This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Media Kesehatan Masyarakat Indonesia VISIKES Althea Medical Journal Medical Journal of Indonesia Jurnal NERS Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Preventia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Journal of Maternal and Child Health Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat NERSMID: Jurnal Keperwatan dan Kebidanan Jurnal Ilmiah Kesehatan Journal of Applied Health Management and Technology Jurnal Ners ASEAN Journal of Community Engagement Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Scientia Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Jurnal Kesmas Jambi International Journal of Social Service and Research Muhammadiyah Journal of Midwifery (MyJM) Indonesia Journal of Physical Medicine and Rehabilitation Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Midwifery Science and Women's Health (JMSWH) Berita Kedokteran Masyarakat The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology and Digestive Endoscopy Journal of Global Nutrition Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Preventia : The Indonesian Journal of Public Health
Claim Missing Document
Check
Articles

Determinasi Sosiodemografi terhadap Supresi Viral Load pada Orang Dengan HIV di Oecusse-Timor Leste Lolita Lay dos Santos; Amran Julianto Tanesib; Sabarinah Prasetyo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52075

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global. Target 95-95-95 UNAIDS menekankan pentingnya pencapaian supresi viral load untuk menekan transmisi HIV dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV (ODHIV). Namun, di Timor Leste, hanya 42,4% ODHIV yang mencapai supresi viral load, jauh di bawah target global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi faktor sosiodemografi terhadap jumlah viral load pada ODHIV di Oecusse. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari rekam medis pasien HIV di wilayah Oecusse. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 46 ODHIV. Variabel dependen adalah jumlah viral load (<1000 kopi/ml dan ≥1000 kopi/ml), sedangkan variabel independen meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan status perkawinan. Analisis dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan 52,2% pasien memiliki viral load <1000 kopi/ml. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin (p=1,000), usia (p=0,869), tingkat pendidikan (p=0,182), dan status perkawinan (p=0,700) dengan jumlah viral load. Meskipun pendidikan rendah menunjukkan kecenderungan supresi lebih tinggi, perbedaannya tidak signifikan. Faktor sosiodemografi tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah viral load pada ODHIV di Oecusse. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar serta mempertimbangkan variabel klinis dan kepatuhan terapi ART diperlukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi HIV.
Analisis Kesiapan Kebijakan Terhadap Pencegahan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah: Studi Komparatif Papua Barat Daya dan Sumatera Utara (SSGI 2024) Sari Laila Wahyuni; Sabarinah Sabarinah; Hilmi Friska; Leila Ramadhani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52505

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian neonatal di Indonesia, dengan prevalensi nasional sekitar 6,5% dan variasi yang lebar antarprovinsi. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan Papua Barat Daya memiliki prevalensi BBLR tertinggi (9,3%), sedangkan Sumatera Utara terendah (3,3%). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan kebijakan dan implementasi program pencegahan BBLR di kedua provinsi tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui comparative policy analysis. Data sekunder berasal dari dokumen kebijakan nasional dan daerah serta indikator SSGI 2024 (ANC, konsumsi tablet tambah darah, dan BBLR). Analisis dilakukan melalui policy content analysis yang mengacu pada kerangka policy cycle dan analisis deskriptif-komparatif indikator program. Hasil menunjukkan bahwa Sumatera Utara memiliki kerangka kebijakan KIA dan gizi yang lebih matang, capaian ANC K4 dan konsumsi tablet tambah darah yang lebih tinggi, serta proporsi kehamilan remaja dan jarak kehamilan pendek yang lebih rendah. Sebaliknya, Papua Barat Daya masih menghadapi keterbatasan regulasi operasional, kontinuitas layanan kehamilan yang lemah, dan risiko reproduksi yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa ketimpangan BBLR merefleksikan perbedaan kesiapan kebijakan dan kapasitas tata kelola sistem kesehatan daerah, bukan sekadar faktor klinis atau perilaku individual.
Rancangan Desain Sistem Monitoring Home Quarantine Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala Covid-19 Berbasis Web-Mobile Di Surabaya Indrihapsari, Hamidah; Prasetyo, Sabarinah; Siregar, Kemal Nazaruddin
Preventia: The Indonesian Journal of Public Health Vol. 6, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a new emerging and highly infectious disease, the cases of Coronavirus Disease (COVID-2019) have been growing rapidly. To curb the spread of COVID-19, one of the measures is quarantining the patients who are infected in the hospital or in a dedicated monitoring center. However, because of the fast spread of the coronavirus, the health resources such as health facilities, healthcare workers, and monitoring centers, are overwhelmed. To handle this problem, asymptomatic patients are suggested to self-quarantine in their own home. However, this can be challenging because it is hard to monitor these patients all the time. Global Positioning System (GPS) & Geofencing technology can become solution for this issue, to monitor the COVID-19 patients by tracking the location of these home-quarantined patients. Web-mobile application for monitoring COVID-19 home-quarantined patients is proposed to handle the problems arising because of COVID-19. The prototyping method is used in this system development until step 2; 1) system requirement analysis, and 2) system design. System requirement analysis was done with qualitative method via online in-depth interviews with 5 (five) potential users (a staff from District Health Office of Surabaya, one from Primary Healthcare Centers in Surabaya, one surveillance staff, one doctor, and one asymptomatic COVID-19 patient from Surabaya) and literature review. System design consists of logic designs and interface designs which is designed to fulfill the requirements needed in the first step. Most of the potential users interviewed, stated that the development of this system will be really helpful for them, but it must be followed with the local regulation about the consequences of breaking the home quarantine rule. In conclusion, this system design can be the basic concept for developing the system in the next step.
An Analysis of the Implementation and Challenges of the 2024 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) Validation in East Kalimantan Province Jamil Anshory; Riska Mayang Saputri G; Indria Pijaryani; Andi Tenri Kawareng; Erri Larene Safika; Ummi Khuzaimah; Leny Eka Tyas Wahyuni; Agustin Putri Rahayu; Lia Kurniasari; Mardiana Mardiana; Sabarinah Sabarinah; Dieta Nurrika; Nastitie Cinintya Nurzihan
Journal of Global Nutrition Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v5i2.157

Abstract

The Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) is a national tool for monitoring population nutritional status and serves as an evidence base for policy formulation. The accuracy of nutritional prevalence estimates depends on the quality of survey implementation and validation. This study aimed to evaluate the validation process of the 2024 SSGI in East Kalimantan Province, specifically in Samarinda City and Penajam Paser Utara District. A descriptive-evaluative design was applied between July and August 2024, involving households and individuals from validation clusters according to the 2024 sampling design. Data collection included anthropometric measurements, household and individual interviews, field observations, and document reviews, complemented by in-depth interviews with enumerators, validators, and supervisors. Quantitative analysis was performed to calculate procedural deviations, while qualitative thematic analysis was applied to identify recurring challenges related to training adequacy, logistics, supervision, and data quality assurance, with triangulation and inter-rater reliability checks used to strengthen validity. Results show that geographical and accessibility constraints, administrative barriers during sample updating, insufficient technical guidelines, and inconsistent recruitment mechanisms hindered the input stage. At the process stage, deviations were observed in anthropometric measurements, hygiene protocol adherence, and interview completeness, while environmental conditions, limited facilities, and weak coordination influenced the output stage. These findings highlight gaps between standardized protocols and field practices that may compromise data validity. Systemic improvements are required through updated sampling frames, written technical guidelines, practice-based training, layered supervision, and context-specific adaptation strategies to strengthen future national nutrition surveys.
Menstrual Hygiene Practices and Associated Factors among Post-Menarche Primary-School Girls in Semi-Rural Indonesia: A Mixed-Methods Study Risna Dewi Yanti; Sabarinah Prasetyo; Agustin Kusumayati; Erna Herawati; Loveria Sekarini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 6 (2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i6.10880

Abstract

Introduction: Menstrual hygiene management (MHM) remains a significant public health issue, particularly among primary school girls in low- and middle-income countries. Poor menstrual hygiene is associated with an increased risk of reproductive tract infections and may increase vulnerability to sexually transmitted infections (STIs). In Indonesia, inadequate practices remain common, including in semi-rural areas such as Garut Regency, where limited sanitation and family dynamics influence menstrual health behaviors. Methods: This study used a sequential explanatory mixed-methods design. A total of 83 primary school girls who had experienced menarche were included in the quantitative phase and analyzed using multivariate logistic regression. 21 informants were purposively selected for in-depth interviews based on school variation, knowledge level, maternal support level, and menstrual hygiene practice category. All selected informants completed the interviews, and all completed interviews were included in the thematic analysis Results: High knowledge was strongly associated with good MHM practices (OR = 13.60; 95% CI: 3.38–54.71; p < 0.001 ). After adjusting for maternal support and sanitary pad availability, girls with adequate knowledge had 13.6 times higher odds of good menstrual hygiene practices . Qualitative findings suggested that maternal support may facilitate the application of menstrual hygiene knowledge through emotional guidance, practical assistance, and the normalization of menstruation. Conclusion: High knowledge was the only statistically significant factor associated with good MHM practices in the adjusted quantitative model. Maternal support, although not statistically significant in the multivariable analysis, emerged in the qualitative findings as a contextual facilitator that may support the application of menstrual hygiene knowledge in daily practice.
Internet Gaming Disorder Among Junior High School Adolescents in Jakarta: A Comparative Analysis Between Public and Private Schools Eva Suryani; Tjhin Wiguna; Listya Tresnanti Mirtha; Kristiana Siste; Rini Sekartini; Sabarinah Sabarinah; Alida R. Harahap; Luh Nyoman Alit Aryani
Althea Medical Journal Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v13n2.4784

Abstract

Background: The increasing availability of mobile games and expandinng access to devices have contributed to the growing prevalence of Internet Gaming Disorder (IGD), particularly among adolescents. The IGD is associated with impaired well-being and functioning, including sleep, psychological, academic, and social problems. However, evidence regarding effective school-based interventions remains limited. This study aimed to explore the prevalence of IGD among junior high school students in public and private schools in Jakarta, Indonesia. Methods: An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted among 2,320 junior high school students from January to August 2025. Demographic data were collected using a basic questionnaire, and IGD was assessed using the Internet Gaming Disorder Test-10 (IGDT-10). Data were analyzed using the Chi-square test and Mann–Whitney test with SPSS version 23.0Results: The prevalence of Internet Gaming Disorder (IGD) among junior high school adolescents in Jakarta was 2.2%. In private school, IGD was significantly associated with duration of gaming ≥4 hours/day and male gender, whereas in public school, IGD was significantly associated with the use of multiple gaming devices.Conclusions: The prevalence of IGD among junior high school students in Jakarta was 2.2%. Factors associated with IGD varied between public and private schools, suggesting that prevention strategies should be tailored to the school context. Early identification of excessive gaming behaviors may support adolescent well-being and healthy development.
Status Gizi dan Karakteristik Klinis Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Pirau Kiri ke Kanan: Studi Deskriptif-Eksploratif Pra-Intervensi Syifa Nurhakiki; Sabarinah Sabarinah; Suprohaita Rusdi Talib; Novitria Dwinanda; Syarif Rohimi; Winda Azwani; Syarifah Syarifah; Nanda Maretta Vitria; Margarana Deos Saputra
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 2 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.2.58-68

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Jantung Bawaan (PJB) masih menjadi penyumbang utama morbiditas pada populasi pediatrik secara global. Kelainan dengan pirau kiri ke kanan, terutama ventrikel septum defek, atrial septum defek, dan duktus arteriosus persisten, merupakan tipe yang paling sering ditemukan. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan energi dan menimbulkan gangguan hemodinamik yang berkelanjutan, sehingga anak dengan PJB berisiko tinggi mengalami malnutrisi sekunder. Gangguan status gizi tersebut berperan penting dalam memperburuk luaran klinis dan menurunkan kelangsungan hidup. Tujuan: Studi pendahuluan ini bertujuan untuk mendeskripsikan status gizi awal dan karakteristik klinis anak dengan PJB pirau kiri ke kanan sebelum menjalani intervensi penutupan defek di pusat rujukan nasional. Metode: Studi observasional deskriptif-eksploratif dilakukan di RSAB Harapan Kita pada 94 pasien anak terdiagnosis PJB pirau kiri ke kanan. Status gizi dinilai berdasarkan standar antropometri WHO (Z-score) menggunakan package anthroplus pada program R. Data dianalisis secara deskriptif dan eksplorasi bivariat. Hasil: Sebanyak 94 anak dilibatkan, mayoritas perempuan (55.3%) dengan median usia 35 bulan. PDA (42.6%) merupakan defek tersering, diikuti VSD (35.1%). Prevalensi malnutrisi ditemukan cukup tinggi: wasting/thinness (WHZ/BAZ) sebesar 33.0% (termasuk 14.9% severely wasted) dan stunting (HAZ) sebesar 35.1% (termasuk 13.8% severely stunted). Ukuran defek yang besar dan keberadaan hipertensi pulmonal berkaitan dengan status gizi yang lebih buruk. Sebesar 58.8% pasien yang menerima dukungan nutrisi berada pada kategori wasted/severely wasted, mencerminkan pola intervensi nutrisi yang bersifat reaktif terhadap kondisi gagal tumbuh. Simpulan: Status gizi awal anak dengan PJB pirau kiri ke kanan menunjukkan gangguan signifikan yang melampaui rata-rata nasional. Temuan ini menekankan pentingnya skrining gizi proaktif dan optimasi nutrisi agresif sebelum prosedur koreksi anatomis dilakukan.
Analisis Dampak Covid-19 terhadap Pelayanan Antenatal Care (ANC) : Literature Review: Impact Assessment of Covid-19 on Antenatal Care (ANC) Service : Literature Review Fitri Latipatul Anshor; Sabarinah Prasetyo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.957 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2411

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus disease (COVID-19) menjadi pandemi global sejak ditetapkan oleh WHO pada Maret 2020. Hal ini berdampak pada pelayanan sektor kesehatan salah satunya pelayanan kesehatan ibu hamil yaitu pemeriksaan Antenatal care (ANC). Selama masa pandemi COVID-19 terjadi penurunan cakupan ANC di Dunia (59%) di Indonesia (51%). Tujuan: Mengkaji dampak COVID-19 terhadap pelayanan ANC. Metode Penelitian: Artikel ini ditulis dengan metode traditional narrative literature review. Sumber informasi artikel sebagai subjek utama penelitian yang ditelaah berasal dari mesin pencari PubMed, Google Scholar, BMC dan Sciencedirect. Pencarian literature dilakukan dengan kurun waktu penerbitan jurnal dari tahun 2020 hingga 2022. Hasil: Hasil analisis menunjukkan secara keseluruhan artikel menjelaskan bahwa pandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap pelayanan ANC dimana terjadi penurunan cakupan ANC di berbagai wilayah dan perubahan pelayanan ANC selama pandemi COVID-19. Kesimpulan: Penggunaan telemedicine dan perawatan antenatal online menjadi alternatif pilihan yang dilakukan untuk memantau kesehatan ibu hamil selama pandemi COVID-19 akibat keterbatasan akses dalam mendapatkan pelayanan ANC akibat lockdown.
Pengukuran Implementasi Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Paru Bogor Jawa Barat Tahun 2023: Measurement of the Implementation of Patient Safety Culture in Bogor Pulmonary Hospital, West Java in 2023 Henik Saefulmilah; Sabarinah Prasetyo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4686

Abstract

Latar belakang: Sesuai seruan World Health Organization (WHO) bahwa tidak seorangpun boleh mendapatkan bahaya ketika sedang menjalani pelayanan di fasilitas kesehatan. Melalui berbagai upaya RS Paru Bogor menunjukkan tekadnya untuk memberikan pelayanan berorientasi pada keselamatan pasien, tetapi dalam tiga tahun terakhir terdapat 25 laporan insiden keselamatan pasien. Oleh karena itu dilakukan pengukuran Implementasi Budaya Keselamatan Pasien (BKP). Tujuan: Mendapatkan gambaran implementasi BKP di RS Paru Bogor. Metode: Penelitian kuantitatif observasional desain cross sectional, data merupakan hasil survei Komite Mutu RS, jumlah sampel 222. BKP diukur menggunakan instrumen Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC). Analisis univariat persentase respon positif dan rata-rata nilai, bivariat dengan uji T-independen. Hasil: Persentase respon positif BKP 76,8%, dengan rincian kerja tim (96,4%), pembelajaran organisasi perbaikan berkelanjutan (85,4%), komunikasi tentang kesalahan (84,4%), serah terima dan pertukaran informasi-informasi (83,9%), dukungan supervisor/ manajer/ pimpinan klinis untuk keselamatan pasien (83,6%), respon terhadap kesalahan (75,1%), keterbukaan komunikasi (74,4%), dukungan manajemen RS untuk keselamatan pasien (71,2%), pelaporan insiden keselamatan pasien (61%), dan staffing-kecepatan kerja (52,1%). Hasil uji T-independen terdapat perbedaan rata-rata skor dukungan supervisor/ manajer/ pimpinan klinis untuk keselamatan pasien pada lama kerja di unit (P value 0,02), terdapat perbedaan rata-rata skor dukungan manajemen rumah sakit untuk keselamatan pasien pada staf pelayanan kontak langsung dan tidak kontak langsung dengan pasien (P value 0,03), terdapat perbedaan rata-rata skor dukungan manajemen rumah sakit untuk keselamatan pasien pada jam kerja per minggu (P value 0,01). Kesimpulan: Implementasi BKP di RS Paru Bogor pada level kuat, performa tinggi, proaktif, memiliki komitmen, keselamatan pasien diprioritaskan dibandingkan produktivitas.
Kuantifikasi Ketidakmerataan Praktik Pemberian Makanan Prelakteal di Indonesia (Analisis Data SDKI Tahun 2002-2017) Regita Septiani; Sabarinah Prasetyo; Martya Rahmaniati Makful; Teti Tejayanti
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 03 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i03.161

Abstract

Praktik pemberian makanan prelakteal masih menjadi masalah yang harus diatasi Indonesia karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bayi. Meskipun persentase praktik pemberian makanan prelakteal sudah cenderung menurun, ketidakmerataan masih terjadi berdasarkan beberapa dimensi ketidakmerataan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantifikasi ketidakmerataan praktik pemberian makanan prelakteal di Indonesia dari tahun 2002 hingga tahun 2017 berdasarkan jenis kelamin anak, usia ibu, pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, status ekonomi, wilayah tempat tinggal, provinsi, kunjungan ANC, IMD, dan penolong persalinan. Penelitian dilakukan dengan dasain studi cross-sectional menggunakan sumber data sekunder, yaitu SDKI 2002, 2007, 2012, dan 2017. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh ibu yang terpilih menjadi responden WUS dalam SDKI tahun 2002, 2007, 2012, dan 2017. Sampel yang digunakan merupakan WUS yang telah melahirkan anak terakhirnya dalam 2 tahun sebelum survei. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat yang merupakan analisis ketidakmerataan menggunakan aplikasi HEAT Plus. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketidakmerataan praktik pemberian makanan prelakteal masih terjadi pada dimensi pendidikan ibu, status ekonomi, wilayah tempat tinggal, provinsi, IMD, dan penolong persalinan dengan tingkat ketidakmerataan yang berbeda-beda. Tren ketidakmerataan juga cenderung mengalami penurunan dari tahun 2002 hingga tahun 2017 pada hampir seluruh variabel.
Co-Authors Abdul Chairy, Abdul Adang Bachtiar Agustin Kusumayati Agustin Putri Rahayu Ahmad, Rima Sumayyah Akmal Taher Alida R. Harahap Amelia Dyah Kartika Sari Amran Julianto Tanesib Andi Tenri Kawareng Anita Ratnawati Apriantini, Inna Arif Burhanudin Arwin A.P. Akip, Arwin A.P. Asri Masitha Arsyati Asri Masitha Arsyati Ayoub, Harun Yussuf Bonardo Prayogo Hasiholan Budi Utomo Burhanudin, Arif Chudahman Manan Chudahman Manan Dadan Erwandi Darmawati, Annisa Destrikasari, Charisma Dharmika Djojoningrat Diah Safitri Dieta Nurrika Dini Kurniawati Dion Zein Nuridzin Dwi Octa Amalia E. Mudjaddid A. Siswanto Deddy N.W.Achadiono Hamzah Shatri Ede Surya Darmawan Ekananda, Rizki Ela Mulyana Arofah Elly Nurachmah Erna Herawati Erri Larene Safika Eva Suryani Evi Martha Felicia Kurniawan, Felicia Fitra Yelda Fitra Yelda Fitri Latipatul Anshor Fitrianingrum, Nisaatul Maharanita Gondhowiardjo, Soehartati A Good, Byron J Hadi Pratomo Hadi Pratomo Hamidah Indrihapsari Hasnanisa, Nadia Hatma, Ratna Djuwita Henik Saefulmilah Hilmi Friska Huang, Ficky Imam Subekti Indri Hapsari Susilowati Indrihapsari, Hamidah Inggar Ratna Kusuma Irawati Ismail, Irawati Irwanto Irwanto Iwan Ariawan Iwan Iwan Jamal Abd. Kadir Jamil Anshory Johan Talesu Junaiti Sahar Karl Peltzer Kemal N. Siregar Khairunnisa, Prila Kristiana Siste Kurniawidjaja, Meily Laurentius Aswin Pramono Leila Ramadhani Leny Eka Tyas Wahyuni Lia Kurniasari Listya Tresnanti Mirtha Loli J Simanjuntak Lolita Lay dos Santos Loveria Sekarini Luh Nyoman Alit Aryani Marcellus Simandibrata Mardiana Mardiana Margarana Deos Saputra Martya Rahmaniati Muhammad Amin Muthmainnah Muthmainnah Nadia Hasnanisa Nadia Hasnanisa Najah, Miftahun Nanang Sukmana Nanang Sukmana Nanda Maretta Vitria Nastitie Cinintya Nurzihan Novitria Dwinanda Nurizin, Dion Zein Nurkhaira Manel Nurul Akbar Nurul Akbar Nury Nusdwinuringtyas Pijaryani, Indria Pixelyne, Irene Prihartono, Nurhayati Adnan Prila Khairunnisa Purwantyastuti Purwantyastuti R Irawati Ismail, R Irawati Raden Irawati Ismail Rahastiwi Fadilah Utami Rahmah Yani Rahmiyati Rahmiyati Regita Septiani Regita Septiani Rini Sekartini Rino A Gani Riska Mayang Saputri G Risna Dewi Yanti Rita Damayanti Sari Laila Wahyuni Sigit Mulyono Siregar, Rohana Uly Pradita Siti Fatimah Siti Jumhati Sudarto Ronoatmodjo Sudijanto Kamso Supa Pengpid Suprohaita Rusdi Talib Surilena Hasan Susiana Nugraha Syarif Hidayat Syarif Hidayat Syarif Rahman Hasibuan Syarif Rohimi Syarifah Syarifah Syifa Nurhakiki Teti Tejayanti Teti Tejayanti Theresa F Napitupulu Tjhin Wiguna Ummi Khuzaimah Utami, Rahastiwi Fadilah Vera Yuwono Waloya, Waloya Winda Azwani Yolanda Handayani Yosef Muhamad Rachman Baniaz Muliawan Yuli Puspita Devi Yunanda, Rista Yunita Amraeni Yusuf, Nova R Zubairi Djoerban