Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analysis of Upwelling Events and Potential Fishing Grounds for Macarel (Thunnus sp) in the Waters of West Sumatera Heltria, Septy; Damanik, Ernawati; Lisna, Lisna
Sriwijaya Journal of Environment Vol 10, No 2 (2025): ECOLOGY AND ENVIRONMENTAL HEATLH
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Sumatera has high fishery potential, particularly for macarel(Thunnus sp), whose presence is influenced by oceanographic factors such as sea surface temperature (SST), chlorophyll-a concentration, and ocean currents. This study aims to analyze the variability of SST, chlorophyll-a, and currents in West Sumatera waters, identify oceanographic indicators of upwelling events, and examine the relationship between upwelling and potential macarel fishing grounds. Using a qualitative survey approach and ArcGIS 10.8, spatial analysis was conducted to determine potential fishing zones. Results indicate SST fluctuated between 28.1°C (February 2023) and 30,4°C (July 2022), while chlorophyll-a showed seasonal variation, peaking at 0.40 mg/m³ in June 2022. Current patterns are influenced by monsoonal winds and global atmospheric phenomena, with stronger currents during the East season, promoting upwelling and marine productivity. Overlay analysis revealed weak to very weak upwelling occurring periodically. Despite the weak upwelling, West Sumatera remains a highly potential fishing area, supported by positive correlations between SST and chlorophyll-a with macarel fishing zones. Regression analysis shows SST and chlorophyll-a negatively affect macarelcatches, whereas currents have a positive influence. Overall, oceanographic variability significantly impacts fishing potential in West Sumatera. 
Analysis of the Influence of Wind, Rainfall, and Sea Surface Temperature on Handline Catch Yields at Bungus Ocean Fishing Port lestari, dewi joni lestari; Lisna; Heltria , Septy
Journal of Marine and Coastal Science Vol. 14 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmcs.v14i3.72571

Abstract

West Sumatra is one of Indonesia's Fisheries Management Areas with significant tuna potential, particularly yellowfin tuna (Thunnus albacares) and bigeye tuna (Thunnus obesus). This study aims to examine the influence of wind speed, rainfall, and sea surface temperature (SST) on handline catch yields at Bungus Ocean Fishing Port, West Sumatra, during the 2019–2023 observation period. The methodology employed a survey approach using secondary data obtained from https://data.marine.copernicus.eu/ the Meteorological Station of the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG), and catch data from Bungus Ocean Fishing Port logbooks.The results indicate that the highest wind speed variability occurred during the 2019 East Monsoon Season, ranging from 8.80–11.10 m/s (25%) with a northwest direction, while the lowest wind speed was recorded during the 2021 Transitional Season 0.50–2.10 m/s, northerly (4%). The highest rainfall (552 mm/hari) occurred during the 2022 Transitional Season 2, while the lowest (30 mm/hari) was observed in 2019 during Transitional Season 2. The highest SST (30.31°C) was recorded during Transitional Season 1, and the lowest (27.19°C) during Transitional Season 2. The peak catch (451,201 tons) occurred during the 2019 west monsoon, whereas the lowest yield (20,359 tons) was recorded in 2023 during Transitional Season 2. Multiple linear regression analysis revealed that wind speed, rainfall, and SST collectively explained 25.2% of the variation in tuna catches, though their influence was not statistically significant. Correlation analysis further demonstrated no strong interdependence among wind speed, rainfall, and SST variables, factors outside the investigated variables accounted for 74.8% of the variance.
HUBUNGAN LEBAR KARAPAS DAN BERAT KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI DESA SINAR KALIMANTAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Setiyawan, Khoirudin Anton; Depison, Depison; Heltria, Septy; Lisna, Lisna; Arfiana, Bs Monica; Magwa, Rizky Janatul
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.155-161

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu sumber daya perikanan penting yang berperan dalam mendukung ekonomi pesisir dan keseimbangan ekosistem mangrove. Pemahaman terhadap hubungan morfometrik seperti lebar karapas dan berat tubuh diperlukan sebagai dasar pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lebar karapas dan berat tubuh kepiting bakau di Desa Sinar Kalimantan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, jumlah sampel sebanyak 127 ekor kepiting dikumpulkan dari dua lokasi, yaitu, kawasan mangrove dan kawasan muara Desa Sinar Kalimantan. Penangkapan kepiting bakau menggunakan alat tangkap bubu lipat, masing masing lokasi menggunakan sebanyak 38 alat tangkap bubu dengan 16 kali pengulangan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis hubungan lebar dan berat, faktor kondisi, Sex ratio dan ukuran layak tangkap. Hasil analisis hubungan lebar karapas dan berat kepiting bakau menunjukkan  Nilai koefisien pertumbuhan (b) masing-masing sebesar 1,74 dan 2,74, menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, di mana pertambahan lebar karapas tidak sebanding dengan berat tubuh.Faktor kondisi berkisar antara 0–1, menunjukkan status fisiologis dan kesehatan kepiting yang cenderung kurang optimal. Hasil anlisis Sex ratio dikawasan mangrove menunjukan perbandingan (1:1,39) yang didominasi kepiting betina dan dikawasan muara perbandingan (1:0,78) yang didominasi kepiting jantan. Persentase ukuran  kepiting bakau yang layak tangkap di Desa Sinar Kalimantan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur lebih tinggi daripada yang tidak layak tangkap.  Hasil penelitian menunjukan Hubungan antara lebar karapas dan berat tubuh kepiting bakau bersifat allometrik negatif di kedua lokasi. Kawasan mangrove didominasi oleh kepiting betina, sedangkan kawasan muara oleh kepiting jantan. Ukuran kepiting di kedua lokasi umumnya telah memenuhi kriteria layak tangkap.
The amplitudes and phases of tidal constituents from Harmonic Analysis at two stations in the Gaspar Strait of Bangka Belitung Yuliardi, Amir Yarkhasy; Heltria, Septy; Taj, Kemal; Natih, Nyoman M N
Journal Omni-Akuatika Vol 18, No 1 (2022): Omni-Akuatika May
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2022.18.1.893

Abstract

The waters of the Bangka Belitung islands are shallow waters that are affected by tides. The tides in these waters originate from the propagation of the Natuna and Java Seas, so they have unique characteristics. This study aims to analyze the amplitude and phase difference at 2 stations representing Bangka and Belitung Islands with the final output of LAT and HAT information as marine cadastral recommendations at Tanjung Pesona and Tanjung Tinggi stations and safe depths for ports in PPN Sungailiat and PPN Tanjung Pandan. . Tidal data for 1 year with time intervals of 1 hour in 2015 were used to extract the harmonic components to determine the type of tide and calculate the tidal level at each station. The results obtained are 19 harmonic components with a diurnal tide type. The water level at Tanjung Pesona is higher than the high Tanjung, which is described by tidal levels with HAT 2.64 and 1.72 m. Safe depth of harbor pond. In the LAT condition (lowest recess), the water level at Tanjung Pesona station is above the Sungailiat PPN pool's maximum depth; on the other hand, the Tanjung Pandan PPN LAT is 0.44 m below the maximum depth of the port pool.Key Word: Bangka Belitung, chart datum, LAT, HAT, tidal level
POLA PERTUMBUHAN IKAN PETEK (Leiognathus equulus) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN IKAN MUARA ANGKE, JAKARTA Yunita, Lauura Hermala; Gelis, Ester Restiana Endang; Wulanda, Yoppie; Heltria, Septy; Magwa, Rizky Janatul; Ramdhani, Farhan
Grouper Vol. 14 No. 2 (2023): Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i2.205

Abstract

Ikan petek (Leiognathus equulus) merupakan ikan hasil tangkapan sampingan oleh nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta , ikan ini merupakan salah satu aset terpenting pada ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang bobot ikan petek yang didaratkan di Pelabuhan Muara Angke Jakarta. Penelitian berlangsung pada bulan April Tahun 2021 dilakukan di Pelabuhan Muara Angke Jakarta. Persamaan hubungan untuk panjang bobot adalah W = aLb. sampel ikan yang didapat yaitu berjumlah 30 ekor dengan ukuran antara 125 – 164 mm dan berat berkisar antara 33 – 67 gr. Ukuran mendominasi pada ukuran 133 – 140 mm yaitu sebanyak 11 ekor sementara pada ukuran 157 – 164 mm hanya terdapat 1 ekor. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai b yaitu 2.7412 hal ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan allometrik negatif dimana pertumbuhan panjang ikan lebih cepat daripada pertumbuhan beratnya dan memiliki nilai r yaitu 1 artinya pertumbuhan panjang sangat mempengaruhi pertumbuhan berat pada ikan.Kata Kunci : Allometrik Negatif, Leiognathus equulus, Muara Angke, Panjang-Bobot 
Study on The Distribution of Longtail Tuna (Thunnus Tonggol) Catch Based on Chlorophyll-A Using Aqua Modis Imagery in West Sumatera Muhammad Farhan Al Iqromi; Afriani Harahap; Heltria, Septy; Farhan Ramdhani; Ester Restiana Endang Gelis; Hutwan Syarifuddin
Grouper Vol. 16 No. 1 (2025): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v16i1.292

Abstract

The longtail tuna (Thunnus tonggol) is one of the highest-producing fishery commodities in the waters of West Sumatra. Its abundance is influenced by oceanographic conditions, particularly indicated by chlorophyll-a concentration as a marker of water productivity. This study aims to examine the distribution of chlorophyll-a in relation to the catch of longtail tuna (Thunnus tonggol) using Aqua MODIS imagery in the waters of West Sumatra. The method used in this research is observational, involving data collection on chlorophyll-a distribution and logbook records. Chlorophyll-a data was obtained from the Ocean Color website, and logbook data for 2018–2022 was sourced from the Bungus Oceanic Fisheries Port (PPS). The results show that chlorophyll-a distribution in the waters of West Sumatra fluctuated between 2018 and 2022, with an average range of 0.15 mg/m³ to 0.33 mg/m³. A simple linear regression analysis showed a significant F-value of 0.0045, which is smaller than α (0.05), indicating that the regression equation is valid. This suggests that the distribution of chlorophyll-a has a significant effect on the longtail tuna catch in the waters of West Sumatra. The average annual CPUE (Catch Per Unit Effort) of longtail tuna was 0.44 tons/trip, with an average catch over the 2018–2022 period of 18.38 tons and an average of 41 trips per year.
Komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Miradni, Asni; Arfiana, Bs. Monica; Nelwida, Nelwida; Mairizal, Mairizal; Ramdhani, Farhan; Heltria, Septy
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.37885

Abstract

Komposisi hasil tangkapan adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi keragaman sumber daya hayati. Komposisi hasil tangkapan adalah istilah yang umumnya digunakan dalam bidang perikanan dan kelautan untuk merujuk kepada proporsi relatif dari berbagai jenis spesies yang tertangkap dalam suatu proses penangkapan ikan atau aktivitas perikanan lainnya. Proses ini mencakup penelitian tentang struktur tangkapan yang melibatkan berbagai jenis ikan, udang, moluska, serta organisme laut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Peralatan yang digunakan adalah alat tulis, kamera, laptop dan alat tangkap gillnet menggunakan mesh size 2 inci dengan ukuran kapal 1 GT. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 15 spesies ikan yang tertangkap dari alat tangkap gillnet yaitu ikan duri (Cephalocassis borneensis), ikan lomek (Harpadon nehereus), ikan malung (Muraenesox cinereus), ikan gulamah (Panna microdon), ikan sebelah (Pleuronectiformes), ikan beliak mata (Llisha elongata), ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan bawal (Pampus argenteus), ikan pari (Telatrygon zugei), ikan sembilang(Plotosus canius), ikan langgai (Lepturacanthus savala Cuvier), ikan hiu (Chiloscyllium arabicum), ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus), ikan kurau (Eleutheronema tetradactylum), dan ikan pirang (Setipinna tenuifilis). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis ikan hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap adalah ikan gulamah (Panna microdon) sebanyak 102,8 kg atau 28,62 % dan yang paling sedikit adalah ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus) sebanyak 1 kg atau 0,28 %.
DISTRIBUSI SALINITAS DAN SUHU DI MUARA MUSI: MENGGUNAKAN GRADIEN SALINITAS VERTIKAL UNTUK ZONA KLASIFIKASI MUARA : English Septy Heltria; Amir Yarkhasy Yuliardi; Ratu Almira Kismawardhani; I Wayan Nurjaya; Lerma Yuni Siagian; Denny Alberto Satrya Gumay
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i2.40222

Abstract

Muara Musi merupakan muara sungai Telang dan Musi yang berbatasan langsung dengan Selat Bangka. Pada saat pasang (surut) kita melihat distribusi salinitas meningkat (menurun) yang diketahui melalui distribusi vertikal menggunakan CTD (Conductivity Temperature Depth). Diagram TS (Temperature-Salinity) digunakan untuk melihat karakteristik massa air di daerah penelitian. Metode DIVA (Data-Interpolating Variational Analysis) digunakan untuk interpolasi dan visualisasi data dari data vertikal dan spasial temperatur, salinitas dan densitas. Klasifikasi zona muara Musi diidentifikasi berdasarkan nilai sebaran salinitas yang memperhitungkan pertukaran salinitas yang bersirkulasi pada saat pasang dan surut. Densitas massa air secara signifikan dipengaruhi oleh salinitas yang terbukti bergradasi. Sementara distribusi suhu tidak berubah secara signifikan dengan kedalaman, distribusi spasial menunjukkan bahwa suhu di estuari lebih rendah daripada di daerah hulu dan laut. Distribusi spasial salinitas menunjukkan bahwa salinitas tinggi memasuki muara menuju sungai lebih jauh pada saat pasang dari pada saat surut. Distribusi salinitas berkisar antara 0,5–30 psu dan suhu antara 29–33 ℃ dari bagian horizontal dan vertikal. Pola sebaran salinitas di muara sungai Musi diidentifikasi, terdiri dari tiga zona yang mewakili kondisi salinitas di daerah penelitian, yaitu zona Polyhaline, Mesohaline, dan Olygohaline.
Optimalisasi Potensi Air Tanah Sebagai Sumber Daya Berkelanjutan Untuk Mendukung Kegiatan Sosial-Ekonomi Masyarakat Di Desa Tantan Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi Arista Yulanda, Yudi; Sucitra Amin, Sarwo; Heltria, Septy; Nahlunnisa, Hafizah; Dinanty, Fawwaz; Abel Azzahra; Meta Dinda Pangaribuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/962kyw27

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, namun ketersediaannya masih menjadi permasalahan serius di wilayah pedesaan, termasuk Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Desa ini belum mendapatkan layanan PDAM dan masyarakat masih bergantung pada sumur gali yang kerap mengalami kekeringan serta kualitas air yang kurang layak.egiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kedalaman air tanah menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (survei awal dan koordinasi dengan mitra), pelaksanaan (pengambilan data geolistrik serta diskusi dengan masyarakat), dan tindak lanjut (sosialisasi hasil, pendampingan, dan penyusunan peta potensi air tanah). Efektivitas sosialisasi diukur menggunakan analisis N-gain melalui pretest dan posttest terhadap peserta. Hasil menunjukkan rata-rata pemahaman masyarakat meningkat dari kategori rendah menjadi sedang hingga tinggi, dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,517 (kategori sedang). kegiatan menghasilkan peta kedalaman air tanah sebagai dasar pembangunan sumur bor produktif, dan juga memperkuat kemandirian desa dalam mengelola sumber daya air untuk mendukung kebutuhan sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Kata Kunci: air bersih, metode geolistrik, akuifer, N-gain, Desa Tantan
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abel Azzahra Afriani Afriani Afriani Harahap Amir Yarkhasy Yuliardi Annisa Rianti Ardelia, Icha Dewi Arfiana, BS Monica Arfiana, Bs. Monica Arista Yulanda, Yudi Bagus Pramusintho Damanik, Ernawati Darlim Darmawi Dea Amelia, Dea Denny Alberto Satrya Gumay Depison Depison Dinanty, Fawwaz Dyah Muji Rahayu Eko Wiyanto, Eko Ester Restiana Endang Gelis Farhan Ramadhani, Farhan Farhan Ramdhani Fauzan Ramadan Fiki Harjuni Firdaus, Randi Gentio Harsono Hadi, Sutanto Hariski, M Hasanah Hawis H Madduppa Hutwan Syarifuddin I Wayan Nurjaya Ibadillah, Sultonu Irfan Zidni Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu Lauura Hermala Lauura Hermala Yunita Lauura Hermala Yunita Lauura Hermala Yunita Lerma Yuni Siagian lestari, dewi joni lestari Lestariningsih, Wiwid Andriyani Lisna Lisna Lisna, Lisna Luhur Moekti Prayogo Luhur Prayogo, Luhur M Hariski Mairizal Mairizal Marita Ika Joesidawati Meta Dinda Pangaribuan Miradni, Asni Muhamad Gilang Arindra Putra Muhammad Farhan Al Iqromi Muhammad Halim, Muhammad Nahlunnisa, Hafizah Nelwida Nelwida Noferdiman Noferdiman Noferdiman Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Noverdiman, Noverdiman Nugroho, Agung Tri Nurhayati Nurhayati Nurwijayanti Nyoman M N Natih Putra, Muhamad Putra, Muhamad Gilang Arindra Rahmalia, Diah Ayu Ratu Almira Kismawardhani Riris Roiska Rizky Janatul Magwa Robin Romie Jhonnerie RR. Ella Evrita Hestiandari Santika, Lora Sari, Ratna Juita Sarwo Edy Wibowo Sarwo Sucitra Amin Sayyidah Fatchiyyah Setiyawan, Khoirudin Anton Sinaga, Nurlince Sri Novianti Sri Novianti Sukma, Raka Suryono Suryono Taj, Kemal Togatorop, Alfa Immanuel Tri Suryono Windarti Windarti Wiwaha Anas Sumadja Wulandari WULANDARI Wulandari Wulandari Wulandari Yoppie Wulanda Yun Alwi