Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Contradictions on Age of Guardianship Provisions in Marriage Law and the Compilation of Islamic Law and Its Application in Religious Courts Rosyid, Abdur; Sa`adah, Sri Lumatus; Faisol, Muhammad
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 7 No 2 (2024): Sharia Economics
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v7i2.4825

Abstract

A child in general is someone who is not yet an adult or not married, and it is not possible for a child who is under this age to carry out legal actions by himself. For all legal actions, a child is under the authority of a guardian. The legal practice for the determination of legal guardianship for people who are Muslims according to the rules of law legislation is carried out in the Religious Court. The legal source of legal regulations regarding guardianship is regulated by Law No. 01 of 1974 concerning Marriage Chapter XI Guardianship Article 50 paragraph (1), namely the proposed child who has not reached the age of 18 years and is also regulated in Presidential Instruction No. 01 of 1991 Compilation of Islamic Law, namely in Chapter XV Guardianship Article 107 paragraph (1), namely the proposed child guardianship who has not reached the age of 21 years. The differences in legal regulations like this, create problems and do not implement the objectives of the law, namely the emergence of legal uncertainty (Contra Legal Certainty). This research uses Normative research (Normative Juridical). Namely using a statutory approach this approach is carried out by examining legislation and also an approach by examining cases or decisions of the Religious Court relating to Guardianship.
SOSIALISASI PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASISOPEN ENDED LEARNING DI SMP AT TAUFIQIYAH BATOKABANKONANG BANGKALAN Ivayana Sari, Dwi; Rosyid, Abdur; Marzemah, Marzemah; Ratnasari, Andaru
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): JP-MAS: Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan, terutama dalam implementasi pembelajaran khususnya pembelajaran matematika. Namun demikian, guru-guru SMP At Taufiqiyah desa Batokaban, Konang, Bangkalan dalam mendapatkan informasi terkait pembelajaran matematika berbasis TIK adalah karena letak sekolah SMP At Taufiqiyah berada di daerah 3T yaitu tertinggal, terdepan dan terluar. Perlu adanya solusi untuk mengatasi masalah yang dialami oleh guru-guru SMP At Taufiqiyah dengan mengadakan sosialisasi berkaitan dengan pembelajaran matematika berbasis TIK. Salah satunya sosialisasi pengembangan e-modul berbasis open ended learning sebagai lanjutan kegiatan penelitian.Tujuan dari pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk mengetahui respon guru terhadap kegiatan sosialisasi, sekaligus terhadap e-modul berbasis open ended learning yang telah dikembangkan. Metode PkM yang digunakan adalah pendidikan masyarakat. Pendidikan masyarakat yang dilakukan berupa sosialisasi yang bertujuan memberikan informasi kepada guru. Tahapan yang dilakukan adalah tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Angket respon diberikan untuk mengetahui respon guru. Hasil yang diperoleh adalah guru di SMP At Taufiqiyah desa Batokaban, Konang, Bangkalan memberikan respon positif terhadap kegiatan sosialisasi yang dilakukan dan terhadap e-modul berbasis open ended learning yang telah dikembangkan. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah melaksanakan sosialisasi kembali pada guru SMP di sekolah lain, bahkan pelatihan untuk membuat e-modul lain kepada guru-guru.
Inappropriate Use of Parenteral Analgesics for Mild Pain and Uncomplicated Fever in the Emergency Department: Findings from an Internal Audit Dewi, Rissa Maharani; Rosyid, Abdur; Timur, Willi Wahyu; Nastiti, Nindita Sari; Ningrum, Dwi Monika; Widiyanto, Dimas
Sciences of Pharmacy Volume 5 Issue 1
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0501519

Abstract

Inappropriate prescribing of parenteral analgesics in patients with mild pain or uncomplicated fever remains a relevant concern in emergency care. This study reports findings from a retrospective internal audit conducted in the emergency department of a private hospital in Banjarbaru, Indonesia, to evaluate the appropriateness of non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) use. Medical records of 384 emergency department visits were reviewed, including data on pain intensity using the Numeric Rating Scale (NRS), clinical indications, route of administration, and immediate adverse reactions. Inappropriate use was defined as administration of parenteral NSAIDs in patients with mild pain (NRS 1–3) or uncomplicated fever when oral therapy was feasible, based on Royal College of Emergency Medicine (RCEM) guidelines. The audit identified inappropriate parenteral NSAID use in 7 patients (3.6%). These cases were associated with mild, immediate adverse effects such as nausea and dizziness. Although the proportion was small, the findings indicate potentially avoidable use of injectable analgesics and highlight the need for improved adherence to guideline-based analgesic selection. Reinforcement of routine pain assessment, clinician re-education, and periodic prescribing audits are recommended to support rational and patient-centered analgesic use in emergency settings.
Pelatihan Implementasi Sekolah Ramah Anak di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang anam, syafiul; Hafidz, Abdul; Rosyid, Abdur
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i1.20073

Abstract

Abstrak Beberapa waktu belakangan ini, banyak diberitakan kasus kekerasan seksual dan fisik pada anak, tak terkecuali di sekolah, tempat mereka menimba ilmu. Oleh sebab itu, perlu adanya pelatihan implementasi sekolah ramah anak dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual dan fisik di sekolah yang dianggap aman untuk anak-anak belajar. Tujuan pelatihan ini adalah terwujudnya pendidikan yang ramah anak di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang. Dengan adanya pelatihan diharapkan akan mampu mewujudkan kualitas pendidikan yang baik di madrasah berbasis pesantren. Metode pelatihan yang digunakan adalah dengan metode pendekatan ceramah bervariasi dan praktek implementasi sekolah ramah anak. Hasil dari pelatihan ini menunjukan bahwa peserta menganggap bahwa materi pelatihan disajikan dengan baik, jelas dan sistematis. Peserta juga menganggap materi pelatihan sangatlah mendalam dan pemateri memberikan contoh-contoh yang nyata sehingga membantu mereka lebih mudah memahami materi. Selanjutnya, guru juga menyampaikan bahwa pelatihan sekolah ramah anak ini memberi manfaat dalam banyak hal, karena mampu meningkatkan pemahaman tentang pencegahan kekerasan seksual dan perundungan, seperti untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di sekolah berbasis pesantren, serta untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat program pencegahan kekerasan seksual dan perundungan.