Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan pembelajaran Alquran Hadits dengan kemampuan baca tulis Alquran di MAN 2 Bogor Rakhmawati, Siti; Tanjung, Hasan Basri; Subagiya, Bahrum
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i1.18155

Abstract

Many fundamental problems today are that students in madrasah educational institutions are somewhat behind in reading and understanding the Qur'an. The purpose of this study was to understand the results of the influence of Alquran Hadith learning on the ability to read and write the Qur'an of class XI MAN 2 Bogor, and to analyze the obstacles faced by Alquran Hadith subject teachers of MAN 2 Bogor. This study uses a combination of quantitative descriptive and qualitative descriptive methods. The results of this study are that: (1) the results of the correlation test show a strong or high relationship between variable X and variable Y. The Sig. value is 0.000 <0.05 which means that the relationship between variables X and Y is significant so that Ha is accepted and Ho is rejected, (2) the results of interviews regarding the obstacles faced by Alquran Hadith subject teachers are the lack of time given, there are students who do not yet have the basic ability to read and write the Qur'an, the lack of student responsibility in maintaining and caring for the facilities provided by the school, and the time used in learning activities does not support. Abstrak Banyak permasalahan mendasar saat ini adalah peserta didik pada lembaga pendidikan madrasah agak tertinggal dalam membaca dan memahami Alquran. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami hasil dari pengaruh pembelajaran Alquran Hadits terhadap kemampuan Baca Tulis Alquran kelas XI MAN 2 Bogor, dan menganalisis hambatan yang dihadapi oleh guru mata pelajaran Alquran Hadits MAN 2 Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif deskriptif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa: (1) hasil uji korelasi menunjukkan kekuatan hubungan yang kuat atau tinggi antara variabel X dengan variabel Y. Adapun nilai Sig. 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa hubungan antara variabel X dan Y adalah signifikan sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, (2) hasil wawancara mengenai hambatan yang dihadapi guru mata pelajaran Alquran Hadits yaitu kurangnya waktu yang diberikan, terdapat siswa yang belum memiliki dasar kemampuan membaca dan menulis Alquran, kurangnya tanggung jawab peserta didik dalam menjaga dan merawat fasilitas yang disediakan oleh sekolah, dan waktu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tidak mendukung.
Penerapan bimbingan periodik untuk meningkatkan kreativitas guru di SMA Citra Madani Cibinong Alwahid, Muhamad Azhar; Subagiya, Bahrum; Hidayat, Muhammad Faishal; Nurmawati
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i1.19049

Abstract

Teacher creativity is an important factor in improving the quality of learning. However, there are still obstacles in developing teacher creativity, especially in terms of planning and implementing innovative learning. One of the efforts that can be done to overcome this problem is through periodic guidance by the principal. This study aims to examine the effectiveness of periodic guidance in improving teacher creativity at Citra Madani Cibinong High School. This study used a qualitative method with a School Action Research (SAI) approach. The research was conducted in two cycles consisting of preparation, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, interviews, and document analysis. The results showed that periodic guidance by the principal contributed positively to the improvement of teacher creativity. Indicators of this improvement can be seen from the better attendance rate of teachers, the ability of teachers to develop lesson plans independently, and the results of principal supervision that show improved teacher performance. Findings from the first and second cycles show that teachers' creativity continues to improve along with the implementation of continuous periodic guidance. Abstrak Kreativitas guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, masih terdapat kendala dalam pengembangan kreativitas guru, terutama dalam hal perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang inovatif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah melalui bimbingan periodik oleh kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas bimbingan periodik dalam meningkatkan kreativitas guru di SMA Citra Madani Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tahapan persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan periodik oleh kepala sekolah berkontribusi positif terhadap peningkatan kreativitas guru. Indikator peningkatan ini terlihat dari tingkat kehadiran guru yang lebih baik, kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara mandiri, serta hasil supervisi kepala sekolah yang menunjukkan peningkatan kinerja guru. Temuan dari siklus pertama dan kedua menunjukkan bahwa kreativitas guru terus meningkat seiring dengan pelaksanaan bimbingan periodik yang berkelanjutan.
Membangun kepemimpinan profetik santri: Kontribusi OSTADA di Pesantren Daarul Uluum Lido Firdaus, Ghobi Ghilman; Sa'diyah, Maemunah; Subagiya, Bahrum
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v4i2.15145

Abstract

Leaders in organizations play a significant role in guiding, motivating, and shaping the organization's direction. The leadership style held by the leader can have a significant impact on his followers. Leadership based on wisdom, gentleness, and courage is the hallmark of Prophetic leadership upheld in Islam. As a great leader, Prophet Muhammad SAW practised leadership that combines strength and gentleness in carrying out his duties. This study explores the Organization of Santri Tahfizh Daarul Uluum Lido (OSTADA) 's role in improving students' prophetic leadership attitude at Pesantren Tahfizh Daarul Uluum Lido. This research uses a qualitative approach with data collection through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed by considering primary and secondary data. The results showed that OSTADA is a formal organization that helps organize santri activities in the pesantren. They apply a leadership concept that reflects the exemplary attitude of the Prophet Muhammad SAW, namely "ready to be led and ready to lead." This allows OSTADA members to understand the true meaning of leadership that combines submission and readiness to lead. However, implementing prophetic leadership attitudes in OSTADA is also faced with the challenges of globalization and violating actions that can affect the santri development process. OSTADA at Pesantren Tahfizh Daarul Uluum Lido plays an important role in this process. Abstrak         Peran pemimpin dalam organisasi memegang peranan besar dalam memandu, memotivasi, dan membentuk arah organisasi. Gaya kepemimpinan yang dipegang oleh pemimpin dapat berdampak besar pada pengikutnya. Kepemimpinan yang berlandaskan pada kebijaksanaan, kelembutan, dan kegagahan merupakan ciri khas kepemimpinan Profetik yang dijunjung tinggi dalam Islam. Nabi Muhammad SAW, sebagai pemimpin agung, mempraktikkan kepemimpinan yang mengombinasikan kekuatan dan kelembutan dalam mengemban tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Organisasi Santri Tahfizh Daarul Uluum Lido (OSTADA) dalam meningkatkan sikap kepemimpinan profetik santri di Pesantren Tahfizh Daarul Uluum Lido. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mempertimbangkan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSTADA adalah organisasi formal yang membantu mengatur kegiatan santri di Pesantren. Mereka menerapkan konsep kepemimpinan yang mencerminkan sikap keteladanan Nabi Muhammad SAW, yaitu "siap dipimpin dan siap memimpin." Ini memungkinkan santri anggota OSTADA untuk memahami arti sejati kepemimpinan yang menggabungkan ketundukan dan kesiapan untuk memimpin. Namun, implementasi sikap kepemimpinan profetik dalam OSTADA juga dihadapkan pada tantangan globalisasi dan tindakan melanggar yang dapat memengaruhi proses pembinaan santri. OSTADA di Pesantren Tahfizh Daarul Uluum Lido memainkan peran penting dalam meningkatkan sikap kepemimpinan profetik santri. Konsep kepemimpinan yang mengedepankan nilai-nilai agama dan keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi panduan dalam pembentukan karakter kepemimpinan santri. Namun, tantangan globalisasi dan pelanggaran terhadap nilai-nilai tersebut memerlukan perhatian khusus dalam upaya meningkatkan sikap kepemimpinan profetik.
Implementasi metode Qiroati dalam pembelajaran Alquran pada siswa Mattayom di Solihuddin School Thailand Selatan Lisnawati, Santi; Subagiya, Bahrum; Auliya R, Nabil; Syawaludin Pangestu, Ridho; Bin Hayeekhonoh, Sahroh
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v4i3.15669

Abstract

In learning the Qur'an, the method is one way to achieve the desired goal. The Qiroati Method is a way for participants to learn the Qur'an quickly and precisely. The purpose of this study was to describe the application of the Qiroati Method, find out the virtues of the Qiroati Method, and find out the challenges of the Qiroati Method that arise in learning the Qur'an at Solihuddin School, South Thailand. This type of research uses descriptive qualitative research by focusing on a case to be observed and analyzed or a case study. The analysis technique used is the flow model analysis technique. There are four stages in the flow model, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of the Qiroati Method of learning al-Qur'an in mattayom students at Solihuddin School in Southern Thailand takes place every day when entering school as the first subject. The implementation of the Qiroati Method in learning the Qur'an at Solihuddin School Southern Thailand is supported by the capacity of teachers, the enthusiasm of students, and adequate infrastructure. While the obstacles are that there is no forum for cooperation to improve the Qiroati Method in learning the Qur'an in the Chana District area. Abstrak Dalam pembelajaran Alquran metode menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Metode Qiroati merupakan cara bagi peserta dapat mempelajari Alquran dengan cepat dan tepat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan Metode Qiroati, mengetahui keutamaan Metode Qiroati, dan mengetahui tantangan Metode Qiroati yang muncul dalam pembelajaran Alquran di Solihuddin School Thailand Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan terfokus pada suatu kasus untuk diamati dan dianalisis atau studi kasus. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis flow model. Ada empat tahapan dalam flow model, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode Qiroati pembelajaran Alquran pada siswa Mattayom di Solihuddin School Thailand Selatan berlangsung setiap hari ketika masuk sekolah sebagai mata pelajaran pertama. Penerapan Metode Qiroati dalam pembelajaran Alquran di Solihuddin School Thailand Selatan didukung dengan kapasitas guru, semangat siswa, dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan hambatannya belum ada wadah kerja sama untuk meningkatkan Metode Qiroati dalam pembelajaran Alquran di daerah Distrik Chana.
STRATEGI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN BERDASARKAN KECENDERUNGAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK DI MA GAZA AL-ISLAMI BOGOR Salsabila, Aisyah; Makarim, Chodidjah; Subagiya, Bahrum
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i1.15958

Abstract

Baca Tulis Qur'an (BTQ) is a Qur'anic reading and writing lesson that must be given to every Muslim. This learning is usually carried out in every Islamic-based school in Indonesia. This study aims to determine the objectives, methods, strategies, and learning style tendencies of students in the learning process of reading and writing the Qur'an at MA Gaza Al-Islami Bogor. The method used in this research is qualitative with a field study approach (field research), data sources obtained from observation, interviews, documentation conducted at the school. This study found that the purpose of implementing learning to read and write the Qur'an is to explore the potential of students in reading and being able to write the Qur'an by exploring its content. There are two methods used in the learning process of introducing hijaiyah letters (makhorijul huruf) and the binnadzhor method. The strategy used by teachers in improving reading and writing skills is by paying attention to the ability of students, observing and choosing the right method. The learning styles of the learners include visual, auditive, and kinestic (VAK) learning styles, emphasizing that learning should take advantage of the sensory tools that students have. Abstrak Baca Tulis Qur’an (BTQ) adalah merupakan pembelajaran baca tulis Alquran yang wajib diberikan kepada setiap muslim. Pembelajaran ini biasa dilaksanakan di setiap sekolah yang berbasis kepada keislaman di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan, metode, strategi, dan kecenderungan gaya belajar siswa dalam proses pembelajaran baca tulis Alquran di MA Gaza Al-Islami Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research), sumber data didapatkan dari observasi, wawancara, dokumentasi yang dilakukan di sekolah. Penelitian ini menemukan bahwa tujuan pelaksanaan pembelajaran Baca Tulis Qur’an adalah menggali potensi peserta didik dalam membaca dan mampu menulis Alquran dengan mendalami isi kandungannya. Ada dua metode yang digunakan pada proses pembelajaran pengenalan huruf-huruf hijaiyah (makhorijul huruf) dan metode binnadzhor. Strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis yakni dengan cara memperhatikan kemampuan peserta didik, mengamati dan memilih metode yang tepat. Gaya belajar para peserta didik meliputi gaya belajar visual, auditif, dan kinestetik (VAK), dengan menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan alat indra yang dimiliki siswa.
Penggunaan teknologi digital ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan untuk pengajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Kota Depok Alwahid, Muhamad Azhar; Saepudin, Didin; Subagiya, Bahrum; Andriansyah, Andri; Andestend
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i1.16296

Abstract

This article aims to explain that brain-friendly, child-friendly and environment-friendly digital technology through interaction between teachers and students with comprehensive guidance can improve learning outcomes. With brain-friendly, child-friendly and environmentally-friendly technologies more channels of interaction between teachers and students are created so as to improve teaching and shape students' thinking patterns. In classroom learning teachers use WhatsApp, YouTube, Instagram, power points, google classroom, quizzes, Edmundo, google meet and zoom meeting. The learning approach used is the scientific approach (observing, questioning, gathering information, associating and communicating), so that learning becomes more interesting and students become more active. However, although digital technology can improve learning outcomes, it has not been able to achieve the main objectives of Islamic religious education, namely religiosity, faith, piety and noble character. In addition, brain-friendly, child-friendly and environmentally friendly technology has advantages but also has several weaknesses. The advantages of using brain-friendly, child-friendly and environmentally friendly technology are (1) making it easier for teachers and students to access knowledge; (2) there is no need to buy and stack books but teachers can access e-books (electronic books) from the internet which can be opened via a hand phone or laptop; (3) finding teaching materials and other needs becomes very easy; (4) communicating with others is so easy and fast; (5) making it easier for teachers to provide subject matter to students. Meanwhile, the disadvantages of using brain-friendly, child-friendly and environmentally friendly technology are as follows: (1) some students' thoughts have a tendency towards radical thinking; (2) the rise of plagiarism among students; (3) many students become lazy and tend to behave unruly and resist; (4) lazy to carry out worship, especially the five daily prayers; (5) making the main task as a side and spending time using the internet to find other information outside the tasks given by the teacher; (6) the emergence of arrogant behavior, namely the emergence of feelings from students feeling smarter than their teachers because students have more time to access various kinds of information that enter through the internet. Abstrak Artikel ini bertujuan menjelaskan bahwa teknologi digital ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan melalui interaksi antara guru dan siswa dengan bimbingan yang komprehensif dapat meningkatkan hasil pembelajaran. Dengan teknologi ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan semakin banyak saluran interaksi antara guru dan siswa diciptakan sehingga dapat meningkatkan pengajaran dan membentuk pola berpikir siswa. Dalam pembelajaran di kelas guru menggunakan WhatsApp, Youtube, Instagram, Power poin, Google Classroom, Quizzes, Edmundo, Google Meet dan Zoom Meeting. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan), sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan siswa menjadi lebih aktif. Namun demikian walaupun teknologi digital dapat meningkatkan hasil pembelajaran akan tetapi belum bisa mencapai tujuan pendidikan agama Islam yang utama yaitu religiusitas, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Selain itu teknologi ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan memiliki kelebihan tetapi juga memiliki beberapa kelemahan. Kelebihan penggunaan teknologi ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan adalah (1) memudahkan guru dan siswa dalam mengakses ilmu pengetahuan; (2) tidak perlu banyak membeli dan menumpuk buku tetapi guru dapat mengakses e-book (buku elektronik) dari internet yang dapat dibuka melalui handphone atau laptop; (3) mencari bahan ajar dan kebutuhan lain menjadi sangat mudah; (4) berkomunikasi dengan orang lain begitu mudah dan cepat; (5) memudahkan guru dalam memberikan materi pelajaran kepada siswa. Sedangkan kelemahan penggunaan teknologi ramah otak, ramah anak dan ramah lingkungan adalah sebagai berikut: (1) beberapa pemikiran siswa memiliki kecenderungan pada pemikiran radikal; (2) maraknya plagiarisme di kalangan para siswa; (3) banyak siswa menjadi malas dan cenderung berperilaku sulit diatur dan melawan; (4) malas melaksanakan ibadah terutama shalat lima waktu; (5) menjadikan tugas pokok sebagai sampingan dan menghabiskan waktu menggunakan internet untuk mencari informasi lain di luar tugas yang diberikan guru; (6) timbulnya tabiat sombong yaitu timbulnya perasaan dari siswa merasa lebih pintar dari gurunya karena siswa lebih banyak waktu untuk mengakses berbagai macam informasi yang masuk lewat internet.
Strategi guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Firdaus, Intan Nourmalena; Kosim, Ahmad Mulyadi; Subagiya, Bahrum
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.19025

Abstract

This research aims to analyze teacher strategies in increasing students' active learning in Islamic Religious Education (PAI) subjects. Active learning is very important to ensure students not only understand concepts but are also able to instill Islamic values in everyday life. Student learning activity is also an important part in achieving learning goals, which includes students' physical and mental involvement during the teaching and learning process. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The research results show that the strategies implemented by teachers include active learning methods, the use of interesting learning media, group discussions, and personal approaches to students. Teachers also act as motivators, facilitators and mentors who are able to create a conducive classroom atmosphere. This strategy succeeded in increasing student involvement, both in terms of asking, answering, discussing and completing assignments. It is hoped that this research can serve as a guide for teachers in developing effective learning methods to increase student learning activity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Keaktifan belajar sangat penting untuk memastikan siswa tidak hanya memahami konsep tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Keaktifan belajar siswa juga merupakan bagian penting dalam mencapai tujuan pembelajaran, yang mencakup keterlibatan fisik dan mental siswa selama proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru meliputi metode pembelajaran aktif, penggunaan media pembelajaran yang menarik, diskusi kelompok, serta pendekatan personal kepada siswa. Guru juga berperan sebagai motivator, fasilitator, dan pembimbing yang mampu menciptakan suasana kelas kondusif. Strategi ini berhasil meningkatkan keterlibatan siswa, baik dalam hal bertanya, menjawab, berdiskusi, maupun menyelesaikan tugas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa.
Environmental Fiqh and Protecting Nature: How Islamized View on Nature Implemented Subagiya, Bahrum
Indonesian Journal of Islamization Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Islamization Studies (INJAS) - Articles in Layout
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/injas.v2i2.13040

Abstract

An important cause of the destruction of nature begins with a materialistic human worldview. Nature and the environment are only seen as objects to fulfill human life. Thus, nature is overused, in order to satisfy lust without looking at its sustainability in a sustainable future. This study examines several fatwas of the Indonesian Ulema Council (MUI) related to the environment. With a library research approach, researchers found that the MUI fatwa has an important role in changing the way humans view nature and the environment. The nature of nature is not only a physical essence that is materialistic, but nature is an important part of human life that has spiritual values. Nature is entrusted by Allah, not the property of humans, but Allah gives wide authority in its management. Therefore, nature management cannot be separated from the guidelines of the Shari'ah, in this case what is already contained in the Qur'an and Hadith.
Dampak kegiatan organisasi santri terhadap konsistensi shalat berjamaah Rahmat, Putri Elitifah; Subagiya, Bahrum; Taqwa, Hafiz
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i3.19726

Abstract

Discipline in congregational prayer is an important role in the character building of santri in the Boarding School environment. This study aims to analyze the effect of the Ma’had Hasmi Santri Organization (OSMA) on the discipline of congregational prayer of female santri at Hasmi Islamic Boarding School. The research method used is a quantitative approach with a survey type. Data was collected through distributing questionnaires to 78 students with a total of 24 items. Data analysis was carried out by testing normality, linearity, simple linear regression, and significance testing using spss 23 for windows. The results showed that OSMA has a significant influence on the discipline of congregational prayer with a regression coefficient value of 0.352. The significance test (t) shows the t-count value of 3.991 with a significance value of 0.000 <0.05, which means that there is a significant relationship between OSMA and the discipline of congregational prayer. In addition, the results of the coefficient of determination (R2) test show that OSMA contributes 17.3% to the discipline of congregational prayer, while 82.7% is influenced by other factors not studied. Thus, OSMA has an important role in improving the discipline of congregational prayer of female santri at Hasmi Islamic Boarding School. Abstrak Kedisiplinan dalam shalat berjamaah merupakan peranan penting dalam pembentukan karakter santri di lingkungan Boarding School. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Organisasi Santri Ma’had Hasmi (OSMA) terhadap kedisiplinan shalat berjamaah santri putri di Hasmi Islamic Boarding School. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada 78 santri dengan jumlah pernyataan sebanyak 24 item. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, serta uji signifikansi menggunakan spss 23 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSMA memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kedisiplinan shalat berjamaah dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,352. Uji signifikansi (t) menunjukkan nilai t-hitung sebesar 3,991 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang siginifikan antara OSMA dan kedisiplinan shalat berjamaah. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa OSMA berkontribusi sebesar 17,3% terhadap kedisiplinan shalat berjamaah, sementara 82,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dengan demikian, OSMA memiliki peran penting dalam meningkatkan kedisiplinan shalat berjamaah santri putri di Hasmi Islamic Boarding School.
Metode Experiential Learning dalam pembelajaran Sirah Nabawiyah Mustagfirrin, Muhammad; Subagiya, Bahrum; Basri, Samsul
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.19928

Abstract

Sirah nabawiyah learning that uses the lecture method usually feels monotonous and boring and results in low student interest in learning so that it can affect student understanding of the material presented. Therefore, innovative and interesting learning methods are needed. One of the interesting methods that can be applied in learning sirah is by visiting historical places. This study aims to explore the concept of learning sirah nabawiyah that is usually done at the Annor Bakti Foundation Tahfiz Institute, then the application of the learning method at the Annor Bakti Foundation Tahfiz Institute along with the supporting and inhibiting factors. The research method used is qualitative with a case study approach, involving interviews and observations of teachers and students. The results showed that the learning of Sirah Prophetawiyah that is usually done in the classroom at this institution is still theoretical and teacher-centred, with the use of the lecture method. However, the application of visits to historical places such as the Prophet's Mosque, Jabal Uhud, and Quba Mosque provides a more vivid learning experience so that students can better appreciate the sirah nabawiyah, then can increase the confidence of students' knowledge, and can increase students' interest and understanding. Abstrak Pembelajaran sirah nabawiyah yang menggunakan metode ceramah biasanya terasa monoton dan membosankan serta mengakibatkan rendahnya minat belajar siswa sehingga dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Maka, diperlukannya metode pembelajaran yang inovatif dan menarik. Salah satu metode menarik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sirah adalah dengan mengunjungi tempat bersejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pembelajaran sirah nabawiyah yang biasa dilakukan di Lembaga Tahfiz Yayasan Annor Bakti, lalu penerapan metode pembelajaran tersebut di Lembaga Tahfiz Yayasan Annor Bakti berikut dengan faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara dan observasi terhadap pengajar dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sirah nabawiyah yang biasanya dilakukan di dalam kelas di lembaga ini masih bersifat teoritis dan berpusat pada guru, dengan penggunaan metode ceramah. Namun, penerapan kunjungan ke tempat bersejarah seperti Masjid Nabawi, Jabal Uhud, dan Masjid Quba memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup sehingga santri dapat lebih menghayati sirah nabawiyah, lalu dapat meningkatkan keyakinan pengetahuan santri, dan dapat meningkatkan minat dan pemahaman santri.