p-Index From 2021 - 2026
5.588
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan QUALITY Jurnal Pangan dan Agroindustri agriTECH Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Omni-Akuatika Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Journal of English for Academic and Specific Purposes (JEASP) IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan PENA AKUATIKA : JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Jurnal Pendidikan PKn Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Talenta Sipil Jurnal Karya Abdi Masyarakat Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner International Journal of Islamic Thought and Humanities Indonesian Journal of Education (INJOE) Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS Pijar : Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Inovasi Global RAFAHIYA Journal of Islamic Economics Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH DAYA SERAP ASAP CAIR DAN LAMA PERENDAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS DENDENG IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk) DAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus sp) ASAP Syarafina, Ismi Lailani; Swastawati, Fronthea; Romadhon, Romadhon
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1445.295 KB)

Abstract

Dendeng ikan merupakan salah satu produk awetan dari daging yang melibatkan proses curing dan pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh daya serap asap cair dan lama perendaman yang berbeda terhadap kualitas dendeng. Materi penelitian adalah ikan bandeng dan tenggiri. Metode rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) pola faktorial. Perlakuan meliputi 6 kombinasi antara jenis ikan (bandeng dan tenggiri) dan lama perendaman (5, 10 dan 15 menit). Parameter uji yang diamati adalah organoleptik dan hedonik yang dianalisis dengan Kruskal Wallis, kadar fenol dan proksimat (uji kadar air, lemak dan protein) menggunakan uji statistic univariate software SPSS 16.0 dan uji kenampakan struktur daging menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi lama perendaman dapat memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05), terhadap karakteristik kenampakan dan bau, kadar lemak dengan nilai 5,5-6,4%, fenol dengan nilai 9-21 ppm serta kadar protein dengan nilai 32-36% dan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan kadar air (P>0,05). 
KARAKTERISTIK AGAR RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa BUDIDAYA TAMBAK DENGAN PERLAKUAN KONSENTRASI ALKALI PADA UMUR PANEN YANG BERBEDA Santika, Laras Guntur; Ma'ruf, Widodo Farid; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.403 KB)

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, karena pemanfaatannya yang demikian luas, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia industri. Jenis Gracilaria banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan agar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi perlakuan alkali dan umur panen rumput laut Gracilaria verrucosa yang berbeda terhadap karakteristik sifat fisika dan kimiawi agar rumput laut. Mengetahui jumlah konsentrasi perlakuan alkali yang optimal dan waktu panen yang tepat untuk budidaya rumput laut sehingga diperoleh kualitas dan mutu agar yang baik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut G.verrucosa, NaOH, CaOCL2, KCl, CH3COOH dan aquades. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental laboratories menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua perlakuan. Data dianalisa menggunakan analisa sidik ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perbedaan umur panen berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap seluruh parameter kecuali rendemen. Faktor konsentrasi NaOH berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap semua parameter. Interaksi kedua faktor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap semua parameter kecuali viskositas. Tepung agar dengan bahan baku rumput laut Gracilaria verrucosa umur panen 60 hari dan perlakuan alkali penambahan NaOH 5% merupakan produk yang terbaik dengan kriteria mutu: rendemen (13,29%), kekuatan gel (355,35 g/cm2); viskositas (18,47 cP); kadar sulfat (10,03%); kadar air (12,64%); dan kadar abu (1,77%). Seaweed is one of fisheries commodities which has high economic value because its large utilization, both in daily or industry. Gracilaria species is widely used as raw material for making agar. The objective of this study was to determine different alkali concentrations and the effect of seaweed G.verrucosa harvesting times on the physical properties and chemical characteristics of seaweed agar. To know optimum concentration of alkali treatment in order and the exact harvesting times of seaweed cultivation to obtain good quality of agar. The material used in this study was seaweed G.verrucosa, NaOH, CaOCL2, KCl, CH3COOH and aquades. The method used in this study was experimental laboratories using Randomized Block Design (RBD) factorial of two factors. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), continued by Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that different harvesting times  had significant effect to (P<0.05) all parameters except the yield. Different NaOH concentrations had significant effect to (P<0.05) all parameters. Interaction of each factor had significant effect to (P<0.05) all parameters except viscosity. Seaweed Gracilaria verrucosa Agar flour with harvesting times 60 days and NaOH concentration 5% is the best treatment for producing agar which had quality criteria: yield (13.29%), gel strength (355.35 g/cm2); viscosity (18.47 cP); sulfate content (10.03%); water content (12.64%); and ash content (1.77%). 
SIFAT FISIKA KIMIA FISH SNACK EKSTRUSI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PENAMBAHAN GRIT BUAH LINDUR (Bruguiera gymnorrizha) Utari, Kurnia Suci Tri; Dewi, Eko Nurcahya; Romadhon, Romadhon
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Periode Bulan Oktober 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.502 KB)

Abstract

Fish snack ekstrusi adalah makanan ringan yang dibuat melalui proses ekstrusi dari bahan baku tepung kasar (grit) dengan atau tanpa melalui penggorengan. Buah lindur memiliki kandungan karbohidrat tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku fish snack ekstrusi sebagai pengganti beras. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisika kimia fish snack ekstrusi dengan penambahan buah lindur. Penelitian ini menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan konsentrasi penambahan buah lindur, yaitu 0%, 2%, 3%, dan 4% dengan 3 kali ulangan. Parameter pengujian adalah kadar proksimat, serat pangan, kerenyahan, warna dan uji hedonik. Data parametrik dianalisa menggunakan analisa ragam (ANOVA) dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ), sedangkan data non-parametrik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan grit buah lindur memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kadar air, protein, lemak, karbohidrat, serat pangan, kerenyahan dan warna, sedangkan kadar abu fish snack ekstrusi tidak berbeda nyata (P>0,05). Fish snack ekstrusi dengan penambahan grit buah lindur 3% merupakan produk yang paling disukai panelis dengan selang kepercayaan 7,93 < µ < 8,31 dan dengan nilai kadar air 3,710%, kadar abu 1,228%, protein 14,836%, karbohidrat 82,422%, lemak 1,714%, serat pangan 18,778%, kerenyahan 4,573% dan °Hue 86,357 menunjukan warna kuning-merah.
PENGARUH FREKUENSI PENCUCIAN YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS BAKSO IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) Cahyaningrum, Dianita; Agustini, Tri Winarni; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.023 KB)

Abstract

Ikan Gabus merupakan ikan yang kaya protein albumin. Albumin ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk perkembangan sel, pembentukan jaringan sel baru, sebagai transportasi obat-obatan dan lain sebagainya. Pengolahan terhadap ikan Gabus perlu dilakukan salah satu olahan yang dapat dilakukan adalah bakso ikan. Adanya pencucian pada pembuatan bakso ikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas bakso ikan Gabus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pencucian terhadap kualitas bakso ikan Gabus dan untuk mengetahui sejauh mana pengurangan kadar albumin sebagai akibat proses pencucian pada pembuatan bakso ikan serta memperoleh frekuensi pencucian yang tepat dan efektif, sehingga menghasilkan bakso dengan kualitas paling baik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan frekuensi pencucian yang berbeda dengan 4 taraf (tanpa pencucian, satu kali, dua kali, dan tiga kali pencucian). Parameter yang diuji adalah kekuatan gel, kadar protein, air, abu, albumin dan organoleptik.Hasil penelitian menunjukkan frekuensi pencucian berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap parameter kekuatan gel, kadar protein, kadar air, kadar abu dan kadar albumin. Bakso ikan Gabus dengan frekuensi pencucian satu kali (L1) merupakan bakso ikan Gabus dengan perlakuan terbaik karena memenuhi standar SNI 7266-2014 tentang bakso ikan dengan kriteria mutu kadar protein 16,55% ± 0,28; kadar air 64,30% ± 0,18; kadar abu 1,74% ± 0,04 dengan nilai organoleptik sebesar 8,05. Bakso ikan Gabus dengan pencucian satu kali memiliki nilai kekuatan gel 2196,47 ± 6,01 g.cm dan kadar albumin 2,58 % ± 0,03. Adanya proses pencucian mengakibatkan pengurangan kadar albumin sebesar 12% (L1), 36% pada (L2) dan pada (L3) mengalami pengurangan sebesar 42%, hal tersebut jika dibandingkan dengan bakso ikan tanpa perlakuan pencucian (L0).Snakehead fish is rich in albumin protein. The albumin protein is important for cell development, formation of new cell tissue, transport of medicine in the blood and so forth. One of the method to process snakehead fish is by processing it into fishballs. The existence of leaching on making fishballs is expected to improve the quality of fishballs, in the contrary leaching will reduce the amont of albumin. Therefore, this study was aimed to determine the effect of leaching frequency on quality of fishballs Snakehead, to determine the extent of the reduction of albumin as a effect of the leaching process in the making of fishballs and the best and effective treatment of leaching which results in best quality of fishball. This study was designed using a completely randomized design (CRD) with different leaching frequency treatment in 4 levels (without washing, once, twice and three times leaching). The parameters observed include gel strength, protein content, moisture content, ash content, albumin content and organoleptic.The results showed that the frequency of washing gave significant effect (P < 0.05) to gel strength parameters, albumin, moisture content, protein content and ash content. Snakehead fishballs with one leaching frequency (L1) is a best treatment which results in good quality of Snakehead fishballs and comply with Indonesia National Standard 7266-2014 standards of fishballs with quality criteria of protein content 16.55% ± 0.28; moisture content 64.30% ± 0.18; ash content 1.74% ± 0.04; and sensory 8.05. Snakehead fishballs with one time washing (L1) have gel strength value of 2196.47 ± 6.01 g.cm; albumin 2.58 % ± 0.03. The existence of the washing process has resulted in reduction of albumin by 12%, 36%, 42% for L1, L2, and L3 respectively compared to that of control (without washing).
PEMANFAATAN DAGINGIKAN TENGGIRI (Scomberomorus commersoni) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDAPADA PEMBUATAN KERUPUK IKAN Zulfahmi, A Nova; Swastawati, Fronthea; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.828 KB)

Abstract

Kerupuk ikan yang beredar di masyarakat sebagian mengandung karbohidrat dan daya serap minyak yang tinggi. Penambahan gizi kerupuk dapat dilakukan dengan menambahkan tambahkan daging ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan daging ikan dengan konsentrasi berbeda terhadap nilai organoleptik, karakteristik fisik dan kimia kerupuk. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL satu faktor yang terdiri dari empat taraf dan satu kontrol dengan tiga kali ulangan. Faktor yang diamati adalah pemberian daging ikan dengan perbandingan daging:tepung tapioka  0 : 1 ; 1 : 1 ; 1,5 : 1 ; 2 : 1 ; 2,5 : 1. Data nilai uji  proksimat kerenyahan, daya kembang dan penyerapan minyak dianalisis menggunakan uji ANOVA dan Uji lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan pemberian daging ikan tenggiri dan tepung tapioka memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai proksimat, kerenyahan, daya kembang dan penyerapan minyak. Uji organoleptik nilai terbaik pada perbandingan 2,5:1 dengan nilai 7,89 ≤ m ≤ 7,95. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein 2,09% - 20,71%; lemak 0,14% - 3,01%; air antara 4,99% - 8,81%; abu 0,42% - 2,86%; karbohidrat 68,43% - 88,54%; kerenyahan 565,24 gf – 939,18 gf; daya kembang 28,58% - 121,14% dan daya serap minyak 6,87% - 31,55%. Pemanfaatan daging ikan tenggiri dapat mempengaruhi nilai organoleptik, karakteristik fisik, kimia dan organoleptik kerupuk ikan. Some of fish crackers commonly found in community contain carbohydrates and high oil absorption.The nutritional addition of crackers can be done by addition of fish.The purpose of this research was to determinethe effect of flesh fish addition with different concentrations to the organoleptic, chemical and physical characteristics of crackers.The experimental design used was Completely Randomized Design with four levels and one control with three replications. Factors observed is a ratio of meat fish : tapioca flour which consist of 0 : 1 ; 1 : 1 ; 1,5 : 1 ; 2 : 1 ; 2,5 : 1. While control treatment was done by giving fish meat to starch 0:1. Data obtainedwere analysed using ANOVA test and followed by mean test. The results showed that spanish mackerel fishand tapioca flour gives significant effect (P<0,05) to the value of proximate (protein, fat, moisture, ash and carbohydrates), crispness, linear expansion, and oil absorption. Based on organoleptic test on fish crackers, the best value was resulted on ratio of meat fish : tapioca flour 2,5:1 with the value of 7,89 ≤ m ≤ 7,97. Based on the results, it was obtained that protein 2,09% - 20,71%; fat 0,14% - 3,01%; moisture 4,99% - 8,81%;  ash 0,42% - 2,86%; carbohydrate 68,43% - 88,54%; crispness 939,18 gf – 565,24 gf; linear expansion 28,58%- 121,14% and oil absorption 6,87% - 3,55%. The use of spanish mackerel flesh can affect on physical, chemical, and sensory characteristics of fish crackers. 
POTENSI EKSTRAK Caulerpa racemosa SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA FILLET IKAN BANDENG (Chanos chanos) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Rachmawati, Siti; Sumardianto, -; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.845 KB)

Abstract

Makroalga Caulerpa racemosa mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri untuk mencegah  pembusukan pada ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa aktif pada Caulerpa racemosa secara kuantitatif, jenis antibakteri dominan pada Caulerpa racemosa, dan pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak Caulerpa racemosa terhadap perubahan nilai pH, TPC, TVBN, dan organoleptik pada fillet ikan bandeng selama penyimpanan dingin.  Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental laboratoris menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu lama penyimpanan (0, 4, 8, dan 12) hari dan faktor kedua yaitu konsentrasi antibakteri ekstrak Caulerpa racemosa kontrol,1% dan 1,5%. Data pH, TVB dan TPC dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ (Beda Nyata Jujur), sedangkan data organoleptik dengan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Duns Multiple Comparison menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak Caulerpa racemosa dengan konsentrasi berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai pH, TVB, TPC dan organoleptik. Penambahan ekstrak Caulerpa racemosa 1% dan 1,5% dapat menghambat pembusukan pada fillet ikan bandeng hingga hari ke-8, sedangkan fillet kotrol sudah mengalami pembusukan pada hari ke-4. Konsentrasi methanol pada ekstraksi Caulerpa racemosa terbaik adalah 100%. Senyawa antibakteri dominan pada Caulerpa racemosa berasal dari golongan alkaloid. Penggunaan ekstrak Caulerpa racemosa 1% merupakan perlakuan terbaik dalam mempertahankan kesegaran fillet ikan bandeng yang disimpan pada suhu dingin. Macroalgae Caulerpa racemosa contains bioactive compounds as an antibacterial to prevent fish spoilage. The aimed of this study was to determine bioactive compound content of Caulerpa racemosa quantitatively, the dominat antibacterial compounds in Caulerpa racemosa, and the effect of different concentrations of Caulerpa racemosa extract to the changes of pH, TPC, TVBN, and sensory value of milkfish fillet during cold storage. The observation was carried out every 4 days. The method used was experimental laboratory with randomized completely design with 3x4 factorial design and in triplicates The first factor was the storage time (0, 4, 8, and 12 days) and the second factor was the concentration of antibacterial extract from Caulerpa racemosa control 1% and 1.5%. pH, TVB and TPC data were analyzed by ANOVA and HSD test (Honestly Significant Difference), while sensory data by Kruskal Wallis test and Duns Multiple Comparison test using SPPS. The results showed that the addition of Caulerpa racemosa extract in different concentrations significantly (p <0.05) affect on pH, TVB, TPC and sensory value. The addition of Caulerpa racemosa extract 1% and 1.5% can inhibit spoilage in catfish fillets up to day 8, while the control already decomposing on the 4th day. The best concentration of methanol that used to Caulerpa racemosa extraction was 100%. The dominant of Antibacterial compound in Caulerpa racemosa was sourced from alkaloid class. The using of 1% Caulerpa racemosa extract is the best treatment to maintain the freshness of fish fillets during cold storage.
PENGARUH PELARUT YANG BERBEDA PADA EKSTRAKSI Spirulina platensis SERBUK SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE SOXHLETASI Anam, Choirul; Agustini, Tri Winarni; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.192 KB)

Abstract

Mikroalga Spirulina platensis merupakan salah satu dari mikroalga hijau biru yang berpotensi untuk dimanfaatkan, karena diduga memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan. Metode ekstraksi dan pelarut merupakan faktor penting dalam memperoleh senyawa antioksidan yang diinginkan. Salah satu metode ekstraksi yang diduga optimum untuk mengekstrak senyawa bioaktif adalah Soxhletasi, karena menggunakan pelarut yang selalu baru dalam proses ekstraksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi metode Soxhletasi sebagai salah satu metode untuk mengekstraksi senyawa bioaktif dan mengetahui aktivitas antioksidan berdasarkan pelarut yang berbeda (aseton dan etil asetat) pada S. platensis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah S. platensis serbuk, aseton dan etil asetat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratoris, data yang diperoleh selanjutnya diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan metode Soxhletasi memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengekstraksi senyawa bioaktif pada biomassa serbuk S. platensis. Rendemen yang didapatkan ekstrak aseton sebesar 4,11% dan etil asetat sebesar 3,46%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak aseton dan etil asetat mengandung senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode penghambatan radikal bebas DPPH menunjukkan hasil bahwa ekstrak aseton mempunyai aktivitas antioksidan lebih baik dibandingkan ekstrak etil asetat. Ekstrak aseton mempunyai nilai IC50 64,712 ppm, IC50 ekstrak etil asetat sebesar 74,519 ppm, dan kuersetin yang digunakan sebagai standar memiliki nilai IC50 21,616 ppm. Nilai Aw ekstrak aseton sebesar 0,667 dan ekstrak etil asetat 0,670. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aseton dapat mengekstrak senyawa bioaktif lebih baik dibandingkan etil asetat. Microalgae Spirulina platensisis one of green-blue microalgae which potentially utilized, because approximately has bioactive compound that functioned as an antioxidant. Extraction method and solvent are important factors in getting a desired antioxidant compound. One of the optimal extraction method to extracting bioactive compound is Soxhletation, because this method always using a new resolvent in its process. The purpose of this research was to observe the Soxhletation potential as one of the method for extracting bioactive compound and to know antioxidant activity based on different solvent (aceton and ethyl acetat) to extract S. platensis. The materials used in this research were S. platensis powder, acetone and etil acetate. Research method used was experimental laboratories, the next acquired data processed in a descriptif method. The result of research showed that Soxhletation method had better ability in extracting bioactive compound in biomass S. platensis powder. Yield resulted from acetone extract was 4.11% and etil acetate extract was 3.46%. The result of phytochemical screening test showed that acetone and etil acetate extract contained bioactive compound that can be used as antioxidant. Antioxidant activity of the samples with free radical resistance DPPH showed that acetone extract had better antioxidant activity than etil acetate extract. Acetone extract had IC50 64.712 ppm, ethyl acetate extract had 74.519 ppm, and quercetin that used as a standard had IC50 21.616 ppm. Water activity of  S. platensis extracted with acetone was 0.667 and ethyl acetate was 0.670. Thus it could be concluded that the acetone was better for extracting bioactive compound than etil acetate in S. platensis.
PENGARUH SUHU PENGGORENGAN TERHADAP KANDUNGAN ALBUMIN NAGET IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) DENGAN SUBSTITUSI IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) Suseno, Bella Nindita Maharani; Ma'ruf, Widodo Farid; Romadhon, Romadhon
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Periode Bulan Agustus 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.757 KB)

Abstract

Naget ikan dengan bahan baku ikan Patin menghasilkan naget dengan nutrisi cukup baik tapi pada kandungan albuminnya rendah. Ikan Gabus mengandung albumin yang tinggi yaitu 6,244%. Substitusi daging ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) pada pembuatan naget ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) diharapkan dapat membantu memperbaiki kandungan albuminnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi daging ikan Patin dan ikan Gabus pada pengolahan naget serta mengetahui pengaruh suhu penggorengan terhadap kandungan albuminnya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari1 faktor,  3 perlakuan dan 3 kali pengulangan, yaitu suhu penggorengan 170oC, 175oC dan 180oC. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis keragaman dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Penggorengan naget ikan dengan suhu yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap kandungan gizi naget ikan. Perlakuan dengan suhu penggorengan 170oC menghasilkan naget ikan dengan kriteria kadar albumin 2,55%, suhu penggorengan 175oC menghasilkan naget ikan dengan kriteria kadar albumin 1,80% dan perlakuan dengan suhu penggorengan 180oC menghasilkan naget ikan dengan kriteria kadar albumin 1,45%. Semakin tinggi suhu penggorengan yang digunakan, maka kadar albumin pada naget ikan semakin menurun.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI KARAGENAN TERHADAP KARAKTERISTIK EMPEK- EMPEK UDANG WINDU (Penaeus monodon) Rifani, Aulia Nissa; Ma'ruf, Widodo Farid; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.745 KB)

Abstract

Udang merupakan hasil perikanan yang mengandung protein tinggi, daging udang dapat diolah sebagai makanan olahan seperti empek-empek udang dengan kandungan protein tinggi. Empek-empek udang dapat menjadi produk olahan diversifikasi yang diminati. Namun Empek-empek udang merupakan produk emulsi di mana sistem emulsi pada empek-empek mudah rusak dikarenakan sistem emulsi yang mudah pecah disebabkan oleh proses pengolahan. Karagenan adalah senyawa polisakarida hasil ekstraksi rumput laut. Karagenan memiliki salah satu fungsi sebagai pengemulsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan dengan konsentrasi berbeda terhadap karakteristik produk empek-empek udang. Materi yang digunakan adalah udang Windu segar, karagenan, dan bahan pendukung lainnya. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan adalah perbedaan konsentrasi karagenan 0%, 0,5%, 1% dan 1,5% dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan karagenan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap nilai stabilitas emulsi, water holding capacity (WHC), gel strength, aktivitas air (Aw), kadar air dan kadar protein. Empek-empek udang windu dengan penambahan karagenan 1,5% merupakan produk yang terbaik dengan kriteria mutu stabilitas emulsi 86,79%, water holding capacity 38,63%, kekuatan gel 838,88 g.cm, aktivitas air 0,86, kadar air 55,16%, kadar protein 18,38%, kadar lemak 0,05% dan hedonik 7,6≤µ≤8,4. Shrimp is a marine organism that has high protein content, shrimp meat can be processed as foods such as shrimp “empek-empek” which is contained high protein. Tiger shrimp empek-empek can be processed as added value product. However tiger shrimp empek-empek is an emulsion product that easily damaged during processing. Carrageenan is a polysaccharide that is extracted from seaweed. Carrageenan has a function as an stabilizer agent. The aimed of this study was to determine the effect of  carrageenan addition on different concentrations to tiger shrimp empek-empek characteristic. The materials used was fresh tiger shrimp, carrageenan, and other materials. This study was an experimental laboratories with experimental design completely randomized design (CRD). The treatment in this research were various concentrations of carrageenan 0%, 0,5%, 1% and 1,5% in triplicates. The results showed that the carrageenan addition were significantly different (P <0.05) to the value of the emulsion stability, water holding capacity (WHC), gel strength, water activity(Aw), water content and protein content. Tiger shrimp empek-empek with 1,5% carrageenan addition was the best treatment with the properties as follow,the emulsion stability 86,79%, water holding capacity 38,63%, gel strength 838,88 g.cm, water activity 0,86, water content 55,16%, protein content 18,38%, fat content 0,05% and hedonic 7,6≤µ≤8,4.
PENGARUH METODE PENGERINGAN GRANULATOR TERHADAP KANDUNGAN ASAM GLUTAMAT SERBUK PETIS LIMBAH PINDANG IKAN LAYANG (Decapterus spp.) Fauzy, Hilda Rizkyah; Surti, Titi; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.098 KB)

Abstract

Petis adalah produk sampingan hasil perebusan (ikan, kupang, dan udang) yang dikentalkan seperti saus. Petis mengandung asam glutamat yang cukup tinggi yang dikenal sebagai penyedap makanan. Oleh karena itu, sangat memungkinkan produk flavor yang dibuat dari petis limbah pindang ikan layang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan granulator terhadap kandungan asam glutamat, sifat kimia dan sifat fisik pada serbuk petis limbah pindang ikan layang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan metode pengeringan granulator (50°C selama 5 jam, 60°C selama 4 jam, dan 70°C selama 3 jam). Variabel mutu yang diamati adalah asam glutamat, kadar air, protein, lemak, abu karbohidrat, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengeringan granulator berpengaruh nyata terhadap nilai asam glutamat dengan nilai tertinggi diperoleh pada pengeringan suhu 50oC selama 5 jam yaitu 10,12%; Kadar protein, dan lemak terbaik terdapat pada metode pengeringan granulator dengan suhu 50oC selama 5 jam dengan nilai kadar protein 31,73%, kadar lemak 4,62%. Sedangkan untuk metode pengeringan granulator dengan suhu 70oC selama 3 jam memberikan nilai terbaik pada kadar air (21,37%), abu (6,16%) dan karbohidrat (65,79%). Nilai hedonik terbaik terdapat pada metode pengeringan granulator dengan suhu 60oC selama 4 jam yaitu 7,31 7,49. Fish paste is made from boiling of fish, mussel and shrimp by product which is viscous like sauce. Fish paste is high glutamic acid content that is used as food flavoring. Therefore, it may possibly making fish paste powder from mackerel scad byproducts due to high content of glutamic acids. The aimed of this research were to determine the effect of granulator drying method to glutamic acid content, the chemical and physical characteristic of the fish paste powder of mackerel scad fish boiled by product. The used research method was a randomized block design with three different treatments method of drying granulator (50oC for 5 hours, 60oC for 4 hours and 70oC for 3 hours). Quality variable measured were glutamic acid, moisture contnet, protein, lipids, ash, carbohydrate  and hedonic test. The result of the research showed that the method of granulator drying on fish paste powder of mackerel scad fish boiled by product had significantly affected to glutamic acid content on treatment 50oC for 5 hours which was showed the high content of glutamic acids 10,12%. Protein content and lipid content also showed the high amount at 50oC for 5 hours with 31,73% and 4,62% respectively, meanwhile at 70oC for 3 hours treatment gave the low moisture content (21,37%), ash content (6,16%) and carbohydrate content (65,79%). The high hedonic test (7,31 7,49) be found at temperature 60oC for 4 hours.
Co-Authors - Sumardianto A Nova Zulfahmi A Suhaeli Fahmi Abidin, Habibah Agus Sabdono Agus Triyanto Aisyah Ayu Hidayati, Aisyah Ayu Anjar Setyaji apri dwi anggo Apri Dwi Anggo Aryandi Faddilah Nurwin Aslan Aslan, Aslan Aulia Nissa Rifani, Aulia Nissa Badarussyamsi, Badarussyamsi Basyrowi Arbi Bhala, Dolorestin Monika Cancerizky Trigutomo Radityo Choirul Anam AM Diponegoro Danuar Adi Nugroho Darmanto, Y.S Desya Anjani Hardjata Diah Putri Herawati Diah Rosita, Pramita Dianita Cahyaningrum, Dianita Dinaryadi, Rico Djoko Rahardjo Edy Gardjito, Edy Ege, Emanuel Budi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Elistia, Elistia Fadhil, M. Fara Sabilla Ulfa Fatin Hidayati Frisilia Nadhira Rimadhini Fronthea Swastawati Gerda Vernia Bali Ulina, Gerda Vernia Bali Gobai, Yulian Hartantyo, Sugeng Dwi Hasan Asari Hauzan Arifin, Muhammad Herbowo, Muhammad Seno Hidayati, Fatin Hilda Rizkyah Fauzy, Hilda Rizkyah Ima Wijayanti Indriani , Noor Desyta Insani Artati Zendrato Ismi Lailani Syarafina Iswahyudi , Didik Iswahyudi, Didik Jevika Dwitasari Rochminta Kukuh Widijatmoko, Engelbertus Laras Guntur Santika Laras Rianingsih Lukita Purnamayati Luthfiyatul Habibah Nurlisa Ma'ruf, Widodo Farid Magdalena Januasni Jati Martins Manik, Gheta Olivia Marita Dwi Romawati Maulina Tiara Megawati Meisya Asri Widiyanti Mohamad Syahri Muhammad Luthfi Fadhli Mujiwati, Yuniar Mukhlis Fathurrohman Mukti Nur Hamidah Muryaning Charimah, Intan Muthomimah, Muthomimah Nabillah Pinka Almira Dhinendra Nangus, Yasinta Minoya Sari Ngatmin Novita Dinny Pratiwi, Novita Dinny Novita Nur Wahyuni Novy Yuliyanti Nur Fadilah Nurbani Yusuf Prasetyo Wibowo, Arif Prastika Anadia Putri Puguh Udiarta Putri Mudianingrum, Tasya Putri, Sefti Maulana Putut Har Riyadi Ramadhanti, Bella Widya Refki Saputra, Refki Retno Ayu Kurniasih Rifki Prayoga Aditia Rofi Rifki Ghazali Rose Fitria Lutfiana Ryan Ariefta Said Nabil Amanullah Sarwono Azmi Syahbuddin Sebastian Margino Selamet Suharto Selamet Suharto Septian, Rizky Bagus Setyo Adi Nugroho Shara Harumarani, Shara Sholehah, Meivi Mar’atus Siswanto, Arik Siti Khamidah Siti Nur Chotimah SITI RACHMAWATI Sitompul, Ryan Slamet Suharto, Slamet Sofinadya, Diba Sony Susanto Sri Redjeki Subagiyo Subagiyo Subagyo Subagyo Susanti Susanti Suseno, Bella Nindita Maharani Suwarno Suwarno Syarifah Mumtazah Titi Surti Toyib, Ahmad Tri Winarni Agustini Tutuk Salimah, Tutuk Ulfah Amalia Ulfah Amalia Utari, Kurnia Suci Tri Viola Niraputri Wajiadmoko, Engelbertus Kukuh Widijatmoko , Engelbertus Kukuh Widijatmoko, Engelbertus Kukuh Widodo Farid Ma’ruf y S Darmanto Y.S. Darmanto Y.S. Darmanto YS Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yulius Rustan Effendi Zuhriyah, Luluk Masruroh