p-Index From 2021 - 2026
12.512
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Jurnal Kesehatan Lingkungan LINK Jurnal Riset Kesehatan JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Buletin Keslingmas Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Journal of Health Education HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Jurnal Serambi Engineering Jambura Journal of Health Sciences and Research Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal 'Aisyiyah Medika PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Judika (Jurnal Nusantara Medika) An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research JOURNAL OF COMMUNITY MEDICINE AND PUBLIC HEALTH RESEARCH Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Narra J KESANS : International Journal of Health and Science Open Access Health Scientific Journal Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Impresi Indonesia Journal of Social Research COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Berita Kedokteran Masyarakat Journal of Noncommunicable Diseases (JOND) Gema Lingkungan Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Sciences. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Pengetahuan, Sikap, Persepsi Sarana Prasarana, dan Tokoh Masyarakat dengan Praktik Pemilahan Sampah pada Mahasiswa di Kecamatan Tembalang Zahra, Nabilah; Darundiati, Yusniar Hanani; Wahyuningsih, Nur Endah; Raharjo, Mursid; Sulistiyani, Sulistiyani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.71889

Abstract

Latar belakang: Kecamatan Tembalang, dengan populasi mahasiswa yang besar, merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di Kota Semarang pada tahun 2024 mencapai 49.367,454 ton/tahun. Peningkatan volume sampah ini sejalan dengan pertumbuhan populasi serta konsumsi masyarakat. Pemilahan sampah dari sumbernya menjadi langkah utama untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pengetahuan, sikap, persepsi sarana prasarana dan persepsi tokoh masyarakat dengan praktik mahasiswa dalam pemilahan sampah.Metode: Penelitian ini mengadopsi pendekatan observasional analitik dengan rancangan studi cross-sectional, melibatkan 130 mahasiswa aktif jenjang D3, D4, dan S1 dari tiga universitas di Kecamatan Tembalang, 6 petugas pengangkut sampah, dan 6 tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Tembalang. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Google Forms pada November – Desember 2024, dengan teknik pengambilan sampel accidental dan purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, persepsi sarana prasarana dan dukungan tokoh masyarakat, serta praktik pemilahan sampah. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Responden yang memiliki pengetahuan kurang baik (50,8%), sikap negatif (63,1%), persepsi sarana prasarana kurang memadai (63,8%), persepsi dukungan tokoh masyarakat rendah (71,5%), dan praktik pemilahan sampah kurang baik (71,5%), sarana prasarana kurang memadai (66,7%), dan dukungan tokoh masyarakat rendah (50%). Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik (p=0,096), ada hubungan antara sikap (p=0,001), persepsi sarana prasarana (p=0,013), persepsi dukungan tokoh masyarakat (p=0,001) dengan praktik pemilahan sampah di Kecamatan Tembalang.Simpulan: Pengetahuan tidak berhubungan dengan praktik pemilahan sampah tetapi sikap, persepsi sarana prasarana dan persepsi dukungan tokoh masyarakat memiliki hubungan dengan praktik pemilahan sampah pada mahasiswa di Kecamatan Tembalang. ABSTRACT Title: Analysis Of Knowledge, Attitudes, Perceptions Of Infrastructure And Community Leaders With Student’s Waste Sorting Practices In TembalangBackground: Tembalang, with its large student population, is the second largest contributor of waste in Semarang City in 2024, reaching 49,367.454 tons/year. The increase in waste volume is in line with population growth and consumption. Waste sorting from the source is the primary step in overcoming this problem. This study analyzes the factors of knowledge, attitude, infrastructure perception, and community leader support on waste sorting practices among students.Method: Employing an analytical observational approach with a cross-sectional design, the study involved 130 active students at D3, D4, and S1 levels from three universities in Tembalang, 6 waste collectors, and 6 community leaders. Data were collected via direct interviews using Google Forms from November to December 2024. Sampling techniques included accidental and purposive sampling. Variables measured were knowledge, attitude, infrastructure perception, community leader support perception, and waste sorting practices. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test.Result: Respondents had poor knowledge (50.8%), negative attitudes (63.1%), perceptions of inadequate infrastructure (63.8%), perceptions of low community leader support (71.5%), inadequate infrastructure (66.7%), and low community leader support (50%). While knowledge showed no relationship with practices (p=0.096), attitude (p=0.001), infrastructure perception (p=0.013), and community leader support perception (p=0.001) were significantly associated with waste sorting practices. Conclusion: Knowledge does not correlate with waste sorting practices, but attitudes, infrastructure perception, and community leader support significantly influence waste sorting practices among university students in Tembalang.
Hubungan Faktor Lingkungan, Perilaku Patuh Minum Obat dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Sarmi Papua Wayangkau, Erich Christian; Budiyono, Budiyono; Raharjo, Mursid; Martini, Martini
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.68391

Abstract

Latar belakang: Data Kasus Filariasis (lama dan baru) di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua 23,53% pada tahun 2023, Dua faktor besar yang mempengaruhi kejadian filariasis yaitu faktor lingkungan dan perilaku, Kabupaten Sarmi melaporkan Cakupan obat filariasis tahun 2023 sebanyak 96%, yang patuh minum obat sebesar 71,02%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara faktor lingkungan dan kepatuhan minum obat terhadap kejadian filariasis.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan case control. Subjek terdiri atas 68 kasus dan 68 kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik untuk mengetahui prediktor kejadian dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan genangan air di sekitar rumah (p= 0,001; OR 4,643), keberadaan semak semak (p= 0,008; OR= 3,073), keberadaaan rawa-rawa (p= 0,021; OR= 2,713); menggunakan pakaian panjang saat aktivitas malam hari (p= 0,0001; OR= 5,827), penggunaan kelambu (p= 0,0001; OR= 8,065) dan kepatuhan minum obat (p= 0,001; OR= 3,468) merupakan faktor lingkungan dan perilaku merupakan faktor risiko kejadian filariaris. Individu dengan kombinasi faktor tersebut berisiko 16,85 kali lebih besar mengalami filariasis dibandingkan mereka yang tidak terpapar faktor risiko.Simpulan: Faktor lingkungan dan perilaku yang berkaitan dengan kepatuhan minum obat memiliki kontribusi signifikan terhadap kejadian filariasis di Kabupaten Sarmi. ABSTRACTThe Relationship of Environmental Factors, Medication Adherence Behavior, and the Incidence of Filariasis in Sarmi Regency, Papua Background: The incidence of filariasis cases (both old and new) in Sarmi District, Papua Province, reached 23.53% in 2023. Two major factors influencing the occurrence of filariasis are environmental and behavioral factors. In 2023, Sarmi District reported a filariasis treatment coverage of 96%, with 71.02% of the population adhering to medication intake. This study aimed to examine the relationship between environmental conditions, medication adherence, and the incidence of filariasis.Method: This study applied an analytical observational approach with a case-control design. The participants included 68 individuals in the case group and 68 in the control group. Data collection was conducted through structured interviews and direct field observations. Statistical analysis was performed using Chi-square tests and logistic regression with a significance level set at 0.05 to determine risk predictors.Results: The study found that environmental factors such as water puddles around the house (p=0.001; OR=4.643), presence of bushes (p=0.008; OR=3.073), and swampy areas (p=0.021; OR=2.713), as well as behavioral factors such as not wearing long clothing during nighttime activities (p=0.0001; OR=5.827), not using bed nets (p=0.0001; OR=8.065), and poor medication adherence (p=0.001; OR=3.468) were significantly associated with filariasis incidence. Individuals exposed to a combination of these risk factors were 16.85 times more likely to develop filariasis than those not exposed.Conclusion: Environmental and behavioral factors, particularly those associated with medication adherence play an important role in the incidence of filariasis in Sarmi District. 
Literature Review: Kualitas Lingkungan sebagai Determinan Kejadian Malaria Pratiwi, Dian Eka; Raharjo, Mursid; Setiani , Onny
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i4.3303

Abstract

Malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global terutama di wilayah endemik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah terkini yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 mengenai kualitas lingkungan sebagai determinan utama kejadian malaria. Pencarian literatur sistematis dilakukan di basis data ScienceDirect, PubMed, dan Springer. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan seperti perubahan penggunaan lahan (termasuk deforestasi), kondisi iklim (curah hujan, suhu, kelembaban), kondisi fisik rumah (kawat kasa, dinding, langit-langit), dan lingkungan peridomestik (kandang ternak, vegetasi, tempat perkembangbiakan nyamuk) memiliki hubungan yang kompleks dan signifikan terhadap dinamika transmisi malaria. Pemahaman mendalam tentang interaksi ini sangat penting untuk merumuskan strategi pengendalian malaria yang terintegrasi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan global. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam pengendalian malaria yang memadukan intervensi kesehatan masyarakat dengan pengelolaan lingkungan. Rekomendasi kebijakan mencakup penguatan surveilans berbasis lingkungan, perbaikan infrastruktur permukiman, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan strategi eliminasi malaria yang lebih efektif dan berkelanjutan di berbagai setting geografis.
Subclinical Renal Dysfunction in Horticultural Farmers: Early Detection in High Pesticide Exposure Areas Hansen; Mursid Raharjo; Suhartono; Nur Endah Wahyuningsih
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 17 No. 4 (2025): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v17i4.2025.379-388

Abstract

Introduction: Globally, Chronic Kidney Disease of Unknown etiology (CKDu) poses a growing medical and social challenge, particularly in agrarian countries with a high prevalence of pesticide exposure. Indonesia, is one of the countries with a dominant agricultural sector. Tanjungsari and Glonggong villages in Wanasari subdistrict, Brebes Regency, are agricultural areas with a high intensity of pesticide use. Methods: This research aimed to identify the prevalence of subclinical renal dysfunction and associated risk factors in horticultural farmers in areas with high pesticide exposure. This research applied a cross-sectional method involving 40 farmers aged 26-65 years from two villages in Wanasari District, Brebes Regency. Data collection was carried out through interviews, and examination of kidney function biomarkers (serum creatinine and eGFR). Statistical analysis was conducted using Logistic Regression tests. Results and Discussion: The study revealed that 37.5% of participants exhibited eGFR values <90 ml/min/1.73 m2, indicating subclinical impairment of kidney function. Employment duration >20 years (p=0.024; OR=6.000; 95% CI:1.263-28.498) and daily working hours >6 hours (p<0.001; OR=69.279; 95% CI:6.423-756.965) showed a significant association with reduced eGFR values. Occupational health interventions should prioritize managing the duration and intensity of exposure to hazardous substances in the workplace, regardless of the workers' gender. Conclusion: The conclusion is that the daily working hours and the employment duration of the farmers are significantly associated with impaired kidney function, potentially acting as an initial marker of CKDu.
Analisis Kondisi Fisik Rumah dan Perilaku Keluarga pada Kejadian Tuberkulosis: Literature Review: Analysis of Physical Conditions of Homes and Family Behavior on Tuberculosis Incidents: Literature Review Waella Septamari Budi; Mursid Raharjo; Nurjazuli
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4665

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebar dari penderita TBC yang dapat melalui udara sehingga dapat menyerang paru-paru. Rumusan masalah pada artikel ini yaitu bagaimanakah hubungan rumah sehat dan perilaku keluarga pada kejadian Tuberkulosis. Tujuan: Penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui faktor kondisi fisik rumah dan perilaku keluarga pada Kejadian Tuberkulosis. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literature dengan metode pencarian pada tinjauan pustaka, dimana mencari literatur yang sesuai dengan media sosial yang relevan seperti google scholar, garuda, e-journal dalam bidang kejadian Tuberkulosis. Penelusuran literatur sebagai referensi dari tahun 2013-2023 dan mendapatkan 10 artikel atau jurnal yang relevansi dalam 10 tahun terakhir. Hasil: Hasil dari literature review ini menjelaskan bahwa kondisi fisik rumah yang meliputi keberadaan ventilasi, jendela, genting kaca, kepadatan hunian, kualitas lantai, kualitas dinding, keberadaan langit-langit, kelembaban, suhu, perilaku merokok dan riwayat merokok, penggunaan bahan bakar saat memasak dengan kejadian tuberculosis. Kesimpulan: Kesimpulan dari artikel literature review ini yaitu adanya hubungan antara kondisi fisik rumah antara lain: keberadaan langit-langit, kualitas dinding, kualitas lantai, kepadatan hunian, keberadaan ventilasi, keberadaan jendela, keberadaan genting kaca, kelembaban ruangan, suhu ruangan, dan perilaku keluarga antara lain perilaku merokok dan riwayat merokok dan penggunaan bahan bakar saat memasak. Penularan TB dapat dicegah dengan menerapkan hidup bersih dan sehat, sebaiknya masyarakat segera memperbaiki kondisi fisik rumah sesuai dengan rumah sehat sehingga kejadian TB dapat segera menurun.
Hubungan Sanitasi dan Air terhadap Kejadian Diare: Literature Review: The Relationship between Sanitation and Water and the Occurrence of Diarrhea: Literature Review Nickolas Fernando Parmualan; Mursid Raharjo; Nurjazuli
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4927

Abstract

Latar belakang: Diare merupakan penyakit yang yang ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair. Diare dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, virus dan organisme parasit. Faktor lingkungan menjadi faktor risiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan salah satunya diare. Lingkungan tidak sehat yang didukung dengan perilaku yang tidak sehat dapat menjadi potensi berkembangbiaknya bakteri penyebab diare. Tujuan: Penelitian ini menganalisis hubungan sanitasi dan air pada kejadian diare. Metode: Penelitian yang digunakan yaitu studi literature dengan metode pencarian pada tinjauan pustaka, dimana mencari literatur yang sesuai dengan media yang relevan seperti google scholar, garuda, e-jurnal dalam bidang kesehatan tentang kejadian diare. Penelusuran literatur sebagai referensi dari tahun 2013-2023 dan mendapatkan 22 artikel atau jurnal yang relevansi dalam 10 tahun terakhir. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan meliputi jenis penampungan tinja, kualitas air minum dan jenis sarana air minum serta perilaku cuci tangan pakai sabun (CPTS) dengan kejadian diare. Kesimpulan: Adanya hubungan antara jenis penampungan tinja, kualitas air minum, jenis sarana air minum dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan kejadian.
Hubungan Kualitas Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan: The Relationship Quality of the Physical Environment of Homes with the Incidence of Tuberculosis in Panekan District Waella Septamari Budi; Mursid Raharjo; Nurjazuli; Sri Poerwati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5106

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang paru-paru dan organ lainnya. Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar dari penderita TBC dapat melalui udara. Bakteri tersebut dapat menyerang organ paru dan di luar paru (ekstra paru). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara kualitas lingkungan fisik rumah dengan kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Metode: Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan studi case control dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian bivariat variabel kepadatan hunian (nilai p = 0,000. OR = 10,091), variabel jenis lantai rumah (nilai p = 0,002. OR = 3,551), variabel kualitas dinding (nilai p = 0,001. OR = 4,125), variabel keberadaan langit-langit (nilai p = 0,009. OR = 2,97), variabel luas ventilasi (nilai p = 0,003. OR = 3,451), variabel keberadaan genting kaca (nilai p = 0,000. OR = 4,958). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepadatan hunian, jenis lantai dan sanitasi lantai rumah, kualitas dinding rumah, keberadaan langit-langit rumah, luas ventilasi rumah, keberadaan genting kaca, kebiasaan membuka jendela di pagi hari, kontak serumah dengan penderita TB Paru BTA (+), perilaku merokok, perilaku penggunaan bahan bakar saat memasak dengan kejadian tuberkulosis di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Tahun 2023.
Pengukuran Kualitas Udara dalam Ruang di Puskesmas Gambir : Indoor Air Quality Measurement at Gambir Community Health Center Desy Mery Dorsanti; Nurjazuli; Mursid Raharjo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5109

Abstract

Latar belakang: Udara bersih merupakan kebutuhan utama manusia untuk hidup. Makhluk hidup terutama manusia membutuhkan oksigen untuk bernafas. Udara yang dibutuhkan manusia untuk bernafas seharusnya adalah udara yang bersih, sehingga paru-paru manusia yang menghirup udara bersih dapat bekerja dengan baik dan sirkulasi udara dalam tubuh pun berjalan dengan baik. Namun pada kenyataannya, seiring dengan perkembangan pembangunan, terjadi pencemaran udara yang menyebabkan penurunan kualitas udara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan guna mengetahui bagaimana kualitas udara dalam ruang di Puskesmas Gambir apakah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif observasional, mempergunakan metode observasional dalam pengkajian kualitas udara dalam ruang di Puskesmas Gambir serta menghimpun data primer. Data tersebut selanjutnya diperbandingkan dengan standar yang ditetapkan oleh Perarturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan. Hasil: Untuk parameter pertikulat udara yaitu PM 2,5 tidak memenuhi Standar Baku Mutu Kualitas Lingkungan (SBMKL) dan untuk parameter PM 10 dari 8 hari yang di lakukan pengukuran 4 hari nya menunjukkan hasil Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan 4 hari menunjukkan hasil Memenuhi Syarat (MS).
Factors Associated with the Presence of E.coli in Food: Literature Review Mulyati, Sri; Mursid Raharjo; Nurjazuli
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5325

Abstract

Background: Escherichia coli is a gram-negative bacterium of normal flora of the human and animal digestive tracts, and is important in human digestion. These bacteria can live in the stool, and can cause health problems, such as: diarrhea, vomiting, and other digestive problems. E coli bacteria can be pathogenic if the number of bacteria in the digestive tract increases or is outside the intestine. Food Sanitation Efforts include supervision, protection, and improvement of hygiene and sanitation quality specifically for Ready-to-Eat Processed Foods. Food hygiene and sanitation quality supervision is carried out through: surveillance, laboratory tests, risk analysis, and/or follow-up recommendations. Protection of food hygiene and sanitation quality is carried out through: communication, information, and education; health checks of food handlers; use of personal protective equipment; and/or the development of appropriate technology. Improving the quality of food hygiene and sanitation is carried out through: communication, information, and education; and/or food processing technology engineering Objective: The purpose of this literature review is to find out the factors related to the presence of E.coli in food Method: The research method used is a literature study with a search method in a literature review, which searches for literature that is in accordance with relevant social media such as google scholar, garuda, e-journal in the field of diarrhea incidence. Search the literature as a reference from 2014-2024 and get 10 articles or journals that are relevant in the last 10 years. Results: The results of this literature review explain that factors related to the presence of e.coli in food in public places include: personal hygiene of food handlers, how to wash cutlery, PPE of food handlers are not paid attention to, poor food sanitation, food handlers do not pay attention to controlling environmental conditions from the handling of raw materials to the distribution process, the storage place of cutlery is not considered, and improper serving of food. Conclusion: The conclusion of this literature review article is that there are many factors related to the presence of e.coli in food in public places. And recommend to environmental health workers the need to socialize and supervise the hygiene and sanitation of traders in particular. To the general public to pay attention to the cleanliness of what will be consumed.
HIGIENE PERORANGAN, PENGETAHUAN, KANDUNGAN E.COLI PADA AIR BERSIH BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN E.COLI PADA MAKANAN DI KANTIN WILAYAH PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Mulyati, Sri; Raharjo, Mursid; Nurjazuli, Nurjazuli
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.29682

Abstract

Bakteri E.coli merupakan salah satu bakteri yang sering mengontaminasi pada makanan. Keberadaan E.coli pada makanan menunjukkan kondisi higiene dan sanitasi yang buruk pada penjamah makanan atau penyedia jasa layanan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan keberadaan E. coli pada makanan di kantin wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Sampel sebanyak 30 kantin diambil dengan menggunakan metode total sampling yaitu semua kantin yang berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sampel makanan dilakukan pemeriksaan dengan metode most probable number (MPN) menunjukkan bahwa dari 30 sampel terdapat 11 sampel (36,7%) yang tidak memenuhi syarat. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis yang diperoleh menunjukan bahwa ada hubungan higiene perorangan penjamah makanan (p-value = 0,023), pengetahuan penjamah makanan (p- value = 0,017), dan kandungan E.coli pada air bersih (p-value=0,049) dengan keberadaan E.coli pada makanan di kantin wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Namun untuk variebel kandungan E.coli pada peralatan makanan tidak berhubungan dengan keberadaan E.coli pada makanan (p-value= 0,537). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara higiene perorangan penjamah makanan, pengetahuan penjamah makanan dan kandungan E.coli pada air bersih dengan keberadaan dengan keberadaan E.coli pada makanan di kantin wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kata Kunci:  Air Bersih; E.coli; Higiene Perorangan; Penjamah Makanan; Pengetahuan
Co-Authors -, Fitni Hidayati AA Sudharmawan, AA Adilasari, Philomena Larasati Aditya, Vanessa Rizky Agus Subagio Aini Nurul Alfia Nugrahani Sidhi Amarullah, Novi Ana Fauziah Andika Agus Iryanto Annisa Zolanda Annisa Zolanda Antonius Tae Asa, Antonius Tae Apoina Kartini Aslina, Enna Astri Wulandari Atyaf Umi Faizah Bagoes Widjanarko Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Baji Subagyo Budi, Waella Septamari Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Charisna Neilal Muna Damayanti, Wida Ayulia Desy Mery Dorsanti Dewi, Candrawati Puspita Dinar Andaru Mukti Dorsanti, Desy Mery Dwi Fitriani Dwi Fitriani Dwi Sutiningsih Fachrizal Ganiwijaya Fajar Sari, Ridhona Familiantoro, Familiantoro Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fauziah El Syani Ferawati, Nour Baeti Fernando P, Nickolas Fitri, Clara Ghinaa Maniiah Hansen Hanung Nurany Hariyanti, Fika Harmendo Hartini Sulistyandari, Hartini Haryanti, Nelly Hasim, Jamal Hisham Hasrah Junaidi Helmin Rumbiak, Helmin Hendrika Puspita Sari, Hendrika Puspita Husni, Siti Hajar i Joko, Tr Intan Sekar Arumdani Irawati, Roosdiana Jamal Hisham Hashim Kartika Permatasari Khaira Ilma Lewinsca, Maurend Yayank Liena Sofiana Mardhiyah, Lailatul martini MARTINI Martini Martini Martini Martini Martini Martini Martini Martini2 Masyithah, Wulan Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maulida Khairunnisa Maurend Yayank Lewinsca Maurend Yayank Lewinsca Mitha Karunia Baeti Mohammad Zen Rahfiludin Muhammad Auliya Rahman Mutia Permata Iryanti Nabilah Zahra Nadiva Dzikriyati Nadiva Dzikriyati Nickolas Fernando Parmualan Niki Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nilna Fasyya Salsabila Nopi Reknasari Nopi Reknasari Nor Aisyah Purnamasari Novia Luthviatin Nugraha, Ferry Satya Adi Nur Endah Wahyuningsih Nur Endah Wahyuningsih Nuraini Nuraini Nurdin Nurdin Nurdiyanto, Miftakhul Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nur’Aini Nur’Aini Onny Setiani Onny Setiani Pramudiyo Teguh Sucipto, Pramudiyo Teguh Pratiwi, Dian Eka Puguh Ika Listyorini Purnama, Wary Purnamasari, Nor Aisyah Raharjo, Puspito Rahman, Muhammad Auliya Rasyid, Khairul Restiana, Shafira Azura Retno Hestiningsih Retno Murwani Richard Victor Ombuh Rosa Rantetoding, Rosa Saffira Kusuma Anggraeni Saherman, Mohammad Sakundarno Adi Sari Lestari Rahmawati Saudin Yuniarno Setiadi, Robby Setiani , Onny Sigit Tri Ambarwanto, Sigit Tri Solly Aryza Sri Mulyati Sri Poerwati1, Ari Probandari2, Joko Sutrisno3, Ari Handono Ramelan4 Sri Slamet Mulyati, Sri Slamet Subekhi, Tatag Fajar Suci Kurniawati Sugeng Juwono Mardihusodo Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Sujarwo Sujarwo Sularno, Suryo Sulistiyani SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani Sulistyani Sulistyani Supri Ahmadi, Supri Sutikno Sutikno Sutrisno, Sutrisno Suwito Suwito Tampubolon, Sinthania Karunia Magdalena Tika, Vira Tri Joko Tri Joko Tri Joko Vijja Ratano Vira Tika Yuniar Waella Septamari Budi Wahyudi Wahyudi Wahyunita, Sunindy Watmanlusy, Efraim Wayangkau, Erich C. Wayangkau, Erich Christian Windy Cintya Dewi Windy Cintya Dewi Yana afrina Yundari, Yundari Yusniar Hanani Yusniar Hanani Yusniar Hanani Darundiati Yusniar Hanani Darundiati Yusran Fauzi Yusuf Afif Zahra, Nabilah