Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penggunaan Idiom dalam Buku Menunggu Rakyat Bunuh Diri Karya Aslan Abidin Arisa, Arisa; Muliana, Muliana; Ahmad Ghazali Samad; Nur Rahmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna idiom dalam Kumpulan Esai Menunggu Rayat Bunuh Diri karya Aslan Abidin dan relevansinya terhadap materi pembelajaran esai di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna idiom dalam Kumpulan Esai Menunggu Rakyat Bunuh Diri karya Aslan Abidin relevansinya terhadap materi pembelajaran esai di SMA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari buku Menunggu Rakyat Bunuh Diri. Data tersebut berupa kata-kata, kalimat atau ungkapan yang mengandung idiom. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis idiom di dalam buku kumpulan esai Menunggu Rakyat Bunuh Diri karya Aslan Abidin, yaitu idiom penuh dan idiom sebagian. Idiom yang diperoleh dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran KD 3.13 menganalisis sistematika dan kebahasaan kritik dan esai, khususnya menelaah kebahasaan esai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi cerita pendek menjadi cerita mini tidak hanya memerlukan pemahaman yang mendalam tentang struktur naratif, tetapi juga kepekaan terhadap nilai estetika dan ritme bahasa. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam studi sastra dan menawarkan panduan praktis bagi penulis yang ingin mengembangkan kemampuan mereka dalam menciptakan cerita mini yang berdampak dan menggugah.
Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis IPTEK bagi Guru SD Terpencil di Kecamatan Sabbangparu Anita, Yetti; Karma, Rudi; Wahyuni, Sri; Rahmi, Nur
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.755 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.658

Abstract

ABSTRAKTujuan pelaksanaan program PKM ini adalah: (a) Membentuk kelompok kerja guru (KKG), (b) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, (c) melatih pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, (d) melatih dan mendampingi cara penggunaan media pembelajaran di kelas. Metode pelaksanaan kegiatan mengadopsi pola pelaksanaan penelitian tindakan meliputi empat tahap, yaitu: perencanaan program, pelaksanaan program, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil pelaksanaan program adalah (a) terbentuk 7 kelompok kerja guru dengan masing - masing anggota sebanyak 4 sampai 9 orang yang dibentuk berdasarkan lokasi daerah; (b) adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, dari kategori “cukup” menjadi “baik”; (c) dihasilkan media (alat peraga) untuk siswa SD, (d) kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran dalam di kelas berkualitas “baik”.Kata kunci: pembuatan media, SD terpencilABSTRACTThe objectives of this community partnership (PKM) program are: (a) To form teacher working group (KKG), (b) to improve teachers' knowledge and skill about making instructional media with applied science and technology approach, (c) to train the making of instructional media with applied science and technology approach, (d) to train and assist the use of instructional media in the classroom. The method of adopting the action research implementation includes four stages: program planning, program implementation, observation and evaluation, and reflection. The results of program implementation are (a) 7 teacher working groups with 4 to 9 members formed based on the location of the area; (b) the increased knowledge and skills of teachers on the making of instructional media with applied science and technology approach, from the "enough" to the "good" category; (c) generated media (props) for elementary students, (d) teachers' ability to use instructional media in "good" quality category.Keywords: educational media, remote elementary school
Edukasi Pendampingan Pembuatan Pangan Lokal Berbasis Daun Kelor dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dan Pencegahan Stunting di Desa Mattiro Uleng Kabupaten Pangkep Wisudawaty, Ika; Rahmi, Nur; Putrawan, Muh. Rizah; Syam, Agus; Jufri, Muhammad
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 04 (2025): Nopember - Januari
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v3i04.2574

Abstract

Stunting merupakan isu kesehatan gizi kronis yang menghambat kualitas SDM nasional, menuntut intervensi gizi spesifik berbasis pangan lokal, salah satunya adalah Daun Kelor (Moringa oleifera). Kelor terbukti kaya zat besi dan protein, menjadikannya solusi efektif dan ekonomis untuk fortifikasi pangan rumah tangga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan ganda: meningkatkan pengetahuan gizi untuk pencegahan stunting dan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pengolahan kelor. PKM dilaksanakan di Desa Mattiro Uleng, Kabupaten Pangkep, dengan sasaran utama Ibu-ibu PKK dan Ibu-ibu Rumah tangga. Metode yang digunakan adalah Pendekatan Partisipatif Berbasis Edukasi dan Demonstrasi Praktik (hands-on training). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman peserta sebesar 28,7% (berdasarkan skor pre-test dan post-test). Keberhasilan transfer pengetahuan dan keterampilan diwujudkan dalam kemampuan peserta memproduksi diversifikasi pangan bernilai jual, seperti Cookies Sehat Kelor. Secara analitis, produk olahan ini membuka peluang Kewirausahaan Sosial, memberikan potensi pendapatan tambahan substansial yang mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Secara teoritis, integrasi olahan kelor ke dalam menu harian dan MP-ASI merupakan perubahan perilaku (Behaviour Change) yang esensial dalam mendukung program pencegahan anemia dan stunting. Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan ini berhasil mencapai dampak ganda: meningkatkan literasi gizi dan memberdayakan ekonomi, sehingga direkomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan untuk legalitas dan pemasaran produk.
THE EFFECT OF FINANCIAL LITERACY ON BUSINESS INTEREST: A CASE STUDY ON FEBI UINSI SAMARINDA STUDENTS Eliza, Nova; Puspitasari, Dhea Octavia; Rahmi, Nur
Asian Journal of Islamic Economic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): AICOS: Asian Journal Of Islamic Economic Studies
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/aicos.v1i01.3539

Abstract

The aim of the research is to determine the influence of entrepreneurship education, financial literacy, family environment, and love of money on the current entrepreneurial intentions of students at the Faculty of Economics, Sultan Aji Muhammad Idris National Islamic University. This research is quantitative or uses numbers as a measure. Data was collected using a questionnaire or questionnaire using random sampling techniques and distributed to 150 respondents or students. In this research, researchers used descriptive data analysis techniques. The results of this research show that financial literacy has a positive impact on investment decisions and decisions to be interested in business development for the majority of students. Financial behavior has a positive influence on investment decisions.
Eksistensi Tenun sebagai Warisan Budaya : Pengenalan dan Pelestarian untuk Generasi Muda di Jl. Pangeran Diponegoro RT 23 RW 08, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah Nurul Hidayat; Monika Martiyoli Urei; Nur Rahmi; Eka Wulandari; Felisyashandi Felisyashandi; Andrik Radika Saptaputra; Karya Agung
Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karyanyata.v2i4.2585

Abstract

Low interest among the younger generation in local culture, particularly in traditional weaving skills, remains a significant concern in the city of Tarakan. Yet, weaving is one of Indonesia’s cultural heritages with high artistic and economic value. In response to this issue, a weaving training program was conducted at Jl. Pangeran Diponegoro RT 23 RW 08, Sebengkok Subdistrict, Central Tarakan, with the aim of fostering cultural appreciation among youth while equipping them with productive skills. The activity was held on September 13, 2025, from 13:00 to 16:00 Central Indonesian Time (WITA), at the home of a local resident in Sebengkok. The participants consisted of six male students from grade 10 of a vocational high school and four adult female participants. The methods employed in this program included cultural education, hands-on weaving practice, and documentation. This community engagement activity reflects a comprehensive approach to cultural preservation while also opening economic opportunities for the local community. The program included the introduction of weaving's cultural values, basic skill training, small-scale business mentoring based on woven products, and community development efforts..
Multiliteracy and Work Readiness: The Central Role of Career Adaptability in the Digital Era Dewantara, Hajar; Inanna, Inanna; Pahrul, Pahrul; Rahmi, Nur
Quantitative Economics and Management Studies Vol. 6 No. 6 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.qems4541

Abstract

Digital transformation has become a global phenomenon that fundamentally changes the competencies required of college graduates to enter the workforce. Therefore, the multiliteracy concept, encompassing entrepreneurial literacy, human literacy, and digital literacy, is a crucial indicator that can influence the work readiness of the younger generation. This study aims to analyze the model of student work readiness formation in the digital era through the role of career adaptability as a psychosocial mechanism that bridges the relationship. This study uses a quantitative approach with a questionnaire as a data collection technique. Furthermore, the data is processed using Structural Equation Modeling analysis. This study found that human literacy and digital literacy have a direct effect on work readiness. Furthermore, entrepreneurial literacy contributes to increased career adaptability. Meanwhile, career adaptability is a determinant that can strengthen the relationship between multiliteracy and work readiness, emphasizing the importance of adaptive capacity in facing professional dynamics in the digital era. The results of this study have implications for the importance of higher education institutions developing needs-based educational curricula oriented toward work readiness and Outcome-Based Education-based learning.
Edukasi, Vaksinasi, dan Kastrasi Kucing dalam Meningkatkan Kesehatan Hewan dan Kesadaran Masyarakat di Bukittinggi: Education, Vaccination, and Cat Castration in Improving Animal Health and Community Awareness in Bukittinggi Fadillah, Sucia; Safitri, Widia; Rahmi, Nur; Pertiwi, Sedrisa Lidya; Khanh, Varhanno Khallifhatul
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. Suppl-1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11iSuppl-1.10977

Abstract

Animal health plays a crucial role in maintaining ecosystem balance and preventing the spread of zoonotic diseases. In Bukittinggi, uncontrolled cat populations and the potential spread of rabies pose significant public health concerns. This community service program aimed to improve animal health and raise public awareness through education on animal care, rabies vaccination, and male cat castration. The activity was attended by 55 community participants who owned pets. A holistic approach was employed, combining medical services—vaccination and castration—with direct community education. The program successfully vaccinated 80 cats and castrated 15 male cats, while significantly increasing community knowledge, as evidenced by pre- and post-test scores (from 6.00 to 9.55). The satisfaction rate among participants reached 96%. These results demonstrated the program's effectiveness in improving animal health, reducing the risk of zoonotic diseases, and raising public awareness about responsible pet care. This model intervention could serve as an example for zoonotic disease control and enhancing animal welfare within communities.
Home-Based Entrepreneurship Training for Enhancing Family Income in Takalar Regency Nurhayani Nurhayani; Hasisa Haruna; Andi Anggi Kemalasari; Nur Rahmi; Sumiati Tahir
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 3 No. 1 (2026): PADAIDI: Journal of Tourism Dedication
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/

Abstract

This community service program aims to enhance the economic capacity and independence of the community through home-based entrepreneurship training in Takalar Regency. The primary challenges faced by the community include limited skills in developing home-based businesses, a lack of product innovation, and insufficient knowledge of marketing and business management. Therefore, this program was implemented as a community empowerment initiative, particularly targeting housewives and small-scale entrepreneurs, to enable them to transform local resources into products with economic value. The implementation method consisted of several stages, including observation, socialization, training, hands-on practice, and business mentoring. The training materials covered the fundamentals of entrepreneurship, home-based product processing, packaging techniques, basic digital marketing, and financial management for small businesses. The program was conducted using a participatory approach that actively involved community members in both the training sessions and production practices. The results demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge and skills in managing home-based businesses. Participants were able to produce more attractive products with higher market value than before. In addition, they gained a better understanding of the importance of marketing strategies through social media to expand their consumer reach. The program also positively influenced participants’ motivation to develop independent businesses as a means of increasing family income. In conclusion, home-based entrepreneurship training has proven effective in supporting community economic empowerment in Takalar Regency. This initiative is expected to serve as an initial step toward creating productive and sustainable enterprises based on local potential.
Pendampingan Usaha Mikro Dalam Meningkatkan Daya Saing di Era Digital Branding oleh-oleh Khas Malino Hasisa Haruna; Nurhayani Nurhayani; Andi Anggi Kemalasari; Nur Rahmi; A. Reski Almaida Dg Macenning
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 3 No. 1 (2026): PADAIDI: Journal of Tourism Dedication
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing usaha mikro oleh-oleh khas Malino melalui pendampingan digital branding. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya literasi digital, lemahnya identitas visual produk, serta keterbatasan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu observasi dan identifikasi masalah, pelatihan digital branding, pendampingan implementasi re-branding produk, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola identitas merek, membuat konten promosi digital, dan memanfaatkan platform media sosial secara lebih profesional. Transformasi kemasan dan logo produk berhasil meningkatkan nilai estetika dan kepercayaan konsumen terhadap produk oleh-oleh khas Malino. Selain itu, terjadi peningkatan aktivitas promosi digital serta kenaikan omzet penjualan rata-rata sebesar 15–25% selama masa pendampingan. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya kolaborasi antar-pelaku usaha dalam memperkuat promosi kawasan wisata Malino sebagai pusat oleh-oleh modern berbasis digital. Dengan demikian, pendampingan digital branding terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital, memperkuat daya saing, dan mendukung keberlanjutan usaha mikro di era ekonomi digital.
Home-Based Entrepreneurship Training for Enhancing Family Income in Takalar Regency Nurhayani Nurhayani; Hasisa Haruna; Andi Anggi Kemalasari; Nur Rahmi; Sumiati Tahir
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 3 No. 1 (2026): PADAIDI: Journal of Tourism Dedication
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/

Abstract

This community service program aims to enhance the economic capacity and independence of the community through home-based entrepreneurship training in Takalar Regency. The primary challenges faced by the community include limited skills in developing home-based businesses, a lack of product innovation, and insufficient knowledge of marketing and business management. Therefore, this program was implemented as a community empowerment initiative, particularly targeting housewives and small-scale entrepreneurs, to enable them to transform local resources into products with economic value. The implementation method consisted of several stages, including observation, socialization, training, hands-on practice, and business mentoring. The training materials covered the fundamentals of entrepreneurship, home-based product processing, packaging techniques, basic digital marketing, and financial management for small businesses. The program was conducted using a participatory approach that actively involved community members in both the training sessions and production practices. The results demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge and skills in managing home-based businesses. Participants were able to produce more attractive products with higher market value than before. In addition, they gained a better understanding of the importance of marketing strategies through social media to expand their consumer reach. The program also positively influenced participants’ motivation to develop independent businesses as a means of increasing family income. In conclusion, home-based entrepreneurship training has proven effective in supporting community economic empowerment in Takalar Regency. This initiative is expected to serve as an initial step toward creating productive and sustainable enterprises based on local potential.