Rudhi Pribadi
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jl. H. Prof. Sudarto, SH, Tembalang Semarang, Indonesia. 50275.

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendugaan Simpanan Karbon pada Tegakan dan Substrat Mangrove Dengan Metode Non Destruktif di Desa Betahwalang, Kabupaten Demak Hasna Moraina Rizkiyani; Rudhi Pribadi; Raden Ario; Janson Hans Pietersz; Reinhardus Pentury
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.27904

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan yang memiliki peranan yang penting baik secara fisik, ekonomi, dan ekologi. Salah satu fungsi ekologinya adalah penyimpanan karbon. Mangrove yang dikategorikan sebagai ekosistem lahan basah yang dapat menyimpan karbon 800 – 1.200 ton/ha. Penelitian tentang estimasi simpanan karbon ini sangat diperlukan untuk menunjang perbaikan iklim dunia yang saat ini dilanda pemanasan global. Pengambilan sampel dilakukan bulan Maret – April 2019. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dan eksploratif yang dilakukan pada empat stasiun dengan kondisi mangrove yang berbeda-beda. Setiap stasiun penelitian dibagi menjadi tiga plot untuk menghitung nilai biomassa tegakan menggunakan rumus allometrik dalam mengestimasi simpanan karbon pada tegakan. Kemudian data karbon substrat didapat dari masing-masing plot kemudian dilakukan analisis kandungan bahan organik pada substrat dengan metode LOI (Loss on Ignition). Berdasakan hasil penelitian di Desa Betahwalang didapatkan nilai simpanan karbon pada tegakan vegetasi mangrove sebesar 1.684,24 ton/ha dan nilai simpanan karbon substrat mangrove sebesar 96,26 ton/ha.Mangrove is a plant that has an important role in both physical, economic, and ecology. One of its ecological functions is carbon stocks. Mangrove are categozed as wetland ecosystems that can store carbon 800 – 1.200 tons/ha. The research on estimation of carbon stocks is indipensable to support the world climate improvement while being hit by global warming. The sampling was conducted in March – April 2019. The data retrival method used is purposive sampling, at four stations with different mangrove conditions. Each research station is divides into three plots to calculate stands biomass values using an allometric formula in estimating carbon stocks in stands. Then carbon substrate data was obtained from the sediment of each plot and then an analysis of the content of organic matter was carried out on the substrates with LOI (Loss in Ignition) method. Base on the results of the study found the value of carbon stocks in the mangrove vegetation stands of 1.684,26 ton/ha and the value of mangrove substarte carbon stocks of 96,26 ton/ha.
Komposisi dan Tutupan Kanopi Mangrove Di Desa Wolowa Kabupaten Buton Krisna Prasetyo Wibowo; Rudhi Pribadi; AB. Susanto
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.43306

Abstract

Mangrove yang terdapat pada kawasan pesisir Desa Wolowa merupakan salah satu kawasan hutan mangrove yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Kurangnya data pada lokasi penelitian menjadi alasan dilakukannya penelitian pada lokasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi mangrove beserta komponen-komponen yang terdapat didalamnya. Selain itu, penelitian ini digunakan untuk menganalisis persentase tutupan kanopi mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan lokasinya menggunakan metode porposive sampling dan untuk menganalisis tutupan kanopinya menggunakan metode Hemispherical photography. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Juli 2023. Penelitian ini dilakukan pada tiga stasiun berbeda, dengan masing-masing stasiunnya terdiri dari tiga plot penelitian. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya 5 spesies mangrove. Untuk nilai persentase tutupan kanopi mangrove berkisar antara 50,15% - 75-51%. Persentase tutupan dengan kategori sedang merupakan kategori paling mendominasi pada lokasi penelitian  Mangroves in the coastal area of Wolowa Village are one of the mangrove forest areas on Buton Island, Southeast Sulawesi. The lack of data at the research location is the reason for conducting research at that location. The purpose of this study was to determine the diversity of mangrove vegetation and the components contained therein. In addition, this study was used to analyze the percentage of mangrove canopy cover. The method used in this research is descriptive method. Determination of its location using porposive sampling method and to analyze its canopy cover using Hemispherical photography method. This research was conducted in March - July 2023. This research was conducted at three different stations, with each station consisting of three research plots. The results of this study were found 5 mangrove species. For the percentage value of mangrove canopy cover ranged from 50.15% - 75-51%. The percentage of cover in the medium category is the most dominating category in the research location.
Analisis Perubahan Luasan Mangrove Tahun 2017-2023 Menggunakan Citra Satelit Sentinel-2 Di Desa Lontar, Kabupaten Serang, Banten Atika Siti Nuraisyah; Rudhi Pribadi; Wilis Ari Setyati
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.45917

Abstract

Ekosistem mangrove di Indonesia dapat ditemukan di pesisirIndonesia yang memiliki arus dan gelombang yang tidak kencang. Perubahan luasan hutan mangrove di Indonesia terus terjadi tiap tahunnya. Perubahan luasan hutan mangrove disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan iklim, kegiatan rehabilitasi, bencana alam, dan aktivitas antropogenik. Permasalahan degradasi telah menjadi isu tiap tahunnya sehingga dibutuhkan monitoring yang rutin dilakukan untuk mengetahui perubahan dan mempersiapkan penanganan lebih lanjut. Dalam penelitian ini dilakukan pemantauan menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan melakukan analisis spasial untuk mengetahui perubahan luasan hutan mangrove di Desa Lontar dalam periode tahun 2017-2023 dengan menggunakan citra sentinel 2. Data satelit diolah dengan Software ArcGIS, QGIS, dan Google Earth Pro. Identifikasi wilayah mangrove dilakukan dengan komposit RGB 8, 11, dan 4 kemudian pemisahan objek mangrove dan non-mangrove menggunakan metode klasifikasi terbimbing. Tahap selanjutnya dilakukan analisis kerapatan dengan formula Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Hasil penelitian menunjukkan wilayah mangrove Desa Lontar mengalami perubahan luasan dalam periode 3 tahun (2017-2020) sebesar 16,79 hektar dan pada periode 3 tahun (2020-2023) sebesar 7,25 hektar dengan laju perubahan dalam periode 3 tahun (2017-2020) sebesar 65,86% dan pada tahun (2020-2023) sebesar 17,14%. Secara umum, luas mangrove di Desa Lontar mengalami peningkatan atau penambahan luasan mangrove.The mangrove ecosystem in Indonesia can be found along the coasts that have calm currents and waves. The extent of mangrove forests in Indonesia changes continuously. These changes caused by several factors, such as climate change, rehabilitation activities, natural disasters, and anthropogenic activities. This degradation issue has become a significant concern, as it is estimated that the extent of mangrove areas changes annually. Therefore, regular monitoring is required to understand these changes and prepare further management actions. In this study utilized remote sensing technology and spatial analysis to monitor and identify changes in the extent of mangrove forests in Lontar village from 2017 to 2023 using Sentinel-2 imagery. The satellite data was processed using ArcGIS, QGIS, and Google Earth Pro software. The identification of mangrove areas was performed using RGB composite 8, 11, and 4, followed by separating mangrove and non-mangrove objects using the supervised classification method. The next step was to perform density analysis using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) formula. The results showed that the mangrove area in Lontar village experienced changes in extent over a three-year period (2017-2020) by 16.79 hectares and over the next three-year period (2020-2023) by 7.25 hectares, with a rate of change in the three-year period (2017-2020) of 65.86% and in the period (2020-2023) of 17.14%. Overall, the mangrove changes in Lontar village showed an increase or expansion in the mangrove area.
Inventarisasi dan Analisis Keanekaragaman Moluska Kelas Gastropoda dan Bivalvia di Habitat Mangrove Karimunjawa Marsella Ivon Citra Ningrum; Sri Redjeki; Rudhi Pribadi; Elsa Lusia Agus
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.38803

Abstract

Kondisi ekosistem mangrove di Karimunjawa yang masih alami mempengaruhi kondisi komoditas dan kelimpahan biota yang ada pada ekosistem tersebut, sehingga diperlukan penelitian yang dapat memberikan informasi dan data mengenai kondisi ekosistem tersebut untuk memantau kondisinya secara berkala. Salah satu cara yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan Gastropoda dan Bivalvia sebagai bioindikator kondisi mangrove yang ada di lokasi tersebut.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan kelimpahan Gastropoda dan Bivalvia yang berasosiasi pada ekosistem mangrove di Kepulauan Karimunjawa. Pengambilan sampel Gastropoda dan Bivalvia dilakukan pada masing-masing transek yang berukuran 1x1 m dalam plot transek 10x10 m yang telah dibuat. Total kedua stasiun ditemukan 14 spesies dari Gastropoda dan 8 spesies dari Bivalvia. Spesies paling melimpah dari Gastropoda adalah Telescopium telescopium sebanyak 52 ind/m2, sedangkan dari Bivalvia adalah Geloina expansa sebanyak 17 ind/m2. Nilai keanekaragaman Gastropoda dan Bivalvia pada kedua stasiun tergolong sedang, yaitu Stasiun I Nyamplungan sebesar 2.019 dan Stasiun II Jati Kerep sebesar 2.259. Nilai Indeks Keseragaman pada kedua stasiun tergolong tinggi, yaitu Stasiun I Nyamplungan sebesar 0,860 dan Stasiun II Jati Kerep sebesar 0,982.  Nilai Indeks Dominansi yang diperoleh pada kedua stasiun menunjukan tidak adanya dominansi, dengan hasil 0,146 pada Stasiun I Nyamplungan dan 0,126 pada Stasiun II Jati Kerep. Terdapat hubungan positif antara kerapatan mangrove dan kelimpahan Gastropoda dan Bivalvia, yang artinya keduanya saling mempengaruhi.  The pristine condition of the mangrove ecosystem in Karimunjawa influences the condition of commodities and the abundance of biota in the ecosystem, so research is needed to provide information and data regarding the condition of the ecosystem to monitor its condition periodically. One way that can be done is to use Gastropods and Bivalves as bioindicators of the condition of the mangroves at that location. This research aims to determine the types and abundance of Gastropods and Bivalves associated with the mangrove ecosystem in the Karimunjawa Islands. Gastropod and Bivalvia sampling were carried out on each transect measuring 1x1 m in the 10x10 m transect plot that had been created. At both stations, 14 gastropod species and eight Bivalves were found. The most abundant species of Gastropods is Telescopium telescopium at 52 ind/m2, while from Bivalvia, it is Geloina expansa at 17 ind/m2. The diversity value of Gastropods and Bivalves at both stations is moderate: Nyamplungan Station I is 2,019, and Jati Kerep Station II is 2,259. The Uniformity Index value at both stations is relatively high: Station I Nyamplungan at 0.860 and Station II Jati Kerep at 0.982. The Dominance Index value obtained at both stations shows no dominance, with a result of 0.146 at Station I Nyamplungan and 0.126 at Station II Jati Kerep. There is a positive relationship between mangrove density and the abundance of Gastropods and Bivalves, which means they both influence each other
Co-Authors Abdul Rohman Zaky Abdul Rohman Zaky Abidin Nur II Achmad Muhajir Adi Ashari Adi Santoso Adi Santoso Aditya Gandhi Pratama Aditya Gandhi Pratama Aditya Sukma Bahari Afirman Karyono Agus Indarjo Agus Sabdono Agus Trianto Agus, Elsa Lusia Ahmad Ziddan Dhiya Ulhaq Ain, Rahmayani Kurnia Aini, Firly Nur Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ambariyanto Ambariyanto Amin Yunita Nur Annisa Amrullah Rosadi Andreas Ricky Hermawan Anindya Wirasatriya Annisa, Amin Yunita Nur Antonius Budi Susanto Aris Ismanto Arumning T. Fauziah Ashari, Adi Atika Siti Nuraisyah Aulia, Zahra Safira Aurora Hanifa Azis Nur Bambang Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baskoro Rochaddi Bellatris Santri Bima Agung Saputra Bintang Septiarani Cahyadi Adhe Kurniawan Cahyadi Adhe Kurniawan Candy Helena Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adi Suryono Christy, Yonanda Alodea Clara Azalia Belinda Delianis Pringgenies Denny Nugroho Sugianto Desyandri Desyandri Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi, Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Diah Permata Wijayanti Dwi Haryanti Eldita Amalia Elsa Lusia Agus Elsa Lusia Agus Endang Supriyantini Ervia Yudiati Fadila Wahyu Putri Arimbi Fahmi Ari Zuhdi Faishal Widiaputra Nugraha Fajri Fajri Fajri Fajri Frans Alexander Nainggolan Frans Alexander Nainggolan Ganis Riyan Efendi Ghea Ken Joandani Joandani Hadi Endrawati Hanik Rahmawati Hanik Rahmawati, Hanik Hasna Moraina Rizkiyani Hermin Pancasakti Kusumaningrum Heryoso Setiyono Himawan Arif Sutanto Huda, Abiyani Choirul Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ilham Kuncahyo Ilham Kuncahyo, Ilham Imam Mishbach Indradi Setiyanto Irawan Saputro Irawan Waluyo Jati Irfan Fuady Irma Kusumadewi Irwani Irwani Ita Riniatsih Ita Widowati Itsna Yuni H IW Eka Dharmawan Janson Hans Pietersz Jelita Rahma Hidayati Jihadi, Muhammad Shulhan Joandani, Ghea Ken Joandani Johannes Hutabarat Käll, Sofia Kharis Setiawan Kiuk, Yosni Kresnasari, Dewi Krisna Prasetyo Wibowo Kukuh Eko Prihantoko Lilik Maslukah Lita Tyesta Addy Listya Wardhani Lovensia Zukruff Albasit M. Amanun Tharieq Mada Triandala Sibero Maharani, Galung Dhiva Mardliyah, Riani Marsella Ivon Citra Ningrum Max Rudolf Muskananfola Michael Abbey Mirsa Septiana Mutik Mohamad Bangkit Gunung Surya Samudra Mostafa Imhmed Ighwerb Muhamad Irfan Cahyo Putro Muhamad Rizky Mauludin Muhammad Abdul Chafid Muhammad Abdul Chafid Muhammad Faisal Rachmansyah Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muksin Purnama Mutiara Mega Septiningtyas Naitkakin, Egidius Ni’amillah Ni’amillah Niharul Annas Ningrum, Marsella Ivon Citra Nirwani Nirwani Nirwani Soenardjo Ni’amillah Ni’amillah Nugroho Agus D Nur Cahyo Widianto Nur Taufiq S.P.J. Petrus Subardjo Pitaloka, Maria Dyah Ayu Pramudya, Herning Purnama, Muksin Putri Novianingrum, Milka Putriningtias, Andika Putro, Muhamad Irfan Cahyo Raden Ario Radich Arief Nugroho Rahadiya, Ardaffa Firdausy Rahmayani Kurnia Ain Reny Yesiana Retno Hartati Retno Murwani Retno W. Astuti Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Riani Mardliyah Rini Pramesti Rizkiyani, Hasna Moraina Rosadi, Amrullah Santri, Bellatris Saputra, Bima Agung Satrioajie, Widhya Nugroho Setyani, Wilis Ari Sitanggang, Wanri Soares, Daniel Candido Da Costa Sri Redjeki Sri Redjeki Subagiyo Subagiyo Sugeng Widada Suryono Suryono Susanto, AB. Suyadi Suyadi Tarida Tarida Tarida, Tarida Tony Hadibarata, Tony Vita Fitriana Mayasari Wiarta, Rinto Wibowo, Krisna Prasetyo Widianingsih Widianingsih Widianto, Nur Cahyo Wilis Ari Setyani Wilis Ari Setyati Windy Indra Ardiansyah Windy Indra Ardiansyah Wiwid Andriyani Lestariningsih Yasser Ahmed Yaya Ihya Ulumuddin Yaya Ihya Ulumuddin Yesaya Putra Pamungkas Yonanda Alodea Christy