Claim Missing Document
Check
Articles

KETIDAKADILAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM NASKAH MONOLOG BALADA SUMARAH KARYA TENTREM LESTARI DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Saerang, Syefiorita Angela; Polii, Intama J.; Pangemanan, Nontje J.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 4 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/5z49hf46

Abstract

Naskah monolog Balada Sumarah karya Tentrem Lestari, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1999 dan direvisi pada tahun 2004, mengangkat tema dendam serta menggambarkan ketidakadilan yang dialami perempuan melalui diskriminasi, kekerasan, dan marginalisasi tokoh Sumarah. Oleh karena itu, naskah ini relevan dikaji dalam pembelajaran sastra di SMA untuk menumbuhkan kesadaran kritis siswa terhadap isu gender dan keadilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang ditampilkan dalam naskah monolog Balada Sumarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis), dengan sumber data berupa naskah monolog Balada Sumarah karya Tentrem Lestari. Proses analisis meliputi kegiatan membaca, mencatat data, membaca ulang, mengklasifikasikan, mendiskusikan, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Kerangka teori yang digunakan adalah feminisme Geofe, yang memandang feminisme sebagai gerakan terorganisasi untuk memperjuangkan hak dan kepentingan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan gender dialami tokoh Sumarah dalam berbagai bentuk, yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotip negatif, kekerasan fisik dan psikis, pelecehan, serta beban kerja berlebihan tanpa upah. Tokoh Sumarah digambarkan sebagai sosok perempuan yang kompleks, menjadi korban peristiwa sejarah besar, namun tetap menunjukkan keteguhan dan kekuatan. Implikasi penelitian ini dalam pembelajaran sastra pada Kurikulum Merdeka adalah menumbuhkan kesadaran siswa terhadap isu sosial, khususnya kekerasan terhadap perempuan dan anak akibat budaya patriarki, serta mendorong siswa untuk menghormati hak asasi manusia dan menolak segala bentuk kekerasan dan objektifikasi terhadap perempuan.
KAJIAN NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT SANGIHE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA Musa, Jein Enjelina; Palar, Wimsje Revlin; Polii, Intama J.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 4 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/2bpbx608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai sosial budaya dalam cerita rakyat Sangihe serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra. Cerita rakyat dipandang sebagai media penting dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa dua cerita rakyat Sangihe, yaitu Tiga Kesatria dari Dagho dan Penyesalan Gumansalangi. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan teknik pencatatan (note-taking) terhadap sumber-sumber relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) serta didukung oleh teori nilai sosial Talcott Parsons tentang empat fungsi dasar sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita rakyat tersebut mengandung berbagai nilai sosial budaya, antara lain keberanian, semangat, penghargaan terhadap diri sendiri, ketenangan hidup, kepatuhan, pantang menyerah, kegigihan, cinta damai, kasih sayang, keadilan, kebijaksanaan, kebaikan hati, pemberian nasihat, kesadaran akan kesalahan, menepati janji, patuh kepada orang tua, kepedulian terhadap sesama, kesabaran, keluhuran budi, dan sikap meminta maaf. Cerita rakyat Sangihe memiliki potensi sebagai media pembelajaran sastra di sekolah untuk membentuk karakter siswa, meningkatkan apresiasi sastra, keterampilan berbahasa, serta mengenalkan budaya lokal. Materi pembelajaran dapat mencakup analisis struktur cerita, identifikasi nilai-nilai sosial budaya, dan diskusi reflektif. Dengan demikian, cerita rakyat Sangihe dapat berperan penting dalam penanaman nilai-nilai sosial budaya dan penguatan karakter peserta didik sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
Co-Authors Abdul Muqit Agtasyia Mayore Al Katuuk, U. M. Kamaja Al Katuuk, U. M. Kamajaya Al Katuuk, Uus Martius kamajaya Al-Katuuk, Kamajaya Andre Gunawan Herung Apsary Manoppo Ariadi, I wayan Agus Asih, Ni Wayan Suwerdhi Atika Litod Bin Ali, Sagita Deril Mangundap Dimas Setiawan Ginting Dolly Apriani Makasombo Donal Mateos Ratu Elvie A. Sepang Elvie A. Sepang Engka, Alfa Fientje Malinggas Fiona Desty Punusingon Gamar N. Manoso Hafli L. Korah Indah Syaloom Metekohi Inggrid Manopo Jakub Saddam Akbar Jerry Rommy Herter Wuisang Justien R R Wuisang Kamajaya Al Katuuk Karina Wulandari Mokoginta Kawengian, Kristy Presentya Kerap, Rahel Sania Kolly, Triana Meling Kristy Presentya Kawengian Kuron, Meidy Atina Linu, Cindi Gracia Novelia Loho, Joni Junius Lonan, Talita S. Lucy L. Tami Mowilos Makasombo, Dolly Apriani Malinggas, Fientje Marcellina B. Mutia Mayske R. Liando Mayske Rinny Liando Mega Yuniar Palit Meidy Atina Kuron Meike Paat Mira Ketsi Ambat mron, Aly Muqit, Abdul Musa, Jein Enjelina Mutiara Gloria Sambuaga Nacinda Mamonto Nontje J. Pangemanan Nontje Jultje Pangemanan Nurhayati Nurhayati Oldie S. Meruntu Oldie Stevie Meruntu Palar, Wimsje Revlin Palit, Mega Yuniar Pangemanan, Nontje Perangin-angin, Regristri Putri Br Pobela, Giska Rahelea Worek Rifka Meluwu Rosalinda Fofid Rotty, Viktory Nicodemus Joufree Ruth C. Paath Saerang, Syefiorita Angela Sahiruddin Sahiruddin Salangka, Sella D.I. Santje Iroth Selvi Suroni Dorkas Torar Suhartono, Fila Supit, Vrenisa Susan Monoarfa Thelma I. M. Wengkang Thelma I.M. Wengkang Trinitatis Fau Tular, Irene Lingkhan Evangli Tumanduk, Brigita U. M. Kamajaya Al Katuuk Veronica Oktavia Menggana Vinca Evalda Banatau Waridin, Aulia Anggriani Waridin, Aulia Angriani Waworuntu, Michiko M. C. Wimsje Revlin Palar Yasada, Eriyanto Yohanes Bery Mokalu Yuni Sartika Dapi Yuwenda Tabuni