Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AL KAUNIYAH

Dampak Aplikasi Border Plant Pada Sistem Budi Daya Mentimun (Cucumis sativus L.) Terhadap Interaksi dengan Serangga Penyerbuk dan Kualitas Buah yang Dihasilkan Fitria Nur Aisyah; Yeyet Setiawati; Ida Kinasih; Ramadhani Eka Putra
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v15i2.18840

Abstract

AbstrakPenelitian yang bertujuan untuk melihat dampak aplikasi border plant (bunga kenikir, Cosmos suphureus) pada proses penyerbukan pada tanaman produksi (dengan tanaman mentimun sebagai model) oleh serangga liar maupun serangga domestikasi telah dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap aktivitas dari serangga penyerbuk dalam bentuk jumlah kunjungan per bunga (Visitation Rate, (VR)) dan waktu yang dihabiskan pada bunga (Flower Handling Time, (FHT)) serta dampak dari aktivitas tersebut terhadap kualitas dari buah yang ditentukan berdasarkan panjang, diameter, dan bobot buah yang dihasilkan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serangga penyerbuk yang mengunjungi bunga mentimun pada sistem border plant adalah Tetragonula laeviceps, Apis cerana, Xylocopa confusa, dan Xylocopa latipes sedangkan pada perlakuan non-border plant (kontrol) adalah Tetragonula laeviceps dan Apis cerana. Aktivitas serangga pada sistem border plant adalah VR dari T. laeviceps, A. cerana, X. confusa, dan X. latipes berturut-turut adalah 29,75%; 13%; 6,25%; dan 9,5% serta (2) FHT adalah 0,39; 12,09; 0,20; dan 0,19 detik. Sementara itu, nilai VR pada perlakuan non-border plant bagi A. cerana dan T. laeviceps adalah 13,5% dan 4% dengan nilai FHT sebesar 0,14 dan 0,92 detik. Kualitas terbaik buah mentimun terdapat pada kelompok perlakuan border plant dengan panjang buah 18,3 cm, diameter 36,9 cm, dan bobot 171,9 gram sedangkan kualitas buah terendah diperoleh pada perlakuan non-border plant dengan panjang buah 10,2 cm, diameter 29,2 cm dan bobot 77,6 g.AbstractThis study was conducted to investigate the impact of using border plant (Cosmos suphureus) on the interaction between crop (cucumber, Cucumis sativus) and pollinating insects, either wild or domesticated. The observation was conducted on the activities of the pollinating insects in term of number of visitation per flower (Visitation Rate (VH)) and times spend in flower (Flower Handling Time (FHT)) and the quality of the harvested products (length, diameter, and weight). The pollinating insects found at area with application of border plant consisted of Tetragonula laeviceps, Apis cerana, Xylocopa confusa, and Xylocopa latipes, while insects found at area without border plant were Tetragonula laeviceps and Apis cerana. The insect activity of T. laeviceps, A. cerana, X. confusa, and X. latipes for observation of (1) VR were 29.75%, 13%, 6.25%, and 9.5%, respectively and (2) FHT were 0.39 s, 12.09 s, 0.20 s, and 0.19 s, respectively. On the other hand, VR of A. cerana and T. laeviceps at non-border treatment area were 13.5% and 4%, respectively, and the FHT were 0.14 s and 0.92 s, respectively. The highest quality of cucumber produced was found at area with border plant treatment with fruit length of 18.3 cm, diameter of 36.9 cm, and weight of 171.9 grams. Meanwhile, the lowest fruit quality was obtained in the non-border plant treatment with fruit length of 10.2 cm, diameter of 29.2 cm and weight of 77.6 grams. 
Efek Pemberian Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata x balbisiana) Terhadap Kulit Mencit (Mus musculus) yang Terpapar Sinar Ultraviolet Gres Maretta; Ika Fitriya; Ramadhani Eka Putra; Untia Kartika Sari Ramadhani
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.24320

Abstract

 AbstrakPendedahan kulit secara langsung oleh sinar ultraviolet dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan pada kulit. Kerusakan kulit tersebut umumnya disebabkan oleh keberadaan radikal bebas dan hal ini dapat dicegah dengan antioksidan. Kulit pisang Kepok (Musa acuminata x balbisiana) mengandung senyawa flavonoid dapat bekerja sebagai antioksidan sehingga memberikan efek proteksi terhadap radiasi ultraviolet. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan ketebalan epidermis dan menghitung jumlah melanosit pada kulit mencit (Mus musculus) yang dipaparkan sinar ultraviolet selama 14 hari dengan dosis 60 menit per hari. Bagian kulit terpapar diolesi dengan sediaan ekstrak kulit pisang Kepok 1,5% (P1), ekstrak kulit pisang Kepok 5% (P2), ekstrak kulit pisang Kepok 10% (P3), ekstrak propolis 1,5 % sebagai kontrol positif (K+), dan kontrol negatif tanpa adanya penambahan sediaan ekstrak (K-). Pengamatan perubahan struktur kulit mencit dilakukan secara mikroskopik. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak kulit pisang Kepok 1,5% (P1) paling baik untuk menghambat penebalan epidermis dengan rata-rata ketebalan epidermis 98 μm dan produksi melanosit pada kulit mencit (Mus musculus), yaitu 8,3.AbstractExposure to the skin directly by ultraviolet rays in the long term can cause damage to the skin. The presence of free radicals generally causes skin damage, and antioxidants can prevent it. Kepok banana peel (Musa acuminata x balbisiana) contains flavonoid compounds that can work as antioxidants, protecting against ultraviolet radiation. This study observed the thickness of the epidermis and counted the number of melanocytes in the skin of mice (Mus musculus) exposed to ultraviolet light for 14 days at a dose of 60 minutes per day. The exposed skin was smeared with 1.5% Kepok banana peel extract (P1), 5% Kepok banana peel extract (P2), 10% Kepok banana peel extract (P3), 1.5% propolis extract as a positive control (K+), and negative control without adding extract preparations (K-). Observation of changes in the structure of the mice's skin was carried out microscopically. The results showed that administering 1.5% (P1) Kepok banana peel extract was the best for inhibiting epidermal thickening with an average epidermal thickness of 98 μm and melanocyte production in mouse skin (Mus musculus), namely 8.3.
Efisiensi Penyerbukan Tetragonula laeviceps Pada Budi Daya Tumpang Sari Tomat Dan Mentimun Di Greenhouse Putra, Ramadhani Eka; Novitasari, Novitasari; Rosmiati, Mia; Husna, Inayati Zakiyatun; Setiyarni, Eka; Kinasih, Ida
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i2.29769

Abstract

AbstrakPenyerbukan oleh serangga liar merupakan salah satu servis ekosistem yang tidak dapat diperoleh oleh sistem pertanian tertutup. Hal tersebut mungkin dapat digantikan oleh lebah yang didomestikasi, seperti lebah tidak bersengat (Tetragonula laeviceps). Pada penelitian ini, koloni T. laeviceps diuji coba sebagai sistem tumpang sari tomat (Lycopersicon esculentum L.) dan mentimun (Cucumis sativus L.)  yang ditanam pada greenhouse. Kesuksesan penyerbukan diamati pada 100 tangkai bunga tomat dan mentimun oleh koloni T. laeviceps yang ditempatkan pada greenhouse, kemudian dibandingkan dengan kesuksesan penyerbukan pada sistem budi daya yang terdapat di luar greenhouse (penyerbukan terbuka). Untuk dapat menjelaskan peran dari T. laeviceps sebagai penyerbuk maka dilakukan juga pengamatan pada tingkat kunjungan lebah, laju kunjungan, dan waktu yang dihabiskan pada bunga. Efek lanjutan dari proses penyerbukan seperti diameter, panjang, bobot, dan jumlah biji juga diamati dan dibandingkan antara kelompok yang dibudidayakan di dalam dan di luar greenhouse. Efisiensi penyerbukan dan kualitas buah tomat yang dihasilkan di luar greenhouse secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan aplikasi lebah tidak bersengat di dalam greenhouse. Efisiensi penyerbukan mentimun dengan T. laeviceps (14%) sangat rendah dibandingkan dengan penyerbukan terbuka (73%), namun kualitas buah yang dihasilkan lebih tinggi walaupun tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Di sisi lain, efisiensi penyerbukan tomat dengan T. laeviceps (45%) sangat rendah dibandingkan dengan penyerbukan terbuka (80%), dengan kualitas buah jauh lebih rendah. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa T. laeviceps dapat diaplikasikan sebagai agen penyerbuk pada sistem greenhouse, namun belum dapat menggantikan keuntungan dari variasi dari agen penyerbuk (biotik dan abiotik) yang terdapat pada sistem budi daya di sistem terbuka. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk mendesain sistem produksi buah di dalam greenhouse yang berkesinambungan melalui aplikasi servis penyerbukan.AbstractClosed system farming system is lack of natural pollination service which might solve the by application of domesticated bees, such as stingless bees (Tetragonula laeviceps) as pollination agent. This hypothesis was tested in this study in which T. laeviceps was applied as pollination agent of tomato (Lycopersicon esculentum L.) and cucumber (Cucumis sativus L.) cultivated as companion plants inside the greenhouse. During this study, pollination efficiency and its effect on fruit quality (such as dimension, weight, and seed numbers) of application of T. laeviceps as a pollination agent were compared to natural pollination systems outside the greenhouse (open pollination). The variables were observed on 100 flowers of both tomato and cucumber cultivated inside and outside greenhouse. The efficiency of pollination by T. laeviceps (14%) on cucumber was significantly lower than open pollination (73%) and the quality of the fruit produced was lower although insignificant. On the other hand, the efficiency of pollination by T. laeviceps (45%) on tomato was also significantly lower than open pollination (80%) and the quality of the fruit produced was significantly lower. Based on this study, although stingless bees have great potency to be applied as pollinators for cultivated crops inside a greenhouse, they still do not completely replace the benefit of pollinator diversity (biotic and abiotic). Furtherly, this study could be applied as a foundation to design a sustainable fruit production inside greenhouse by applying the pollination services. 
Co-Authors Abdul Rosyad Acep Purqon Achadiyani Adin, Adriyanita Agnita Ratnasari Agus Dana Permana Agus Dana Permana Agus Susanto Agus Susanto Ahmad Ridwan Alfariana Margareta Alfawwaz, Muhammad Dzaky Ali Agus Amran Amran Amrina Rosyada Amrulloh, Rosyid Ana Rochana Ana Rochana, Ana Andi Gita Maulidyah Indraswari Suhri Anggraeni, Raden Dewi Anggraini Barlian Anindha Ajeng Putri Winanta ANJARNISA RUSTAM, FAJRINA Aos Araz Meilin Armowidi, Tri Ateng Supriyatna Ateng Supriyatna, Ateng Ayu Nirmala Sari Ayuningrum, Sri Utami Christanto, Billy Damanik, Naomi Florenata DAMAYANTI BUCHORI Daniel Happy Putra Denny Rusmana DEWI SARTIAMI Din Dzakamala Fafi Rohmatillah1 Djati, Imam Damar Dwiartama, Angga Dwika Bramasta Eko Kuswanto Fahri Rijal Giffari Fathia Aulia Rahmah Fatmalasari, Yenyen Fauziah, Nisa Finsa Firlana Gusmara Fitria Nur Aisyah Gres Maretta, Gres Gunadi Trinuroni Hani Hidayah Hanifah, Dini Siti Hasna Safira Amnevi Heri Rahman Heri Rahman, Heri Hery Purnobasuki Hufaizah, Pajar Husna, Inayati Zakiyatun IBNUL QAYIM Ida Kinasih Ika Fitriya Imam Fathurrahman Intan Ahmad Intan Josefin Purba Jennifer Adelia Latif Julio Subagio Kamilah, Mutiara Mila Karlia Meitha Latama, Zahra Nabila Leksikowati, Sovia Santi Lia Faridah Lutfiah Alfariza Margareta, Alfariana Meliyani, Auliya Tri Muhammad Dzaky Alfawwaz Muhammad Yusuf Nurhadi Myrea Chalil Nadia Damika Putri Nasution, Ahmad Raihan Natalia Eka Prasetia Nina Ratna Djuita Nindia Safa'at Novitasari Novitasari Novitasari Nuradzkia, Nida Nurdiansyah, Muhammad Aldi Nurulfah, Auliya Octaviani, Nurul Walidah Octy Viali Zahara Oktaviani, Indah Pujo, Pujo Purqon, Acep Putri, Nadia Damika R.C. Hidayat Soesilohadi Rachel Anggia Rachmat Wiradimadja Raeka Okata Soebakti Rahmani, Aena Sania Ramadan, D Beta Ramadini Aini Anitasari RC Hidayat Soesilohadi Ricky Selamet Rahayu Ridho R Sinatra Rika Alfianny Rika Alfianny RIKA RAFFIUDIN Rini Agustin Rohmat, Farhan Ilham Wira Rohmatillah1, Din Dzakamala Fafi Rosmiati, Mia Rusdy Syachrul Nugraha Safa'at, Nindia Santi Elvira SARI, ADHA Sari, Anggraeni Arum Sari, Dian Anggria Sari, Dian Anggria Satrio Aribowo B. Wicaksono Savira Ekawardhani Setiyarni, Eka SETYARNI, EKA Sih Kahono Sih Kahono Sofiatin Sparisoma Viridi Tien Lastini Tjandra Anggraeni Trinuroni, Gunadi TUTUT INDAH SULISTIYOWATI Ucu Julita, Ucu Untia Kartika Sari Ramadhani Watanabe, Kozo Wawan Gunawan Wawan Gunawan WINDRA PRIAWANDIPUTRA, WINDRA Yeyet Setiawati ZAKIYATUN USNA, INAYATI