Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Causality Relationship of Components of Socio-ecological and Socio-economical System for Management of the Outermost Small Islands: A Case of Lingayan Island, Central Sulawesi Mohammad Saleh Lubis; Azis Nur Bambang; Sahala Hutabarat; Slamet Budi Prayitno
International Journal of Science and Engineering Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.751 KB) | DOI: 10.12777/ijse.7.1.52-60

Abstract

Indonesia has more than 17,506 islands and 92 islands of them are outermost small islands.  Lingayan is one of them located in Northwest of Sulawesi Island and it has geostrategic role to determine the sea boundaries of Indonesian State (NKRI) including the territorial seas, the exclusive economic zone and the continental shelf.  Recently, the coastal ecosystems of Lingayan has degraded and the island’s economy is weak so they cannot support the life’s survival of inhabiting people. This condition could weaken the geostrategic role in accordance with article 121 Chapter VIII of the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Based on the above reasons, the study aim to examine and assess the causal relation of components in the socio-ecological and socio-economical systems as a basis for management of the Lingayan Island with target on conservation of coastal ecosystems and growth of inhabitant’ business economic.  Causalities relations within components were built using Statistic Equation Model (SEM) with AMOS method and 40 constructed indicators as well as determinate the suitability program using Analytical Hierarchy Process (AHP).  The research showed that there is relationship between the components of socio-ecological systems as indicated by the fit model of causal relation path diagram that provides chi square value = 236.994, RMSEA = 0.083, GFI = 0.884.  Furthermore, there is relationship between the components of socio-economical that provides chi square value = 192.824, RMSEA = 0.081, GFI = 0.900. The most appropriate programs are seaweed cultivation (34.0%) and restoration (23.4%).
Potency of Mahakam Delta in East Kalimantan, Indonesia Zairin Zain; Sahala Hutabarat; Slamet Budi Prayitno; Ambaryanto Ambaryanto
International Journal of Science and Engineering Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1605.076 KB) | DOI: 10.12777/ijse.6.2.126-130

Abstract

Mahakam Delta is not only utilized for fishery activities but also for several industrial purposes such as coal and oil mining, shipping and timber. The objective of this paper is to provide information in term of the potency of Mahakam Delta located in East Kalimantan province, Indonesia. The study was conducted in Mahakam Delta, East Kalimantan Province, Indonesia. Participatory rural appraisal is a group of methods to collect information in a participatory fashion from rural communities. The method employed in this research was descriptive analysis describing the environmental potency found in Mahakam Delta. Massive conversion of mangrove forest particularly Nypa (Nypa fruticans) area into pond has driven conflict among related stakeholders on the utilization of natural resource and land which subsequently impacts on the fish and shrimp source regeneration, loss of ecological functions of mangrove forest for feeding, nursery and spawning ground of fish and other organisms. Besides of fisheries, oil and gas activity also exists in Mahakam Delta. Mahakam Delta is regarded as important area due to the largest producer of oil and gas mining. Thus, oil and gas industry is the most reliable sector that contributes to the economic development of Kutai Kartanegara district. As a resource provider, Mahakam Delta ecosystem provides various resources for livelihoods. As a life-support service provider, Mahakam Delta ecosystem provides habitat and ideal environment to support variety of living kinds. As a convenience provider, Mahakam Delta ecosystem provides unique and interesting recreation site. As a protector from natural disaster, Mahakam Delta ecosystem is able to protect human kinds from natural disaster threatening coastal area.
Pengaruh Perendaman Kombinasi Ekstrak Daun Binahong dan Bawang Putih pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila Peppy Dewi Fitriyanti; Desrina Desrina; Slamet Budi Prayitno
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 4, No 1 (2020): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.617 KB) | DOI: 10.14710/sat.v4i1.6912

Abstract

Ikan lele adalah salah satu komoditas perikanan air tawar yang menempati urutan teratas dalam jumlah produksi yang dihasilkan. Serangan penyakit pada budidaya ikan lele seperti penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) dapat merugikan petani ikan. Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman kombinasi ekstrak daun binahong dan bawang putih terhadap gejala klinis dan kelulushidupan ikan lele yang diinfeksi A. hydrophila. Ikan lele yang digunakan sebanyak 180 ekor berukuran 7-9 cm kemudian disuntik bakteri A. hydrophila dengan kepadatan 106 CFU/ml secara intramuskular. Perendaman dilakukan hari ketiga pasca infeksi dengan lama waktu perendaman 10 menit. Dosis dasar yang digunakan yaitu 2500 ppm ekstrak daun binahong dan 1000 ppm ekstrak bawang putih. Rasio dosis perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (100%:0%), perlakuan C (75%:25%), perlakuan D (50%:50%), perlakuan E (25%:75%), dan perlakuan F (0%:100%). Nilai tingkat kelulushidupan tertinggi hingga terendah setelah dilakukan perendaman yaitu 46,67% (perlakuan D), 20,00% (perlakuan E), perlakuan B, C dan F memiliki tingkat kelulushidupan yang sama yaitu 16,67% dan 10,00% (kontrol).  Perendaman dengan kombinasi ekstrak daun binahong dan bawang putih menunjukkan hasil berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap gejala klinis dan kelulushidupan ikan lele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman kombinasi ekstrak daun binahong 1250 ppm dan bawang putih 500 ppm memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata Kunci: Aeromonas hydrophila, Bawang Putih, Daun Binahong, Ikan Lele Dumbo, Kelulushidupan
Pengaruh Perendaman Kombinasi Ekstrak Daun Kelor dan Jahe Merah pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila Yunia Dharmastuti Widyaningsih; Slamet Budi Prayitno; Desrina Desrina
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 6, No 1 (2022): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v6i1.6906

Abstract

Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila masih menjadi permasalahan dalam budidaya ikan lele dumbo karena dapat menyebabkan kematian massal. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh perendaman kombinasi ekstrak daun kelor dan jahe merah terhadap gejala klinis dan kelulushidupan ikan lele yang diinfeksi A. hydrophila. Ikan lele yang digunakan sebanyak 180 ekor berukuran 7-9 cm. Dosis dasar yang digunakan yaitu 300 ppm ekstrak daun kelor dan 600 ppm ekstrak jahe merah. Rasio dosis perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan A (0:0), perlakuan B (4:0), perlakuan C (3:1), perlakuan D (2:2), perlakuan E (1:3), dan perlakuan F (0:4). Perendaman kombinasi ekstrak daun kelor dan jahe merah dilakukan pada hari ke-3 setelah ikan diinfeksi bakteri A. hydrophila dengan kepadatan 106 CFU/ml sebanyak 0,1 ml/ekor secara intramuskular. Perendaman dilakukan selama 10 menit. Pengamatan dilakukan selama 14 hari yang meliputi gejala klinis, kelulushidupan, dan kualitas air. Nilai kelulushidupan tertinggi hingga terendah berturut-turut yaitu 50,00% (perlakuan E), 30,00% (perlakuan D), 26,67% (perlakuan B), 23,33% (perlakuan F), 13,33% (perlakuan C), dan 10,00% (perlakuan A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi ekstrak daun kelor 125 ppm dan jahe merah 450 ppm mampu menekan mortalitas akibat bakteri A. hydrophila. Perendaman kombinasi ekstrak daun kelor dan jahe merah memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap gejala klinis dan kelulushidupan ikan lele dumbo (C. gariepinus) dari infeksi bakteri A. hydrophila.Kata Kunci: Aeromonas hydrophila, Ikan Lele Dumbo, Daun Kelor, Jahe Merah, Kelulushidupan
THE CHANGE OF MANGROVE COVERAGE IN SEGARAANAKAN LAGOON OF CILACAP – CENTRAL JAVA Bagus Oktori Sutrisno; Slamet Budi Prayitno
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 19, No 2 (2013): (December 2013)
Publisher : Research Center for Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2008.135 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.19.2.2013.81-84

Abstract

Mangrove ecosystem play san important role in coastal area. In several region mangrove coverage had decreased caused by various factors such as landuse change, erosion and sedimentation. Mangrove ecosystem in Segara Anakan Lagoon had decreased and damaged as well. The current work aimed to analyze the change of mangrove coverage in Segara Anakan Lagoon. A remote sensing analysis was conducted to deployeight years of satellite imagery data from 2002 to 2009. Analysis method included NDVI algorythm map processing which was associated with vegetation coverage in the area of interest. The results show that mangrove coverage in Segara Anakan Lagoon had decreased from 9,163.19 ha in 2002 to 8,433 ha in 2003, 7,764 ha in 2004, 7,252.72 ha in 2005 and 6,213.80 ha in 2006 respectvely. Further decrease occured in 2007 to 5,767.16 ha, 4,987 ha in 2008 and finally to 4,267.13 ha in 2009. Mangrove coverage is decreased approximately 677 ha each year. This decrease might be caused by several factors such as conversion of mangrove coverage to other utilization such as farming, housing and ponds, and high sedimentation rate from Citanduy river. These results suggest that management of mangrove area is needed to support coastal resources sustainability in Cilacap. Therefore, replantation andconservation of mangrove area could be applied for management purposes.
BENEFITS OF MANGROVE MANAGEMENT FOR PRAWN FISHING AND TIMBER PRODUCTION Bagus Oktori Sutrisno; Slamet Budi Prayitno
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 19, No 2 (2013): (December 2013)
Publisher : Research Center for Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2579.838 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.19.2.2013.107-113

Abstract

Integrated fisheries resource management is absolutely needed to achieve optimal result and sustainable utilization. This research aims to analyze the benefit of mangrove forest management for prawn fishing and mangrove timber production in Segara Anakan, southern coast of Central Java. The information concerning mangrove coverage changes was achieved from a satellite imagery (Landsat) from 2002 to 2009, while prawn resources stock assessment was analyzed through production surplus method and economic analysis of prawn fishing. The results show that the condition of mangrove ecosystem in Segara Anakan since 2002 to 2009 had been decreasing with average decrease rate of 10,28% each year which caused to prawn abundance. Utilization of mangrove wood inwhich aged above 20 years would give more benefit to prawn fishing and timber production. The additional economic value for prawn fishing was approximately 3,964 times of cropped woods. Prawn fisheries resource management in Cilacap coastal waters could be done by management of fishing effort and rehabilitation of mangrove forest in Cilacap region and surrounding areas as well especially in Segara Anakan Lagoon.
The Kajian Penggunaan Alat Penangkap Ikan Cantrang di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia Sepri; Slamet Budi Prayitno
Jurnal Airaha Vol 8 No 02: DEC 2019
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.857 KB) | DOI: 10.15578/ja.v8i02.120

Abstract

Utilization of fish resources in Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia, in some areas are in the fully exploited status can not be separated from the use of fishing gear that is not environmentally friendly and modifications to fishing gear. Fishing equipment potentially damaging marine life and the ecosystem is one of these fish is cantrang. Net withdrawal causes agitation bottom, causing a significant impact on the underwater ecosystem. This research is to see and study the problem of banning cantrang. Normative juridical approach, using secondary data, analyzed qualitatively and using deductive method to draw conclusions. Cantrang be categorized fishing gear damaging to the environment caused by the change of the structure of the fishing gear and operating techniques are not appropriate. Problems gear cantrang not lie in the appliance, but at the operational.
PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava. L) TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN HISTOLOGI HATI IKAN PATIN (Pangasius hypophtalamus) YANG DIINFEKSI BAKTERI Edwardsiella tarda Endah Setyowati; Slamet Budi Prayitno; - Sarjito
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.797 KB)

Abstract

Budidaya ikan patin (P. hypophtalamus) terus berkembang seiring adanya nilai ekonomis yang semakin baik. Budidaya Intensifikasi dapat mengakibatkan timbulnya penyakit seperti bakteri E. tarda. Infeksi bakteri tersebut dapat mengakibatkan kegagalan budidaya dan kerugian ekonomi. Penggunaan antibiotik terbukti meningkatkan resisten dan membahayakan kesehatan manusia, sehingga menggunakan bahan alami yaitu ekstrak daun jambu biji (P. guajava. L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas ekstak daun jambu biji sebagai antibakteri terhadap bakteri E. tarda, mengetahui pengaruh perendaman dan dosis terbaik ekstrak daun jambu biji terhadap kelulushidupan dan histologi ikan patin yang terinfeksi bakteri E. tarda. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi daun jambu biji adalah etanol 96%. Ikan patin yang digunakan sebanyak 120 ekor dengan ukuran 7-9 cm dan disuntik bakteri E. tarda dengan kepadatan 107 CFU/ ml secara intramuscular. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (0 ppm), B (500 ppm), C (700 ppm) dan D (900 ppm). Perendaman ekstrak daun jambu biji dilakukan pada hari ke 2 pasca infeksi. Ekstrak daun jambu biji memiliki kemampuan sebagai antibakteri pada konsentrasi 500-1100 ppm. Hasil prosentase kelulushidupan ikan patin diantaranya adalah 10% (perlakuan A), 73,33% (perlakuan B), 96,67% (perlakuan C) dan 86,67% (perlakuan D). Perendaman ekstrak daun jambu biji berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kelulushidupan ikan patin yang diinfeksi bakteri E. tarda. Pengamatan histologi hati terdapat nekrosis, kongesti degenerasi dan melanomakrofag, dapat disimpulkan dosis terbaik ekstrak daun jambu biji untuk mengobati infeksi E. tarda adalah 700 ppm. Intensification of Catfish (P. hypophtalamus) aquaculture increases a disease risk, such as E. tarda infection. Infection of this bacteria resulted in economic disadvantage in aquaculture. The usage of antibiotics resulted in a high resistant and endanger for human health, therefore the use of  natural ingredient such as guava leaves (P. guajava. L) could be promoted. The aims of this research were to determine the sensitivity of  guava leaves extract  as  antibacterial toward E. tarda, determine the soaking effect and the best dose of guava leaves extract toward the survival rate and histhology of Catfish infected by E. tarda. Guava leaves extract was obtained by dipping in ethanol 96%. Catfish used were 120 fish, around 7-9 cm in size and were injected by E. tarda with density of 107 CFU / mL intramuscularly. This research used 4 treatments and 3 replication,namely were 0 ppm (treatment A), 500 ppm (treatment B), 700 ppm (treatment C) and 900 ppm (treatment D). The soaking of guava leaves extract was done in 2nd day post-infection. Guava leaves extract has ability toward antibacterial in 500-1100 ppm contentrate. The result showed that survival rate of Catfish were 10% (treatment A), 73,33% (treatment B), 96,67% (treatment C) dan 86,67% (treatment D). The soaking of guava leaves extract showed a significant effect (P<0.05) toward survival rate of Catfish infected by E. tarda. The histhology of liver howed of necrosis, congestion,degeneration and melanomacrofag. It can be concluded that the best guajava leaves extract to combat E. tarda infection was 700 ppm.
Pengaruh Lama Perendaman Larutan Teh HIjau (Camellia sinensis) terhadap Derajat Pembuahan dan Perkembangan Embrio Ikan Patin (Pangasius pangasius) fikih rosalina pratiwi; Slamet Budi Prayitno; Ristiawan Agung Nugroho
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 4, No 2 (2020): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v4i2.6803

Abstract

Ikan patin (Pangasius pangasius) merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang potensial untuk dibudidayakan karena memiliki performa reproduksi yang baik, salah satunya yaitu fekunditas tinggi. Namun telur ikan patin bersifat lengket (adhesif) yang mengakibatkan telur saling menempel sehingga tidak dapat terbuahi secara maksimal. Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung senyawa tanin yang dapat mengurangi daya rekat telur. Proses lama perendaman akan mempengaruhi nilai derajat pembuahan telur ikan patin karena diduga teh hijau dimana memiliki ambang batas tertentu dapat berubah menjadi racun karena akumulasi dosis dan waktu dapat menjadi racun karena reaksi-reaksi kimia yang ditimbulkan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji pengaruh lama perendaman larutan teh hijau terhadap pengurangan daya rekat telur. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama perendaman larutan teh hijau (C. sinensis) terhadap derajat pembuahan dan perkembangan embryo ikan patin dan waktu terbaiknya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 08 April–08 Mei 2019 di Loka PBIAT Ngrajek, Magelang-Jawa Tengah. Hewan uji yang digunakan yaitu 1656 butir telur ikan patin (P. pangasius) dengan bobot ±0,0024 gram dan diameter telur ±1mm. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan yakni Perlakuan A (kontrol), Perlakuan B (30 detik), Perlakuan C (60 detik), dan Perlakuan D (90 detik). Data yang diamati meliputi fekunditas, derajat pembuahan, proses embriologi, derajat penetasan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai derajat pembuahan maksimal diperoleh Perlakuan B (30 detik) sebesar 46,90±2,23% berbeda dengan perlakuan A (0 detik) sebesar 28,15±2,23%, C (60 detik) sebesar 23,45±1,02% dan D (90 detik) sebesar 19,46±0,71%. Perkembangan telur maksimal diperoleh pada Perlakuan A yaitu perkembangan sampai dengan fase organogenesis. Hasil pengukuran kualitas air variabel suhu adalah 27,2-29,5˚C, DO 4,3-6,3 mg/L dan pH konstan 7. Simpulan yang dapat diambil adalah lama perendaman larutan teh hijau pada telur ikan patin memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap derajat pembuahan.Kata kunci:   Teh Hijau, Lama Perendaman, Adhesifitas, Telur, Ikan Patin (Pangasius pangasius)
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JERUJU (Acanthus ilicifolius) TERHADAP Vibrio harveyi SECARA IN VITRO Gina Saptiani; Slamet Budi Prayitno; Sutrisno Anggoro
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 1 (2013): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.115 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i1.558

Abstract

Untuk mengetahui potensi antibakteri dan konsentrasi optimal jeruju (Acanthus ilicifolius), dilakukan uji daya hambat ekstrak dan fraksi daun terhadap pertumbuhan Vibrio harveyi, bakteri penyebab penyakit pada udang. Daun yang sudah dikeringanginkan diekstraksi dengan metanol, sehingga didapatkan ekstrak kasar (crude). Sebagian dari ekstrak kasar dilakukan fraksinasi dengan metode kolom silika gel dengan pelarut n-heksan, etil asetat, n-butanol, etanol, dan metanol. Uji daya hambat dilakukan dengan agar disc diffusion method. Perlakuan yang diberikan adalah ekstrak kasar, fraksi n-heksan, etil asetat, n-butanol, etanol, dan metanol yang masing-masing konsentrasinya 50-1000 ppm, yang diberikan pada kultur V. harveyi pada media Triptic Soy Agar (TSA). Fraksi etil asetat menunjukkan daya hambat terbaik (12 mm), diikuti ekstrak (11,33 mm), dan fraksi n-butanol (11 mm).
Co-Authors - Aminah - Desrina, - - Istikhanah - Susanti, - - Triyaningsih Adhi Kurniawan Agatya Sara Ardiantami, Agatya Sara Agil Setya Utomo, Agil Setya Agung Sudaryono Agus Sabdono Agustina Agustina Agustina Alfabetian Condro Haditomo Alfabetian Harjuna Condro Haditomo Alfabetian Harjuno Condro Haditomo Amanda Mega Putri, Amanda Mega Ambaryanto Ambaryanto Amelia Rimadhani ANGELA MARIANA LUSIASTUTI Anggun Putriani Situmorang, Anggun Putriani Aninditia Sabdaningsih Anisa Dwiaryani Latifah Annisa Amalia Awanis Aprilia Dwi Indriani Ardulanisa, Ridha Arif, Gunarso Arifianto Heraedi Asep Akmal Aonullah Asriyana, . Aulia Ayu Ermantianingrum Aulia Resty Wijayanti Ayi Santika Ayu Wulandari Azis Nur Bambang Bagus Oktori Sutrisno cahyadi, jimmy Chyntia Arindita Dani Indrarini Desrina Desrina Desrina, - - Devitha Tri Utami Dewi Nurhayati Dian Ratna Sari Didik Wahju Hendro Tjahjo Edward Raharja, Edward Endah Setyowati Eni Ashfa Ashofa Fajar Purnama, Muhammad Ferdian Bagus Feriandika Fifiana Zulaekah fikih rosalina pratiwi Frida Purwanti Gina Saptiani Gina Saptiani Haditomo, A.H. Condro Hardyta Noviar Rahma Hariyadi, Putut Hasna, Salma Khoironnida Hendrawan, Andika Luky Setiyo Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ikhsan Pratama Indah Febry Hastari Intan Eska Amalia Syahida Johannes Hutabarat Kamil, Mia Rahmah Khaerani, Laela Rizki Kurniawan Kurniawan Kusuma, Winanda Adi Laksono Trisnantoro Lestari Lakhsmi Widowati Linuwih Aluh Prastiti Lukman Anugrah Agung Lusi Dianti Marwenni Siregar, Marwenni Max Rudolf Muskananfola Mohammad Saleh Lubis Monica Nanda Muhammad Fajar Purnama Nailil Muna Nida Qolbi Salma Rochani Nita Amelia Nur Annisa Nuri Nia Yanti, Nuri Nia Nurmanita Rismaningsih Nurul Hidayati Ocky Karna Radjasa Peppy Dewi Fitriyanti Pinandoyo Pinandoyo Pramudita Apriliyanti Pricilia, Shella Pujiono Wahyu Purnomo Pungki Nanda Pratama Purnama, Muhammad Putut Har Riyadi R. Dewi Dharina Nurjannah Restiana Wisnu Ariyati Rismaningsih, Nurmanita Ristiawan Agung Nugroho Rohita Sari Rosa Amalia Rusda, Yusrotul Rusydina Qamarul Salikin Sahala Hutabarat Samsul Rizal Sapto P Putro Sarah, Humidah Sarjito - Sekar Ayu Chairunnisa Seto Windarto Shiddieqi, Hasbi Ash Siti Nurjanah Siti Ziyadaturrohmah Solly Aryza Sri Nuryati Sri Rejeki Subandiyono Subandiyono Subhan Subhan Sulisyaningrum Sulisyaningrum Sumbung, Sepri Suryanti Suryanto, Damang Sutrisno Anggoro Syakuri, Hamdan Teguh Eko Suryo Agil Hermawan Tristiana Yuniarti Triwulandari, Atita Utari, Viola Indah Vivi Endar Herawati Widiana, Giacinta Risti Windarto, Seto Yelliana Fatmawati Suwarno Yohanes Kristiawan Artanto YS Darmanto Yunia Dharmastuti Widyaningsih Yusuf Kamlasi Zairin Zain