p-Index From 2021 - 2026
6.816
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Journal of Marine Research Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Jurnal Kelautan Tropis Jurnal Akuatika Indonesia JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Omni-Akuatika BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN MIPA JOURNAL OF INDONESIAN TROPICAL FISHERIES (JOINT-FISH) : Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu Kelautan JURNAL PERIKANAN TROPIS Asian Journal of Aquatic Sciences Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Laot Ilmu Kelautan Journal of Marine and Coastal Science Jurnal Pari Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan Journal of Coastal and Ocean Sciences Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira Indonesian Journal of Oceanography Abdimas Langkanae SRIWIJAYA JOURNAL OF ENVIRONMENT Jurnal Miyang : Ronggolawe Fisheries and Marine Science Journal Indonesian Journal of Limnology Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Jurnal Perikanan Terpadu Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Mantis Journal of Fisheries
Claim Missing Document
Check
Articles

The amplitudes and phases of tidal constituents from Harmonic Analysis at two stations in the Gaspar Strait of Bangka Belitung Yuliardi, Amir Yarkhasy; Heltria, Septy; Taj, Kemal; Natih, Nyoman M N
Journal Omni-Akuatika Vol 18, No 1 (2022): Omni-Akuatika May
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2022.18.1.893

Abstract

The waters of the Bangka Belitung islands are shallow waters that are affected by tides. The tides in these waters originate from the propagation of the Natuna and Java Seas, so they have unique characteristics. This study aims to analyze the amplitude and phase difference at 2 stations representing Bangka and Belitung Islands with the final output of LAT and HAT information as marine cadastral recommendations at Tanjung Pesona and Tanjung Tinggi stations and safe depths for ports in PPN Sungailiat and PPN Tanjung Pandan. . Tidal data for 1 year with time intervals of 1 hour in 2015 were used to extract the harmonic components to determine the type of tide and calculate the tidal level at each station. The results obtained are 19 harmonic components with a diurnal tide type. The water level at Tanjung Pesona is higher than the high Tanjung, which is described by tidal levels with HAT 2.64 and 1.72 m. Safe depth of harbor pond. In the LAT condition (lowest recess), the water level at Tanjung Pesona station is above the Sungailiat PPN pool's maximum depth; on the other hand, the Tanjung Pandan PPN LAT is 0.44 m below the maximum depth of the port pool.Key Word: Bangka Belitung, chart datum, LAT, HAT, tidal level
POLA PERTUMBUHAN IKAN PETEK (Leiognathus equulus) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN IKAN MUARA ANGKE, JAKARTA Yunita, Lauura Hermala; Gelis, Ester Restiana Endang; Wulanda, Yoppie; Heltria, Septy; Magwa, Rizky Janatul; Ramdhani, Farhan
Grouper Vol. 14 No. 2 (2023): Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i2.205

Abstract

Ikan petek (Leiognathus equulus) merupakan ikan hasil tangkapan sampingan oleh nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta , ikan ini merupakan salah satu aset terpenting pada ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang bobot ikan petek yang didaratkan di Pelabuhan Muara Angke Jakarta. Penelitian berlangsung pada bulan April Tahun 2021 dilakukan di Pelabuhan Muara Angke Jakarta. Persamaan hubungan untuk panjang bobot adalah W = aLb. sampel ikan yang didapat yaitu berjumlah 30 ekor dengan ukuran antara 125 – 164 mm dan berat berkisar antara 33 – 67 gr. Ukuran mendominasi pada ukuran 133 – 140 mm yaitu sebanyak 11 ekor sementara pada ukuran 157 – 164 mm hanya terdapat 1 ekor. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai b yaitu 2.7412 hal ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan allometrik negatif dimana pertumbuhan panjang ikan lebih cepat daripada pertumbuhan beratnya dan memiliki nilai r yaitu 1 artinya pertumbuhan panjang sangat mempengaruhi pertumbuhan berat pada ikan.Kata Kunci : Allometrik Negatif, Leiognathus equulus, Muara Angke, Panjang-Bobot 
Study on The Distribution of Longtail Tuna (Thunnus Tonggol) Catch Based on Chlorophyll-A Using Aqua Modis Imagery in West Sumatera Muhammad Farhan Al Iqromi; Afriani Harahap; Heltria, Septy; Farhan Ramdhani; Ester Restiana Endang Gelis; Hutwan Syarifuddin
Grouper Vol. 16 No. 1 (2025): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v16i1.292

Abstract

The longtail tuna (Thunnus tonggol) is one of the highest-producing fishery commodities in the waters of West Sumatra. Its abundance is influenced by oceanographic conditions, particularly indicated by chlorophyll-a concentration as a marker of water productivity. This study aims to examine the distribution of chlorophyll-a in relation to the catch of longtail tuna (Thunnus tonggol) using Aqua MODIS imagery in the waters of West Sumatra. The method used in this research is observational, involving data collection on chlorophyll-a distribution and logbook records. Chlorophyll-a data was obtained from the Ocean Color website, and logbook data for 2018–2022 was sourced from the Bungus Oceanic Fisheries Port (PPS). The results show that chlorophyll-a distribution in the waters of West Sumatra fluctuated between 2018 and 2022, with an average range of 0.15 mg/m³ to 0.33 mg/m³. A simple linear regression analysis showed a significant F-value of 0.0045, which is smaller than α (0.05), indicating that the regression equation is valid. This suggests that the distribution of chlorophyll-a has a significant effect on the longtail tuna catch in the waters of West Sumatra. The average annual CPUE (Catch Per Unit Effort) of longtail tuna was 0.44 tons/trip, with an average catch over the 2018–2022 period of 18.38 tons and an average of 41 trips per year.
Komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Miradni, Asni; Arfiana, Bs. Monica; Nelwida, Nelwida; Mairizal, Mairizal; Ramdhani, Farhan; Heltria, Septy
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.37885

Abstract

Komposisi hasil tangkapan adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi keragaman sumber daya hayati. Komposisi hasil tangkapan adalah istilah yang umumnya digunakan dalam bidang perikanan dan kelautan untuk merujuk kepada proporsi relatif dari berbagai jenis spesies yang tertangkap dalam suatu proses penangkapan ikan atau aktivitas perikanan lainnya. Proses ini mencakup penelitian tentang struktur tangkapan yang melibatkan berbagai jenis ikan, udang, moluska, serta organisme laut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Peralatan yang digunakan adalah alat tulis, kamera, laptop dan alat tangkap gillnet menggunakan mesh size 2 inci dengan ukuran kapal 1 GT. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 15 spesies ikan yang tertangkap dari alat tangkap gillnet yaitu ikan duri (Cephalocassis borneensis), ikan lomek (Harpadon nehereus), ikan malung (Muraenesox cinereus), ikan gulamah (Panna microdon), ikan sebelah (Pleuronectiformes), ikan beliak mata (Llisha elongata), ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan bawal (Pampus argenteus), ikan pari (Telatrygon zugei), ikan sembilang(Plotosus canius), ikan langgai (Lepturacanthus savala Cuvier), ikan hiu (Chiloscyllium arabicum), ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus), ikan kurau (Eleutheronema tetradactylum), dan ikan pirang (Setipinna tenuifilis). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis ikan hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap adalah ikan gulamah (Panna microdon) sebanyak 102,8 kg atau 28,62 % dan yang paling sedikit adalah ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus) sebanyak 1 kg atau 0,28 %.
DISTRIBUSI SALINITAS DAN SUHU DI MUARA MUSI: MENGGUNAKAN GRADIEN SALINITAS VERTIKAL UNTUK ZONA KLASIFIKASI MUARA : English Septy Heltria; Amir Yarkhasy Yuliardi; Ratu Almira Kismawardhani; I Wayan Nurjaya; Lerma Yuni Siagian; Denny Alberto Satrya Gumay
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i2.40222

Abstract

Muara Musi merupakan muara sungai Telang dan Musi yang berbatasan langsung dengan Selat Bangka. Pada saat pasang (surut) kita melihat distribusi salinitas meningkat (menurun) yang diketahui melalui distribusi vertikal menggunakan CTD (Conductivity Temperature Depth). Diagram TS (Temperature-Salinity) digunakan untuk melihat karakteristik massa air di daerah penelitian. Metode DIVA (Data-Interpolating Variational Analysis) digunakan untuk interpolasi dan visualisasi data dari data vertikal dan spasial temperatur, salinitas dan densitas. Klasifikasi zona muara Musi diidentifikasi berdasarkan nilai sebaran salinitas yang memperhitungkan pertukaran salinitas yang bersirkulasi pada saat pasang dan surut. Densitas massa air secara signifikan dipengaruhi oleh salinitas yang terbukti bergradasi. Sementara distribusi suhu tidak berubah secara signifikan dengan kedalaman, distribusi spasial menunjukkan bahwa suhu di estuari lebih rendah daripada di daerah hulu dan laut. Distribusi spasial salinitas menunjukkan bahwa salinitas tinggi memasuki muara menuju sungai lebih jauh pada saat pasang dari pada saat surut. Distribusi salinitas berkisar antara 0,5–30 psu dan suhu antara 29–33 ℃ dari bagian horizontal dan vertikal. Pola sebaran salinitas di muara sungai Musi diidentifikasi, terdiri dari tiga zona yang mewakili kondisi salinitas di daerah penelitian, yaitu zona Polyhaline, Mesohaline, dan Olygohaline.
Optimalisasi Potensi Air Tanah Sebagai Sumber Daya Berkelanjutan Untuk Mendukung Kegiatan Sosial-Ekonomi Masyarakat Di Desa Tantan Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi Arista Yulanda, Yudi; Sucitra Amin, Sarwo; Heltria, Septy; Nahlunnisa, Hafizah; Dinanty, Fawwaz; Abel Azzahra; Meta Dinda Pangaribuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/962kyw27

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, namun ketersediaannya masih menjadi permasalahan serius di wilayah pedesaan, termasuk Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Desa ini belum mendapatkan layanan PDAM dan masyarakat masih bergantung pada sumur gali yang kerap mengalami kekeringan serta kualitas air yang kurang layak.egiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kedalaman air tanah menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (survei awal dan koordinasi dengan mitra), pelaksanaan (pengambilan data geolistrik serta diskusi dengan masyarakat), dan tindak lanjut (sosialisasi hasil, pendampingan, dan penyusunan peta potensi air tanah). Efektivitas sosialisasi diukur menggunakan analisis N-gain melalui pretest dan posttest terhadap peserta. Hasil menunjukkan rata-rata pemahaman masyarakat meningkat dari kategori rendah menjadi sedang hingga tinggi, dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,517 (kategori sedang). kegiatan menghasilkan peta kedalaman air tanah sebagai dasar pembangunan sumur bor produktif, dan juga memperkuat kemandirian desa dalam mengelola sumber daya air untuk mendukung kebutuhan sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Kata Kunci: air bersih, metode geolistrik, akuifer, N-gain, Desa Tantan
HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE DENGAN KEPADATAN GASTROPODA DI KAWASAN MANGROVE DESA TUNGKAL SATU KECAMATAN TUNGKAL ILIR KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Adi Prahesti, Hasnaa Hemalia; Alwi, Yun; Hariski, M; Lisna, Lisna; Endang, Ester Restiana; Heltria, Septy
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 2 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i2.1841

Abstract

Ekosistem mangrove tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut, berfungsi sebagai daerah asuhan, daerah mencari makan dan daerah pemijahan bagi bermacam-macam jenis hewan akuatik seperti ikan, crustacea, moluska, bivalvia, gastropoda dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda di Kawasan Mangrove Pantai Kelapa, Desa Tungkal Satu, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dilaksanakan pada tanggal 1 Februari – 1 Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 4 spesies mangrove dengan nilai kerapatan berkisar dari 733,333 ind/ha – 1.266,666 ind/ha, dengan komposisi mangrove tertinggi ditempati oleh spesies Rhizopora mucronata dengan nilai 52 %. Gastropoda yang ditemukan teridentifikasi 10 spesies dengan kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun 3 dengan nilai 11.233,33 ind/ha. Indeks keanekaragamaan (H’) spesies 1,72-1,88 yang masuk kedalam kategori sedang. Indeks Keseragaman (E) dengan nilai 0,78 – 0,85. Indeks dominasi (C) dengan nilai 0,17 – 0,21. Analisis regresi linear sederhana meenunjukkan nilai R2 = 0,1459 termasuk kedalam korelasi sangat lemah artinya kerapatan mangrove tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepadatan gastropoda.
Analysis of Upwelling Events and Potential Fishing Grounds for Macarel (Thunnus sp) in the Waters of West Sumatera Heltria, Septy; Damanik, Ernawati; Lisna, Lisna
Sriwijaya Journal of Environment Vol 10, No 2 (2025): ECOLOGY AND ENVIRONMENTAL HEATLH
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22135/sje.2025.10.2.95-106

Abstract

West Sumatera has high fishery potential, particularly for macarel(Thunnus sp), whose presence is influenced by oceanographic factors such as sea surface temperature (SST), chlorophyll-a concentration, and ocean currents. This study aims to analyze the variability of SST, chlorophyll-a, and currents in West Sumatera waters, identify oceanographic indicators of upwelling events, and examine the relationship between upwelling and potential macarel fishing grounds. Using a qualitative survey approach and ArcGIS 10.8, spatial analysis was conducted to determine potential fishing zones. Results indicate SST fluctuated between 28.1°C (February 2023) and 30,4°C (July 2022), while chlorophyll-a showed seasonal variation, peaking at 0.40 mg/m³ in June 2022. Current patterns are influenced by monsoonal winds and global atmospheric phenomena, with stronger currents during the East season, promoting upwelling and marine productivity. Overlay analysis revealed weak to very weak upwelling occurring periodically. Despite the weak upwelling, West Sumatera remains a highly potential fishing area, supported by positive correlations between SST and chlorophyll-a with macarel fishing zones. Regression analysis shows SST and chlorophyll-a negatively affect macarelcatches, whereas currents have a positive influence. Overall, oceanographic variability significantly impacts fishing potential in West Sumatera. 
Estimasi Potensi Lestari dan Musim Penangkapan Cumi-cumi (Loligo sp) di WPPNRI 571 Sumatera Utara Farhan Ramdhani; Septy Heltria; Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun; BS Monica Arfiana; Fauzan Ramadan
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.52709

Abstract

Perairan Sumatera Utara yang termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 memiliki potensi sumber daya cumi-cumi (Loligo sp.) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY) dan menganalisis pola musim penangkapan cumi-cumi yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan. Data yang digunakan adalah data produksi dan upaya penangkapan cumi-cumi pada periode tahun 2018–2022, kemudian dianalisis menggunakan model surplus produksi Schaefer dan Indeks Musim Penangkapan (IMP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MSY cumi-cumi sebesar 3.886,62 ton/tahun dengan effort optimum (Fopt) sebanyak 3.078 trip/tahun. Rata-rata produksi tahunan berada di bawah nilai MSY, namun peningkatan effort yang signifikan disertai penurunan CPUE dari 2,07 ton/trip (2018) menjadi 1,66 ton/trip (2022) mengindikasikan tekanan eksploitasi yang meningkat. Analisis IMP menunjukkan musim puncak penangkapan terjadi pada bulan Mei, Oktober, November, dan Desember, yang diindikasikan dengan nilai IMP >100% dan peningkatan kelimpahan klorofil-a (0,60–0,69 mg/L). Hubungan positif antara IMP dan klorofil-a menunjukkan bahwa dinamika oseanografi memiliki kaitan terhadap kelimpahan cumi-cumi di perairan WPPNRI 571 Sumatera Utara.  The waters of North Sumatra, located within Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia (FMA-RI) 571, are known to have a high potential of squid (Loligo sp). This study aims to estimate the Maximum Sustainable Yield (MSY) and analyze the fishing season patterns of squid landed at the Oceanic Fishing Port (PPS) of Belawan. The data used include squid production and fishing effort from 2018 to 2022, which were analyzed using the Schaefer surplus production model and the Fishing Season Index (IMP). The results indicate that the MSY of squid is 3,886.62 tons/year with an optimum effort (Fopt) of 3,078 trips/year. Although the annual production remains below the MSY, the significant increase in fishing effort accompanied by a decrease in CPUE—from 2.07 tons/trip in 2018 to 1.66 tons/trip in 2022—suggests increasing exploitation pressure. The IMP analysis shows that peak fishing seasons occur in May, October, November, and December, indicated by IMP values exceeding 100% and an increase in chlorophyll-a concentrations (0.60–0.69 mg/L). The positive correlation between IMP and chlorophyll-a implies that oceanographic dynamics play an important role in influencing the availability of squid in the waters of FMA-RI 571. These findings highlight the need for adaptive and ecosystem-based fisheries management strategies to ensure the sustainability of squid stocks in this region.
Exploitation rates and oceanographic characteristics of anchovy fishing grounds in FMA-572 West Sumatra Farhan Ramdhani; Septy Heltria; Ester Restiana Endang Gelis; Rizky Janatul Magwa; Noferdiman Noferdiman; Muhamad Gilang Arindra Putra; Muhammad Halim
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.36105

Abstract

Anchovy is one of potential commodities widely found and caught by fishermen in FMA-572 West Sumatra. Examining its exploitation rate is a part of taking control and monitor toward the fishing activities to avoid overfishing possibility. This recent study aims to calculate exploitation rate and oceanographic characteristics of anchovy fishing grounds. The data was collected from Bungus Oceanic Fishing Port, West Sumatra in 2018-2022. Meanwhile, sea surface temperature and chlorophyll data were obtained from https://marine.copernicus.eu/ and https://oceancolor.gsfc.nasa.gov 2018-2022, respectively. The results showed that the exploitation rate of anchovies in 2020 and 2022 has exceeded maximum sustainable yield categorized as overexploitation with a percentage of 130.44% and 112.84%. Anchovy catches are significantly influenced by oceanographic factors with F value 0.00000115 ( 0.05). An increase in CPUE value is align with chlorophyll increase and in contrary to sea surface temperature. The findings are expected to give an overview related to anchovy fishing activities implementation and become an input for fisheries governance that lead to sustainable fisheries management.Keywords:FMA-572MSYOverfishingSustainable fisheriesStolephorus sp
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abel Azzahra Adi Prahesti, Hasnaa Hemalia Afriani Afriani Afriani H Afriani Harahap Ainun Rohmawati Bareta Amir Yarkhasy Yuliardi Annisa Rianti Ardelia, Icha Dewi Arfiana, BS Monica Arfiana, Bs. Monica Bagus Pramusintho Bagus Pramusintho Brigita Novianti Butar-butar BS Monica Arfiana Damanik, Ernawati Darlim Darmawi Dea Amelia, Dea Denny Alberto Satrya Gumay Depison Depison Dinanty, Fawwaz Dwinda Pangentasari Dyah Muji Rahayu Eko Wiyanto, Eko Ester Restiana Endang Gelis Farhan Ramadhani, Farhan Farhan Ramdhani Fauzan Ramadan Fiki Harjuni Firdaus, Randi Gentio Harsono Gustina Gustina Hadi, Sutanto Hamzah, Hamzah Hariski, M Hasanah Hasanah Hawis H Madduppa Hutwan Syarifuddin I Wayan Nurjaya Ibadillah, Sultonu Irfan Zidni Karina Theresia Simaibang Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu Lauura Hermala Yunita Lauura Hermala Yunita Lerma Yuni Siagian lestari, dewi joni lestari Lestariningsih, Wiwid Andriyani Lisna Lisna, Lisna Luhur Moekti Prayogo Luhur Prayogo, Luhur M Hariski Mairizal Mairizal Marita Ika Joesidawati Meta Dinda Pangaribuan Miradni, Asni Muhamad Gilang Arindra Putra Muhammad Farhan Al Iqromi Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun Muhammad Halim Nahlunnisa, Hafizah Nahri Idris Nelwida Nelwida Noferdiman Noferdiman Noferdiman Nofrizal Nofrizal Noverdiman, Noverdiman Nugroho, Agung Tri Nurhayati Nurhayati Nurwijayanti Nyoman M N Natih Oktavia Sihombing Putra, Muhamad Rahmalia, Diah Ayu Ratu Almira Kismawardhani Riris Roiska Rizky Janatul Magwa Robin Romie Jhonnerie RR. Ella Evrita Hestiandari Santika, Lora Sari, Ratna Juita Sarwo Edy Wibowo Sarwo Sucitra Amin Sayyidah Fatchiyyah Setiyawan, Khoirudin Anton Sinaga, Nurlince Sinaga, Sizka Rolenta Sri Novianti Sukma, Raka Suryono Suryono Taj, Kemal Togatorop, Alfa Immanuel Tri Suryono Windarti Windarti Wiwaha Anas Sumadja WULANDARI Wulandari Wulandari Wulandari Wulandari Yoppie Wulanda Yoppie Wulanda Yudi Arista Yulanda Yun Alwi Yusyam Leni