Articles
ESTIMASI PARAMETER MODEL SURVIVAL DISTRIBUSI RAYLEIGH PRIOR UNIFORM DENGAN METODE BAYESIAN SELF
Eka Rizki Wahyuni;
Setyo Wira Rizki;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 2 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v8i2.32789
Data survival adalah data yang menjelaskan tentang waktu suatu individu atau objek dapat bertahan hingga terjadinya suatu kejadian. Penelitian ini menggunakan metode Bayesian dengan pendekatan Squared Error Loss Function (SELF) untuk melakukan estimasi parameter pada model survival. Proses estimasi parameter metode Bayesian SELF memerlukan informasi dari fungsi likelihood dan distribusi prior yang kemudian akan membentuk distribusi posterior. Hasil dari estimasi parameter metode Bayesian SELF diterapkan pada data kasus penderita kanker paru-paru untuk mengetahui peluang bertahan hidup pasien penderita kanker paru-paru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil dari estimasi parameter distribusi Rayleigh prior Uniform dengan menggunakan metode Bayesian SELF menghasilkan nilai survival pada hari ke-95 sebesar 0,929056666 dan nilai hazard 1,549169 sedangkan hari ke-791 menghasilkan nilai survival sebesar 0,006087581 dan nilai hazard sebesar 1,289887 . Hal ini berarti, nilai fungsi survival bergerak mendekati nol sesuai dengan karakteristik fungsi survival dan fungsi hazard yang bergerak naik mendekati satu sesuai dengan karakteristik distribusi Rayleigh. Kata Kunci: Survival, Rayleigh, Bayesian, SELF.
PENENTUAN NILAI INTERNAL RATE OF RETURN DENGAN METODE NEWTON-RAPHSON PADA KASUS PENGKREDITAN KENDARAAN BERMOTOR
Al Amin;
Naomi Nessyana Debataraja;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 6, No 02 (2017): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (731.438 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v6i02.21618
Keputusan penganggaran modal merupakan suatu tindakan untuk menilai usulan yang akan diberikan oleh perusahaan. Internal rate of return adalah salah satu metode analisis penganggaran modal dalam suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penentuan nilai internal rate of return dengan metode Newton-Raphson pada perusahaan yang berusia tahun dalam jangka waktu pembayaran tahun. Dalam menentukan nilai internal rate of return tahapan pertama yang dilakukan adalah pembayaran pengkreditan bulanan kendaraan bermotor diubah menjadi tahunan. Selanjutnya membentuk pengeluaran kas awal, kemudian nilai present value diubah dalam bentuk fungsi polinomial dan menentukan turunan pertama dari fungsi polinomial. Metode Newton-Raphson merupakan metode terbuka, terdapat selang nilai yang ditentukan oleh suatu batas dan dapat menghasilkan barisan yang konvergen. Dari hasil analisis metode Newton-Raphson memberikan penilaian bahwa dengan tahun pembayaran yang semakin tinggi maka internal rate of return semakin besar dan penilaian tahun dengan membayarkan uang muka semakin tinggi maka internal rate of return semakin kecil. Kata Kunci: internal rate of return, formula Newton-Raphson
PERBANDINGAN CADANGAN PREMI PADA ASURANSI JIWA DWIGUNA MENGGUNAKAN METODE COMMISSIONERS DAN CANADIAN
Yumna Siska Fitriyani;
Neva Satyahadewi;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 1 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v10i1.45246
Pada asuransi jiwa, peserta asuransi diharuskan untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan asuransi sebagai premi, dimana premi yang telah dibayarkan akan disisihkan sebagian sebagai cadangan premi yang akan dibayarkan kembali kepada peserta asuransi apabila terjadi klaim. Cadangan premi bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya kerugian pada perusahaan asuransi yang disebabkan tidak adanya dana yang cukup untuk membayarkan uang santunan pada saat terjadi klaim. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya cadangan premi dengan menggunakan metode Commissioners dan Canadian yang merupakan perluasan dari cadangan prospektif. Dari metode Commissioners dan Canadian akan ditentukan metode manakah yang lebih efektif digunakan dalam menghitung besarnya cadangan premi. Perhitungan cadangan premi dilakukan dengan mencari nilai asuransi dan nilai anuitas awal, menentukan premi tahunan, menentukan premi modifikasi untuk tahun-tahun berikutnya, dan menghitung besarnya cadangan premi di akhir tahun ke-t. Penelitian ini dilakukan pada seorang laki-laki berusia 25 tahun yang mengikuti program asuransi jiwa dwiguna dengan masa pertanggungan 25 tahun dan jangka waktu pembayaran premi 23 tahun. Hasil analisis yang telah dilakukan dengan tingkat suku bunga 4%, menyatakan bahwa metode yang lebih efektif digunakan untuk menentukan besarnya cadangan premi adalah metode Canadian. Hal ini dikarenakan cadangan premi di awal tahun yang dihasilkan metode Canadian lebih besar dari pada metode Commissioners sehingga keuntungan yang diperoleh pihak perusahaan juga semakin besar. Kata kunci: Polis, metode Commissioners, metode Canadian
MODEL MULTI STATUS DALAM PENENTUAN ASURANSI KESEHATAN PENDERITA PENYAKIT JANTUNG
Nurmaulia Ningsih;
Neva Satyahadewi;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 3 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.59 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v8i3.33647
Asuransi merupakan suatu lembaga keuangan, tetapi bukan bank yang memberikan perlindungan atas kerugian. Asuransi Long Term Care (LTC) merupakan asuransi yang menyediakan santunan (manfaat) bagi tertanggung yang membutuhkan perawatan medis atau para penderita penyakit kronis maupun cacat tubuh yang tidak bisa dijaminkan pada asuransi lain. Penelitian ini membahas tentang perhitungan premi untuk asuransi LTC produk Annuity as A Rider Benefit dengan model multi status (tiga status). Tiga status yang digunakan yaitu status sehat, status sakit dan status meninggal. Perhitungan premi berdasarkan matriks peluang transisi dengan data tingkat prevalensi penyakit jantung di Indonesia tahun 2013. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seorang pria berusia 30 tahun mengikuti asuransi LTC dengan masa tanggungan 5 tahun. Diketahui bahwa nilai santunan ketika seseorang tersebut mengalami kematian sebesar Rp100.000.000 dan jika seseorang mengalami masa perawatan sebesar Rp20.000.000 setiap tahun masa tertanggung. Suku bunga yang digunakan yaitu 5% berdasarkan BI Rate. Hasil perhitungan diperoleh premi tahunan untuk asuransi LTC dengan produk Annuity as A Rider Benefit adalah Rp6.037.148. Kemudian Nilai suku bunga yang dipilih berpengaruh terhadap nilai pembayaran premi tahunan asuransi. Semakin besar nilai tingkat suku bunga maka semakin kecil nilai premi tunggal asuransi. Kata Kunci: Long Term Care, Model Multi Status.
PERAMALAN PRODUKSI KELAPA SAWIT DENGAN METODE WINTER’S EXPONENTIAL SMOOTHING DAN PEGELS EXPONENTIAL SMOOTHING
Mutiara Nurisma Rahmadhani;
Evy Sulistianingsih;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 7, No 2 (2018): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (692.815 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v7i2.24833
Analisis data time series menggunakan metode Winter’s Exponential Smoothing dan Pegels Exponential Smoothing merupakan analisis data yang dipengaruhi pola data yaitu musiman Multiplikatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data produksi kelapa sawit PT. Rezeki Kencana Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya periode Januari 2012 sampai Desember 2015. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan produksi kelapa sawit untuk tahun berikutnya yaitu tahun 2016. Hasil analisis menunjukkan metode Pegels Exponential Smoothing musiman Multiplikatif menghasilkan ramalan yang lebih baik daripada metode Winter’s Exponential Smoothing model Multiplikatif dengan nilai Mean Absolute Percent Error (MAPE) yaitu sebesar 15,46%. Metode Pegels Exponential Smoothing musiman Multiplikatif dapat meramalkan produksi kelapa sawit pada tahun berikutnya. Kata Kunci : Pegels Exponential Smoothing, Time Series, Peramalan
METODE PROJECTED UNIT CREDIT DAN INDIVIDUAL LEVEL PREMIUM DALAM PERHITUNGAN DANA PENSIUN
Muhammad Ahyar;
Neva Satyahadewi;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 1 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v10i1.44769
Dana pensiun merupakan salah satu bentuk perencanaan masa depan yang bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup seorang karyawan pada masa pensiun. Besar premi yang harus dibayarkan tiap karyawan dalam dana pensiun disebut dengan iuran normal. Pembayaran iuran normal dilakukan dalam bentuk pemotongan gaji karyawan kemudian diinvestasikan selama masa kerja yang memungkinkan terbentuknya akumulasi dana yang cukup untuk pembayaran manfaat pensiun dalam memelihara kesinambungan penghasilan peserta pada hari tua. Penelitian ini bertujuan menghitung iuran normal, kewajiban aktuaria dan manfaat pensiun dengan menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC) dan metode Individual Level Premium (ILP). Dalam hal ini digunakan kasus penerapan pada karyawan berjenis kelamin laki-laki berusia 31 tahun, dimana menjadi peserta pada usia 25 tahun, dan akan pensiun pada usia 56 tahun. Gaji pokok pada tahun pertama pada tahun 2014 dengan UMK Kota Pontianak sebesar Rp1.425.000/bulan. Berdasarkan perhitungan diperoleh, iuran normal yang harus dibayar tahunan menggunakan metode Projected Unit Credit adalah sebesar Rp108.857,- dengan total nilai akhir pembiayaan sebesar Rp42.584.634,-. Sedangkan metode Individual Level Premium Rp177.855 dengan total nilai akhir pembiayaan sebesar Rp35.595.490,-. Metode PUC diperoleh iuran normal lebih rendah dibandingkan metode ILP, hal ini dikarenakan metode PUC menghitung total manfaat pensiun berdasarkan total masa kerja. Sedangkan metode ILP menghitung pula asumsi kenaikan gaji berdasarkan anuitas yang telah ditentukan berdasar masa kerja.Kata kunci: Dana Pensiun, Iuran Normal, Manfaat Pensiun.
MODEL MULTIPLE DECREMENT DALAM PENENTUAN PREMI ASURANSI JIWA
Dinda Lestari;
Neva Satyahadewi;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 3 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.439 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v8i3.33637
Asuransi jiwa adalah satu diantara produk asuransi yang umum dikenal, biasanya memiliki satu penyebab klaim yaitu kematian. Model produk asuransi jiwa dapat dimodifikasi dengan menambah penyebab-penyebab klaim lainnya, sehingga menjadi model asuransi dengan lebih dari satu penyebab klaim (multiple decrement). Model multiple decrement merupakan salah satu model aktuaria yang digunakan sebagai acuan dalam merancang suatu produk asuransi. Penelitian ini menggunakan 3 decrement sebagai penyebab terjadinya klaim yang terdiri dari kematian, cacat permanen dan mengundurkan diri. Data associated single decrement table menggunakan informasi dari Negara Canada Tahun 1968 yang diperoleh dari Software Table Manager 3.01. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seorang berusia 30 tahun mengikuti suatu asuransi jiwa multiple decrement berjangka selama 34 tahun. Diketahui bahwa nilai santunan ketika seorang tersebut mengalami kematian adalah Rp100.000.000, Rp50.000.000 bila mengalami kondisi cacat permanen, sedangkan Rp10.000.000 bila kondisi mengundurkan diri dari perusahaan. Suku bunga yang digunakan adalah 6% berdasarkan BI Rate. Hasil perhitungan diperoleh premi tahunan untuk asuransi jiwa berjangka multiple decrement ini yaitu sebesar Rp317.946. Kemudian, jika tingkat suku bunga semakin tinggi maka nilai premi yang dibayarkan semakin murah. Hal ini dikarenakan tingkat suku bunga merupakan variabel dari fungsi diskonto, dimana semakin tinggi tingkat suku bunga, maka semakin kecil nilai dari fungsi diskonto. Premi akan semakin mahal jika usia nasabah ketika mengikuti asuransi semakin tinggi. Hal ini karena dipengaruhi peluang kematian seseorang yang semakin tinggi dengan bertambahnya usia. Kata Kunci: multiple decrement, associated single decrement.
KLASIFIKASI NASABAH KREDIT DENGAN METODE QUEST PADA CREDIT UNION
Alex Sander;
Setyo Wira Rizki;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 7, No 3 (2018): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.107 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v7i3.26208
Perkreditan selalu dibutuhkan oleh pengusaha yang sedang mengembangkan usaha maupun pengusaha yang baru akan memulai usaha. Dalam suatu proses pemberian kredit, kadangkala terdapat kredit macet yaitu suatu keadaan dimana terjadi tunggakan kredit. Banyak faktor yang mempengaruhi kredit macet. Analisis statistik yang dapat digunakan adalah metode QUEST (Quick, Unbiased, Efficient, Statistical Trees). Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data nasabah yang mengambil kredit pada credit union (CU) Usaha Kita yang berada di Kabupaten Sekadau. Ada tujuh variabel bebas yang digunakan yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, lama angsuran, jumlah pinjaman, saldo tabungan, pokok angsuran. Setelah dilakukan dengan metode QUEST diperoleh satu faktor yang berpengaruh pada kredit macet yaitu usia. Kata Kunci: Klasifikasi, Metode QUEST, Status Kredit
ANALISIS TEKNIKAL SAHAM LQ-45 MENGGUNAKAN INDIKATOR BOLLINGER BANDS
Nurin Hafizah;
Evi Noviani;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 4 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (586.301 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v8i4.36653
Saham merupakan salah satu bentuk investasi masa kini yang mulai banyak dilirik oleh para investor. Investor yang ingin menanamkan modal di bursa saham sebaiknya mengetahui kekuatan harga saham untuk memprediksi dengan baik pergerakan harga saham di kemudian hari. Analisis teknikal merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam melakukan analisis pergerakan harga saham. Terdapat banyak indikator yang dapat digunakan pada analisis teknikal, salah satunya indikator Bollinger Bands. Indikator Bollinger Bands terdiri dari 3 garis Moving Average, yaitu Lower Band (LB), Middle Band (MB) dan Upper Band (UB) serta melibatkan perhitungan volatilitas harga sebuah saham. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perhitungan matematis indikator Bollinger Bands dan menentukan sinyal jual dan sinyal beli pada saham. Penelitian ini menggunakan data harian saham yang terdaftar pada saham LQ-45. Data harian saham periode 1 Januari 2018 sampai 31 Desember 2018 digunakan sebagai data training untuk mencari nilai rata-rata return positif dan nilai volatilitas saham lebih besar dari 50%. Berdasarkan perhitungan maka saham perusahaan Indah Kiat Plup & Paper (INKP) dapat dianalisis lebih lanjut. Data harian saham periode 1 Januari 2019 sampai 30 April 2019 digunakan sebagai data testing untuk mencari nilai LB, MB dan UB pada saham INKP. Diketahui bahwa sinyal beli dan jual saham pada perusahaan INKP sebanyak 7 sinyal yang diperoleh dari perhitungan Percent Bollinger Bands. Terdapat 3 sinyal untuk menjual saham (bullish), dan 4 sinyal untuk pembelian saham (bearish). Simulasi dilakukan dengan asumsi modal awal sebesar Rp100.000.000,00. Keuntungan terbesar dalam menjual saham pada tanggal 15 Januari 2019 dengan keuntungan sebesar Rp8.253.059,00 (8,25%), dan keuntungan terkecil pada tanggal 10 Januari 2019 sebesar Rp5.707.472,00 (5,71%). Kata Kunci: Moving Average, analisis teknikal, volatilitas saham
ESTIMASI VALUE AT RISK DALAM INVESTASI PORTOFOLIO SAHAM MENGGUNAKAN METODE PEAK OVER THRESHOLD
Mida Mida;
Setyo Wira Rizki;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 3 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (93.298 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v9i3.41157
Investasi mengandung dua unsur yaitu risiko dan return. Salah satu alat ukur risiko yang populer saat ini adalah dengan mengestimasi value at risk (VaR). Estimasi VaR dilakukan berdasarkan pada distribusi probabilitas return. Terdapat beberapa macam metode dalam estimasi VaR salah satunya menggunakan peak over threshold (POT). POT merupakan bagian dari extreme value theory (EVT) yang digunakan untuk mendeteksi kejadian ekstrem yang mengikuti generalized pareto distribution (GPD). Seleksi saham dilakukan dengan mencari nilai mean return saham yang bernilai positif, maka didapat lima saham yang memiliki mean return positif yaitu MNCN, BBRI, INCO, INTP, dan KLBF pada periode 01 Januari 2019 sampai dengan 31 Oktober 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besar estimasi VaR dalam investasi portofolio saham menggunakan metode POT pada indeks LQ-45. Hasil perhitungan dari penelitian ini diperoleh nilai estimasi VaR sebesar 0,03648. Hal ini menunjukkan bahwa dengan tingkat kepercayaan 95% maka kemungkinan kerugian maksimum yang akan diperoleh oleh investor sebesar 3,648% dari aset saat ini. Misalkan aset saat ini adalah Rp100.000.000,00,- maka kemungkinan kerugian maksimum yaitu sebesar Rp3.648.000,00. Kata Kunci : EVT, GPD, return saham, risiko.