Rudhi Pribadi
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jl. H. Prof. Sudarto, SH, Tembalang Semarang, Indonesia. 50275.

Published : 80 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Komposisi dan Tutupan Kanopi Vegetasi Mangrove di Perairan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan Kuncahyo, Ilham; Pribadi, Rudhi; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v9i4.27915

Abstract

Kondisi kesehatan vegetasi mangrove yang berada di daratan dan pulau – pulau kecil sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut. Perbedaan kondisi tumbuh mangrove dapat mempengaruhi dinamika perubahan vegetasi dan tutupan kanopi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, komposisi dan tutupan kanopi mangrove di Perairan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Penentuan titik atau stasiun sampling dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode pengambilan data vegetasi mangrove dengan metode plot sampling dan pengambilan data tutupan kanopi mangrove dengan metode hemispherical photography. Penelitian ini dilakukan di 4 lokasi yaitu Desa Kramat (DK), Desa Muara Bakau (DMB), Pulau Rimau Balak (PRB), dan Pulau Kandang Balak (PKB) yang terdiri dari 4 stasiun penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Perairan Bakauheni yang terdiri dari 4 lokasi peneltiian ditemukan 14 spesies mangrove di dalam plot dan di luar plot penelitian. Nilai Kerapatan mangrove berkisar 966–1634 ind/ha. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) dan Keseragaman (J’) di lokasi penelitian termasuk dalam kategori rendah. Hasil persentase tutupan kanopi mangrove termasuk kategori padat berkisar 72,04±13,18% – 86,41±1,08%. The health condition of mangrove vegetation on land and small islands is very important in maintaining the balance of coastal and marine ecosystems. Differences in mangrove area conditions can affect the dynamics of changes in vegetation and mangrove canopy cover. This study aims to analyze the structure, composition and cover of mangrove canopies in Bakauheni Waters, South Lampung Regency. The method used in this research is descriptive method. Determination of the point or sampling station using purposive sampling method. The method of collecting mangrove vegetation data using plot sampling method and mangrove canopy cover data collection using hemispherical photography method. This research was conducted in 4 locations, namely Kramat Village (DK), Muara Bakau Village (DMB), Rimau Balak Island (PRB), and Kandang Balak Island (PKB) consisting of 4 research stations. The results showed that the Bakauheni Waters area which consisted of 4 research sites found 14 mangrove species inside the plot and outside the research plot. Mangrove density values range from 966-1634 ind/ha. The value of Diversity Index (H') and Uniformity (J') in the study location is included in the low category. The percentage yield of mangrove canopy cover including the dense category ranges 72.04±13.18% - 86.41±1.08%.
Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp Greville, 1830 (Rhodophyta: Florideophyceae) di Tambak Tidak Produktif Mangunharjo Tugu Semarang Suryono, Chrisna Adhi; Irwani, Irwani; Sabdono, Agus; Pribadi, Rudhi; Setyani, Wilis Ari; Indarjo, Agus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v9i4.29215

Abstract

Rumput laut Gracilaria sp merupakan salah satu hasil produk laut yang masih memiliki permintaan yang tinggi di pasar. Permasalahan yang ada masih rendahnya suplai karena masih banyak mengandalka hasil alam.  Tujuan dari penelitian ini melihat pertumbuhkan rumput laut tersebut di tambak yang tidak produktip.  Metoda yag digunakan adalah lepas dasar sesui dengan hidupnya di alam.  Pegukuran dilakuna terhadap 10 contoh rumput laut yang memiliki berat awal sama ±20gr, pengukuran berat dilakukan setiap 10 hari.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Gracilaria mampu tumbuh di tambak dengan awal yang lambat kemudian meningkat setalah hari ke 30.  Uji Anova terhadap berat tiap pengukuran menjukan perbedaan yang sangat sigikan (p= 0.00 ≤ 0,01).  Kualitas perairan tambak secara keseluran mendukung untuk pertumbuhan rumput laut Gracilaria sp. Gracilaria sp seaweed one of marine commodity which still has high demand in the market.  The problem of these produck was a supply still low because the min supplay depand on nature produck.  This study aims to determine the growth of seaweed in non productive brackish waters pounds. Off-bottom method was used to application seaweed growth on brackish fish pounds such as life in nature.  Measurement of weigh was carried out on 10 samples of seaweed which had the same initial weight of ± 20 grams, weight measurements were carried out every 10 days.  The results showed that Gracilaria was able to grow in ponds with a slow start and then increased dramatically after 30 days. Anova test on the weight of each measurement showed a very significant difference (p = 0.00 ≤ 0.01).  Futher more the quality of pond waters was supports to growth of Gracilaria sp.
Difference in Diet and Water Quality Influencing the Growth of the Newly Introduced Penaeus merguiensis Larva Culture Mostafa Imhmed Ighwerb; Johannes Hutabarat; Ervia Yudiati; Rudhi Pribadi
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 26, No 3 (2021): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.26.3.197-206

Abstract

The water quality found on the surface is usually better than that accumulated at the seabed and more bottomless sea. When recycled, water usually brings many materials along the path, all the way to reaching its end. Water quality varies from place to place, season, and different types of rock and soil it passes through also influences the possessed quality. By employing Penaeus merguiensis larvae produced by the Marine Research Center Hatchery owned by Jepara's government, this study analyzes varying effects in three nominal salinities (28, 32, and 36 ppt) and types of diets (Diet A: 100% live feed; Diet B: 100% FRIPPAK; Diet C: a combination of Diet A and Diet C, 50 % each) and finds the optimum water quality parameters such as dissolved oxygen, pH, and temperature on the growth of the newly introduced Penaeus merguiensis larvae. The results show that two nominals of water salinities (28 and 32 ppt) with Diet A works well, supporting the growth from most Zoea to Postlarvae-1: Zoea-1 at 28 ppt with Diet A; Zoea-2 at 32 ppt with Diet A; Zoea-3 at 32 ppt with Diet A; Mysis-1 at 28 ppt with Diet A; Mysis-2 at 28 ppt with Diet C; Mysis-3 at 28 ppt with Diet A; Postlarva-1 at 28 ppt with Diet A. All shrimp prefers temperature ranging from 31-32.4 °C with dissolved oxygen of 4.9-5.74 ppm and pH 7.0-8.1. 
Amino Acid Absorption by Tiger Grouper Fish (Epinephelus fuscoguttatus) Larvae. (Absorbsi Asam Amino oleh Larva Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus)) Ambariyanto Ambariyanto; Ali Djunaedi; Nur Taufiq S.P.J.; Pribadi Rudhi; Pringgenies Delianis
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 18, No 4 (2013): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.314 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.18.4.186-192

Abstract

Ikan Kerapu merupakan salah satu ikan unggulan yang ditargetkan sebagai komoditi eksport Indonesia. Usaha budidayanya saat ini sangat terganggu dengan tingginya mortalitas pada stadia larva. Usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan obat seperti antibiotik yang ternyata tidak membuahkan hasil maksimal tetapi justru menimbulkan resistensi beberapa jenis bakteria. Salah satu aspek yang belum pernah dilihat dalam rangka mengatasi masalah ini adalah dengan mengusahakan percepatan pertumbuhan pada stadia larva sehingga akan lebih mampu menghindari dari beberapa penyebab mortalitas. Salah satu sumber energi yang terdapat dalam perairan namun dalam jumlah yang tidak besar adalah dissolved organic matter (DOM). Penelitian ini ditekankan untuk melihat kemampuan larva ikan Kerapu dalam memanfaatkan DOM (digunakan asam amino terlarut ;ATT) yang terdapat di air laut. Sebanyak 16 (enam belas) jenis asam amino yang terdiri dari tiga klas yakni neutral, basic, dan acidic digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan larva ikan Kerapu yang digunakan berumur 2 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva ikan Kerapu menyerap seluruh jenis asam amino baik neutral, basic, dan acidic. Namun jenis asam amino yang diserap adalah glutamat, histidin, lisin, serin, metionin, tritopan dan iso leusin. Sedangkan yang paling banyak diserap oleh larva ikan ini adalah lisin. Hal yang menarik dalam penelitian ini adalah terdapat beberapa jenis asam amino yang diduga justru dikeluarkan oleh larva ikan tersebut yakni glysin, alanin, tyrosin, valin, phenil alanin dan leusin. Penyerapan beberapa jenis asam amino ini diduga dimanfaatkan oleh larva ikan Kerapu dalam proses pertumbuhannya. Kata kunci : asam amino terlarut, larva, Kerapu Macan, Epinephelus fuscoguttatus   Kerapu (grouper fish) is known as an important and highly economic value fish and a good candidate for major export commodity for Indonesia. However, there is an important problem faced by its cultivation i.e. high mortality rate at larva stage. Many different efforts have been done to overcome this problem mainly by using drugs and antibiotics, which have caused another problem i.e. bacteria resitance. One aspect that has not been widely investigated is by increasing its growth rate so that the larvae will have the ability to avoid mortality, such as by utilising dissolved organic matter (DOM) which naturally occur in the environment. This research investigates the question whether Kerapu fish larvae have the ability to absorb DOM (in this case disolved free amino acids; DAA) as well as the preference and the rate of absorbsion. There were 16 species of DAA used in this experiment which consist of three classes i.e. neutral, basic, and acidic. Two days old larvae were used in the experimant. The results showed that Kerapu larvae absorbed all classes of amino acids, although not all amino acids given being absorbed but only glutamine, histidine, lysin, serine, triptophan, metionine and iso leusine. While the most absorbed amino acids was lysine. One interesting results showed that the larvae secrete several amino acids i.e. glysine, alanine, tyrosine, valine, phenil alanine and leusine. The absorbsion and secretion of amino acids were possibly related to its metabolic processes within the larvae in relation to growth processes. Keywords: dissolved free amino acids, DAA, larvae, Kerapu, Epinephelus fuscoguttatus
Effect of Salinities and Dietary Patterns toward Fullness of Gut and Gut Evacuation Time of the Newly Introduced Penaeus merguiensis Larvae Mostafa Imhmed Ighwerb; Johannes Hutabarat; Ervia Yudiati; Rudhi Pribadi; Widianignsih Widianingsih; Retno Hartati; Abidin Nur II; Arumning T. Fauziah; Jelita Rahma Hidayati
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 26, No 2 (2021): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.26.2.71-78

Abstract

The gut capacity of shrimp larvae is minimal, and their digestion is often challenged by the inevitable fact that they tend to develop slowly during the zoea stage. Many studies approved that the digestive capacity of shrimp larvae could be improved by increasing the retention time of food in the intestine. Gut evacuation time and fullness of the gut are crucial parameters in assessing the growth of shrimp larvae, and the diet as well as  environmental conditions indeed influence the activity of these parameters. Although many species of shrimps have a wide salinity tolerance, more specific research on salinity and its relation to the type of diet is necessary to find the optimum condition supporting the growth of shrimp larvae. By employing Penaeus merguiensis larvae, this study evaluates the effect of three nominal salinities (28, 32, and 36 ppt) and types of diets (Diet A: 100% live feed; Diet B: 100% FRIPPAK; Diet C: a combination of Diet A and Diet C, 50 % each) toward the fullness of gut and gut evacuation time of the newly introduced Penaeus merguiensis larvae culture. The result showed that the longest gut evacuation time and the highest percentage of gut's fullness were found in all Zoea reared with Diet A at salinity 28 and 32 ppt; Zoea-1 at 28 ppt with Diet A; Zoea-2 at 32 ppt with Diet A; Zoea-3 at 32 ppt with Diet A. Longer gut evacuation time would have an impact on the higher percentage of the fullness of gut. The higher fullness of the gut also indicates that the larvae have the best capacity to produce energy and achieve optimum growth.
Pemangsaan Propagul Mangrove Rhizophora sp. Sebagai Bukti Teori Dominance-Predation (Predation of Mangrove Propagule, Rhizophora sp. as Evidence of Dominance-Predation Theory) Rudhi Pribadi; Achmad Muhajir; Widianingsih Widianingsih; Retno Hartati
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 19, No 2 (2014): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.486 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.19.2.105-112

Abstract

Pemangsaan sering mentebabkan kegagalan propagul mangrove untuk tumbuh menjadi individu baru. Pemangsaan terjadi saat propagul masih bergantung pada pohon induk atau pra-penyebaran maupun setelah terlepas dan jatuh dari pohon induk atau paska-penyebaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemangsaan propagul Rhizophora mucronata Lamk., R. stylosa Griff. dan R. apiculata Blume di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Penelitian terdiri dari 3 tahap yaitu penelitian pendahuluan untuk mengetahui dominasi spesies, penelitian deskriptif pada pra-penyebaran tentang pemangsaan propagul pra-penyebaran dan penelitian eksperimental untuk mengetahui hubungan antara dominasi spesies dengan tingkat pemangsaan propagul paska-penyebaran. Tingkat pemangsaan propagul pra-penyebaran R. stylosa terbukti paling tinggi tingkat pemangsaannya yaitu 61,06% (kisaran 45,40-76,05%), disusul R. apiculata 58,18% (47,41-68,00%) dan terendah R. mucronata 11,88% (7,06-15,71%). Selama 18 hari pengamatan tingkat pemangsaan propagul R. stylosa paling rendah di stasiun yang didominasi R. stylosa (46,67%) dibandingkan di stasiun yang di dominasi R. apiculata (63,33%) maupun R. mucronata (83,33%). Pemangsaan propagul R. mucronata paling tinggi di stasiun yang didominasi R. mucronata (95%) dibandingkan di stasiun yang di dominasi R. apiculata (55%) maupun R. stylosa (45%). Pemangsaan propagul R. apiculata paling rendah di stasiun yang didominasi R. apiculata (50% ) dibandingkan di stasiun yang di dominasi R. stylosa (70%) maupun R. mucronata (73,33%). Hasil penelitian ini berhasil membuktikan teori dominance-predation pada spesies R. stylosa dan R. apiculata, namun tidak pada R. Mucronata. Kata kunci: pemangsaan, propagul, pra-penyebaran, paska-penyebaran, mangrove  Propagule predation on mangrove in some extent reduced its viability to grow into seedling. The predation could happened before (pre-dispersal) or after (post-dispersal) the propagule drop from the tree.The reasearch was conducted in Pasar Banggi, Rembang District, Central Java. The aim was to investigate the predation rate of Rhizophora mucronata Lamk., R. stylosa Griff. and R. apiculata Blume propagules pre-dispersal and post-dispersal. Firstly, preface experiment for find domination spesies in the location, Second, with applied descriptive-based survey sampling and field experiment methods. Than all propagules of five replication trees were harvested and checked for its condition on pre-dispersal step. The third, with post-dispersal study there were twenty propagules from each spesies and tied them with used nylon string and placed on the forest floor for 2 until 18 days and checked its condition every 2 days after placement. This study is also set for tested the Smith’s theory on propagule predation related to tree domination. Rhizophora stylosa propagule was  most predated before they fall (mean 61,06%, range 45,40-76,05%), followed by R. apiculata (mean 58,18%, range 47,41-68%) and the lowest isR. mucronata with mean 11,88% (range 7,06-15,71%). After 18 days of experiment in the field R. stylosa propagule in R. stylosa–dominated area was the lowest predated (mean 46,67%) compared to propagule in the area dominated by R. apiculata (63,33%) and also in R. mucronata area (83,33) Predated R. mucronata propagule is the highest in the R. mucronata dominated area (mean 95%) compared with R. apiculata dominated area (mean 55%) and also in R. stylosa dominated area (45%). Pradated of R. apiculata propagule is the lowest in the domination area of R. apiculata (50% ) compared with R. stylosa area domination with (mean 70%) also R. mucronata (73,33%). The result showed that the theory of dominance-predation can be proved only for R. stylosa and R. apiculata spesies, but not for R. mucronata spesies. Keywords : propagule, predation, pre-dispersal, post-dispersal, mangrove
Komunitas Ikan di Perairan Kawasan Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa, Jepara (Fish Community at Parang Waters of Karimunjawa Island) Rudhi Pribadi; Hadi Endrawati; Ibnu Pratikto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 18, No 1 (2013): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.319 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.18.1.45-53

Abstract

Kawasan mangrove merupakan salah satu habitat ikan yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ikan di kawasan perairan bervegetasi mangrove Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa. Pengambilan contoh ikan dilakukan dengan gillnet sedangkan juvenil ikan diambil menggunakan Bonggo net dengan menyisir kolom perairan secara horizontal menggunakan perahu selama 10-15 menit pada kecepatan ±2 knot pada waktu pagi hari. Sampel ikan diawetkan dengan formalin 10% dan di laboratorium diganti dengan alkohol 70% untuk pengawetan yang lebih lama selanjutnya diidentifikasi. Kepadatan populasi ikan dihitung per stasiun dari seluruh contoh yang diamati. Contoh air diambil menggunakan water sampler, dan beberapa parameter perairan (suhu udara, suhu air, kedalaman, kecerahan, pH, DO) diukur secara langsung. Penelitian ini menemukan 7 spesies juvenil ikan di perairan bervegetasi mangrove Pulau Parang, yaitu Apogon ceramensis, Sphaeramia orbicularis, Hypoatherina barnesi, Zenarchopterus dispar, Zenarchopterus gilli, Gerres argyreus, dan Lethrinus lentjan yang termasuk dalam 5 famili, yaitu Apogonidae, Atherinidae, Hemiramphidae, Gerreidae, dan Lethrinidae. Pada saat bulan Juni ditemukan lebih sedikit jenis ikan dan jumlah individu juvenil ikan dibandingkan sampling bulan September 2012. Lebih banyak juvenil ini dimungkinkan adanya rekruitmen di daerah mangrove tersebut. Selama penelitian paling sedikit ditemukan 28 jenis ikan di perairan Pulau Parang yang terdiri dari 15 famili. Terdapat banyak perbedaan individu pada lokasi yang sama yaitu stasiun Batu Merah pada dua kali sampling. Hal ini menandakan daerah tersebut sebagai tempat mencari makan bagi ikan. Kata kunci:  ikan, mangrove, Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa   Mangrove ecosystem is recognised as essential habitat for many species of fishes. The study was aimed to identify community structure of mangrove fishes of Parang Island, Karimunjawa Islands. Adult fish was trapped using gillnet, while its juvenile collected using a larva-net tow horizontally by small boat for 10-15 minutes of 2knot speed along the mangrove waters in the morning. Sample was initially preserved in 10% formaldehyde then in 70% alcohol prior to further identification. Fish abundance was estimated on each station, and ambient parameter (water and air temperature, water depth, clarity, pH and DO) was measured insitu. The result shown that at least 7 species of fishes were found in Parang Island i.e.: Apogon ceramensis, Sphaeramia orbicularis, Hypoatherina barnesi, Zenarchopterus dispar, Zenarchopterus gilli, Gerres argyreus, and Lethrinus lentjan which taxonomically belongs to 5 families i.e.; Apogonidae, Atherinidae, Hemiramphidae, Gerreidae, and Lethrinidae. Less species was found in June rather in September sampling period, which possibly indicating of fish recruitmen on that mangrove ecosystem. In total 28 fish species of 15 families were found across all study sites in Parang Island and its surrounding waters. Species diversity among different sampling time, such as in Batu Merah Station, was also varied which possibly indicating that the site is feeding ground for many species in the area. Keywords: fish, mangrove, Parang Island, Karimunjawa Islands
Kajian Perubahan Luasan untuk Prediksi Simpanan Karbon Ekosistem Mangrove di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes Faishal Widiaputra Nugraha; Rudhi Pribadi; Anindya Wirasatriya
Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 2 (2020): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v9i2.30039

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki potensi besar dalam penyerapan CO2 dari atmosfer. Jumlah kadar CO2 yang tersimpan pada ekosistem mangrove semakin berkurang seiring menyusutnya luasan ekosistem mangrove tersebut. Ekosistem mangrove Kabupaten Brebes diduga telah mengalami perubahan luasan sehingga berpengaruh terhadap jumlah CO2 yang terserap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan luasan dan prediksi simpanan karbon ekosistem mangrove di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019 dengan menggunakan metode deskriptif. Citra yang digunakan adalah citra satelit Landsat tahun 1996, 2000, 2007, 2010, 2015, dan 2019. Pengolahan citra dilakukan dengan bantuan software Er Mapper 7.0 dan Arcmap 10.4.1. Tahapan identifikasi mangrove menggunakan komposit band RGB 564, kemudian dilakukan pemisahan obyek mangrove dan non mangrove dengan menggunakan metode unsupervised classification. Metode analisis kerapatan mangrove yang digunakan adalah algoritma NDVI. Perhitungan nilai kandungan biomassa berdasarkan rumus allometrik tiap spesies. Perubahan luasan ekosistem mangrove di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes tahun 1996 - 2019 berturut-turut adalah 51,84 ha, 114,30 ha, 43,29 ha, 163,62 ha, 286,38 ha dan 475,65 ha. Sedangkan prediksi nilai simpanan karbon total adalah ± 689,57 ton, ± 1474,18 ton, ± 541,07 ton, ± 2612,17 ton, ± 4324,36 ton, dan ± 6778,30 ton. Nilai simpanan karbon total pada ekosistem mangrove di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes meningkat seiring dengan bertambahnya luasan ekosistem mangrove tersebut.  Mangrove ecosystems have great potential in absorbing CO2 from the atmosphere. The amount of CO2 stored in the mangrove ecosystem decreases as the area of the mangrove ecosystem shrinks. The mangrove ecosystem area of Brebes Regency was justified decreased as well as the CO2 absorption. This study aims to determine changes in the extent and predictions of carbon stock of mangrove ecosystems in Kaliwlingi village, Brebes Regency. This research was conducted in May 2019 using descriptive methods. The imagery used was Landsat satellite imagery in 1996, 2000, 2007, 2010, 2015 and 2019. Image processing was carried out with the help of Er Mapper 7.0 and Arcmap 10.4.1 software. The stages of mangrove identification using the RGB 564 composite band, then the separation of mangrove and non-mangrove objects was carried out using the unsupervised classification method. The mangrove density analysis method used was the NDVI algorithm. Calculation of biomass value based on the allometric formula for each species. Changes in the extent of mangrove ecosystems in Kaliwlingi village, Brebes Regency in 1996 - 2019 were 51.84 ha, 114.30 ha, 43.29 ha, 163.62 ha, 286.38 ha and 475.65 ha, respectively. While the predicted values of total carbon stock were ± 689,57 ton, ± 1474,18 ton, ± 541,07 ton, ± 2612,17 ton, ± 4324,36 ton, dan ± 6778,30 ton. The values of total carbon stock in the mangrove ecosystem in Kaliwlingi village, Brebes Regency was increased along with the expansion of the mangrove ecosystem.
Komposisi dan Tutupan Kanopi Mangrove di Kawasan Ujung Piring Kabupaten Jepara Muhamad Rizky Mauludin; Ria Azizah; Rudhi Pribadi; Suryono Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 1 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.033 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i1.19039

Abstract

Mangrove yang ada di Kawasan Ujung Piring berada di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, merupakan salah satu kawasan hutan mangrove yang berada di Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persentase tutupan kanopi mangrove di Kawasan Ujung Piring Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan lokasi menggunakan purposive sampling sedangkan metode penutupan mangrove menggunakan Hemispherical Photography yang merupakan suatu metode fotografi yang digunakan untuk menghitung luasan tutupan kanopi menggunakan kamera dari bawah kanopi pohon. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2017, lokasi penelitian berada di dalam Kawasan Ujung Piring di Desa Jambu Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Terdapat 3 lokasi yaitu Jambu (JBU), Blebak (BLB), dan Sekuro (SKU) yang terdiri dari 8 stasiun. Hasil dari penelitian ini Komposisi mangrove di Kawasan Ujung Piring Kabupaten Jepara ditemukan 23 Spesies di dalam dan diluar transek dan tutupan kanopi berkisar58,15 ± 7,75% - 80,41 ± 4,25 % dengan tutupan kanopi tertinggi terdapat di JBU 01 dengan status padat dengan tutupan 80,41 ± 4,25 % dan persentase terendah pada BLB 02 dengan tutupan 58,15 ± 7,75% dengan status sedang. Dari 8 stasiun, persentase tutupan yang berstatus sedang lebih mendominasi dibandingkan status yang lain. Mangrove in Ujung Piring area located in Jambu Village, Mlonggo Sub-district of Jepara Regency, is one of the mangrove forest area located in the North Coast of Java Island. The purpose of this research is to analyze the percentage of mangrove canopy area in Ujung Piring area of Jepara regency. The method used in this research is descriptive method. Determination of location using purposive sampling while mangrove canopy are was using Hemispherical Photography method which is aimed to calculate the area of canopy area using camera from under canopy of tree. This research was conducted in January – February 2017, the research location is inside Ujung Piring Area in Jambu Village Mlonggo Sub-district, Jepara Regency. There are 3 locations namely Jambu (JBU), Blebak (BLB), and Sekuro (SKU) consisting of 8 stations. Result of this research Mangrove composition in Ujung Piring area Jepara regency found 23 species inside and outside transect and canopy range of 58,15 ± 7,75% - 80,41 ± 4,25 % with the highest canopy cover found on JBU 01 with solid status with 80,41 ± 4,25% cover and the lowest percentage in the BLB 02 with a cover of 58,15 ± 7,75% with medium status. Of the 8 stations, the percentage of cover that status is more dominant than other status.
Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Vita Fitriana Mayasari; Rudhi Pribadi; Nirwani Soenardjo
Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 1 (2021): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v10i1.31359

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki fungsi fisik, ekologi, dan ekonomi bagi manusia. Pemanfaatan mangrove yang tidak konservatif dapat menimbulkan kerusakan mangrove dan abrasi. Pemulihan ekosistem mangrove dengan rehabilitasi dan konservasi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Peningkatan pendapatan masyarakat ini mendorong diperlukannya perhitungan valuasi ekonomi terhadap ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui total use value dan non use value ekosistem mangrove di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk menghimpun data monografi terkait ekosistem mangrove dan metode eksploratif untuk penentuan use value dan non use value ekosistem mangrove. Responden penelitian adalah 30 orang terdiri dari 29 masyarakat dan 1 orang perangkat desa yang berkaitan dengan keberadaan ekosistem mangrove secara langsung dan tidak langsung. Penelitian dilakukan pada Bulan September – Desember 2017. Hasil penelitian menunjukan nilai total ekonomi ekosistem mangrove di Desa Timbulsloko adalah Rp 164.897.377,1/ha/tahun atau Rp 12.703.693.939/ tahun dengan luasan ekosistem mangrove 77,04 ha. Nilai tersebut terdiri dari total use value dan non use value dari sektor perikanan dan kelautan yang terkait dengan ekosistem mangrove. Use value sebesar Rp 11.095.403.189/tahun atau Rp 144.021.329/ha/tahun. Use value meliputi nilai guna langsung, nilai guna tidak langsung, dan nilai pilihan. Sedangkan non use value sebesar Rp 1.608.290.750/tahun atau Rp 20.876.048,16/ha/tahun. Non use value meliputi nilai keberadaan dan nilai warisan.   Mangrove ecosystem has physical, ecological and economical functions for humans. Non conservative use of mangrove can cause mangrove damage and abrasion. Restoration of mangrove ecosystems with rehabilitation and conservation can increase community income. The increasing of community income can cause the need of economic valuation calculations for the mangrove ecosystem. The purpose of this study was to determine the total of use value and non-use value of the mangrove ecosystem in Timbulsloko Village, Sayung District, Demak Regency. The method used in this study was a descriptive method to collect monograph data related to mangrove ecosystems and an exploratory method for determining use value and non-use value of the mangrove ecosystem. The research respondents were 30 residents consisting of 29 communities and 1 village officer who were directly and indirectly related to the existence of the mangrove ecosystem. This researched was conducted in September – December 2017. The result showed that the total economic value of the mangrove ecosystem in Timbulsloko Village was Rp. 164,897,377.1 / ha / year or Rp. 12,703,693,939 / year in 77.04ha of mangrove ecosystem area range. This value consists of the total use value and non-use value from the fisheries and marine sector which associated with the mangrove ecosystem. The use value of IDR 11,095,403,189 / year or IDR 144,021,329 / ha / year. The use values include direct use value, indirect use value, and option value. Meanwhile, the non-use value is IDR 1,608,290,750 / year or IDR 20,876,048.16 / ha / year. The non-use values include existence value and bequest value.  
Co-Authors Abdul Rohman Zaky Abdul Rohman Zaky Abidin Nur II Achmad Muhajir Adi Santoso Adi Santoso Aditya Gandhi Pratama Aditya Gandhi Pratama Aditya Sukma Bahari Afirman Karyono Agus Indarjo Agus Sabdono Agus Trianto Agus, Elsa Lusia Ahmad Ziddan Dhiya Ulhaq Ain, Rahmayani Kurnia Aini, Firly Nur Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ambariyanto Ambariyanto Amin Yunita Nur Annisa Amrullah Rosadi Andreas Ricky Hermawan Anindya Wirasatriya Annisa, Amin Yunita Nur Aris Ismanto Arumning T. Fauziah Ashari, Adi Aulia, Zahra Safira Aurora Hanifa Azis Nur Bambang Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baskoro Rochaddi Bima Agung Saputra Bintang Septiarani Cahyadi Adhe Kurniawan Cahyadi Adhe Kurniawan Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adi Suryono Christy, Yonanda Alodea Clara Azalia Belinda Delianis Pringgenies Denny Nugroho Sugianto Desyandri Desyandri Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi, Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Diah Permata Wijayanti Dwi Haryanti Eldita Amalia Elsa Lusia Agus Endang Supriyantini Ervia Yudiati Faishal Widiaputra Nugraha Fajri Fajri Fajri Fajri Frans Alexander Nainggolan Frans Alexander Nainggolan Ganis Riyan Efendi Ghea Ken Joandani Joandani Hadi Endrawati Hanik Rahmawati, Hanik Hermin Pancasakti Kusumaningrum Heryoso Setiyono Himawan Arif Sutanto Huda, Abiyani Choirul Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ilham Kuncahyo Ilham Kuncahyo, Ilham Imam Mishbach Indradi Setiyanto Irawan Saputro Irawan Waluyo Jati Irfan Fuady Irma Kusumadewi Irwani Irwani Ita Riniatsih Ita Widowati Itsna Yuni H IW Eka Dharmawan Janson Hans Pietersz Jelita Rahma Hidayati Jihadi, Muhammad Shulhan Joandani, Ghea Ken Joandani Johannes Hutabarat Käll, Sofia Kharis Setiawan Kiuk, Yosni Kresnasari, Dewi Kukuh Eko Prihantoko Lilik Maslukah Lita Tyesta Addy Listya Wardhani Lovensia Zukruff Albasit M. Amanun Tharieq Mada Triandala Sibero Maharani, Galung Dhiva Mardliyah, Riani Max Rudolf Muskananfola Michael Abbey Mirsa Septiana Mutik Mohamad Bangkit Gunung Surya Samudra Mostafa Imhmed Ighwerb Muhamad Irfan Cahyo Putro Muhamad Rizky Mauludin Muhammad Abdul Chafid Muhammad Abdul Chafid Muhammad Faisal Rachmansyah Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muksin Purnama Mutiara Mega Septiningtyas Naitkakin, Egidius Ni’amillah Ni’amillah Niharul Annas Ningrum, Marsella Ivon Citra Nirwani Nirwani Nirwani Soenardjo Ni’amillah Ni’amillah Nugroho Agus D Nur Cahyo Widianto Nur Taufiq S.P.J. Petrus Subardjo Pitaloka, Maria Dyah Ayu Pramudya, Herning Purnama, Muksin Putri Novianingrum, Milka Putriningtias, Andika Putro, Muhamad Irfan Cahyo Raden Ario Radich Arief Nugroho Rahadiya, Ardaffa Firdausy Rahmayani Kurnia Ain Reny Yesiana Retno Hartati Retno Murwani Retno W. Astuti Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Riani Mardliyah Rini Pramesti Rizkiyani, Hasna Moraina Rosadi, Amrullah Santri, Bellatris Saputra, Bima Agung Satrioajie, Widhya Nugroho Setyani, Wilis Ari Sitanggang, Wanri Soares, Daniel Candido Da Costa Sri Redjeki Sri Redjeki Subagiyo Subagiyo Sugeng Widada Suryono Suryono Susanto, AB. Suyadi Suyadi Tarida Tarida Tarida, Tarida Tony Hadibarata, Tony Vita Fitriana Mayasari Wiarta, Rinto Wibowo, Krisna Prasetyo Widianingsih Widianingsih Widianto, Nur Cahyo Wilis Ari Setyani Wilis Ari Setyati Windy Indra Ardiansyah Windy Indra Ardiansyah Wiwid Andriyani Lestariningsih Yasser Ahmed Yaya Ihya Ulumuddin Yaya Ihya Ulumuddin Yesaya Putra Pamungkas Yonanda Alodea Christy