p-Index From 2021 - 2026
5.588
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan QUALITY Jurnal Pangan dan Agroindustri agriTECH Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Omni-Akuatika Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Journal of English for Academic and Specific Purposes (JEASP) IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan PENA AKUATIKA : JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Jurnal Pendidikan PKn Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Talenta Sipil Jurnal Karya Abdi Masyarakat Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner International Journal of Islamic Thought and Humanities Indonesian Journal of Education (INJOE) Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS Pijar : Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Inovasi Global RAFAHIYA Journal of Islamic Economics Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI KARAGENAN TERHADAP KEKUATAN GEL PADA PRODUK KAMABOKO DARI IKAN YANG BERBEDA Sitompul, Ryan; Darmanto, Y S; Romadhon, Romadhon
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Bulan Januari 2017
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.232 KB)

Abstract

Kamaboko merupakan salah satu produk diversifikasi perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Banyak metode yang dilakukan untuk meningkatkan kekuatan gel pada kamaboko, salah satunya adalah dengan penambahan Karagenan. Tujuan dari penelitian ini adalah pengaruh penambahan karagenan terhadap karakteristik dari kamaboko ikan gabus, ikan belanak, dan ikan tenggiri. Metode yang digunakan bersifat experimental laboratories dengan rancangan acak lengkap faktorial 3x2 dengan perlakuan tiga jenis ikan (Belanak, Gabus, dan Tenggiri) dan konsentrasi karagenan (0% dan 1,5%). Penelitian ini dilakukan 3 kali ulangan pada tiap perlakuan. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisa ragam (ANOVA). Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan uji beda nyata jujur, sedangkan untuk data organoleptik menggunakan uji Kruskall-Wallis dilanjutkan dengan uji Multiple comparison. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karagenan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap gell strength, derajat putih, kadar air, kadar protein, uji gigit, uji lipat dan hedonik kecuali kadar lemak. Karagenan memberikan pengaruh pada produk kamaboko. Kamaboko dari ikan tenggiri dengan penambahan karagenan 1,5% mempunyai kualitas terbaik dari ikan belanak dan ikan gabus dengan nilai gell strength 1370g.cm, derajat putih 47,33%, kadar air 68,31%, kadar lemak 3,45%, kadar protein 21,45%.
PENGARUH CARA KEMATIAN IKAN DAN TAHAPAN PENURUNAN KONDISI KESEGARAN IKAN TERHADAP KUALITAS PASTA IKAN GURAMI (Osphronemous gouramy) Nugroho, Danuar Adi; Darmanto, YS; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.71 KB)

Abstract

Cara kematian ikan dapat mempengaruhi kualitas produk olahannya sehingga diperlukan bahan baku dengan tingkat kesegaran tertentu untuk menghasilkan bahan baku produk olahan yang baik. Salah satu produk olahan tersebut adalah pasta ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh cara kematian dan penurunan kesegaran ikan yang berbeda terhadap kualitas pasta ikan gurami (Osphronemus gouramy). Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian utama adalah eksperimental laboratories dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua perlakuan kematian ikan berbeda yaitu dimatikan langsung (M1) dan dibiarkan menggelepar (M2) dengan tahapan penurunan kesegaran ikan yaitu pre rigor mortis (R1), rigor mortis (R2), dan post rigor mortis (R3) terhadap kualitas pasta ikan, masing-masing terdiri dari tiga kali ulangan. Hasil penelitian utama didapatkan perlakuan kematian ikan menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) terhadap gel strength, kadar air, dan kadar protein. Tahapan penurunan kesegaran ikan berbeda menunjukkan hasil berbeda nyata (P<0,05) terhadap gel strength, derajat putih, kadar air dan kadar protein. Pasta ikan mempunyai mutu lebih baik dengan perlakuan dimatikan langsung dalam kondisi pre rigor. Kondisi pre rigor mortis merupakan saat terbaik menghasilkan kualitas pasta terbaik dilihat dari nilai gel strength dan derajat putih. Killing treatment of fish can effect product quality so  fresh raw materials was needed to produce good products. One of the production is fish paste. Purpose of this research is to know waht effect of killing treatment and different decline of freshness quality of fish paste. The experimental design of main research that used is experimental laboratories with Random Block Design (RBD). The different treatments is fish kill flounder (M1) and fish kill picker (M2). Stages of the decline of fish freshness is pre rigor mortis (R1), rigor mortis (R2) and post rigor mortis (R3) to the quality of fish paste, each consisting of three times in deuteronomy. The main research results obtained indicate treatment of fish mortality significantly different (P<0,05) to the gel strength, moisture content and protein content. Different stages of the decline of fish freshness showed significant results (P<0,05) to the gel strength, whiteness, moisture content and protein content. Improve the quality of fish paste is better with fish kill flounder treatment in a state of pre rigor mortis. Conditions of pre rigor mortis is the best time to produce quality paste best views of the value of gel strength and whiteness.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI GARAM PADA IKAN PEDA KEMBUNG (Rastrelliger sp.) TERHADAP JUMLAH BAKTERI PENGHASIL ASAM SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Siswanto, Arik; Sumardianto, Sumardianto; Romadhon, Romadhon
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 6, No 2 (2017): Periode Wisuda Bulan April 2017
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.013 KB)

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger sp.) merupakan ikan yang paling sering digunakan untuk pembuatan ikan peda. Salah satu penyebab kegagalan proses pembuatan ikan peda adalah bakteri pengganggu. Garam dapat bertindak sebagai selektor bakteri penggangu dan sebagai pengawet. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan konsentrasi garam 20%, 25%, dan 30% pada proses pembuatan ikan peda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan one-way ANOVA dan perbedaan diantara perlakuan diuji dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan konsentrasi berpengaruh nyata (p<0,05) dengan Jumlah BAL yaitu 20% log 5,26, 25% log 6,6, dan 30% log 6,57, diketahui juga BAL dari isolat 25%  terbukti memiliki sifat antagonistik terhadap bakteri lain. Hasil untuk pengujian pH tidak memberikan pengaruh nyata akan tetapi pengujian kadar garam memberikan pengaruh nyata terhadap perlakuan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa BAL isolat 25% memiliki sifat antagonistik serta penggunaan kadar garam 30% memberikan pengaruh pertumbuhan BAL tertinggi setelah inkubasi 48 jam.
PENGARUH PENGASAPAN DENGAN VARIASI KONSENTRASI LIQUID SMOKE TEMPURUNG KELAPA YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk) ASAP Megawati, Maulina Tiara; Swastawati, Fronthea; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.196 KB)

Abstract

Pengasapan dengan liquid smoke memiliki kelebihan dibandingkan metode tradisional, diantaranya menghasilkan ikan asap bertekstur dan bercita rasa lebih baik, aroma asap lebih konsisten, suhu pengasapan dapat dikontrol, sehingga dapat mencegah kerusakan protein dan menghasilkan produk berkualitas lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah memproduksi ikan bandeng asap menggunakan liquid smoke dengan konsentrasi berbeda, kemudian mengalisis kualitasnya sehingga diperoleh konsentrasi terbaik. Ikan bandeng, diperoleh dari pasar Rejomulyo, Semarang. Rancangan percobaan menggunakan RAL. Perlakuan yang diberikan konsentrasi 0%, 1%, 3%, 5%. Dengan parameter ketersediaan lisin, fenol, protein larut garam, kadar proksimat (kadar protein, lemak, air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi liquid smoke tempurung kelapa yang berbeda berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap nilai  ketersediaan lisin, fenol, protein larut garam, nilai proksimat (kadar protein, lemak, air). Berdasarkan hasil penelitian kadar ketersediaan lisin antara 0.71% - 1.02%; fenol 24.24 ppm - 53.36 ppm dan protein larut garam 10.39% - 12.96%; nilai air 55.92% - 39.96%; nilai protein 34.36% - 37.18%; nilai lemak 5.09% - 6.09%. Berdasarkan uji organoleptik, nilai terbaik pada konsentrasi 5% dengan nilai 8.66 ≤ m ≤ 8.88. Kesimpulannya adalah pengasapan dengan variasi konsentrasi liquid smoke tempurung kelapa yang berbeda dapat mempengaruhi kualitas fisik, kimia dan organoleptik ikan asap. Liquid smoke some ie: advantages compare to traditional methods, produce better texture and flavor, more consistent smoke aroma, curing temperature can be controlled so its able to prevent proteins damage and produce better quality products. The purpose of this research was to determine production of smoked milkfish with different concentration, and then comparing quality and to observe the best concentration of them. Milkfish was obtained from Rejomulyo fish market, Semarang. Experimental design was Completely Randomized Design. Treatment was the differences of liquid smoke concentration 0%, 1%, 3%, and 5%. With parameters availability lysine, phenol, salt soluble proteins, proximate (protein, fat, water). The results showed that the addition of liquid smoke from coconut shell concentrations were significantly different (p<0.05) to the value of lysine avaibility, phenol, salt-soluble proteins, proximate (levels protein, fat, water). Based on this research the availability of lysine levels between 0.71% - 1.02%; ppm phenol 24.24 - 53.36 ppm soluble salt and protein 10:39% - 12.96%; water value 55.92% - 39.96%; protein value of 34.36% - 37.18%; value of 5,09% fat - 6:09%. Based on organoleptic test, the best value at smoked that 5% concentration of liquid smoke with a value of 8.66 ≤ m ≤ 8.88. The conclusion this research smoking with various concentration of coconut shell liquid smoke could affect to the physical, chemical and organoleptic characteristics  of smoked fish.
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK LAMUN Thalassia hemprichii PADA FILLET IKAN LELE (Clarias batracus) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Ulina, Gerda Vernia Bali; Sumardianto, -; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.566 KB)

Abstract

Ikan merupakan komoditi yang mudah mengalami pembusukan terutama disebabkan oleh bakteri. Pembusukan dapat dihambat dengan penyimpanan suhu dingin, tetapi umur simpan daging relatif pendek. Penggunaan antibakteri dari bahan alami dapat menjadi alternatif salah satunya adalah lamun Thalassia hemprichii yang diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah lamun T.hemprichii, metanol, NA, larutan BFP dan fillet ikan lele. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) split plot in time terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi (0%, 1% dan 1,5%) sebagai petak utama (main plot) dan lama simpan (0, 4 dan 8 hari) sebagai anak petak (sub plot) dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah pH, TPC, TVB dan nilai organoleptik. Data parametrik dianalisa dengan uji ANOVA dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan uji Beda Nyata Jujur, sedangkan data non-parametrik menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian didapatkan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri yaitu 1% dengan nilai TPC hingga hari ke-8 sebesar 5,03x10-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak T.hemprichii yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (P<0,05) sementara itu lama penyimpanan memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, TPC, TVB dan nilai organoleptik keseluruhan fillet ikan lele selama 8 hari penyimpanan pada suhu dingin. Fish is a commodity which is easy to spoil caused by bacteria. It can be retarded at low temperature storage, however, its shelf-life is short. Antibacterial compunds from natural materials could be retarded fish spoilage. One of them is Thalassia hemprichi which is contained bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, tannins and phenols that can inhibit the growth of bacteria. The material used in this study were Thalassia hemprichii, methanol, NA, BFP solution and catfish fillets. The method used was experimental laboratory using Completely Randomized Design (CRD) split plot in time with different seagrass extract concentrations (0%, 1% and 1.5%) as main plot and storage time (0, 4 and 8 days) as sub plot in triplicates. Measured parameters were pH, TPC, TVB and sensory value. Parametric data were analyzed by ANOVA and to find out the differences among the treatments the honestly significant different were applied, meanwhile non-parametric data by Kruskal Wallis test. The result showed that the most effective concentration to inhibit the bacteria was 1% with TPC value prolonged shelf-life to 8th day (5.03 x 10-5). The results showed that the different concentration of Thalassia hemprichii extract not significantly affect to the treatment (P<0.05), however storage time significantly affect (P>0.05) to pH, TPC, TVB and sensory of the catfish fillet up to 8th  days of storage.
UJI POTENSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE EKSTRAKSI BERTINGKAT PADA LAMUN DUGONG (Thalassia hemprichii) DARI PERAIRAN JEPARA Ulfa, Fara Sabilla; Anggo, Apri Dwi; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.333 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan pada lamun dugong yang diperoleh dari perairan Karimunjawa dan Pulau Panjang. Ekstrak diperoleh secara maserasi bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksan, aseton, dan metanol. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan secara kualitatif dengan KLT. Hasilnya menunjukkan warna yang berbeda-beda, semakin pucat maka semakin kecil aktivitas antioksidan, oleh karena itu eksrak yang digunakan selanjutnya adalah aseton dan metanol. Uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif dilakukan menggunakan metode DPPH dinyatakan dalam nilai IC50. Hasil yang diperoleh dari kedua perairan menunjukkan ekstrak pelarut aseton lebih tinggi dari ekstrak dengan pelarut metanol yaitu sebesar 1909,89 ppm dan 2748,13 ppm dari ekstrak aseton dan metanol dari perairan Karimunjawa; 1748,41 ppm dan 2626,66 ppm ekstrak aseton dan metanol dari perairan Pulau Panjang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi maka akan semakin besar % inhibisi, tetapi semakin rendah nilai IC50. Uji skrining fitokimia pada kedua perairan didapat senyawa steroid, triterpenoid, alkaloid, dan fenolik. Hasil pengujian kadar Total fenolik dari kedua perairan yaitu lamun dengan ekstrak metanol lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak aseton. Hasil pengujian kadar karotenoid terhadap kedua perairan menunjukkan bahwa kadar karotenoid tertinggi diperoleh dari ekstrak aseton kemudian disusul dengan ekstrak metanol. The research about antioxidant activity for dugong seagrass which obtainable from Karimunjawa and Pulau Panjang waters. The extract obtained by gradual maceration using n-hexane solvent, acetone, and methanol. Furthermore, the antioxidant activity test performed qualitatively by TLC. The results showed the different colors, the smaller paler antioxidant activity, therefore further extracts used were acetone and methanol. Quantitative antioxidant activity test was performed using DPPH expressed in IC50 values. Results obtained from both waters showed higher acetone extract solvents from the extract with methanol in the amount of 1909.89 and 2748.13 ppm of acetone and methanol extracts of Karimunjawa waters; 1748.41 and 2626.66 ppm acetone and methanol extracts from the waters of Pulau Panjang. These results indicated that the greater the concentration, the larger% inhibition, but the lower the IC50 value. Phytochemical screening test on both waters obtained steroidal compounds, triterpenoids, alkaloids, and phenolic. The test result of Total phenolic of both waters showed seagrass with methanol extract higher than the acetone extract. The test results of carotenoid levels of both waters indicated that the highest levels of carotenoids obtained from acetone extracts followed by methanol extract.
PENGARUH PENAMBAHAN TELUR RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS MIE BASAH Syahbuddin, Sarwono Azmi; Riyadi, Putut Har; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.688 KB)

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) adalah salah satu komoditas perikanan yang saat ini banyak diminati di pasar internasional. Rajungan menghasilkan limbah proses yang terdiri dari 57% cangkang, 3% body reject, dan air rebusan 20%. Mie atau mie basah adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan dan di masak dalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan telur rajungan dalam proses pembuatan mie basah dan mengetahui karakteristik mie telur rajungan yang meliputi uji organoleptik, proksimat dan uji Tensile Strength (gaya putus). Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan adalah perbedaan konsentrasi telur rajungan 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi telur rajungan pada mie telur rajungan memberikan perbedaan sangat nyata (P<0,05) terhadap uji organoleptik dan gaya putus (tensile strength). Nilai tertinggi berdasarkan uji organoleptik kenampakan 6,27, bau 6,33, rasa 6,6, warna 6,13 dan tekstur 7,87 pada konsentrasi 4%. Untuk gaya putus (tensile strength) yang terbaik dengan nilai 2,39 N pada konsentrasi 4%.  Sedangkan pengujian kimiawi mie rajungan pada konsentrasi 4% yaitu kadar air 64,62%, kadar protein 19,58%, kadar lemak 5,81% dan kadar abu 2%. Konsentrasi telur rajungan pada proses pembuatan mie rajungan yang terbaik adalah 4%. Swimming crab (Portunus pelagicus) is the one of fisheries commodity that is popular in international market. Swimming crab produce by product consisting of 57% shell, 3% body reject and 20% cooking water. Wet noodles or noodles are long, thin dough that has been rolled, dried and cooked in water. The purpose of this study was to determine the effect of crab eggs in the process of making a wet noodle and egg noodle crab investigate the characteristics which include organoleptic test, proximate and Tensile Strength test (breaking force). The method is used experimental laboratory with experimental design completely randomized design (CRD). Treatment applied is the difference crab eggs concentration of 0%, 1%, 2%, 3% and 4%. The results showed that different swimming crab egg concentration crab on crab eggs gave significant value (P <0.05)  on the organoleptic and breaking force (tensile strength). The high effect value of organoleptic test 6.27 based on organoleptic appearance, smell of 6.33, 6.6 flavor, color and texture 6.13 7.87 at a concentration of 4%. For breaking force (tensile strength) is best with a value of 2.39N at a concentration of 4%. While the chemical testing of crab noodles at a concentration of 4% is 64.62% moisture, 19.58% protein content, fat content 5.81% and 2% ash content. The concentration of crab eggs in the process of making the best crab noodle is 4%.
PENGARUH PENAMBAHAN TINTA CUMI-CUMI (Loligo sp) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS PETIS LIMBAH IKAN PINDANG Hidayati, Aisyah Ayu; Sumardianto, -; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.494 KB)

Abstract

Petis ikan yang terdapat di Indonesia merupakan hasil penyaringan dari proses perebusan (pemindangan) ikan, atau limbah hasil perebusan (pemindangan) dari ikan yang tidak dipergunakan lagi namun mengandung zat gizi yang cukup tinggi. Tinta cumi-cumi mengandung protein sebesar 10,88% yang terdiri atas asam amino esensial dan non esensial, asam amino esensial yang dominan berupa lisin, leusin, arginin dan fenilalanin, sementara kadar asam amino non esensial yang dominan adalah asam gluatamat dan asam aspartat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tinta cumi-cumi dengan konsentrasi yang berbeda terhadap kualitas petis limbah ikan pindang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan penambahan tinta cumi-cumi sebesar 3%, 5% dan 7%. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Variabel mutu yang diamati adalah asam glutamat, kadar protein, kadar air, warna, viskositas dan nilai hedonik. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan perbedaan diantara perlakuan diuji dengan BNJ (Beda Nyata Jujur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tinta cumi-cumi pada petis limbah ikan pindang berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap nilai asam glutamat, kadar protein, tetapi tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kadar air, warna dan sensori. Penambahan tinta cumi-cumi yang terbaik dengan konsentrasi sebesar 7% memiliki nilai asam glutamat yaitu 9,16%, kadar protein 11,49%, kadar air 72,69%, viskositas 7217,67 cP, dan uji warna menggunakan chromameter 36,70. Uji hedonik terbaik pada penambahan tinta cumi-cumi dengan konsentrasi 5%, perlakuan hedonik tekstur, warna, bau, rasa masing-masing adalah 4.35; 4.93; 5.96; 5.58. Fish paste found in Indonesia is the result of filtering of the fish boiling process, and high nutrients content. Squid ink contains 10.88% of protein which is consist of essential and non-essential amino acids. The dominant essential amino acids are lysine, leucine, arginine and phenylalanine, while the dominant non-essential amino acid levels are gluatamat acid and aspartic acid. This study was aimed to determine the effect of squid ink with different concentrations of the quality of boiled fish paste waste. The research method used completely randomized design with additional treatments squid ink of 3%, 5% and 7%. Each treatment was repeated in triplicates. Quality variables measured were glutamic acid, protein content, moisture content, color, viscosity and hedonic value. Data were analyzed using ANOVA and the differences between treatments were tested by HSD (Honestly Significant Difference). The results showed that the addition of squid ink to boiled fish paste waste significantly (P <0.05) affect on glutamic acid value and protein content, however no significantly affect(P> 0.05) on water content, color and sensory. The best squid ink addition was 7% treatment which had 9.16% glutamic acid, 11.49% protein content, water content of 72.69%, 7217.67 cP of viscosity, and a color test using chromameter 36.70. The best hedonic test was 5% squid ink addition treatment, texture, color, aroma, flavor were 4.35; 4.93; 5.96; 5.58 respectively.
FORTIFIKASI BERBAGAI JENIS TEPUNG CANGKANG KERANG PADA PROSES PEMBUATAN ROTI TAWAR Abidin, Habibah; Darmanto, Y S; Romadhon, Romadhon
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 2 (2016): Wisuda Periode Bulan April 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.415 KB)

Abstract

Roti tawar merupakan salah satu jenis produk karbohidrat yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia selain nasi. Cangkang kerang mengandung kalsium cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi sumber kalsium, yang diaplikasikan pada pembuat tepung cangkang kerang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung cangkang kerang terhadap karakteristik fisik produk roti tawar dan konsentrasi penambahan tepung cangkang kerang yang disukai. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkang kerang simping (Amusium pleuronectes), kerang hijau (Perna viridis), dan kerang batik (Paphia undulata) serta bahan pembuat roti. Penelitian ini menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan jenis cangkang kerang berbeda yaitu cangkang kerang simping, kerang hijau, dan kerang batik dengan 3 kali pengulangan. Parameter pengujian adalah hedonik, kadar Ca, P, air, abu, tekstur dan SEM. Data dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA). Perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk data parametrik; sedangkan untuk data non-parametrik diuji dengan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung cangkang kerang berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap roti tawar dengan spesifikasi fisik berupa aroma, tekstur dan warna serta spesifikasi kimia berupa kadar Ca, P, air dan abu. Roti tawar dengan penambahan tepung cangkang kerang simping merupakan produk yang paling disukai panelis dengan kriteria kadar Ca 2,11%; P 0,25%; air 29,5%; abu 7,07%; dan tekstur 3,13N. Berdasarkan hasil uji SEM tepung cangkang kerang yang memiliki kandungan Kalsium Oksida (CaO) tertinggi adalah tepung cangkang kerang hijau 29,35% dan tepung cangkang kerang batik memiliki bentuk butiran yang cenderung lebih halus.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI GLISEROL PADA KARAKTERISTIK EDIBLE FILM KOMPOSIT SEMIREFINED KARAGENAN Eucheuma cottoni DAN BEESWAX Harumarani, Shara; Ma'ruf, Widodo Farid; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.845 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi pangan menimbulkan berbagai produk pangan dengan bahan kemasan yang mempunyai kemampuan baik dalam mempertahankan mutu produk, dapat dikonsumsi dan bersifat ramah lingkungan. Edible film merupakan jenis pengemas makanan yang berbentuk lembaran tipis atau film yang dapat dikonsumsi bersama produk yang dikemasnya. Namun, edible film yang berasal dari semi refined karagenan mempunyai karakteristik yang rapuh sehingga diperlukan plasticizer untuk meningkatkan fleksibilitas dari edible film. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi gliserol terhadap karakteristik fisik edible film. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semi refined karagenan (0,8%) dan beeswax (0,3%). Penelitian ini menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan perbedaan konsentrasi gliserol yaitu 0%, 0,3%, 0,5%, 0,7%, dan 0,9% (b/v) dengan 3 kali pengulangan. Parameter pengujian adalah uji persen pemanjangan, kuat tarik, kadar air, dan kelarutan. Data dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA). Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi gliserol berbeda nyata (P<0,05) terhadap uji persen pemanjangan, kuat tarik, kadar air, dan kelarutan. Edible film dengan perbedaan konsentrasi gliserol terbaik pada konsentrasi 0,7% dengan kriteria mutu : uji persen pemanjangan 63,039%, uji kuat tarik 8,360 N/mm2, uji kadar air 15,68% dan uji kelarutan 71,977%. Food technology development raises of food products varieties which are required good packaging material characteristic to preserve product quality, to consume and enviromental friendly. Edible film is a thin layer food packaging that edible. However, edible film made from semi refined carrageenan has a fragile characteristic, so it is required a plasticizer to improve the edible film flexibility. The aimed of this study was to determine the effect of various glycerol concentrations to the physical characteristics of edible film. The materials used in this research was semi refined carrageenan (0.8%) and beeswax (0.3%). This research experimental design was completely randomized with 5 different glycerol concentration such as 0%, 0,3%, 0,5%, 0,7%, and 0,9% (b /v) in triplicates. All samples were analyzed for percent of elongation, tensile strength, moisture content, and solubility. The analyzed data using analysis of variance (ANOVA). To knowing the differences among the treatments data tested with the Honestly Significant Difference (HSD).The results showed that the various of glycerol concentration significantly different (P<0,05) to percent of elongation, tensile strength, the water content, and solubility. The best treatment (0,7%) showed the quality as follows: elongation of percent  63,039%, tensile strength 8,360 N / mm2, moisture content 15,68% and 71,977% solubility.
Co-Authors - Sumardianto A Nova Zulfahmi A Suhaeli Fahmi Abidin, Habibah Agus Sabdono Agus Triyanto Aisyah Ayu Hidayati, Aisyah Ayu Anjar Setyaji apri dwi anggo Apri Dwi Anggo Aryandi Faddilah Nurwin Aslan Aslan, Aslan Aulia Nissa Rifani, Aulia Nissa Badarussyamsi, Badarussyamsi Basyrowi Arbi Bhala, Dolorestin Monika Cancerizky Trigutomo Radityo Choirul Anam AM Diponegoro Danuar Adi Nugroho Darmanto, Y.S Desya Anjani Hardjata Diah Putri Herawati Diah Rosita, Pramita Dianita Cahyaningrum, Dianita Dinaryadi, Rico Djoko Rahardjo Edy Gardjito, Edy Ege, Emanuel Budi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Elistia, Elistia Fadhil, M. Fara Sabilla Ulfa Fatin Hidayati Frisilia Nadhira Rimadhini Fronthea Swastawati Gerda Vernia Bali Ulina, Gerda Vernia Bali Gobai, Yulian Hartantyo, Sugeng Dwi Hasan Asari Hauzan Arifin, Muhammad Herbowo, Muhammad Seno Hidayati, Fatin Hilda Rizkyah Fauzy, Hilda Rizkyah Ima Wijayanti Indriani , Noor Desyta Insani Artati Zendrato Ismi Lailani Syarafina Iswahyudi , Didik Iswahyudi, Didik Jevika Dwitasari Rochminta Kukuh Widijatmoko, Engelbertus Laras Guntur Santika Laras Rianingsih Lukita Purnamayati Luthfiyatul Habibah Nurlisa Ma'ruf, Widodo Farid Magdalena Januasni Jati Martins Manik, Gheta Olivia Marita Dwi Romawati Maulina Tiara Megawati Meisya Asri Widiyanti Mohamad Syahri Muhammad Luthfi Fadhli Mujiwati, Yuniar Mukhlis Fathurrohman Mukti Nur Hamidah Muryaning Charimah, Intan Muthomimah, Muthomimah Nabillah Pinka Almira Dhinendra Nangus, Yasinta Minoya Sari Ngatmin Novita Dinny Pratiwi, Novita Dinny Novita Nur Wahyuni Novy Yuliyanti Nur Fadilah Nurbani Yusuf Prasetyo Wibowo, Arif Prastika Anadia Putri Puguh Udiarta Putri Mudianingrum, Tasya Putri, Sefti Maulana Putut Har Riyadi Ramadhanti, Bella Widya Refki Saputra, Refki Retno Ayu Kurniasih Rifki Prayoga Aditia Rofi Rifki Ghazali Rose Fitria Lutfiana Ryan Ariefta Said Nabil Amanullah Sarwono Azmi Syahbuddin Sebastian Margino Selamet Suharto Selamet Suharto Septian, Rizky Bagus Setyo Adi Nugroho Shara Harumarani, Shara Sholehah, Meivi Mar’atus Siswanto, Arik Siti Khamidah Siti Nur Chotimah SITI RACHMAWATI Sitompul, Ryan Slamet Suharto, Slamet Sofinadya, Diba Sony Susanto Sri Redjeki Subagiyo Subagiyo Subagyo Subagyo Susanti Susanti Suseno, Bella Nindita Maharani Suwarno Suwarno Syarifah Mumtazah Titi Surti Toyib, Ahmad Tri Winarni Agustini Tutuk Salimah, Tutuk Ulfah Amalia Ulfah Amalia Utari, Kurnia Suci Tri Viola Niraputri Wajiadmoko, Engelbertus Kukuh Widijatmoko , Engelbertus Kukuh Widijatmoko, Engelbertus Kukuh Widodo Farid Ma’ruf y S Darmanto Y.S. Darmanto Y.S. Darmanto YS Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yulius Rustan Effendi Zuhriyah, Luluk Masruroh