Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EVALUASI SOP PENANGANAN BARANG BERBAHAYA PADA GREEN TERMINAL CONTAINER TELUK LAMONG SURABAYA TAHUN 2023 Wynd Rizaldy; Lis Lesmini; Abdullah Ade Suryobuwono
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 4 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 4th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan, merancang dan menjaga keselamatan terkait dengan rantai pasokan logistik barang berbahaya dari pembuatan hingga pemuatan di kapal di Terminal peti kemas dan pelabuhan. Penelitian ini berlatar belakang adanya accident yang terjadi pada Terminal kontainer di Pelabuhan internasional Beirut, dan Tianjin, serta adanya hasil Logistik Performance Index Indonesia 2023 yang anjlok dari rangking 42 ke 64 sehinga Penulis dan tim berisinisiatif untuk  meninjau Prosedur Operasi standar penanganan barang berbahaya yang dapat mempengaruhi keselamatan di terminal peti kemas atau Pelabuhan dan secara spesifik pada Green Terminal Container Teluk Lamong, juga untuk memperbaiki kelemahan prosedur dan operasional sekaligus menerapkan Peraturan Nasional Peraturan Menteri nomor 16 tahun 2021 tentang pengelolaan penanganan barang berbahaya di pelabuhan dan Peraturan Kode International Maritime Dangerous Goods edisi 40- 20. Metode penulisan ini bersifat deskriptif-eksploratif dengan menggunakan sumber data kualitatif dan kuantitatif dari terminal peti kemas atau pelabuhan laut yang bersangkutan serta referensi literatur yang kemudian data tersebut akan dianalisis dan diolah dengan metode Business Process Improvement. Hasil tulisan ini mendorong pihak yang berkepentingan untuk menyesuaikan Standard Operating Procedure yang telah ada bila terdapat hal-hal baru dan baik untuk direkomendasikan dan diterapkan , sekaligus menjadi pilot project ke terminal peti kemas dan pelabuhan lainnya di Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh hasil dua dari dua puluh tujuh  proses bisnis mengalami perubahan yang signifikan dari segi waktu , sumber daya dan faktor keselamatan lingkungan. Kata kunci: Standard Operating Procedure; Barang berbahaya ; Peraturan Nasional; Perbaikan Proses Bisnis
OPTIMALISASI PROSES PRODUK HALAL DALAM LOGISTIK DI INDONESIA: TANTANGAN, SOLUSI KONTAMINASI, BIAYA SERTIFIKASI, DAN SOSIALISASI Wynd Rizaldy; Prasadja Ricardianto; Siti Aniisah Sholihah; Bagus Sumargo; Rizki Eri Utomo
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan utama dalam implementasi Proses Produk Halal (PPH) pada sektor logistik di Indonesia, dengan fokus pada risiko kontaminasi, biaya sertifikasi yang tinggi, dan kurangnya sosialisasi logistik halal. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan memberikan solusi guna mengoptimalkan penerapan PPH pada pengiriman kargo udara. Metode yang digunakan meliputi analisis terhadap lima faktor risiko utama pada kontaminasi, biaya sertifikasi yang masih tinggi dan sosialisasi yang masih kurang. Kelima faktor tersebut terkait dengan prosedur penanganan yang tidak konsisten, penyimpanan bersama produk halal dan non-halal, keterbatasan pelatihan logistik halal, celah regulasi dan pengawasan, serta integritas kemasan selama transit. Temuan menunjukkan bahwa prosedur sertifikasi yang panjang, beban biaya yang tinggi terutama bagi perusahaan logistik berskala kecil, serta kurangnya infrastruktur khusus menjadi penghambat utama. Solusi yang ditawarkan mencakup penyederhanaan proses sertifikasi melalui digitalisasi, peningkatan pelatihan, subsidi bagi perusahaan logistik tersebut, serta kampanye edukasi nasional. Optimalisasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kontaminasi dan biaya sertifikasi, serta meningkatkan kesadaran logistik halal di Indonesia.
Pemberdayaan Pelaku Usaha Jasa Distribusi Melalui Sertifikasi Logistik Halal Dengan Sistem Pelacakan Halal Berbasis Block Chain Sita Aniisah Sholihah; Wynd Rizaldy; Librita Arifiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (April- Juni 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v4i2.2204

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki tantangan nyata dalam implementasi regulasi Jaminan Produk Halal (JPH) di sektor logistik. Sebanyak 82,5% dari sekitar 3.500 perusahaan logistik di Indonesia belum memiliki sertifikasi halal, padahal kewajiban JPH berlaku menyeluruh berdasarkan UU No. 33 Tahun 2014 dan PP No. 39 Tahun 2021. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha jasa distribusi yang tergabung dalam Asosiasi Halal Logistik Indonesia (AHLI) melalui tiga intervensi terintegrasi: pelatihan manajemen sertifikasi halal, penyuluhan standar operasional logistik halal, dan penerapan sistem pelacakan halal berbasis kode QR. Efektivitas program diukur menggunakan metode Normalized Gain (N-Gain). Hasil menunjukkan nilai Pre-Test rata-rata 71,11 dan Post-Test rata-rata 89,44. N-Gain aspek produksi (SOP dan pelacakan) sebesar 63 (cukup efektif) dan N-Gain aspek manajemen (prinsip dan sertifikasi halal) sebesar 73 (cukup efektif). Seluruh peserta (100%) memperoleh kompetensi sebagai Penyelia Halal. Luaran program mencakup modul pelatihan, draf SOP logistik halal, dan prototipe sistem pelacakan berbasis QR. Program ini membuktikan bahwa intervensi holistik yang menyentuh aspek manajerial, operasional, dan teknologi secara simultan efektif mempercepat kesiapan sertifikasi halal pada usaha jasa distribusi berskala kecil-menengah.
Accelerating Halal Logistics Certification in Indonesia: A System Dynamics Approach Wynd Rizaldy; Prasadja Ricardianto; Sita Aniisah Sholihah; Bagus Sumargo
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 5 (2026): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (June
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i5.6348

Abstract

This study investigates how halal logistics certification in Indonesia can be accelerated using a system dynamics approach to sustainable logistics governance. Certification is conceptualized as a dynamic governance system rather than a static compliance process, addressing persistent challenges such as long lead times, high costs, limited auditor capacity, and uneven service quality. Service quality dimensions of Halal Inspection Body  (LPH)   were first assessed using SERVQUAL across 77 halal-certified logistics companies, while their relative importance was determined through the Analytic Hierarchy Process (AHP) based on expert judgments. These weighted indicators were then integrated into a system dynamics model, supported by a review of 32 peer-reviewed studies, to simulate policy intervention scenarios. Simulation results indicate that coordinated improvements in auditor capacity, service quality, digitalization, and regulatory coordination primarily drive certification acceleration. Integrated policy-mix interventions generate non-linear performance gains, significantly improve certification lead-time rates and cost rates, while enhancing system stability and stakeholder satisfaction. The study provides policy-relevant insights for regulators and logistics service providers to strengthen sustainable halal logistics governance in Indonesia.