journal of Vocational Mechanical Engineering Jurnal Sosiologi Jurnal Inovasi Pendidikan Jurnal Mahasiswa Kreatif Journal Business Administration (JBA): Entrepreneurship and Creative Indutry Jurnal Polimesin IPSSJ Jurnal Administrasi Publik (JAP) Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Claim Missing Document
Check
Articles

Improving the production and managerial performance of tempeh chip MSMEs Setiawan, Ferry; Wicaksono, Dhimas; Rizki, Ikbal; Hillal, Raden Fatchul; Widagdo, Djoko; Mahendra, Dimas Aditya
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.20989

Abstract

The Community Service Program of STTKD Lecturers is funded by the Directorate of Research and Community Service of the Ministry of Education and Culture due to the problems faced by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) of tempeh chips brand "Tempe Krees", including; low production capacity, inability to meet market demand, poorly organized managerial processes, and unattractive product branding that hinder online market penetration. The solution provided by the Community Service Team in the technological field is to increase the productivity of tempeh chips by using appropriate technological equipment, such as a soybean skin separator machine, tempeh slicing machine, and oil separator machine. In the managerial field, management and marketing training is conducted to reach a wider market share and improve packaging design to increase product branding in order to penetrate the online market. The result of this program is that the managerial competence of the partners has improved, as can be seen from the results of the posttest which has a better value than the pretest results. With the application of appropriate technology equipment, the production of tempeh chips increased from 50-55 pieces @ 250 grams per day to 100-110 pieces @ 250 grams per day. Production costs have decreased from Rp11,025 to Rp9,932, so the profits of MSME partners have increased from before. The next step after this community service is to encourage partners to penetrate the modern market so that partner businesses can develop well and trigger economic growth in the community around the location of MSMEs.
TINDAK PIDANA MENGHALANG-HALANGI TUGAS PENGAWAS KETENAGAKERJAAN TERHADAP PENERAPAN SANKSI PIDANA DALAM PERSPEKTIF KEADILAN Setiawan, Ferry; Sibuea, Hotma P.; Atmoko, Dwi
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i1.2189

Abstract

Kebijakan dasar dalam hukum ketenagakerjaan adalah melindungi pihak yang lemah, dalam hal ini pekerja/buruh, dari kesewenang-wenangan majikan/pengusaha yang dapat timbul dalam hubungan kerja dengan tujuan memberikan perlindungan hukum dan mewujudkan keadilan sosial. Keberadaan pengawasan ketenagakerjaan merupakan bentuk perlindungan pihak lemah, dalam melakukan dalam penegakan khusus pidana selama ini belum optimal dalam perspektik keadilan. Sanksi pidana ringan sehingga masih saja bentuk pelanggaran- pelanggaran dari perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah bersifat Yuridis Normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus. Teknik pengumpulan data sekunder dan teknik analisa data dengan deskriptif analitis. Hasil penelitian optimalisasi tindak pidana di bidang ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pengawasan Perburuhan dibedakan dalam bentuk kejahatan dan pelanggaran. Subjek yang diancam pidana terdiri atas pengawas ketenagakerjaan dan pengusaha. Hal ini tidak dimungkinkan sanksi tersebut dijatuhkan saksi yang bersifat komulatif dengan redaksi “pidana penjara dan/atau denda”, tetapi bersifat alternatif dengan redaksi “pidana penjara atau denda”, juga tidak menganut sanksi minimal dan sanksi maksimal khusus. Nominal hukuman kurungan selama -lamanya 3 bulan atau denda yang dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4) hanya sebesar Rp. 500,- (lima ratus rupiah) yang tidak relevan untuk digunakan masa sekarang. Putusan tindak pidana ringan terhadap perusahaan dikhawatirkan tidak membuat efek jera bagi perusahaan, karena sistem pengenaan saksi pidana kurang memenuhi rasa keadilan yang bermartabat, karena memakai sistem alternatif (atau), yaitu saksi pidana ringan atau denda yang nominalnya sudah tidak relevan lagi untuk masa sekarang. Sehingga sanksi pidana ketenagakerjaan akan lebih bisa mewujudkan keadilan yang bermartabat apabila memakai sistem pidana penjara 1 tahun dan paling banyak 2 tahun dan nominal denda seperti nominal denda dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang besarnya paling sedikit Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) dan paling banyak sebesar Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).
Prototype Rancang Bangun Sistem Proteksi Kebakaran Pada Panel Capasitor Bank Dengan Menggunakan Programmable Logic Controller Zelio Dengan Media Pemadaman Gas FM 200 Setiawan, Ferry
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simulasi ini di buat sebagai gambaran antisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran pada panel kapasitor bank. Melihat permasalahan tersebut, maka penulis membuat simulasi dengan menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) Zelio sebagai kontrol sistem di hubungkan dengan sensor pendeteksi asap, panas dan pengeras suara sebagai pendeteksi apabila terjadi indikasi kebakaran. Jika terjadi indikasi kebakaran maka sistem akan berfungsi untuk menginformasikan kepada kita dalam bentuk suara sebelum kapasitor bank yang lain terbakar. Dan apabila indikasi kebakaran benar terjadi maka sistem akan melakukan perintah kepada tabung Gas FM 200 agar memadamkan api. Dapat di simpulkan bahwa sistem ini berfungsi untuk mencegah terjadinya kebakaran pada panel kapasitor bank, sehingga untuk kapasitor bank yang lain tidak terbakar dan panel kapasitor bank bisa segera di normalkan kembali dengan baik.
EFFECT VARIATION OF TEMPERATURE AND STIRRING SPEED ON THE BENDING TEST OF FIBERGLASS FIBER COMPOSITE MATERIALS USING THE VACUUM ASSISTED RESIN INFUSION (VARI) METHOD Setiawan, Ferry; Sakti , Faras Bimo; Wicaksono, Dhimas
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i3.1469

Abstract

This study aims to investigate the effect of temperature with constant agitation at 164 rpm on the fabrication of composite materials using the Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI) method. In this research, composite materials were made with a polyester resin matrix reinforced with fiberglass. The challenge in the VARI process, which is the difficulty in controlling the viscosity of the solution when infused into the fibers, was addressed by using a stirrer in the feed resin tank. Heating was intended to increase the surface tension of the resin, allowing it to better penetrate the fibers. The variations used were stirring at a speed of 164 rpm and heating temperature variations of 28°C, 35°C, and 50°C. By stirring and heating the resin and catalyst solution, it is expected to achieve a more uniform viscosity, resulting in better composite material compared to methods without heating and without mixing. Based on the test results, the highest average bending strength was found in the specimen stirred with a mixer at 35°C, with a value of 359.91 MPa. The lowest average bending strength was found in the specimen with a temperature variation of 28°C, with a value of 133.7 MPa, and the bending strength at the temperature variation of 50°C was 348.81 MPa. The impact on bending strength is due to the presence of voids, which are gas or air trapped within the specimen structure. This is evidenced by micrographic analysis and density measurements, where the 28°C variation had the lowest density of 2.01 gr/cm3, while the 35°C and 50°C variations had the same density of 2.41 gr/cm3.
The effect of honeycomb and rectangular structures made with PLA 3D printing on the impact strength of sandwich composite Setiawan, Ferry; Sofyan, Rifal Ma'rifatulloh; Putra, Ikbal Rizky
Jurnal Polimesin Vol 23, No 1 (2025): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i4.3713

Abstract

Composites with a sandwich structure with a core using polymer materials has been widely applied, 3D printing technology makes polymer structures with various geometric variations, but research on the influence of geometric shapes made with 3D printing machines with PLA materials bonded using a one-step manufacturing process with a hand lay up method is still not widely done. The purpose of this study is to determine the comparison of the impact strength of sandwich composite materials with core honeycomb and rectangular made from PLA 3D printing made with a one-step process manufacturing system with the hand layup method. The sandwich composite composition used is fiberglass as the face skin and the matrix uses epoxy resin, where this resin also functions as an adhesive. The absorption energy data obtained with the best value was a honeycomb core specimen with an average value of 3.2758 Joules compared to the absorption energy data from the rectangular core which had an average value of 3.1552 Joules. The impact price data obtained with the best value was the honeycomb core with an average value of 0.0225 J/mm2, when compared to the impact price data from the rectangular core which had an average value of 0.0217 J/mm2. From this study, it can be concluded that sandwich composites with honeycomb cores have better impact strength property values because they have a more compact arrangement of materials that are bonded to each other on 6 sides, and also because honeycomb structures have a higher weight of 20 grams compared to rectangular structures that weigh 18.
Strategi Peningkatan Sektor UMKM dalam Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah pada Digitalisasi dalam Mengakselerasi Pengembangan UMKM Ferry Setiawan
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan UMKM yang tinggi selama ini sebagai bantalan perekonomian karena kemampuannya untuk bertahan pada periode tekanan dan dapat tumbuh kembali lebih cepat dan tinggi pasca pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai motor ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak ekonomi baru dan pemulihan ekonomi nasional. Berdasarkan latarbelakang tersebut penulis ingin mencaritahu bagaimana Strategi Peningkatan Sektor UMKM dalam Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah pada Digitalisasi dalam digital Pengembangan UMKM. Hasil dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa pertama, Pandemic ini menimbulkan sisi buruk bagi pelaku UMKM khususnya di Kalimantan Tengah dimana dapat dilihat dari banyaknya pelaku UMKM yang dipaksa gulung tikar karena rendahnya daya beli masyarakat di Kalimantan Tengah serta larangan untuk tidak berkumpul dan pembatasan sosial yang berdampak pada Interaksi sosial secara nyata dan minimnya pengetahuan pelaku UMKM terkait pemanfaatan industri 4.0 baik berupa cara penggunaan Digital Marketing maupun interaksi didunia digital, kedua, Pemerintah Kalimantan Tengah belum siap dalam membuat suatu kebijakan dan masih dianggap minim kajian analisis Kebijakan Publik yang dilakukan oleh Pemerintah Kalimantan Tengah yang langsung berdampak pada perputaran ekonomi, ketiga, Keterlibatan dan sinergi atas unsur- unsur dalam kepemerintahan yang dapat dikelompokan menjadi 3 kategori yaitu Pemerintah, Swasta, dan masyakatlah yang dapat Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah pada Digitalisasi dan yang terakhir adalah Rendahnya pemahaman para pelaku UMKM di Kalimantan Tengah dalam membuat laporan keuangan
Peran Pemerintahan Desa Dalam Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Di Desa Makunjung Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah Cris Aditya Pratama; Ferry Setiawan
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat tentang Bagaimana Peran Pemerintahan Desa dalam Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur (jalan) di Desa Makunjung Kecamatan Barito Tuhup Raya, Kabupaten Murung Raya. dan Faktor apa saja yang menjadi Peran Pemerintahan Desa dalam Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur di Desa Makunjung Kecamatan Barito Tuhup Raya, Kabupaten Murung Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Bintoro Tjokroamidjojo (2000 :42) tentang bagaimana peran dari Pemerintahan Desa dengan indikator teori perannya sebagai Motivator, Fasilitator dan Mobilisator dengan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peran Pemerintahan Desa untuk pemberian motivasi Pemerintahan Desa sebenarnya sudah memberikan motivasi dalam bentuk arahan, namun sepertinya tidak menyeluruh diterima masyarakat. hal ini ditandai dengan adanya pendapat kontra yang mengatakan bahwa kurang bahkan tidak adanya pemberian motivasi ini yang dilakukan oleh pemerintahan desa (2) Peran pemerintahan desa disini sebagai seorang fasilitator ada memberikan bantuan ataupun fasilitas baik berupa alat kerja, dana, serta upaya dengan pengadaan proposal dan kerjasama dengan pihak swasta/perusahaan untuk pembangunan jalan desa. Namun sepertinya fasilitas yang diberikan tidak menyeluruh dirasakan oleh masyarakat. Hal ini ditandai dengan adanya pendapat yang kontra atau tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena dirasa tidak adanya pemberian fasilitas yang dilakukan oleh pemerintahan desa kepada masyarakat. (3) Peran pemerintahan desa Makunjung disini sebagai mobilisator ataupun penggerak masyarakat untuk turut ikut serta berpartisipasi dalam pembangunan dan pemeliharaan seperti gotong royong jalan desa itu ada dilakukan namun sepertinya tidak dirasakan oleh seluruh masyarakat dan dinilai kurang bahkan tidak ada oleh masyarakat (4) Rancangan atau rekomendasi yang diajukan pada musrembang sulit untuk diperjuangkan pada tingkat kecamatan dan kabupaten. Kendala yang dihadapi lebih kepada pembagian dana yang ada dengan prioritas pembangunan, letak pembangunan yang tidak memungkinkan, dan kerjasama antara pemerintahan desa dengan masyarakat atau sebaliknya kurang begitu baik.
Implementasi Kebijakan Penanganan Gelandangan Dan Pengemis Oleh Dinas Sosial Kota Palangka Raya (Perda Kota Palangka Raya No. 9 Tahun 2012) Eva Forwanti; Ferry Setiawan
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti gelandangan dan pengemis adalah salah satu masalah yang harus segera ditangani oleh Pemerintah sebab hal tersebut menunjukan adanya warga negara yang belum mendapatakan kebutuhan dasar dengan baik. Dalam hal ini secara khusus Pemerintah Kota Palangka Raya mengeluarkan sebuah kebijakan melalui Perda No. 9 Tahun 2012 tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis, Pelacur dan Anak Jalanan. Dimana tujuannya yaitu mengembalikan para gepeng itu untuk beraktivitas kembali sesuai dengan fungsi sosialnya secara wajar dalam masyarakat. Dalam penelitian ini, bahwa implementasi kebijakan penanganan gelandangan dan pengemis oleh Dinas Sosial Kota Palangka Raya menggunakan teori Van Meter dan Van Horn dengan 6 indikator yaitu : 1). Standar dan sasaran; 2). Sumber daya; 3). Komunikasi antar badan pelaksana; 4). Karakteristik organisasi; 5). Disposisi; 6). lingkungan sosial, ekonomi serta politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun informannya ialah pegawai Dinsos dari jabatan fungsional, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dan masyarakat (pedagang) serta pengemis di pasar besar Kota Palangka Raya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kebijakan penanganan gelandangan dan pengemis oleh Dinas Sosial Kota Palangka Raya masih belum terlaksana dengan baik. Hal ini didasari dari hanya beberapa indikator yang belum terlaksana dengan baik, seperti masih kurangnya sumber daya manusia, anggaran, fasilitas, sosialisasi serta lingkungan sosial, ekonomi dan politik yang kurang mendukung. Sedangkan faktor penghambat dari implementasi Perda No. 9 Tahun 2012 adalah pelaku gelandangan pengemis yang sama dan masih belum terlaksananya dari indikator sumber daya, komunikasi antar badan pelaksana serta lingkungan eksternal yang belum terlaksana dengan baik. Untuk faktor pendukungnya yaitu masyarakat tidak menolak dengan adanya kegiatan sosialisasi dan petugas keamanan dari pasar besar tersebut sangat mendukung dengan adanya kegiatan itu dan terlaksana dengan baik indikator standar dan sasaran kebijakan serta indikator karakteristik badan pelaksana dan disposisi.
ANALISIS PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA Ferry Setiawan
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, dan air minum. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Pemerintah daerah Kota Palangka Raya melalui Dinas Sosial Kota Palangka Raya memiliki program kelompok usaha bersama (KUBE) masyarakat miskin melalui usaha sosial sebagai upaya untuk menanggulangi kemiskinan di daerah Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Model penelitian ini biasanya digunakan dalam pengamatan dan penelitian sosial. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah program kelompok usaha bersama (KUBE) Mawar masyarakat miskin melalui wirausaha sosial di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau berjalan sesuai aspek utama program KUBE yaitu aspek sosial, aspek ekonomi, aspek pendidikan dan aspek pasar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aspek ekonomi kelompok usaha bersama (KUBE) Mawar belum terealisasi dengan maksimal. Sedangkan aspek sosial, aspek pendidikan dan aspek pasar sudah terlaksana dan berjalan sesuai tujuan program.
COMMUNITY BASED TOURISM DI KAWASAN WISATA KERENG BANGKIRAI Ferry Setiawan; Emi Triani
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Based Tourism di Kawasan Wisata Kereng Bangkirai. Destinasi wisata yang sukses di seluruh dunia saat ini menghadapi tantangan berat karena daya tarik daerahnya sendiri, seperti pada Kawasan Wisata Kereng Bangkirai. Perkembangan pariwisata ini mendorong munculnya permasalahan macet, kurangnya lahan parkir dan tata ruang yang tidak terkendali. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat pengelolaan pariwisata Wisata Kereng Bangkirai pada pendekatan Community Based Tourism (CBT) pada lima dimensi: sosial, ekonomi, politik, lingkungan dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa CBT di Wisata Kereng Bangkirai mendukung perkembangan dimensi ekonomi, politik dan budaya, sedangkan dimensi lingkungan dan sosial belum terakomodir dengan optimal karena Wisata Kereng Bangkirai belum memiliki carrying capacity serta kurangnya pemahaman wisatawan terhadap karakter Wisata Kereng Bangkirai sebagai daerah pariwisata budaya.
Co-Authors Adiksa, Ekklesia Christian Aditya Mahendra, Dimas agung nusantoro Ahmad Saefulloh Akmal Akmal Aldo novando, Aldo novando Alexandro Grandy, Yoseph Alkhalif, Farhan Amelia, Sonia Amri, Chairul Andriyani Hapsari Ani Yuningsih Arfie Armelia Erissonia Arjuna Rio Saputra Mahmud assidiq, maulana hasbi Atie Rachmiatie Atmoko, Dwi Ayu, Katriani Puspita Azies, Ibnu Abdul B, Berkat Benny Aprianto Saputra Bhayu Rama Bhayu Rhama Chalik, Faturrahman Chanita Christie Christina, Meilianna Devita Christopher Cahyadi Cris Aditya Pratama Dian Yulie Reindrawati Dina Prasetia, Gilang Djuwansah Suhendro Dotrimensi . Edi Sofyan Edi Sofyan, Edi Eka Sumarna Emi Triani Endy Aditya, Virgiawan Eva Forwanti Fajar Pradana Febriyanto, Chandra Ferry Yeferson Tulle Fikri, Moh Afif Fikri Haris Ardianto, Haris Hazhari, Fadhlah Hermawan, Aldi Henda Hillal, Raden Fatchul Hotma P. Sibuea Ilhami, Zaqi Arya Zullfawas Imam Primagratha Jayadi, Arid Jiwangga Hadi Nata Joko Priambodo Jondeway Andi Hasan Juanda Julianus Ka'Issa, Adestima Kasanah, Mauridhatul Lengari, Andre B Sjukur Lili Mulyani M. Zainuddin L. F Mahendra, Dimas Aditya Malik, Kurnia Marausna, Gaguk MARIA BINTANG Marvy Ferdian Agusta Sahay Miswanto Muh Anhar Muhammad Ditya Satrianto Muhammad Imanuddin Kandias Saraan Muhammad Luqman Bukhori Mulianto Mulianto Nazarullah, Ibny Noerachman, Edy Nurdiana, Yuda NURUL HIKMAH Nurul Hikmah Octaline Putri Efma Putra, Aldi Maha Putra, I Wayan Sumardana Eka Putra, Ikbal Rizki Putra, Ikbal Rizky Qayyum, A Reny Puspita Sari Nasution Reny Puspita Syari Nasution Reo Yudhono Rilah Fitria Utami Riswanto, Cipto Riyadhu Jawhar Maudi Pratama Rizki, Ikbal Romadhon, Doni Sakti , Faras Bimo Saphira, Bella Saputro, Bayu Sapto Satria Maulana, Dede Satrya Buana, Allan Sehono Selvia, Fitriana Sintha, Melia Sitio, Elisabeth Fransisca Saragi Sofiyan, Edy Sofyan, Rifal Ma'rifatulloh Sontoe Suja’i, Imam Sukwatus Suroso, Indreswari Syahirul Alam, Mochamad Doddy Syahirul Alam Taaqbier, Mohammed Tri Afirianto, Tri Tulis, Riamona Sadelman Ulfah, Sri Mujiarti Utami Irwan, Andi Ilmi Wahyuni Christiany Martono Wicaksono, Dhimas Wichaksono, Dhimas Widagdo, Djoko Widodo S Pranowo Widyananto, Eksi Widyanto, Dwi Wira Samudra, Elang Wiratama, Arif Prasetya Yolan Daniel Beni Yongki Candra Yorgen Kaharap Zulfikar Ramdhan, Muhammad