Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Improving the Marketing Performance of Village-Owned Enterprises and Tourism Villages by Strengthening Social Media Marketing Skills and Service Quality Santoso, Adi; Hidayah, Riski Taufik; Sunarya, Yaya
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2025): September
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i5.696

Abstract

This community service program aims to empower the Village-Owned Enterprise and Tenjolaya Tourism Village by strengthening social media marketing skills and improving service quality. Tenjolaya Village has significant natural and cultural tourism potential. However, tourism destination management faces various challenges, particularly in digital marketing and service quality, resulting in under-utilization of this potential. This activity actively involves the community in training, mentoring, and developing marketing strategies and tourism services. The methods used in this community service program are participatory, including intensive training on social media marketing, service quality improvement workshops, ongoing mentoring, and the formation of social media and tourism service management teams. The training focuses on utilizing social media platforms such as Instagram, Facebook, and TikTok for tourism promotion. At the same time, the workshop aims to improve the community's skills in providing excellent service to tourists. Intensive mentoring is provided to ensure effective and sustainable strategy implementation. The expected results of this activity are an increase in the number of tourist visits through effective digital promotion, increased tourist satisfaction through quality services, and community empowerment in independently managing tourism potential. This community service activity aims to improve the performance of the Village-Owned Enterprise and tourist villages and empower the community to become independent in managing its tourism potential. This program is expected to significantly impact the economic development and well-being of the Tenjolaya Village community through a systematic and sustainable approach
Refleksi Gejala Sosial-Budaya pada Naskah Jawa Sunarya, Yaya
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 1, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v1i1.5508

Abstract

The tradition of writing and drawing illustrations found in old manuscripts in various ethnic Indonesia, especially on Java community. Most Old Javanese manuscript contains illustrations that unique and local characteristics of Javanese art. Illustration of the ancient Javanese manuscripts are well documented and have a varied range of visual form, unique in styling, how to draw, the theme, as well as a visual object. Visual image is an illustration concept frameworks Java community, as well as a reflection of social life Javanese culture Colonial period. Illustration on Java Script period 1800-1920 as an aesthetic concept attainment the expression symbol of the Java community. The illustrations in old Javanese manuscripts in 1800-1920 showed a correlation sustainability of such visual language in the era of the past to the present and into the characteristics of Java illustration style, which is the development over time. Illustration of the old Javanese manuscript in the year 1800-1920 has changed and developed its visual state as the interaction between the animism in the Pre-Hinduism era, cultural of Hinduism-Budhism, Islamic and Colonialism paradigms. of all these characteristics into the connecting thread is narrative, symbolic and simplification form of the nature (stylized), two-dimensional shapes and stylized concepts wayang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BERAS DI KOTA TASIKMALAYA Oktavianty, Adenty; Ramadayanti, Wilva; Hendar, Agus; Sunarya, Yaya; Widi, Riantin Hikmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.19838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas panen dan produksi padi terhadap produksi beras di Kota Tasikmalaya selama periode 2018–2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya. Metode analisis yang digunakan mencakup statistik deskriptif, perhitungan rendemen konversi dari padi ke beras, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi beras mengalami fluktuasi, dengan capaian tertinggi pada tahun 2022 sebesar 31.318,96 ton dan penurunan signifikan pada tahun 2023 menjadi 23.081,29 ton. Rendemen aktual pada tahun 2023 sebesar 57,74%, lebih rendah dibandingkan rerata nasional (62–65%), yang menunjukkan adanya kehilangan hasil dalam proses pascapanen. Model regresi menunjukkan bahwa produksi padi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produksi beras, sementara luas panen memiliki koefisien negatif yang dipengaruhi oleh gejala multikolinearitas. Nilai koefisien determinasi (R²) yang tinggi menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediktif yang kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi produksi padi dan peningkatan efisiensi pascapanen sebagai strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Analisis Penyebab Masyarakat Tidak Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang yang Lebih Tinggi di Desa Kertanegla Apriani, Iit Lita; Sunarya, Yaya
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol 4 No 3 (2023): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 4(3), Oktober 2023
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/jtikborneo.v4i3.6150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab masyarakat tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di tengah persaingan kerja yang semakin ketat dan kenaikan demografi yang semakin tinggi. Penelitian dilakukan di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Analisis yang dilakukan mengacu pada faktor-faktor yang memengaruhi belajar berdasarkan faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal di antaranya faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan. Sedangkan faktor eksternal dikelompokkan menjadi tiga, yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan juga faktor masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi dan wawancara kepada para informan dengan usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa penyebab masyarakat di Desa Kertanegla tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi didominasi oleh faktor minat, kesiapan, keadaan ekonomi keluarga, latar belakang keluarga, serta faktor masyarakat yaitu teman bergaul.
KERAGAMAN VEGETASI PADA AREAL LAHAN TAMBANG EMAS DI KECAMATAN CINEAM KABUPATEN TASIKMALAYA Nadya, Nanda; Sunarya, Yaya; Yulianto, Yanto
Media Pertanian Vol 9, No 1 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i1.11223

Abstract

Pada umumnya pertambangan emas skala kecil ditengarai menimbulkan kerusakan ekosistem tanah dan tumbuhan, maka pendalaman mengenai kondisi dan karakteristik tumbuhan dan tanah pada lahan tersebut perlu dilakukan. Metode petak ganda digunakan pada tiga sampel petak pada tailing, overburden, area aliran limbah emas, dan area yang tidak terpengaruh oleh limbah, yaitu petak ukuran 1×1 m2 untuk vegetasi dasar, 5×5 m2 untuk vegetasi pancang dan 10×10 m2 untuk vegetasi pohon. Kesimpulan penelitian adalah bahwa pada tailing ditemukan 2 spesies tumbuhan dasar dengan INP tertinggi Paspalum conjugatum, 6 spesies pancang dengan INP tertinggi Coloacasia esculentum dan 8 pohon dengan INP tertinggi Albizia chinensis. Pada overburden terdapat 10 spesies tumbuhan dasar dengan INP tertinggi Paspalum conjugatum, 4 spesies pancang dengan INP tertinggi Metroxylon sagu dan 7 pohon dengan INP tertinggi Albizia chinensis. Pada area aliran limbah emas terdapat 3 spesies tumbuhan dasar dengan INP tertinggi Axonopus compressus, 5 spesies pancang dengan INP tertinggi Salaca zalacca dan 8 spesies pohon dengan INP tertinggi Swietenia mahagoni. Pada area yang tidak terpengaruh oleh limbah emas terdapat 16 spesies tumbuhan dasar dengan INP tertinggi Selaginella moellendorffii, 7 spesies pancang dengan INP tertinggi Amomum compactum dan 10 pohon dengan INP tertinggi Albizia chinensis. Small scale gold mining was accused to damage soil and vegetation. Therefore, deep looking into vegetation and soil characteristics in the area is needed. A double plot method of three plot samples was taken on tailing, overburden, land contaminated with gold water waste, and non-contaminated land (forest). There are 3 sample plots in which plot there are 16 sample plots for each vegetation level i.e. 1×1 m2 plot basic vegetation, 5×5 m2 plot sapling, and 10×10 m2 plot trees. In conclusion that on tailing there were 2 species basic vegetation with the highest IVI was Paspalum conjugatum, 6 sapling species with the highest IVI was Coloacasia esculentum, and 8 trees with highest IVI was Albizia chinensis. On overburden there were 10 basic vegetation species with the highest IVI was Paspalum conjugatum, 4 saplin species with the highest IVI was Metroxylon sagu and 7 trees with the highest IVI was Albizia chinensis. On the land contaminated with gold water waste there were 3 basic vegetation species with the highest IVI was Axonopus compressus, 5 sapling species with the highest IVI was Salaca zalacca, and 8 trees species with the highest IVI was Swietenia mahagoni. On non contaminated land (forest), there were 16 vegetation base species with the highest IVI was Selaginella moellendorffii, 7 species of stick with the highest IVI was Amomum compactum, and 10 wood trees with the highest INP was Albizia chinensis.
Pengaruh Kombinasi Volume Effluent Peternakan Sapi dan Takaran Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt L.) Nuralam, Rizki; Permana, Indra; Sunarya, Yaya
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 10, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v10i2.83890

Abstract

Effluent dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan. Dampak negatif pada lingkungan disebabkan oleh polutan organik sedangkan dampak positif sebagai sumber unsur hara. Penelitian ini dilakuan untuk mengetahui kombinasi volume effluent peternakan sapi dan takaran pupuk anorganik terhadap petumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Percobaan dilaksanakan di lahan peternakan Mifama farm yang terletak di Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya dari bulan Februari sampai bulan April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 kombinasi perlakuan, A = Effluent 0% kapasitas lapang + 300 kg/ha Urea + 150 kg/ha SP36 + 100 kg/ha KCl, B = Effluent 100% kapasitas lapang, C = Effluent 100% kapasitas lapang + 225 kg/ha Urea + 112,5 kg/ha SP36 + 75 kg/ha KCl, D = Effluent 100% kapasitas lapang + 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl, E = Effluent 50% kapasitas lapang + 225 kg/ha Urea + 112,5 kg/ha   SP36 + 75 kg/ha KCl, F = Effluent 50% kapasitas lapang + 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl diulang sebanyak 4 kali. Kombinasi volume effluent peternakan sapi dan takaran pupuk anorganik berpengaruh terhadap panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot per tanaman dan berat tongkol tanpa kelobot per tanaman. Tapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan diameter tongkol tanpa kelobot. Kombinasi effluent peternakan sapi 50% kapasitas lapang dan takaran pupuk anorganik 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.