Penelitian ini menganalisis pengaruh Likuiditas (rasio lancar), Leverage (rasio utang terhadap aset), dan Ukuran Perusahaan (log total aset) terhadap Laba Bersih lima emiten ritel Indonesia (AMRT, MIDI, HERO, MPPA, RANC) selama 2019–2024. Pendekatan kuantitatif dengan data panel digunakan, dan model regresi panel dievaluasi (efek gabungan, efek tetap, efek acak) disertai uji Chow dan Hausman untuk pemilihan model terbaik. Hasil analisis dengan model efek tetap menunjukkan koefisien likuiditas positif namun tidak signifikan, leverage berkoefisien negatif dan mendekati signifikan, serta ukuran perusahaan berkoefisien positif dengan signifikansi marginal. Uji Hausman mengindikasikan model Fixed Effect lebih sesuai daripada Random Effect. Secara umum temuan ini selaras dengan teori keuangan bahwa leverage tinggi cenderung menurunkan profitabilitas, sedangkan perusahaan berukuran lebih besar cenderung memperoleh laba lebih tinggi, meskipun likuiditas tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Penelitian ini memperkaya literatur mengenai faktor penentu profitabilitas sektor ritel dan memberikan implikasi bahwa pengelolaan struktur modal dan skala usaha lebih berdampak pada laba dibanding likuiditas.