Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan pembuatan desain batik motif melayu bagi guru dan siswa SMPS Adhyaksa Medan Wahyu Tri Atmojo; Misgiya Misgiya; Hidayat Hidayat; Alifia Azzahra; Daffarul Khusaini Nasution
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32185

Abstract

AbstrakPelatihan pembuatan desain batik motif Melayu ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan keterampilan seni bagi guru dan siswa di SMPS Adhyaksa Medan. Pelatihan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru terhadap nilai-nilai budaya Melayu melalui eksplorasi motif tradisional serta memperkenalkan teknik dasar dalam mendesain batik baik secara kreatif maupun aplikatif. Metode pelatihan yang diterapkan meliputi penyampaian materi secara teoritis mengenai sejarah dan filosofi motif Melayu, teknik refleksi desain batik, serta praktik langsung yang melibatkan peserta secara aktif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terhadap motif batik tradisional serta kemampuan mereka dalam menghasilkan desain batik yang asli dan diabadikan pada identitas budaya lokal, hal itu ditandai dengan 32 karya batik motif Melayu hasil dari peserta pelatihan yang akan dipamerkan di sekolah SMPS Adhyaksa Medan. Sehingga, dengan dilaksanakannya pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal bagi guru dan siswa dalam membangun kesadaran dan melestarikan budaya serta menumbuhkan semangat wirausaha. Kata kunci: desain; motif; batik; etnis melayu. AbstractTraining this batik design training for Malay motifs was organised as one of the efforts to preserve local culture as well as develop art skills for teachers and students at SMPS Adhyaksa Medan. teachers and students at SMPS Adhyaksa Medan. The training that was conducted aims to increase students‘ and teachers’ understanding of the values of values through the exploration of traditional motifs as well as introducing basic techniques in designing batik both creatively and techniques in batik design both creatively and applicatively. Training methods method applied included the delivery of theoretical material on the history and philosophy of Malay and philosophy of Malay motifs, batik design reflection techniques, as well as hands-on practice that actively involved the participants. that actively involved the participants. The results of the training showed an increase in participants' knowledge of traditional batik motifs as well as their ability in producing batik designs that are original and immortalised in the local cultural identity, as marked by the 32 batik designs produced by the participants. It was characterised by 32 batik works of Malay motifs produced by the training participants that will be exhibited at the school. that will be exhibited at SMPS Adhyaksa Medan. Thus, with the implementation of this training is expected to be one of the first steps for teachers and students in building awareness and perpetuating local cultural identity. teachers and students in building awareness and preserving culture as well as fostering an entrepreneurial spirit. foster an entrepreneurial spirit. Keywords: design; motif; batik; malay ethnicity
Pemberdayaan Pembatik Lokal melalui Pendampingan Desain Batik Digital Menggunakan Aplikasi Ambatig Kartika, Dinda; Niska, Debi Yandra; Misgiya, Misgiya; Nasution, Hamidah; Febrian, Didi; Habibi, Rizki; Saputra S, Kana; Atmojo, Wahyu Tri
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.602

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas perajin batik melalui pendampingan desain batik digital menggunakan aplikasi Ambatig untuk mempercepat perancangan dan menata konsistensi pengulangan motif tanpa menghilangkan identitas Batak–Melayu. Kegiatan dilaksanakan selama empat minggu melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan dengan pemanfaatan pengaturan pola frieze (satu arah) dan kristalografi (dua arah). Evaluasi melibatkan 15 peserta menggunakan angket skala Likert pada lima poin serta observasi terhadap durasi pradesain, jumlah varian desain, dan kesalahan sambungan pola. Hasil menunjukkan rerata kepuasan peserta di atas skor 4 dengan sekitar 80% respons positif, terutama pada aspek kesesuaian gaya visual (4,5) dan kemudahan dipelajari (4,3). Secara operasional, waktu pradesain berkurang dari sekitar 90 menit menjadi 40–50 menit per varian, peserta mampu menghasilkan 2–3 varian desain dalam 90 menit, dan kesalahan sambungan pola berkurang. Program ini juga menghasilkan portofolio desain digital berisi parameter siap produksi. Dengan demikian, pemanfaatan Ambatig efektif meningkatkan efisiensi dan kerapian perancangan motif batik serta mendukung pelestarian dan keberlanjutan motif Batak–Melayu melalui dokumentasi digital dan penguatan kapasitas perajin lokal.
Representasi Sejarah Seni Rupa Indonesia Melalui Artefak dan Karya dalam Virtual Tour di Museum Nasional Indonesia Aulia, Mey Waty; Anggreni, Triya Ayu; Sholeiman, Arief; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2773

Abstract

Museum memiliki peran penting dalam mempresentasikan perjalanan sejarah seni rupa Indonesia melalui koleksi artefak dan karya seni yang dimilikinya. Perkembangan teknologi digital memungkinkan museum menghadirkan inovasi berupa virtual tour sebagai media edukasi alternatif yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sejarah seni rupa Indonesia direpresentasikan melalui artefak dan karya dalam Virtual Tour Museum Nasional Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi virtual, dokumentasi berupa tangkapan layar (screenshot), dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virtual tour mampu menghadirkan representasi perkembangan seni rupa Indonesia mulai dari masa prasejarah hingga modern secara sistematis dan edukatif. Selain itu, fitur visual 360° dan navigasi interaktif memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk mengamati artefak secara lebih mendalam. Meskipun demikian, pengalaman estetis yang diperoleh melalui media digital masih memiliki keterbatasan dibandingkan dengan kunjungan langsung ke museum.
Sejarah Kesenirupaan Batak Toba Melalui Artefak Tiga Dimensi dalam Koleksi Museum Negeri Sumatera Utara di HM Joni Medan Sumatera Utara Simanjuntak, Kristin Agustina; Sinaga, Dea Bilqis Ananda Br; Tarigan, Loise Lodovikus Tagomi; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2778

Abstract

Ornamen gorga merupakan salah satu bentuk ekspresi visual yang penting dalam tradisi seni rupa masyarakat Batak Toba. Gorga tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif pada bangunan tradisional, tetapi juga mengandung nilai simbolik, filosofis, serta historis yang mencerminkan sistem kepercayaan dan pandangan hidup masyarakat Batak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah kesenirupaan ornamen gorga dalam tradisi seni rupa Batak Toba serta memahami perkembangan bentuk dan maknanya dalam konteks budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi literatur dan dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen gorga berkembang sebagai bagian dari sistem visual dalam arsitektur tradisional Batak Toba, khususnya pada Rumah Bolon. Secara historis, gorga memiliki fungsi religius dan simbolik yang berkaitan dengan kosmologi Batak. Seiring perkembangan zaman, gorga mengalami transformasi dalam bentuk, fungsi, serta media penerapannya, namun tetap mempertahankan karakter visual dan nilai filosofis sebagai identitas seni rupa Batak Toba.
Karakteristik Arsitektur Rumah Elite Tionghoa pada Masa Kolonial di Medan: Tinjauan Historis Tjong A Fie Mansion Siregar, Aura Salvia; Assa’idah, Intan Mumtazah; Hadi, Mafaza Aulyani; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2779

Abstract

Perkembangan Kota Medan pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 tidak dapat dilepaskan dari dinamika perdagangan dan perkebunan yang mendorong hadirnya berbagai kelompok etnis, termasuk komunitas Tionghoa. Kehadiran kelompok ini tidak hanya berperan dalam perkembangan ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembentukan lanskap budaya dan arsitektur kota. Salah satu peninggalan penting yang merepresentasikan keberadaan komunitas tersebut adalah Tjong A Fie Mansion, rumah tinggal seorang tokoh Tionghoa berpengaruh di Medan pada masa kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arsitektur rumah elite Tionghoa pada masa kolonial di Medan melalui kajian terhadap Tjong A Fie Mansion serta menganalisis bentuk akulturasi budaya yang tercermin dalam elemen arsitektur bangunan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dalam kajian sejarah arsitektur. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap bangunan, studi literatur, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan melalui identifikasi morfologi arsitektur, penelusuran konteks historis, dan interpretasi terhadap elemen arsitektural bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tjong A Fie Mansion memiliki karakteristik arsitektur yang memperlihatkan perpaduan berbagai pengaruh budaya, terutama arsitektur Tionghoa dan kolonial Belanda. Unsur arsitektur Tionghoa terlihat pada penggunaan courtyard, simbol-simbol budaya seperti lampion dan kaligrafi, serta konsep rumah terbuka. Sementara itu, pengaruh arsitektur kolonial tampak pada komposisi fasad yang simetris, penggunaan kolom, serta warna bangunan yang cenderung netral. Temuan ini menunjukkan bahwa Tjong A Fie Mansion merupakan representasi penting dari proses akulturasi budaya dalam arsitektur yang berkembang di Kota Medan pada masa kolonial.
Pemanfaatan Museum Al-Qur’an Sumatera Utara di Deli Serdang sebagai Sumber Pembelajaran Seni Rupa Berbasis Budaya Islam Riatno, Asysyifa Aulia; Sembiring, Nurul Fadhillah; Angelika, Tania; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Museum Al-Qur’an Sumatera Utara di Deli Serdang sebagai sumber pembelajaran seni rupa berbasis budaya Islam melalui kajian terhadap koleksi mushaf Al-Qur’an yang dipamerkan di museum tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan dokumentasi terhadap objek penelitian. Objek penelitian difokuskan pada beberapa mushaf Al-Qur’an yang memiliki karakteristik visual, nilai estetika, serta nilai historis yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koleksi mushaf yang terdapat di museum menampilkan keragaman bentuk visual, mulai dari manuskrip kuno berbahan kertas daluang hingga mushaf cetakan modern. Unsur estetika yang ditemukan meliputi penggunaan berbagai gaya kaligrafi seperti khat Naskhi dan Tsuluts, komposisi tata letak tulisan yang proporsional, serta iluminasi atau ornamen dekoratif yang memperlihatkan pengaruh budaya lokal seperti motif Melayu-Aceh. Selain memiliki nilai historis dan religius, koleksi mushaf tersebut juga mengandung nilai artistik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran seni rupa, khususnya dalam memahami unsur garis, bentuk, warna, tekstur, serta prinsip komposisi dalam seni Islam. Dengan demikian, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian artefak budaya, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang memberikan pengalaman visual secara langsung bagi peserta didik dalam memahami perkembangan seni rupa berbasis budaya Islam.
Nilai Estetika dan Historis Artefak Kriya di Museum Kota Cina Medan Fadillah, Putri; Sianturi, Catherine Dinara; Fadillah, Dwi; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan nilai estetika serta nilai historis yang terkandung dalam artefak kriya yang tersimpan di Museum Situs Kota Cina Medan. Situs Kota Cina merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Sumatera Utara yang menyimpan jejak peradaban dan jaringan perdagangan maritim internasional sejak abad XI hingga XIV Masehi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi koleksi museum. Teori estetika Djelantik yang mencakup tiga aspek yaitu wujud, bobot, dan penampilan digunakan sebagai landasan analisis nilai estetika, sedangkan nilai historis dikaji berdasarkan konsep warisan budaya dan cagar budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa artefak kriya di Museum Kota Cina Medan mengandung nilai estetika tinggi yang tercermin dari keindahan bentuk, motif, dan teknik pembuatannya, sekaligus menyimpan nilai historis yang kuat sebagai bukti nyata peradaban dan akulturasi budaya lintas bangsa di wilayah Medan dan sekitarnya. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian dan pengenalan warisan budaya Kota Medan kepada masyarakat luas.
Pemanfaatan Galeri Ulos Sianipar sebagai Sumber Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Aminah, Fitrah; Sihombing, Rulina Rulianty; Atmojo, Wahyu Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Galeri Ulos Sianipar sebagai sumber pembelajaran seni budaya berbasis kearifan lokal. Ulos merupakan kain tenun tradisional masyarakat Batak yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung nilai sosial, simbolik, dan filosofis yang berkaitan dengan sistem budaya masyarakat Batak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap koleksi ulos, wawancara dengan pengelola galeri, serta dokumentasi terhadap tata penyajian dan aktivitas edukasi yang berlangsung di galeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galeri Ulos Sianipar menampilkan berbagai jenis ulos dengan motif, warna, dan teknik tenun yang mencerminkan kekayaan seni tekstil tradisional Batak. Penataan koleksi ulos secara visual pada dinding galeri maupun pada manekin memungkinkan pengunjung mengamati secara langsung unsur estetika dan fungsi ulos dalam kehidupan adat masyarakat Batak. Selain berfungsi sebagai ruang pelestarian budaya, galeri ini juga berperan sebagai media edukatif yang mendukung pembelajaran kontekstual. Pemanfaatan galeri sebagai sumber belajar mampu meningkatkan pemahaman, apresiasi, serta kesadaran peserta didik terhadap nilai-nilai kearifan lokal dan warisan budaya daerah.
Co-Authors ., Sriwiratma Ade Nur Hizliah Adek Cerah Kurnia Azis Agustina Aini, Fatia Zahratul Alifia Azzahra Aminah, Fitrah Ammarudin Ammarudin Ammarudin, Ammarudin Angelika, Tania Anggreni, Triya Ayu Arrozaqi, Muhammad Rofi Assa’idah, Intan Mumtazah Aulia, Mey Waty Azis, Adek Cerah Kurnia Brisman Silaban Daffarul Khusaini Nasution DERMAWAN SEMBIRING DIdi Febrian Ebid Ebid Ebid, Ebid Eko Wahyu Nugrahadi Elpalina, Srimutia Evi Febriani Fadillah, Dwi Fadillah, Putri Fitriani, Sri Rahayu Gamal Kartono Habibi, Rizki Hadi, Mafaza Aulyani Hapzi Ali Helmiati Helmiati Heri Soeprayogi Hesti Fibriasari Hida yat Hidayat Hidayat Indah, Ana Puspita Isidora, Ismiyati Jahrona, Siti Jefri Dausman Halawa Jerni Winda Siagian Kana Saputra S Kartika, Dinda Kasmawati Kasmawati La Ane Mangatas Pasaribu Maria Goreti Marisa Br Purba Maria Goreti Marisa Br Purba Marlinda Evitania Pasaribu Maulidya Putri Mesra Mesra Misgiya Misgiya Misgiya Misgiya, Misgiya Misgiya, Misgiya Nasution, Hamidah . Nirmalajati, Budhi Niska, Debi Yandra Nurwani - Oksari Anastasya Sihaloho Pangestuti, Rayi Citra Ayu Panji Suroso Pebrina Sari Rambe Purba, Maria Goreti Marisa Br Putri Nabila, Viola Putri Nurul Azmi Rachmah Laksmi Ambardini Raden Burhan Surya Nata Diningrat Riatno, Asysyifa Aulia Rita Suswati Sahat Siagian Sembiring, Nurul Fadhillah Sevriana, Ery Surya Sholeiman, Arief Sianturi, Catherine Dinara Sidik Purnomo Sihombing, Rulina Rulianty Simangunsong, Eva Florenzia Simanjuntak, Kristin Agustina Sinaga, Dea Bilqis Ananda Br Siregar, Aura Salvia Siti Asyiah Siregar Sitti Rahmah Sri Wiratma Sri Wiratma Sriwiratma Sugito Sugito Sugito Sugito Syaifah Mawaddah Syaputri, Tri Ananda Tarigan, Loise Lodovikus Tagomi Teguh Iman Perdana Surbakti Tengku Ratna Soraya Timbul Raharjo Trisnawati Hutagalung Wanda Hamidah Wenny Annisa Herawaty Zulkifli Zulkifli