Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh ekstrak sereh (Cymbopogon citratus) pada sistem transportasi tertutup terhadap glukosa darah dan kelulushidupan benih bandeng (Chanos chanos) Amelia Rimadhani; Subandiyono Subandiyono; Slamet Budi Prayitno
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 2 (2023): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i2.17280

Abstract

Semakin meningkatnya permintaan pasar untuk ikan hidup terutama ikan bandeng (Chanos chanos), maka dibutuhkan penanganan untuk menjamin kelulushidupan dan menjaga tahapan produksi tidak terganggu aman sampai tujuan. Dalam memenuhi permintaan tersebut, pembudidaya ikan menggunakan transportasi dengan sistem tertutup untuk pengiriman yang memiliki jarak tempuh yang jauh. Anestesi ikan dengan ekstrak sereh dalam transportasi sistem tertutup belum pernah diujicobakan pada benih bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik ekstrak sereh untuk pembiusan benih bandeng dengan transportasi sistem tertutup. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2022 di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau, Jepara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan dosis esktrak sereh yaitu A (kontrol), B (0,025 ml/L), C (0,05 ml/L) dan D (0,075 ml/L) di transportasikan dengan lama waktu 8 jam dengan simulasi buatan. Ikan uji yang digunakan adalah benih bandeng dengan panjang 7-15 cm. Bahan uji menggunakan ekstrak sereh dengan kepadatan ikan setiap kantong 10 ekor/liter. Parameter pengamatan adalah tingkah laku ikan selama pembiusan, lama waktu pemingsanan dan penyadaran, glukosa darah, kelulushidupan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak sereh berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lama waktu pemingsanan dan lama waktu penyadaran, namun tidak berpengaruh nyata terhadap frekuensi bukaan operkulum, glukosa darah dan kelulushidupan. Dosis ekstrak sereh yang menghasilkan kelulushidupan rata-rata 90,00% pada perlakuan C dengan dosis 0,05%.
Pengaruh ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava var. pyrifera) sebagai anestesi pada transportasi calon induk ikan nila (Oreocromis niloticus) dengan kepadatan berbeda Nurhayati, Dewi; Prayitno, Slamet Budi; Triwulandari, Atita
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.21884

Abstract

Transportasi calon induk ikan nila (Oreochromis niloticus) hidup merupakan salah satu kegiatan penting dalam menunjang kegiatan pembenihan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak daun jambu biji (P. Guajava Var. Pyrifera) sebagai anestesi dalam transportasi pada calon induk ikan nila dengan kepadatan yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari calon induk ikan nila dengan bobot rata-rata 150±56 g diberi anestesi ekstrak daun jambu biji dengan dosis 0,2 g/mL dan di packing dengan sistem transportasi basah tertutup dengan kepadatan berbeda: A (15 ekor/10 L), B (20 ekor/10 L), C (25 ekor/10 L) dan E (30/10 L ekor). Parameter yang diamati meliputi masa induksi, masa sedatif, kelulushidupan (SR) dan kualitas air: suhu, pH, dan Dissolved Oxygen (DO).  Berdasarkan hasil yang diperoleh, penggunaan ekstrak daun jambu biji dosis 0,2 g/mL sebagai bahan anestesi dengan kepadatan berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap masa induksi, masa sedatif dan kelulushidupan calon induk ikan nila. Waktu induksi tercepat terdapat pada perlakuan D (ekstrak daun jambu biji dengan kepadatan 30 ekor/10 L) dengan masa induksi selama 7,33±0,21 menit. Hasil masa sedatif perlakuan D (ekstrak daun jambu biji dengan 30 ekor/10 L) dengan waktu 2,17±0,20 menit, dan kelulushidupan terbaik terdapat pada perlakuan B (dosis ekstrak daun jambu biji dengan kepadatan 20 ekor /10L) dengan nilai 91.33±1.53%. Kata kunci: anestesi, induk, kelulushidupan, pengangkutan, tilapia
PEMANFAATAN BAKTERI DARI USUS IKAN KELABAU (Osteochilus melanopleurus) DALAM MENGHADAPI INFEKSI BAKTERI Pseudomonas sp. Agustina Agustina; Slamet Budi Prayitno; Agus Sabdono; Gina Saptiani
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.362

Abstract

Bakteri Pseudomonas sp. cukup banyak ditemukan menginfeksi ikan air tawar yang dibudidayakan di sepanjang Sungai Mahakam Provinsi Kalimantan Timur. Pemanfaatan bakteri dari usus ikan lokal yaitu ikan kelabau (Osteochilus melanopleurus) sebagai kandidat probiotik diharapkan lebih aman untuk mengendalikan infeksi tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kemampuan empat isolat bakteri dari usus ikan kelabau yaitu BPs1, BPs2, BP3 dan BeP1 secara in vivo pada ikan kelabau dalam menghadapi infeksi bakteri Pseudomonas sp., yang meliputi tingkat kelangsungan hidup, jumlah bakteri patogen dalam darah dan parameter hematologi ikan kelabau. Ikan kelabau dengan berat 10,23±0,75 g masing-masing sebanyak 10 ekor dipelihara dalam akuarium dengan volume 30 L. Ikan diberi pakan komersil yang sebelumnya disemprot dengan isolat bakteri pada konsentrasi 106 CFU/mL dengan dosis 0,05 mL/g, sedangkan perlakuan kontrol pakan diberi larutan Phosphat Buffer Saline dengan dosis yang sama. Ikan diberi pakan tiga kali sehari secara at satiation dan penambahan bakteri dalam pakan dilakukan satu kali pada pagi hari. Perlakuan pakan diberikan sampai 13 hari, pada hari ke-14 ikan diuji tantang dengan bakteri Pseudomonas sp. yang diinjeksikan secara intramuscular dengan konsentrasi 106 CFU/mL dengan dosis 0,1 mL/ ikan. Ikan selanjutnya diamati sampai hari ke-21. Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan isolat bakteri dari usus ikan kelabau mampu menekan infeksi Pseudomonas sp. Daya lindung terbaik ditunjukkan oleh isolat BPs2 (Staphylococcus edaphicus MT 269536) berupa tingkat kelangsungan hidup ikan, jumlah bakteri patogen dalam darah dan parameter hematologi dibanding perlakuan lain terutama kontrol (p>0.05). Berdasarkan hal tersebut bakteri dari usus ikan kelabau berpotensi sebagai probiotik dalam budidaya ikan air tawar.
Pola Sebaran Klorofil-a dan Kualitas Air Pada Kawasan Budidaya Rumput Laut Di Perairan Pulau Semau Kabupaten Kupang Kamlasi, Yusuf; Rejeki, Sri; Prayitno, Slamet Budi; Purwanti, Frida
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 3 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i3.23727

Abstract

Seaweed cultivation area is habitat and development if the ecological conditions of the waters support the growth and survival of seaweed. Chlorophyll is one of the parameters that greatly determines primary productivity in the sea. The study aims to find out the patterns of chlorophyll-a spread and water quality in seaweed cultivation areas. The methods used in the investigation were the survey method for water sampling in the field and the spectrophotometry method for laboratory analysis. The results of the survey showed that the chlorophyll value in the seaweed cultivation area in October 2023 averaged 1.43 mg/m3, while in December 2023 the average chlorophyll-A level was 0.90 mg/m3. The chlorophyll-a content in the waters of the island of Semau in October 2023 ranged between 0.29 and 4.56 mg/m3, while in December 2023 it ranged between 0.09 and 2.82 mg/m3. Water quality parameters that affect chlorophyll distribution include nitrates, temperature, salinity, brightness, depth, dissolved oxygen, and pH.  Kawasan budidaya rumput laut sebagai tempat hidup dan berkembang jika kondisi ekologis perairan ikut mendukung pertumbuhan dan keberlangsungan rumput laut. Klorofil merupakan bagian dari parameter yang sangat menentukan produktivitas primer di laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran kloroil-a dan kualitas air di kawasan budidaya rumput laut. Metode yang digunakan dalam penelitan ini metode survey untuk pengambilan sampel air di lapangan dan metode Spektrofotometri untuk analisis laboratorium. Hasil peneletian menunjukkan bahwa nilai klorofil pada kawasan budidaya rumput laut pada bulan Oktober 2023 nilai rata-rata sebesar 1,43 mg/m3 sedangkan pada bulan Desember 2023 rata-rata klorofil-a adalah 0,90 mg/m3.  Kandungan klorofil-a di perairan pulau Semau pada bulan Oktober 2023 berkirsar antara 0,29 – 4,56 mg/m3 sedangkan pada bulan Desember 2023 berkisar antara 0,09 – 2,82 mg/m3. Parameter kualitas air yang mempengaruhi distribusi klorofil-a seperti nitrat, suhu, salinitas, kecerahan, kedalaman, oksigen terlarut dan pH.
EFEK PERENDAMAN DALAM EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP INFEKSI Aeromonas hydrophila, PROFIL DARAH, PERTUMBUHAN, DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS (Cyprinus carpio) Hasna, Salma Khoironnida; Sarjito, Sarjito; Haditomo, Alfabetian Harjuno Condro; Nurhayati, Dewi; Desrina, Desrina; Prayitno, Slamet Budi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.2.74-84

Abstract

Bakteri Aeromonas hydrophila adalah patogen penyebab penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) pada ikan mas dan umum dijumpai di Indonesia. Pengendalian bakteri ini dilakukan dengan menggunakan bahan kimia dan antibiotik yang dikhawatirkan dapat membahayakan lingkungan budidaya dan konsumen yang mengonsumsi ikan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan bahan alami yang ramah lingkungan, dapat menghambat pertumbuhan bakteri, serta efektif menyembuhkan penyakit MAS. Lidah buaya (Aloe vera) adalah salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat ikan karena memiliki aktivitas antibakteri yang mampu mengobati ikan mas dari infeksi A. hydrophila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak lidah buaya sebagai antibakteri, serta pengaruhnya terhadap status kesehatan ikan mas yang terinfeksi A. hydrophila. Efek antimikroba ditentukan secara in vitro dengan metoda cakram dan dilanjutkan dengan bioassay (empat perlakuan dan tiga kali ulangan) dengan merendam ikan mas yang sudah diinfeksi A. hydrophila dalam ekstrak lidah buaya dengan dosis sebagai berikut, perendaman ikan 0 ppm (A), 250 ppm (B), 500 ppm (C), dan 750 ppm (D). Data yang dikumpulkan meliputi ukuran zona hambat, gejala klinis, jumlah A. hydrophila, profil darah, bobot mutlak, SGR, kelulushidupan, dan kualitas air. Ekstrak lidah buaya menghasilkan diameter zona hambat berkisar antara 7,33-11,02 mm. Perendaman dengan ekstrak lidah buaya berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri, profil darah, pertumbuhan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan ikan mas. Perlakuan D (dosis ekstrak lidah buaya 750 ppm) memberikan hasil terbaik dari semua parameter yang diukur. Aeromonas hydrophila is common carp pathogen that cause Motile Aeromonas Septicemia (MAS) disease and commonly found in Indonesia. Control of this bacteria is carried out using chemicals and it is worried that they can harm aquaculture environment and consumers who consume the fish. Therefore, it is required natural ingredients that are environmentally friendly, can inhibit bacterial growth, and effectively cure MAS. Aloe vera is one of the natural ingredients that can be used as fish medicine because it has antibacterial activity which is expected to be able to treat carp from A. hydrophila infection. This study aims to determine the effect of aloe vera extract as an antibacterial, and its effect on the health status of common carp that attacked by A. hydrophila. The antimicrobial effect was determined in vitro using disc method and continued by bioassay (four treatments and three replications) by immersing carp that infected by A. hydrophila in aloe vera extract with immersion doses of 0 ppm (A), 250 ppm (B), 500 ppm (C), and 750 ppm (D). The data collected included the size of inhibition zone, clinical symptoms, number of bacteria, blood profile, absolute weight value, SGR, SR, and water quality. Aloe vera extract produces inhibition zone diameters from 7,33-11,02 mm. Immersion in aloe vera extract had significant effect on the number of bacteria, blood profile, growth, but had no significant effect on the survival rate of common carp. Treatment D (dose of aloe vera extract 750 ppm) gave the best results from all parameters measured.
Effect of Soaking Java barb (Baryoniums gonionotus) Eggs in Jatropha Leaf Solution (Jatropha curcas L.) on Their Hatching and Survival Rate Rusda, Yusrotul; Prayitno, Slamet Budi; Hastuti, Sri
Journal Omni-Akuatika Vol 19, No 2 (2023): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2023.19.2.1067

Abstract

The biggest problem that often found in barb hatcheries are the poor hatching rate of eggs. One of the causes of low hatchability is infestation of fungi such as Saprolegnia sp. Prevention of the infestation of fungi could be done by adding natural ingredients such as plants leaves that contain antifungal, such as Jatropha leaf. Soaking Jatropha leaf solution aims to protect the chorion from being infestated by fungi so that it can minimize hatching failure of eggs. The purpose of this study was to determine the effect of soaking Jatropha (Jatropha curcas L.) leaf solution on the hatching rate and survival rate of Java barb (Barbonymus gonionotus) eggs. The testing eggs which were used on this study were originated from male and female broodstock aged 1-1.5 years. Experimental method was carried out using a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications. The treatments were Jatropha leaf solution at dosages of A (0 g/l), B (2 g/l), C (4 g/l), and D (6 g/l). The data observed were embryonic development, hatching rate (HR), survival rate (SR), and water quality. The results showed that treatments C and D demonstrated fastest embryonic development and hatching phase achieved at 475 minutes. Furthermore, treatment C showed the best value with HR (84.00±3.16%), SR (85.24±1.00%). It can be concluded that soaking eggs using Jatropha leaf solution at concentration of 4 g/L significantly improved hatching rate and survival rate of Java barb (Barbonymus gonionotus). Keywords: Jatropha, Java barb eggs, hatchability, fungi
The relationship between salinity and pond area in the Mahakam Delta, East Kalimantan Rizal, Samsul; Hutabarat, Johannes; Anggoro, Sutrisno; Prayitno, Slamet Budi
Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara (Nusantara Tropical Fisheries Science Journal) Vol. 4 No. 1 (2025): Nusantara Tropical Fisheries Science
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jipt.v4i1.2523

Abstract

This study aims to analyze the relationship between salinity and the extent and type of mangrove vegetation in ponds within the Mahakam Delta, East Kalimantan. Sampling was conducted in ponds with different salinity levels: 0–10 ppt, 11–20 ppt, and 21–30 ppt, with each salinity category represented by 10 pond plots. Data analysis was performed using linear regression. The results showed a strong relationship between salinity variation and pond area, with an r-value of 0.630. The extent of pond expansion is related to the original mangrove type present in the pond area. This information can be used as a basis for determining suitable aquatic species for cultivation based on salinity levels. In other words, the selection of aquatic species for cultivation can be adjusted according to the appropriate pond area. Further research is needed to determine whether other factors influence the relationship between salinity levels and pond area in the Mahakam Delta region.
Distribusi Musiman Nitrat dan Fosfat serta Pemodelan Klorofil-a sebagai Indikator Ekologis Keberlanjutan Budidaya Kappaphycus alvarezii di Pulau Tarakan Cahyadi, Jimmy; Prayitno, Slamet Budi; Desrina, Desrina; Purwanti, Frida
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 2 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i2.24784

Abstract

Seaweed farming needs essential nutrients for growth. Nitrate and phosphate are essential nutrients for the growth of seaweed algae and phytoplankton produce chlorophyll-a. Chlorophyll-a content is needed in the photosynthesis process and triggers seaweed metabolism to absorb more nutrients. This study describes the relationship between nitrate, phosphate, chlorophyll-a for west and east monsoon waters with other water quality parameters in Tarakan Island. Insitu and exsitu measurements of water quality samples at 14 stations were determined by stratified random sampling in March 2024 for the west monsoon and June 2024 for the east monsoon. The distribution of chlorophyll-a was obtained from observations of the JAXA GCOM-C OCEAN CHLA V3 satellite image and the ocean contour model from BIG. There are significant differences in the distribution of chlorophyll-a, phosphate, and nitrate in the west and east monsoons. Chlorophyll-a distribution in the west monsoon of 0.60-1.10 mg/m3 tends to be higher than that in the east monsoon of 0.50-0.85 mg/m3 divergent pattern and correlates with nitrate, phosphate, water brightness, turbidity, sea surface temperature, current and pH. Water quality in the east and west monsoons supports seaweed farming.  Budidaya rumput laut membutuhkan nutrien penting untuk pertumbuhannya. Nitrat dan fosfat merupakan nutrien penting untuk pertumbuhan algae rumput laut dan fitoplankton penghasil klorofil-a perairan. Kandungan klorofil-a dibutuhkan pada proses fotosintesis dan memicu metabolisme rumput laut menyerap lebih banyak nutrien. Penelitian ini menjelaskan keterkaitan nitrat, fosfat, klorofila-a perairan musim angin barat dan timur bersama parameter kualitas perairan lainnya di Pulau Tarakan. Pengukuran insitu dan exsitu pada 14 stasiun ditetapkan secara stratified random sampling bulan Maret 2024 mewakili musim angin barat dan Juni 2024 musim timur. Distribusi klorofil-a diperoleh dari pemantauan citra satelit JAXA GCOM-C OCEAN CHLA V3 dan pemodelan kontur laut dari BIG. Terdapat perbedaan signifikan distribusi klorofil-a, fosfat dan nitrat musim angin barat dan timur. Distribusi klorofil-a perairan musim barat 0,60-1,10 mg/m3 cenderung tinggi dibandingkan musim timur 0,50-0,85 mg/m3 berpola divergen dan berkorelasi dengan kadar nitrat, fosfat, kecerahan perairan, kekeruhan, suhu permukaan laut, arus dan pH. Kualitas perairan musim angin timur dan barat mendukung budidaya rumput laut. 
Recent Population of Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) in Kendari Bay – Southeast Sulawesi Subhan, Subhan; Prayitno, Slamet Budi; Sabdaningsih, Aninditia; Asriyana, Asriyana
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 14 No. 3 (2025): JAFH Vol. 14 No. 3 September 2025
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v14i3.72699

Abstract

The Banggai Cardinalfish, Pterapogon kauderni, has been introduced and spread in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. The purpose of this study is to estimate the current fish density and distribution of microhabitats in Kendari Bay. Observations of fish populations used the belt transect method at 5 observation stations, with 4 replications per station. Overall fish density ranged from 82±10 individuals/100 m2 to 1,509±583 individuals/100 m2. The fish choose to associated with micorohabitats such as Diadema sp., (69.1%), fire coral from the genus Millepora (16.4%), Sea anemone (10.7%) and seagrass (3.8%). P. kauderni was observed coexisting with other fish species in microhabitats such as around seagrass roots and corals, without showing significant aggressive behavior. Considering its ecological adaptations, P. kauderni is potentially suitable for aquaculture systems that combine multiple species. With the right domestication approach, this species has great potential for development in a sustainable ornamental aquaculture industry.
The Sustainability Status of Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) Aquaculture in Millennial Pond Model: Sustainability Status of Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) Aquaculture in Millennial Pond Model Arif, Gunarso; Prayitno, Slamet Budi; Purnomo, Pujiono Wahyu
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 14 No. 3 (2025): JAFH Vol. 14 No. 3 September 2025
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v14i3.73619

Abstract

Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) aquaculture activities in Jepara Regency are conducted at Brackish Water Aquaculture Centers (Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau/BBPBAP) Jepara with a millennial model. This aquaculture model features a critical point in the middle of the pond, which aims to reduce the risk of failure due to pathogenic virus attacks. However, in running a vannamei shrimp aquaculture, an appropriate strategy is required for business development and sustainability. In this study, a multidimensional scaling (MDS) method was used to analyze the ecological, economic, social, technological, and legal-institutional dimensions. The study was conducted during October-December 2024, in which primary data collection was carried out through interviews with respondents and secondary data from related data references. The results of the study showed that the sustainability values were 88.39 (ecological dimension), 81.05 (economic dimension), 75.25 (social dimension), 99.996 (technological dimension), and 99.996 (legal-institutional dimension). The average value of the sustainability index of vannamei shrimp farming in the millennial pond of BBPBAP Jepara was very sustainable, with a score of 88.94. Based on the leverage analysis, sensitive attributes obtained in this study were ecological domain (1) disease attacks (2) land utilization level (3) land suitability, economic domain (1) price trends, (2) market reach, (3) cultivation profits, social domain (1) education level, (2) community involvement/labor absorption, (3) availability of transportation and communication facilities, technology domain (1) pond construction (2) application of biosecurity and legal domain & (1) institutional training activities and socialization about cultivation businesses (2) availability of cultivator groups.
Co-Authors - Aminah - Desrina, - - Istikhanah - Susanti, - - Triyaningsih Adhi Kurniawan Agatya Sara Ardiantami, Agatya Sara Agil Setya Utomo, Agil Setya Agung Sudaryono Agus Sabdono Agustina Agustina Agustina Alfabetian Condro Haditomo Alfabetian Harjuna Condro Haditomo Alfabetian Harjuno Condro Haditomo Amanda Mega Putri, Amanda Mega Ambaryanto Ambaryanto Amelia Rimadhani ANGELA MARIANA LUSIASTUTI Anggun Putriani Situmorang, Anggun Putriani Aninditia Sabdaningsih Anisa Dwiaryani Latifah Annisa Amalia Awanis Aprilia Dwi Indriani Ardulanisa, Ridha Arif, Gunarso Arifianto Heraedi Asep Akmal Aonullah Asriyana, . Aulia Ayu Ermantianingrum Aulia Resty Wijayanti Ayi Santika Ayu Wulandari Azis Nur Bambang Baehaqi Bagus Oktori Sutrisno cahyadi, jimmy Chyntia Arindita Dani Indrarini Desrina Desrina Desrina, - - Devitha Tri Utami Dewi Nurhayati Dian Ratna Sari Didik Wahju Hendro Tjahjo Edward Raharja, Edward Endah Setyowati Eni Ashfa Ashofa Ferdian Bagus Feriandika Fifiana Zulaekah fikih rosalina pratiwi Frida Purwanti Gina Saptiani Gina Saptiani Haditomo, A.H. Condro Hardyta Noviar Rahma Hariyadi, Putut Hasna, Salma Khoironnida Hendrawan, Andika Luky Setiyo Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ikhsan Pratama Indah Febry Hastari Intan Eska Amalia Syahida Johannes Hutabarat Kamil, Mia Rahmah Khaerani, Laela Rizki Kurniawan Kurniawan Kusuma, Winanda Adi Laksono Trisnantoro Lestari Lakhsmi Widowati Linuwih Aluh Prastiti Lukman Anugrah Agung Lusi Dianti Marwenni Siregar, Marwenni Mohammad Saleh Lubis Monica Nanda Nailil Muna Nida Qolbi Salma Rochani Nita Amelia Nur Annisa Nuri Nia Yanti, Nuri Nia Nurmanita Rismaningsih Nurul Hidayati Ocky Karna Radjasa Peppy Dewi Fitriyanti Pinandoyo Pinandoyo Pramudita Apriliyanti Pricilia, Shella Pujiono Wahyu Purnomo Pungki Nanda Pratama Putut Har Riyadi R. Dewi Dharina Nurjannah Restiana Wisnu Ariyati Rismaningsih, Nurmanita Ristiawan Agung Nugroho Rohita Sari Rosa Amalia Rusda, Yusrotul Rusydina Qamarul Salikin Sahala Hutabarat Sarah, Humidah Sarjito - Sekar Ayu Chairunnisa Sepri Seto Windarto Siti Nurjanah Siti Ziyadaturrohmah Sri Nuryati Sri Rejeki Subandiyono Subandiyono Subhan Subhan Sulisyaningrum Sulisyaningrum Sutrisno Anggoro Syakuri, Hamdan Teguh Eko Suryo Agil Hermawan Tristiana Yuniarti Triwulandari, Atita Utari, Viola Indah Vivi Endar Herawati Widiana, Giacinta Risti Windarto, Seto Yelliana Fatmawati Suwarno Yohanes Kristiawan Artanto YS Darmanto Yunia Dharmastuti Widyaningsih Yusuf Kamlasi Zairin Zain