Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Systematic Literature Review: Peran Religiusitas terhadap Kualitas Perkawinan di Indonesia Yustinus Phoebe Setiawan; Mulya Virgonita Iswindari Winta; Margaretha Maria Shinta Pratiwi
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i1.6542

Abstract

Marriage in Indonesia is not merely considered a social or legal bond, but also a sacred institution strongly shaped by spiritual and religious values. This study aims to explore the role of religiosity in predicting marital quality through a systematic literature review (SLR). A total of 15 journal articles published between 2015 and 2025 were analyzed, each focusing on the intersection between religiosity and marital dynamics. The findings indicate that religiosity demonstrates a positive correlation with marital satisfaction, happiness, and long-term commitment. Religiosity functions as a moral foundation in building household harmony and an adaptive mechanism to overcome various marital challenges such as conflict, economic pressure, and personality differences. Religious values encourage spouses to foster mutual respect, forgiveness, and loyalty, thereby maintaining the stability and harmony of the relationship. Consequently, religiosity emerges as a central factor in achieving sustainable marital quality and resilience. This review highlights the role of religiosity in strengthening marriages in Indonesia and offering insights for both researchers and practitioners in family and social studies.
KETANGGUHAN IBU DALAM MERAWAT ANAK YANG TERDIAGNOSIS GANGGUAN JIWA Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Mulya Virgonita Iswindari Winta
Optimal Nursing Journal Volume 1 No 1 Juni 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740295

Abstract

Beratnya beban berat pengasuh Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berpengaruh terhadap kondisi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi mereka sehingga mereka membutuhkan kemampuan untuk mengatasi kesulitan dan mampu bangkit kembali secara fungsional yang disebut resiliensi. Ibu sebagai pengasuh ODGJ berada dalam posisi rentan yang berpotensi menurunkan resiliensi dan berdampak buruk pada kualitas perawatan ODGJ. Resiliensi ibu sangat penting diketahui untuk dapat merekomendasikan upaya-upaya agar resiliensi tersebut dapat ditingkatkan dan kemampuan dalam merawat ODGJ lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi ibu saat menjaga anak dengan gangguan jiwa. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi untuk melakukan penelitian kualitatif ini. Untuk memilih partisipan penelitian, mereka menggunakan strategi purposive sampling. Lima partisipan penelitian, yaitu ibu yang memiliki anak dengan gangguan jiwa, menerima data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap partisipan. Analisis Collaizi digunakan dalam menentukan tema penelitian, yang disusun secara bertahap, mulai dari koding, kategorisasi hingga pembentukan tema. Berdasarkan hasil analisis informasi diperoleh rumusan empat tema, yaitu kesedihan yang mendalam, menenangkan diri untuk bertahan, mendapatkan pelajaran berharga, dan kegigihan untuk meraih masa depan. Dapat disimpulkan bahwa resiliensi ibu sangat dibutuhkan sebagai pondasi dalam merawat anak dengan gangguan jiwa. Dukungan komunitas, kelompok sesama penderita, dan psiko edukasi bagi keluarga menjadi penguat bagi ibu sebagai pengasuh ODGJ. Pemanfaatan teknologi dapat dioptimalkan dalam memberikan dukungan dalam meningkatkan resiliensi ibu.
Pengaruh Kecerdasan Spiritual dan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi melalui Self Efficacy pada Santri Pondok Pesantren Diza Hadaita; Mulya Virgonita Iswindari Winta; Erwin Erlangga
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5566

Abstract

This research aims to analyze the influence of spiritual intelligence and social support on resilience through self-efficacy in Islamic boarding school students. The subjects of this research werw 100 students consisting of 48 male and 52 female in the city of Pekalongan. The sampling technique used in this research was purposive sampling. Data collection uses a scale consisting of a scale of resilience, spiritual intelligence, social support, and self efficacy. Data analysis uses the Structural Equation Model (SEM) program with SmartPLS. The results of the research show that there is a positive and significant influence between spiritual intelligence on resilience, there is a positive and significant influence between social support on resilience, there is a positive and significant influence between self-efficacy on resilience, there is a positive and significant influence between spiritual intelligence on resiience through sef-efficacy, there is a positive and significant influence between social support on resilience through self-efficacy.
Compassion Fatigue in Junior High School Guidance and Counseling Teachers: A Qualitative Study of Self-Harm Case Companions Santi Riksa Pratiwi; Margaretha Maria Shinta Pratiwi; Mulya Virgonita Iswindari Winta
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i4.20399

Abstract

This study was motivated by the prevalence of self-harm among adolescents, which requires junior high school guidance and counseling (BK) teachers to provide intensive support. Such conditions have the potential to trigger compassion fatigue in BK teachers due to their deep empathetic involvement with students experiencing emotional crises. This study aimed to explore the experiences of compassion fatigue among BK teachers who have accompanied students engaging in self-harm. A qualitative approach with a phenomenological design was employed. Three junior high school BK teachers in Central Java were selected through purposive sampling. Data were collected via in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The study identified six main themes: feelings of frustration as BK teachers, emotional memories of students’ stories, increased sensitivity, anxiety, emotional exhaustion, and difficulties concentrating. These findings indicate that intense empathetic involvement may lead to significant psychological strain. Therefore, this study recommends systematic emotional support for BK teachers to prevent and manage compassion fatigue.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus self-harm pada remaja, yang menuntut guru bimbingan dan konseling (BK) tingkat SMP untuk memberikan pendampingan intensif. Kondisi ini berpotensi memunculkan compassion fatigue pada guru BK akibat keterlibatan empatik yang mendalam terhadap siswa yang mengalami krisis emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman compassion fatigue pada guru BK yang pernah mendampingi siswa dengan perilaku self-harm. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Informan berjumlah tiga guru BK tingkat SMP di Jawa Tengah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengungkap enam tema utama: perasaan frustasi sebagai guru BK, ingatan emosional terhadap cerita siswa, meningkatnya sensitivitas, rasa cemas, kelelahan emosional, dan kesulitan berkonsentrasi. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan empatik yang intens dapat menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan adanya dukungan emosional yang sistematis bagi guru BK untuk mencegah dan mengelola compassion fatigue
Hubungan Pola Asuh Dan Tingkat Kepercayaan Diri Dengan Perilaku Bullying Yang Dimediasi Oleh Konformitas pada Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Dimas Nur Wakhid; Mulya Virgonita Iswindari Winta; Erwin Erlangga
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 9 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v9i1.4958

Abstract

Bullying is a conscious act that causes injury and fear through mental or physical aggression, and is still common among adolescents, both as victims and perpetrators. The aims of this study is to analyze the relationship between parenting styles and self-confidence with bullying behavior mediated by conformity in high school students. The research used a quantitative design with 100 respondents as subjects through total sampling, and data analysis was tested using Partial Least Squares. The findings of this study proved that self-confidence was significantly related to bullying behavior (p = 0.017), while parenting styles, conformity, and the mediating role of conformity were not significant. Theoretically, these findings emphasize the importance of individual factors, especially self-confidence, in influencing adolescent aggressive behavior, while environmental influences or group pressure are not always determinants. Practically, this study suggests strengthening students' self-confidence as a primary strategy for bullying prevention, and provides guidance for teachers and parents to focus on character development and students' self-regulation skills in dealing with social interactions.   Keywords:parenting style; self-confidence; conformity; bullying behavior
Menemukenali Berbagai Manifestasi Quarter Life Crisis Pada Perempuan Usia Dewasa Awal Yang Belum Menikah Maria Septiyan Dwi Cahyasari; Mulya Virgonita Iswindari Winta
Reswara Journal of Psychology Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.045 KB) | DOI: 10.26623/rjp.v1i1.5243

Abstract

Quarter life crisis umumnya dialami pada masa dewasa awal, ketika seseorang berusia antara dua puluhan sampai dengan tiga puluhan, namun kenyataannya tidak menutup kemungkinan juga bagi dewasa awal yang berusia lebih dari tiga puluh tahun untuk masih dapat mengalami fase ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris berbagai gambaran manifestasi dari perilaku-perilaku akibat pengalaman masimg-masing individu dalam menghadapi fase quarter life crisis mereka serta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memungkinkan dapat memicu munculnya problem-problem baru sehingga menyebabkan quarter life crisis tidak kunjung berakhir pada dewasa awal akhir dengan rentang usia 25 hingga 35 tahun terutama pada perempuan yang belum menikah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan case study dimana data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan subjek penelitian beserta informannya. Subjek penelitian adalah perempuan berusia dewasa awal antara 25 hingga 35 tahun yang belum menikah berjumlah tiga orang dengan informan penelitian masing-masing subjek berjumlah tiga orang. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa quarter life crisis yang dialami oleh keseluruhan subjek termanifestasi dalam perasaan terjebak pada permasalahan yang sama dan tidak kunjung berakhir terkait dengan permasalahan kemapanan, kemandirian, pencarian pasangan, serta kesulitan dalam mewujudkan idealisme diri sendiri sedangkan faktor-faktor yang dapat memicu munculnya problem baru bagi mereka pada fase ini diantaranya karena kurang percaya pada kemampuan diri sendiri, adanya persepsi yang negatif terhadap diri sendiri serta pengaruh dari penggunaan media sosial yang mengakibatkan munculnya perilaku membandingkan pencapaian diri dengan pencapaian orang lain.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Stres Pada Pasien Hipertensi Melalui Berpikir Positif Arsyadanaa Fahmil Haq; Mulya Virgonita Iswindari Winta
Reswara Journal of Psychology Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.155 KB) | DOI: 10.26623/rjp.v1i1.5404

Abstract

This study aims to determine the relationship between social support with stress through positive thinking in patients with hypertension. The population in this study was patients with hypertension in the Salatiga City Hospital with a total of 50 subjects through incidental sampling. The measuring instrument used is a scale. The results of the correlation test showed that was is a significant effect between social support variables on the stress scale variable (β=-0.541) because it has a p value of (0.002) which is smaller than the significance value of (0.05). Social support is able to influence positive thinking by having a regression coefficient (β) of 0.394 and very significant for positive thinking with a P-value of 0.01 which means <0.05. positive thinking has a positive effect by having a regression coefficient (β) -0.565 and very significant to stress with a P-value of 0.00 which means > 0. The social support variable is able to significantly influence the stress variable with and without the positive thinking variable so that it can be said that the positive thinking variable is a partial mediation variable on the social support variable.
Hubungan antara Kecemasan dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi pada Taruna Tingkat 1 Akademi Kepolisian melalui Koping Stres sebagai Variabel Intervening Dwi Nugroho Saputro; Mulya Virgonita Iswindari Winta
Reswara Journal of Psychology Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v3i2.7000

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dan dukungan sosial dengan resiliensi pada taruna tingkat 1 Akademi Kepolisian dengan koping stress sebagai variable intervening. Subjek penelitian ini adalah 76 Taruna tingkat 1 Akademi Kepolisian usia 18-21 tahun yang sedang menjalani masa awal pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling dengan jenis sampel purposive sampling. Perihal pengumpulan data, penelitian ini menggunakan Skala kecemasan Ignatia, Skala dukungan sosial Yuventa, Skala resiliensi Reivich dan Shatte, dan Skala koping stres Lazarus. Metode analisis data yang digunakan adalah path analysis atau analisis jalur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Ada hubungan negatif antara kecemasan dengan koping stress, (2) Ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan koping stress, (3) Ada hubungan positif antara koping stress dengan resiliensi taruna tingkat 1, (4) Ada hubungan negatif antara kecemasan dengan resiliensi taruna tingkat 1 yang dimediasi dengan koping stress, (5) Ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan resiliensi yang dimediasi dengan koping stres. Terdapat hubungan antara kecemasan dan dukungan sosial dengan resiliensi pada taruna tingkat 1 Akademi Kepolisian dengan koping stress sebagai variable intervening.Kata kunci: dukungan sosial, kecemasan, koping stres, resiliensi.
Kebahagiaan Santri Pondok Pesantren Asy-Syarifah Mranggen, Keterkaitannya dengan Kemampuan Penyesuaian Diri Santri Fattasya Fauzun Nisa; Mulya Virgonita Iswindari Winta; Hermiana Vereswati
Reswara Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v2i2.8925

Abstract

This research aims to determine the relationship between self-adjustment and happiness in adolescent students at the Asy-Syarifah Mranggen Islamic Boarding School. The hypothesis proposed in this research is that there is a positive relationship between self-adjustment and happiness in the students of the Asy-Syarifah Mranggen Islamic Boarding School. The more adaptive the adjustment, the higher the happiness of the students at the Asy-Syarifah Mranggen Islamic Boarding School, and vice versa. The method used in this research is a quantitative method. The characteristics of the respondents in this study were students at the Asy-Syarifah Mranggen Islamic Boarding School with an age range of 12-15 years and a maximum length of stay at the Islamic boarding school of 1 year. Data collection was carried out using the Cluster Random Sampling technique. Research data was collected using two scales, namely the Happiness Scale and the Personal Adjustment Scale. The data analysis method was carried out using Product Moment and the results of the research showed that there was a positive relationship between self-adjustment and happiness in the students of the Asy-Syarifah Mranggen Islamic Boarding School and the correlation coefficient value rᵪᵧ = 0.551 with a p value < 0.001 was obtained, so the hypothesis in this study was accepted.
Kecenderungan Agresivitas pada Mahasiswa kaitannya dengan konformitas teman sebaya dan Regulasi Emosi Kinan Ladiva Ristitania Ristitania; Mulya Virgonita Iswindari Winta; Cristine Roselvia Tri Amelia Amelia
Reswara Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v2i2.8926

Abstract

This research aims to determine the relationship between peer conformity and emotional regulation with aggressive tendencies in students. The hypothesis proposed in this research is that there is a positive relationship between peer conformity and aggressiveness. The higher the peer conformity score, the higher the aggressiveness, and vice versa and there is a negative relationship between emotional regulation and aggressiveness. The higher the emotional regulation, the lower the aggressiveness, and vice versa. The subjects in this research were 75 students, including 25 students from Diponegoro University, 25 students from Semarang State University, and 25 students from Semarang University. Likewise, the characteristics of student respondents who have been aggressive, aged 18-25 years. The sampling technique used was purposive sampling technique. Research data was collected using three scales, namely the Aggressiveness Scale, Peer Conformity Scale, and Emotion Regulation Scale. Data analysis was carried out using hierarchical correlation analysis. The results of the research show that there is a relationship between peer conformity and emotional regulation and aggressive tendencies with a value of R square = 0.143 and p = 0.004 (p<0.05), so the hypothesis in this study is that there is a relationship between peer conformity and emotional regulation and aggressive tendencies in student.