p-Index From 2021 - 2026
11.788
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Jurnal Kesehatan Lingkungan LINK Jurnal Riset Kesehatan JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Buletin Keslingmas Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Journal of Health Education HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Jurnal Serambi Engineering Jambura Journal of Health Sciences and Research Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal 'Aisyiyah Medika PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Judika (Jurnal Nusantara Medika) An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research JOURNAL OF COMMUNITY MEDICINE AND PUBLIC HEALTH RESEARCH Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Narra J KESANS : International Journal of Health and Science Open Access Health Scientific Journal Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Berita Kedokteran Masyarakat Journal of Noncommunicable Diseases (JOND) Gema Lingkungan Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Sciences. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR VEKTOR DAN HOST YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG Aslina, Enna; Martini, Martini; Raharjo, Mursid
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41858

Abstract

Malaria adalah satu penyakit tular vector yang dapat menyebabkan kematian, Indonesia menjadi salah satu negara yang beresiko terhadap penyakit malaria karena iklim di Indonesia sangat cocok untuk perkembangbiakan vector Anopheles yang menjadi perantara penularan penyakit malaria. Pada tahun 2020 tercatat sebanyak 254.050 kasus terjadi dengan API (annual parasite incidence) 0,94 per 1000 penduduk. Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Pesawaran adalah kabupaten yang belum mencapai eliminasi untuk penyakit malaria dan merupakan daerah endemis dengan kondisi alam berada didaerah pesisir Pantai, hutan, tambak terlantar yang berpotensi sebagai perindukan vector. Selain vector, factor host menjadi salah satu factor pendukung untuk terjadinya kasus malaria, karena dalam setiap kegiatan manusia akan selalu berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan perilaku. Pengandalian dan Pencegahan malaria akan efektif bila berangkat dari factor resiko yaitu vector dan host yang mempengaruhi kasus malaria. Maka tujuan penelitian ini adalah mengatahui tentang ekologi vector dengan kejadian malaria serta mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku host yang mempengaruhi kejadian malaria. Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian cross sectional adalah mengidentifikasi variabel penelitian, menetapkan subyek penelitian, melakukan observasi dan atau pengukuran serta melakukan analisis data dengan menggunakan uji statistic korelasi. Untuk kepadatan vector berdasarkan survey vector yang dilakukan nilai Man Bitting Rate sudah melebihi ambang batas sesuai dengan peraturan yang diperbolehkan, sedangkan untuk factor host untuk bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kategori Sikap dengan Kejadian Malaria. Sedangkan untuk pengetahuan disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kategori pengetahuan dengan Kejadian Malaria. Vektor nyamuk Anopheles yang kontak dengan manusia memiliki nilai melebihi standar baku mutu Kesehatan lingkunga, yang artinya kepadatan vektor sangat mempengaruhi kejadian malaria.
Association Between Pesticide Exposure and Type 2 Diabetes Mellitus Among Female Farmers: A Cross-Sectional Study Masyithah, Wulan; Onny Setiani; Yusniar Hanani Darundiati; Mursid Raharjo; Nurjazuli
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 17 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v17i3.2025.220-229

Abstract

Introduction: The widespread use of pesticides in agriculture has been linked to an increased risk of diabetes mellitus. Long-term exposure to pesticides can disrupt glucose metabolism, trigger insulin resistance, and raise susceptibility to diabetes mellitus. This study investigates the association between pesticide exposure and the incidence of type 2 diabetes mellitus. Methods: This analytical observational study with a cross-sectional design involved 162 female farmers selected by purposive sampling from a population of 2,187, using the Lemeshow formula. Independent variables included work duration, types and frequency of pesticide use, spraying duration and direction, PPE usage, and cholinesterase levels. The dependent variable was type 2 diabetes mellitus. Data were collected through questionnaires, observation, and clinical tests for blood glucose and cholinesterase levels. Logistic regression was performed at 95% CI and α = 0.05. Result and Discussion: The results showed that 69.1% of female farmers exposed to pesticides had diabetes with lower cholinesterase levels as a significant indicator (p<0.001; OR=3.897; 95% CI=2.087-7.277). Factors such as working duration ≥10 years (p=0.010; OR=3.564; 95% CI=1.359-9.346), number of pesticides types (p=0.023; OR=3.370; 95% CI=1.187-9.570), spraying duration (p=0.020; OR=3.083; 95% CI=1.197-7.940), and PPE usage (p=0.007; OR=3.601; 95% CI=1.416-9.159) were associated with type 2 diabetes mellitus. Conclusion: Pesticides, particularly organophosphates and carbamates, act as endocrine-disrupting chemicals that impair pancreatic function and increase oxidative stress, contributing to insulin resistance. Female farmers more vulnerable to these effects due to hormonal sensitivity, making gender specific approaches essential. Strict regulations and farmer education are crucial to reduce long-term health risks.
Pesticide Spraying Practices and Hypertension Risk among farmers in Bumen Village, Indonesia Masyithah, Wulan; Onny Setiani; Darundiati, Yusniar Hanani; Suhartono; Raharjo, Mursid; Hasim, Jamal Hisham
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.317

Abstract

This study investigated the association between pesticide spraying practices and hypertension in horticultural farmers in Bumen Village, Sumowono District, Indonesia. A cross-sectional study was conducted among 132 male farmers selected through purposive sampling. Data were collected through structured interviews, blood pressure measurements, and field observations. Logistic regression revealed that mixing ≥2 pesticide types (OR=4.828; p=0.028), spraying ≥4 times per week (OR=4.552; p=0.010), and incomplete PPE use (OR=3.551; p=0.015) were significantly associated with hypertension. These findings underscore the need for stricter pesticide regulation, improved PPE use, and regular health monitoring to reduce health risks among farmers.
Behavior determinants of malaria incidence in endemic areas of Kaligesing District, Purworejo Regency Fitriani, Dwi; Raharjo, Mursid
BKM Public Health and Community Medicine Vol 41 No 06 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v41i06.21207

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to analyze the behavior of the community with the incidence of malaria in Kaligesing District. Methods: Using quantitative methods that were analyzed observationally with case-control studies. Sampling employed purposive sampling techniques, involving a total of 80 respondents, comprising 40 case group respondents and 40 control group respondents each. The instrument used is a questionnaire. Results: The results showed that the case group had lower knowledge (52.5%), which was higher compared to the control group (30%), as determined by the chi-square test with a p-value of 0.069. Negative attitudes were more prevalent in the case group (52.5%) compared to the control group (40%), as indicated by a chi-square test with a p-value of 0.370. Low action was found in the case group (50%) compared to the control (17.5%) and based on the chi-square test obtained a value of p=0.005, OR=4.714 and 95% CI OR (1.693 – 13.131) meaning that people who have less action on malaria prevention and control are 4.714 times more at risk of developing malaria than with people who have good measures on malaria prevention and control. Conclusion: There is no relationship between knowledge and attitudes with the incidence of malaria, and there is a relationship between actions and the incidence of malaria.
KOLABORASI LINTAS SEKTOR DALAM IMPLEMENTASI INTEGRATED VECTOR MANAGEMENT (IVM) UNTUK ELIMINASI MALARIA: STUDI KUALITATIF DI KABUPATEN MUARA ENIM Lewinsca, Maurend Yayank; Raharjo, Mursid; Setiadi, Robby
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1432

Abstract

Latar Belakang: Malaria tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan dampak yang besar terhadap kesehatan, ekonomi, dan kualitas hidup. Kabupaten Muara Enim menjadi kabupaten yang difokuskan pemerintah untuk melakukan eliminasi malaria yang ditargetkan di tahun 2024. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana upaya pengendalian vektor terpadu (PVT) yang dilakukan berdampak terhadap keberhasilan eliminasi malaria yang dilakukan. Tujuan: untuk mengetahui keterlibatan lintas sektor dalam pengendalian malaria di Kabupaten Muara Enim. Metode: berupa pendekatan kualitatif deskriptif, teknik wawancara mendalam dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara mendalam atau interview guide. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang berasal dari instansi dinas kesehatan, puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pihak sekolah. Pengolahan data dilakukan dengan transkrip wawancara, input, coding, nodes, matrix coding query, dan project map. Analisis data menggunakan aplikasi pengolah data kualitatif NVivo 12 Pro mulai dari data reduction, data display (visualisasi data dari total referensi pendapat dan project map), dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil: Kolaborasi lintas sektor malaria di Kabupaten Muara Enim belum maksimal dilakukan karena beberapa program yang hanya ditahap perencanaan dan belum berkelanjutan, sinergitas antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat lokal dalam mencapai tujuan eliminasi malaria belum aktif dilakukan. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dan peneliti dalam merancang strategi pengendalian malaria yang lebih komprehensif dan berkelanjutan agar eliminasi malaria dapat dilaksanakan.Kata kunci: Eliminasi, Malaria, Pengendalian, Vektor Terpadu
KOLABORASI LINTAS SEKTOR DALAM IMPLEMENTASI INTEGRATED VECTOR MANAGEMENT (IVM) UNTUK ELIMINASI MALARIA : STUDI KUALITATIF DI KABUPATEN MUARA ENIM Lewinsca, Maurend Yayank; Raharjo, Mursid; Setiadi, Robby
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1434

Abstract

Latar Belakang: Malaria tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia,dengan dampak yang besar terhadap kesehatan, ekonomi, dan kualitas hidup. Kabupaten Muara Enimmenjadi kabupaten yang difokuskan pemerintah untuk melakukan eliminasi malaria yang ditargetkan ditahun 2024. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana upaya pengendalian vektor terpadu (PVT) yangdilakukan berdampak terhadap keberhasilan eliminasi malaria yang dilakukan. Tujuan: untukmengetahui keterlibatan lintas sektor dalam pengendalian malaria di Kabupaten Muara Enim. Metode:berupa pendekatan kualitatif deskriptif, teknik wawancara mendalam dengan instrumen penelitianberupa pedoman wawancara mendalam atau interview guide. Informan dalam penelitian ini berjumlah11 orang yang berasal dari instansi dinas kesehatan, puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintahdesa, dan pihak sekolah. Pengolahan data dilakukan dengan transkrip wawancara, input, coding, nodes,matrix coding query, dan project map. Analisis data menggunakan aplikasi pengolah data kualitatifNVivo 12 Pro mulai dari data reduction, data display (visualisasi data dari total referensi pendapat danproject map), dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil: Kolaborasi lintas sektor malaria diKabupaten Muara Enim belum maksimal dilakukan karena beberapa program yang hanya ditahapperencanaan dan belum berkelanjutan, sinergitas antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, danmasyarakat lokal dalam mencapai tujuan eliminasi malaria belum aktif dilakukan. Saran: Penelitian inidiharapkan dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dan peneliti dalam merancang strategipengendalian malaria yang lebih komprehensif dan berkelanjutan agar eliminasi malaria dapatdilaksanakan.Kata kunci: Eliminasi, Malaria, Pengendalian, Vektor Terpadu
Analisis Faktor Pengetahuan, Sikap, Persepsi Sarana Prasarana, dan Tokoh Masyarakat dengan Praktik Pemilahan Sampah pada Mahasiswa di Kecamatan Tembalang Zahra, Nabilah; Darundiati, Yusniar Hanani; Wahyuningsih, Nur Endah; Raharjo, Mursid; Sulistiyani, Sulistiyani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.71889

Abstract

Latar belakang: Kecamatan Tembalang, dengan populasi mahasiswa yang besar, merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di Kota Semarang pada tahun 2024 mencapai 49.367,454 ton/tahun. Peningkatan volume sampah ini sejalan dengan pertumbuhan populasi serta konsumsi masyarakat. Pemilahan sampah dari sumbernya menjadi langkah utama untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pengetahuan, sikap, persepsi sarana prasarana dan persepsi tokoh masyarakat dengan praktik mahasiswa dalam pemilahan sampah.Metode: Penelitian ini mengadopsi pendekatan observasional analitik dengan rancangan studi cross-sectional, melibatkan 130 mahasiswa aktif jenjang D3, D4, dan S1 dari tiga universitas di Kecamatan Tembalang, 6 petugas pengangkut sampah, dan 6 tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Tembalang. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Google Forms pada November – Desember 2024, dengan teknik pengambilan sampel accidental dan purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, persepsi sarana prasarana dan dukungan tokoh masyarakat, serta praktik pemilahan sampah. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Responden yang memiliki pengetahuan kurang baik (50,8%), sikap negatif (63,1%), persepsi sarana prasarana kurang memadai (63,8%), persepsi dukungan tokoh masyarakat rendah (71,5%), dan praktik pemilahan sampah kurang baik (71,5%), sarana prasarana kurang memadai (66,7%), dan dukungan tokoh masyarakat rendah (50%). Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik (p=0,096), ada hubungan antara sikap (p=0,001), persepsi sarana prasarana (p=0,013), persepsi dukungan tokoh masyarakat (p=0,001) dengan praktik pemilahan sampah di Kecamatan Tembalang.Simpulan: Pengetahuan tidak berhubungan dengan praktik pemilahan sampah tetapi sikap, persepsi sarana prasarana dan persepsi dukungan tokoh masyarakat memiliki hubungan dengan praktik pemilahan sampah pada mahasiswa di Kecamatan Tembalang. ABSTRACT Title: Analysis Of Knowledge, Attitudes, Perceptions Of Infrastructure And Community Leaders With Student’s Waste Sorting Practices In TembalangBackground: Tembalang, with its large student population, is the second largest contributor of waste in Semarang City in 2024, reaching 49,367.454 tons/year. The increase in waste volume is in line with population growth and consumption. Waste sorting from the source is the primary step in overcoming this problem. This study analyzes the factors of knowledge, attitude, infrastructure perception, and community leader support on waste sorting practices among students.Method: Employing an analytical observational approach with a cross-sectional design, the study involved 130 active students at D3, D4, and S1 levels from three universities in Tembalang, 6 waste collectors, and 6 community leaders. Data were collected via direct interviews using Google Forms from November to December 2024. Sampling techniques included accidental and purposive sampling. Variables measured were knowledge, attitude, infrastructure perception, community leader support perception, and waste sorting practices. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test.Result: Respondents had poor knowledge (50.8%), negative attitudes (63.1%), perceptions of inadequate infrastructure (63.8%), perceptions of low community leader support (71.5%), inadequate infrastructure (66.7%), and low community leader support (50%). While knowledge showed no relationship with practices (p=0.096), attitude (p=0.001), infrastructure perception (p=0.013), and community leader support perception (p=0.001) were significantly associated with waste sorting practices. Conclusion: Knowledge does not correlate with waste sorting practices, but attitudes, infrastructure perception, and community leader support significantly influence waste sorting practices among university students in Tembalang.
Hubungan Faktor Lingkungan, Perilaku Patuh Minum Obat dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Sarmi Papua Wayangkau, Erich Christian; Budiyono, Budiyono; Raharjo, Mursid; Martini, Martini
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.68391

Abstract

Latar belakang: Data Kasus Filariasis (lama dan baru) di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua 23,53% pada tahun 2023, Dua faktor besar yang mempengaruhi kejadian filariasis yaitu faktor lingkungan dan perilaku, Kabupaten Sarmi melaporkan Cakupan obat filariasis tahun 2023 sebanyak 96%, yang patuh minum obat sebesar 71,02%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara faktor lingkungan dan kepatuhan minum obat terhadap kejadian filariasis.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan case control. Subjek terdiri atas 68 kasus dan 68 kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik untuk mengetahui prediktor kejadian dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan genangan air di sekitar rumah (p= 0,001; OR 4,643), keberadaan semak semak (p= 0,008; OR= 3,073), keberadaaan rawa-rawa (p= 0,021; OR= 2,713); menggunakan pakaian panjang saat aktivitas malam hari (p= 0,0001; OR= 5,827), penggunaan kelambu (p= 0,0001; OR= 8,065) dan kepatuhan minum obat (p= 0,001; OR= 3,468) merupakan faktor lingkungan dan perilaku merupakan faktor risiko kejadian filariaris. Individu dengan kombinasi faktor tersebut berisiko 16,85 kali lebih besar mengalami filariasis dibandingkan mereka yang tidak terpapar faktor risiko.Simpulan: Faktor lingkungan dan perilaku yang berkaitan dengan kepatuhan minum obat memiliki kontribusi signifikan terhadap kejadian filariasis di Kabupaten Sarmi. ABSTRACTThe Relationship of Environmental Factors, Medication Adherence Behavior, and the Incidence of Filariasis in Sarmi Regency, Papua Background: The incidence of filariasis cases (both old and new) in Sarmi District, Papua Province, reached 23.53% in 2023. Two major factors influencing the occurrence of filariasis are environmental and behavioral factors. In 2023, Sarmi District reported a filariasis treatment coverage of 96%, with 71.02% of the population adhering to medication intake. This study aimed to examine the relationship between environmental conditions, medication adherence, and the incidence of filariasis.Method: This study applied an analytical observational approach with a case-control design. The participants included 68 individuals in the case group and 68 in the control group. Data collection was conducted through structured interviews and direct field observations. Statistical analysis was performed using Chi-square tests and logistic regression with a significance level set at 0.05 to determine risk predictors.Results: The study found that environmental factors such as water puddles around the house (p=0.001; OR=4.643), presence of bushes (p=0.008; OR=3.073), and swampy areas (p=0.021; OR=2.713), as well as behavioral factors such as not wearing long clothing during nighttime activities (p=0.0001; OR=5.827), not using bed nets (p=0.0001; OR=8.065), and poor medication adherence (p=0.001; OR=3.468) were significantly associated with filariasis incidence. Individuals exposed to a combination of these risk factors were 16.85 times more likely to develop filariasis than those not exposed.Conclusion: Environmental and behavioral factors, particularly those associated with medication adherence play an important role in the incidence of filariasis in Sarmi District. 
Literature Review: Kualitas Lingkungan sebagai Determinan Kejadian Malaria Pratiwi, Dian Eka; Raharjo, Mursid; Setiani , Onny
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i4.3303

Abstract

Malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global terutama di wilayah endemik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah terkini yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 mengenai kualitas lingkungan sebagai determinan utama kejadian malaria. Pencarian literatur sistematis dilakukan di basis data ScienceDirect, PubMed, dan Springer. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan seperti perubahan penggunaan lahan (termasuk deforestasi), kondisi iklim (curah hujan, suhu, kelembaban), kondisi fisik rumah (kawat kasa, dinding, langit-langit), dan lingkungan peridomestik (kandang ternak, vegetasi, tempat perkembangbiakan nyamuk) memiliki hubungan yang kompleks dan signifikan terhadap dinamika transmisi malaria. Pemahaman mendalam tentang interaksi ini sangat penting untuk merumuskan strategi pengendalian malaria yang terintegrasi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan global. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam pengendalian malaria yang memadukan intervensi kesehatan masyarakat dengan pengelolaan lingkungan. Rekomendasi kebijakan mencakup penguatan surveilans berbasis lingkungan, perbaikan infrastruktur permukiman, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan strategi eliminasi malaria yang lebih efektif dan berkelanjutan di berbagai setting geografis.
Subclinical Renal Dysfunction in Horticultural Farmers: Early Detection in High Pesticide Exposure Areas Hansen; Mursid Raharjo; Suhartono; Nur Endah Wahyuningsih
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 17 No. 4 (2025): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v17i4.2025.379-388

Abstract

Introduction: Globally, Chronic Kidney Disease of Unknown etiology (CKDu) poses a growing medical and social challenge, particularly in agrarian countries with a high prevalence of pesticide exposure. Indonesia, is one of the countries with a dominant agricultural sector. Tanjungsari and Glonggong villages in Wanasari subdistrict, Brebes Regency, are agricultural areas with a high intensity of pesticide use. Methods: This research aimed to identify the prevalence of subclinical renal dysfunction and associated risk factors in horticultural farmers in areas with high pesticide exposure. This research applied a cross-sectional method involving 40 farmers aged 26-65 years from two villages in Wanasari District, Brebes Regency. Data collection was carried out through interviews, and examination of kidney function biomarkers (serum creatinine and eGFR). Statistical analysis was conducted using Logistic Regression tests. Results and Discussion: The study revealed that 37.5% of participants exhibited eGFR values <90 ml/min/1.73 m2, indicating subclinical impairment of kidney function. Employment duration >20 years (p=0.024; OR=6.000; 95% CI:1.263-28.498) and daily working hours >6 hours (p<0.001; OR=69.279; 95% CI:6.423-756.965) showed a significant association with reduced eGFR values. Occupational health interventions should prioritize managing the duration and intensity of exposure to hazardous substances in the workplace, regardless of the workers' gender. Conclusion: The conclusion is that the daily working hours and the employment duration of the farmers are significantly associated with impaired kidney function, potentially acting as an initial marker of CKDu.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Agus Subagio Aini Nurul Alfia Nugrahani Sidhi Amarullah, Novi Ana Fauziah Andika Agus Iryanto Annisa Zolanda Annisa Zolanda Antonius Tae Asa, Antonius Tae Apoina Kartini Arumdani, Intan Sekar Aslina, Enna Astri Wulandari Atyaf Umi Faizah Bagoes Widjanarko Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Baji Subagyo Budi, Waella Septamari Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Charisna Neilal Muna Damayanti, Wida Ayulia Dewi, Candrawati Puspita Dinar Andaru Mukti Dwi Fitriani Dwi Fitriani Dwi Sutiningsih Fachrizal Ganiwijaya Familiantoro Familiantoro Familiantoro, Familiantoro Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fauziah El Syani Ferawati, Nour Baeti Fitni Hidayati Fitri, Clara Fitria, Ida Ghinaa Maniiah Hansen Hanung Nurany Hariyanti, Fika Harmendo Hartini Sulistyandari, Hartini Haryanti, Nelly Hasim, Jamal Hisham Hasrah Junaidi Helmin Rumbiak, Helmin Hendrika Puspita Sari, Hendrika Puspita i Joko, Tr Irawati, Roosdiana Jamal Hisham Hashim Kartika Permatasari Khaira Ilma Lailatul Mardhiyah Lewinsca, Maurend Yayank Liena Sofiana Mardhiyah, Lailatul martini Martini Martini Martini Martini Martini Martini2 Masyithah, Wulan Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maulida Khairunnisa Maurend Yayank Lewinsca Maurend Yayank Lewinsca Maurend Yayank Lewinsca Miftakhul Nurdiyanto Miftakhul Nurdiyanto Mitha Karunia Baeti Mohammad Zen Rahfiludin Muhammad Auliya Rahman Mutia Permata Iryanti Nadiva Dzikriyati Nadiva Dzikriyati Nickolas Fernando Parmualan Niki Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nilna Fasyya Salsabila Ningrum, Cuciatun Nopi Reknasari Nopi Reknasari Novia Luthviatin Nugraha, Ferry Satya Adi Nur Endah Wahyuningsih Nur Endah Wahyuningsih Nuraini Nuraini Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nur’Aini Nur’Aini Onny Setiani Onny Setiani Philomena Larasati Adilasari Pramudiyo Teguh Sucipto, Pramudiyo Teguh Pratiwi, Dian Eka Puguh Ika Listyorini Purnama, Wary Purnamasari, Nor Aisyah Raharjo, Puspito Rahman, Muhammad Auliya Rasyid, Khairul Restiana, Shafira Azura Retno Hestiningsih Retno Murwani Richard Victor Ombuh Robby Setiadi Rosa Rantetoding, Rosa Saffira Kusuma Anggraeni Sakundarno Adi Sari Lestari Rahmawati Saudin Yuniarno Setiadi, Robby Setiani , Onny Sigit Tri Ambarwanto, Sigit Tri Sri Mulyati Sri Slamet Mulyati, Sri Slamet Subekhi, Tatag Fajar Suci Kurniawati Sugeng Juwono Mardihusodo Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Sujarwo Sujarwo Sularno, Suryo Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyani Sulistiyani Sulistyani Sulistyani Sunindy Wahyunita Supri Ahmadi, Supri Sutikno Sutikno Sutrisno, Sutrisno Suwito Suwito Tika, Vira Tri Joko Tri Joko Tri Joko Vanessa Rizky Aditya Vijja Ratano Vira Tika Yuniar Wahyudi Wahyudi Wahyunita, Sunindy Watmanlusy, Efraim Wayangkau, Erich C. Wayangkau, Erich Christian Windy Cintya Dewi Windy Cintya Dewi Yana afrina Yundari, Yundari Yusniar Hanani Yusniar Hanani Darundiati Yusniar Hanani Darundiati Yusran Fauzi Yusuf Afif Zahra, Nabilah