Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Sejarah Seni Rupa Indonesia Melalui Artefak dan Karya dalam Virtual Tour di Museum Nasional Indonesia Aulia, Mey Waty; Anggreni, Triya Ayu; Sholeiman, Arief; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2773

Abstract

Museum memiliki peran penting dalam mempresentasikan perjalanan sejarah seni rupa Indonesia melalui koleksi artefak dan karya seni yang dimilikinya. Perkembangan teknologi digital memungkinkan museum menghadirkan inovasi berupa virtual tour sebagai media edukasi alternatif yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sejarah seni rupa Indonesia direpresentasikan melalui artefak dan karya dalam Virtual Tour Museum Nasional Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi virtual, dokumentasi berupa tangkapan layar (screenshot), dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virtual tour mampu menghadirkan representasi perkembangan seni rupa Indonesia mulai dari masa prasejarah hingga modern secara sistematis dan edukatif. Selain itu, fitur visual 360° dan navigasi interaktif memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk mengamati artefak secara lebih mendalam. Meskipun demikian, pengalaman estetis yang diperoleh melalui media digital masih memiliki keterbatasan dibandingkan dengan kunjungan langsung ke museum.
Sejarah Kesenirupaan Batak Toba Melalui Artefak Tiga Dimensi dalam Koleksi Museum Negeri Sumatera Utara di HM Joni Medan Sumatera Utara Simanjuntak, Kristin Agustina; Sinaga, Dea Bilqis Ananda Br; Tarigan, Loise Lodovikus Tagomi; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2778

Abstract

Ornamen gorga merupakan salah satu bentuk ekspresi visual yang penting dalam tradisi seni rupa masyarakat Batak Toba. Gorga tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif pada bangunan tradisional, tetapi juga mengandung nilai simbolik, filosofis, serta historis yang mencerminkan sistem kepercayaan dan pandangan hidup masyarakat Batak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah kesenirupaan ornamen gorga dalam tradisi seni rupa Batak Toba serta memahami perkembangan bentuk dan maknanya dalam konteks budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi literatur dan dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen gorga berkembang sebagai bagian dari sistem visual dalam arsitektur tradisional Batak Toba, khususnya pada Rumah Bolon. Secara historis, gorga memiliki fungsi religius dan simbolik yang berkaitan dengan kosmologi Batak. Seiring perkembangan zaman, gorga mengalami transformasi dalam bentuk, fungsi, serta media penerapannya, namun tetap mempertahankan karakter visual dan nilai filosofis sebagai identitas seni rupa Batak Toba.
Karakteristik Arsitektur Rumah Elite Tionghoa pada Masa Kolonial di Medan: Tinjauan Historis Tjong A Fie Mansion Siregar, Aura Salvia; Assa’idah, Intan Mumtazah; Hadi, Mafaza Aulyani; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2779

Abstract

Perkembangan Kota Medan pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 tidak dapat dilepaskan dari dinamika perdagangan dan perkebunan yang mendorong hadirnya berbagai kelompok etnis, termasuk komunitas Tionghoa. Kehadiran kelompok ini tidak hanya berperan dalam perkembangan ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembentukan lanskap budaya dan arsitektur kota. Salah satu peninggalan penting yang merepresentasikan keberadaan komunitas tersebut adalah Tjong A Fie Mansion, rumah tinggal seorang tokoh Tionghoa berpengaruh di Medan pada masa kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arsitektur rumah elite Tionghoa pada masa kolonial di Medan melalui kajian terhadap Tjong A Fie Mansion serta menganalisis bentuk akulturasi budaya yang tercermin dalam elemen arsitektur bangunan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dalam kajian sejarah arsitektur. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap bangunan, studi literatur, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan melalui identifikasi morfologi arsitektur, penelusuran konteks historis, dan interpretasi terhadap elemen arsitektural bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tjong A Fie Mansion memiliki karakteristik arsitektur yang memperlihatkan perpaduan berbagai pengaruh budaya, terutama arsitektur Tionghoa dan kolonial Belanda. Unsur arsitektur Tionghoa terlihat pada penggunaan courtyard, simbol-simbol budaya seperti lampion dan kaligrafi, serta konsep rumah terbuka. Sementara itu, pengaruh arsitektur kolonial tampak pada komposisi fasad yang simetris, penggunaan kolom, serta warna bangunan yang cenderung netral. Temuan ini menunjukkan bahwa Tjong A Fie Mansion merupakan representasi penting dari proses akulturasi budaya dalam arsitektur yang berkembang di Kota Medan pada masa kolonial.
Pemanfaatan Museum Al-Qur’an Sumatera Utara di Deli Serdang sebagai Sumber Pembelajaran Seni Rupa Berbasis Budaya Islam Riatno, Asysyifa Aulia; Sembiring, Nurul Fadhillah; Angelika, Tania; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Museum Al-Qur’an Sumatera Utara di Deli Serdang sebagai sumber pembelajaran seni rupa berbasis budaya Islam melalui kajian terhadap koleksi mushaf Al-Qur’an yang dipamerkan di museum tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan dokumentasi terhadap objek penelitian. Objek penelitian difokuskan pada beberapa mushaf Al-Qur’an yang memiliki karakteristik visual, nilai estetika, serta nilai historis yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koleksi mushaf yang terdapat di museum menampilkan keragaman bentuk visual, mulai dari manuskrip kuno berbahan kertas daluang hingga mushaf cetakan modern. Unsur estetika yang ditemukan meliputi penggunaan berbagai gaya kaligrafi seperti khat Naskhi dan Tsuluts, komposisi tata letak tulisan yang proporsional, serta iluminasi atau ornamen dekoratif yang memperlihatkan pengaruh budaya lokal seperti motif Melayu-Aceh. Selain memiliki nilai historis dan religius, koleksi mushaf tersebut juga mengandung nilai artistik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran seni rupa, khususnya dalam memahami unsur garis, bentuk, warna, tekstur, serta prinsip komposisi dalam seni Islam. Dengan demikian, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian artefak budaya, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang memberikan pengalaman visual secara langsung bagi peserta didik dalam memahami perkembangan seni rupa berbasis budaya Islam.
Nilai Estetika dan Historis Artefak Kriya di Museum Kota Cina Medan Fadillah, Putri; Sianturi, Catherine Dinara; Fadillah, Dwi; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan nilai estetika serta nilai historis yang terkandung dalam artefak kriya yang tersimpan di Museum Situs Kota Cina Medan. Situs Kota Cina merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Sumatera Utara yang menyimpan jejak peradaban dan jaringan perdagangan maritim internasional sejak abad XI hingga XIV Masehi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi koleksi museum. Teori estetika Djelantik yang mencakup tiga aspek yaitu wujud, bobot, dan penampilan digunakan sebagai landasan analisis nilai estetika, sedangkan nilai historis dikaji berdasarkan konsep warisan budaya dan cagar budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa artefak kriya di Museum Kota Cina Medan mengandung nilai estetika tinggi yang tercermin dari keindahan bentuk, motif, dan teknik pembuatannya, sekaligus menyimpan nilai historis yang kuat sebagai bukti nyata peradaban dan akulturasi budaya lintas bangsa di wilayah Medan dan sekitarnya. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian dan pengenalan warisan budaya Kota Medan kepada masyarakat luas.
Pemanfaatan Galeri Ulos Sianipar sebagai Sumber Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Aminah, Fitrah; Sihombing, Rulina Rulianty; Atmojo, Wahyu Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Galeri Ulos Sianipar sebagai sumber pembelajaran seni budaya berbasis kearifan lokal. Ulos merupakan kain tenun tradisional masyarakat Batak yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung nilai sosial, simbolik, dan filosofis yang berkaitan dengan sistem budaya masyarakat Batak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap koleksi ulos, wawancara dengan pengelola galeri, serta dokumentasi terhadap tata penyajian dan aktivitas edukasi yang berlangsung di galeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galeri Ulos Sianipar menampilkan berbagai jenis ulos dengan motif, warna, dan teknik tenun yang mencerminkan kekayaan seni tekstil tradisional Batak. Penataan koleksi ulos secara visual pada dinding galeri maupun pada manekin memungkinkan pengunjung mengamati secara langsung unsur estetika dan fungsi ulos dalam kehidupan adat masyarakat Batak. Selain berfungsi sebagai ruang pelestarian budaya, galeri ini juga berperan sebagai media edukatif yang mendukung pembelajaran kontekstual. Pemanfaatan galeri sebagai sumber belajar mampu meningkatkan pemahaman, apresiasi, serta kesadaran peserta didik terhadap nilai-nilai kearifan lokal dan warisan budaya daerah.
Rumah Adat Melayu sebagai Inspirasi dalam Penciptaan Karya Seni Batik Tulis Cut Melisa; Misgiya Misgiya; Wahyu Tri Atmojo; Muslim Muslim; Azmi Azmi; Raden Burhan Surya Nata Diningrat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil penciptaan karya seni batik tulis yang terinspirasi dari Rumah Adat Melayu. Rumah Adat Melayu dipilih sebagai sumber inspirasi karena memiliki nilai budaya, filosofi, serta ragam hias yang khas sehingga dapat dikembangkan menjadi motif batik sebagai upaya pelestarian budaya Melayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penciptaan seni yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, pengembangan konsep, dan perwujudan karya. Tahap eksplorasi dilakukan melalui pengumpulan data, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka mengenai bentuk arsitektur serta ornamen Rumah Adat Melayu. Selanjutnya dilakukan proses perancangan motif, pemindahan pola ke kain mori, pencantingan menggunakan malam, pewarnaan dengan teknik colet menggunakan pewarna Remasol, fiksasi menggunakan natrium silikat, pelorotan, hingga tahap penyelesaian karya. Hasil penelitian ini berupa 12 karya batik tulis yang menampilkan visual Rumah Adat Melayu sebagai objek utama yang dipadukan dengan ragam hias khas Melayu, seperti motif pucuk bersusun, lebah bergantung, dan ornamen Melayu lainnya. Seluruh karya dibuat secara manual menggunakan teknik batik tulis sehingga menghasilkan karakter visual yang khas dengan komposisi motif yang harmonis serta warna yang tajam. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pelestarian budaya Melayu melalui media seni batik sekaligus menambah referensi dalam pengembangan karya seni batik berbasis budaya lokal.
Ikan Mas sebagai Ide Penciptaan Batik Tulis dengan Memadukan Ornamen Mandailing pada Pembuatan Hiasan Dinding Pebrina Sari Rambe; Wahyu Tri Atmojo; Raden Burhan Surya Nata Diningrat
Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 3 (2025): September: Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/misterius.v2i2.770

Abstract

This research aims to explore the visual potential of the goldfish as a source of inspiration in the creation of hand-drawn batik works by incorporating traditional Mandailing ornaments. The goldfish was selected due to its strong symbolic meaning in local culture, representing luck, prosperity, and happiness. Meanwhile, Mandailing ornaments rich in philosophical and aesthetic cultural values serve as supporting elements that strengthen the visual identity of the work. The creative method used in this study follows the approach proposed by Husen Hendriyana, consisting of four stages: preparation, imagination (exploration), development of imagination (design), and realization (execution). The creative process involves illustrating the form of the goldfish combined harmoniously with distinctive Mandailing motifs such as bona bolu, bindu pusuk ni robung, burangir/aropik, sipatomu-tomu, bintang na toras, rudang, raga-raga, sancang duri, jagar-jagar, bondul na opat, tagan, bintang dohot tolu lingkaran, timbangan, podang, gancip, takar, pinggan, mataniari, horis, loding/upak, bintang, alaman bolak, parbincar mataniari, gimbang, lotus flower, and gumbot. The outcome of this research consists of 12 hand-drawn batik artworks applied as wall decorations using a contemporary approach. These works function both aesthetically and educationally, as well as decoratively. The artworks are expected to contribute to the development of hand-drawn batik as a visual art form that adapts to modern times, while also promoting and preserving the rich cultural heritage of the Mandailing through a broader visual format.
Sawit Karet dan Kakao Sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Tulis Maulidya Putri; Wahyu Tri Atmojo; Raden Burhan Surya Nata Diningrat
Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/realisasi.v2i3.769

Abstract

This research aims to create batik tulis motifs with inspiration from three main plantation commodities in North Labuhanbatu Regency, North Sumatra, namely palm oil, rubber, and cocoa. These three plants are not only economically important, but also have philosophical values that can be raised as visual and cultural wealth in the form of batik motifs. The method used in the creation of the work consists of three stages, namely exploration, design, and realization. Exploration is done through literature study, direct observation, and visual documentation of the morphology of the three plants. The design stage involved the stilation and deformation of the plant forms into batik motif designs. Furthermore, the realization stage was carried out using the written batik technique using canting on mori cloth. The research resulted in 12 written batik works that combine elements of aesthetics, philosophy of life, and the locality value of the Labuhanbatu Utara community. This research is expected to enrich the repertoire of contemporary batik design while supporting cultural preservation and the development of local wisdom-based creative industries.
Co-Authors ., Sriwiratma Ade Nur Hizliah Adek Cerah Kurnia Azis Agustina Aini, Fatia Zahratul Alifia Azzahra Aminah, Fitrah Ammarudin Ammarudin Ammarudin, Ammarudin Angelika, Tania Anggreni, Triya Ayu Arrozaqi, Muhammad Rofi Assa’idah, Intan Mumtazah Aulia, Mey Waty Azis, Adek Cerah Kurnia Azmi Azmi Brisman Silaban Cut Melisa Daffarul Khusaini Nasution DERMAWAN SEMBIRING DIdi Febrian Dinda Kartika Ebid Ebid Ebid, Ebid Eko Wahyu Nugrahadi Elpalina, Srimutia Fadillah, Dwi Fadillah, Putri Fitriani, Sri Rahayu Gamal Kartono Habibi, Rizki Hadi, Mafaza Aulyani Hapzi Ali Helmiati Helmiati Heri Soeprayogi Hesti Fibriasari Hida yat Hidayat Hidayat Indah, Ana Puspita Isidora, Ismiyati Jahrona, Siti Jefri Dausman Halawa Jerni Winda Siagian Kana Saputra S Kasmawati Kasmawati La Ane Mangatas Pasaribu Maria Goreti Marisa Br Purba Maria Goreti Marisa Br Purba Marlinda Evitania Pasaribu Maulidya Putri Mesra Mesra Misgiya Misgiya Misgiya Misgiya, Misgiya Misgiya, Misgiya muslim muslim Nasution, Hamidah . Nirmalajati, Budhi Niska, Debi Yandra Nurwani - Oksari Anastasya Sihaloho Pangestuti, Rayi Citra Ayu Panji Suroso Pebrina Sari Rambe Purba, Maria Goreti Marisa Br Putri Nabila, Viola Putri Nurul Azmi Rachmah Laksmi Ambardini Raden Burhan Raden Burhan Surya Nata Diningrat Riatno, Asysyifa Aulia Rita Suswati Sahat Siagian Sembiring, Nurul Fadhillah Sevriana, Ery Surya Sholeiman, Arief Sianturi, Catherine Dinara Sidik Purnomo Sihombing, Rulina Rulianty Simangunsong, Eva Florenzia Simanjuntak, Kristin Agustina Sinaga, Dea Bilqis Ananda Br Siregar, Aura Salvia Siti Asyiah Siregar Sitti Rahmah Sri Wiratma Sri Wiratma Sriwiratma Sugito Sugito Sugito Sugito Sukatin, Sukatin Syaifah Mawaddah Syaputri, Tri Ananda Tarigan, Loise Lodovikus Tagomi Teguh Iman Perdana Surbakti Tengku Ratna Soraya Timbul Raharjo Trisnawati Hutagalung Wanda Hamidah Wenny Annisa Herawaty Zulkifli Zulkifli