Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Keragaman Genetik Dengan Karakter Morfologi Artocarpus heterophyllus Lamk Nangka Kalimantan Barat, Indonesia Nugraha Banu Safitri; Wasian -; Tantri Palupi
Agrovigor Vol 10, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i1.2828

Abstract

Nangka Artocarpus heterophyllus Lamk. Merupakan buah yang sudah lama dikenal namun belum banyak penelitian tentang nangka.  Kalimantan  Barat  merupakan  provinsi yang kaya plasma  nutfah baik  tanaman  hutan,  perkebunan dan tanaman pertanian. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  keragaman  genetik dengan karakter morfologi dan untuk mengetahui  nilai  similaritas jarak antar aksesi  keragaman nangka di Kalimantan Barat.  Metode yang digunakan  adalah metode observasi pengambilan sampel menggunakan  purposive sampling. Identifikasi morfologi menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif dengan passport data IPGRI diubah menjadi data numerik. Hasil identifikasi keragaman morfologi pada nangka diperoleh tiga kelompok besar dalam skala 20 analisis cluster menggunakan software SPSS versi 22. Hasil pengelompokan pertama Kubu Raya02 dan Pontianak01; kelompok kedua Sambas01,Singkawang02, Sambas02, Kubu Raya05, Kubu Raya01 dan Singkawang01; kelompok ketiga terdiri Pontianak02, Kuburaya04 dan  Kubu Raya03. Hasil analisis similaritas menunjukkan bahwa memiliki nilai koefisien similaritas tertinggi pasangan Kubu Raya02 dengan Kubu Raya02 dan nilai koefisien terendah pada pasangan Kubu Raya04 dengan Pontianak02. Dengan identifikasi kelompok dapat merancang dan merencanakan pemuliaan tanaman dengan metode persilangan konfensional maupun menggunakan rekayasa genetika. Pemetaan menggunakan analisis cluster memberikan peran penting untuk memperbaiki sifat-sifat tanaman yang dikehendaki.Kata kunci: Artocarpus heterophyllus. Lamk, Genetik, Identifikasi, Kalimantan Barat, Keragaman, Morfologi, Nangka, Pengelompokan.
RESPON KOMBINASI ABU SABUT KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Dwi Suprapti Sari; Tantri Palupi; Siti Hadijah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.5612

Abstract

Budidaya kubis bunga pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) dihadapkan pada masalah pH tanah dan unsur hara yang rendah sehingga perlu dilakukan perbaikan dengan pemberian abu sabut kelapa dan pemupukan NPK. Tujuan penelitian untuk mengetahui dosis terbaik dari kombinasi pemberian abu sabut kelapa dan pupuk NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Untan Pontianak sejak Mei – Agustus 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 9 kombinasi perlakuan, dan diulang 3 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah: d1 = abu sabut kelapa 10 g + pupuk NPK 7,5 g, d2 = abu sabut kelapa 10 g + pupuk NPK 11 g, d3 = abu sabut kelapa 10 g + pupuk NPK 15 g, d4 = abu sabut kelapa 13,3 g + pupuk NPK 7,5 g, d5 = abu sabut kelapa 13,3 g + pupuk NPK 11 g, d6 = abu sabut kelapa 13,3 g + pupuk NPK 15 g, d7 = abu sabut kelapa 16,6 g + pupuk NPK 7,5 g, d8 = abu sabut kelapa 16,6 g + pupuk NPK 11 g, dan d9 = abu sabut kelapa 16,6 g + pupuk NPK 15 g. Variabel yang diamati meliputi: jumlah daun, berat kering bagian atas tanaman, volume akar, berat segar bunga, dan diameter bunga. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi dosis abu sabut kelapa 10 g + pupuk NPK 11 g menunjukkan pertumbuhan yang baik, sedangkan abu sabut kelapa 10 g + pupuk NPK 7,5 g merupakan dosis yang efisien dalam menghasilkan kubis bunga.
Penyuluhan Budidaya Kedelai Edamame berpotensi eksport di Kabupaten Kubu Raya Siti Aprizkiyandari; Tantri Palupi; Dini Anggorowati; Darussalam Darussalam
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.981 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i2.410

Abstract

Kemandirian pangan adalah salah satu syarat ketahanan pangan nasional. Salah satu jenis kedelai yang dapat mendukung ketahanaan pangan nasional adalah kedelai edamame. Beberapa Negara seperti Jepang,Taiwan,Cina,dan Korea mejadikan kedelai edamame sebagai sayuran dan makanan kesehatan sehingga sangat potensial dijadikan komoditas ekspor. Salah satu daerah yang dapat mengembangkan kedelai edamame adalah kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Untuk mendukung hal tersebut, tim Dosen Faperta UNTAN mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang Penyuluhan Budidaya Kedelai Edamame berpotensi eksport di Kabupaten Kubu Raya pada Kelompok Tani Abdi Tani Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Terdapat 29 anggota kelompok tani dengan rata rata umur 48 tahun. Bentuk evaluasi yang dilakukan yaitu dengan memberikan kuisioner pra dan pasca penyuluhan. Hasil yang diperoleh menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan kelompok tani sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dengan taraf nyata sebesar 5% . Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan telah berjalan efektif.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN AIR KELAPA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH PINANG YANG TELAH DISKARIFIKASI Elsa Nurhanian; Tantri Palupi; Dini Anggorowati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2437

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan lama perendaman terbaik dalam mempercepat perkecambahan benih pinang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan ditanam 10 benih. Taraf perlakuan lama perendaman air kelapa yang digunakan adalah 0 jam (kontrol), 4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam dan 20 jam dengan konsentrasi 80%. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah kadar air, indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah,  kecepatan tumbuh, panjang tunas dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama perendaman air kelapa dari lama perendaman 4 jam hingga 20 jam hanya mampu meningkatkan keserempakan tumbuh benih pinang yang telah diskarifikasi.
PERFORMA PADI BERAS HITAM ASAL DESA SENAKIN KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT YANG DITANAM PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Tantri Palupi; Dini Anggorowati; Siti Hadijah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.6224

Abstract

Padi beras hitam lokal keberadaannya sudah sulit ditemukan pada saat ini, bahkan hampir mengalami kepunahan padahal beras hitam memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena memiliki khasiat dan kandungan nilai gizi yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan beras putih dan beras merah. Penelitian ini menggunakan eksperimen lapangan, dan pengambilan data menggunakan metode single plant yang terdiri dari 100 sampel. Adapun komponen yang diamati dalam penelitian ini adalah karakter morfologi dan agronomi yang mengikuti Panduan Sistem Karakterisasi dan Evaluasi Tanaman Padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi beras hitam asal desa Senakin menampilkan karakter panjang daun 46,1 cm, panjang malai 23,5 cm, jumlah gabah/malai tergolong banyak (245 biji), kemampuan beranak sedang, jumlah anakan per tanaman 13, tinggi tanaman yang tinggi, panjang biji sangat panjang (9,3 mm), lebar biji 3,6 mm, bobot 1000 butir 23,44 g, umur tanaman sangat panjang (146 hari setelah semai), warna kulit ari beras ungu, dan fertilitas gabah yang fertil (87,80%). Padi beras hitam asal desa Senakin yang ditanam pada tanah Podsolik Merah Kuning memiliki potensi untuk dikembangkan karena memiliki karakter agronomi yang sangat baik, dilihat dari karakter jumlah gabah per malai yang tergolong banyak, panjang biji yang sangat panjang dengan lebar biji 3,6 mm, dan fertilitas gabah yang fertil. 
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN VIGOR BENIH PINANG YANG TELAH DISKARIFIKASI Pitri Jannah; Tantri Palupi; Purwaningsih Purwaningsih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2810

Abstract

The expansion of betel nut plantation in order to meet the export needs is facing obstacle, namely the long time period of seed germination due too its dormancy behaviour.  Efforts that can be taken to break the seed dormancy is by doing preliminary treatment through scarification and soaking the seed in to the young coconut water, as source of plant-growth regulators. The optimum concentration will give positive impact to germination. The purpose of the research was to find the best concentration of young coconut water for breaking the seed dormancy and increasing the seed germination of scarified seeds. The research was conducted in Complete Randomized Design with one factor, the concentration of young coconut water with 5 levels of treatment (control-without soaking, 25%, 50%, 75%, and 100% of young coconut water). Seeds were soaked for 24 hours in each treatment except control. Each treatment consist of 5 replication that there were 25 experimental units. 10 seeds were planted in each experimental unit, therefore the total of betel nut seed planted were 250 seeds. The variables observed in this study were seed water content, vigor index, simultaneity of germination, germination capacity, germination speed, shoot length and root length. The result showed that 25% of young coconut water was an effective concentration to break the dormancy of scarified betel nut seeds based on an average value of vigor index and germination speed what not different compared with high concentrate.INTISARI                Usaha pengembangan perkebunan pinang untuk memenuhi kebutuhan ekspor mengalami kendala yaitu waktu tumbuh yang cukup lama karena sifat dormansi yang dimiliki. Upaya yang dapat dilakukan untuk mematahkan dormansi benih pinang yaitu dengan perlakuan pendahuluan seperti skarifikasi dan perendaman dengan air kelapa muda sebagai zat pengatur tumbuh alami. Konsentrasi yang optimum akan memberikan dampak positif pada perkecambahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi air kelapa muda yang terbaik dalam upaya pematahan dormansi dan meningkatkan perkecambahan benih pinang yang telah diskarifikasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial, yaitu konsentrasi kelapa muda dengan 5 taraf perlakuan yang terdiri atas: kontrol-tanpa perendaman (k0), 25% air kelapa muda (k1), 50% air kelapa muda (k2), 75% air kelapa muda (k3), dan 100% air kelapa muda (k4). Benih direndam selama 24 jam pada setiap perlakuan kecuali kontrol. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan ditanam sebanyak 10 benih sehingga total benih yang ditanam adalah 250 benih. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kadar air benih, indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan berkecambah, panjang tunas, dan panjang akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian air kelapa muda konsentrasi 25% merupakan konsentrasi yang efektif dalam upaya pematahan dormansi benih pinang yang telah diskarifikasi yang ditunjukkan dengan nilai rerata variabel indeks vigor dan kecepatan tumbuh yang sama baiknya apabila dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih pekat.
PENGARUH NUTRISI HIDROPONIK TERHADAP PERBANYAKAN TANAMAN KRISAN SECARA IN VITRO Messyana Messyana; Asnawati Asnawati; Tantri Palupi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3173

Abstract

Chrysanthemum is one of the most popular ornamental plants in the community because it is known to have high aesthetic value. The aim of the study was to obtain nutrients to replace MS media with hydroponic nutrients and obtain the best concentrations for chrysanthemum plant propagation. The research was carried out at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura, using a completely randomized non-factorial design, namely hydroponic nutrient concentrations with 6 treatment levels and each treatment consisted of 4 replications. Each treatment unit consisted of 6 plant samples, and each bottle contained 1 explant. The intended hydroponic nutrient treatment: v0 = MS, v1 = 500 ppm, v2 = 1000 ppm, v3 = 1500 ppm, v4 = 2000 ppm and v5 = 2500 ppm. Variables observed in the study included the time the first shoots were formed, the number of shoots and the number of leaves. The results of this study indicate that hydroponic nutrients can replace macro and micro nutrients in MS media as the main nutrients in chrysanthemum plant propagation. Hydroponic nutrient concentration of 1500 ppm which is more effective in producing the time of first shoot formation, number of shoots, and number of leaves compared to other concentrations.INTISARIKrisan termasuk satu diantara tanaman bunga hias yang paling diminati masyarakat karena dikenal memiliki nilai estetika yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan unsur hara pengganti media MS dengan nutrisi hidroponik dan mendapatkan konsentrasi yang terbaik untuk perbanyakan tanaman krisan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial yaitu konsentrasi nutrisi hidroponik dengan 6 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 6 sampel tanaman, dan setiap botol terdapat 1 eksplan. Perlakuan nutrisi hidroponik yang dimaksud : v0 = MS, v1 = 500 ppm, v2 = 1000 ppm, v3 = 1500 ppm, v4 = 2000 ppm dan v5  = 2500 ppm. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi waktu terbentuknya tunas pertama, jumlah tunas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nutrisi hidroponik dapat menggantikan hara makro dan mikro media MS sebagai hara utama dalam perbanyakan tanaman krisan. Konsentrasi nutrisi hidroponik 1500 ppm yang lebih efektif dalam menghasilkan waktu terbentuknya tunas pertama, jumlah tunas, dan jumlah daun dibandingkan konsentrasi lainnya.
PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG JAGUNG DAN MOLASE PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH Gustian Gustian; Agustina Listiawati; Tantri Palupi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3172

Abstract

White oyster mushroom is a plant that is currently widely cultivated. However, in Indonesia, especially in West Kalimantan, its productivity is still very narrow to fulfill market demand. Efforts that can be made to increase the production of white oyster mushrooms can be done by adding nutrients in the form of corn flour and molasses to the white oyster mushroom baglog media. This study aims to obtain the best media composition for the growth and yield of white oyster mushrooms. The design used in this study was a completely randomized design field experiment with nine levels of combination treatment of corn flour and molasses. each treatment was repeat with three replicaty, each replication consisted of four baglog samples. combination of corn flour (%) and molasses (ml) namely p1 = 90% basic material +10% corn flour + 10 ml molasses; p2 = 90% basic material + 10% corn flour + 20 ml molasses; p3 =90% basic material + 10% corn flour + 30 ml molasses; p4 = 85% basic material + 15% corn flour + 10 ml molasses; p5 = 85% basic material + 15% corn flour + 20 ml molasses; p6 = 85% basic material + 15% corn flour + 30 ml molasses; p7 = 80% basic material + 20% corn flour + 10 ml molasses; p8 = 80% basic material + 20% corn flour + 20 ml molasses; and p9 = 80% basic material + 20% corn flour + 30 ml molasses. Variable observed included age from harvest, the diameter of the hood, number of hoods per baglog, and fresh weight per baglog. The results showed that the combination of  20% corn flour + 10 ml molasses gave the best yield to increase fresh weight per baglog and harvesting age.INTISARISalah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkkan produksi jamur tiram putih adalah dengan cara menambahkan nutrisi berupa tepung jagung dan molase pada media baglog jamur tiram putih tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap dengan sembilan taraf perlakuan kombinasi tepung jagung dan molase. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, setiap ulangan terdiri dari empat sampel baglog. Kombinasi tepung jagung (%) dan molase (ml) yang dimaksud yaitu : p1 = 90% bahan dasar + 10 % tepung jagung + 10 ml molase; p2 = 90% bahan dasar + 10 % tepung jagung + 20 ml molase; p3 = 90% bahan dasar + 10% tepung jagung + 30 ml molase; p4 = 85% bahan dasar + 15% tepung jagung + 10 ml molase; p5 = 85% bahan dasar + 15% tepung jagung + 20 ml molase; p6 = 85% bahan dasar + 15% tepung jagung + 30 ml molase; p7 = 80% bahan dasar + 20% tepung jagung + 10 ml molase; p8 = 80% bahan dasar + 20% tepung jagung + 20 ml molase; dan p9 = 80% bahan dasar + 20% tepung jagung + 30 ml molase. Variabel yang diamati meliputi umur mulai panen, diameter tudung, jumlah tudung, dan berat segar per baglog. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi 20% tepung jagung + 10 ml molase memberikan hasil yang terbaik untuk berat segar per baglog dan umur mulai panen.
PERTUMBUHAN DAN HASIL PORANG PADA PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI DAN INTERVAL PHOTOSYNTHETIC BACTERIA (PSB) PADA MEDIA GAMBUT Tariyanti Tariyanti; Tantri Palupi; Dini Anggorowati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3528

Abstract

Porang belongs to the types of tubers that can be processed into the food industry and chemical industry which are much sought after because they have high economic value for export in various contries. The extent of peat land in West Kalimantan can be used as agricultural land for people to meet the export needs of people, but because of the limited nutrients contained, peat soil tends to be less fertile. The use of Photo Synthetic Bacteria (PSB) which are organically based is one effort that can support the ecosystem and can increase the production of porang. The aim of this research was to find out the best concerations and intervals fo using Photo Synthetic Bacteria (PSB) in peat media for the growth and yield of porang. This research was carried out on Jl. Purnama II, Parit Tokaya Village, South Pontianak District, Pontianak City. This research was conducted from September 2022 to January 2023. This research was conducted using a completely randomized design (CRD) with the treatment, namely the effect of the concentration of PSB solution and the time interval of administration with 9 treaments. The experiment was repeated 3 times cinsisting of 3 plant samples, so there were 81 plants polybag. The treatment is 10ml + 7 days, 10ml + 14 days, 10ml + 21 days, 15ml +7 days, 15ml +14 days, 15ml + 21 days, 20ml + 7 days, 20ml + 14 days, 20ml +21 days. Variables observed in this study included ; plant height, stem diameter, number of shoots, time of emergence of frogs, number of progs, canopy width Keywords : Peatland, Porang, PSB INTISARIPorang termasuk jenis umbi-umbian yang dapat diolah menjadi industri pangan dan industri kimia yang banyak diminati karena mempunyai nilai ekonomi tinggi untuk diekspor ke berbagai negara. Luasnya lahan gambut di Kalimantan Barat dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian rakyat untuk memenuhi kebutuhan ekspor masyarakat, namun karena terbatasnya unsur hara yang dikandungnya, tanah gambut cenderung kurang subur. Pemanfaatan Bakteri Foto Sintetis (PSB) yang berbasis organik merupakan salah satu upaya yang dapat menunjang ekosistem dan dapat meningkatkan produksi porang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan interval terbaik penggunaan Photo Synthetic Bacteria (PSB) pada media gambut terhadap pertumbuhan dan hasil porang. Penelitian ini dilakukan di Jl. Purnama II, Desa Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022 sampai dengan bulan Januari 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu pengaruh konsentrasi larutan PSB dan selang waktu pemberian dengan 9 perlakuan. Percobaan diulang sebanyak 3 kali terhadap 3 sampel tanaman, sehingga terdapat 81 tanaman polibag. Perawatannya adalah 10ml + 7 hari, 10ml + 14 hari, 10ml + 21 hari, 15ml +7 hari, 15ml +14 hari, 15ml + 21 hari, 20ml + 7 hari, 20ml + 14 hari, 20ml +21 hari. Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain; tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tunas, waktu munculnya katak, jumlah prog, lebar kanopiKata Kunci : Lahan Gambut, Porang, PSB
Pengaruh Pemberian Kascing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Lobak pada Tanah Podsolik Merah Kuning Cornelius Gery; Dini Anggorowati; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9659

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kascing yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak, sejak 13 Mei sampai dengan 27 Juni 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor yaitu dosis pupuk kascing,dengan 6 taraf perlakuan yakni: (1) k0(kontrol); (2) k1(40 g polybag-1); k2(60 g polybag-1); k3(80 g polybag-1); k4(100 g polybag-1); k5(120 g polybag-1) terdiri dari 4 ulangan, setiap perlakuan dengan 5 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi, berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat segar umbi (g), panjang umbi (cm). hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kascing memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat segar tanaman dan panjang umbi, namun memberikan pengaruh tidak nyata terhadap berat kering tanaman, volume akar, luas daun dan berat segar umbi.   Kata kunci: pupuk kascing, lobak varietas radis, tanah podsolik merah kuning.
Co-Authors Ade Sagita Wiguna agus ruliyansyah AGUS RULIYANSYAH agus ruliyansyah Agustina Listiawati Ahmad Mulyadi Sirojul Ahmad Mulyadi, S. Si, M. Si Ahmad Mulyadi, S. Si, M. Si Akhmad Fuadi Alfianus Delviandra Alviah, Fajri Ambarwanti, Cahreta AMRAN ISMADI AMRAN ISMADI,M.P ANDRE WINASCO HALOMOAN NABABAN Anjas Anjas, Anjas Aprizkiyandari, Siti ARI KURNIAWAN Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Astina Astina, Astina Aynun Syahira Bahtiar bahtiar Bintoro Bagus Purmono CHANDRA AGROTEKNOLOGI 2014 Cornelius Gery Darusalam . darusalam darusalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam, Darussalam Dendri, Dendri Deo Palari Dewi, Jeananda Kusuma Dini Anggorowati Dini Anggorowati DINI ANGGOROWATI Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dwi Suprapti Sari dwi zulfita Dwi Zulfita Elly Mustamir Elsa Nurhanian Eni Handayani Eny Widajati Ety Herawati Fadjar Rianto FRANSISKUS DIVANI Gustian Gustian Harum, Dwi Asih Sekar Helda Esteria Octaviani Hosiana Siregar Hidayat - IBNI SAWITRI Ikawati, Ratna Intan Permatasari Ir.Rini Susana,M.Sc, Ir.Rini Susana,M.Sc Irpansyah, Irpansyah Iwan Sasli JANG JOKO Kingkun Karismando kornelia nelis Kosmas Ladora Gase Kukuh Hernowo Kurniawan, Yohanes Jordy Lande, Fresh Lina Lina Lushfieka, Diah mardiansyah mardiansyah Marianus Tomi Mariono, Dominikus Dino Martina Martina Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Messyana Messyana Muh Duwi Lesmana Muhammad Faizal Muhammad Machmud Nisa, Yaumin nortin . Novita, Devie Nugraha Banu Safitri Nugroho, Muhammad Fikri Nur Fatimah Nurbaiti R Nurhayati Nurhayati Nurjani Pangaribuan, Franky Pitri Jannah Pradana, Gusti Fitrah Prayogi Prayogi Prihatini, Pipit Purba, Yohanda Samuel Purwaningsih - Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih RAHMA YUNIARTI Rahmat Rahmat Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ramadania Ramadania, Ramadania Ramanda, Rika Fitry RESTU NURKHAMDANI Ridwan Ridwan Rini Susana Riris, Riris Rita Kurnia Apindiati Riten, Arif Rahman Rizqi Norma Sari Rossalinda, Berliana Safara Safara, Safara Sahwaldi, Sahwaldi Salsabila, Unik Hanifah Satrias Ilyas SATRIYAS ILYAS Sholeha Sholeha Simbolon, Marini Siti Aprizkiyandari, Nurul Qomariyah, Shantika Martha, Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Nur Rahma Sodiqin Sodiqin Sri Rahayu Sunardi Sunardi Surachman Surachman Syafiuddin, Wasi'an Tariyanti Tariyanti TIWI SUSANTI tri norhayanti TRIS HARIS RAMADHAN Turu, Selfiandri Bero VENLIANUS TAPANG WASI'AN WASI'AN Wasi'an Wasi'an WASI'AN WASI'AN Wasi'an Wasi'an Wasi'an Wasi'An Wasian - Wasian syafiudin Wasian Wasian Wasian Wasian Dr,Ir.H.Wasi'an,MS Wasi’an, Wasi’an Wilhelmina Arini WIREN WIREN yanto, meggi Yelsi Masangge Yulius Heli Yuniarti Yuniarti Yuniarti, Fitria