Rudhi Pribadi
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jl. H. Prof. Sudarto, SH, Tembalang Semarang, Indonesia. 50275.

Published : 80 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Estimasi Cadangan Karbon pada Kawasan Mangrove di Desa Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah Wiwid Andriyani Lestariningsih; Nirwani Soenardjo; Rudhi Pribadi
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.314 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.19574

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang berperan dalam mengurangi karbon di udara, dan menyimpan karbon dari udara dalam bentuk biomassa pada bagian tubuh tumbuhan mangrove. Penelitian tentang estimasi cadangan karbon ini sangat diperlukan untuk menunjang perbaikan iklim dunia. Karena saat ini dunia sedang mengalami krisis global yang disebut climate change. Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi cadangan karbon yang tersimpan pada tegakan dan substrat mangrove di kawasan mangrove Desa Timbulsloko. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling method dan eksploratif, dilakukan di tiga stasiun dengan kondisi ekosistem mangrove yang bervariasi. Setiap stasiun penelitian dibagi menjadi tiga plot penelitian untuk menghitung nilai biomassa tegakan digunakan rumus allometrik untuk mengestimasi cadangan karbon pada tegakan mangrove. Data karbon substrat didapat dari kandungan bahan organik substrat yang dianalisis di Laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa cadangan karbon pada tegakan mangrove sebesar 12.370,8 ton/ha, sedangkan estimasi cadangan karbon pada substrat mangrove sebesar 1.307,77 ton/ha. Hasil tersebut menunjukkan bahwa estimasi cadangan karbon pada tegakan mangrove lebih besar dibandingkan dengan estimasi cadangan karbon pada substrat mangrove. Hasil estimasi cadangan karbon pada tegakan mangrove meningkat seiring dengan meningkatnya besarnya biomassa tumbuhan dan kerapatan mangrove. Sedangkan estimasi cadangan karbon pada substrat diduga lebih dipengaruhi oleh bahan organik dan lokasi penelitian. Estimates of Carbon Stok in the Mangrove Area in Timbulsloko Village,Demak, Central Java Mangrove ecosystem is one of the ecosystem that play a role in reducing carbon in the air. One of the functions of mangrove is to store carbon from the air form of biomass in the body parts of mangrove plants. This research on the estimation of carbon stocks is needed to support the improvement of world climate. Today the world is experiencing a global crisis called climate change. The purpose of this research are estimate of carbon stock on stands and substrate in mangrove area of Timbulsloko Village. This research used purposive sampling and explorative method, conducted in three stations with varying mangrove ecosystem conditions. The research was divided into three research plots per station to calculate the stand biomass value using allometric formula in estimating carbon stocks of mangrove area. Substrate carbon data obtained from the content of substrate organic materials analyzed at Laboratorium. Based on the result of research, it is found that carbon stock in mangrove stands is 12.370,8 ton/ha, while estimation of carbon stock on mangrove substrate is 1.307 ton/ha. These results show that estimates of carbon stocks in mangrove stands are greater than estimates of carbon stocks on mangrove substrates. The estimation of carbon stocks on mangrove stands increases with increasing of plant biomass and mangrove density, while estimates of carbon stocks on the substrate are suspected to be more influenced by organic materials and research sites.
Analisis Nitrat dan Fosfat Terhadap Sebaran Fitoplankton Sebagai Bioindikator Kesuburan Perairan Muara Sungai Bodri Imam Mishbach; Muhammad Zainuri; Widianingsih Widianingsih; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Denny Nugroho Sugianto; Rudhi Pribadi
Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 1 (2021): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v10i1.34645

Abstract

Nitrat dan fosfat adalah unsur nutrien yang menjadi pembatas kelimpahan fitoplankton. Kandungan nitrat dan fosfat di perairan muara akan dipengaruhi oleh faktor biologi, fisika dan kimia perairan, yang menyebabkan timbulnya suatu persebaran. Hal tersebut menjadi permasalahan di Muara Sungai Bodri, Kendal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kandungan nitrat dan fosfat beserta pola persebarannya, serta keterkaitannya dengan struktur populasi fitoplankton sebagai bioindikator kesuburan perairan di Perairan Muara Sungai Bodri, Kabupaten Kendal. Penelitian dilaksanakan berdasarkan metoda observasi dengan pendekatan spatio-temporal. Sejumlah 9 stasiun penelitian dan 3 kali waktu sampling yaitu 30 Juni, 1 September dan 27 Oktober 2018. Kandungan nitrat dan fosfat serta kelimpahan fitoplankton ditetapkan sebagai variabel terikat. Sedangkan parameter fisika dan kimia perairan seperti suhu, salinitas, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut, kecerahan dan arus ditetapkan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan nitrat berkisar 0,49-0,9 mg/l serta kandungan fosfat berkisar 0,01-0,29 mg/l yang menunjukkan bahwa perairan Muara Sungai Bodri, Kabupaten Kendal dalam kondisi subur/eutrofik. Kelimpahan fitoplankton menunjukkan nilai kisaran diantara 2.356 sampai dengan 162.626 sel/l, yang tersusun oleh 5 kelas dan 45 jenis/species dengan pola persebaran berbentuk konvergen yang bertumpu pada stasiun 3 dan 5. Perairan Muara Sungai Bodri, Kabupaten Kendal menunjukkan tingkat kesuburan yang tinggi atau eutrofik.   Nitrate and Phosphate are the nutrient element which influence as limiting factor to the phytoplankton population. Nitrate and Phosphate in the water were influence by physical and chemical factors, and will affect to the distribution. The distribution of nitrate and phosphate will affect the distribution of phytoplankton population. The purpose of the research is to analyze the distribution of phytoplankton population due to the influence of nitrate and phosphate contents at Bodri Estuary, Kendal. The research was apllied based on the spatio-temporel approach. There are 9 stations and triple sampling of 30 June, 1st Septembre and 27 Octobre, 2018. The nitrate and phosphate contents and phytoplankton abundance was set as dependent variables. The parameters temperature, salinity, pH, Dissolved Oxygen, transparency and current were used as variable control. The research result show the nitrate content range between 0,49-0,9 mgr./l and the phosphate content range between 0,01-0,29 mgr./l, which indicate that the Bodri Estuary, Kendal is eutrophic. The distribution of nitrate and phosphate contens show a model of convergen on west area of sampling and tend to along the coastline in the east part. The phytoplankton abundance show a range of 2.356 - 162.626 cell /l, which composed of 5 Class and 45 species.
Distribution and Size of Crab (Portunus pelagicus) in Betahwalang Waters, Demak, Central JavaSex Ratio, Size Distribution and Length-Weight Relationship of Portunus pelagicus Linnaeus, 1758 (Malacostraca : Portunidae) in Betahwalang, Demak, Central Java Sri Redjeki; Muhammad Zainuri; Ita Widowati; Ambariyanto Ambariyanto; Rudhi Pribadi; Michael Abbey
Jurnal Kelautan Tropis Vol 24, No 1 (2021): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v24i1.10467

Abstract

Blue Swimming Crab (P. pelagicus, Linnaeus, 1758) is the main fisheries product from Betahwalang peoples. Fishing activity of Blue Swimming Crab by the fisherman almost every day in Betahwalang waters. Distribution and body size data of Blue Swimming Crab can be used for sustain management reference. The purpose of this study was to determine distribution pattern and body size of Blue Swimming Crab, started from July to November 2018 in Betahwalang waters, Demak. The data analyze consist of sex ratio, carapace width distribution and relationship between carapace width and body weight. 11790 samples Blue Swimming crab from Betahwalang waters consist of 7070 female crabs and 4720 male crabs. The result showed that sex-ratio between male and female crabs are balanced (1.0:1.37), with the most female crabs found at July and August. Body size distribution of male and female crabs are dominated in class 103-111 mm carapace width. Male and female crabs have a positive allometric on growth parameters, that means growth of the body weight is faster than carapace width. The result showed that Blue Swimming Crab in Betahwalang waters are support for sustainable fisheries. 
Komposisi Makroalga Yang Berasosiasi Di Ekosistem Padang Lamun Pulau Tumpul Lunik, Pulau Rimau Balak Dan Pulau Kandang Balak Selatan, Perairan Lampung Selatan Ita Riniatsih; Munasik Munasik; Chrisna Adi Suryono; Ria Azizah; Retno Hartati; Rudhi Pribadi; Subagiyo Subagiyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.656 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1738

Abstract

Assosiation between macroalga and seagrass ecosystem in South Lampung has been determined.  There were 3 sampling locations, ie. Station 1 (Tumpul Lunik Island), Station 2 (Rimau Balak Island) and Station 3 (Kandang Balak Selatan Island). Observation of macroalga and seagrass were carried out using quadran transect method (0,5 x 0,5 m2) along 100 meter with 10 meter distance berween transect. It is done triplicates. The research showed that there were twelve species macroalgae belong to three families found in seagrass bed. Their distribution were varied. Highest density of macroalga was Halimeda makroloba in habitat of seagrass Enhalus acorides at around Pulau Tempul Lunik Island. The substrat was sand and rubble which support good growth of both species The presence of macroalgae in seagrass bed could be a competitor related to the space for live and nutrient utilization in the waters.    Pengamatan tentang asosiasi antara makroalga di ekosistem padang lamun perairan Lampung Selatan telah dilakukan. Lokasi pengamatan yang terbagi menjadi 3 stasiun, yaitu Stasiun 1 (Pulau Tumpul Lunik), Stasiun 2 (Pulau Rimau Balak) dan Stasiun 3 (Pulau Kandang Balak Selatan). Pengamatan makroalga dan lamun di masing-masing lokasi dilakukan dengan metoda transek kuadran (0,5 x 0,5 m) sepanjang 100 meter dengan jarak pengamatan setiap 10 meter untuk penghitungan dengan kuadran. Pengamatan dilakukan dengan ulangan sebanyak 3 kali garis transek di setiap stasiun pengamatan.  Duabelas jenis makroalga dari 3 Famili telah ditemukan di ekosistem padang lamun dengan sebaran kepadatan makroalga yang beragam. Kepadatan tertinggi makroalga ditemukan pada jenis Halimeda makroloba yang banyak ditemukan tumbuh pada habitat lamun Enhalus acorides di sekitar Pulau Tempul Lunik. Kondisi perairan yang bersubstrat dasar pasir dan pecahan karang sangat mendukung untuk pertumbuhan ke dua jenis vegetasi tersebut. Kehadiran makroalga di ekosistem padang lamun dapat menjadi kompetitor bagi keberadaan dan kondisi  penutupan lamun, terkait dengan persaingan dalam menempati ruang dan pemanfaatan nutrien di perairan.  
Pertumbuhan ikan Nila Larasati (Oreochromis niloticus) di Tambak dengan Pemberian Ransum Pakan dan Padat Penebaran yang Berbeda Ali Djunaedi; Rudhi Pribadi; Retno Hartati; Sri Redjeki; Retno W. Astuti; Bintang Septiarani
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 2 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.261 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i2.840

Abstract

Red Nile Tilapia  of Larasati strain (Oreochromis niloticus)have capability to digest feed quite efficient, able to grow faster and diseases resistant.  They are also tolerant to high salinity and more resilent to environmental change, therefore very prospecytive to be cultivated in tambaks (brackishwater pond).  The objective of present work was to determine the effect of larvae stocking density and feed ration on the growth and survival rate of Nile Tilapia in brackishwater pond. The larvae was hacthed in freshwater and acclimatized gradually in brackishwater media and then reared ini cage size of 1x1x1,5meter3with different food ration (3, 5 and 7% body weight)andstocking density of 10, 15, 20 indv./m2).The result showed that the more food ration gave the better growth rate of larvae in stocking density of 10 and 15 indv./m2, the best food ration in 20 indv./m2 was 5% body weight. Upon that result it is recommended to  stock the alvae at level of 20 indv./meter and gave food of 5% per body weight.  The treatments was not influenced the survival rate of fish cultured.   Ikan Nila Larasati memiliki kemampuan mencerna makanan secara efisien, memiliki pertumbuhan yang cepat serta lebih resisten terhadap penyakit, daya adaptasi luas dan toleransinya yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan sehingga prospektif dibudidaya di tambak.  Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian tentang pengaruh padat tebar dan ransum pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan Nila Larasati yang dipelihara pada tambak air payau.  Ikan Nila Larasati dibenihkan di lingkungan air tawar dan diaklimatisasi secara bertahap di media air payau sebelum digunakan dalam penelitian ini. Percobaan pemeliharaan ikan Nila Larasati dilakukan pada karamba berukuran 1x1x1,5meter3dengan ransum pakan(3, 5 dan 7% bobot biomasa ikan) dan padat penebaran yang berbeda (10, 15, 20 ekor/m2).Hasil penelitian menunjukkan pemberian ransum pakan harian baik 3, 5 dan 7% perhari pada ikan nila dengan kepadatan 5, 10 dan 20 ekor/meter menunjukkan hasil pertumbuhan berat mutlak yang relatif baik, namun untuk efisiensi pakan disarankan untuk melakukan penebaran 20 ekor/meter dengan ransum 5% berat biomasa ikan perhari. Kelulushidupan ikan Nila Larasati tidak dipengaruhi oleh perlakuan.     
Fluktuasi Fitoplankton pada Kawasan Konservasi Rajungan Perairan Betahwalang Demak Elsa Lusia Agus; Rudhi Pribadi; Subagiyo Subagiyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 22, No 2 (2019): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.205 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v22i2.6296

Abstract

Phytoplankton is an organism that had an effect on life waters and can be used as the parameters in monitoring water quality. Distribution of phytoplankton in the waters can be for biomonitoring which can be used to make protection zone. This study will examine the distribution and composition of phytoplankton in The crab conservation area in Betahwalang Waters, Demak. This research divided into three stations in estuaries and the sea s. Each sampling was done once a month. Samples were taken using a plankton net. The results found three classes of phytoplankton, namely Bacillariophyceae class, Cyanophyceae class and Dinophyceae class. The number of genera found in the river area (37 genera), at the estuary station as much (38 genera) and the sea station as much (31 genera). Fluctuation in phytoplankton abundance at each station is quite varied. The abundance of phytoplankton in January was 1.030.400 cells/L, in February it was 936.800  cells/L, and in March it was 643.600 cells/L. The highest abundance occurs in the estuary area, then the river and the lowest in the sea. The value of species diversity index (H ') is in the range of 2.57-3.03. Uniformity index values range from 0.86 to 0.94. The dominance index from 0.06 to 0.14. Factors affecting the abundance and dominance of phytoplankton are water conditions and the rainy season. Fitoplankton merupakan organisme yang mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan di suatu perairan baik langsung maupun tidak langsung dan dijadikan sebagai salah satu parameter dalam pemantauan kualitas perairan.Fitoplankton di perairan dapat dijadikan suatu ukuran bahwa Kawasan tersebut dapat dijadikan sebagai zona perlindungan biota.Penelitian ini mengkaji fluktuasi fitolankton pada Kawasan konservasi rajungan di Perairan Betahwalang, Demak. Penelitian ini dilakukan pada 3 stasiun yang terletak disungai, muara sungai, dan laut. Pengambilan sampel dilakukan setiap bulan selama tiga bulan  menggunakan planktonnet. Hasil penelitian ditemukan 3 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae dan Dinophyceae.Jumlah genus yang ditemukan pada area sungai, muara sungai dan laut berturut-turut 37 genus, 38 genus dan 31 genus. Fluktuasi kelimpahan fitoplankton di setiap stasiun cukup bervariasi.Kelimpahan fitoplankton pada bulan Januari sebesar 1.030.400 sel/L, pada bulan Februari sebesar 936.800 sel/L, dan pada bulan Maret sebesar 643.600 sel/L. Kelimpahan tertinggi terjadi pada daerah muara, kemudian sungai dan terendah di laut. Sedangkan nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) berada pada kisaran 2,57-3,03. Nilai indeks keseragaman berkisar 0,86-0,94. Sedangkan indeks dominasi berkisar 0,06-0,14. Faktor yang mempengaruhi kelimpahan dan dominasi fitoplankton adalah kondisi perairan dan musim hujan.
Kajian Pengamanan Dan Perlindungan Pantai Di Wilayah Pesisir Kecamatan Tugu Dan Genuk, Kota Semarang Retno Hartati; Rudhi Pribadi; Retno W. Astuti; Reny Yesiana; Itsna Yuni H
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 2 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.833 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i2.823

Abstract

Semarang is one of many cities which has high vulnerability, damage, and high risk affected by climate change. This study was aimed to determine securing, protecting of Semarang coastal area, especially in Tugu and Genuk Sub-district. Literature review was carried out to seek the proper seawall design and material which feasible to be built in coastal area of Tugu and Genuk Sub-district. Field observation was conducted to determine location characteristic to build seawall in Tugu and Genuk Sub-district. The study revealed that many area of Semarang coast was damage as impact of coastal building, the loss of natural protection as well as effect of global warming. The existing seawall was varied but mostly in damage condition. Therefore it is recommend to build seawall in Karanganyar and Tugurejo Village (in Tugu subdistrict) to support the eco-edutourism in Semarang City as well as ini Trimulyo Village (Genuk Subdistrict) to established sediment enrichment ready for mangroves replant. Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki tingkat kerentanan, bahaya dan resiko tinggi akibat dampak perubahan iklim. Kajian ini bertujuan untuk melakukan kajian pengamanan dan perlindungan pantai di wilayah pesisir Kecamatan Tugu dan Genuk, Kota Semarang. Kajian dilakukan ini melalui review literatur dan observasi lapangan. Kajian literatur dilakukan terhadap desain alat penahan ombak (APO) yang memungkinkan dibangun di wilayah pesisir Kecamatan Genuk dan Tugu serta untuk mendapatkan informasi tentang bahan atau material yang dapat digunakan untuk membangun APO. Observasi lapangan dilakukan untuk mengetahui karakteristik lokasi yang akan dibangun APO dan ketersediaan material sesuai desain yang telah direkomendasikan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kerusakan pantai yang terjadi di Kota Semarang cukup banyak yang diindikasikan sebagai dampak dari bangunan-bangunan yang menjorok ke laut, hilangnya perlindungan alam pantai dan juga merupakan efek dari pemanasan global. Kondisi APO dan breakwater saat ini sangat beragam, namun pada umumnya sudah rusak sehingga mengurangi fungsinya sebagai alat perlindungan pantai. Untuk itu disarankan dibangunnya alat penahan ombak di Kelurahan Karanganyar dan Tugurejo (Kecamatan Tugu) untuk mendukung program eco-eduwisata Kota Semarang dan Kelurahan Trimulyo (kecamatan Genuk) untuk sediment enrichment yang nantinya lokasi siap ditanami mangrove. 
TINGKAT HERBIVORI DAUN Avicennia marina (FORSSK.) VIERH DAN Rhizophora mucronata DI VEGETASI MANGROVE – TIMBULSLOKO, DEMAK Eldita Amalia; Rini Pramesti; Rudhi Pribadi; Wilis Ari Setyati
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.659 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.2.128-135

Abstract

Mangrove merupakan varietas komunitas pantai tropik dan subtropik  yang mampu beradaptasi dengan salinitas tertentu. Jenis Avicennia marina dan Rhizophora mucronata merupakan tegakan alami dan hasil rehabilitasi. Kegiatan konservasi di lokasi ini belum dikelola baik sehingga struktur dan komposisi bervariasi. Hal ini dapat diatasi yang salah satunya dengan herbivori sebagai parameter tingkat kerusakan ekosistem mangrove. Daun merupakan salah satu bagian tumbuhan yang mengalami perubahan bentuk karena pemangsaan.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat herbivori daun A.marina dan R. mucronata berdasarkan perbedaan spesies, umur daun dan ketinggian pohon. Metode deskriptif digunakan dalam penelitin ini dan penentuan lokasi pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Sampel daun diambil dari tiga kategori ketinggian yang berbeda yaitu <1 m, >1-3 m, >3-5 m, masing-masing sebanyak 10 ulangan (pohon) untuk setiap kategori. Daun dipisahkan berdasarkan umur daun (tua atau muda) dan kondisi daun (utuh atau rusak) dan total daun diambil sebanyak 10%. Hasil penelitian menunjukan nilai rerata pada setiap jenis, umur daun dan ketinggian pohon diperoleh tingkat herbivori A. marina yaitu 4,66%  (0,16% - 8,93%) sampai 11,59% (2,14% - 21,97%) sedangkan R. mucronata yaitu 5,23% (0,31% - 9,94%) sampai 12,44% (3,50% - 23,81%).HERBIVORY LEVEL OF MANGROVE LEAVES Avicennia marina (FORSSK.) VIERH AND Rhizophora mucronata IN MANGROVE VEGETATION - TIMBULSLOKO, DEMAK. Mangroves are variety of tropical and subtropical coastal communities that adapt to certain salinity. Avicennia marina and Rhizophora mucronata were found in location. Conservation activities were not managed so the structure and composition varies. This can be overcome one of them with herbivory as a parameter of the level damage to mangrove ecosystems. The leaves are one part of the plant that changes shape due to predation. The purpose of this study was to determine herbivory level of A.marina and R. mucronata leaves based on differences in species, leaf of age and tree of height. Descriptive method is used in this study and the determination of the location sampling with the purposive sampling method. Leaf samples were taken from three different height categories namely <1 m,> 1-3 m,> 3-5 m, each with 10 replications (trees) for each category. The leaves are separated based on the age of the leaves (old or young) and the condition of the leaves (whole or damaged) total leaves taken as much as 10%. The results showed the average value of each species, leaf age and height of the tree obtained A. marina herbivory level of 4.66% range (0.16% - 8.93%) to 11.59% range (2.14% - 21.97%) while R. mucronata is 5.23% range (0.31% - 9.94%) to 12.44% range (3.50% - 23.81%).
Penanaman Mangrove Tersistem sebagai Solusi Penambahan Luas Tutupan Lahan Hutan Mangrove Baros di Pesisir Pantai Selatan Kabupaten Bantul Irawan Waluyo Jati; Rudhi Pribadi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The position of Bantul Regency is directly opposite to Ocean Indonesia which has big wave. This conditioncauses coastal communities, especially in Baros sub-village, Tirtohargo Village with NGO Relung to initiatemangrove planting to avoid the danger of flood, abrasion, tsunami and sea breeze that can harm farmers.Mangrove is an important natural resource in the coastal environment, and has three main functions namelyphysical function, biological, and economical. Besides having three main functions, mangrove forest is veryvulnerable to damage. Various difficulties experienced by the people of Baros sub-village in an effort toincrease the area of mangrove forest cover. Appropriate methods are needed to overcome problems by plantingmangrove system. The approach of this study is the literature review from various studies before to provideproper input of mangrove planting in an effort to increase mangrove area in Baros sub-village, Tirtohargovillage, Bantul regency, Yogyakarta.
Community Structure of Crustacean Macrobenthos in Mangrove Vegetation, Tugurejo Village, Tugu District, Semarang City Andika Putriningtias; Rudhi Pribadi; Retno Hartati
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.702 KB)

Abstract

Hutan mangrove mempunyai arti yang sangat penting bagi berbagai jenis biota (ikan, cacing, kepiting, udang, siput, kerang, dan biota lainnya) yang hidup di kawasan mangrove maupun di perairan sekitarnya (Hogarth, 2007). Menurut Saenger (2002), secara fisik, mangrove mampu berperan sebagai penahan abrasi, erosi, gelombang, angin kencang bagi wilayah daratan, pengendali intrusi air laut dan pembangun lahan melalui proses sedimentasi. Penelitian yang dilaksanakan pada Bulan Desember 2009 - November 2010 ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrobentos Krustasea di vegetasi mangrove KelurahanTugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-eksploratif. Untuk penentuan titik lokasi penelitian menggunakan purpossive sampling dan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode survei contoh (survey sampling methods). Krustasea yang ditemukan terdiri dari 21 jenis, 8 famili yang masuk kedalam 3 infraordo yaitu terdiri dari 14 jenis Brachyura, 4 jenis Macrura dan 3 jenis Anomura. Kelimpahan Krustasea di lokasi penelitian rata-rata berkisar 227-316 ind./100m² dan yang tertinggi sebesar 316 (ind./100m2) pada stasiun penelitian A (tepi sungai). Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar antara 2,46–3,16 sehingga termasuk dalam kategori sedang kecuali Stasiun D yang termasuk dalam kategori tinggi, sementara nilai Indeks Keseragaman (e) berkisar antara 0,82–0,86 dan masuk kategori tinggi. Indeks Dominansi (C) berkisar antara 0,14–0,23 dan secara umum menunjukkan tidak adanya dominasi jenis. Pola sebaran di lokasi penelitian menunjukkan pola sebaran yang mengelompok/clumped (52,38%), dan sisanya (47,61%) menunjukkan pola sebaran acak/random. Nilai Indeks Kesamaan Komunitas secara umum termasuk kategori rendah (28,57%), sedang (31,5-57,14%) dan kategori tinggi (69,57-88,89%).
Co-Authors Abdul Rohman Zaky Abdul Rohman Zaky Abidin Nur II Achmad Muhajir Adi Santoso Adi Santoso Aditya Gandhi Pratama Aditya Gandhi Pratama Aditya Sukma Bahari Afirman Karyono Agus Indarjo Agus Sabdono Agus Trianto Agus, Elsa Lusia Ahmad Ziddan Dhiya Ulhaq Ain, Rahmayani Kurnia Aini, Firly Nur Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ambariyanto Ambariyanto Amin Yunita Nur Annisa Amrullah Rosadi Andreas Ricky Hermawan Anindya Wirasatriya Annisa, Amin Yunita Nur Aris Ismanto Arumning T. Fauziah Ashari, Adi Aulia, Zahra Safira Aurora Hanifa Azis Nur Bambang Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baskoro Rochaddi Bima Agung Saputra Bintang Septiarani Cahyadi Adhe Kurniawan Cahyadi Adhe Kurniawan Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adi Suryono Christy, Yonanda Alodea Clara Azalia Belinda Delianis Pringgenies Denny Nugroho Sugianto Desyandri Desyandri Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi, Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Diah Permata Wijayanti Dwi Haryanti Eldita Amalia Elsa Lusia Agus Endang Supriyantini Ervia Yudiati Faishal Widiaputra Nugraha Fajri Fajri Fajri Fajri Frans Alexander Nainggolan Frans Alexander Nainggolan Ganis Riyan Efendi Ghea Ken Joandani Joandani Hadi Endrawati Hanik Rahmawati, Hanik Hermin Pancasakti Kusumaningrum Heryoso Setiyono Himawan Arif Sutanto Huda, Abiyani Choirul Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ilham Kuncahyo Ilham Kuncahyo, Ilham Imam Mishbach Indradi Setiyanto Irawan Saputro Irawan Waluyo Jati Irfan Fuady Irma Kusumadewi Irwani Irwani Ita Riniatsih Ita Widowati Itsna Yuni H IW Eka Dharmawan Janson Hans Pietersz Jelita Rahma Hidayati Jihadi, Muhammad Shulhan Joandani, Ghea Ken Joandani Johannes Hutabarat Käll, Sofia Kharis Setiawan Kiuk, Yosni Kresnasari, Dewi Kukuh Eko Prihantoko Lilik Maslukah Lita Tyesta Addy Listya Wardhani Lovensia Zukruff Albasit M. Amanun Tharieq Mada Triandala Sibero Maharani, Galung Dhiva Mardliyah, Riani Max Rudolf Muskananfola Michael Abbey Mirsa Septiana Mutik Mohamad Bangkit Gunung Surya Samudra Mostafa Imhmed Ighwerb Muhamad Irfan Cahyo Putro Muhamad Rizky Mauludin Muhammad Abdul Chafid Muhammad Abdul Chafid Muhammad Faisal Rachmansyah Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muksin Purnama Mutiara Mega Septiningtyas Naitkakin, Egidius Ni’amillah Ni’amillah Niharul Annas Ningrum, Marsella Ivon Citra Nirwani Nirwani Nirwani Soenardjo Ni’amillah Ni’amillah Nugroho Agus D Nur Cahyo Widianto Nur Taufiq S.P.J. Petrus Subardjo Pitaloka, Maria Dyah Ayu Pramudya, Herning Purnama, Muksin Putri Novianingrum, Milka Putriningtias, Andika Putro, Muhamad Irfan Cahyo Raden Ario Radich Arief Nugroho Rahadiya, Ardaffa Firdausy Rahmayani Kurnia Ain Reny Yesiana Retno Hartati Retno Murwani Retno W. Astuti Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Riani Mardliyah Rini Pramesti Rizkiyani, Hasna Moraina Rosadi, Amrullah Santri, Bellatris Saputra, Bima Agung Satrioajie, Widhya Nugroho Setyani, Wilis Ari Sitanggang, Wanri Soares, Daniel Candido Da Costa Sri Redjeki Sri Redjeki Subagiyo Subagiyo Sugeng Widada Suryono Suryono Susanto, AB. Suyadi Suyadi Tarida Tarida Tarida, Tarida Tony Hadibarata, Tony Vita Fitriana Mayasari Wiarta, Rinto Wibowo, Krisna Prasetyo Widianingsih Widianingsih Widianto, Nur Cahyo Wilis Ari Setyani Wilis Ari Setyati Windy Indra Ardiansyah Windy Indra Ardiansyah Wiwid Andriyani Lestariningsih Yasser Ahmed Yaya Ihya Ulumuddin Yaya Ihya Ulumuddin Yesaya Putra Pamungkas Yonanda Alodea Christy