Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi Dan Lama Perendaman Kapur Tohor Terhadap Viabilitas Benih Mengkudu kornelia nelis; Tantri Palupi; Asnawati Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7458

Abstract

Benih mengkudu merupakan salah satu benih yang bermasalah dalam perkecambahanya, karena selain lama benihnya dapat berkecambah juga viabilitasnya rendah yaitu 30-45%, sehingga diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan viabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsentrasi dan lama perendaman  kapur tohor yang tepat untuk meningkatkan viabilitas benih mengkudu. Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap dalam bentuk faktorial dalam 2 faktor, dimana faktor pertama adalah konsentrasi kapur tohor (A) yaitu (a0) 0g/l ; (a1) 15g/l; (a2) 30g/l; dan (a3) 45g/l dan faktor kedua adalah lama perendaman (B) yaitu (b1) 15 menit; (b2) 30 menit; (b3) 45 menit. Total perlakuan adalah 12 perlakuan dengan 3 ulangan, Setiap ulangan menggunakan 25 benih. Total keseluruhan diperoleh 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian konsentrasi kapur tohor sudah mampu meningkatkan viabilitas benih mengkudu, konsentrasi kapur tohor 15g/l efektif meningkatkan viabilitas benih mengkudu dengan tolok ukur DB (86%),  IV (8%), KCT (2,36%), dan KST (76%) dan lama perendaman 15-45 menit belum mampu meningkatkan viabilitas benih mengkudu. Kata kunci : Benih Mengkudu, Kapur Tohor, Konsentrasi, Lama Perendaman,                          Viabilitas
ENHANCEMENT OF SELEDRI SEED VIABILITY THROUGH EXTRACT EXTRACTS SEAWEED Kosmas Ladora Gase; Tantri Palupi; Sri Rahayu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.731 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25216

Abstract

Celery seeds are seeds that choose dueti low viability becouse has hard seed shells, small buds and relatively recalcitrant seeds. This study aims to find out the best method to increase the viability of seeds of celery. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments, namely (Soaking in Aquades), B (Soaking in Seaweed Extract 1,500 ppm), C (Soaking in Seaweed Extract 2,000 ppm), D (Soaking in Seaweed Extract 2,500 ppm), E (Soaking in Seaweed Extract 3,000 ppm), F (Soaking in Seaweed Extract 3,500 ppm). Each treatment used 50 celery seeds and consisted of 4 replications. The study was conducted in PKH Green Villa breeding. The results of this study indicate that the method of invigoration through soaking of seaweed extract had been able to increase viability of seeds of celery. Soaking in seaweed extract of 3,000 ppm was the best concentration to increase celery seed viability with 84,50% germination power germination, seed vigor reach 51.50%, growth rate 6.39% / etmal and similirity grow to 71,00%.   Keywords: Seed Celery, Immersion, Recruitment, Seaweed, Viability
RESPON PERTUMBUHAN SETEK LADA AKIBAT APLIKASI PGPR DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAH ALUVIAL Yelsi Masangge; Dini Anggorowati; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61401

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Segorong, Desa Mayak, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari tanggal 15 Mei sampai 28 Agustus 2022. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi plant growth promoting rhizobakteria (PGPR) dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan setek lada pada tanah aluvial. Penelitian ini yaitu faktorial dengan pola rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah aplikasi PGPR yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu Tanpa PGPR dan Dengan PGPR dan faktor kedua adalah kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu 1:0, 1:1, 1:2, dan 1:3 . Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 5 sampel tanaman sehingga terdapat 120 tanaman. Variabel pengamatan meliputi persentase setek hidup, jumlah daun, jumlah ruas, panjang tunas, panjang akar, berat kering tunas dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Dengan PGPR dan kompos TKKS 1:1 dan 1:2 merupakan perlakuan yang sama baiknya, namun kompos TKKS 1:1 merupakan perlakuan yang lebih efisien untuk pertumbuhan setek lada.
PENINGKATAN MUTU FISIOLOGIS BENIH PADI YANG TERINFEKSI PENYAKIT BLAS MELALUI COATING BENIH DIPERKAYA AGEN HAYATI Marianus Tomi; Tantri Palupi; Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.32877

Abstract

Mutu benih merupakan faktor yang sangat penting dalam produksi padi. Penyakit Blas yang disebabkan oleh patogen Pyricularia grisea merupakan penyakit terbawa benih padi yang dapat menyebabkan kehilangan hasil panen yang serius di Indonesia. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan viabilitas benih padi yang terkontaminasi P. grisae melalui coating benih yang diperkaya agen hayati. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan, yaitu: A=Formula coating diperkaya bakteri filosfer isolat SP21; B=Formula coating diperkaya bakteri filosfer isolat SP31; C=Formula coating diperkaya bakteri filosfer isolat RP21; D=Formula coating diperkaya bakteri filosfer isolat TP11; E=Formula coating diperkaya bakteri filosfer isolat TP12; F=Fungisida (benih dikontaminasi); G=Kontrol positif (benih yang terkontaminasi P. grisea); H=Kontrol negatif (benih tanpa coating dan tanpa agen hayati); I=Kontrol (benih dicoating tanpa bakteri). Masing-masing ulangan dibuat duplo sebanyak 2 gulungan. Hasil pemberian formula coating benih menggunakan agen hayati, perlakuan D (coating + isolat TP12) sudah mampu meningkatkan vigor benih padi pada pariabel pengamatan indek vigor dimana benih yang terkontaminasi sebelum dicoating memiliki nilai 42,00 meningkat menjadi 71,33%, daya berkecambah dari 73,33 meningkat menjadi 85,33-90,67%. serta mampu memperbaiki viabilitas benih menjadi lebih optimal pada pariabel kecepatan tumbuh, dimana benih yang terkontaminasi penyakit blas yang semula sebelum dicoating memiliki nilai sebesar 15,57 meningkat menjadi 19,47% / et mal
THE INFLUENCE OF SEED COATING PLUS BIOLOGICAL AGENTS IN INCREASING THE GROWTH AND YIELDS OF RICE WHICH CONTAMINATED WITH PHATOGEN BLAST nortin .; Tantri palupi; Fadjar rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35562

Abstract

Seed coating is a way to improve seed quality. The biological agent in coating formulas will improve the quality of contaminated seeds by blast patogen. The purpose of this study was to evaluate seed coatings-using biological agents to increase the growth and yield of blast infected seed rice in the green house. The study was conducted from December 04, 2018 to March 29, 2019 in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. This study used a completely randomized design method (CRD) consisting of 8 treatment with 4 replication and each treatment consisted of 3 samples. The coating treatment was added by philosphere bacteria isolate SP21, SP31, RP21, TP12, TP11, positive and negative control, fungicide. Variables observed such as plant height, maximum number of tiller , number of productive tiller, panicle length, grain weight per clump, percentage of grain fertile per panicle, weight 1000 dry seeds, environmental condition. The results showed that seed coating plus biological agents especially TP11 isolat can increasing the growth and yield of rice plants in green houses. It showed a significant effect on all observed variables except panicle length observation. Keywords: Coating, philosphere Bacteria, Biological Agents.
PENGARUH LARUTAN MOL REBUNG DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH KEMIRI Yulius Heli; Tantri Palupi; Asnawati Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi MOL rebung dan lama perendaman yang terbaik untuk mematahkan dormansi benih kemiri. Penelitian dimulai dari tanggal 26 April sampai 24 Juni 2014. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri 2 faktor yaitu konsentrasi yang terdiri 5 taraf perlakuan dan lama perendaman terdiri 3 taraf perlakuan. Faktor pertama konsentrasi (k0) tanpa MOL rebung, (k1) konsentrasi  MOL rebung 10 ml/liter air, (k2) konsentrasi MOL rebung 20 ml/liter air, (k3) konsentrasi MOL rebung 30 ml/liter air, (k4) konsentrasi MOL rebung 40 ml/liter air; faktor kedua lama perendaman, (j1) lama perendaman benih 1 jam, (j2) lama perendaman benih 3 jam dan  (j3) lama perendaman 5 jam. Variabel yang diamati: kadar air (%), daya berkecambah (%), indeks vigor (%), keserempakan tumbuh (%), kecepatan tumbuh (%/etmal), dan laju pertumbuhan kecambah (%). Hasil penelitian menunjukkan interaksi konsentrasi MOL rebung dan lama perendaman memberikan pengaruh nyata, dan sudah dapat mematahkan dormansi benih kemiri. Hasil terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi MOL rebung 40 ml/l dan lama perendaman 5 jam, dengan kadar air sebesar 11,54%, daya berkecambah 53,33%, indeks vigor 20%, keserempakan tumbuh 48,33%, kecepatan tumbuh 1,60%/etmal, dan laju pertumbuhan kecambah 78,29%. Kata kunci: benih kemiri, dormansi, lama perendaman dan mikroorganisme lokal
UPAYA PENINGKATAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALLUVIAL MELALUI PENAMBAHAN PUPUK KANDANG AYAM DAN COCOPEAT” Bahtiar bahtiar; Tantri Palupi; Wasian syafiudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36784

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascolonicum L.) adalah tanaman hortikultura yang berpontensi baik di Indonesia. Untuk dapat meningkatkan hasil tanaman bawang merah maka diperlukan pemupukan yang sesuai. Salah satu pupuk organik yang dapat digunakan yaitu pupuk kandang ayam dan cocopeat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pemberian pupuk kandang ayam dan cocopeat tertentu yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah.Penelitian dilaksanakan di desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada bulan Mei sampai Juli 2019. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yakni : Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam terdiri dari 3 taraf yaitu A1: 10 ton. Ha-1, A2: 15 ton. ha-1, A3:20 ton. ha-1. Faktor kedua adalah cocopeat yang terdiri dari 3 taraf yaitu C1:15 ton. ha-1, C2:20 ton. ha-1, C3:25 ton. ha-1.Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah umbi, berat basah umbi , dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang ayam 15 ton ha-1 mampu meningkatkan jumlah daun yang lebih banyak. Sedangkan interaksi pupuk kandang ayam sebesar 20 ton ha-1 dan cocopeat 15 ton ha-1 mampu menghasilkan berat basah umbi dan berat kering umbi per rumpun yang lebih baik dari perlakuan lainnya.       Kata kunci : bawang merah, pupuk kandang ayam, cocopeat 
RESPON PADI BERAS HITAM KALIMANTAN BARAT TERHADAP CEKAMAN ALUMINIUM PADA FASE PEMBIBITAN YUNIARTI YUNIARTI; TANTRI PALUPI; WASIAN WASIAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26590

Abstract

RESPON PADI BERAS HITAM KALIMANTAN BARAT TERHADAP CEKAMAN ALUMINIUM PADA FASE PEMBIBITAN  Yuniarti (1) , Tantri Palupi(2), Wasi’an (2)1Jurusan Budidaya Pertanian; Universitas Tanjungpura2Jurusan; Universitase-mail: *1 ummuyuniarti@gmail.com ABSTRAK Umumnya lahan  marjinal merupakan lahan yang miskin unsur hara dan rendahnya reaksi tanah yang berdampak pada meningkatnya kandungan Aluminium yang bersifat toksik terhadap tanaman. Untuk mendapatkan jenis padi beras hitam yang cocok untuk dibudidayakan pada lahan marjinal dapat dilakukan dengan menggunakan seleksi pada media kultur air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon berbagai padi beras hitam terhadap  cekaman Al pada fase pembibitan. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit perlakuan terdiri dari 10  sampel tanaman, sehingga total 270 tanaman. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan konsentrasi Al 15 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis padi beras hitam Senakin, Gula, varietas Inpara 2, dan varietas Inpara 3 termasuk katagori agak tahan  dan jenis padi beras hitam Melawi, Beliah, Tabah, varietas Cibogo, dan varietas Ciherang termasuk katagori rentan berdasarkan cekaman Al 15 ppm. Maka disimpulkan bahwa padi lokal maupun padi unggul menpunyai respon  yang berbeda-beda terhadap cekaman Al, sehingga ada beberapa jenis bibit padi yang memberikan gejala kerusakan pada tanaman  dan ada pula yang  mampu untuk beradaptasi terhadap cekaman Al.Kata kunci : aluminium, cekaman, fase pembibitan, padi beras hitam                       
KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN HUBUNGAN FILNOGENETIK BERDASARKAN IDENTIFIKASI MOLECULER VARIETAS PADI MERAH DARI KALIMANTAN BARAT AMRAN ISMADI AMRAN ISMADI,M.P; Wasian Wasian Dr,Ir.H.Wasi'an,MS; Tantri Palupi Dr.Tantri Palupi,SP.,M.Si
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.37326

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki keragaman padi merah yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi identitas padi merah variets Maiyan secara morfologi dan molekuler. Penelitian dilakukan berdasarkan dua tahapan yaitu identifikasi morfologi daun, batang, bulir dari padi dan identifikasi molekuler dengan menggunakan penanda gen MatK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Padi Merah Varietas Maiyan berdasarkan pengamatan morfologi yaitu jumlah anakan 1-13 buah, dengan anakan produktif 1-11 buah, warna permukaan daun hijau kekuningan (Green Group 144C), jumlah nodus 5. Padi Merah Maiyan memiliki tinggi tanaman yang cukup besar yaitu mencapai 122,5-149,5 cm.  Hasil identifikasi molekuler Padi Merah Maiyan memiliki kemiripan dengan Oryza sativa Japonica cultivar Nipponbare 99%, Oryza sativa Japonica Group bio-material IRGC33984 99%, Oryza sativa Rufipogon 99%, Oryza sativa  cultivar Giza 178 99%, dan Oryza sativa cultivar NARC 17958 99%. Kemiripan yang tinggi diduga dipengaruhi oleh asal tetua dari Padi Merah Varietas Maiyan yang sama dengan kelima padi tersebut. Kata Kunci : rice, characterization, MatK, molecullar, morphology.
RESPON BEBERAPA VARIETAS PADI LOKAL TERHADAP CEKAMAN SALINITAS PADA FASE PEMBIBITAN mardiansyah mardiansyah; Tantri Palupi; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.25304

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan makanan pokok di Indonesia yang kebutuhannya selalu meningkat. Peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan usaha ekstensifikasi pada lahan marginal salah satunya lahan pasang surut perlu dilakukan dikarenakan lahan produktif semakin berkurang. Permasalahan utamanya pada lahan pasang surut adalah pertumbuhan tanaman mengalami gangguan akibat cekaman salinitas. Penggunaan varietas toleran terhadap cekaman salinitas. Varietas padi toleran mampu tumbuh dengan baik dibanding varietas padi peka cekaman salinitas.Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon varietas padi lokal yang toleran terhadap cekaman salinitas pada fase pembibitan. Penelitian dimulai dari bulan September sampai November 2017 bertempat di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal yaitu 10 varietas padi (8 varietas padi lokal dan 2 varietas padi unggul). Perlakuan yang digunakan adalah A=Tamsere, B=Ketumbar, C=Kristan, D=Asmo, E=Ringkak Semut, F=Banjar, G=Brantas, H=Dewi Ratih, I=Cisadane Dan J=Ciherang. Variabel pengamatan terdiri dari skoring toleransi bibit secara visual terhadap kerusakan daun serta pengamatan karakteristik agronomi bibit yaitu tinggi bibit (cm), panjang akar (cm), jumlah anakan (batang), berat kering tajuk (g) dan berat kering akar (g).Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Tamsere, Ketumbar, Kristan, Asmo, Ringkak Semut, Banjar, Brantas dan Cisadane termasuk kategori toleran dan varietas Dewi Ratih dan Ciherang termasuk kategori moderat toleran berdasarkan skoring menggunakan standar evaluasi dari IRRI (2003). Kata kunci :   cekaman salinitas, lahan pasang surut, varietas peka, varietas toleran
Co-Authors Ade Sagita Wiguna agus ruliyansyah agus ruliyansyah AGUS RULIYANSYAH Agustina Listiawati Ahmad Mulyadi Sirojul Ahmad Mulyadi, S. Si, M. Si Ahmad Mulyadi, S. Si, M. Si Akhmad Fuadi Alfianus Delviandra Alviah, Fajri Ambarwanti, Cahreta AMRAN ISMADI AMRAN ISMADI,M.P ANDRE WINASCO HALOMOAN NABABAN Anjas Anjas, Anjas Aprizkiyandari, Siti ARI KURNIAWAN Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Astina Astina, Astina Aynun Syahira Bahtiar bahtiar Bintoro Bagus Purmono CHANDRA AGROTEKNOLOGI 2014 Cornelius Gery Darusalam . darusalam darusalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam, Darussalam Dendri, Dendri Deo Palari Dewi, Jeananda Kusuma DINI ANGGOROWATI Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dwi Suprapti Sari Dwi Zulfita dwi zulfita Elly Mustamir Elsa Nurhanian Eni Handayani Eny Widajati Ety Herawati Fadjar Rianto FRANSISKUS DIVANI Gustian Gustian Harum, Dwi Asih Sekar Helda Esteria Octaviani Hosiana Siregar Hidayat - IBNI SAWITRI Ikawati, Ratna Intan Permatasari Ir.Rini Susana,M.Sc, Ir.Rini Susana,M.Sc Irpansyah, Irpansyah Iwan Sasli JANG JOKO Kingkun Karismando kornelia nelis Kosmas Ladora Gase Kukuh Hernowo Kurniawan, Yohanes Jordy Lande, Fresh Lina Lina Lushfieka, Diah mardiansyah mardiansyah Marianus Tomi Mariono, Dominikus Dino Martina Martina Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Messyana Messyana Muh Duwi Lesmana Muhammad Faizal Muhammad Machmud Nisa, Yaumin nortin . Novita, Devie Nugraha Banu Safitri Nugroho, Muhammad Fikri Nur Fatimah Nurbaiti R Nurhayati Nurhayati Nurjani Pangaribuan, Franky Pitri Jannah Pradana, Gusti Fitrah Prayogi Prayogi Prihatini, Pipit Purba, Yohanda Samuel Purwaningsih - Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih RAHMA YUNIARTI Rahmat Rahmat Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ramadania Ramadania, Ramadania Ramanda, Rika Fitry RESTU NURKHAMDANI Ridwan Ridwan Rini Susana Riris, Riris Rita Kurnia Apindiati Riten, Arif Rahman Rizqi Norma Sari Rossalinda, Berliana Safara Safara, Safara Sahwaldi, Sahwaldi Salsabila, Unik Hanifah Satrias Ilyas SATRIYAS ILYAS Sholeha Sholeha Simbolon, Marini Siti Aprizkiyandari, Nurul Qomariyah, Shantika Martha, Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Nur Rahma Sodiqin Sodiqin Sri Rahayu Sunardi Sunardi Surachman Surachman Syafiuddin, Wasi'an Tariyanti Tariyanti TIWI SUSANTI tri norhayanti TRIS HARIS RAMADHAN Turu, Selfiandri Bero VENLIANUS TAPANG Wasi'an Wasi'an WASI'AN WASI'AN WASI'AN WASI'AN Wasi'an Wasi'an Wasi'an Wasi'An Wasian - Wasian syafiudin Wasian Wasian Wasian Wasian Dr,Ir.H.Wasi'an,MS Wasi’an, Wasi’an Wilhelmina Arini WIREN WIREN yanto, meggi Yelsi Masangge Yulius Heli Yuniarti Yuniarti Yuniarti, Fitria