Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Tokoh-Tokoh Tasawuf Islam dan Relevansinya bagi Dunia Modern: Ibnu Athaillah as-Sakandary, al-Muhasibi dan Abd. Qadir al-Jilani Nurnajmi, Nurnajmi; Afrizal, Afrizal; Perdana, Taslim; Saputra, Riki; Rusydi, Rusydi
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menggambarkan tentang tiga tokoh tasawuf Islam yang krusial dalam penyucian jiwa, pembentukan karakter serta penghayatan spiritual kepada sang Pencipta, tasawuf sebagai warisan klasik dan juga memiliki peran yang signifikan dalam membangun peradaban Islam yang beretika dan beradab. Penelitian mengenai tiga tokoh sufi yang besar ini tidak hanya bersifat historis, tetapi juga memberikan kontribusi teoretis dan praktis untuk pengembangan Studi Islam kontemporer, terutama dalam aspek etika, pendidikan, dan peradaban Islam. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan dari sumber-sumber literatur primer, termasuk karya-karya asli para tokoh seperti Al-Hikam oleh Ibnu Athaillah, Ar-Ria’yah li Huquqillah oleh Al-Muhasibi, dan Al-Ghunyah li Thalibi Thariq al-Haqq oleh Abdul Qadir al-Jilani. Selain itu, juga digunakan literatur sekunder yang mencakup buku, jurnal, dan hasil penelitian ilmiah yang berkaitan. Bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif biografi dan pemikiran tiga tokoh tasawuf Islam klasik: Ibnu Athaillah, Al-Muhasibi, dan Abdul Qadir al-Jilani. Menganalisis kontribusi pemikiran mereka terhadap perkembangan tasawuf dan spiritualitas Islam. Mengkaji relevansi ajaran mereka dalam konteks modernitas Islam dan pembentukan peradaban Islam yang berkeadaban (civilized Islam). Relevansi ketiga tokoh ini nyata dalam arah pendidikan Islam modern yang humanistik, transendental, dan berkarakter, yang mampu menyeimbangkan rasionalitas dengan spiritualitas, serta pengetahuan dengan nilai-nilai moral ilahiah. Kesimpulan artikel ini adalah bahwa konsep tazkiyah al-nafs berfungsi sebagai dasar filosofis dan teologis yang kuat dalam pembentukan karakter Islami. Meskipun ketiganya memiliki pendekatan yang berbeda, mereka semua menekankan signifikansi penyucian jiwa sebagai pusat dari transformasi individu dan masyarakat
PELATIHAN PEMBUATAN STIK TULANG IKAN TUNA BAGI IBU RUMAH TANGGA NELAYAN KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG Ihwan, Ihwan; Rusydi, Rusydi; Mahfud, Mahfud; Ahmad, Ahmad; Anton, Anton; Gasim, Gasim; Abdullah, Muhammad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.66553

Abstract

The utilization of tuna bone waste by coastal communities, particularly fisherwomen in Oesapa Village, Kupang City, remains limited. Most fish bones are discarded without processing, despite their potential to be transformed into nutritious and economically valuable food products. To address this issue, a training program was initiated to empower fisherwomen by utilizing local resources to produce tuna bone sticks. The main objective was to enhance participants’ knowledge and skills in processing tuna bone waste into marketable snacks. The program included awareness sessions on the benefits of fish bones, hands-on training in tuna bone stick production, and guidance on packaging techniques. The activity involved fisherwomen from the coastal area of Oesapa Village. The results showed a notable improvement in the participants’ understanding of the nutritional value of fish bones and their technical ability in the production process, from raw material preparation to packaging. More than 85% of the participants successfully completed all stages of the training and expressed interest in developing tuna bone sticks as a home-based business. In addition, there was a significant improvement in all aspects assessed after the implementation of the activities, including cognitive, psychomotor, affective, metacognitive, and problem-solving skills. Participants showed an average improvement of 51%. Several participants also initiated small groups to collaboratively continue production. The training demonstrated that producing tuna bone sticks is an effective strategy for empowering fisherwomen. Beyond enhancing skills and nutritional knowledge, this initiative offers opportunities to increase household incomes and reduce fishery waste. This program can serve as a model for sustainable local economic development in coastal communities.Pemanfaatan limbah tulang ikan tuna oleh masyarakat pesisir, khususnya ibu rumah tangga nelayan di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, masih sangat minim. Sebagian besar tulang ikan dibuang tanpa diolah, padahal memiliki potensi sebagai bahan pangan bernilai ekonomi dan gizi tinggi. Permasalahan tersebut menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan pelatihan pembuatan stik tulang ikan tuna sebagai salah satu upaya pemberdayaan ekonomi keluarga yang berbasis pada potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga nelayan dalam memanfaatkan limbah tulang ikan tuna menjadi produk makanan ringan yang bergizi serta memiliki nilai ekonomis. Adapun metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai manfaat dan potensi tulang ikan, pelatihan langsung pembuatan stik tulang ikan tuna, serta pendampingan dalam proses pengemasan. Kegiatan diikuti oleh ibu rumah tangga nelayan yang tinggal di sekitar wilayah pesisir Kelurahan Oesapa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai nilai gizi tulang ikan serta keterampilan teknis dalam proses pembuatan stik, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan. Lebih dari 85% peserta mampu mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan baik dan menunjukkan minat untuk mengembangkan produk ini sebagai usaha rumahan, selain itu terjadi peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek yang dinilai setelah pelaksanaan kegiatan meliputi aspek kognitif, psikomotorik, afektif, metakognitif, kemampuan memecahkan masalah peserta menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 51%. Beberapa peserta juga mulai membentuk kelompok kecil untuk memproduksi stik tulang ikan secara berkelanjutan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan stik tulang ikan tuna dapat menjadi strategi efektif dalam memberdayakan ibu rumah tangga nelayan. Selain meningkatkan keterampilan dan wawasan gizi, kegiatan ini juga membuka peluang usaha yang dapat menambah pendapatan keluarga serta mengurangi limbah hasil perikanan. Pelatihan ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan di wilayah pesisir.