p-Index From 2021 - 2026
11.788
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Jurnal Kesehatan Lingkungan LINK Jurnal Riset Kesehatan JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Buletin Keslingmas Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Journal of Health Education HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Jurnal Serambi Engineering Jambura Journal of Health Sciences and Research Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal 'Aisyiyah Medika PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Judika (Jurnal Nusantara Medika) An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research JOURNAL OF COMMUNITY MEDICINE AND PUBLIC HEALTH RESEARCH Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Narra J KESANS : International Journal of Health and Science Open Access Health Scientific Journal Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Berita Kedokteran Masyarakat Journal of Noncommunicable Diseases (JOND) Gema Lingkungan Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Sciences. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

HIGIENE PERORANGAN, PENGETAHUAN, KANDUNGAN E.COLI PADA AIR BERSIH BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN E.COLI PADA MAKANAN DI KANTIN WILAYAH PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Mulyati, Sri; Raharjo, Mursid; Nurjazuli, Nurjazuli
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.29682

Abstract

Bakteri E.coli merupakan salah satu bakteri yang sering mengontaminasi pada makanan. Keberadaan E.coli pada makanan menunjukkan kondisi higiene dan sanitasi yang buruk pada penjamah makanan atau penyedia jasa layanan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan keberadaan E. coli pada makanan di kantin wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Sampel sebanyak 30 kantin diambil dengan menggunakan metode total sampling yaitu semua kantin yang berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sampel makanan dilakukan pemeriksaan dengan metode most probable number (MPN) menunjukkan bahwa dari 30 sampel terdapat 11 sampel (36,7%) yang tidak memenuhi syarat. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis yang diperoleh menunjukan bahwa ada hubungan higiene perorangan penjamah makanan (p-value = 0,023), pengetahuan penjamah makanan (p- value = 0,017), dan kandungan E.coli pada air bersih (p-value=0,049) dengan keberadaan E.coli pada makanan di kantin wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Namun untuk variebel kandungan E.coli pada peralatan makanan tidak berhubungan dengan keberadaan E.coli pada makanan (p-value= 0,537). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara higiene perorangan penjamah makanan, pengetahuan penjamah makanan dan kandungan E.coli pada air bersih dengan keberadaan dengan keberadaan E.coli pada makanan di kantin wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kata Kunci:  Air Bersih; E.coli; Higiene Perorangan; Penjamah Makanan; Pengetahuan
FAKTOR VEKTOR DAN HOST YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA: LITERATUR REVIEW Aslina, Enna; Martini, Martini; Raharjo, Mursid
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.29874

Abstract

Malaria adalah salah satu penyakit menular di masyarakat yang biasanya ada didaerah beriklim tropis. Penyakit Malaria ditularkan melalui perantara  vektor gigitan nyamuk Anopheles, dimana daerah yang beriklim tropis menjadi salah satu tempat perkembangbiakan dan habitat yang baik bagi nyamuk Anopheles. Infeksi parasite Plasmodium yang ada dalam tubuh nyamuk Anopheles kepada Manusia (Host) akan ditandai dengan gejala demam, sakit kepala, mengigil terkadang ada rasa mual dan anemia. Kebaruan penelitian yaitu mengetahui faktor host dan vector dengan kejadian Malaria berdasarkan penelitian yang sudah ada. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan hubungan fakor vector dan host  dengan kesakitan atau kasus malaria. Metode penelitian yang di gunakan dalam Penelitian ini dengan cara sistematis melakukan Tinjauan Pustaka merangkum hasil penelitian dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Sumber data berasal dari Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia dan Google Scholar dengan kata kunci “Vektor, Host dan Malaria”. Artikel yang dipilih adalah hasil penelitian terkait faktor vector dan host yang menjadi penyebab kejadian malaria. Hasil penelitian bahwa terdapat 8 artikel yang digunakan sebagai referensi saat pembuatan jurnal literature review, dan artikel menyebutkan bahwa antara faktor vector dan host sangat berhubungan dengan kasus kesakitan malaria. Kesimpulan bahwa hubungan antara vector, host dengan kasus atau kesakitan malaria diantaranya lingkungan yang mendukung untuk perkembangbiakan vektor serta perilaku manusia seperti kebiasaan keluar malam, menutup ventilasi rumah dengan kawat kassa dan kebiasaan untuk tidur menggunakan kelambu sangat menentukan penularan kesakitan malaria.
EVALUASI IMPLEMENTASI RENCANA PENGAMANAN AIR MINUM (RPAM) KOTA PEKALONGAN Sujarwo, Sujarwo; Nurjazuli, Nurjazuli; Raharjo, Mursid
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.29522

Abstract

Pemeriksaan kualitas air minum PDAM Kota Pekalongan bulan Desember 2023, total Coliform  118 CFU/100 ml sampel, Warna 10 TCU,  Besi (Fe) 0,23 mg/l dan Mangan (Mn) 1,14 mg/l melebihi baku mutu Permenkes No 2 Tahun 2023. Adanya keluhan masyarakat yang menyatakan air minum yang kotor serta gangguan kesehatan (gatal-gatal) yang dilaporkan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), selain itu terdapat kematian 2 balita diduga karena diare serta masalah stunting naik dari 20,6% menjadi 28,2% di tahun 2023. Kebaruan penelitian ini adalah implementasi rencana pengamanan air minum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui resiko keamanan air minum pada aspek kualitas serta mengevaluasi implementasi rencana pengamanan air minum Kota Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan mix method kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah 5 orang operator di lima subsistem PDAM Kota Pekalongan dan 30 titik sampel air yang diambil menggunakan metode total sampling. Penelitian ini diperkuat dengan indepth interview pada informan penelitian dan metadata hasil kegiatan surveilans kualitas air minum rumah tangga (SKAMRT) Kota Pekalongan Tahun 2024. Hasil penelitian ini ditemukan 99 resiko kejadian bahaya dengan tingkatan 4 kejadian kategori sangat tinggi, 10 kejadian kategori tinggi, 6 kejadian kategori sedang dan 79 kejadian kategori rendah. Kualitas air minum Kota Pekalongan belum dapat disebut aman menurut Permenkes No 2 Tahun 2023. Kesimpulannya yaitu Kota Pekalongan secara konsep dan upaya sudah menerapkan RPAM, tetapi belum secara dokumen, sehingga bisa dikatakan ada pada RPAM tingkat dasar.
Hubungan status gizi dengan kejadian penularan tuberkulosis dalam keluarga di Desa Batusumur Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Dewi, Candrawati Puspita; Raharjo, Mursid; Adi, Mateus Sakundarno
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i1.422

Abstract

Tuberculosis is the second infectious disease that causes the most deaths in the world according to WHO. Indonesia is a high TB burden country which currently ranks third in the world, with an incidence of 845.000 or 320/100.000 population with a mortality rate of 98.000 or 40/100.000 population and 3,6/100.000 TB-HIV population. The risk factor that can cause tuberculosis disease is malnutrition. The aim of the study was to determine the relationship between nutritional status and the incidence of tuberculosis transmission in the family. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and the incidence of tuberculosis. The research design used cross sectional study. The research was conducted in December 2023 in Batusumur Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency. The research sample was 39 respondents of tuberculosis patients. Inclusion criteria: patients actively communicate and are easy to talk to, patients live with family members and are still in the initial phase of treatment in the first 2 months. The independent variable was nutritional status. The dependent variable was the incidence of pulmonary tuberculosis transmission in family members. The instrument was an observation sheet. Data were analyzed by chi square test using SPSS. This research applies the principles of confidentiality, useful information and scientific development. The results showed that there was a relationship between nutritional status (p=0,026) and the incidence of tuberculosis transmission in the family. The conclusion is that there is a relationship between nutritional status and the incidence of tuberculosis. Tuberculosis patients and their families can make preventive efforts to prevent tuberculosis transmission.
Tempat Potensial Perkembangbiakan (Maya Indeks) Nyamuk Aedes Sp. di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Katingan Amarullah, Novi; Raharjo, Mursid; Sutiningsih, Dwi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i10.16466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor risiko penularan demam berdarah dengue (DBD) di daerah endemis Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada tahun 2023, yang mengalami lonjakan kasus signifikan. Berdasarkan data 2023, incidence rate di Kalimantan Tengah mencapai 113,86 per 100.000 penduduk, dengan Case Fatality Rate (CFR) 0,38% dan delapan kematian. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada April 2024 di tiga kecamatan endemis DBD, yakni Katingan Hilir, Katingan Tengah, dan Sanaman Mantikei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Breeding Risk Index (BRI) di daerah tersebut berada pada kategori sedang, dengan 46% rumah berisiko sedang. Hygiene Risk Index (HRI) juga berada pada kategori sedang, dengan 48,7% rumah berisiko sedang. Lebih lanjut, sebanyak 23,9% rumah di daerah endemis DBD berada pada kategori sedang (BRI 2/HRI 2). Selain itu, 45,1% rumah memiliki Maya Index yang tinggi, menunjukkan potensi besar untuk berkembangnya vektor nyamuk. Kesimpulannya, wilayah ini memiliki risiko sedang untuk penularan DBD, dengan faktor lingkungan yang mendukung penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan program pengendalian vektor melalui pendekatan berbasis komunitas, seperti perbaikan sanitasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi tempat perindukan nyamuk. Kata kunci:
Respiratory and Neurological Health Effects of Chromium and PM Exposure among Troso Woven Fabric Workers: A Cross Sectional Study in Jepara Darundiati, Yusniar Hanani; Joko, Tri; Setiani, Onny; Raharjo, Mursid; Nurjazuli, Nurjazuli; Rahman, Muhammad Auliya
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 4 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i4.371

Abstract

The Troso weaving industry in Jepara, Indonesia, is a traditional craft sector that relies on synthetic dyes and manual production, thereby exposing workers to chromium (Cr) and particulate matter (PM2.5 and PM10) with potential respiratory and neurological risks. This study aimed to analyze their association with respiratory and neurological disorders among workers. A cross-sectional design was applied involving 101 weaving workers from four production sites. Environmental sampling measured Cr concentrations in wastewater and PM2.5/PM10 in the ambient air, while worker characteristics and health complaints were assessed using the ECSC-87 and Q18 questionnaire. Data were analyzed using chi-square tests and odds ratios. Cr concentrations in wastewater ranged from <0.010 to 0.104 mg/L, remaining below the effluent quality standard of 1.0 mg/L but confirming the continuous use of chromium-based dyes discharged without treatment. Average PM2.5 and PM10 levels were 108.75 µg/m³ and 117.75 µg/m³, both exceeding national air quality standards (55 and 75 µg/m³). Bivariate analysis showed that respiratory disorders were significantly associated with exposure duration ≥40 hours/week (OR=7.333; p=0.0001) and working period >5 years (OR=20.935; p=0.0001), whereas dye type, dyeing frequency, and PPE use were not significant. Neurological disorders were significantly associated with exposure duration (p=0.001), working period (p=0.001), type of dye (p=0.0001), frequency of dyeing (p=0.018), and PPE use (p=0.0001). Environmental monitoring confirmed elevated PM levels and chromium-based dye use, while statistical analysis showed that prolonged exposure and long working periods associated with respiratory disorders, and neurological disorders were linked to multiple occupational factors.
Tempat Potensial Perkembangbiakan (Maya Indeks) Nyamuk Aedes Sp. di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Katingan Amarullah, Novi; Raharjo, Mursid; Sutiningsih, Dwi
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 10, No 4: November 2025
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v10i4.23119

Abstract

Background : Katingan Regency has experienced an increase in dengue fever cases in Central Kalimantan Province over the past three years, from 2020 to 2023, with an incidence rate in 2023 of 168.4 per 100,000 population and a Case Fatality Rate (CFR) of 0.66%. This is due to the Maya Index, which is a potential breeding ground for Aedes sp mosquitoes, remaining a problem. Therefore, research will be conducted to detect the Maya Index of Aedes sp mosquitoes in dengue fever endemic areas in Katingan Regency.Methods : This study was conducted using an observational research method with a cross-sectional approach in April 2024. The population in this study consisted of all cases of dengue fever in January–February 2024, with a sample size of 113 samples. The sampling technique used was random sampling. Data were obtained through direct observation and observation of the home environment using the visual larval method.Result : The Breeding Risk Index (BRI) was in the moderate category, with 52 (46%) homes, while the Hygiene Risk Index (HRI) was also in the moderate category, with 55 (48.7%) homes. in dengue endemic areas, it is in the moderate category (BRI 2/HRI 2), which is 27 (23.9%) houses. Most houses in dengue endemic areas in Katingan Regency are in the high Maya Index status, which is 51 (45.1%) houses.Conclusion : Houses with low to moderate BRI will have less potential for having positive larval containers than houses with high BRI. Houses with low to moderate HRI have higher positive larval containers than houses with high HRI.
The Effectiveness of Various Attractants in Attracting Aedes Sp Mosquitoes as a Strategy to Control Dengue Fever Cases : A Literature Review Subekhi, Tatag Fajar; Wahyuningsih, Nur Endah; Raharjo, Mursid
Jurnal Riset Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v14i2.13138

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains one of the major public health challenges, particularly in tropical countries such as Indonesia. Conventional vector control strategies, such as fogging and mosquito breeding site eradication, have encountered significant obstacles, including insecticide resistance and limited long-term effectiveness. This study aims to examine the effectiveness of various natural attractants as an alternative approach to attracting Aedes mosquitoes through a Systematic Literature Review (SLR) of 24 published articles from 2020 to 2025. The attractants analyzed include fermented rice straw water, coconut husks, fermented sugar solutions, as well as grass-based and plant semiochemical attractants. The review results indicate that fermented rice straw water is the most effective attractant for Aedes mosquitoes, especially for gravid females, due to its organic compounds produced during fermentation, such as ammonia and volatile acids. Sugar solutions, particularly in the form of Attractive Toxic Sugar Baits (ATSB), also show high effectiveness in both attracting and killing mosquitoes. In contrast, coconut husk attractants tend to be less effective and their performance varies depending on environmental conditions. Grass-based attractants such as Megathyrsus maximus also show potential but still require broader field validation. Based on a literature review of 24 studies, it can be concluded that straw-soaked water is the most effective attractant. This is effective with 3-7 days of fermentation at warm temperatures and in dark containers. Environmental health implications include its suitability as a low-cost lure and kill. Integrating natural attractants with attract-and-kill approaches such as ATSB can enhance the effectiveness of dengue control programs in a sustainable manner, especially in resource-limited settings.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Demak Hariyanti, Fika; Raharjo, Mursid; Joko, Tri
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21403

Abstract

Demam Berdarah masih menjadi penyakit endemis di Indonesia serta sering menimbulkan wabah atau kejadian luar biasa (KLB) dengan angka kematian yang tinggi. Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk aedes betina dan saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang belum dapat diatasi sepenuhnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue di Kabupaten Demak. Desain penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah Indonesia pada bulan Januari-Desember 2022. Populasi penelitian adalah pasien yang melakukan periksa di pelayanan kesehatan Kabupaten Demak. Sampel penelitian adalah pasien yang mendapatkan diagnose demam berdarah sejumlah 100 responden. Tekhnik pengumpulan data yaitu observasional dan menggunakan data sekunder. Variabel bebas penelitian adalah umur, jenis kelamin, riwayat demam, nyeri kepala, dan mual atau muntah sedangkan variable terikat adalah kejadian demam berdarah dengue. Data dianalisis dengan uji chi square menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur (p=0,046), jenis kelamin (p=0,009), riwayat demam (p=0,004), nyeri kepala (p=0,031), dan mual atau muntah (p=0,000) terhadap kejadian demam berdarah dengue. Simpulan adalah perilaku manusia yang menyebabkan terjadinya dan tersebarnya kasus DBD adalah kebiasaan masyarakat yang kurang menjaga kebersihan lingkungan. Untuk mendukung penegakan diagnose pasti demam berdarah dengue dan kesembuhan pasien, maka perlu dilakukan upaya baik secara pribadi maupun kelompok untuk meningkatkan tanggapan cepat berobat.
Relationship Between Breeding Places, 3M Plus Practices, and Insecticide use with Dengue Fever Incidence: A Literature Review Ferawati, Nour Baeti; Wahyuningsih, Nur Endah; Raharjo, Mursid
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 4 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i4.561

Abstract

Introduction: Dengue hemorrhagic fever remains a major public health problem in tropical countries, including Indonesia. Environmental conditions, community behavior, and vector control practices contribute significantly to dengue transmission. Objective: This literature review aimed to analyze the relationship between breeding places, the 3M Plus strategy (draining, covering, reusing, and additional control efforts), and insecticide use with the incidence of dengue fever Method: This study used a systematic literature review approach by searching Google Scholar, PubMed, DOAJ, and Garuda databases for articles published between 2015 and 2025. Studies examining breeding places, 3M Plus practices, and insecticide use in relation to dengue incidence were included. Results and Discussion: Eight studies met the inclusion criteria. Poorly managed water containers and inadequate waste management were associated with increased Aedes aegypti density and dengue incidence. Consistent implementation of 3M Plus practices was associated with reduced larval indices and dengue cases. Insecticide use was effective for short-term control but limited by resistance and improper application. Conclusion: Integrated vector management combining environmental sanitation, consistent 3M Plus practices, appropriate insecticide use, and community education is essential for sustainable dengue prevention.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Agus Subagio Aini Nurul Alfia Nugrahani Sidhi Amarullah, Novi Ana Fauziah Andika Agus Iryanto Annisa Zolanda Annisa Zolanda Antonius Tae Asa, Antonius Tae Apoina Kartini Arumdani, Intan Sekar Aslina, Enna Astri Wulandari Atyaf Umi Faizah Bagoes Widjanarko Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Baji Subagyo Budi, Waella Septamari Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Charisna Neilal Muna Damayanti, Wida Ayulia Dewi, Candrawati Puspita Dinar Andaru Mukti Dwi Fitriani Dwi Fitriani Dwi Sutiningsih Fachrizal Ganiwijaya Familiantoro Familiantoro Familiantoro, Familiantoro Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fauziah El Syani Ferawati, Nour Baeti Fitni Hidayati Fitri, Clara Fitria, Ida Ghinaa Maniiah Hansen Hanung Nurany Hariyanti, Fika Harmendo Hartini Sulistyandari, Hartini Haryanti, Nelly Hasim, Jamal Hisham Hasrah Junaidi Helmin Rumbiak, Helmin Hendrika Puspita Sari, Hendrika Puspita i Joko, Tr Irawati, Roosdiana Jamal Hisham Hashim Kartika Permatasari Khaira Ilma Lailatul Mardhiyah Lewinsca, Maurend Yayank Liena Sofiana Mardhiyah, Lailatul martini Martini Martini Martini Martini Martini Martini2 Masyithah, Wulan Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maulida Khairunnisa Maurend Yayank Lewinsca Maurend Yayank Lewinsca Maurend Yayank Lewinsca Miftakhul Nurdiyanto Miftakhul Nurdiyanto Mitha Karunia Baeti Mohammad Zen Rahfiludin Muhammad Auliya Rahman Mutia Permata Iryanti Nadiva Dzikriyati Nadiva Dzikriyati Nickolas Fernando Parmualan Niki Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nilna Fasyya Salsabila Ningrum, Cuciatun Nopi Reknasari Nopi Reknasari Novia Luthviatin Nugraha, Ferry Satya Adi Nur Endah Wahyuningsih Nur Endah Wahyuningsih Nuraini Nuraini Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nur’Aini Nur’Aini Onny Setiani Onny Setiani Philomena Larasati Adilasari Pramudiyo Teguh Sucipto, Pramudiyo Teguh Pratiwi, Dian Eka Puguh Ika Listyorini Purnama, Wary Purnamasari, Nor Aisyah Raharjo, Puspito Rahman, Muhammad Auliya Rasyid, Khairul Restiana, Shafira Azura Retno Hestiningsih Retno Murwani Richard Victor Ombuh Robby Setiadi Rosa Rantetoding, Rosa Saffira Kusuma Anggraeni Sakundarno Adi Sari Lestari Rahmawati Saudin Yuniarno Setiadi, Robby Setiani , Onny Sigit Tri Ambarwanto, Sigit Tri Sri Mulyati Sri Slamet Mulyati, Sri Slamet Subekhi, Tatag Fajar Suci Kurniawati Sugeng Juwono Mardihusodo Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Sujarwo Sujarwo Sularno, Suryo Sulistiyani SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani Sulistyani Sulistyani Sunindy Wahyunita Supri Ahmadi, Supri Sutikno Sutikno Sutrisno, Sutrisno Suwito Suwito Tika, Vira Tri Joko Tri Joko Tri Joko Vanessa Rizky Aditya Vijja Ratano Vira Tika Yuniar Wahyudi Wahyudi Wahyunita, Sunindy Watmanlusy, Efraim Wayangkau, Erich C. Wayangkau, Erich Christian Windy Cintya Dewi Windy Cintya Dewi Yana afrina Yundari, Yundari Yusniar Hanani Yusniar Hanani Darundiati Yusniar Hanani Darundiati Yusran Fauzi Yusuf Afif Zahra, Nabilah