Claim Missing Document
Check
Articles

PENGETAHUAN GIZI, KELUHAN KESEHATAN, KONDISI PSIKOLOGIS, DAN POLA PEMBERIAN ASI IBU POSTPARTUM Armina Puji Utari; Katrin Roosita; M. Rizal M. Damanik
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 8 No. 3 (2013)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.405 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2013.8.3.187-194

Abstract

This study was aimed to assess nutritional knowledge, health complaints, psychological conditions, and their association with breastfeeding pattern on postpartum mother. A cross sectional study with interview method was conducted in five villages in Dramaga Subdistrict, Bogor District, during the period of April to May 2013. Subjects included in this study were 30 postpartum mothers who met inclusion criteria. Subjects were mothers of 10—40 days old newborn baby and it was not the first childbirth, willing to be subject through informed consent agreement, and was able to communicate. The majority of postpartum mothers had fair nutritional knowledge (60.0%), low health complaints (66.7%), and depression (56.7%). The nutritional knowledge of exclusive breastfeeding tended to correlate with exclusive breastfeeding practice (r=0.126; p=0.508). Meanwhile, lower health complaints tended to correlate with better breastfeeding practices (r=0.063; p=0.74).
Toksisitas Perkembangan Ekstrak Daun Torbangun: Pengaruhnya terhadap Persentase Kematian dan Keterlambatan Osifikasi Fetus Mencit Elma Alfiah; Rizal Damanik; Katrin Roosita; Mokhamad Fahrudin
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.8.3.8-14

Abstract

Daun torbangun (Coleus amboinicus Lour.) memiliki berbagai manfaat dalam meningkatkan kesehatan manusia, namun belum terdapat penelitian yang memberikan informasi mengenai keamanan penggunaan daun torbangun pada masa kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian ekstrak daun torbangun pada masa kebuntingan mencit terhadap perkembangan fetus yang digambarkan dengan kematian sebelum dan setelah implantasi, serta keterlambatan osifikasi rangka pada fetus mencit. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 ekor mencit betina bunting yang diberikan ekstrak daun torbangun dari hari pertama hingga hari ke-18 kebuntingan. Dosis yang diberikan adalah sebanyak 0; 0.56; 1.68; dan 3.36 g/kg berat badan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak dengan dosis 3.36 g/kg BB menunjukkan perbedaan dalam peningkatan jumlah kematian sebelum dan setelah implantasi (P<0.05) dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya. Pemberian ekstrak dengan dosis minimum 0.56 g/kg BB dapat menyebabkan keterlambatan osifikasi pada fetus. Persentase fetus dengan keterlambatan osifikasi meningkat seiring dengan penambahan dosis. Konsumsi ekstrak daun torbangun pada masa kehamilan perlu dihindari karena berpotensi menyebabkan efek samping berupa kematian dan keterlambatan osifikasi pada fetus.
PENGEMBANGAN INDEKS GIZI SEIMBANG UNTUK MENILAI KUALITAS GIZI KONSUMSI PANGAN REMAJA (13-15 TAHUN) DI INDONESIA Rahmawati Rahmawati; Hardinsyah Hardinsyah; Katrin Roosita
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 11 No. 3: SEPTEMBER 2015
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.263 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i3.525

Abstract

Masalah gizi yang dihadapi remaja Indonesia saat ini adalah masalah gizi ganda, dengan salah satu faktor penyebabnya adalah ketidakseimbangan kuantitas dan kualitas gizi konsumsi pangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Indeks Gizi Seimbang (IGS) untuk menilai kualitas gizi konsumsi pangan remaja Indonesia. Data yang digunakan adalah konsumsi pangan yang diperoleh melalui hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menggunakan metode food recall 1x24 jam dengan desain cross sectional survey. Standar yang digunakan untuk validasi IGS adalah nilai Mutu Gizi Pangan (MGP) yang dihitung berdasarkan tingkat kecukupan 15 zat gizi. Total subjek dalam penelitian ini sebanyak 11679 remaja terdiri dari 6040 laki-laki dan 5639 perempuan usia13-15 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi antara IGS dan MGP berkisar 0,29 0,60. IGSK-60 adalah IGS yang paling valid (r=0,60), tetapi IGS3-60 adalah IGS yang paling praktis (r=0,55). IGSK-60 dan IGS3-60 menilai 6 kelompok pangan. IGSK-60 merupakan sistem penilaian secara kontinyu, sementara IGS3- 60 merupakan sistem penilaian secara kategori. Kesimpulan, IGS3-60 adalah IGS yang paling praktis dan valid, cocok digunakan untuk memonitor kualitas gizi konsumsi pangan remaja.
MODEL TIKUS DIABETES YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN-SUKROSA UNTUK PENDEKATAN PENELITIAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL Firdaus Firdaus; Rimbawan Rimbawan; Sri Anna Marliyati; Katrin Roosita
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 1: MARET 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.967 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i1.550

Abstract

Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan intoleransi glukosa pada berbagai tingkatan yang terjadi selama kehamilan. DMG pada wanita meningkatkan risiko kematian sebelum kelahiran pada ibu dan bayinya, tingkat kesakitan pada ibu dan meningkatkan risiko berkembangnya DM tipe-2 setelah melahirkan. Penggunaan hewan coba alternatif dengan metode yang tepat dalam penelitian DMG dengan pendekatan DM tipe-2 telah banyak dilakukan dan cukup mendesak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah induksi Streptozotocin-sukrosa dapat menghasilkan DM tipe-2 pada tikus yang dapat digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian DMG. Peneltian ini bersifat eksperimental, tikus Sprague Dawley jantan berjumlah 45 ekor berusia 6 minggu dialokasikan pada 2 kelompok: kontrol (n=5) dan diabetes (n=40). Kelompok kontrol diinjeksi secara intraperitoneal dengan phosphat buffer saline (PBS) tanpa sukrosa dan kelompok diabetes diinjeksi secara intraperitonela dengan streptozotocin (STZ) dosis 40 mg/kg berat badan dan diberikan 30% sukrosa secaraad libitum, pengukuran glukosa darah puasa dan berat badan dilakukan tiap 3 hari. Setelah minggu ke-4 perlakuan, terdapat 24 tikus pada kelompok diabetes dengan glukosa darah puasa diatas 126 mg/dL dan menunjukkan perbedaan signifikan glukosa darah (p<0.05)dan peningkatan berat badan (p<0.05) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Induksi STZ-sukrosa dapat menghasilkan DM tipe-2 pada tikusSprague dawley Jantan dan dapat digunakan sebagai pendekatan peneltian DMG.
EFEK PRODUK GALOHGOR TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENURUNAN STRES OKSIDATIF DIABETES MELITUS TIPE 2 Sulasyi Setyaningsih; Roosita Katrin; Evy Damayanthi
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 4: DESEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.866 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i4.1930

Abstract

Hiperglikemi kronis pada penderita diabetes melitus tipe 2 meningkatkan terbentuknya radikal bebas yang disebabkan peningkatan peroksidasi asam lemak, yang akan mengarah pada komplikasi yang bersifat kronis. Peningkatan terbentuknya radikal bebas yang tidak diimbangi dengan peningkatan asupan antioksidan akan menimbulkan stres oksidatif. Penelitian dilakukan untuk menganalisis efek pemberian produk galohgor berupa cookies dan minuman serbuk terhadap status antioksidan dan penurunan penanda stres oksidatif pada penderita DM tipe 2. Sebanyak 18 subjek penderita DM tipe 2 dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi (n=9) diberikan cookies dan minuman serbuk galohgor dan kelompok kontrol (n=9) diberi cookies dan minuman serbuk yang tidak mengandung galohgor selama 38 hari. Penelitian dilaksanakan di wilayah Lingkar Kampus Institut Pertanian Bogor. Aktivitas antioksidan plasma dianalisis dengan metode 2,2-diphenyl-1-pycrilhydrazyl (DPPH), sedangkan stres oksidatif dinilai dengan mengukur kadar Malondialdehyde (MDA) plasma. Data dianalisis menggunakan independent t test, paired t test dan ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata selisih aktivitas antioksidan setelah dikoreksi pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol masing-masing adalah +4.07% dan +1.78% (p>0,05), sedangkan selisih MDA plasma kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol sebagai berikut -0,56 nmol/ml dan +7,05 nmol/ml (p<0,05). Produk galohgor berupa cookies dan minuman serbuk galohgor signifikan menurunkan stres oksidatif pada penderita DM tipe 2.
INTERVENSI SUSU TINGGI PROTEIN TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI PADA KELOMPOK USIA DEWASA Harna Harna; Clara M. Kusharto; Katrin Roosita
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 4: DESEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.846 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i4.3157

Abstract

Susu tinggi protein merupakan makanan kompleks yang mengandung beberapa senyawa bioaktif potensial, kemungkinan memiliki efek terhadap berat badan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian susu tinggi protein terhadap tingkat konsumsi susu tinggi protein, status gizi dan menganalisis hubungan antara tingkat konsumsi zat gizi makro dengan status gizi. Penelitian ini menggunakan metode eksprimental dengan desain Randomized Control Trial (RCT). Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu 24 subjek pada kelompok perlakuan dan 23 subjek pada kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan susu tinggi protein dan pendidikan gizi selama 90 hari. Kelompok kontrol diberikan pendidikan gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan asupan energi antara kedua kelompok (p<0,05; 422,08±333,9 kkal pada kelompok perlakuan). Intervensi susu tinggi protein dapat meningkatkan asupan protein secara signifikan (p<0,05;26,8±13,95 gram). Terdapat peningkatan signifikan berat badan pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05;2,37±1,3 kg). IMT meningkat signifikan pada kelompok perlakuan (p<0,05; 0,92±0,53 kg/m2). Terdapat korelasi positif yang signifikan antara konsumsi energi dan protein dengan IMT dan berat badan (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa intervensi susu tinggi protein dapat meningkatkan status gizi melalui peningkatan berat badan dan dapat meningkatkan asupan energi dan protein.
Pengaruh Pemberian Susu Tinggi Protein terhadap Tingkat Nafsu Makan dan Kadar Glukosa Postprandial Harna Harna; Clara M.Kusharto; Katrin Roosita; Andi Muh Asrul Irawan
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.48 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i4.4881

Abstract

High protein milk is a complex food that contains several potential bioactive compounds that might effecton appetite control. However, the mechanism of high protein milk effect on appetite is still poorly understood inunderweight adults. This study aimed to analyze the effect of high protein milk on appetite level and postprandialglucose. This study used experimental trial with design randomized controlled trial. The subjects were divided intotwo groups, 24 subjects in the treatment group and 23 subjects in the control group. Treatment group was givenhigh protein milk and control group was given glucose. Subjective feelings including hunger, satisfaction, anddesire to eat were evaluated using Visual Analogue Scale (VAS), which is analyzed in the incremental Area Underthe Curve (iAUC). The results showed that there was a significant increase in iAUC value of hunger level in thetreatment group compared with control (p<0.05), 8881±638.4 min.mm treatment group and 7297.8±439.6 min.mm control group. There was no significant difference in the level of satisfaction and desire to eat between the twogroups (p>0.05). Postprandial glucose levels in the treatment group were significantly (p<0.05) lower than thecontrol group. The study concluded that high protein milk intervention was increase hunger levels in underweightadults.
Pemberdayaan Kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Babakan, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor dalam Upaya Swamedikasi Menggunakan Tanaman Obat Siti Sa’diah; Katrin Roosita; Rudi Heryanto
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2015): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.1.1.62-67

Abstract

Looking by the lack of information about medicinal plants and not good enough effort by the member of PKK in optimizing swamedication with medicinal plants, IbM held three types of training about swamedication using medicinal plants and monitoring the program. The purpose of this program is to improve the skills and knowledge of every member of PKK about medicial plants, grow the plants at limited space and gain the benefits from medicinal plants for inhabitant. The first training was about improving knowledge about medicinal plants and distribute seedling of medicinal plants which can plant at house yards. The second training was about production techniques of fourinds traditional medicine: jamu beras kencur, kunyit asam, galohgor and instant type of beras kencur. The last training was about techniques for organic compost from household waste. Process of evaluating and monitoring held after all the training done, then there was interview session and held a competition of producing jamu. The evaluation shows there was some improvement in consumption of beras kencur and kunyit asam families and inhabitant. Also, there was indication of transferred information from aenoughtrained member to not-trained member in informal ways. Overall, all of the programs has done with good achievement. This programs already made a significant improvement in public information about medicinal plants.
Pengaruh Pemberian Cookies Galohgor terhadap Kadar Vitamin A ASI Ibu Nifas Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Rimbawan Rimbawan; Katrin Roosita; Zakiudin Munasir
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jatp.7276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies galohgor terhadap kadar β-karoten dan retinol ASI ibu nifas. Penelitian ini menggunakan quasi-experimental design yang terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok kontrol (n=9) dan kelompok intervensi (n=9). Kelompok intervensi diberikan cookies galohgor 4 keping ~ 40 g/ hari, sedangkan kelompok kontrol diberikan cookies dengan jumlah yang sama namun cookies tersebut tanpa penambahan galohgor. Pemberian cookies dilakukan selama 40 hari pascamelahirkan. Sampel ASI diambil pada hari ke-14 dan hari ke-40 untuk dianalisis kadar β-karoten dan retinol ASI. Analisis konsumsi pangan juga dilakukan bersamaan dengan pengambilan sampel ASI. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada kadar β-karoten dan retinol ASI antara kelompok kontrol dan intervensi, baik pada hari ke-14 maupun hari ke-40 pascamelahirkan (p>0,05), akan tetapi pemberian cookies galohgor relatif dapat mempertahankan kadar β-karoten ASI selama masa nifas. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan cookies galohgor dapat menjadi sumber β-karoten ASI.Effect of Galohgor Cookies on Vitamin A Content in Breast Milk of Postpartum MothersAbstractThis study was aimed to analyze the effect of galohgor cookies on β-carotene and retinol in breast milk of postpartum mothers. This study used quasi-experimental design consisting of two groups, the control group (n = 9) and the intervention group (n = 9). The intervention group was given galohgor cookies (4 pieces ~ 40 g / day), while the control group was given cookies without galohgor as many as the intervention group. Cookies were given for 40 days after giving birth. Breast milk samples were taken on the 14th day and 40th day to analyze β-carotene and retinol content in breast milk along with the interview of food consumption. The results showed β-carotene and retinol content in breast milk did not differ significantly between the groups, both on the 14th day and the 40th day after giving birth (p>0.05). However, galohgor might maintain the β-carotene concentration in breast milk. Therefore, as conclusion, galohgor cookies may be provided as the source of β-carotene in breast milk.
Peran Nutrasetikal Galohgor dalam Mempertahankan Berat Badan dan Menurunkan Glukosa Darah pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin Firdaus Firdaus; Rimbawan Rimbawan; Sri Anna Marliyati; Katrin Roosita
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.414 KB) | DOI: 10.17728/jatp.29

Abstract

Galohgor merupakan salah satu obat herbal tradisional yang lazim di daerah Bogor, Jawa Barat. Neutrasetikal ini tersusun atas 56 jenis bahan yang komposisinya terdiri dari 38 macam tanaman obat, 5 jenis rempah-rempah, 7 jenis kacang-kacangan dan 6 jenis temu-temuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek nutrasetikal Galohgor dalam menurunkan kadar glukosa darah dan menjaga kestabilan berat badan  tikus diabetes yang diinduksi Streptozotocin (STZ). Penelitian ini menggunakan desain blok acak, 12 ekor tikus Sprague dawley jantan berumur 6 minggu diinjeksi dengan STZ secara intraperitoneal degan dosis 40 mg/kg berat badan dan diberikan sukrosa 30% secara ad libitum selama 4 minggu (masa induksi diabetes) kemudian dialokasikan secara acak kedalam 3 kelompok kemudian diberi intervensi selama 14 hari dengan perlakuan antara lain ekstrak nutrasetikal Galohgor 0,037 g/kg berat badan (Gal+STZ), metformn 62,5 mg/kg berat badan (Met+STZ), dan kelompok kontrol + STZ (K+STZ). Sebanyak 4 ekor tikus normal (N) tanpa perlakuan pemberian sukrosa dimasukkan kedalam kelompok kontrol normal. Hasil menunjukkan ekstrak nutrasetikal Galohgor (Gal+STZ) mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan (p<0,05) dan dapat membantu menjaga berat badan pada tikus diabetes yang diinduksi STZ. Kata kunci: Galohgor, streptozotocin, glukosa darah, berat badan, diabetesAbstract              Galohgor is one of the traditional herbal medicinel in Bogor, West Java. The Neutraceutical was prepared from 56 kinds of material consist of 38 medicinal plants, 5 herbs and spices, 7 nuts and 6  rhizomes in composition. The aims of this study was to investigate the effect of Nutraceutical Galohgor in maintenance of body weight and reducing blood glucose on diabetic rats induced by streptozotocin (STZ). The type of this study is randomized block design, a number of 12 male Sprague dawley rats on 6 weeks of age were induced with STZ intraperitoneally with dosage of 40 mg/kg body weight and giving with 30% sucrose ad libitum during 4 weeks (diabetic induction fase) and allocated randomly to three groups and treated for 14 days with i.e . nutraceutical Galohgor extract 0,037 g/kg body weight (Gal+STZ), Metformin 62,5 mg/kg body weight (Met+STZ) and control + STZ (K+STZ) group. Four normal rats were allocated as a normal control (N). Glucose level and body weight was measured every 3 days. The result showed that nutraceutical Galohgor extract (Gal+STZ) helped to maintenance body weight and reduced glucose level in diabetic rats significantly (P<0,05)  in diabetic rats induced with STZ. Key words : Galohgor, streptozotocin, blood glucose, body weight, diabetes
Co-Authors Agik Suprayogi Ahmad Sulaeman Alfiah, Elma Ali Khomsan Anggar Pamungkas Aprilyana, Lia Armina Puji Utari Asep Gunawan Aulia Ratnadianti Suharjo Balgis, Yayik Dwi Bibi Ahmad Chahyanto Budi Iman Santoso Cahyo Budiman Cece Sumantri Clara M. Kusharto Clara M. Kusharto Clara M. Kusharto Clara M. Kusharto Clara M.Kusharto Clara Meliyanti Kusharto Damayanthi - Damayanthi -, Damayanthi Ekowati Handharyani Evy Damayanthi Fathimah, Fathimah Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Firmansyah, Hardi Fitria Nurjanah Hadi, Riyadi Hardi Firmansyah Hardinsyah Harna, Harna Herpina Herpina Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah Huda Shalahudin Darusman I Gusti Bagus Wiksuana Ikeu Ekayanti Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Ita Djuwita ITA DJUWITA Kerisnawati, Titi Khofsah, Asy Laeli Nur Hasanah Lilik Kustiyah Lilik Kustiyah Listyarini, Kasita Masruroh Mastin Mohamad Rafi Mokhamad Fahrudin Muh Asrul Irawan, Andi Muhamad Rizal Martua Damanik Muhammad Suhendra, Muhammad Mukhlidah Hanun Siregar Ni&#039;ma Hilyatin Noni Eka Jaya Wardani Novriyandi Hanif Nur Khoiriyah Nuraelah, Almira Nurjanah, Hanna Prita Dhyani Swamilaksita Rahmawati Rahmawati Ratih Putri Damayati Ratna Sholatia Harahap Rian Diana Rimbawan , Rimbawan R Risti Rosmiati Ronny Rachman Noor Rudi Heryanto Sa'pang, Mertien Septiyawan, Ganda Adi Setyaningsih, Sulasyi Siti Sa’diah Sri Anna Marliyati Syah, Muh Nur Hasan Utari Yunitaningrum Venny Agustiani Mahardikawati Widhi, Anisa Sekar Yekti Hartati Effendi Yuli Fitriyani Yulianti Wulan Sari Zakiudin Munasir Zakiudin Munasir