Claim Missing Document
Check
Articles

DESAIN SERAGAM SYARI BAGI SISWI JURUSAN PERHOTELAN Lola Lolita; Mukhirah .; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana akomodasi perhotelan adalah busana khusus yang digunakan siswi untuk mengikuti pelajaran perhotelan dan melakukan praktek di hotel, busana ini telah ditetapkan sendiri oleh pihak sekolah, baik model dan warna. Namun dalam menetapkan model busana perhotelan, banyak pihak sekolah tidak memenuhi kriteria busana yang sesuai dengan syariat Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis busana perhotelan dengan model yang berbeda dan memenuhi syarat-syarat dalam berbusana menurut syariat Islam, menciptakan desain seragam yang syari, serta membuat seragam yang syari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksperimen terapan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Tata Busana Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, FKIP Unsyiah. Subjek dalam penelitian ini adalah penulis membuat eksperimen busana sekolah syari jurusan perhotelan sesuai dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh, sedangkan objek penelitian mendesain busana perhotelan sebanyak 4 model. Penelitian ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilihan desain busana perhotelan, pemilihan warna yang sesuai, pemilihan bahan yang sesuai untuk busana sekolah, pengambilan ukuran pada model dan membuat pola yang sesuai dengan model busana yang telah di desain, proses pengguntingan, mengobras pinggiran kain dan menjahit busana bagi jurusan perhotelan. Hasil dari penelitian ini adalah model blus asimetris dengan penambahan bordir di bagian bawah, dan juga penambahan lipit bagian pinggang sebelah kanan, menggunakaan rok pias 6. Bahan yang dipilih untuk blus dan rok adalah sama, yaitu katun toyobo, katun batik, asiantex untuk bahan lapisan dan monskrip digunakan untuk bahan kerudung. Untuk pemilihan warna, blus dan rok menggunakan warna merah dengan variasi kain batik warna coklat lumut sedangkan kerudung memilih warna merah.Kata Kunci: Desain, Seragam Syari, Siswi, Jurusan Perhotelan
MOTIVASI BERWIRAUSAHA DIKALANGAN SISWA MELALUI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN (Studi Kasus Siswa SMKN 2 Aceh Barat Daya) Nia Aprilia Darma; Annizar Ahmad; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan sebagai salah satu jenis pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan vokasi, termasuk didalamnya pendidikan kewirausahaan. Melalui pendidikan kewirausahaan diharapkan agar siswa dapat menumbuhkan sikap wirausahawan serta dapat termotivasi untuk menjadi seorang wirausahawan, sehingga dapat membuka usaha mandiri. Namun motivasi siswa dalam berwirausaha masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini pertama untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan motivasi berwirausaha siswa melalui pendidikan kewirausahaan; kedua untuk mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat upaya guru dalam meningkatkan motivasi berwirausaha siswa melalui pendidikan kewirausahaan di SMKN 2 Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan motivasi berwirausaha dikalangan siswa melalui pendidikan kewirausahaan dilaksanakan dengan menceritakan tentang wirausaha-wirausaha yang sukses, menceritakan pengalaman pribadi guru dalam berwirausaha, mewawancarai wirausaha-wirausaha yang sukses, dan melaksanakan praktik kewirausahaan melalui pembelajaran kewirausahaan. Sedangkan faktor-faktor pendukung yaitu adanya perkembangan teknologi dan Unit Produksi. Sedangkan faktor-faktor penghambat yaitu fasilitas yang belum memadai, waktu melaksanakan praktik yang terbatas, dan dana dari sekolah untuk melaksanakan praktik dalam penyediaan alat dan bahan praktik masih sangat kurang. Disarankan kepada pihak sekolah agar dapat menyediakan perlengkapan yang lebih lengkap untuk praktik berwirausaha.Kata kunci: Upaya Guru, Motivasi Siswa, Pendidikan Kewirausahaan
PERAN WIRAUSAHA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (Studi Kasus Usaha Penjahit Perempuan di Mukim Lhoknga) Nurul Latifa; Rosmala Dewi; . Fitriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika perkembangan wirausaha dalam suatu negara tidak lepas dari partisipasi dan peran perempuan. Bahwasannya bukan hanya suami yang berperan mencari nafkah, istri pun punya peran untuk membantu perekonomian keluarga, itu lah yang dilakukan para perempuan di Mukim Lhoknga. Membuka usaha bukan hanya perekonomian keluarga saja yang stabil, namun dengan penghasilan yang didapat dari hasil usaha menjahit, para istri yang bekerja sebagai penjahit sudah mampu membeli sebagian peralatan rumah tangga maupun perabotan rumah dari hasil menjahit. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana kondisi sosial ekonomi keluarga dan motivasi perempuan wirausaha dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Mukim Lhoknga. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi ekonomi keluarga perempuan wirausaha yang ada di Mukim Lhoknga dan motivasi perempuan wirausaha dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Mukim Lhoknga. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan cara pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel ditentukan oleh penelitian karena adanya pertimbangan tertentu, sebagai contoh untuk mengetahui peran wirausaha perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan kondisi ekonomi perempuan yang membuka usaha menjahit di Mukim Lhoknga termasuk dalam kondisi yang berkecukupan sehingga dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Motivasi penjahit adalah ingin membahagiakan keluarga dengan cara mencukupi segala sesuatu yang diperlukan setiap harinya, membantu keuangan keluarga dengan menabung serta ingin membiayai pendidikan anak sampai perguruan tinggi. Kata Kunci : Peran Wirausaha, Kesejahteraan Keluarga, Penjahit Perempuan
PROSES UPACARA BERINAI PADA PENGANTIN DI DESA TEUBANG PHUI BARU KECAMATANMONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR Novianti Surya Putri; Rosmala Dewi; . Fitriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Aceh Besar memiliki keberagaman adat yang sering dijadikan sebagai sarana ukur, masyarakat Aceh Besar dapat menimbang dan menengah berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, salah satu di antarannya adalah adat budaya berinai (bh gaca ). Bh gaca dipakai untuk pengantin yang akan menikah, maka tidaklah sempurna apabila pengantin tidak memakai inai. Dari sisi pelaksanaannya, memakai inai itu tradisi masyarakat yang telah ada sejak dulu, jadi adat dapat dipahami sebagai kebiasaan individu atau masyarakat yang dilakukan secara adat dalam kurun waktu yang ditentukan. Telah dilakukan penelitian proses upacara berinai pada pengantin di Desa Teubang Phui Baru Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses upacara, tekhnik, motif serta perkembangan berinai (bh gaca ) yang dilakukan pada saat upacara pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian lima orang yang di pandang tepat sebagai informan. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adat bh gaca sudah jarang di lakukan oleh masyarakat. Teknik yang digunakan oleh penginai sudah bervariasi dan berkembang sesuai dengan perkembangn zaman modern, motif India merupakan motif yang sangat digemari oleh masyarakat karena memiliki beragam corak akan tetapi bahan yang digunakan tetap dipertahankan. Bh gaca (berinai) tidak lagi digunakan pada saat proses pernikahan saja, akan tetapi proses berinai sudah menjadi fashion bagi masyarakat.
SISTEM PRODUKSI PADA USAHA ELHANIEF KONVEKSI DI BANDA ACEH Dei Rizki Ananda; . Fadhilah; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Konveksi merupakan usaha busana yang diproduksi dalam skala besar dan menggunakan ukuran standar yaitu S, M, L dan XL. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem produksi yang diterapkan Elhanief Konveksi dengan berfokus pada sistem produksi, pengadaan bahan baku, pembuatan pola, fasilitas yang tersedia dan sistem penjahitan yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif bersifat naturalistik dengan subjek penelitian lima orang yaitu pengelola usaha Elhanief Konveksi dan juga empat orang karyawan yang bergerak di bidang Customer Service, pembuatan pola, penjahitan dan finishing. Pengumpulan data diperoleh dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Elhanief Konveksi menerapkan sistem produksi perbagian atau Section Production System dengan sistem progresif pada kelompok job bundle. Pengadaan bahan baku termasuk diantaranya bahan baku utama dan tambahan didatangkan dari tiga daerah yang berbeda yaitu Banda Aceh, Medan dan Jakarta dengan fasilitas yang cukup memadai diantaranya Mesin jahit High Speed dengan berbagai merek, mesin jahit kancing, mesin jahit lubang kancing, mesin Overdeck, mesin bordir Tajima dan mesin obras. Pembuatan pola dilakukan dengan membuat pola sampel dengan menggunakan pola standar dan menerapkan sistem penjahitan dengan membagi tugas perorang sesuai bundel yang telah disediakan yang disebut dengan sistem bundel. Keseluruhan sistem yang terlaksana pada usaha Elhanief Konveksi sudah cukup baik namun akan lebih baik lagi menambahkan beberapa karyawan dalam beberapa bidang untuk mencapai hasil produksi yang lebih efektif dan efesien. Kata Kunci : Usaha Konveksi, Elhanief Konveksi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MODE BUSANA INDIA DALAM GAYA BUSANA PESTA WANITA ACEH . Suftiah; . Mukhirah; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mode merupakan ragam atau bentuk yang terbaru pada suatu waktu tertentu baik itu tentang pakaian, potongan rambut, corak hiasan dan semacamnya. Judul penelitian ini factor-faktor yang mempengaruhi mode busana india dalam busana pesta wanita Aceh penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pengambilan data dengan angket, bbservasi, dokumentasi dan Wawancara, Data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket dan observasi dengan responden akan dikumpulkan dan diolah dalam bentuk kualitatif. Kesimpulan yang didapatkan yaitu: Responden sangat menyukai busana India yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan aksesoris yang memberi kesan mewah sehingga terlihat lebih menawan pada kesempata pesta. Busana India yang digunakan oleh wanita Aceh beragam, dari lengga, anarkali dan juga saree, wanita Aceh mengikuti trand mode dan juga perkembangan zaman. Dengan perfilman dan musik India membuat wanita Aceh megikuti mode busana tersebut. Selain dari televisi, wanita Aceh mendapat ide model dari internet. Aksesoris sebagai pelengkap busana India yang digunakan responden yaitu: bangles, maang tika dan kalung. Hanya sebagai hiasan moderen yang digunakan. Busana India sangat banyak peminatnya, akan tetapi hanya beberapa orang saja yang mengerti cara menjahit busana India, sehingga membuat masyarakat Aceh yang memiliki ekonomi kebawah agak susah memperoleh busana India yang menggunakan bahan biasa dan bukan bahan asli India.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP JIGSAW PADA MATERI PEMANFAATAN TEKSTIL UNTUK BENDA KERAJINAN DI SMP NEGERI 16 TAKENGON Ruchayanti Listiana; Rosmala Dewi; . FITRIANA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran group jigsaw. Desain penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang datanya diolah dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian bersumber dari Guru Pelajaran Keterampilan dan 24 siswa kelas VIII/1 SMP Negeri 16 Takengon. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kepada siswa dan lembar observasi aktivitas siswa. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, siswa memperoleh nilai rata-rata 94,16 (100 % tuntas) pada tes postes. Secara keseluruhan aktivitas siswa pada siklus I sudah dikategorikan baik meskipun belum maksimal dan masih terdapat beberapa kegiatan yang dikategorikan cukup. Selanjutnya pada siklus ke II mada praktikum memperoleh nilai rata-rata 82,70 (100 % tuntas) hasil ini sudah mencapai target yang yang ditetapkan yaitu sebanyak 75% siswa yang tuntas. Simpulan penelitian ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran group jigsaw dapat dapat memberi kesempatan kepada siswa bertanggungj awab terhadap materi secara pribadi dandisampaikan kepada kelompok, lebih mudah memahami apa yang disampaikan oleh guru, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara maksimal. Mengingat penggunaan model pembelajaran group jigsaw pada materi pemanfaatan tekstil dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, disarankan kepada guru Keterampilan sebaiknya menggunakan model pembelajaran group jigsaw pada materi lainnya.Kata Kunci: Group Jidsaw, Pemanfaatan Tekstil, Hasil Belajar
MODIFIKASI PAKAIAN ADAT PERKAWINAN KABUPATEN ACEH TENGGARA . Masniar; . Mukhirah; ROSMALA Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pakaian adat Aceh Tenggara khususnya pada pakaian wanita. Dalam pemakaian gelang, kalung, dan aksesoris lainnya sudah banyak dirubah atau dikurangi sehingga sudah menghilangkan keasliannya, pakaian adat harusdilestarikan dan dijaga karena itu adalah warisan suatu kabupaten dan tidak boleh dihilangkan fungsi. Penelitian yang berjudul Modifikasi Pakaian Adat Perkawinan Kabupaten Aceh Tenggara.Tujuan mengidentifikasi pakaian adattradisional Aceh Tenggara, pakaian adat yang telah dimodifikasi, perkembangan modifikasi pakaian adat Aceh Tenggara dari segi bentuk pakaian, motif, warna, dan perlengkapan busana dan mengetahui menyebabkan perubahan pakaian adatKabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini sebayak 4 orang yang terdiri dari 2 tokoh adat, 2 orang penyewa pakaian adat yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara.Hasil penelitian bentuk pakaian wanita berwarna hitam dipenuhi bordiran Sara Opat, belah depan dan menggunakan kancing kenop , bagian bawah (rok) menggunakan kain songket. Sedangkan yang sudah dimodifikasi dari segi bentuk pakaian masih sama. Hanya ada penambahan selendang diberi pita bikubiku pada bagian pinggirnya. Dari segi bentuk bawahanya (rok) berbentuk setegah lingkaran menggunakan bordiran yang beraturan dengan motif Sara Opat, pinggiran dipenuhi dengan motif Embun Bekhangka, Pucuk Khebung, Sara opat, Puter tali. Ada 4 jenis motif pada pakaian adat Alas Embun Bekhangka, Pucuk Khebung, Sara opat, Puter tali. Perlengkapan yang digunakan Gelang Kul, Kalung (Bogok), Bunge Sumbu. Dengan warna kuning, merah, putih, dan hijau. Penyebab terjadinya perubahan pakaian adat Aceh Tenggara karena mengikuti perkembangan zaman seperti dari rok suai berubah menjadi rok setengah lingkaran agar lebih memudahkan untuk berjalan.
PRODUK KERAJINAN TRADISIONAL ACEH DALAM PERTUMBUHAN INDUSTRI KERAKYATAN Maysarah Hastuti; Rosmala Dewi; Nurul Faudiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan tradisional Aceh saat ini berkembang pesat, mulai dari bahan, motif, warna, model dan lainnya. Produk kerajinan tradisional Aceh harus dijaga mutu dan kreasi produk guna menambah kepuasan pada diri konsumen. Penelitian ini berjudul Produk Kerajinan Tradisional Aceh Dalam Pertumbuhan Industri Kerakyatan secara khusus bertujuan untuk mengetahui perkembangan mutu produk kerajinan tradisional Aceh,perkembangan kreasi produk kerajinan tradisional Aceh, kepuasan konsumen terhadap produk kerajinan tradisional Aceh, pertumbuhan industri kerajinan tradisional Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian tujuh orang respondenyang dipandang tepat sebagai informan. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa produk kerajinan tradisional Aceh berkembang sesuai permintaan pasar dan terus meningkat mulai dari pasar lokal maupun pasar mancanegara. Perubahan motif, warna, bahan dan kreasi disesuikan dengan perkembangan pasar agar mampu bersaing dengan produk lain dan diminati konsumen. Industri kerajinan tradisional Aceh terus mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya produk kerajinan Aceh yang memperbarui mutu dari setiap produk kemudian menambahkan kreasi sesuai permintaan pasar yang sedang diminati konsumen serta semakin banyaknya konsumen yang terus menikmati dan membeli produk kerajinan tradisional Aceh. Mencintai produk kerajinan tradisional Aceh adalah salah satu cara untuk terus membangun produk industri lokal serta mempromosikan hasil budaya daerah sebagai wujud pelestarian daerah.
Motivasi Ibu-Ibu Rumah Tangga Dalam Mengembangkan Keterampilan Menjahit Pakaian . Fitriani; Rosmala Dewi; Nurhayati SY
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya industri pakaian akan memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam membuka usaha menjahit pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi para peserta dalam mengembangkan keterampilan menjahit pakaian, kendala ibu-ibu dalam mengembangkan keterampilan menjahit pakaian dan mengetahui dampak setelah mengikuti pelatihan menjahit terhadap peserta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini bersumber dari ketua pelaksanaan pelatihan dan peserta yang telah mengikuti pelatihan pada tahun 2013 di Desa Lamgeu Baro berjumlah 40 peserta, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner. Pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian pada umumnya mengikuti pelatihan menjahit mendapatkan motivasi dari keluarga. Kendala mengembangkan usaha menjahit karena hanya sedikit sekali mempunyai pengetahuan dalam menjahit. Dampak terhadap responden selesai mengikuti pelatihan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam menjahit. Simpulan penelitian ini adalah untuk peserta dapat memanfaatkan ilmu keterampilan menjahit dalam mengembangkan usaha menjahit supaya dapat membantu perekonomian keluarga, dan pihak PNPM-MP selaku pihak penyelenggara pelatihan menjahit untuk melakukan evaluasi kembali terhadap desa-desa yang telah di adakan pelatihan.
Co-Authors - Fitriana - Nuristira - Rusman - Verawati . Fadhilah . Fitriana . Fitriani . Irsanti . Masniar . Mukhirah . Nurhayati . Suftiah Adinda Devanti Aimar Aqil Manaf Anggun Sukmawati Anizar Ahmad Annizar Ahmad Arrabiatul Adabi Asih Menanti Asnita Maghfirah Aulia Rahmi, Neneng Ayu Deswita BENYAMIN SITUMORANG Bintang Zuhra Camelia Raihan Cut Luthfa Raihan Cut Meilina Putri Darwin Dei Rizki Ananda Dewi Agustina Dewi Liesnoor Setyowati Dewi, Sri Sartika Sari Eka Daryanto Elly Diana Putri Enricho Fiktorando Purba Ervin Mardalena Esther Justina Sinaga Fadhilah . Fatimatul Qiram Fikriah Noer Fitriana . Fitriana Fitriana Frans Hanaekan Rajagukguk Harahap, Dewani Hayatun Nisa' Herayanti Herayanti Hotmaida Sidabutar Indani Irma Fitri Melinia Irma Muliani Ismayani . Juliani Pasca Zumarni Lola Lolita Lumongga Sari Harahap Luzi Lustia Mardiah Kenamon Maya Rahmadani Maysarah Hastuti Mochamad Faizal Rizki Muhammad Gilang Anugrah Muhammad Girindra Mukhirah . Munawwarah . Munawwarah, Hidayatul Nagian Toni Nailul Muna Nanda Sukma Nasution, Anna Rizki Nency Utami Br Barus Nia Aprilia Darma Novianti Surya Putri Novita . Nur Hikmah Nurbaiti . Nurhayati SY Nurhidayati . Nurlita . Nurna billa Nurul Fadhillah Nurul Faudiah Nurul Latifa Nurul Manzili Nurul Shoumi Nyimas Rani Pertiwi Puspita Sari Ratih Triyani Rina Murfiana Risca Muril Khairani Rizka Heriansyah Rr. Dimas Veronica Priharti Ruchayanti Listiana Rusman Rusman Safrijal Saloma Banjarnahor Santi Rizki Sarah Nadia Saut Purba Sitepanus Zebua Siti Maryam Siti Mawarni Siti Wardah Sri Hidayati Sri Putri Kurniati Sri Sartika Sari Dewi Sukarman Purba Suryaningsih, Melfi Tapi Endang Fauziah Lubis Tobok Luhut Situmorang Umi Sakinah Yasaratodo Wao Yasaratodo Wau Yaz Montis Hidayat Yuli Arnida Pohan Yulia Rahmadani Yulinda Aswan Yuniarto Mudjisusatyo Zahra Safira Zhafirah Khairunnisa