Karakteristik fisika tanah secara tidak langsung memengaruhi ketersediaan unsur hara, dan kualitas fisik tanah yang optimal untuk pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh sistem pengelolaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisika tanah Ultisol pada lahan karet dengan tanaman penutup tanah (Axonopus compressus dan Nephrolepis biserrate) dan tanpa tanaman penutup tanah. Penelitian ini dilakukan di Desa Sabalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat dan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah serta Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat dari bulan Juni sampai Agustus 2024. Sampel tanah dari setiap lokasi penelitian diambil pada lima titik pengamatan dengan kedalaman 0-30 cm. Sifat fisik tanah yang dianalisis termasuk kerapatan isi, porositas total, kapasitas udara lapangan, permeabilitas, tekstur tanah, dan stabilitas agregat, sementara sifat kimia yaitu C-organik, pH tanah, serta N-total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan permeabilitas tanah dan stabilitas agregat pada lahan karet dengan tanaman penutup tanah daripada tanpa tanaman penutup tanah. Permeabilitas tanah lahan karet dengan tanaman penutup tanah A. compressus dan N. biserrate masing-masing adalah 1,14 cm/jam dan 1,15 cm/jam. Stabilitas agregat lahan karet dengan tanaman penutup tanah A. compressus dan N. biserrate masing-masing adalah 92,55% (sangat stabil) dan 98,27% (sangat stabil). Sebaliknya, lahan karet tanpa tanaman penutup tanah memiliki permeabilitas tanah 1,01 cm/jam dan stabilitas agregat 78,91% (stabil). Penelitian ini menekankan pengaruh tanaman penutup tanah pada sifat fisik tanah, khususnya pada permeabilitas tanah dan stabilitas agregat tanah.